Menghitung jumlah keramik dalam beberapa ruang

Hallo sobat semua
Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang penotasian dari menentukan atau menghitung total keramik dalam rumah. Sebenarnya blog ini saya buat karena sebagian daari tugas yang diberikan oleh dosen saya yang bernama Ifan Rizqa, dan saya ini berkuliah di Universitas Dian Nuswantoro…..Dosen saya memberikan tugas untuk membuat notasi dengan tema yaitu menghitung total keramik dalam rumah yang saya realisasikan dalam notasi berikut beserta pemaparan tentang biaya yang dibutuhkan untuk membeli keramik tersebut.

//Judul : Menentukan total keramik
//Kamus :
• Panjang ruang kamar  real
• Lebar ruang kamar  real
• Luas ruang kamar  real
• Jumlah keramik  integer
• Jumlah dos  real
• Luas keramik 30×30 = 0,9m
• Luas keramik 10×10 = 0,1m
• Panjang ruang tamu  real
• Lebar ruang tamu  real
• Luas ruang tamu  real
• Panjang kamar mandi  real
• Lebar kamar mandi  real
• Luas kamar mandi  real
• Panjang ruang makan  real
• Lebar ruang makan  real
• Luas ruang makan  real

//Deskripsi :
 ===luas ruang kamar===
= panjang ruang * lebar ruang
= 5,5m * 5,5m
= 30,25 m2
 ===luas ruang tamu===
= panjang ruang * lebar ruang
= 7,5m * 8m
= 60 m2
 ===luas kamar mandi===
= panjang ruang * lebar ruang
= 5m * 5m
= 25 m2
 ===luas ruang makan===
= panjang ruang * lebar ruang
= 7m * 7m
= 49 m2

==============================================
Menghitung kotak keramik

 ===kotak keramik kamar===
= luas ruang / luas keramik
= 30,25 / 0,9
= 33,6  37 keramik
 ===kotak keramik ruang tamu===
= luas ruang / luas keramik
= 60 / 0,9
= 66,6  67 keramik
 ===luas keramik kamar mandi===
= luas ruang / luas keramik
= 25 / 0,1
= 250 keramik
 ===kotak keramik ruang makan ===
= luas ruang / luas keramik
= 49 / 0,9
=54,4  55 keramik

=============================================================

If (luas ruang kamar) then
Kebutuhan keramik  luas ruang / luas keramik
Depend on (keramik kamar)
{
(luas ruang / keramik ukuran 30×30 / 6) * 90000 + (luas kotak keramik kamar mod 6) * 90000 > 90000
o kebutuhan keramik  luas ruang / lebar keramik and ukuran keramik  luas ruang / lebar keramik mod 6 and harga keramik  (luas ruang / keramik ukuran 30×30 / 6) * 90000 + (luas kotak keramik kamar mod 6) * 90000

(luas ruang / keramik ukuran 30×30 / 6) * 90000 + (luas kotak keramik kamar mod 6) * 90000 ≤ 90000
o kebutuhan keramik  luas ruang / lebar keramik and ukuran keramik  luas ruang / lebar keramik mod 6 and harga keramik  (luas ruang / keramik ukuran 30×30 / 6) * 80000 + (luas kotak keramik kamar mod 6) * 80000
}
Output (kebutuhan keramik)
Output (satuan keramik)
Output (harga keramik)
=============================================================

If (luas ruang tamu) then
Kebutuhan keramik  luas ruang / luas keramik
Depend on (keramik ruang tamu)
{
(luas ruang / keramik ukuran 30×30 / 6) * 120000 + (luas kotak keramik kamar mod 6) * 120000 > 120000
o kebutuhan keramik  luas ruang / lebar keramik and ukuran keramik  luas ruang / lebar keramik mod 6 and harga keramik  (luas ruang / keramik ukuran 30×30 / 6) * 120000 + (luas kotak keramik kamar mod 6) * 120000

(luas ruang / keramik ukuran 30×30 / 6) * 120000 + (luas kotak keramik kamar mod 6) * 120000 ≤ 120000
o kebutuhan keramik  luas ruang / lebar keramik and ukuran keramik  luas ruang / lebar keramik mod 6 and harga keramik  (luas ruang / keramik ukuran 30×30 / 6) * 95000 + (luas kotak keramik kamar mod 6) * 95000
}
Output (kebutuhan keramik)
Output (satuan keramik)
Output (harga keramik)
=============================================================

If (luas kamar mandi) then
Kebutuhan keramik  luas ruang / luas keramik
Depend on (keramik kamar mandi)
{
(luas ruang / keramik ukuran 10×10 / 20) * 150000 + (luas kotak keramik kamar mod 6) * 150000 > 150000
o kebutuhan keramik  luas ruang / lebar keramik and ukuran keramik  luas ruang / lebar keramik mod 6 and harga keramik  (luas ruang / keramik ukuran 30×30 / 6) * 150000 + (luas kotak keramik kamar mod 6) * 150000

(luas ruang / keramik ukuran 30×30 / 6) * 150000 + (luas kotak keramik kamar mod 6) * 150000 ≤ 150000
o kebutuhan keramik  luas ruang / lebar keramik and ukuran keramik  luas ruang / lebar keramik mod 6 and harga keramik  (luas ruang / keramik ukuran 30×30 / 6) * 125000 + (luas kotak keramik kamar mod 6) * 125000
}
Output (kebutuhan keramik)
Output (satuan keramik)
Output (harga keramik)
=============================================================

If (luas ruang makan) then
Kebutuhan keramik  luas ruang / luas keramik
Depend on (keramik ruang makan)
{
(luas ruang / keramik ukuran 30×30 / 6) * 90000 + (luas kotak keramik kamar mod 6) * 90000 > 90000
o kebutuhan keramik  luas ruang / lebar keramik and ukuran keramik  luas ruang / lebar keramik mod 6 and harga keramik  (luas ruang / keramik ukuran 30×30 / 6) * 90000 + (luas kotak keramik kamar mod 6) * 90000

(luas ruang / keramik ukuran 30×30 / 6) * 90000 + (luas kotak keramik kamar mod 6) * 90000 ≤ 90000
o kebutuhan keramik  luas ruang / lebar keramik and ukuran keramik  luas ruang / lebar keramik mod 6 and harga keramik  (luas ruang / keramik ukuran 30×30 / 6) * 80000 + (luas kotak keramik kamar mod 6) * 80000
}
Output (kebutuhan keramik)
Output (satuan keramik)
Output (harga keramik)

Semoga blog ini membantu kalian semua yang telah membacanya dan memahaminya dengan betul-betul.

Perkalian matrix dan contoh dengan looping dan tanpa looping

Hallo sobat semuanya
Pada pembahasan kali ini saya akan menjelaskan tentang notasi perkalian matrix. Perkalian matrix yang dimaksud disini adalah perkalian antara 2 buah matrix yang memenuhi syarat saja, jadi tidak semua sembarang matrix bisa dikalikan satu sama lainnya dengan spesifikasinya banyak kolom dan banyak barisnya harus sama.

//Judul : Perkalian matrix a x b ?
//Kamus :
• a <== integer
• b <== integer
• c <== integer
//Deskripsi :
Input ‘a’
Input ‘b’
c = a * b
Output ‘c’

Pembahasan yang kedua kali ini sebenarnya juga sama dengan perkalian matrix sebelumnya seperti yang diatas, tetapi yang tadi itu perkalian matrix ordo 1×1, sedangkan yang selanjutnya akan saya bahas ini adalah perkalian matrix dengan ordo 2×2 yang pertama tanpa looping dan yang perkalian ordo 2×2 yang kedua adalah yangb menggunakan looping. Looping itu sendiri adalah pengulangan sesuatu atau seerangkaian “kerja” dari sebuah program.

//Judul : Perkalian matrix ordo 2×2 tanpa looping
//Kamus :
• a [2] [2] <== integer
• b [2] [2] <== integer
• c [2] [2] <== integer
//Deskripsi :
Input a [1] [1]
Input a [1] [2]
Input a [2] [1]
Input a [2] [2]
Input b [1] [1]
Input b [1] [2]
Input b [2] [1]
Input b [2] [2]
===Rumus===
c [1] [1] <== (a [1] [1] * b [1] [1]) + (a [1] [2] * b [2] [1])
c [1] [2] <== (a [1] [2] * b [1] [2]) + (a [1] [2] * b [2] [2])
c [2] [1] <== (a [2] [1] * b [2] [1]) + (a [2] [2] * b [2] [1])
c [2] [2] <== (a [2] [2] * b [2] [2]) + (a [2] [2] * b [2] [2])

output (c [1] [1])
output (c [1] [2])
output (c [2] [1])
output (c [2] [2])

atau bisa diibaratkan gambaran mudahnya
|a b| x |e f|
|c d| |g h|

=|(a x e)+(b x g) (a x f)+(b x h)|
|(c x e)+(d x g) (c x f)+(d x h)|
==========================================================

//Judul : Perkalian matrix ordo 2×2 dengan looping
//Kamus :
• x <== integer
• y <== integer
• [2] [2] a <== integer
• [2] [2] b <== integer
• [2] [2] c <== integer
//Deskripsi :
Input matrix a
x <== 1
while (x ≤ 2) do
{
y <== 1
while (y <= 2) do
{
a [x] [y] <== input
}
x <== x + 1
}

Input matrix b
x <== 1
while (x ≤ 2) do
{
y <== 1
while (y <= 2) do
{
b [x] [y] <== input
}
x <== x + 1
}

Semoga bermanfaat sobat, jangan lupa jika ada yang belum paham silahkan tulis dikolom comment, sekian terimakasih sobat.

Menentukan sebuah variabel char dengan mencari vokal, konsonan, kata, kalimat

Hallo sobat semua
Menentukan sebuah variabel, menurut kamu apasih itu variabel, nah kalau menurut saya sendiri sih variabel itu adalah suatu nilai yang bernilai varian atau mudahnya suatu nilai yang bernilai banyak. Pada pembahasan kali ini juga saya jugan akan menjelaskan tentang notasinya dan lebih dalamnya bisa langsung saja lihat dibawah, begitulah notasi algoritmanya.

//Judul : Menentukan sebuah variabel string

//Kamus :
• Karakter : string [ 0 – 255 ]
• Vocal : integer
• Konsonan : integer
• Kota : integer
• Kalimat : integer
• Spasi : integer
• Pembilang : integer

//Deskripsi :
Input <== karakter
Vocal <== 0
Konsonan <== 0
Kata <== 0
Kalimat <== 0
Spasi <== 0
Pembilang <== 0
While (karakter [pembilang] != null) do
{
If (karakter [pembilang]= ’a’ or ‘e’ or ‘i’ or ‘o’ or ‘u’) then
{
Vocal = vocal + 1
}
Else if (karaktar [pembilang]= ‘ ’) then
{
Spasi = spasi + 1
}
Else if (karakter [pembilang]= ‘.’) then
{
Kalimat = kalimat +1
}
Else
{
Konsonan = konsonan + 1
}
Output (vocal)
Output (konsonan)
Output (kata)
Output (kalimat)
Output (spasi)

===SEMOGA BERMANFAAT===

Menghitung volume & luas permukaan balok

Hallo sobat !!!
Pastinya sebelum anda memasuki jenjang kuliah pastilah anda pernah mendapatkan juga tentang materi ini di SMA, SMP, maupun di SD juga, yaitu tentang mencari volume dan luas permukaan. Volume itu ialah penghitungan seberapa banyak ruang yang bisa ditempati dalam suatu objek, dan objek tersebut bisa objek beraturan maupun tidak. Luas permukaan itu ialah luas keseluruhan dari permukaan atau bidang sisi pada objek. Nah langsung saja dibawah ini saya akan membeberkan tentang notasi algoritma cara menghitung volume & luas permukaan balok

//Judul : Menghitung volume & luas permukaan balok
//Kamus :
• p <== integer
• l <== integer
• t <== integer
• a <== integer
• b <== integer
//Deskripsi :
Input <== p
Input <== l
Input <== t

—————————————————————————-
===Menghitung volume===
//Kamus :
p, l, t, hasil 2 <== integer
//Deskripsi :
hasil 1 <== p*l*t
—————————————————————————-
===Menghitung luas permukaan===
//Kamus :
p, l, t, hasil 1 <== integer
//Deskripsi :
hasil 2 <== 2*((p*l)+(p*t)+(l*t))
—————————————————————————-
===Hasil volume===
//Kamus :
hasil 1 <== integer
//Deskripsi :
Output “hasil 1”
—————————————————————————-
===Hasil luas permukaan===
//Kamus :
hasil 2 <== integer
//Deskripsi :
Output “hasil 2”
—————————————————————————-
//Judul : Volume dan Luas permukaan
//Kamus :
• Inputan ()
• Menghitung volume ()
• Menghitung luas permukaan ()
• Hasil volume ()
• Hasil luas permukaan ()
• p, l, t <== integer
//Deskripsi :
– Inputan ()
– Menghitung volume ()
– Menghitung luas permukaan ()
– Hasil volume ()
– Hasil luas permukaan ()

nah, bagaimana pendapat kalian tentang materi tersebut. Semoga materi ini dapat membantu tugas – tugas anda yang belum terselesaikan, semiga bermanfaan. TERIMA KASIH

Menentukan sebuah status bilangan dengan beberapa versi

Hallo sobat-sobat semua.
Pada pertemian kali ini saya akan membahas tentang bagaimana cara membuat notasi dengan menentukan sebuah status bilangan dengan beberapa versi, nah pada pembahasan kali ini saya memberikan 4 contoh veris yang menurut saya itu adalah versi-versi yang sudah sangat saya pahami, dengan saya ajarkan ilmu saya ini semoga bermanfaat untuk sobat-sobat semua dan anda semuanya juga dapat memahaminya.

=====Versi 1=====
//Kamus :
a <== integer

//Deskripsi :

Input <== a
If (a 0) then
{
If (a mod 2 = 0) then
{
Output “positif genap”
}
Else (a mod 2 ≠ 0) then
{
Output “positif ganjil”
}
}
Else
{
Output “lainnya”
}
=============================================================

=====Versi 2=====
//Kamus :
a <== integer

//Deskripsi :

Input 0 and a mod 2 = 0) then
{
Output “positif genap”
}
Else if (a > 0 and a mod 2 ≠ 0) then
{
Output “positif ganjil”
}
Else if (a < 0 and a mod 2 = 0) then
{
Output “negatif genap”
}
Else if (a < 0 and a mod 2 ≠ 0) then
{
Output “negatif ganjil”
}
Else
{
Output “lainnya”
}
=============================================================

=====Versi 3=====
//Kamus :
a 0 mod 2 = 0)
{
Output “positif genap”
}
(a  a > 0 mod 2 ≠ 0)
{
Output “positif ganjil”
}
(a  a < 0 mod 2 = 0)
{
Output “negatif genap”
}
(a  a < 0 mod 2 ≠ 0)
{
Output “negatif ganjil”
}
}
=============================================================

=====Versi 4=====
//Kamus :
a <== integer

//Deskripsi :

Input <== a
If (a 0) then
{
Output “positif”
}
Else if (a mod 2 = 0) then
{
Output “genap”
}
Else if (a mod 2 ≠ 0)
{
Output “ganjil”
}
Else
{
Output “lainnya”
}

Notasi Mencari Luas Bujur Sangkar Luas 5

Hallo sobat semua.
pada pertemuan kali ini saya akan membahas tentang bagaimana kita akan mencari luas bujur sangkar dengan penggambarannya menggunakan sebuah notasi algoritma, nah seperti inilah gambaran dari sebuah notasi yang menggambarkan bagaimana cara mencari luas bujur sangkar dengan notasi yang telah saya buat, pahamilah terlebih dahulu lalu buatlah latihan sendiri agar anda lebih memahaminya dari konsep pemahaman tersebut.

Judul : Luas Bujur Sangkar Panjang 5

Kamus :

Sisi : interger
Luas : interger

Algoritma :

Sisi <– 5
Luas <– Sisi*Sisi
output Luas

__________________________________________

Judul : Luas Bujur Sangkar Panjang 5

Kamus :

S : interger
L : interger

Algoritma :

Input (S)
S <– 5
Output (L)
L <– S*S

Terimakasih atas perhatiannya, jangan lupa berikan komentar jika ada kesalahan atau kekurangan – kekurangan yang tidak saya sengaja.

Notasi Lama Waktu Kuliah

Hallo sobat semua,
Selamat datang di blog saya.
Sebelum saya langsung membahas materi yang akan saya sajikan, bilamana sebaiknya kita lebih baik dahulu memahami tentang seluk beluk materi yang akan kita bahas pada pertemuan kali ini. Sebelumnya saya akan menjelaskan tentang pengalaman saya dahulu, saya saat ini berkuliah di Universitas Dian Nuswantoro, dan saya disana berkuliah mata kuliah ini (Dasar Pemrograman) yaitu pada pagi hari yang makanya pada pembahasan kali ini saya akan membahasnya sesuai pengalaman yang telah saya lalui.
Berikut materi tentang Notasi Algoritmanya {}

Judul : Cari Lama Waktu Kuliah

Kamus :
jam_mulai : integer
jam_selesai : integer
menit_mulai : integer
menit_selesai : integer
durasi : integer

Algoritma :
jam_mulai<–7
jam_selesai<–8
menit_mulai<–0
menit_selesai<–40
durasi<–(jam_selesai-jam_mulai)*60+(menit_selesai-menit_mulai)
output durasi

Penulisan Coding
int main()
{

int jam_masuk,menit_masuk,jam_pulang,menit_pulang;
int jam_lama,menit_lama;

printf(“Jam Masuk\n”);
printf(“Jam :”);scanf(“%d”,&jam_masuk);
printf(“Menit :”);scanf(“%d”,&menit_masuk);
printf(“Jam Pulang\n”);
printf(“Jam :”);scanf(“%d”,&jam_pulang);
printf(“Menit :”);scanf(“%d”,&menit_pulang);
jam_lama = jam_pulang-jam_masuk;
menit_lama = menit_pulang-menit_masuk;

printf(“Masuk : %d.%d\n”,jam_masuk,menit_masuk);
printf(“Pulang : %d.%d\n”,jam_pulang,menit_pulang);
printf(“Lama Kuliah : %d jam %d menit”,jam_lama,menit_lama);

return 0;
}

Diatas juga ada contoh dari penulisan codingnnya.
sekian materi yang dapat saya ulas pada pertemuan kali ini, semoga bermanfaat utnuk sobat semua ya, Terimakaasih.

Notasi Membuat Nasi Goreng

Hallo sobat semua,
Perkenalkan sebelumnya nama saya Alba Alfath Millentry, dan untuk sobat sekalian selamat datanng di blog saya. Saya disini akan berbagi ilmu sekalian kepada kalian-kalian semuanya, agar ilmu saya dapat terteruskan ke banyak orang nantinya. Saya disini akan memberikan contoh notasi tentang bagaimana caranya membuat nasi goreng telur mata sapi.
Nah dibawah inilah contoh dari notasi yang telah saya buat, selamat memahami.

Sebelum masuk ke dalam notasi disini saya akan menjelaskan tentang sedikit dari garis besarnya sobat:
1. If()then = If berarti jika dan then berarti maka. Jadi if_then adalahsuatu bentuk pengkondisian bilamana kondisi dijalankan maka akan terjadi sebuah aksi
2. While()do = While berarti selagi / selama dan do berarti lakukan. Jadi, While-do artinya struktur pengulangan dimana selama kondisi (persyaratan) pengulangan masih benar, maka aksi dikerjakan.

// Judul : Membuat Nasi Goreng Telur Mata Sapi

// Kamus :
Bawang putih
Bawang merah
Cabai merah
Telur
Nasi
Garam
Kecap manis
Minyak goreng
Blender
Kompor
Spatula
Wajan

//Deskripsi :
Siapkan blender
Ambil 3 siung bawang putih
Ambil 3 siung bawang merah
Ambil 1 buah cabai merah
If (ingin lebih pedas) then
{
Tambahkan lagi 1 buah cabai merah
}
Masukan kedalam blender
Blender hingga halus
If (belum halus) then
{
Blender lagi
}
Siapkan kompor dengan api sedang
Taruh Wajan diatasnya
Masukan minyak goreng
While (belum harum) do
{
Aduk lagi hingga harum
}
If (kurang manis) then
{
Tambahkan lagi kecap
}
Masukan nasi kedalamnya
Aduk hingga rata menggunakan spatula
Taruh di piring
Panaskan lagi minyak
If (belum panas) then
{
Tunggu hinga panas
}
Pecahkan 1 butir telur
Tambahkan 2gr garam
If (kurang asin) then
{
Tambahkan lagi garam
}
Angkat setelah matang
Sajikan diatas piring dengan nasi goreng
Hidangkan

SELAMAT BELAJARRRRRRRR

Membuat Aplikasi Kalkulator

Hallo Hallo Hallo sobat,
Assalamualaikum Wr. Wb.

Selamat datang di blog saya, saya disini akan berbagi ilmu untuk sobat semuanya yang ada di seluruh antero negeri. Saya disini akan menjelaskan apa itu yang dimaksud dengan penotasian untuk membuat sebuah aplikasi kalkulator yang sederhana. Sebelum langsung membahas tentang notasi algoritmanya, apasih yang kalian butuhkan dalam sebuah aplikasi kalkulator, pastinya disitu kalian semua ingin mempermudan dan mempercepat hasil kita untung menghitung sebuah angka. Nah pada kesempatan kali ini saya akan memberikan info bagi kalian semua jika ada yang ingin membuat sebuah aplikasi kalkulator sederhana beginilah caranya, saya mengajakan dalam sebuah notasinya ya.

//Judul : Aplikasi kalkulator

//Kamus :
* a = real
* b = real
* c = real
* d = string {*=kali; /=bagi; +=tambah; – =kurang}

//Deskripsi :
Input <== a
Input <== b
Input <== d
If (d = *) then
{
c = a * b
}
Else if (d = /) then
{
c = a / b
}
Else if (d = +) then
{
c = a + b
}
Else if (d = -) then
{
c = a – b
}

Output (c)

Selamat belajar dan semoga ilmunya bermanfaat sobat !!!
Jangan lupa tanyakan pada kolom comment jika kalian ada yang tidak mengerti dengan penotasian saya tersebut. Terimakasih.

Notasi Penjumlahan 3 Bilangan

Hallo sobat 
Pada bagian ini saya akan mengajarkan atau berbagi ke kalian semua tentang bagaimana caranya membuat notasi penjumlahan 3 angka. Nah, sebelum kita langsung masuk kedalam sebuah penotasian algoritma seharusnya kalian sudah mengertikan apa itu yang dimaksud notasi algoritma. Dibagian ini saya akan mengajarkan dan memberikan contohnya gambaran apa yang dimaskud tentang penotasian 3 angka.
Dicontoh angka yang akan saya berikan, saya langsung memberikan nilai dair 3 buah angka yang akan dijumlahkan tersebut yaitu 3, 4, dan 7.

//Judul : Penjumlahan 3 Bilangan

// Kamus :
• a: interger
• b: interger
• c: interger

// Deskripsi :
• a <– 3
• b <– 4
• c <– 7
• output a+b+c

__________________________________________

//Judul : Penjumlahan 3 Bilangan

//Kamus :
• Bilangan 1 : 3
• Bilangan 2 : 4
• Bilangan 3 : 7

//Deskripsi :
• {Bil 1 + Bil 2 + Bil 3}
• 3 + 4 + 7
• 14

Selamat belajar dan semoga ilmunya bermanfaat sobat !!!