Rumah Open Plan: Konsep dan Tips Penataannya

konsep-rumah-open-plan

Salah satu penambah biaya pada saat membangun rumah adalah banyaknya penggunaan pintu dan dinding pemisah antarruangan.

Penggunaan dinding pemisah dan pintu dapat dikurangi dengan konsep rumah open plan yang dapat Anda coba sebagai cara menghemat budget pembangunan rumah Anda.

Dalam praktiknya, menata rumah konsep open plan tidak bisa sembarangan dan butuh strategi yang baik dan benar.

Penataan rumah yang baik akan menjadikan rumah Anda tertata dan enak dipandang, serta tidak terkesan sesak. Berikut adalah konsep penataan pada rumah dengan konsep open plan yang dapat Anda coba.

Mengapa Memilih Rumah Open Plan?

penataan-rumah-open-plan

penataan-rumah-open-plan

Hemat budget.

Memiliki rumah dengan konsep open plan selain dapat menghemat budget Anda, juga dapat memberikan kesan rumah akan terasa lebih luas dan lega karena tidak adanya dinding pemisah antar ruangan.

Sirkulasi yang baik.

Sirkulasi udara juga akan lebih baik karena udara tidak terhalangi dengan adanya sekat, serta pencahayaan akan jauh lebih maksimal.

Namun tidak selamanya memberikan keuntungan saja, tetap ada kekurangan pada rumah dengan konsep open plan ini.

Hampir sama dengan desain-desain yang ditampilkan pada situs dekadeko.com, konsep open plan ini juga cocok dikombinasikan dengan rumah minimalis mungil.

Jadi, Anda membangun ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, bahkan dapur tanpa adanya sekat permanen.

Cukup sekat berupa lemari atau pembatas ruangan semi permanen lainnya.

Kekurangannya.

Seperti pada ruangan-ruangan besar, tidak adanya dinding pemisah akan menjadikan suara menggema di seluruh ruangan yang dapat menimbulkan kebisingan.

Selain itu masalah privasi juga dapat timbul dan dapat mengganggu kenyamanan Anda.

Untuk itu pikirkan terlebih dahulu sebelum menerapkan konsep open plan pada rumah Anda. Untuk Anda yang sangat menjaga privasi walaupun hal kecil, rumah dengan konsep ini mungkin akan meragukan Anda.

Namun jika Anda adalah orang yang menyukai kebebasan, rumah open plan dapat menjadi rumah minimalis idaman Anda.

Dinding Imajiner

Gunakan dinding imajiner untuk menentukan akses lalu lalang sebagai jalan untuk bergerak. Hindari untuk memberi jarak antar ruang dengan sekat terlalu luas dan terlalu sempit.

Untuk itu menggunakan dinding imajiner akan sangat membantu agar mobilitas dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala ruang akses yang terlalu sempit dan terkesan ruangan terlalu penuh.

Alternatif lain dari dinding imajiner, yakni membuat partisi yang fleksibel (buka-tutup). Bila butuh area yang privat maka partisi ditutup, sebaliknya bila butuh ruangan yang lebih lega.

Atur Penataan Letak Ruangan

Agar rumah tertata rapi, atur zonasi pada rumah Anda secara benar. Zonasi digunakan agar setiap area ruangan memiliki porsi area yang seimbang.

Anda dapat mengatur zonasi dengan cara meninggikan lantai antarruangan yang berbeda, menata karpet atau keramik lantai yang memiliki motif berbeda di setiap ruangan, atau bisa juga dengan mengatur arah letak furnitur.

Selaraskan Area Rumah Anda

rumah-open-plan

rumah-open-plan

Menyelaraskan area rumah bertujuan agar ruangan tidak terkesan tumpang tindih. Banyak cara yang dapat Anda lakukan untuk menyelaraskan antarruangan pada rumah Anda.

Pertama Anda bisa menggunakan cat dinding serta warna keramik yang bisa berpadu atau selaras dengan ruangan lainnya, dan yang kedua Anda bisa menggunakan furnitur dengan gaya yang sama di setiap ruangan.

Beri Area Pembatas pada Ruang Pribadi

Memang rumah dengan konsep open plan pada dasarnya tidak banyak menggunakan sekat atau pembatas ruangan.

Namun hal tersebut tidak berlaku untuk ruangan-ruangan pribadi. Anda tetap harus memerlukan sekat dan tidak semuanya tidak bersekat meskipun sekat tersebut bukan sekat permanen. Seperti contohnya kamar tidur dan kamar mandi yang tetap memerlukan pembatas.

Namun biasanya pembatas pada rumah konsep open plan adalah pembatas non permanen seperti pintu kaca yang bisa digeser, kaca, rak, maupun lemari.

Pembatas tersebut dimaksudkan agar rumah tetap terasa luas meski terdapat sekat antara kamar tidur dengan ruangan lainnya.

Kamar mandi pun demikian, karena itu adalah ruangan yang wajib memerlukan sekat pembatas karena masalah privasi.

Demikianlah informasi mengenai konsep rumah open plan, semoga bermanfaat dan Anda dapat mengimplementasikannya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar