Pengertian SCM

Apa itu Supply Chain Management?

Supply chain Management juga dapat didefinisikan sebagai sekumpulan aktifitas (dalam bentuk entitas/fasilitas) yang terlibat dalam proses transformasi dan distribusi barang mulai dari bahan baku paling awal dari alam sampai produk jadi pada konsumen akhir.

Dalam kegunaannya SCM adalah bagaimana ia mampu me-manage aliran barang atau produk dalam suatu rantai supply. Dengan kata lain, model SCM mengaplikasikan bagaimana suatu jaringan kegiatan produksi dan distribusi dari suatu perusahaan dapat bekerja bersama-sama untuk memenuhi tuntutan konsumen.

Contoh Supply Chain untuk pembuatan sereal jagung (jenis makanan untuk sarapan) adalah sebagai berikut :

  1. Petani jagung. Proses dimulai dari pemilihan bibit jagung, penebaran, penanaman, pemeliharaan, dan pemanenan jagung, dan diakhiri dengan penjualan hasil panen ke pabrik pembuatan sereal.
  2. Pabrik dalam pembuatan sereal jagung. Proses dimulai dari pembersihan biji jagung yang diterima dari petani, pemanggangan menjadi sereal, pengepakan (packaging), penyimpanan di gudang untuk distribusi ke supermarket/ toko (retail), pengiriman (transportasi) ke supermarket/ toko.
  3. Proses penjualan dimulai dari penyimpanan di rak-rak di supermarket, penjualan ke pembeli (customer) dan akhirnya di konsumsi oleh pembeli. Produk yang tidak terjual akhirnya akan dimusnahkan pada saat produk telah mencapai masa kadaluarsa.
  • Tujuan utama dari SCM adalah:
  1. penyerahan / pengiriman produk secara tepat waktu demi memuaskan konsumen
  2. mengurangi biaya
  3. meningkatkan segala hasil dari seluruh supply chain (bukan hanya satu perusahaan)
  4. mengurangi waktu
  5. memusatkan kegiatan perencanaan dan distribusi
  • Area cakupan SCM adalah :

– Pengembangan Produk : Melakukan riset pasar, merancang produk baru, melibatkan supplier dalam perancangan produk baru.

– Pengadaan : Memilih supplier mengevaluasi kinerja supplier, melakukan pembelian bahan baku dan komponen, memonitor supply risk, membina dan memelihara hubungan dengan supplier.

– Perencanaan dan Pengendalian : Demand planning, peramalan permintaan, perencanaan kapasitas, perencanaan produksi dan persediaan.

– Produksi : Eksekusi produksi, pengendalian kualitas.

– Distribusi : Perencanaan jaringan distribusi, penjadwalan pengiriman, mencari dan memelihara hubungan dengan perusahaan jasa pengiriman, memonitor service level di riap pusat distribusi.

Ada 3 macam aliran supply chain :

  1. Aliran barang yang mengalir dari hulu (upstream) ke hilir (downstream). Contohnya bahan baku yang dikirim dari supplier ke pabrik.
  2. Aliran uang dan sejenisnya yang mengalir dari hilir ke hulu.
  3. Aliran informasi yang bisa terjadi dari hulu ke hilir ataupun sebaliknya.

Supply chain management (SCM) pertama kali dikemukaakan  oleh Oliver & Weber pada tahun 1982(cf.Oliver & Weber, 1982; lambert et al. 1998). SCM adalah metode,alat, atau pendekatan pengelolaannya. SCM merupakan metode yang terintegrasi dengan dasar semangat kolaborasi.

Supply chain management tidak hanya berorientasi pada urusan internal sebuah perusahaan, melainkan juga urusan eksternal yang menyangkut hubungan dengan perusahaan-perusahaan partner. Dengan tujuan, guna memenuhi kepuasan konsumen, serta bekerjasama membuat produk yang murah, pengiriman cepat dan kualitas yang bagus.

AREA CAKUPAN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT

BAGIAN CAKUPAN KEGIATAN ANTARA LAIN
Pengembangan Produk Melakukan riset pasar, merancang produk baru, melibatkan supplier dalam perancangan produk baru.
Pengadaan Memilih supplier, mengevaluasi kinerja supplier, melakukan pembelian bahan baku dan komponen, memonitor suplly risk, membina dan memelihara hubungan dengan supplier
Perencanaan & Pengendalian Demand planning, peramalan permintaan, perencanaan kapasitas, perencanaan produksi dan persediaan
Operasi / Produksi Eksekusi produksi, pengendalian kualitas
Pengiriman / Distribusi Perencanaan jaringan distribusi, penjadwalan pengiriman mencari dan memelihara hubungan dengan perusahaan jasa pengiriman, memonitor service level di tiap pusat distribusi.

 

–          Kegiatan merancang produk baru (Produk Development)

–          Kegiatan mendapatkan bahan baku (Procurement)

–          Kegiatan merencanakan produksi dan persediaan (planning & Control)

–          Kegiatan melkukan produksi (Production)

–          Kegiatan melakukan pengiriaman / distribusi (Distribution)

Functional Division pada perusahaan manufaktur dikelompokkan sbb :

  • Bagian Pengembangan produk
  • Bagian Pembelian atau bagian pengadaan (Purchasing, Procurement atau supply function)
  • Bagian produksi
  • Bagian perencanaan produksi ( Production Planning and Inventory Control (PPIC))
  • Bagian pengiriman atau distribusi barang jadi.

ANTARA FUNGSI FISIK DAN FUNGSI MEDIASI PASAR

Klasifikasi kegiatan Supply chain menurut seorang profesor di Wharton School, Universitas of Pennsylvania,

  1. Kegiatan mediasi pasar

Tujuan untuk mencari titik temu antara apa yang diinginkan konsumen dengan apa yang akan di produksi.

  1. Kegiatan fisik

Merupakan kegiatan mendapatkan bahan baku, konversi bahan baku dan komponen menjadi produk jadi, menyimpan serta mengirimkan ke konsumen.

Aktifitas Supply Chain :

Aktifitas Fisik Aktifitas mediasi pasar
  • Sourching (mencari bahan baku)
  • Produksi
  • Penyimpanan material/ produk
  • Distribusi / transportasi
  • Pengembalian produk (return)
  • Riset pasar
  • Pengembangan prouk
  • Penetapan harga diskon
  • Pelayanan purna jual

 

TANTANGAN DALAM MENGELOLA SUPPLY CHAIN

Tantangan 1. Kompleksitas struktur supply chain

Karna melibatkan banyak pihak didalam maupun luar perusahaan. Dan memiliki kepentingan yang berbeda-beda, bahkan tidak jarang bertentangan.

Tantangan 2. Ketidakpastian

Ketidakpastian merupakan sumber utama kesulitas, sehingga menimbulkan ketidakpercayaan terhadap rencana. Diantaranya ketidakpastian permintaan, ketidakpastian pesanan dan ketidakpastian pengiriman.

PERAN TEKNOLOGI INTERNET

Keberhasilan Supply chain tak lepas dari teknologi internet. Diantarany a:

  • Membuat kata-kata kolaborasi, koordinasi dan integrasi menjadi berarti dan terlaksana dalam praktek di lapangan
  • Pihak supply chain dapat dengan mudah memperoleh informasi dan transaksi dengan mudah
  • Banyak model yang dapat diaplikasikan ke internet dari konteks supply chain management

Ada 2 contoh 2 aplikasi internet dalam supply chain menegement :

  1. Electronic procurement (e-procurement)
  2. Electronic Fulfillment (e-Fulfillment) scm

Komponen penting dalam proses Hulu ke Hilir (End to End) Supply Chain Management (SCM), yaitu;

a) Rantai Suplai Hulu (Upstream Supply Chain)
Proses hulu supply chain meliputi aktivitas dari suatu organisasi korporasi atau institusi dengan para rekanan pemasok (yang mana dapat berupa manufaktur, agen tunggal, distributor, pedagang eceran, perantara, hingga penyedia layanan jasa). Dalam upstream supply chain, aktivitas yang utama adalah proses pengadaan barang/jasa.

b) Rantai Suplai Internal (Internal Supply Chain)
Proses rantai suplai internal meliputi semua proses penerimaan barang ke gudang, serahterima kepada pengguna akhir, atau pelaksanaan layanan jasa yang disediakan penyedia, agar dapat digunakan untuk keperluan proses rantai supai internal, baik penggunaan untuk keperluanoperasional, program kerja, produksi, dan alokasi persediaan. Dalam internal supply chain, aktivitas yang utama adalah proses pengendalian mutu, penyimpanan, dan pengendalian persediaan.

c) Rantai Suplai Hilir (Downstream Supply Chain)
Proses rantai suplai hilir meliputi semua aktivitas yang melibatkan proses transportasi dan distribusi dari alokasi persediaan atau barang yang tersedia, kepada para penerima akhir, di dalam rantai suplai hilir, yaitu para pengguna, penerima manfaat, atau konsumen akhir, Dalam downstream supply chain, aktivitas yang utama adalah proses transportasi, distribusi, serah terima, dan layanan purna jual.