(Konsep E – Bisnis) Penerapan E – Bisnis di PT. Grab

Profil PT . Grab

grab-new-logo

 

 

Transportasi kini sudah menjadi kebutuhan mendasar bagi kaum urban. Saat ingin menembus kemacetan Ibu Kota. Pesatnya perkembangan teknologi, dapat membantu masyarakat ketika tetap membutuhkan transportasi nyaman, tetapi sedang malas memacu kendaraan pribadi, mobil-mobil nyaman bisa dipanggil hanya dengan sentuhan pada layar ponsel pintar.

Kehadiran teknologi yang pesat terhadap transportasi  memang telah menjadi fenomena. Grab atau yang sebelumnya dikenal sebagai GrabTaxi adalah sebuah perusahaan  yang berasal Singapura yang melayani aplikasi penyedia transportasi dan tersedia di enam negara di Asia Tenggara, yakni Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Indonesia, dan Filipina. Grab memiliki visi untuk merevolusi industri pertaksian di Asia Tenggara, sehingga dapat memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna kendaraan seantero Asia Tenggara.

Grab merupakan platform pemesanan kendaraan terkemuka di Asia Tenggara. Kami menjawab sejumlah tantangan transportasi yang krusial dan mewujudkan kebebasan transportasi bagi 620 juta orang di Asia Tenggara. Grab bermula dari aplikasi pemesanan taksi pada 2012, yang kemudian mengembangkan platform produknya termasuk layanan pemesanan mobil sewaan dan ojek.

Layanan Grab ditujukan untuk memberikan alternatif berkendara bagi para pengemudi dan penumpang yang menekankan pada kecepatan, keselamatan dan kepastian. Sebagai bagian dari budaya inovatifnya, Grab saat ini tengah melakukan ujicoba beberapa layanan baru seperti carpooling serta layanan pesan-antar makanan.

Ketika GrabTaxi hadir di Indonesia, seorang sopir taksi di Jakarta mengatakan bisa lebih banyak mendapatkan penumpang dan pendapatannya tumbuh 15 persen dibandingkan sebelum memakai aplikasi ini. GrabTaxi juga memberi bonus kepada pengemudi dan memberi diskon kepada penumpang.

Tetapi perlahan, GrabTaxi menurunkan bonusnya kepada pengemudi bahkan mengambil komisi dari setiap perjalanan yang diraih dari GrabTaxi.

GrabTaxi semakin membuat pusing perusahaan taksi dengan meluncurkan GrabCar pada Juni 2015 di Bali. Aplikasi ini mirip seperti Uber, yang memungkinkan mobil pribadi beroperasi mengangkut penumpang yang berbasis aplikasi online. GrabCar memperkuat posisinya dengan hadir di Jakarta pada Agustus 2015.

Organisasi

Sistem Perekrutan

Grabbike merupakan ojek online yang bisa dipesan melalui smartphone. Kali ini Grabbike akan membuka pendaftaran skala besar pada tanggal 1 September 2015.Layanan transportasi sepeda motor GrabBike hari ini (12/8) secara resmi melakukan proses perekrutan massal bertajuk GrabBike Kingdom untuk armadanya. GrabBike menggelar walk-in registration bagi para calon driver yang ingin terdaftar. Pihak GrabBike mencatat sekitar 3500 calon driver yang telah melakukan pendataan, dan 5000 lainnya yang melakukan walk-in registration.

Sebanyak lebih dari tiga ribu calon driver yang hadir melakukan serangkaian tahap seleksi dengan menerapkan sistem standarisasi penerimaan. Seleksi tahap pertama terdiri dari dari uji kelayakan kendaraan, pemenuhan detil informasi pribadi, dan pembagian smartphone. Seleksi tahap kedua melingkupi penggunaan aplikasi dan smartphone dengan lebih komprehensif. Tahap akhir ialah pelatihan dan penyuluhan berkendara aman dan prosedur antar-jemput lainnya yang ditandai dengan penyerahan atribut sebagai tanda resminya driver tergabung dalam keluarga besar GrabBike.

Sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, GrabBike memiliki komitmen untuk menciptakan layanan transportasi ojek yang aman dan efisien di tanah air. dan kami menyambut siapa saja yang ingin menjadi bagian keluarga GrabBike. Oleh karena itu kami selalu menerapkan standar pada layanan kami, di mana melalui proses penerimaan ini kami dapat menyaring para calon pengendara dan memberi mereka pelatihan yang memadai.

Driver yang telah mengikuti seleksi dapat langsung menerima pemesanan hari ini juga, sementara lima ribu calon driver lainnya yang melakukan walk-in registration perlu menunggu beberapa minggu lagi.

Menurut Kiki, waktu tersebut dibutuhkan bagi pihaknya untuk melakukan pendataan latar belakang dan kelayakan untuk mengikuti tahap selanjutnya. Selain kendaraan pribadi, Surat Izin Mengemudi (SIM) dinyatakan sebagai syarat utama yang tak dapat dinegosiasi. Pihaknya juga menerapkan batas usia maksimal pelamar yakni berumur 50 tahun. Berumur di atas itu akan ada serangkaian tes medis untuk membuktikan kesehatan driver mereka.

Dengan amunisi baru ini, GrabBike berusaha segera menguasai pasar transportasi di Ibukota. Sementara kompetitornya memiliki berbagai macam layanan, GrabBike mengambil momentum ini berusaha menjadi layanan transportasi berbasis sepeda motor yang terbaik di Jakarta dan sekitarnya.

Adapun persyaratan – persyaratannya yang harus dipenuhu sebagai berikut:

  • KTP dan Fotocopy (JABODETABEK)
  • SIM C dan Fotocopy
  • Umur maksimal untuk menjadi driver grabbike 50 tahun
  • Siapkan Materai Rp. 6000 cukup 1 lembar
  • Uang Rp. 100.000,-
  • Motor dengan kondisi prima minimal tahun 2010
  • Mampu membawa penumpang di sekitar Jabodetabek
  • Mengenal jalan JABODETABEK ( merupakan option karena nanti akan dibekali smartphone bisa menggunakan GPS googlemap)
  • Skck asli dan fotocopy harus di bawa untuk ditunjukkan kepada staf grabbike.
  • Bagi yang berumur 50 tahun keatas diusahakan membawa surat keterangan sehat dari dokter.
  • Pada saat pengambilan atribut motor dan kelengkapan wajib standar.

Memberikan Jaminan pilih salah satu bisa berupa:

  • Kartu keluarga
  • Ijasah
  • Bpkb

 

Pelayanan Grab bike

Aplikasi ini akan mengkalkulasi biaya berdasarkan jarak yang ditempuh dan dapat menentukan besarnya tip yang ingin diberikan kepada pengemudi. Pengguna juga dapat memberi catatan pada pengemudi tentang lokasi menunggu atau barang bawaan tambahan.

Mengenai keamanan pelanggan dibenarkan salah seorang staff GrabBike yang tak ingin disebutkan namanya. Dia mengatakan, GrabBike punya sistem yang ketat untuk mengawasi drivernya. Bahkan, GrabBike tak segan memberikan sanksi kepada driver yang ugal-ugalan.

Jika dilihat dari komunikasi antar muka aplikasi GrabBike di ponsel pintar, pelanggan diberikan kesempatan untuk memberikan komentar, kritik dan saran bagi drivernya. Tak hanya itu, nama driver, nomer handphone serta plat kendaraan yang dimiliki pun terpampang jelas.

Pelanggan bisa melaporkan driver ketika ia mendapatkan perlakuan tak enak. “Pasti langsung hari itu juga dipanggil dan diproses,” tutupnya.

Sistem Gaji dan Bonus

 

Sistem bagi hasil di grabbike adalah 90% untuk driver dan 10% untuk perusahaan.  Dengan rincian target penumpang :

  1. 8 penumpang , driver akan mendapatkan bonus 80 ribu
  2. 13 penumpang, driver akan mendapatkan bonus 180 ribu
  3. 18 penumpang, driver akan mendapatkan bonus 225 ribu

 

 

Penerapan E – Bisnis dalam segi Teknologi

Di dalam PT Grab hanya menggunakan seperangkat alat elektronik berupa PC dan smartphone dalam mengembangkan E – Bisnis yang akan digunakan masyarakat luas. Penggunaan aplikasi Grab pada smartphone tergolong mudah dimengerti oleh user. User hanya membutuhkan hp berbasis Android dan iOs. Untuk bisa mendapatkan aplikasi tersebut. Kita hanya cukup menuliskan tempat tujuan kita , dan dengan bantuan GPS , aplikasi tersebut langsung menemukan lokasi dimana kita berada dan tempat yang akan kita tuju.

 

Kesimpulan :

Pada PT. Grab ini, penerapan E – bisnis yang dilakukan sudah cukup baik. Karena penggunaannya mudah, dan user tidak bingung dalam pengoperasiannya. Dan di samping itu jarak dekat maupun jarak jauh dikenakan biaya secara normal atau batas wajar. Dari situ banyak konsumen yang lebih memilih Grab untuk alternatif berkendara, selain murah, nyaman dan efisien waktu. Dan Grab juga memikirkan untuk ke depannya membuat inovasi terbaru dengan mengikuti arus jaman. Inovasi dalam meningkatkan pelayanan atau menambahkan menu layanan terbaru yang di PT mana pun belum diluncurkan. Karena bisa menjadi sasaran masyarakat untuk lebih mengenal dan menggunakan aplikasi Grab.

 

Referensi :

http://nitanovitasr.blogspot.co.id/2016/10/profil-singkat-grab.html

https://grabaja.wordpress.com/sejarah/

http://blogjengkol.blogspot.co.id/2015/12/analisa-manajemen-grab-bike.html