Tabel Lengkap 99 Nama Nama asmaul husna arab latin dan artinya

Tabel Lengkap 99 Nama Nama asmaul husna arab latin dan artinya, kini saya sediakan asmaul hunsa yang lengkap beserta tabelnya semoga bermanfaat dan berguna bagi temen temen semua. dapat digunakan dan di copy untuk keperluan pesantren kilat. Asmaul husna adalah kumpulan nama nama Allah subhanahu wa ta’ala yang indah, sebagaimana Allah subhanahu wa ta’ala berfiman pada surat Al-Araf.
“Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” [Surat Al-A’raf (7) ayat 180].Sangat dilarang bagi teman teman semua yang ingin menamai anaknya dengan nama nama Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai mana hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam berikut ini.
“Sesungguhnya nama yang paling hina di sisi Allah adalah seseorang yang bernama Malikul-Amlak (Raja semua raja) Tidak ada raja kecuali Allah ‘azza wa jalla.” [HR Muslim 20/2143.]Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melarang menggunakan nama tersebut, karena di dalamnya terdapat suatu penyerupaan dengan Allah pada nama dan sifat-Nya. Ini semua untuk menjaga tauhid, menjaga hak Allah dan menutup pintu-pintu menuju kesyirikan pada ucapan-ucapan manusia. Karena bisa saja, dengan nama-nama yang sebenarnya hanya dikhususkan untuk Allah, seseorang menyangka bahwa selain Allah yang menggunakan nama tersebut juga memiliki sifat-sifat yang terkandung pada nama tersebut. Ini termasuk syirik.

Malikul-Amlak (Raja semua raja) adalah Allah. Tidak ada yang berhak memiliki gelar itu kecuali Allah. Oleh karena itu, para ulama sepakat akan terlarangnya menggunakan nama-nama jenis ini untuk makhluk-Nya [Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah (XI/335-336)].

Di negara kita banyak orang yang menggunakan nama-nama yang seperti ini atau dipanggil dengan nama-nama tersebut, seperti: Rahman, Shamad, Khaliq, Razzaq dll hal ini tentu tidak diperbolehkan. Berikut ini tabel asmaul husna dan artinya semoga bermanfaat bagi teman teman semuanya.

Tabel Asmaul Husna dan Artinya

No

Nama

Asmaul Husna Bahasa Indonesia

Asmaul Husna Arab

Allah

Allah

الله

1

Ar Rahman

Allah Yang Maha Pengasih

الرحمن

2

Ar Rahiim

Allah Yang Maha Penyayang

الرحيم

3

Al Malik

Allah Yang Maha Merajai (bisa di artikanRaja dari semua Raja)

الملك

4

Al Quddus

Allah Yang Maha Suci

القدوس

5

As Salaam

Allah Yang Maha Memberi Kesejahteraan

السلام

6

Al Mu`min

Allah Yang Maha Memberi Keamanan

المؤمن

7

Al Muhaimin

Allah Yang Maha Mengatur

المهيمن

8

Al `Aziiz

Allah Yang Maha Perkasa

العزيز

9

Al Jabbar

Allah Yang Memiliki Mutlak Kegagahan

الجبار

10

Al Mutakabbir

Allah Yang Maha Megah, Yang MemilikiKebesaran

المتكبر

11

Al Khaliq

Allah Yang Maha Pencipta

الخالق

12

Al Baari`

Allah Yang Maha Melepaskan (Membuat,Membentuk, Menyeimbangkan)

البارئ

13

Al Mushawwir

Allah Yang Maha Membentuk Rupa(makhluknya)

المصور

14

Al Ghaffaar

Allah Yang Maha Pengampun

الغفار

15

Al Qahhaar

Allah Yang Maha Menundukkan / Menaklukkan Segala Sesuatu

القهار

16

Al Wahhaab

Allah Yang Maha Pemberi Karunia

الوهاب

17

Ar Razzaaq

Allah Yang Maha Pemberi Rezeki

الرزاق

18

Al Fattaah

Allah Yang Maha Pembuka Rahmat

الفتاح

19

Al `Aliim

Allah Yang Maha Mengetahui (MemilikiIlmu)

العليم

20

Al Qaabidh

Allah Yang Maha Menyempitkan(makhluknya)

القابض

21

Al Baasith

Allah Yang Maha Melapangkan(makhluknya)

الباسط

22

Al Khaafidh

Allah Yang Maha Merendahkan(makhluknya)

الخافض

23

Ar Raafi`

Allah Yang Maha Meninggikan(makhluknya)

الرافع

24

Al Mu`izz

Allah Yang Maha Memuliakan(makhluknya)

المعز

25

Al Mudzil

Allah Yang Maha Menghinakan(makhluknya)

المذل

26

Al Samii`

Allah Yang Maha Mendengar

السميع

27

Al Bashiir

Allah Yang Maha Melihat

البصير

28

Al Hakam

Allah Yang Maha Menetapkan

الحكم

29

Al `Adl

Allah Yang Maha Adil

العدل

30

Al Lathiif

Allah Yang Maha Lembut

اللطيف

31

Al Khabiir

Allah Yang Maha Mengenal

الخبير

32

Al Haliim

Allah Yang Maha Penyantun

الحليم

33

Al `Azhiim

Allah Yang Maha Agung

العظيم

34

Al Ghafuur

Allah Yang Maha Memberi Pengampunan

الغفور

35

As Syakuur

Allah Yang Maha Pembalas Budi (Menghargai)

الشكور

36

Al `Aliy

Allah Yang Maha Tinggi

العلى

37

Al Kabiir

Allah Yang Maha Besar

الكبير

38

Al Hafizh

Allah Yang Maha Memelihara

الحفيظ

39

Al Muqiit

Allah Yang Maha Pemberi Kecukupan

المقيت

40

Al Hasiib

Allah Yang Maha Membuat Perhitungan

الحسيب

41

Al Jaliil

Allah Yang Maha Luhur

الجليل

42

Al Kariim

Allah Yang Maha Pemurah

الكريم

43

Ar Raqiib

Allah Yang Maha Mengawasi

الرقيب

44

Al Mujiib

Allah Yang Maha Mengabulkan

المجيب

45

Al Waasi`

Allah Yang Maha Luas

الواسع

46

Al Hakim

Allah Yang Maha Bijaksana

الحكيم

47

Al Waduud

Allah Yang Maha Mengasihi

الودود

48

Al Majiid

Allah Yang Maha Mulia

المجيد

49

Al Baa`its

Allah Yang Maha Membangkitkan

الباعث

50

As Syahiid

Allah Yang Maha Menyaksikan

الشهيد

51

Al Haqq

Allah Yang Maha Benar

الحق

52

Al Wakiil

Allah Yang Maha Memelihara

الوكيل

53

Al Qawiyyu

Allah Yang Maha Kuat

القوى

54

Al Matiin

Allah Yang Maha Kokoh

المتين

55

Al Waliyy

Allah Yang Maha Melindungi

الولى

56

Al Hamiid

Allah Yang Maha Terpuji

الحميد

57

Al Muhshii

Allah Yang Maha Mengalkulasi(Menghitung Segala Sesuatu)

المحصى

58

Al Mubdi`

Allah Yang Maha Memulai

المبدئ

59

Al Mu`iid

Allah Yang Maha MengembalikanKehidupan

المعيد

60

Al Muhyii

Allah Yang Maha Menghidupkan

المحيى

61

Al Mumiitu

Allah Yang Maha Mematikan

المميت

62

Al Hayyu

Allah Yang Maha Hidup

الحي

63

Al Qayyuum

Allah Yang Maha Mandiri

القيوم

64

Al Waajid

Allah Yang Maha Penemu

الواجد

65

Al Maajid

Allah Yang Maha Mulia

الماجد

66

Al Wahid

Allah Yang Maha Tunggal

الواحد

67

Al Ahad

Allah Yang Maha Esa

الاحد

68

As Shamad

Allah Yang Maha Dibutuhkan, TempatMeminta

الصمد

69

Al Qaadir

Allah Yang Maha Menentukan, MahaMenyeimbangkan

القادر

70

Al Muqtadir

Allah Yang Maha Berkuasa

المقتدر

71

Al Muqaddim

Allah Yang Maha Mendahulukan

المقدم

72

Al Mu`akkhir

Allah Yang Maha Mengakhirkan

المؤخر

73

Al Awwal

Allah Yang Maha Awal

الأول

74

Al Aakhir

Allah Yang Maha Akhir

الأخر

75

Az Zhaahir

Allah Yang Maha Nyata

الظاهر

76

Al Baathin

Allah Yang Maha Ghaib

الباطن

77

Al Waali

Allah Yang Maha Memerintah

الوالي

78

Al Muta`aalii

Allah Yang Maha Tinggi

المتعالي

79

Al Barru

Allah Yang Maha Penderma (MahaPemberi Kebajikan)

البر

80

At Tawwaab

Allah Yang Maha Penerima Tobat

التواب

81

Al Muntaqim

Allah Yang Maha Pemberi Balasan

المنتقم

82

Al Afuww

Allah Yang Maha Pemaaf

العفو

83

Ar Ra`uuf

Allah Yang Maha Pengasuh

الرؤوف

84

Malikul Mulk

Allah Yang Maha Penguasa Kerajaan(Semesta)

مالك الملك

85

Dzul Jalaali WalIkraam

Allah Yang Maha Pemilik Kebesaran danKemuliaan

ذو الجلال و الإكرام

86

Al Muqsith

Allah Yang Maha Pemberi Keadilan

المقسط

87

Al Jamii`

Allah Yang Maha Mengumpulkan

الجامع

88

Al Ghaniyy

Allah Yang Maha Kaya

الغنى

89

Al Mughnii

Allah Yang Maha Pemberi Kekayaan

المغنى

90

Al Maani

Allah Yang Maha Mencegah

المانع

91

Ad Dhaar

Allah Yang Maha Penimpa Kemudharatan

الضار

92

An Nafii`

Allah Yang Maha Memberi Manfaat

النافع

93

An Nuur

Allah Yang Maha Bercahaya (Menerangi,Memberi Cahaya)

النور

94

Al Haadii

Allah Yang Maha Pemberi Petunjuk

الهادئ

95

Al Badii’

Allah Yang Maha Pencipta Yang TiadaBandingannya

البديع

96

Al Baaqii

Allah Yang Maha Kekal

الباقي

97

Al Waarits

Allah Yang Maha Pewaris

الوارث

98

Ar Rasyiid

Allah Yang Maha Pandai

الرشيد

99

As Shabuur

Allah Yang Maha Sabar

الصبور

Tata cara sholat hajat yang benar sesuai tuntunan Nabi

Niat Sholat hajat. (Niat adalah amalan hati tidak ada bacaan khusus yang harus di hafal)
Melakukan Takbiratul Ihram (Allahhuakbar) mengangkat kedua tangan seperti sholat biasanya.
Membaca Doa Iftitah.
Membaca surat Al-fatihah.
Membaca surat pendek Al-Quran seperti An-Nas, Al-Ikhlas, Al-Falaq, atau surat apa saja dalam Al Quran.
Melakukan gerakan ruku, i’tidal, sujud, hingga salam sambil membaca bacaan sesuai dengan masing-masing gerakan.
Untuk rakaat selanjutnya, ikuti langkah 2-6
Setelah salam, dilanjutkan istigfar dan berdoa tentang hajat apa yang mau diraih.
Jumlah rakaat sholat hajat adalah 2 rakaat, Setelah salam dilanjutkan dengan panjatkan hajat kamu seperti ingin rejeki lancar, jodoh, ingin disembuhkan penyakit. dll Insyaa Allah doa kita akan dikabulkan.

Dzikir setelah sholat hajat
Dzikir setelah melaksanakan sholat adalah harus kita amalkan, dengan berdzikir maka hati akan merasa tenang dan sangat mudah mendapatkan pertolongan Allah.
Pertama
أَسْتَغْفِرُ اللهَ
اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلاَمُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ
Astagh-firullah 3x
Allahumma antas salaam wa minkas salaam tabaarokta yaa dzal jalaali wal ikrom.
“Aku minta ampun kepada Allah,” (3x).
“Ya Allah, Engkau pemberi keselamatan, dan dariMu keselamatan, Maha Suci Engkau, wahai Tuhan Yang Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.”

Faedah: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika selesai dari shalatnya beliau beristighfar sebanyak tiga kali dan membaca dzikir di atas. Al Auza’i menyatakan bahwa bacaan istighfar adalah astaghfirullah, astaghfirullah. [HR. Muslim no. 591]
Kedua
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ، اَللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.
Allahumma laa maani’a limaa a’thoyta wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu.
“Tiada Rabb yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya puji dan bagi-Nya kerajaan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang mencegah apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya (selain iman dan amal shalihnya yang menyelamatkan dari siksaan). Hanya dari-Mu kekayaan dan kemuliaan.” [HR. Bukhari no. 844 dan Muslim no. 593]

Ketiga
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ، وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ
Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.
Laa hawla wa laa quwwata illa billah. Laa ilaha illallah wa laa na’budu illa iyyaah. Lahun ni’mah wa lahul fadhlu wa lahuts tsanaaul hasan.
Laa ilaha illallah mukhlishiina lahud diin wa law karihal kaafiruun.
“Tiada Rabb (yang berhak disembah) kecuali Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujaan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dengan pertolongan) Allah. Tiada Rabb (yang hak disembah) kecuali Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya. Bagi-Nya nikmat, anugerah dan pujaan yang baik. Tiada Rabb (yang hak disembah) kecuali Allah, dengan memurnikan ibadah kepadaNya, sekalipun orang-orang kafir sama benci.”

Faedah: Dikatakan oleh ‘Abdullah bin Zubair, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengeraskan (Mengeraskan “menjaherkan” bukanlah maksudnya dengan dzikir secara berjama’ah. Dzikirnya tetap masing-masing per individu.] bacaan dzikir ini di akhir shalat. [HR. Muslim no. 594]
Keempat
سُبْحَانَ اللهِ (33 ×)
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ (33 ×)
اَللهُ أَكْبَرُ (33 ×)
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ
Subhanallah (33x)
Al hamdulillah (33x)
Allahu akbar (33 x)
Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.
“Maha Suci Allah (33 x), segala puji bagi Allah (33 x), Allah Maha Besar (33 x). Tidak ada Rabb (yang berhak disembah) kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan. Bagi-Nya pujaan. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Faedah: Siapa yang membaca dzikir di atas, maka dosa-dosanya diampuni walau sebanyak buih di lautan. [HR. Muslim no. 597] Kata Imam Nawawi rahimahullah, tekstual hadits menunjukkan bahwa bacaan Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu akbar, masing-masing dibaca 33 kali secara terpisah.[Lihat Syarh Shahih Muslim, 5: 84]
Kelima
Membaca ayat Kursi setiap selesai shalat (fardhu).
Faedah: Siapa membaca ayat Kursi setiap selesai shalat, tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian. [HR. An-Nasai dalam Al Kubro 9: 44. Hadits ini dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban, sebagaimana disebut oleh Ibnu Hajar dalam Bulughul Maram]
Keenam
Membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas setiap selesai shalat (fardhu).
Faedah: Tiga surat ini disebut mu’awwidzot. [HR. Abu Daud no. 1523 dan An-Nasai no. 1337. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan]
Ketujuh
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyiba, wa ‘amalan mutaqobbala
“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” (Dibaca setelah salam dari shalat Shubuh) [HR. Ibnu Majah no. 925 dan Ahmad 6: 305, 322. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih]

Tata cara sholat hajat rasulullah

Pengertian Dzikir dan Bacaan Dzikir Pagi Hari

Berikut ini panduan dan pengertian dzikir dan bacaan dzikir pagi hari yang benar sesuai dengan sunnah : Zikir merupakan suatu ibadah umat Islam untuk selalu mengingat Allah azza wa jalla, salah satunyanya dengan memuji dan menyebut namaNya. Secara etimologi zikir memiliki arti menyebut, mengingat atau berdoa. Kata zikir juga merupakan memori, pengajian.Dalam bahasa agama Islam dzikir seringkali didefinisikan dengan mengingat dan menyebut Allah dengan lisan melalui kalimat-kalimat thayyibah. Bacaan dzikir yang paling utama adalah Laa Ilaaha Illallaah dan seseorang yang membaca zikir disebut dengan dzaakir.

cara dzikir menggunakan tangan kanan

Bertasbih yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yaitu menggunakan jari kanan atau ruas-ruas jari kanan, yang diyakini pada hari kiamat nanti jari jemari akan bersaksi dihadapan Allah.

Yusairah, dia mengatakan, Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam berpesan kepada kami (para sahabat wanita),

 يَا نِسَاءَ الْمُؤْمِنَينَ، عَلَيْكُنَّ بِالتَّهْلِيلِ وَالتَّسْبِيحِ وَالتَّقْدِيسِ، وَلَا تَغْفُلْنَ فَتَنْسَيْنَ الرَّحْمَةَ، وَاعْقِدْنَ بِالْأَنَامِلِ فَإِنَّهُنَّ مَسْئُولَاتٌ مُسْتَنْطَقَاتٌ
“Wahai para wanita mukminah, kalian harus rajin bertasbih, bertahlil, mensucikan nama Allah. Janganlah kalian lalai, sehingga melupakan rahmat. Hitunglah dengan jari-jari kalian, karena semua jari itu akan ditanya dan diminta untuk bicara.” (HR. Ahmad 27089, Abu Daud 1501, Turmudzi 3583, dan sanadnya dinilai hasan oleh Syuaib Al-Arnauth dan Al-Albani).

Teknis berzikir dengan tasbih yang dilakukan oleh Nabi Muhammad adalah menghitung dengan jari kanan atau ruas-ruas jari kanan, Dari Abdullah bin Amr bin Ash, dia menceritakan,

 رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْقِدُهُنَّ بِيَدِهِ
“Saya melihat, rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menghitung dzikir dia dengan tangannya.” (HR. Ahmad 6498 dan dinilai hasan oleh Syuaib Al-Arnauth).

dan bukan dengan bantuan media, seperti kerikil, biji-bijian ataupun dengan biji tasbih. Karena menurut hadits menyebutkan bahwa ada keutamaan berzikir ketika menggunakan ruas-ruas jari, keutamaannya adalah ketika pada hari kiamat jari jemari akan diminta kesaksiannya dihadapan Allah.

Berikut ini artikel saya sediakan bacaan dzikir pagi dan petang sesuai sunnah yang shahih disertai faedah dibawahnya. Saya sertakan juga versi pdf yang dapat teman teman download dan print.

Dzikir Waktu Pagi

(Baca antara Shubuh hingga siang hari ketika matahari akan bergeser ke barat)

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

“Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.”

#1 Membaca ayat Kursi
اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

“Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar.” (QS. Al Baqarah: 255) (Dibaca 1 x)

Faedah: Siapa yang membacanya ketika petang, maka ia akan dilindungi (oleh Allah dari berbagai gangguan) hingga pagi. Siapa yang membacanya ketika pagi, maka ia akan dilindungi hingga petang.[1]

#2 Membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq, An Naas
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS. Al Ikhlas: 1-4) (Dibaca 3 x)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ  وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Shubuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”. (QS. Al Falaq: 1-5) (Dibaca 3 x)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia.” (QS. An Naas: 1-6) (Dibaca 3 x)

Faedah: Siapa yang mengucapkannya masing-masing tiga kali ketika pagi dan petang, maka segala sesuatu akan dicukupkan untuknya.[2]

#3
أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

Ash-bahnaa wa ash-bahal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzal yaum wa khoiro maa ba’dahu, wa a’udzu bika min syarri maa fii hadzal yaum wa syarri maa ba’dahu. Robbi a’udzu bika minal kasali wa su-il kibar. Robbi a’udzu bika min ‘adzabin fin naari wa ‘adzabin fil qobri.

Artinya:
“Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di alam kubur.” (Dibaca 1 x)

Faedah: Meminta pada Allah kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya, juga agar terhindar dari kejelekan di hari ini dan kejelekan sesudahnya. Di dalamnya berisi pula permintaan agar terhindar dari rasa malas padahal mampu untuk beramal, juga agar terhindar dari kejelekan di masa tua. Di dalamnya juga berisi permintaan agar terselamatkan dari siksa kubur dan siksa neraka yang merupakan siksa terberat di hari kiamat kelak.[3]

#4
اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ

Allahumma bika ash-bahnaa wa bika amsaynaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikan nusyuur.

Artinya:
“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).” (Dibaca 1 x)[4]

#5 Membaca Sayyidul Istighfar
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ.

Allahumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu. Abu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta.

Artinya:
“Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu aku akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa surga untukku). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.” (Dibaca 1 x)

Faedah: Barangsiapa mengucapkan dzikir ini di siang hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati pada hari tersebut sebelum petang hari, maka ia termasuk penghuni surga. Barangsiapa yang mengucapkannya di malam hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati sebelum pagi, maka ia termasuk penghuni surga.[5]

#6
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَصْبَحْتُ أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ، وَمَلاَئِكَتَكَ وَجَمِيْعَ خَلْقِكَ، أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ

Allahumma inni ash-bahtu usy-hiduka wa usy-hidu hamalata ‘arsyika wa malaa-ikatak wa jami’a kholqik, annaka antallahu laa ilaha illa anta wahdaka laa syariika lak, wa anna Muhammadan ‘abduka wa rosuuluk.

Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku di waktu pagi ini mempersaksikan Engkau, malaikat yang memikul ‘Arys-Mu, malaikat-malaikat dan seluruh makhluk-Mu, bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah, tiada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau semata, tiada sekutu bagi-Mu dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu.” (Dibaca 4 x)

Faedah: Barangsiapa yang mengucapkan dzikir ini ketika pagi dan petang hari sebanyak empat kali, maka Allah akan membebaskan dirinya dari siksa neraka.[6]

#7
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ

Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii. Allahumas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahummahfazh-nii mim bayni yadayya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a’udzu bi ‘azhomatik an ughtala min tahtii.

Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh).” (Dibaca 1 x)

Faedah: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah meninggalkan do’a ini di pagi dan petang hari. Di dalamnya berisi perlindungan dan keselamatan pada agama, dunia, keluarga dan harta dari berbagai macam gangguan yang datang dari berbagai arah.[7]

#8
اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرُّهُ إِلَى مُسْلِمٍ

Allahumma ‘aalimal ghoybi wasy syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu alla ilaha illa anta. A’udzu bika min syarri nafsii wa min syarrisy syaythooni wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu-an aw ajurruhu ilaa muslim.

Artinya:
“Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya (godaan untuk berbuat syirik pada Allah), dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang muslim.” (Dibaca 1 x)

Faedah: Do’a ini diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Abu Bakr Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu untuk dibaca pada pagi, petang dan saat beranjak tidur.[8]

#9
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim.

Artinya:
“Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Dibaca 3 x)

Faedah: Barangsiapa yang mengucapkan dzikir tersebut sebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga kali di petang hari, maka tidak akan ada bahaya yang tiba-tiba memudaratkannya.[9]

#10
رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا

Rodhiitu billaahi robbaa wa bil-islaami diinaa, wa bi-muhammadin shallallaahu ‘alaihi wa sallama nabiyya.

Artinya:
“Aku ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai nabi.” (Dibaca 3 x)

Faedah: Barangsiapa yang mengucapkan dzikir ini sebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga kali di petang hari, maka pantas baginya mendapatkan ridha Allah. [10]

#11
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا

Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghiits, wa ash-lih lii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin Abadan.

Artinya:
“Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dariMu).” (Dibaca 1 x)

Faedah: Dzikir ini diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Fathimah supaya diamalkan pagi dan petang. [11]

#12
أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

Ash-bahnaa ‘ala fithrotil islaam wa ‘alaa kalimatil ikhlaash, wa ‘alaa diini nabiyyinaa Muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallam, wa ‘alaa millati abiina Ibraahiima haniifam muslimaaw wa maa kaana minal musyrikin

Artinya:
“Di waktu pagi kami memegang agama Islam, kalimat ikhlas (kalimat syahadat), agama Nabi kami Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan agama bapak kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.” (Dibaca 1 x di pagi hari saja)[12]

#13
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ

Subhanallah wa bi-hamdih.

Artinya:
“Maha suci Allah, aku memuji-Nya.” (Dibaca 100 x)

Faedah: Barangsiapa yang mengucapkan kalimat ‘subhanallah wa bi hamdih’ di pagi dan petang hari sebanyak 100 x, maka tidak ada yang datang pada hari kiamat yang lebih baik dari yang ia lakukan kecuali orang yang mengucapkan semisal atau lebih dari itu.[13]

#14
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.

Artinya:
“Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 1o x)

Faedah: Barangsiapa yang membaca dzikir tersebut di pagi hari sebanyak sepuluh kali, Allah akan mencatatkan baginya 10 kebaikan, menghapuskan baginya 10 kesalahan, ia juga mendapatkan kebaikan semisal memerdekakan 10 budak, Allah akan melindunginya dari gangguan setan hingg petang hari. Siapa yang mengucapkannya di petang hari, ia akan mendapatkan keutamaan semisal itu pula.[14]

#15
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.

Artinya:
“Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 100 x dalam sehari)

Faedah: Barangsiapa yang mengucapkan dzikir tersebut dalam sehari sebanyak 100 x, maka itu seperti membebaskan 10 orang budak, dicatat baginya 100 kebaikan, dihapus baginya 100 kesalahan, dirinya akan terjaga dari gangguan setan dari pagi hingga petang hari, dan tidak ada seorang pun yang lebih baik dari yang ia lakukan kecuali oleh orang yang mengamalkan lebih dari itu.[15]

#16
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ: عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

Subhanallah wa bi-hamdih, ‘adada kholqih wa ridhoo nafsih. wa zinata ‘arsyih, wa midaada kalimaatih.

Artinya:
“Maha Suci Allah, aku memujiNya sebanyak makhluk-Nya, sejauh kerelaan-Nya, seberat timbangan ‘Arsy-Nya dan sebanyak tinta tulisan kalimat-Nya.” (Dibaca 3 x di waktu pagi saja)

Faedah: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan pada Juwairiyah bahwa dzikir di atas telah mengalahkan dzikir yang dibaca oleh Juwairiyah dari selepas Shubuh sampai waktu Dhuha. [16]

#17
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.

Artinya:
“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” (Dibaca 1 x setelah salam dari shalat Shubuh)[17]

#18
أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astagh-firullah wa atuubu ilaih.

Artinya:
“Aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya.” (Dibaca 100 x dalam sehari)[18]

Kumpulan riwayat hadits :
[1] HR. Al Hakim (1: 562). Syaikh Al Albani menshahihkan hadits tersebut dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 655.

[2] HR. Abu Daud no. 5082, Tirmidzi no. 3575. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan.

[3] HR. Muslim no. 2723. Lihat keterangan Syarh Hisnul Muslim, hal. 161.

[4] HR. Tirmidzi no. 3391 dan Abu Daud no. 5068. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih.

[5] HR. Bukhari no. 6306.

[6] HR. Abu Daud no. 5069. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan.

[7] HR. Abu Daud no. 5074 dan Ibnu Majah no. 3871. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih.

[8] HR. Tirmidzi no. 3392 dan Abu Daud no. 5067. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahawa sanad hadits ini shahih. Adapun kalimat terakhir (وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرُّهُ إِلَى مُسْلِمٍ) adalah tambahan dari riwayat Ahmad 2: 196. Dikomentari oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth bahwa hadits tersebut shahih dilihat dari jalur lainnya (shahih lighoirihi).

[9] HR. Abu Daud no. 5088, 5089, Tirmidzi no. 3388, dan Ibnu Majah no. 3869. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan.

[10] HR. Abu Daud no. 5072, Tirmidzi no. 3389. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan.

[11] HR. Ibnu As Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 46, An Nasai dalam Al Kubro (381/ 570), Al Bazzar dalam musnadnya (4/ 25/ 3107), Al Hakim (1: 545). Sanad hadits ini hasan sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 227.

[12] HR. Ahmad (3: 406). Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari Muslim. Lihat pula As Silsilah Ash Shahihah no. 2989.

Catatan: Dzikir ini hanya dibaca di pagi hari. Riwayat yang menyatakan dibaca juga saat petang hari adalah riwayat yang lemah. Sebagaimana dinyatakan oleh guru penulis, Syaikh ‘Abdul ‘Aziz Ath Thorifi dalam Adzkar Ash Shobaah wal Masaa’, hal. 65.

[13] HR. Muslim no. 2692.

[14] HR. An Nasai Al Kubra 6: 10.

[15] HR. Bukhari no. 3293 dan Muslim no. 2691.

[16] HR. Muslim no. 2726.

[17] HR. Ibnu Majah no. 925 dan Ahmad 6: 305, 322. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih.[18] HR. Bukhari no. 6307 dan Muslim no. 2702.

Pengertian Dzikir dan Bacaan Dzikir Pagi Hari

Doa Qunut Subuh Rumi dan Doa Qunut Imam

Doa Qunut Subuh

Bacaan Arab Doa Qunut Subuh
Bacaan Latin Doa Qunut Subuh

Doa Qunut Latin

ALLAHUMMAH DINII FII MAN HADAIT.
WA’AAFINII FII MAN ‘AAFAIIT.
WA TAWALANII FII MAN TAWALLAIIT.
WA BAARIK LII  FIIMAA A’THAIIT
WA QINII SYARRAMAA QADTHAIIT.
FA INNAKA TAQDTHII WALAA YUQTHDAA ‘ALAIIK.
WA INNAHU LA YADZILLU MAN WALAIIT.
WALAA YA’IZZU MAN ‘AADAIIT.
TABAA RAKTA RABBANAA WATA ‘AALAIT
FA LAKAL-HAMDU ‘ALAA MAA QADHAIIT.
ASTAGFIRUKA WA ATUUBU ILAIIK.
WA SHALLALLAAHU ‘ALAA SAYYIDINA MUHAMMADININ-NABIYYIL UMMIYYI WA’ALAA AALIHII WA SHAHBIHI WA SALLAM.

ALLAHUMMAH DINAA FII MAN HADAIT.
WA’AAFINAA FII MAN ‘AAFAIIT.
WA TAWALANAA FII MAN TAWALLAIIT.
WA BAARIK LANA FIIMAA A’THAIIT
WA QINAA SYARRAMAA QADTHAIIT.
FA INNAKA TAQDTHII WALAA YUQTHDAA ‘ALAIIK.
WA INNAHU LA YADZILLU MAN WALAIIT.
WALAA YA’IZZU MAN ‘AADAIIT.
TABAA RAKTA RABBANAA WATA ‘AALAIT
FA LAKAL-HAMDU ‘ALAA MAA QADHAIIT.
ASTAGFIRUKA WA ATUUBU ILAIIK.
WA SHALLALLAAHU ‘ALAA SAYYIDINA MUHAMMADININ-NABIYYIL UMMIYYI WA’ALAA AALIHII WA SHAHBIHI WA SALLAM.

Arti Doa Qunut

“Ya Allah, tunjukkanlah aku sebagaimana mereka yang sudah Engkau berikan petunjuk.
Dan kasihkanlah kesehatan kepadaku sebagaimana mereka yang Engkau sudah kasih kesehatan.
Dan peliharalah aku sebagaimana orang yang telah Engkau pelihara.
Dan berilah keberkahan bagiku pada segala apa yang Engkau sudah karuniakan.
Dan lindungi aku dari segala bahaya kejahatan yang Engkau sudah pastikan.
Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan kena hukum.
Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin.
Dan tidak mulia orang yang mana Engkau memusuhinya.
Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha tinggi Engkau
Maha bagi Engkau seluruh pujian di atas yang Engkau hukumkan
Aku memohon ampun dari Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau
(Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera ke atas junjungan kami Nabi kami Muhammad, keluarga dan sahabatnya.”

Keterangan: untuk arti doa qunut berjamaah ganti kata “Aku” menjadi “Kami

Waktu Berbuka Puasa Senin Kamis dan Doa Berbuka

Waktu Berbuka Puasa 

Waktu Berbuka Puasa Sunnah Senin Kamis

Bagi seluruh umat islam yang berpuasa, waktu berbuka adalah waktu yang sangat membahagiakan. Karena pada waktu itu kita sudah bisa kembali makan dan minum. Waktu yang tepat untuk berbuka puasa senin kamis adalah ketika adzan magrib berkumandang. Ketika adzan magrib sudah berkumandang di masjid / mushola sekitar rumah anda sudah dapat dipastikan bisa berbuka puasa. Berbukalah dengan minum dan makan secukupnya, agar anda bisa melaksanakan sholat magrib dan tidak dalam keadaan kekenyangan.

doa buka puasa senin kamis shahih

Setelah menahan haus, lapar, dan hawa nafsu. Tiba-tiba terdengar suara adzan magrib berkumandang yang berarti waktu yang tepat untuk berbuka puasa senin kamis. Dibawah ini doa berbuka puasa shahih, dapat juga di baca saat puasa ramadhan ataupun membayar puasa ramadhan dan miat berbuka puasa senin kamis sebagai berikut.

DZAHABAZH DZOMA-U WAB TALLATIL ‘URUUQU WA-TSA-BATAL AJRU INSYAA-ALLAH

waktu sahur puasa senin kamis adalah adzan subuh berkumandang

Keutamaan Shalat Jenazah Menurut Hadits Nabi

Hukum shalat jenazah adalah fardhu kifayah, jika sebagian kaum muslimin telah melakukannya, maka gugur dari lainnya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah didatangkan seorang mayit dan ia memiliki utang. Lantas beliau bertanya, ‘Apakah orang tersebut memiliki kelebihan harta untuk melunasi utangnya?’ Jika ternyata ia tidak melunasi dan punya kelebihan harta lalu utang tersebut dilunasi, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyolatkan mayit tersebut. Namun jika tidak dilunasi, maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada kaum muslimin, ‘Shalatkanlah sahabat kalian.’ (HR. Bukhari no. 1251). Hadits ini menunjukkan bahwa hukumm shalat jenazah adalah fardhu kifayah karena ketika itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika tahu si mayit tidak melunasi utangnya, maka beliau enggan menyolatinya.

Keutamaan Shalat Jenazah

Pertama: Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ شَهِدَ الْجَنَازَةَ حَتَّى يُصَلِّىَ عَلَيْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ ، وَمَنْ شَهِدَ حَتَّى تُدْفَنَ كَانَ لَهُ قِيرَاطَانِ  . قِيلَ وَمَا الْقِيرَاطَانِ قَالَ  مِثْلُ الْجَبَلَيْنِ الْعَظِيمَيْنِ

“Barangsiapa yang menyaksikan jenazah sampai ia menyolatkannya, maka baginya satu qiroth. Lalu barangsiapa yang menyaksikan jenazah hingga dimakamkan, maka baginya dua qiroth.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud dua qiroth?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menjawab, “Dua qiroth itu semisal dua gunung yang besar.” (HR. Bukhari no. 1325 dan Muslim no. 945)

Dalam riwayat Muslim disebutkan,

« مَنْ صَلَّى عَلَى جَنَازَةٍ وَلَمْ يَتْبَعْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ فَإِنْ تَبِعَهَا فَلَهُ قِيرَاطَانِ ». قِيلَ وَمَا الْقِيرَاطَانِ قَالَ « أَصْغَرُهُمَا مِثْلُ أُحُدٍ ».

“Barangsiapa shalat jenazah dan tidak ikut mengiringi jenazahnya, maka baginya (pahala) satu qiroth. Jika ia sampai mengikuti jenazahnya, maka baginya (pahala) dua qiroth.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud dua qiroth?” “Ukuran paling kecil dari dua qiroth adalah semisal gunung Uhud”, jawab beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. (HR. Muslim no. 945)

Kedua: Dari Kuraib, ia berkata,

أَنَّهُ مَاتَ ابْنٌ لَهُ بِقُدَيْدٍ أَوْ بِعُسْفَانَ فَقَالَ يَا كُرَيْبُ انْظُرْ مَا اجْتَمَعَ لَهُ مِنَ النَّاسِ. قَالَ فَخَرَجْتُ فَإِذَا نَاسٌ قَدِ اجْتَمَعُوا لَهُ فَأَخْبَرْتُهُ فَقَالَ تَقُولُ هُمْ أَرْبَعُونَ قَالَ نَعَمْ. قَالَ أَخْرِجُوهُ فَإِنِّى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « مَا مِنْ رَجُلٍ مُسْلِمٍ يَمُوتُ فَيَقُومُ عَلَى جَنَازَتِهِ أَرْبَعُونَ رَجُلاً لاَ يُشْرِكُونَ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلاَّ شَفَّعَهُمُ اللَّهُ فِيهِ »

“Anak ‘Abdullah bin ‘Abbas di Qudaid atau di ‘Usfan meninggal dunia. Ibnu ‘Abbas lantas berkata, “Wahai Kuraib (bekas budak Ibnu ‘Abbas), lihat berapa banyak manusia yang menyolati jenazahnya.” Kuraib berkata, “Aku keluar, ternyata orang-orang sudah berkumpul dan aku mengabarkan pada mereka pertanyaan Ibnu ‘Abbas tadi. Lantas mereka menjawab, “Ada 40 orang”. Kuraib berkata, “Baik kalau begitu.” Ibnu ‘Abbas lantas berkata, “Keluarkan mayit tersebut. Karena aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang muslim meninggal dunia lantas dishalatkan (shalat jenazah) oleh 40 orang yang tidak berbuat syirik kepada Allah sedikit pun melainkan Allah akan memperkenankan syafa’at (do’a) mereka untuknya.” (HR. Muslim no. 948)

Ketiga: keutamaan shalat jenazah lebih dari 40 orang Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda,

مَا مِنْ مَيِّتٍ يُصَلِّى عَلَيْهِ أُمَّةٌ مِنَ الْمُسْلِمِينَ يَبْلُغُونَ مِائَةً كُلُّهُمْ يَشْفَعُونَ لَهُ إِلاَّ شُفِّعُوا فِيهِ

“Tidaklah seorang mayit dishalatkan (dengan shalat jenazah) oleh sekelompok kaum muslimin yang mencapai 100 orang, lalu semuanya memberi syafa’at (mendoakan kebaikan untuknya), maka syafa’at (do’a mereka) akan diperkenankan.” (HR. Muslim no. 947)

Keempat: Dari Malik bin Hubairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ فَيُصَلِّى عَلَيْهِ ثَلاَثَةُ صُفُوفٍ مِنَ الْمُسْلِمِينَ إِلاَّ أَوْجَبَ

“Tidaklah seorang muslim mati lalu dishalatkan oleh tiga shaf kaum muslimin melainkan do’a mereka akan dikabulkan.” (HR. Tirmidzi no. 1028 dan Abu Daud no. 3166. Imam Nawawi menyatakan dalam Al Majmu’ 5/212 bahwa hadits ini hasan. Syaikh Al Albani menyatakan hadits ini hasan jika sahabat yang mengatakan)

Itulah beberapa hadits yang menunjukkan keutamaan shalat jenazah. Selengkapnya mengenai tata cara shalat jenazah akan disampaikan pada artikel berikutnya.

Wallahu waliyyut taufiq.

Panggang-Gunung Kidul, 16 Sya’ban 1432 H (17/07/2011)
www.rumaysho.com
Baca Selengkapnya : https://rumaysho.com/1867-keutamaan-shalat-jenazah.html

baca artikel tata cara shalat jenazah sesuai sunnah

Cara Menjawab Adzan Sesuai Sunnah

cara menjawab adzan sesuai sunnah

Cara Menjawab Adzan Sesuai Sunnah

Adab ketika mendengar adzan disunnahkan bagi yang mendengar adzan dan iqamat untuk mengucapkan sebagaimana yang diucapkan muadzin.

Dari Abu Sa’id Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah sebagaimana yang diucapkan muadzin.” [24]

Dari ‘Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu anhu, dia mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jika muadzin mengucapkan, ‘Allaahu akbar, Allaahu akbar.’ Maka hendaklah salah seorang di antara kalian (juga) mengucapkan, ‘Allaahu akbar, Allaahu akbar.

Kemudian jika muadzin mengucapkan, ‘Asyhadu allaa ilaaha illallaah.’ Maka ia mengucapkan, ‘Asyhadu allaa ilaaha illallaah.

Kemudian jika muadzin mengucapkan, ‘Asyhadu anna Muhammadar Rasulullaah.’ Maka ia mengucapkan, ‘Asyhadu anna Muhammadar Rasulullaah.

Kemudian jika muadzin mengucapkan, ‘Hayya ‘alash shalaah.’ Maka ia mengucapkan, ‘Laa haula walaa quwwata illaa billaah.

Kemudian jika mu-adzin mengucapkan, ‘Hayya ‘alal falaah.’ Maka ia mengucapkan, ‘Laa haula walaa quwwata illaa billaah.

Kemudian jika muadzin mengucapkan, ‘Allaahu akbar, Allaahu akbar.’ Maka ia mengucapkan, ‘Allaahu akbar, Allaahu akbar.

Kemudian jika muadzin mengucapkan, ‘Laa ilaaha illallaah.’ Maka ia mengucapkan, ‘Laa ilaaha illallaah,’ dengan hati yang tulus, maka dia akan masuk Surga.” (25)

Menjawab adzan hukumnya adalahbBarangsiapa mengucapkan sebagaimana ucapan mu-adzin, atau ketika muadzin mengucapkan hayya ‘alatain (“Hayya ‘alash shalaah” dan “hayya ‘alal falaah”), ia mengucapkan, “Laa haula walaa quwwata illaa billaah,” atau menggabungkan antara apa yang diucapkan oleh muadzin dan hauqalah (“Laa haula walaa quwwata illaa billaah.”), maka dia telah berbuat benar insya Allah.

Jika muadzin selesai adzan dan iqamat serta pendengar telah menjawabnya, maka hendaklah mengucapkan apa yang ada dalam dua hadits berikut ini:

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, dia mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Jika kalian mendengar mu-adzin, maka ucapkanlah sebagaimana yang ia ucapkan. Kemudian bershalawatlah untukku. Karena barangsiapa yang bershalawat untukku sekali, maka dengannya Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali. Kemudian mintalah al-wasilah kepada Allah untukku. Ia adalah sebuah tempat di Surga yang tak diraih kecuali oleh seorang hamba di antara hamba-hamba Allah. Dan aku berharap ia adalah aku. Barangsiapa memintakan untukku wasilah kepada Allah, maka dia layak mendapat syafa’atku.” (26)


Dari Jabir, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa yang ketika mendengar adzan mengucapkan, ‘Ya Allah, Rabb seruan yang sempurna ini serta shalat yang didirikan hammad wasilah dan keutamaan. Tempatkanlah ia pada kedudukan yang mulia sebagaimana Kau janjikan.’ Maka dia layak mendapat syafa’atku pada hari Kiamat.” (27)

Catatan: Disunnahkan bagi seorang muslim agar memperbanyak doa antara adzan dan iqamat. Karena doa pada waktu itu dikabulkan.

Dari Anas Radhiyallahu anhu, dia mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Doa antara adzan dan iqamat tidak ditolak.” (28)

Menjawab adzan dan berdoa dengan doa setelah adzan, kemudian dilanjutkan dengan meminta wasilah untuk rasulullah shallallahu alaihi wasallam (wasilah adalah tempat tertinggi di surga, yang dikhususkan untuk para nabi-nabi). Maka manfaatnya anda akan mendapatkan syafaat rasulullah shallallahu alaihi wasallam pada hari kiamat kelak.

Demikian ini pendapat madzhab Azh Zhahiriyah dan Ibnu Wahb. Dalil yang dibawakan ialah hadits Abu Sa’id Al Khudri yang berbunyi :

Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Jika kalian mendengar adzan, maka jawablah seperti yang disampaikan muadzin”. (Muttafaqun ‘alaihi). Doa setelah adzan sesuai sunnah

Hukum Menjenguk Orang yang Sakit LENGKAP

Hukum Menjenguk Orang Sakit

Cara Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam Menjenguk Orang Sakit

Kunjungan kepada orang sakit termasuk salah satu hak seorang muslim dengan muslim lainnya. Hukumnya mustahab. Supaya setiap individu tidak hanya berpikir urusan pribadinya saja, tetapi juga memiliki kepedulian kepada orang lain.

Untuk memotivasi umat supaya gemar melakukan kegiatan sosial ini terdapat dalil tentang anjuran menjenguk orang sakit Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 Orang yang menjenguk orang sakit akan berada di kebun-kebun surga sampai ia pulang. [HR Muslim, no. 2568].

Kunjungan kepada orang sakit tidak terbatasi oleh sekat agama. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjenguk seorang anak Yahudi dan pamannya, Abu Thâlib yang masih musyrik.

Saat berkunjung, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memotivasi dan menanamkan optimisme pada si sakit. Bahwa penyakit yang diderita bukan sebuah mimpi buruk. Ada rahasia Ilahi di baliknya. Dengan demikian, si sakit akan merasa lebih tenang, tidak mengeluhkan takdir atau mencaci penyakit yang sedang dideritanya. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menegur orang yang mencaci demam (alhumma ) dengan sabdanya: Janganlah engkau cela demam itu…. [HR.Muslim, 2575].

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut penyakit yang menimpa seorang muslim sebagai thahûr (pembersih dosa) atau kaffârah (pelebur dosa). Ucapan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika mengunjungi orang sakit: Tidak masalah, ia (penyakit ini) menjadi pembersih (dosa) insya Allah. [HR al-Bukhâri, 5656].

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam membesarkan hati Ummu ‘Alâ, bibi Hizâm bin Hakîm al-Anshâri yang sedang sakit dengan berkata: “Bergembiralah, wahai Ummu ‘Alâ. Sesungguhnya Allah akan menggugurkan dosa-dosa orang yang sakit dengan penyakitnya, sebagaimana api menghilangkan kotoran-kotoran dari biji besi”. [Hadits hasan riwayat Abu Dawud, Shahîh at-Targhîb, 3438].

Dalam melakukan kunjungan kepada si sakit, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam duduk berdekatan dengan arah kepala orang yang sakit. Atau meletakkan tangan di kening, wajah dan mengusap-usap dada dan perut si sakit. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menanyakan kondisinya. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah menanyakan tentang apa yang diinginkan oleh orang sakit itu. Apabila menginginkan sesuatu yang tidak berbahaya, maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta seseorang untuk membawakannya. Dan sembari menempelkan tangan kanannya di tubuh orang yang sakit, beliau Shallallahu ‘alaihi wa salalm melantunkan doa (di antaranya):  Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Penguasa Arsy yang agung untuk menyembuhkanmu. Dibaca tujuh kali. [Lihat Shahîh Adabil-Mufrad, 416].

Tidak ada ketentuan khusus mengenai hari maupun waktu untuk berkunjung. Kapan saja, seseorang dapat membezuk orang sakit. Akan tetapi, seyogyanya, pembezuk memilih waktu-waktu yang cocok untuk berkunjung, supaya tidak menjadi beban dan memberatkan orang yang sedang dikunjungi. Selain itu, kunjungan itu hendaklah singkat saja, kecuali jika dikehendaki oleh si sakit, atau jika memberikan maslahat baginya.

Inilah pemandangan yang begitu indah, ketika kaum mukminin menyatu bak satu tubuh. Kegembiraan seorang muslim akan membuat semua tersenyum. Dan kesedihan satu orang saja, sudah menyebabkan semua orang bermuram durja. doa untuk orang sakit sesuai sunnah

Cara Mengatasi Bootloop di Android Mentok di Logo

Bootloop adalah masalah pada piranti lunak Android yang ditunjukkan dengan tanda-tanda berupa kegagalan untuk masuk ke dalam sistem, ciri khasnya perangkat hanya menampilkan logo Android atau vendor secara berulang-ulang.
Jika perangkat Android mengalami bootloop, jangan panik apalagi menangis. penyebab bootloop xiaomi Jangan buru-buru ke counter handphone dan membayar ratusan ribu, karena Anda pasti bisa kok mengatasi bootloop seorang diri. Bootloop sendiri ada dua macam yang dibedakan atas tingkat kerusakannya (berdasarkan pengalaman penulis, beberapa orang membedakannya menjadi tiga).

Pertamalight bootloop atau bootloop ringan. Biasanya bootloop ini hanya bersifat sementara, kadang-kadang saja kumatnya. Kedua, hard bootloop atau bootloop parah yang ditandai dengan kegagalan masuk ke sistem secara permanen walaupun sudah dicoba berulang kali.

Cara mengatasi bootloop Android

Setelah Anda ketahui apa itu bootloop dan jenisnya, sekarang kita akan coba mengetahui bagaimana cara mengatasi bootloop di Android.

Baik bootloop ringan ataupun berat sama-sama membutuhkan penanganan. Bootloop ringan walau Anda anggap tidak menggangu namun suatu saat akan menjadi parah yang tetap akan merepotkan. Jadi, ada baiknya untuk diperbaiki sebagaimana yang direkomendasikan.

Cara memperbaiki android mentok di logo

Untuk memperbaiki perangkat yang mengalami bootloop ringan tidak diperlukan langkah-langkah teknis. Matikan perangkat Anda (jika hidup) kemudian cabut memori, kartu dan baterai. Kemudian diamkan selama 30 menit sampai 24 jam. Setelah itu pasang dan hidupkan kembali. Lalu amati, jika masalah bootloop masih terjadi maka lanjutkan ke solusi kedua.

Cara mengatasi bootloop xiaomi

Mengatasi bootloop parah baru memerlukan langkah-langkah teknis.

Salah satu cara untuk mengatasi bootloop adalah kembali ke pengaturan pabik atau factory reset. Tapi bagaimana caranya sedangkan ponsel gagal booting. Nah, solusinya kita harus masuk ke Recovery Mode.
Untuk masuk ke recovery mode biasanya dapat dilakukan dengan menekan tombol Home + Volume Up + Power secara bersamaan, namu setiap merk caranya beda-beda. Berikut adalah daftar cara masuk ke recovery mode berdasarkan merk yang saya ketahui:
Samsung
Galaxy Gio / Fit / Mini / ACE: Home + tombol Power
Galaxy Young / young duos / Pocket: Tekan tombol Home + Volume Up + Power

HTC
Power + Volume Down + Power On (secara bersamaan sampai muncul recovery mode)

HUAWEI
tombol Power + volume up + Tombol Power

LG
tombol Home + Volume Up + Power

Andromax
tombol Home + Volume Up + Power

ADVAN VANROID
Power + Tekan Volume Down sampai keluar gambar Android dan tanda segitiga lalu tekan tomboh Home

CROSS
Power + Volume DOWN

Sekarang silahkan dicoba sesuai dengan merk masing-masing, jika berhasil Anda akan melihat gambar seperti ini. Gunakan tombol volume untuk menggerakkan kursor dan tombol Power untuk mengesekusi. Dimulai dengan mengarahkan kursor ke Wipe data/factory reset dan tekan tombol power.

Cara mengatasi hp bootloop lewat pc

Kemudian arahkan kembali kursor ke Yes — delete all user data dan tekan tombol power. Berikutnya perangkat akan memproses permintaan reset yang Anda minta. Beberapa perangkat ada yang langsung restart, tapi beberapa lainnya hanya memberi informasi selesai.
cara mengatasi bootloop android

Jika perangkat tidak restart, arahkan kursor ke opsi reboot system now dan tekan tombol power. Sampai di sini tugas Anda sudah selesai separuhnya, setelah perangkat berhasil restart dan masuk ke sistem. Tugas baru pun menanti.
cara mengatasi bootloop android

Langkah berikutnya relatif mudah, silahkan atur kembali akun Anda, kemudian unduh aplikasi-aplikasi yang Anda inginkan atau restore hasil backup jika punya.

Sumber gambar header Shutterstock.

Sumber artikel https://dailysocial.id/post/pengertian-dan-cara-mengatasi-bootloop-di-android

Daftar 6 HP Xiaomi dengan Kamera Terbaik di Tahun 2017

HP Xiaomi Kamera Terbaik di Tahun 2017 – Penasaran bukan? Mari kita lihat review tentang beberapa tipe HP Xiaomi dengan kualitas kamera terbaik untuk Anda.
Apa HP Xiaomi Kamera Terbaik? Xiaomi memang terkenal dengan spesifikasi kamera unggul yang disuguhkan. Bagi penggemar fotografi tentu akan sangat senang apabila kegiatan fotografernya didukung oleh fitur kamera yang mumpuni. Apalagi pada era fotogenic sekarang. Berbagai perusahaan smartphone berlomba-lomba memproduksi sedemikian rupa produk mereka agar mendapat banyak minat masyarakat. Jadi tak heran jika popularitas gadget Xiaomi ini sangat populer.
Meski terbilang gadget baru, Xiaomi tak pernah absen untuk menghadirkan spesifikasi fitur-fitur canggih terupdate. Dengan spesifikasi yang unggul, smartphone ini tidak ragu menawarkan harga terjangkau untuk produknya. Jika masih penasaran,
Berikut 6 daftar hp xiaomi yang paling bagus kameranya.

HP xiaomi yang paling bagus dan canggih

1. Xiaomi Mi6

Ini HP Xiaomi Kamera Terbaik di Tahun 2017
Layar : IPS LCD, 5.15 inchi, Full HD, 428 ppi
Jaringan : HSPA, LTE
Sistem Operasi : Android 7.1.1 Nougat
Chipset : Qualcomm Snapdragon 835
Processor : Octa Core 2.45 Ghz
Memori Internal : 32/64/128 GB
RAM : 4/6 GB
Baterai : 3200 mAh, Fast Charging
Sensor : Fingerprint, Gyro, Proximity, Compass, Barometer, Accelerometer
Kamera Belakang : 12 MP, PDAF, Dual LED Flash
Kamera Depan : 8 MP
 
Xiaomi tipe ini adalah xiaomi terbaik dikelasnya. Tipe Xiaomi Mi6 ini dibanderol kisaran harga Rp 6 jutaan. Ponsel ini memiliki spesifikasi kamera belakang 12 MP dengan Dual LED Flash.  Plus PDAF (Phase Detection Auto Focus) yang merupakan teknologi khusus pada kamera dengan kemampuan autofocus tercepat. Dimana Anda tidak perlu lagi mengatur secara manual kontras gambarnya. Jadi, bagaimana menurut Anda? Apa HP Xiaomi kamera yang paling bagus cocok pada tipe yang pertama ini?
 
2. Xiaomi Mi5
Ini HP Xiaomi Kamera Terbaik di Tahun 2017 2
Layar : IPS LCD, 5.15 inchi, Full HD, 428 ppi, Gorilla Glass 4
Jaringan : HSPA, LTE
Sistem Operasi : Android Marshmallow
Chipset : Qualcomm Snapdragon 820
Processor : Quad Core 2.15 Ghz
Memori Internal : 32/64/128 GB
RAM : 3/4 GB
Baterai : 3000 mAh, Fast Charging
Sensor : Accelerometer, Fingerprint, Proximity, Compass, Barometer, Gyro
Kamera Belakang : 16 MP, PDAF, OIS, Dual LED Flash
Kamera Depan : 4 MP
Pada tipe ini Xiaomi menawarkan spesifikasi kamera depan 16 MP, lebih besar dibanding pada Xiaomi Mi6. Selain didukung dengan fitur PDAF dan Dual LED Flash, ponsel ini juga didukung fitur OIS (Optical Image Stabilization). OIC merupakan teknologi penstabil gambar. Dimana fitur ini berfungsi membuat hasil jepretan Anda tetap stabil walau terjadi goyang saat menjepret gambar. Fitur kamera depannya hanya 4 MP. Dimana lebih kecil dibanding tipe Mi6. Ponsel ini dibanderol dengan harga kisaran Rp 3,5 jutaan. Bagaimana menurut Anda? Apa HP Xiaomi kamera yang paling bagus pantas ditetapkan pada tipe ini?
 
3. Xiaomi 5s Plus
Ini HP Xiaomi Kamera Terbaik di Tahun 2017 3
 
Layar : IPS LCD, 5.7 inchi, Full HD, 386 ppi
Jaringan : HSPA, LTE
Sistem Operasi : Android Marshmallow
Chipset : Qualcomm Snapdragon 821
Processor : Quad Core 2.35 Ghz
Memori Internal : 64/128 GB
RAM : 4/6 GB
Baterai : 3800 mAh
Sensor : Fingerprint, Compass, Barometer, Gyro, Accelerometer, Proximity
Kamera Belakang : Dual 13 MP, PDAF, Dual LED Flash
Kamera Depan : 4 MP
 
Xiaomi 5s Plus menawarkan fitur kamera belakang dual 13 MP dengan teknologi PDAF dan Dual LED Flash. Kamera depan berukuran 4 MP. Ponsel ini dibanderol dengan kisaran harga Rp 4,5 jutaan. Terjangkau bukan? Jadi, Apa HP Xiaomi kamera yang paling bagus cocok pada tipe ini?
 
4. Xiaomi Mi Note 2
Ini HP Xiaomi Kamera Terbaik di Tahun 2017 4
Layar : AMOLED, 5.7 inchi, Full HD, 386 ppi
Jaringan : HSPA, LTE
Sistem Operasi : Android Marshmallow
Chipset : Qualcomm Snapdragon 821
Processor : Quad Core 2.35 Ghz
Memori Internal : 64/128 GB
RAM : 4/6 GB
Kamera Belakang : 22.5 MP, EIS, PDAF, Dual LED Flash
Kamera Depan : 8 MP
Baterai : 4070 mAh
Sensor : Fingerprint, Gyro, Proximity, Compass, Barometer, Accelerometer
Kamera Belakang : 22.5 MP, EIS, PDAF, Dual LED Flash
Kamera Depan : 8 MP
 
Ponsel tipe ini menawarkan spesifikasi kamera yang luar biasa yaitu 22.5 MP pada kamera belakang dan 8 MP pada kamera depan. Fitur pada kamera belakang selain dilengkapi teknologi PDAF dan Dual LED Flash, ponsel ini didukung teknologi EIS (Electronic Image Stabilization). Yang membedakannya dengan OIS yaitu jika pada EIS bukan lensa yang bekerja. Tetapi program yang telah tertanam pada sistem. Keduanya sama-sama dapat mendeteksi getaran gambar. Dengan harga kisaran Rp 7 jutaan, apa HP Xiaomi kamera yang paling bagus pantas diberikan pada tipe ini?
 
5. Xiaomi Mi Mix
Ini HP Xiaomi Kamera Terbaik di Tahun 2017 5
Layar : IPS LCD, 6.4 inchi, Quad HD, 362 ppi
Jaringan : HSPA, LTE
Sistem Operasi : Android Marshmallow
Chipset : Qualcomm Snapdragon 821
Processor : Quad Core 2.35 Ghz
Memori Internal : 128/256 GB
RAM : 4/6 GB
Baterai : 4400 mAh
Sensor : Fingerprint, Gyro, Proximity, Compass, Barometer, Accelerometer
Kamera Belakang : 16 MP, PDAF, EIS, Dual LED Flash
Kamera Depan : 5 MP
 
Pada tipe Xiaomi Mi Mix ini menawarkan fitur kamera belakang 16 MP dengan teknologi PDAF, EIS, Dual LED Flash dan 5 MP pada kamera depan. Tipe ini dibanderol dengan harga lebih mahal dibanding tipe Xiaomi Note 2 yaitu Rp 8,6 jutaan. Walaupun fitur kameranya lebih rendah dibanding Note 2, namun tipe Mi Mix ini menonjolkan kemampuan ukuran layar dan kapasitas memori internal yang lebih besar.
 
6. Xiaomi Mi Max
Ini HP Xiaomi Kamera Terbaik di Tahun 2017  6
Layar : IPS LCD, 6.44 inchi, Full HD, 324 ppi, Gorilla Glass 4
Jaringan : HSPA, LTE
Sistem Operasi : Android Marshmallow
Chipset : Qualcomm Snapdragon 650
Processor : Hexa Core 1.4 Ghz
Memori Internal : 32/64 GB
RAM : 3 GB
Baterai : 4850 mAh
Sensor : Accelerometer, Gyro, Proximity, Compass, Fingerprint
Kamera Belakang : 16 MP, PDAF, Dual LED Flash
Kamera Depan : 5 MP
 
Tipe Xiaomi Mi Max ini mempunyai resolusi kamera yang sama dengan tipe Mi Mix. Namun kurang fitur EIS dan ukuran chipsetnya lebih kecil. Kapasitas memori internal dan RAMnya juga jauh lebih kecil dibanding tipe MI Mix. Sehingga untuk tipe ini hanya dibanderol dengan harga Rp 3 jutaan.
Berikut diantaranya berbagai tipe HP Xiaomi dengan kualitas kamera terbaik. Masing-masing dari tipe diatas punya keunggulan masing-masing dari fitur yang ditawarkan. Jadi, tipe apa HP Xiaomi Kamera Terbaik? Apabila Anda mencari HP Xiaomi dengan kualitas kamera yang bagus, tipe Xiaomi Note 2 sangat “worth it” untuk dimiliki. Didukung fitur kamera 22.5 MP membuat siapapun ingin memiliki ponsel unggulan ini. Dengan spesifikasi unggul yang ditawarkan, ponsel ini tentu tak kalah saing dengan ponsel-ponsel kelas menengah ke atas lainnya.