Keamanan Informasi

Welcome to my blog 🙂

Ini adalah tulisan pertama saya, kali ini saya akan membahas  materi PAI (Proteksi Aset Informasi) tentang Ancaman Kemanan Informasi.

Selamat Membaca 🙂

Pertama – tama saya akan menjelaskan, apa itu Kemanan Informasi ?

Keamanan Informasi adalah adanya suatu pencegahan dari virus, hacker, cracker, dan lain – lain. Jika kita membicarakan ini biasanya ada resiko yang terjadi pada sistem tersebut. Mengambil pengertian Para Ahli:

Menurut G. J. Simons, keamanan informasi adalah bagaimana kita dapat mencegah penipuan (cheating) atau, setidaknya kita bisa mendeteksi adanya penipuan di sebuah sistem yang berbasis informasi, dimana informasinya sendiri tidak memiliki arti fisik.

Berikut ancaman-ancaman kemanan terhadap Keamanan Informasi dan penjelasannya :

1.Interupsi

Interupsi adalah pusat sistem operasi, yang menyediakan cara efisien bagi sistem operasi untuk berinteraksi dan bereaksi terhadap lingkungannya. Jika terjadi interupsi maka komputer akan menghentikan dahulu apa yang sedang dikerjakan dan melakukan apa yang di minta oleh yang menginterupsi, setelah selesai maka aliran program akan kembali ke pernyataan program sebelum terjadinya interupsi. Interupsi merupakan sub rutin yang sudah tersedia dalam memori komputer. Interupsi merupakan ancaman pada bagian ketersediaan

Contoh :

a. Sistem operasi (penjadwalan) menentukan apakah proses yang sedang running telah mengeksekusi selama jatah waktunya. Jika melibihi jatah waktu yang diberikan maka program akan not responding.

b. Kejadian dimana peralatan masukan/keluaran interupsi meminta layanan sistem operasi. Sistem Operasi segera menentukan aksi-aksi masukan/keluaran yang harus dilakukan.

2. Intersepsi

Intersepsi adalah saat pihak yang tidak berhak / berkepentingan dapat mengakses informasi. Terjaminnya bahwa informasi di sistem komputer hanya dapat diakses oleh pihak-pihak yang diotorisasi dan dimodifikasi tetap menjaga konsistensi dan keutuhan data di sistem. Intersepsi merupakan ancaman terhadap kerahasiaan. Pihak tak diotorisasi dapat berupa orang atau program komputer.

contoh : Seperti virus yang pernah terjadi beberapa bulan lalu yaitu wannacry dimna pihak orang lain dapat mengambil data dan informasi pada laptop atau pc kita yang akan mengakibatkan kita tidak bisa mengakses data maupun  informasi yang berada pada komputer kita.

3. Modifikasi

Modifikasi adalah acaman pada integritas dimna peretas tidak hanya mengakses namun juga bisa merusak atau mengganti sumber daya / data yang ada.

Contoh : Harcker yang bisa memasuki sistem pada LCD Billboard dan menggantinya dengan tayangan yang tidak seharusnya.

4. Fabrikasi

Fabrikasi adalah dimana peretas menyamar sebagai seseorang yang kita kenal atau yang kita tau, mengirimkan, menyisipkan / memasukkan objek-objek palsu ke dalam sistem. Hal ini merupakan ancaman terhadap integritas.

Contoh : Mengelabui komputer tujuan sehingga ia akan mengira bahwa paket yang dikirim berasal dari komputer yang bisa dipercaya. Saat terdapat  surat dari kelurahan dan berlogo pemerintah yang berisi pemberitahuan mengenai peraturan baru bahwa akan ada pungutan biaya untuk penyemprotan nyamuk malaria sebesar 10 ribu. Jika kita percaya maka kita akan meresponnya dengan serius. Dengan demikian apabila esok hari ada seseorang yang datang menagih, kita tidak akan curiga dan memberikan uang tersebut, padahal orang tersebut adalah petugas  yang sudah mengirimkan surat palsu sehari sebelumnya.

Sekian dari saya, penjelasan saya tentang Keamanan Informasi , bisa bermanfaat bagi pembaca, Maaf bila terdapat salah ejaan, Terimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *