Home » Uncategorized » Manajemen Rantai Pasok PT Ultra Jaya Milk and Industry Tbk

Manajemen Rantai Pasok PT Ultra Jaya Milk and Industry Tbk

uj

 

 

A. Riwayat Singkat

Bermula dari usaha keluarga yang dirintis sejak tahun 1960an oleh Bapak Achmad Prawirawidjaja (alm), PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (“Perseroan”) dari tahun ke tahun terus berkembang, dan saat ini telah menjadi salah satu perusahaan yang terkemuka di bidang industri makanan & minuman di Indonesia. Pada periode awal pendirian, Perseroan hanya memproduksi produk susu yang pengolahannya dilakukan secara sederhana. Pada pertengahan tahun 1970an Perseroan mulai memperkenalkan teknologi pengolahan secara UHT (Ultra High Temperature) dan teknologi pengemasan dengan kemasan karton aseptik (Aseptic Packaging Material). Pada tahun 1975 Perseroan mulai memproduksi secara komersial produk minuman susu cair UHT dengan merk dagang “Ultra Milk”, tahun 1978 memproduksi minuman sari buah UHT dengan merk dagang “Buavita”, dan tahun 1981 memproduksi minuman teh UHT dengan merk dagang “Teh Kotak”. Sampai saat ini Perseroan telah memproduksi lebih dari 60 macam jenis produk minuman UHT dan terus berusaha untuk senantiasa memenuhi kebutuhan dan selera konsumennya. Pada tahun 1981 Perseroan menandatangani perjanjian lisensi dengan Kraft General Food Ltd, USA, untuk memproduksi dan memasarkan produk- produk keju dengan merk dagang “Kraft”. Pada tahun 1994 kerjasama ini ditingkatkan dengan mendirikan perusahaan patungan: PT Kraft Ultrajaya Indonesia, yang 30% sahamnya dimiliki oleh Perseroan. Perseroan juga ditunjuk sebagai exclusive distributor untuk memasarkan produk yang dihasilkan oleh PT Kraft Ultrajaya Indonesia.Sejak tahun 2002 -untuk bisa berkonsentrasi dalam memasarkan produk sendiriPerseroan tidak lagi bertindak sebagai distributor dari PT Kraft Ultrajaya Indonesia. Pada bulan Juli 1990 Perseroan melakukan penawaran perdana saham-sahamnya kepada masyarakat (Initial Public Offering = IPO). Pada tahun 1994 Perseroan melakukan ekspansi usaha dengan memasuki bidang industri Susu Kental Manis (Sweetened Condensed Milk), dan di tahun 1995 mulai memproduksi susu bubuk (Powder Milk). Sejak tahun 2000 Perseroan melakukan kerjasama produksi (toll packing) dengan PT Sanghiang Perkasa yang menerima lisensi dari Morinaga Milk Industry Co. Ltd., untuk memproduksi dan mengemas produk-produk susu bubuk untuk bayi.

B. Tujuan Bisnis

Visi

Menjadi perusahaan industri makanan dan minuman yang terbaik dan terbesar di Indonesia, dengan senantiasa mengutamakan kepuasan konsumen, serta menjunjung tinggi kepercayaan para pemegang saham dan mitra kerja perusahaan.

Misi

Menjalankan usaha dengan dilandasi kepekaan yang tinggi untuk senantiasa berorientasi kepada pasar/konsumen, dan kepekaan serta kepedulian untuk senantiasa memperhatikan lingkungan, yang dilakukan secara optimal agar dapat memberikan nilai tambah sebagai wujud pertanggung-jawaban kepada para pemegang saham.

Kegiatan usaha

Kegiatan usaha utama Perseroan, berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan yang terakhir, adalah bidang industri makanan dan minuman, dan bidang perdagangan. Di kelompok minuman, Perseroan memproduksi ruparupa jenis minuman seperti minuman susu cair, minuman teh, minuman untuk kesehatan dan minuman tradisional. Perseroan memiliki mesin-mesin pengolahan untuk masingmasing jenis produk minuman tersebut

Pengolahan dilakukan dengan menggunakan teknologi UHT (Ultra High Temperature), yaitu proses pemanasan dengan suhu 140oC dalam waktu 3-4 detik. Dengan teknologi pengolahan UHT ini maka produk-produk minuman itu menjadi steril karena seluruh bakteri-bakteri yang ada, baik bakteri yang menimbulkan penyakit maupun bakteri yang merusak minuman, menjadi terbunuh. Di sisi lain, proses UHT ini tidak akan merusak atau mengurangi secara berlebihan nutrisi dan vitamin yang terkandung didalam minuman. Selanjutnya produk minuman yang sudah steril ini dikemas dalam kemasan karton aseptik yang steril (Aseptic Packaging Material), sehingga produk minuman tersebut bisa tahan lama tanpa harus menambahkan bahan pengawet. Perseroan memiliki mesin kemasan dengan volume 125 ml, 200 ml, 250 ml, 300 ml, 500 ml, dan 1000 ml. Di bidang makanan Perseroan memproduksi susu bubuk (powder milk), dan susu kental manis (sweetened condensed milk).

C. Penerapan Supply Chain Pada Perusahaan 

lolll

Pasokan bahan baku

Pasokan bahan baku yang diperlukan Perseroan sangat bergantung kepada para pemasok, baik pemasok lokal ataupun pemasok luar. Perseroan tidak bisa menjamin bahwa para pemasok bahan baku ini dapat mempertahankan pasokan yang konsisten dalam memenuhi kebutuhan Perseroan, sekarang dan yang akan datang. Perseroan juga tidak bisa menjamin bahwa kualitas bahan yang dikirimkan para pemasok ini akan selalu sesuai dengan kualitas yang disyaratkan Perseroan. Oleh karena itu Perseroan harus tetap menjaga agar produksi tidak terganggu oleh kelangkaan atau kekurangan pasokan bahan baku.

Sourcing
Bahan baku utama mereka adalah susu segar untuk produksi susu UHT dan produk susu lainnya, daun teh hitam dan hijau untuk minuman teh UHT, gula, bahan-bahan pengemasan dan susu skim bubuk” Perusahaan memperoleh susu segar dari  koperasi peternak sapi perah dan berbagai peternak sapi perahsetempat” Paling tidak 25% dari pasokan susu segar diperoleh dari peternakansapi perah percontohan yang dioperasikan anak perusahaan, UPBS, Guna memastikan kesesaran dan mempertahankan standar kualitas tinggi,susu yang segar menjalani pengujian pengendalian kualitas di pusat pengumpulan susu yang dioperasikan oleh koperasi peternak sapi perah dansetelah susu segar diantarkan ke fasilitas produksi  hanya susu yang memenuhi standar kualitas yang diterima dan diproses lebih lanjut. Untuk meningkatkan kualitas susu segar, perusahaan telah membentuk suatu tim yan# ditugaskan untuk memberikan pelatihan terkait dengan praktek terbaik usaha peternakansusu kepada para peternak di 11 koperasi peternak sapi perah. Perusahaan juga memberikan bantuan bagi koperasi peternak sapi perah untuk memperoleh fasilitas pendingin dan penyimpanan” .elain itu, perusahaan juga memantaukualitas pakan ternak yan# diberikan di peternakan sapi perah yang dioperasikan entitas anak perusahaan, UPBS. dan KPBS.”Perusahaan memperoleh bahan-bahan pengemasan dan mesin-mesin pengisian aseptik, karton aseptik, spouts, tutup kemasan, sedotan dan pen#etahuan proses produksi dan teknis berdasarkan perjanjian penyediaan dan jasa selama bertahun-tahun dengan Tetra Pak dan .SIG Combibloc” .umber-sumber bahan-bahan pengemasan diyakini aman dan memungkinkan perusahaan memperoleh teknololi dan jasa terbaik yang tersedia dari mereka”Perusahaan melakukan bsuatu perjanjian penyediaan bahan pen#emasandengan Tetra Pak berdasarkan mana Tetra Pak setuju untuk menyediakan bahankemasan karton yang akan di#unakan untuk produk-produk minuman UHT tertentu” selain den#an Tetra Pak, perusahaan melakukan suatu perjanjian penyediaan dengan .SIG Combibloc berdasarkan mana .SIG Combibloc setuju untuk menyediakan bahan kemasan karton yang akan digunakan untuk produk- produk minuman UHT tertentu dengan harga jual yang berlaku pada saat pemesanan”Perusahaan membeli daun teh hitam dan hijau dalam bentuk yang sudah dikeringkan atas dasar pembelian di tempat dari berbagai perusahaanIndonesia” Mereka memperoleh gula pasir dari penyulingan gula Indonesia berdasarkan kontrak jangka pendek, yang pembayarannya biasa dilakukandalam dolar AS. susu skim bubuk adalah komoditas dagang yang dibeli atasdasar spot basis dari berbagai pialang komoditas yang biasanya dibayar dengan  dolar AS. Bahan baku lain yang digunakan dalam produk mereka mencakup zat perasa dan bahan tambahan lainnya, vitamin dan suplemen mineral, dan coklat.Bahan baku ini biasanya tersedia dari sejumlah pemasok. Perusahaan juga amenggunakan air sebagai bahan baku mereka

Proses Produksi
banner_product1
Fasilitas
Semenjak bahan baku diterima di 3asilitas produksi hingga ke titik dimana produk-produk jadi dikirim ke gudang, hanya ada campur tangan manusia yang minimal dan proses tersebut sangat terotomisasi. Ini bertutuan untuk meminimalkan risiko kontaminasi produk sepanjang proses produksi.fasilitas produksi dan gudang sangat berperan aktif dalam hal produksi danoperasi, khususnya manajemen rantai pasok di PT Ultra Jaya Milk and Industry fasilitas yang menunjang  kegiatan produksi perusahaan, yaitu truk  pengantar, tangki penampungan, mesin pengolahan fasilitas produksi, tangki penyimpanan, mesin pengemasan, konveyor, dan gudang. Untuk  penyimpanan dan pen#ambilan terotomatisasi dalam gudang. Karena diproduksi secara massal, lokasi yang digunakan metode sentralisasi. Metodeuntuk pergudangan menggunakan job lot storage

Perseroan mengolah produk-produk minuman dengan menggunakan teknologi UHT (Ultra High Temperature) dan mengemasnya dalam kemasan karton aseptik. Dengan teknologi pengolahan dan pengemasan seperti ini minuman disterilkan dengan cara dipanaskan pada temperatur ± 140ºC selama 3 – 4 detik, kemudian dikemas dengan kemasan karton-steril dibawah kondisi aseptik (aseptic packaging system), sehingga minuman tersebut dapat tahan lama meskipun tanpa bahan pengawet. Pemanasan dengan suhu yang tinggi pada teknologi UHT ini dapat membunuh seluruh bakteri yang ada tanpa merusak atau mengurangi secara berlebihan kandungan nutrisi dan vitamin yang terkandung dalam produk. Perseroan telah menggunakan teknologi UHT ini sejak mulai berproduksi di tahun 1975, dan Perseroan merupakan pelopor penggunaan proses UHT dan teknik pengemasan aseptik di industri minuman di Indonesia. Di kelompok minuman Perseroan memproduksi beberapa jenis minuman dengan berbagai rasa seperti : minuman susu cair yang antara lain dipasarkan dengan merk dagang Ultra Milk, dan Ultra Mimi, minuman teh yang dipasarkan dengan merk dagang Teh Kotak dan Teh Bunga; serta minuman tradisional dan minuman untuk kesehatan lainnya yang dipasarkan dengan merk dagang Sari Kacang Ijo dan Sari Asem. Produk minuman ini dikemas dalam kemasan 1000ml, 500ml, 300ml, 250ml, 200ml, dan 125ml. Perseroan juga memproduksi susu kental manis (sweetened condensed milk) yang dipasarkan dengan merk dagang Ultra Milk dan Cap Sapi, serta memproduksi produk susu bubuk (powder milk) berdasarkan kerjasama tol packing dengan pihak lain. Seluruh produk minuman UHT, termasuk susu cair, minuman teh, minuman kesehatan, serta minuman lainnya, diolah dengan mesin pengolahan dan pengemasan aseptik, peralatan serta know how yang diperoleh dari Tetra Pak dan SIG Combibloc, sedangkan produksi produk-produk yang berbasis bahan padat (kelompok makanan) yang terdiri atas susu kental manis dan susu bubuk, diolah dengan mesin pengolahan dan pengemasan, peralatan serta know how yang diperoleh dari GEA Niro.

Distribusi 

Transportation dan Inventory
Mereka memiliki sistem penyimpanan dan pengambilan yangterkomputerisasipenuh di fasilitas mereka di Padalarang, Bandung Barat, yangmelibatkan mesin pengemas robot dan AGV(Automated Guided Vehicle)pada saat selesainya lini pengemasan aseptik, masing-masing barang jadi diangku dengansabuk konveyor untuk dikemas kedalam kardus-kardus besar, dipalet dandibungkus dengan selaput lentur yang tahan cuaca dalam suatu proses yang berkelanjutan dengan menggunakan mesin pengemasan otomatis, Pallet tersebutkemudian diangkut dari sabuk konveyor ke AGV(automated guided vehicle)untuk disimpan di gudang perusahaan, mereka yakin bahwa ASRS memungkinkan perusahaan mengurangi tenaga kerja untuk mengankut barang-barang kedalam dankeluar dari tempat persediaan, yang telah meningkatkan efisiensi operasional perusahaan dan berakibat pada penelusuran persediaan yang lebih akurat.Sebagai contoh, untuk produk susu UHT, setelah menerima susu segar difasilitas produksi dan susu segar tersebut telah lolos pengendalian dan pengujianmutu, susu segar tersebut dipompa langsung dari truk susu ke tempat penampungansusu, dari mana susu segar tersebut kemudian dipompa ke pabrik untuk difilter,disterilisasi, dan dipasteurisasi, dan untuk menerima pengolahan UHT sebelumkemudian dipompa secara langsung ke tangki-tangki aseptik sebelum pengisian,Mereka menggunakan paket susu aseptik (anti septik) dimana mesin paket aseptikmembentuk, mengisi, dan menyegel kotak-kotak karton dalam satu operasi berkesinambungan dalamlingkungan yang steril guna memastikan minimalnyarisiko kontaminasi. Segera setelah kotak-kotak karton tersebut diisi dan disegel,Kotak-kotak karton tersebut secara otomatis dipindahkan dengan menggunakansabuk konveyor untuk dikemas dan disimpan di gudang..Proses pengemasan dan pengangkutan ke gudang tersebut juga terotomasidan memiliki automated storage and retrieval sistem (ASRS) atau sistem penyimpanan dan pengambilan terotomatisasi dalam gudang. Perusahaan memilikidan mengoperasikan suatu fasilitas produksi yang terotomatisasi untuk produksidan pengemasan produk-produk mereka. Termasuk produk-produk yang dijualkepada para pelanggan pihak ketiga berdasarkan perjanjian-perjanjian tollmanufacturing di Padalarang, Bandung Barat, Jawa Barat. Proses produksidilaksanakan dalam suatu lini produksi yang steril yang melibatkan campur tanganmanusia yang minimal. Lini produksi yang sangat otomatis memastikan tingkatefisiensi produksi dan standarisasi produk-produk yang tinggi.

Perseroan memasarkan dan menjual hasil produksinya melalui berbagai jalur, termasuk melalui pengecer modern (yang terutama terdiri atas supermarket, hypermarket, minimart, dan toko-toko kelontong), pengecer tradisional (yang terutama terdiri atas pengecer independen kecil), pedagang grosir, serta berbagai institusi di dalam negeri. Di Pulau Jawa, Perseroan menjual hasil produksinya secara langsung ke pengecer modern, sedangkan untuk penjualan kepada para pengecer tradisional dan para pedagang grosir yang jumlahnya lebih dari 73.100 titik penjualan, Perseroan menggunakan jaringan distribusi dari PT Nikos Distribution Indonesia, entitas anak perusahaan Perseroan yang 70% sahamnya dimiliki Perseroan. PT Nikos Distribution Indonesia ini memiliki jaringan pemasaran di beberapa kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, serta beberapa kota lainnya di P. Jawa. Di luar Pulau Jawa, Perseroan menjual hasil produksinya kepada para konsumen melalui 55 distributor yang tersebar di seluruh Indonesia. Disamping penjualan di dalam negeri Perseroan juga melakukan penjualan ekspor ke beberapa negara.

Teknologi
Dalam memproduksi produk-produk makanan dan minuman yang berkualitas tinggi, Perseroan menerapkan sistem yang modern dan mutakhir untuk pemrosesan pengemasan, logistik, dan IT yang ada.Perseroan telah secara konsisten untuk menerapkan teknologi yang modern. Teknologi pengolahan, pengemasan, logistik, dan IT secara rutin dimutakhirkan agar terus sejalan dengan perubahan dan peningkatan teknologi. Sedangkan pengelolaan persediaan barang jadi dilakukan dengan suatu sistem yang terotomatisasi dan terkomputerisasi secara penuh. Perseroan menggunakan sistem ERP Oracle yang dirasakan dapat lebih meningkatkan kemampuan analisis operasional menjadi lebih efisien. Sistem ERP Oracle ini telah dikonfigurasikan dengan sistem koneksivitas penjualan sehingga memungkinkan Perseroan untuk dapat memantau penjualan harian di seluruh jaringan distribusi Perseroan di Pulau Jawa. Perseroan juga telah menerapkan sistem manajemen kinerja usaha Hyperion untuk meningkatkan kemampuan perencanaan usaha (budgeting).

Retailer.

Perseroan menjual hasil produksinya ke seluruh peloksok di dalam negeri dengan cara penjualan langsung, penjualan tidak langsung, dan melalui pasar modern.
Pricing
Dalam menetapkan kebijakan penetapan harga, perusahaan memperhitungkan trend pasar yang sedang berlaku, biaya produksi, daya beli para pelanggan dan harga-harga para pesaing. Mereka mengumpulkan datauntuk menetapkan harga-harga demikian melalui penelitian yang dilakukanoleh firma-firma riset pasar serta departemen pemasaran dan personil penjualan kebijakan penetapan harga didorong oleh strategi untuk mempertahankan citra merek berkualitas tinggi dari produk-produk merekasementara secara bersamaan menyediakan value for money bagi para pelanggan. Perusahaan biasanya menetapkan suatu struktur penetapan harga yang disarankan kepada para distributor, pengecer dan pedagang besar, dan menjual produk-produk mereka pada harga yang akan memungkinkan paradistributor serta pengecer dan pedagang besar mencapai tingkat keuntungan tertentu”Untuk bahan bahu utama susu UHT, penetapan harga susu segar yang dibeliditetapkan dengan suatu rumus yang dihitung dengan merujuk kepada harga dasar dengan penyesuaian ke atas atau ke bawah tergantung pada kualitasmasing-masing batch susu segar yang diterima di fasilitas produksi. harga dasar pembelian susu segar ditetapkan sesuai dengan harga-harga yang ditawarkan produsen susu lainnya untuk membeli susu segar dari para eternak sapi perah di Jawa Barat. Pada umumnya, perusahaan melakukan pembayaran pengiriman susu segar setiap minggu

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *