screenshot_2

Penjelasan dan Jenis-jenis Perkebunan

Perkebunan adalah segala kegiatan yang mengusahakan tanaman tertentu pada tanah atau media tumbuh lainnya dalam ekosistem yang sesuai. Perkebunan juga termasuk dalam mengolah dan memasarkan barang dan jasa hasil tanaman perkebunan.

Selain itu, menurut Mas Budi, perkebunan juga berhubungan langsung dengan berbagai ilmu pendukung seperti ilmu pengetahuan dan teknologi atau science, manajemen dan permodalan, dan berbagai ilmu lainnya untuk mewujudkan kesejahteraan bagi pelaku usaha perkebunan dan masyarakat.

Untuk membedakan dengan usaha pertanian dan hortikultura, tanaman yang ditanam dalam perkebunan pada umumnya bukanlah tanaman yang menjadi bahan makanan pokok maupun sayuran.

Tanaman yang ditanam biasanya berukuran besar dengan waktu penanaman yang relative lama, antara kurang dari setahun hingga tahunan. Perkebunan juga dibedakan dari kehutanan dan budidaya hutan karena sifat intensifnya.

Dalam perkebunan pemeliharaan menjadi aspek terpenting, sementara dalam kehutanan dan budidaya hutan tanaman cenderung dibiarkan untuk tumbuh sesuai kondisi alam. Perkebunan juga dibedakan dari pertanian jenis pekarangan terutama karena skala usaha dan pasar produknya.

Ukuran luas perkebunan sangat relatif tergantung dari volume komoditas yang dihasilkan. Namun, suatu perkebunan memerlukan suatu luas minimum untuk menjaga keuntungan melalui sistem produksi yang diterapkan. Kepemilikan lahan bukanlah syarat mutlak dalam perkebunan, sehingga untuk beberapa komoditas berkembanglah sistem sewa-menyewa lahan atau pembagian usaha. Perkebunan di Indonesia erat kaitannya dengan sejarah kolonialisme dan pembentukan suatu negara.

Komoditas perkebunan di Indonesia biasanya mengusahakan tanaman keras seperti kakao, kelapa, teh, kelapa sawit, lada, kopi, atau tanaman hortikultura seperti pisang, anggur, dan anggrek. Pengertian perkebunan di Indonesia dalam hal ini mencakup juga plantation atau orchard.

Adapun beberapa jenis dan contoh dari perkebunan adalah sebagai berikut;

1. Perkebunan tropika dan subtropika

Daerah tropika seperti Indonesia dan sebagian daerah subtropika, perkebunan mencakup beberapa macam tanman, seperti tanaman semusim dan tanaman tahunan.

– Tanaman industri semusim

Tanaman industri semusim adalah tanaman yang hanya mampu tumbuh selama semusim pada tahun tersebut atau tanaman tahunan yang biasa dipanen cepat sebelum musim atau tahun berakhir. Jenis tanaman semusim lebih sedikit dibandingkan dengan tanaman tahunan. Beberapa diantaranya yaitu:

• Serat kapas, dari beberapa spesies kapas, Gossypium spp.
• Serat goni dan bunga rosela, dari tanaman Hibiscus sabdariffa
• Serat sisal, dihasilkan dari daun tanaman sisal, Agave sisalana
• Serbuk indigo, dihasilkan dari tanaman tarum, Indigofera tinctoria.
• Gula tebu, dihasilkan dari perasan batang tebu dan produk sampingannya
• Daun tembakau, dihasilkan dari tanaman tembakau, Nicotiana spp.

– Tanaman industri tahunan

Tanaman tahunan adalah tanaman yang mampu tumbuh lebih dari dua tahun. Tanaman industri tahunan umumnya merujuk pada tanaman berkayu keras untuk membedakannya dengan semak dan rerumputan yang sebenarnya juga bisa dikatakan tanaman tahunan. Tanaman indutri tahunan mampu dipanen beberapa kali sebelum akhirnya mengalami penurunan hasil dan tidak lagi produktif secara ekonomi, yang kemudian ditebang.

Beberapa diantaranya yaitu:

• Karet, dari getah tanaman jenis Hevea brasiliensis
• Kopra dan produk-produk lainnya dari kelapa
• Minyak sawit, minyak inti sawit, dan produk-produk lainnya dari kelapa sawit
• Biji dan bubuk kopi, dihasilkan dari kebun Coffea spp.
• Biji dan serbuk kakao, dihasilkan oleh tanaman kakao, Theobroma cacao
• Teh, dihasilkan dari pemrosesan daun teh, Camellia sinensis
Terdapat pula produk tanaman industri tahunan lain yang ditanam dengan skala kecil dan kurang intensif atau yang biasa dikenal dengan istilah ‘perkebunan rakyat’, tetapi dikumpulkan lalu diolah sebagai produk perkebunan. Beberapa diantaranya yaitu;
• Buah dan bubuk merica, dihasilkan oleh tanaman lada, Piper nigrum
• Kacang mete, dihasilkan oleh tanaman mete, Anacardium occidentale
• Bubuk vanili, dihasilkan dari pengolahan buah vanila, Vanilla planifolia
• Kemukus, dihasilkan dari tanaman kemukus, Piper cubeba
• Cabe jawa, dihasilkan dari tanaman cabe jawa, Piper retrofractum dan Piper longum

– Tanaman hortikultura

Indonesia yang terletak di tropis membuat Indonesia menjadi surga biodiversitas komoditas hortikultura. Beberapa diantaranya yaitu;

• Pomologi / frutikultur : manggis, mangga, durian, salak, dan lainnya
• Florikultura : melati, mawar, krisan, anyelir, begonia, bugenvil, dan lainnya
• Olerikultura : tomat, selada, bayam, wortel, kentang, melon, semangka, serta termasuk kelompok tanaman sayuran yang di panen buahnya dan lainnya
• Biofarmaka : purwaceng, rosela, kunyit, dan lainnya
• Lansekap : taman Bali, taman Jawa, dan lainnya

2. Perkebunan subtropika dan iklim sedang

Perkebunan di kawasan ini kebanyakan tergolong sebagai orchard, dan bukan plantation. Selain itu, tidak ada yang merupakan tanaman semusim, karena yang semusim biasa digolongkan sebagai tanaman ladang atau field crop. Komoditas perkebunan yang dihasilkan kawasan ini kebanyakan buah-buahan, beberapa di antaranya yaitu buah dan minuman anggur dan buah apel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *