TUGAS E-BISNIS

Penerapan TOKOPEDIA.com di masyarakat dan Identifikasi Masalah yang ditimbulkan beserta Solusi Mengatasi Masalah menurut Pribadi dan Pakar 

 

Tokopedia.com termasuk dalam E-Commerce dan jenis E-Bisnis C2C (Consumer to Consumer) yaitu Sistem komunikasi bisnis antar pelaku bisnis atau transaksi antar konsumen untuk memenuhi kebutuhan tertentu dan pada saat tertentu.  model bisnis seperti ini sangat tergantung oleh pihak ke 3 sebagai penerima dan penyalur uang. Tokopedia.com memfasilitasi transaksi online sekaligus dengan metode pembayarannya. Jika toko online yang lain tidak bertanggung jawab atas transaksi penjual dan pembeli, maka di model Marketplace ini tokopedia juga ikut terlibat dan bertanggungjawab. Jadi selama barang yang dibeli belum sampai ke alamat tujuan pembeli, uang akan aman karena ditahan terlebih dahulu oleh pihak tokopedia.com, jika terdapat kegagalan dalam transaksi maka uang akan dikembalikan oleh pihak tokopedia.com.

Situs web tokopedia.com kini telah tumbuh menjadi mall online terbesar di Indonesia sejak diluncurkan pada 17 Agustus 2009 silam. Di ulang tahunnya yang ke-5, pendiri sekaligus CEO Tokopedia, William Tanuwijaya, mengungkapkan sejumlah pencapaian yang telah diraih perusahaan. William berkata, saat ini Tokopedia telah diisi oleh puluhan ribu toko online dan melayani transaksi lebih dari 2 juta produk per bulan ke seluruh Indoneia.Tingkat kunjungan saat ini sudah lebih dari puluhan juta pengunjung setiap bulan yang didominasi oleh trafik dari perangkat mobile sebesar 54,7 persen. Pembeli di Tokopedia didominasi oleh mereka yang tinggal di pulau Jawa (tidak termasuk Jakarta) yaitu sebanyak 50,08 persen dan sebanyak 7,34 persen berasal dari luar pulau Jawa (tekno.kompas- Selasa, 19 Agustus 2014)

Dalam menjalankan sebuah E-Bisnis tentunya tidak bisa berjalan dengan mulus tanpa dampak yang ditimbulkan dengan adanya bisnis tersebut. permasalahan yang timbul dimasyarakat salah satunya yaitu masalah dalam penjualan online di Indonesia adalah sulitnya membangun kepercayaan pembeli. Menurut Sonja & Ewald (2003) berbelanja melalui internet mempunyai keunikan tersendiri dibanding dengan belanja secara tradisional, yaitu dari segi ketidakpastian, anonim, minimnya kontrol, dan potensi dalam pengambilan kesempatan. Para konsumen yang membeli melalui internet dihadapkan pada permasalahan yang pembeli sendiri tidak bisa mengontrol secara pasti pemenuhan harapannya ketika ia membeli sesuatu melalui internet karena mereka tidak bisa melihat secara langsung barang yang akan dibelinya maupun bertemu langsung penjual yang menawarkan produknya. Hal ini menunjukkan bahwa perlunya dibangun sebuah kepercayaan antara produsen dan konsumen yang melakukan pembelian secara online. Faktor lain yang juga mempengaruhi keputusan pembelian secara online selanjutnya yaitu faktor kemudahan. Penggunaan internet dalam kehidupan sehari-hari bagi sebagian orang sangat memudahkan dalam aktivitas, tidak terkecuali dalam transaksi jual beli secara online. Kemudahan ini dapat dirasakan ketika saat ingin melakukan pembelian secara online maka pembeli hanya cukup tersambung dengan koneksi internet maka di manapun dan kapanpun pembelian secara online dapat dilakukan. Di tokopedia.com ada tiga langkah mudah untuk membeli produk yang ditawarkan yaitu dengan cara beli,bayar dan tinggal tunggu barang yang akan dikirim ke alamat pembeli. Namun hal ini tidak mudah dilakukan pada kenyataanya.

Meskipun Tokopedia ini termasuk E-Marketplace terbaik di Indonesia Tapi hingga saat ini masih ada masyarakat yang masih ragu menggunakan aplikasi tersebut banyak faktor yang mempengaruhi ketidakpercayaan masyarakat karena di Indonesia ini masih sering terjadi penipuan yang secara tidak langsung mempengaruhi masyarakat menjadi takut untuk bertransaksi di Tokopedia.

Untuk mengatasi permasalahan ketidakpercayaan pelanggan terhadap tokopedia:

  • langkah petama yaitu dengan memberikan FAQ atau keterangan lengkap dan jelas seperti profil bisnis, apa yang dijual,bahan,alamat dll. ini akan berguna bagi seseorang yang baru mengenal perusahaan.
  • meningkatakan komunikasi terhadap pelanggan seperti memberikan opsi rating kepuasan pelanggan sehingga pelangan akan selalu merasa diperhatikan.
  • membuat kebijakan mengenai garansi pembelian dari pihak tokopedia dengan ini pelanggan mungkin bisa merasa lebih nyaman membeli barang di tokopedia

Mengenai kepercayaan konsumen, terdapat beberapa pendapat dalam penelitian-penelitian terdahulu. Menurut Kim (2004), kepercayaan konsumen memiliki pengaruh signifkan positif terhadap minat beli konsumen dan memberikan efek yang sangat kuat. Sementara itu menurut Verhagen dan Willemijn (2007) serta Konradt (2003), kepercayaan konsumen memang memiliki pengaruh yang positif terhadap minat beli konsumen tetapi efek yang diberikannya kepada konsumen tidak terlalu besar atau tidak signifikan.

Referensi(sumber):

https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/djom/article/view/13857/13407

http://publication.petra.ac.id/index.php/manajemen-bisnis/article/view/5227/4814