Keutamaan dan Manfaat Membaca Ayat Kursi

bagi teman teman yang sedang mencari bacaan ayat kursi disediakan dalam artikel manfaat dan keutamaannya juga disini tempatnya, pada artikel ini saya akan menjelaskan tentang ayat kursi. silakan dibaca semoga bermanfaat.

Jadi saya pernah membaca kisah luar biasa di media sosial, tentang seorang santri yang selamat dari insiden kecelakaan yang dilindungi oleh Allah karena rajin membaca ayat kursi. Ada suatu santri ia rajin membaca ayat kursi setiap hari hingga suatu saat santri ini berkendara motor kemudian mengalami insiden kecelakan yang hampir saja merenggut nyawanya. Dengan rahmat Allah azza wa jalla ia selamat dalam kecelakaan itu hampir terlindas mobil besar. Membaca cerita santri tersebut saya jadi berniat membuat artikel ini dan mengajarkannya kepada teman teman semua.

rajin membaca ayat kursi

Berikut ini artikel ayat kursi lengkap disertai dengan bacaan arab latin terjemahan, kami juga setiadakan waktu utama membaca ayat kursi karena terdapat hadits yang memiliki keutamaan luar biasa untuk diri kita, juga kami sediakan tafsir lebih mendalam tentang ayat kursi. Silakan baca artikel ini hingga akhir, agar teman teman bisa mengamalkan ayat kursi lebih maksimal. Semoga bermanfaat bagi teman teman semuanya.

AYAT KURSI

Bacaan Latin Ayat Kursi

AYAT KURSI LATIN

ALLAHU LAA ILAAHA ILLAA HUWAL HAYYUL QOYYUUM,
LAA TAKHUDZUHUU SINATUW WALAA NAUM.
LAHUU MAA FISSAMAAWAATI WA MAA FIL ARDL MAN DZAL LADZII YASFAU INDAHUU ILLA BIIDZNIH
YA LAMU MAA BAINA AIDIIHIM WAMAA KHOLFAHUM WA LAA YUHIITHUUNA BISYAI IM MIN ILMIHII ILLAA BIMAA SYAA WASI A KURSIYYUHUS SAMAAWAATI WAL ARDL WALAA YA UUDUHUU HIFDHUHUMAA WAHUWAL ALIYYUL ADHIIM.

ARTI AYAT KURSI

“Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya).

Dia tidak mengantuk dan tidak tidur.
Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi.
Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya.
Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka.
Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya.
Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya.
Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar.” (QS. Al Baqarah: 255)

Waktu Utama Membaca Ayat Kursi

Teman teman bisa membaca ayat kursi kapan saja, namun terdapat waktu tertentu yang memiliki keutamaan luarbiasa mulai dari dijaga oleh Allah azza wa jalla, bahkan ada juga keutamaan masuk surga hanya membaca ayat kursi, kapan sajakah waktunya? simak penjelasan riwayat hadits dibawah.

1. Ketika pagi dan petang
Mengenai orang yang membaca ayat kursi di pagi dan petang hari, dari Ubay bin Ka’ab, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
Siapa yang membacanya ketika petang, maka ia akan dilindungi (oleh Allah dari berbagai gangguan) hingga pagi. Siapa yang membacanya ketika pagi, maka ia akan dilindungi hingga petang.” (HR. Al Hakim 1: 562. Syaikh Al Albani menshahihkan hadits tersebut dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib no. 655)

2. Sebelum tidur
Hal ini dapat dilihat dari pengaduan Abu Hurairah pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang seseorang yang mengajarkan padanya ayat kursi.
Abu Hurairah menjawab, “Wahai Rasulullah, ia mengaku bahwa ia mengajarkan suatu kalimat yang Allah beri manfaat padaku jika membacanya. Sehingga aku pun melepaskan dirinya.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apa kalimat tersebut?” Abu Hurairah menjawab, “Ia mengatakan padaku, jika aku hendak pergi tidur di ranjang, hendaklah membaca ayat kursi hingga selesai yaitu bacaan ‘Allahu laa ilaha illa huwal hayyul qoyyum’. Lalu ia mengatakan padaku bahwa Allah akan senantiasa menjagaku dan setan pun tidak akan mendekatimu hingga pagi hari. Dan para sahabat lebih semangat dalam melakukan kebaikan.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Adapun dia kala itu berkata benar, namun asalnya dia pendusta. Engkau tahu siapa yang bercakap denganmu sampai tiga malam itu, wahai Abu Hurairah?” “Tidak”, jawab Abu Hurairah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Dia adalah setan.” (HR. Bukhari no. 2311)

3. Setelah shalat lima waktu
Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
Siapa membaca ayat Kursi setiap selesai shalat, tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian.” (HR. An-Nasai dalam Al Kubro 9: 44. Hadits ini dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban, sebagaimana disebut oleh Ibnu Hajar dalam Bulughul Maram). Maksudnya, tidak ada yang menghalanginya masuk surga ketika mati.

Intinya, ayat kursi punya keutamaan yang luar biasa sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut.
Dari Ubay bin Ka’ab, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai Abul Mundzir, ayat apa dari kitab Allah yang ada bersamamu yang paling agung?” Aku menjawab, “Allahu laa ilaha illa huwal hayyul qayyum.” Lalu beliau memukul dadaku dan berkata, “Semoga engkau mudah memperoleh imu, wahai Abul Mundzir.” (HR. Ahmad 21278, Muslim 810, Abu Daud 1460, dan yang lainnya).

Al-Qadhi ‘Iyadh menyatakan, “Hadits ini adalah dalil akan bolehnya mengutamakan sebagian Al-Qur’an dari lainnya dan mengutamakannya dari selain kitab-kitab Allah. Maknanya adalah pahala membacanya begitu besar, itulah makna hadits.”

Apa sebab ayat kursi lebih agung? Imam Nawawi menyebutkan, para ulama berkata bahwa hal itu dikarenakan di dalamnya terdapat nama dan sifat Allah yang penting yaitu sifat ilahiyah, wahdaniyah (keesaan), sifat hidup, sifat ilmu, sifat kerajaan, sifat kekuasaan, sifat kehendak. Itulah tujuh nama dan sifat dasar yang disebutkan dalam ayat kursi. (Syarh Shahih Muslim, 6: 85)

Tafsir Ayat Kursi

Kami sediakan makna tafsir lebih mendalam dari ayat kursi, tafsir yang dilakukan oleh berbagai ulama, berikut ini penjelasannya.

Allah, tidak ada sesembahan (yang berhak disembah) selain Dia Yang hidup kekal serta terus menerus mengurus (makhluk).”
Allah adalah nama yang paling agung milik Allah ta’ala. Allah mengawali ayat ini dengan menegaskan kalimat tauhid yang merupakan intisari ajaran Islam dan seluruh syariat sebelumnya. Maknanya, tidak ada sesembahan yang benar untuk disembah selain Allah. Konsekuensinya tidak boleh memberikan ibadah apapun kepada selain Allah.

Al-Hayyu dan al-Qayyum adalah dua di antara al-Asma’ al-Husna yang Allah miliki. Al-Hayyu artinya Yang hidup dengan sendirinya dan selamanya. Al-Qayyum berarti bahwa semua membutuhkan-Nya dan semua tidak bisa berdiri tanpa Dia. Oleh karena itu, Syaikh Abdurrahman as-Sa’di mengatakan bahwa kedua nama ini menunjukkan seluruh al-Asma’ al-Husna yang lain.

Sebagian ulama berpendapat bahwa al-Hayyul Qayyum adalah nama yang paling agung. Pendapat ini dan yang sebelumnya adalah yang terkuat dalam masalah apakah nama Allah yang paling agung, dan semua nama ini ada di ayat kursi.

Dia Tidak mengantuk dan tidak tidur.
Maha Suci Allah dari segala kekurangan. Dia selalu menyaksikan dan mengawasi segala sesuatu. Tidak ada yang tersembunyi darinya, dan Dia tidak lalai terhadap hamba-hamba-Nya.

Allah mendahulukan penyebutan kantuk, karena biasanya kantuk terjadi sebelum tidur.
Barangkali ada yang mengatakan, “Menafikan kantuk saja sudah cukup sehingga tidak perlu menyebut tidak tidur; karena jika mengantuk saja tidak, apalagi tidur.”

Akan tetapi, Allah menyebut keduanya, karena bisa jadi (1) orang tidur tanpa mengantuk terlebih dahulu, dan (2) orang bisa menahan kantuk, tetapi tidak bisa menahan tidur. Jadi, menafikan kantuk tidak berarti otomatis menafikan tidur.

Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi.
Semesta alam ini adalah hamba dan kepunyaan Allah, serta di bawah kekuasaan-Nya. Tidak ada yang bisa menjalankan suatu kehendak kecuali dengan kehendak Allah.

Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya.
Memberi syafaat maksudnya menjadi perantara bagi orang lain dalam mendatangkan manfaat atau mencegah bahaya. Inti syafaat di sisi Allah adalah doa. Orang yang mengharapkan syafaat Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam berarti mengharapkan agar Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam mendoakannya di sisi Allah. Ada syafaat yang khusus untuk Nabi Muhammad, seperti syafaat untuk dimulainya hisab di akhirat, dan syafaat bagi penghuni surga agar pintu surga dibukakan untuk mereka. Ada yang tidak khusus untuk Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam, seperti syafaat bagi orang yang berhak masuk neraka agar tidak dimasukkan ke dalamnya, dan syafaat agar terangkat ke derajat yang lebih tinggi di surga.

Jadi, seorang muslim bisa memberikan syafaat untuk orang tua, anak, saudara atau sahabatnya di akhirat. Akan tetapi, syafaat hanya diberikan kepada orang yang beriman dan meninggal dalam keadaan iman. Disyaratkan dua hal untuk mendapatkannya, yaitu:

Izin Allah untuk orang yang memberi syafaat.
Ridha Allah untuk orang yang diberi syafaat.
Oleh karena itu, seseorang tidak boleh meminta syafaat kecuali kepada Allah. Selain berdoa, hendaknya kita mewujudkan syarat mendapat syafaat; dengan meraih ridha Allah. Tentunya dengan menaatiNya menjalankan perintahNya semampu kita, dan meninggalkan semua laranganNya.

Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka.
Ini adalah dalil bahwa ilmu Allah meliputi seluruh makhluk, baik yang ada pada masa lampau, sekarang maupun yang akan datang. Allah mengetahui apa yang telah, sedang, dan yang akan terjadi, bahkan hal yang ditakdirkan tidak ada, bagaimana wujudnya seandainya ada. Ilmu Allah sangat sempurna.

Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah kecuali dengan apa yang dikehendaki-Nya.
Tidak ada yang mengetahui ilmu Allah, kecuali yang Allah ajarkan. Demikian pula ilmu tentang dzat dan sifat-sifat Allah. Kita tidak punya jalan untuk menetapkan suatu nama atau sifat, kecuali yang Dia kehendaki untuk ditetapkan dalam al-Quran dan al-Hadits.

Kursi Allah meliputi langit dan bumi.
Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu menafsirkan kursi dengan berkata : “Kursi adalah tempat kedua telapak kaki Allah.” (HR. al-Hakim no. 3116, di hukumi shahih oleh al-Hakim dan adz-Dzahabi)

Ahlussunnah menetapkan sifat-sifat seperti ini sebagaimana ditetapkan Allah dan Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam, sesuai dengan kegungan dan kemuliaan Allah tanpa menyerupakannya dengan sifat makhluk.

Ayat ini menunjukkan besarnya kursi Allah dan besarnya Allah. Dalam sebuah hadits, Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda:

“Tidaklah langit yang tujuh dibanding kursi kecuali laksana lingkaran anting yang diletakkan di tanah lapang.” (HR. Ibnu Hibban no.361, dihukumi shahih oleh Ibnu Hajar dan al-Albani)

Dan Allah tidak terberati pemeliharaan keduanya.

Seorang ibu, tentu merasakan betapa lelahnya mengurus rumah sendirian. Demikian juga seorang kepala desa, camat, bupati, gubernur atau presiden dalam mengurus wilayah yang mereka pimpin. Namun, tidak demikian dengan Allah yang Maha Kuat. Pemeliharaan langit dan bumi beserta isinya sangat ringan bagi-Nya. Segala sesuatu menjadi kerdil dan sederhana di depan Allah.

Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Besar.
Allah memiliki kedudukan yang tinggi, dan dzat-Nya berada di ketinggian, yaitu di atas langit (di atas singgasana). Dalam sebuah hadits, Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam bertanya kepada seorang budak perempuan: “Di mana Allah?”

Ia menjawab, “Di langit.”

Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam bertanya, “Siapa saya?”

Ia menjawab, “Engkau adalah Rasulullah.”

Maka, Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam berkata kepada majikannya (majikan budak perempuan tersebut), “Bebaskanlah ia, karena sungguh dia beriman!” (HR. Muslim no. 537)

Jelaslah bahwa keyakinan sebagian orang bahwa Allah ada dimana-mana bertentangan dengan al-Qur’an dan al-Hadits.

Demikian pula Allah memiliki kedudukan yang agung dan dzatnya juga agung sebagaimana ditunjukkan oleh keagungan kursiNya dalam ayat ini.

  1. Semua ayat al-Qur’an agung. Adapun ayat yang paling agung adalah ayat kursi.
  2. Disunnahkan untuk membaca ayat ini setiap selesai shalat wajib, pada dzikir pagi dan sore, dan sebelum tidur.
  3. Penegasan kalimat tauhid.
  4. Arti al-Hayyu dan al-Qayyum yang menunjukkan seluruh nama Allah yang lain.
  5. Semua bentuk  kekurangan harus dinafikan dari Allah.
  6. Arti syafaat dan syarat memperolehnya.
  7. Ilmu Allah sangat sempurna.
  8. Kita hanya menetapkan untuk Allah nama dan sifat  yang ditetapkan oleh Allah dan RasulNya sesuai dengan keagungan dan kemuliaanNya, tanpa menyerupakannya dengan nama dan sifat makhluk.
  9. Arti dan keagungan kursi Allah.
  10. Ketinggian dan keagungan Allah dalam dzat dan kedudukan.
  11. Kesalahan orang yang mengatakan Allah ada di mana-mana.
  12. Penetapan banyak nama dan sifat Allah yang menunjukkan kemuliaan dan kesempurnaan-Nya.

Bolehkah Membaca Ayat Kursi Setelah Al-Fatihah Ketika Sholat?

Tanya:
Pak Roy, Saya mau tanya pada saat kita sholat fardhu setelah membaca Al-fatihah kita membaca ayat kursi, hal ini apa diperbolehkan? Saya coba cari referensinya kebanyakan orang melakukan ini pada shalat hajat. Mungkin kalau bapak bisa bantu saya untuk sharing knowledgenya. Thanks. (Sandy M)

Jawab:
Diperbolehkan membaca ayat kursi setelah Al-Fatihah ketika shalat fardhu karena keumuman firman Allah ta’ala:
Artinya: “Maka bacalah apa yang mudah dari Al-Quran.” (Qs. Al-Muzammil: 20)
Maksudnya adalah di dalam shalat (Ma’alimut Tanzil, Al-Baghawy 8/257)

Dan keumuman sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
Artinya: “Kemudian bacalah Ummul Quran (Al-Fatihah) dan apa yang Allah kehendaki untuk kamu baca.” (HR.Abu Dawud dan ini adalah lafadz beliau, At-Tirmidzy, dari Rifa’ah bin Rafi’ radhiyallahu ‘anhu, dihasankan oleh At-Tirmidzy dan Syeikh Al-Albany)

Berkata Qais bin Abi Hazim rahimahullahu:
“Aku shalat di belakang Ibnu Abbas di Bashrah kemudian pada rakaat pertama beliau membaca Alhamdulillah (yakni:Al-Fatihah) dan ayat pertama dari surat Al-Baqarah (yakni Alif Laam Miim), kemudian beliau ruku’, kemudian ketika rakaat kedua beliau membaca Alhamdulillah (yakni: Al-Fatihah) dan ayat kedua dari surat Al-Baqarah, kemudian beliau ruku’. Setelah selesai shalat maka beliau menghadapkan diri beliau kepada kami seraya berkata:
Sesungguhnya Allah berfirman: (Maka bacalah apa yang mudah darinya) (Dikeluarkan oleh Ad-Daruquthny 1/136 no:1279, dan Al-Baihaqi 2/60 no:2371, isnadnya dihasankan oleh Ad-Daruqutny)

Berkata Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullahu:
“Kami memandang diperbolehkan seseorang membaca satu ayat dari sebuah surat ketika shalat fardhu maupun sunnah.” (Asy-Syarh Al-Mumti’ 3/74)

Dengan demikian diperbolehkan setelah Al-Fatihah kita membaca ayat kursi dalam shalat fardhu maupun sunnah, tanpa mengkhususkan atau menyunahkan membaca ayat tersebut pada shalat tertentu karena ini membutuhkan dalil.

Hukum Memajang Ayat Kursi

Di rumah kaum muslimin seringkali dipajang kaligrafi ayat kursi. Di antara tujuan mereka memasangnya ialah agar rumah tersebut tidak diganggu setan atau setan bisa menjauh dari rumah. Ada juga yang bertujuan untuk ‘ngalap berkah’ (tabarruk) dengan ayat Al Qur’an tersebut. Bagaimana ajaran Islam meninjau perbuatan ini?

Syaikh Sholeh Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan hafizhohullah ditanya.
Apakah boleh seorang muslim menggantungkan ayat kursi, ayat lainnya atau berbagai macam do’a di lehernya atau di rumah, mobil dan ruang kerjanya dalam rangka ‘ngalap berkah’ dan meyakini bahwa dengan menggantungnya setan pun akan lari?

Jawaban beliau hafizhohullah.
Tidak boleh seorang muslim menggantungkan ayat kursi dan ayat Qur’an lainnya atau berbagai do’a yang syar’i di lehernya dengan tujuan untuk mengusir setan atau untuk menyembuhkan diri dari penyakit. Inilah pendapat yang tepat dari pendapat para ulama yang ada. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang menggantungkan tamimah (jimat) apa pun bentuknya. Dan ayat yang digantung semacam itu termasuk tamimah.

Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah dalam Kitab At Tauhid menjelaskan bahwa tamimah adalah segala sesuatu yang digantungkan pada anak-anak dengan tujuan untuk melindungi mereka dari ‘ain (pandangan hasad).

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
Sungguh jampi-jampi, jimat, dan pelet adalah syirik”. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Abu Daud. Hadits ini dishahihkan oleh Al Hakim dan disepakati oleh Adz Dzahabi.

Sedangkan menggantungkan ayat Qur’an di leher atau bagian badan lainnya tidak diperbolehkan menurut pendapat yang kuat dari pendapat para ulama. Alasannya karena keumuman larangan menggantungkan tamimah. Dan ayat semacam itu termasuk bagian dari tamimah. Alasan kedua, larangan ini dimaksudkan untuk menutup pintu dari hal yang lebih parah yaitu menggantungkan jimat yang bukan dari ayat Qur’an. Alasan ketiga, menggantungkan semacam ini juga dapat melecehkan dan tidak menghormati ayat suci Al Qur’an.

Adapun menggantungkan ayat Al Qur’an pada selain anggota badan seperti pada mobil, tembok, rumah, atau kantor dengan tujuan untuk ‘ngalap berkah’ dan ada juga yang bertujuan untuk mengusir setan, maka saya tidak mengetahui kalau ada ulama yang membolehkannya. Perbuatan semacam ini termasuk menggunakan tamimah yang terlarang. Dan alasan kedua, perbuatan semacam ini termasuk pelecehan pada Al Qur’an. Juga alasan ketiga, hal semacam ini tidak ada pendahulunya (tidak ada salafnya). Para ulama di masa silam tidaklah pernah menggantungkan ayat Qur’an di dinding untuk tujuan ‘ngalap berkah’ atau menghindarkan diri dari bahaya. Yang mereka lakukan malah menghafalkan Al Qur’an di hati-hati mereka (bukan sekedar dipajang). Mereka menulis ayat Qur’an di mushaf-mushaf, mereka mengamalkan dan mengajarkan pelajaran hukum dari berbagai ayat. Yang mereka lakukan adalah mentadabburi ayat Al Qur’an sebagaimana perintah Allah. (As Sihr wa Asy Syu’udzah, Syaikh Dr. Sholeh Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan, terbitan Darul Qosim, 67-69)

Inilah penjelasan menarik dari beliau hafizhohullah. Untuk melindungi dari berbagai bahaya dan dapat berkah Al Qur’an bukanlah hanya sekedar memajang atau menggantungkan Al Qur’an di leher, di dinding atau di kendaraan sebagaimana yang sering kita saksikan di tengah kaum muslimin dalam kebiasaan mereka menggantungkan ayat kursi. Ayat Al Qur’an bisa bermanfaat ketika dibaca, dihafal di hati, dan ditadabburi. Itulah keberkahan dan manfaat yang bisa diambil dari Al Qur’an Al Karim.

Kisah Setan Yang Mengajarkan Ayat Kursi Kepada Abu Hurairah

Tahukah kalian bahwa sahabat mulia Abu Hurairah pernah mendapat pengajaran ilmu dari setan? Dia pernah diajarkan ayat kursi dan diberitahukan manfaatnya oleh setan bahwa dengan membaca ayat kursi sebelum tidur, Allah akan memberikan penjagaan dan setan pun tidak mengganggu hingga pagi hari. Hal ini yang menunjukkan keutamaan ayat kursi.

Dalam Shahih Bukhari disebutkan kisah di atas secara lengkap sebagai berikut.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mewakilkan padaku untuk menjaga zakat Ramadhan (zakat fitrah). Lalu ada seseorang yang datang dan menumpahkan makanan dan mengambilnya. Aku pun mengatakan, “Demi Allah, aku benar-benar akan mengadukanmu pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Lalu ia berkata, “Aku ini benar-benar dalam keadaan butuh. Aku memiliki keluarga dan aku pun sangat membutuhkan ini.” Abu Hurairah berkata, “Aku membiarkannya. Lantas di pagi hari, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata padaku: “Wahai Abu Hurairah, apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam?” Aku pun menjawab, “Wahai Rasulullah, dia mengadukan bahwa dia dalam keadaan butuh dan juga punya keluarga. Oleh karena itu, aku begitu kasihan padanya sehingga aku melepaskannya.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dia telah berdusta padamu dan dia akan kembali lagi.”

Aku pun tahu bahwasanya ia akan kembali sebagaimana yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam katakan. Aku pun mengawasinya, ternyata ia pun datang dan menumpahkan makanan, lalu ia mengambilnya. Aku pun mengatakan, “Aku benar-benar akan mengadukanmu pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Lalu ia berkata, “Biarkanlah aku, aku ini benar-benar dalam keadaan butuh. Aku memiliki keluarga dan aku tidak akan kembali setelah itu.” Abu Hurairah berkata, “Aku pun menaruh kasihan padanya, aku membiarkannya. Lantas di pagi hari, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata padaku: “Wahai Abu Hurairah, apa yang dilakukan oleh tawananmu?” Aku pun menjawab, “Wahai Rasulullah, dia mengadukan bahwa dia dalam keadaan butuh dan juga punya keluarga. Oleh karena itu, aku begitu kasihan padanya sehingga aku melepaskannya pergi.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dia telah berdusta padamu dan dia akan kembali lagi.”

Pada hari ketiga, aku terus mengawasinya, ia pun datang dan menumpahkan makanan lalu mengambilnya. Aku pun mengatakan, “Aku benar-benar akan mengadukanmu pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ini sudah kali ketiga, engkau katakan tidak akan kembali namun ternyata masih kembali. Ia pun berkata, “Biarkan aku. Aku akan mengajari suatu kalimat yang akan bermanfaat untukmu.” Abu Hurairah bertanya, “Apa itu?” Ia pun menjawab, “Jika engkau hendak tidur di ranjangmu, bacalah ayat kursi ‘Allahu laa ilaha illa huwal hayyul qoyyum …‘ hingga engkau menyelesaikan ayat tersebut. Faedahnya, Allah akan senantiasa menjagamu dan setan tidak akan mendekatimu hingga pagi hari.” Abu Hurairah berkata, “Aku pun melepaskan dirinya dan ketika pagi hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya padaku, “Apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam?” Abu Hurairah menjawab, “Wahai Rasulullah, ia mengaku bahwa ia mengajarkan suatu kalimat yang Allah beri manfaat padaku jika membacanya. Sehingga aku pun melepaskan dirinya.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apa kalimat tersebut?” Abu Hurairah menjawab, “Ia mengatakan padaku, jika aku hendak pergi tidur di ranjang, hendaklah membaca ayat kursi hingga selesai yaitu bacaan ‘Allahu laa ilaha illa huwal hayyul qoyyum’. Lalu ia mengatakan padaku bahwa Allah akan senantiasa menjagaku dan setan pun tidak akan mendekatimu hingga pagi hari. Dan para sahabat lebih semangat dalam melakukan kebaikan.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Adapun dia kala itu berkata benar, namun asalnya dia pendusta. Engkau tahu siapa yang bercakap denganmu sampai tiga malam itu, wahai Abu Hurairah?” “Tidak”, jawab Abu Hurairah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Dia adalah setan.” (HR. Bukhari no. 2311).

Beberapa faedah dari hadits di atas:
1. Imam Bukhari membawakan hadits di atas dalam Bab “Jika seseorang mewakilkan pada orang lain (suatu barang), lalu yang diwakilkan membiarkannya (diambil), kemudian yang mewakilkan menyetujuinya setelah itu, maka itu boleh. Dan jika dia juga berniat meminjamkan hingga tempo tertentu, juga dibolehkan.”

2. Al Muhallab rahimahullah berkata, “Pelajaran yang bisa diambil dari judul bab, jika yang mewakilkan tidak menyetujuinya, maka orang yang diwakilkan tidak boleh melakukannya.”

3. Hadits ini menunjukkan bahwa zakat fitrah boleh dikumpulkan terlebih dahulu sebelum dibagikan. Sedangkan waktu penyalurannya adalah pada saat malam hari raya Idul Fithri.

4. Ketika pencuri dalam hadits tersebut mengadu pada Abu Hurairah tentang keadaannya yang sangat butuh, Abu Hurairah meninggalkannya. Jadi, seakan-akan Abu Hurairah meminjamkan zakat tersebut pada pencuri tadi hingga waktu tertentu, yaitu ditunaikan saat penyaluran zakat (saat malam Idul Fithri).

5. Boleh mengadukan suatu kemungkaran pada hakim.

6. Hadits ini menunjukkan bahwa jin itu ada yang miskin karena dalam riwayat Abu Mutawakkil sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Hajar  disebutkan bahwa setan yang mencuri tersebut mengambil zakat fitrah tadi untuk dibagikan pada fuqoro’ (para fakir) dari kalangan jin.

7. Maksud dari bacaan yang diajarkan setan dapat membawa manfaat adalah jika diucapkan, maka setan laki-laki maupun perempuan tidak akan mengganggu atau mendekat sebagaimana disebutkan dalam riwayat Abu Mutawakkil yang dinukil oleh Ibnu Hajar.

8. Setan itu ada laki-laki dan perempuan.

9. Sifat seorang muslim adalah selalu membenarkan perkataan Nabinya. Lihatlah bagaimana Abu Hurairah begitu menaruh percaya pada perkataan Rasulnya bahwa besok pencuri tersebut akan datang.

10. Dalam riwayat Abu Mutawakkil disebutkan bahwa ayat kursi yang disebutkan dalam hadits dibaca ketika pagi dan petang. Sedangkan riwayat Bukhari di atas menyebutkan bahwa ayat kursi tersebut diamalkan sebelum tidur.

11. Hadits ini menunjukkan keutamaan (fadhilah) dari membaca Al Qur’an dan ayat kursi yaitu kita akan mendapatkan penjagaan Allah dan terlindung dari gangguan setan.

12. Para sahabat adalah orang yang paling semangat dalam melakukan kebaikan. Oleh karenanya, jika ada satu kebaikan yang tidak mereka lakukan, maka itu tanda amalan itu bukan kebaikan.

13. Setan itu asalnya pendusta.

14. Setan bisa saja mengajarkan sesuatu yang bermanfaat pada orang beriman.

15. Orang fajir (yang gemar maksiat) seperti setan kadang tidak membawa manfaat, lain waktu kadang membawa manfaat.

16. Bisa saja seseorang mengilmui sesuatu namun ia tidak mengamalkannya.

17. Bisa saja orang kafir itu benar dalam sesuatu yang tidak ditemui pada seorang muslim.

18. Orang yang biasa dusta bisa saja jujur pada satu waktu.

19. Setan bisa berubah wujud jadi manusia sehingga bisa dilihat.

20. Hadits ini juga menunjukkan bahwa jin juga memiliki makanan yang sama seperti manusia.

21. Jin bisa berbicara dengan bahasa yang digunakan manusia.

22. Jin bisa mencuri dan mengelabui orang lain.

23. Jin akan menyantap makanan yang tidak disebut nama Allah di dalamnya.

24. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bisa mengetahui hal yang ghaib.

25. Boleh mengumpulkan zakat fitrah sebelum malam Idul Fithri.

26. Boleh menyerahkan zakat fitrah pada wakil untuk menjaga dan menyalurkannya.

27. Dari mana pun ilmu, dari setan sekali pun boleh diterima. Asalkan diketahui bahwa itu benar atau ada bukti benarnya. Namun jika tidak diketahui bukti benarnya, maka tidak boleh mengambil ilmu dari penjahat atau ahli maksiat.

Faedah berharga di atas, kami kembangkan dan ringkaskan dari penjelasan Ibnu Hajar Al Asqolani dalam Fathul Bari, 6: 487-490.

Panduan melaksanakan mandi wajib atau junub

Mandi wajib atau junub merupakan hal yang harus kita lakukan bagi seorang muslim karena dengan melaksankan mandi wajib maka kita kembali bersih dan suci berikut ini adalah panduan tata cara mandi wajib atau junub yang benar sesuai dengan sunnah.

Untuk laki laki yang sering basah karena mimpi diharuskan juga untuk mandi wajib seperti yang dijelaskan hadits berikut ini.
“Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah ditanya tentang seorang laki-laki yang mendapatkan dirinya basah sementara dia tidak ingat telah mimpi, beliau menjawab, “Dia wajib mandi”. Dan beliau juga ditanya tentang seorang laki-laki yang bermimpi tetapi tidak mendapatkan dirinya basah, beliau menjawab: “Dia tidak wajib mandi”.” (HR. Abu Daud no. 236, At Tirmidzi no. 113, Ahmad 6/256. Dalam hadits ini semua perowinya shahih kecuali Abdullah Al Umari yang mendapat kritikan[6]. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

tata cara mandi junub

Dikarenakan berbagai macam penyebab, seperti setelah haid, nifas, wiladah atau mungkin sesudah berhubungan suami istri. Beruntungnya anda wanita saya akan terangkan lebih detail mulai dari niat mandi wajib, tata cara mandi, cara mengetahui haid apakah sudah selesai atau belum, amalan doa saat haid, larangan saat haid, dll.

Mandi Wajib adalah suatu keharusan yang dilakukan untuk setiap orang. Kegunaan mandi wajib adalah kembali mensucikan diri agar bisa kembali beribadah kepada Allah azza wa jalla. Terdapat beberapa faktor penyebab anda diharuskan mandi wajib.

Alasan apa diharuskan mandi wajib?
  • Keluarnya air mani dengan syahwat (termasuk mimpi basah)
  • Setelah Haid, Nifas, Wiladah
  • Setelah berhubungan suami istri
  • Orang kafir masuk Islam
  • Karena Kematian

Niat Mandi Wajib

Sebelum mandi wajib, anda harus memiliki niat yang ikhlas. Ibadah anda ditujukan hanya untuk Allah azza wa jalla. Sebenarnya niat adalah amalan hati tidak ada lafal tertentu yang harus dihafal dan diucapkan. Silakan baca pengertian dan hakikat niat pada menubar blog kami untuk penjelasan lengkapnya.
Bacaan arab niat mandi wajib
Bacaan Latin Niat Mandi Wajib

Niat Mandi Wajib Latin

NAWAITUL GUSLA LIFRAF IL HADATSIL AKBARII FARDHAL LILLAHI TA’ALLA

Arti Niat Mandi Wajib

Saya niat mandi wajib untuk mensucikan hadast besar fardhu karena Allah ta’aala.

Perhatian : Doa niat diatas sangat banyak beredar di internet perlu diketahui doa diatas tidak shahih, tidak ada dalil yang kuat. Apakah boleh diamalkan? Perlu dipahami dan dijadikan prinsip bagi setiap orang yang beriman, bahwa ibadah dalam agama Islam bersifat tauqifiyah, artinya menunggu dalil. Karena hukum asal ibadah adalah haram kecuali jika ada dalilnya. Apapun bentuk ibadah tersebut dan siapapun yang mengajarkannya satu harga mati: semua harus berdalil. Jika tidak, maka itu bukan ibadah meskipun keliatannya adalah ibadah.

Tata Cara Mandi Wajib

Gerakan Mandi Wajib
  1. Berniat dan membaca bissmillah sebelum masuk kamar mandi.
  2. Tuangkan air dan mencuci kedua tangan.
  3. Cuci tangan kiri dengan cara ambil air dengan tangan kanan (bisa menggunakan gayung). Bersihkan kotoran yang berada di kemaluan dan sekitarnya, pastikan hingga benar-benar bersih.
  4. Cuci tangan kiri lagi dengan menggosokannya ke lantai atau cuci dengan sabun.
  5. Kumur dan hirup air kedalam hidung, kemudian wudhu seperti halnya mau sholat (tanpa mencuci kaki, karena mencuci kaki diakhirkan). Perlu di ingat bahwa ini wudhu untuk mandi junub ya. Jika setelah selesai mandi junub dan anda beranjak mau sholat diharuskan wudhu lagi.
  6. Mungkin ada yang bertanya, apakah wudhu ketika telanjang boleh? jawabannya boleh saja asalkan tidak terlihat orang lain.
  7. Sela pangkal rambu dan basahi dengan air, hingga membasahi seluruh kepala dan rambut.
  8. Siram kepala 3x
  9. Guyur air keseluruh badan dahulukan bagian yang kanan dan bisa menggunakan shower.
  10. Pindah tempat dan kedua kaki, cuci jari-jari kaki hingga membasahi seluruh kaki.
  11. Mandi wajib telah selesai, boleh dilanjutkan mandi seperti biasa dengan samphoo, sabun, dll.

5 Hal yang Menyebabkan Mandi Wajib

Segala puji bagi Allah, pujian yang terbaik untuk-Nya. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Saat ini kami akan menjelaskan beberapa hal yang berkenaan dengan mandi (al ghuslu). Insya Allah, pembahasan ini akan dikaji secara lebih lengkap dalam tiga artikel. Pada kesempatan kali ini kita akan mengkaji beberapa hal yang mewajibkan seseorang untuk mandi (al ghuslu).
Yang dimaksud dengan al ghuslu secara bahasa adalah mengalirkan air pada sesuatu. Sedangkan yang dimaksud dengan al ghuslu secara syari’at adalah menuangkan air ke seluruh badan dengan tata cara yang khusus. Ibnu Malik mengatakan bahwa al ghuslu (dengan ghoin-nya didhommah) bisa dimaksudkan untuk perbuatan mandi dan air yang digunakan untuk mandi. [1] Beberapa hal yang mewajibkan untuk mandi (al ghuslu):
Pertama: Keluarnya mani dengan syahwat.
Sebagaimana dijelaskan oleh ulama Syafi’iyah, mani bisa dibedakan dari madzi dan wadi[2] dengan melihat ciri-ciri mani yaitu: [1] baunya khas seperti bau adonan roti ketika basah dan seperti bau telur ketika kering, [2] keluarnya memancar, [3] keluarnya terasa nikmat dan mengakibatkan futur (lemas). Jika salah satu syarat sudah terpenuhi, maka cairan tersebut disebut mani. Wanita sama halnya dengan laki-laki dalam hal ini. Namun untuk wanita tidak disyaratkan air mani tersebut memancar sebagaimana disebutkan oleh An Nawawi dalam Syarh Muslim dan diikuti oleh Ibnu Sholah.[3]
Dalill bahwa keluarnya mani mewajibkan untuk mandi adalah firman Allah Ta’ala, “Dan jika kamu junub maka mandilah.” (QS. Al Maidah: 6)
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi.” (QS. An Nisa’: 43)
Dalil lainnya dapat kita temukan dalam hadits Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya (mandi) dengan air disebabkan karena keluarnya air (mani).” (HR. Muslim no. 343)
Menurut jumhur (mayoritas) ulama, yang menyebabkan seseorang mandi wajib adalah karena keluarnya mani dengan memancar dan terasa nikmat ketika mani itu keluar. Jadi, jika mani tersebut keluar tanpa syahwat seperti ketika sakit atau kedinginan, maka tidak ada kewajiban untuk mandi. Berbeda halnya dengan ulama Syafi’iyah yang menganggap bahwa jika mani tersebut keluar memancar dengan terasa nikmat atau pun tidak, maka tetap menyebabkan mandi wajib. Namun pendapat yang lebih kuat adalah pendapat jumhur (mayoritas) ulama.[4]
Lalu bagaimana dengan orang yang mimpi basah?
Asy Syaukani rahimahullah mengatakan, “Terdapat ijma’ (kesepakatan) ulama mengenai wajibnya mandi ketika ihtilam (mimpi), sedangkan yang menyelisihi hal ini hanyalah An Nakho’i. Akan tetapi yang menyebabkan mandi wajib di sini ialah  jika orang yang bermimpi mendapatkan sesuatu yang basah.”[5]
Dalil mengenai hal ini adalah hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha,
“Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah ditanya tentang seorang laki-laki yang mendapatkan dirinya basah sementara dia tidak ingat telah mimpi, beliau menjawab, “Dia wajib mandi”. Dan beliau juga ditanya tentang seorang laki-laki yang bermimpi tetapi tidak mendapatkan dirinya basah, beliau menjawab: “Dia tidak wajib mandi”.” (HR. Abu Daud no. 236, At Tirmidzi no. 113, Ahmad 6/256. Dalam hadits ini semua perowinya shahih kecuali Abdullah Al Umari yang mendapat kritikan[6]. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Juga terdapat dalil dalam hadits Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,
“Ummu Sulaim (istri dari Abu Tholhah) datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah tidak malu terhadap kebenaran. Apakah bagi wanita wajib mandi jika ia bermimpi?” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Ya, jika dia melihat air.” (HR. Bukhari no. 282 dan Muslim no. 313)
Asy Syaukani rahimahullah mengatakan, “Hadits-hadits di atas adalah sanggahan bagi yang berpendapat bahwa mandi wajib itu baru ada jika seseorang yang mimpi tersebut merasakan mani tersebut keluar (dengan syahwat) dan yakin akan hal itu.”[7]
Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin rahimahullah ketika menjelaskan hadits di atas berkata, “Pada saat itu diwajibkan mandi ketika melihat air (mani), dan tidak disyaratkan lebih dari itu.  Hal ini menunjukkan  bahwa mandi itu wajib jika seseorang bangun lalu mendapati air (mani), baik ia merasakannya ketika keluar atau ia tidak merasakannya sama sekali. Begitu pula ia tetap wajib mandi baik ia merasakan mimpi atau tidak karena orang yang tidur boleh jadi lupa (apa yang terjadi ketika ia tidur). Yang dimaksud dengan air di sini adalah mani.”[8]
Kedua: Bertemunya dua kemaluan walaupun tidak keluar mani.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seseorang duduk di antara empat anggota badan istrinya (maksudnya: menyetubuhi istrinya , pen), lalu bersungguh-sungguh kepadanya, maka wajib baginya mandi.” (HR. Bukhari no. 291 dan Muslim no. 348)
Di dalam riwayat Muslim terdapat tambahan,
Walaupun tidak keluar mani.
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,
“Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang seorang laki-laki yang menyetubuhi istrinya namun tidak sampai keluar air mani. Apakah keduanya wajib mandi? Sedangkan Aisyah ketika itu sedang duduk di samping, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku sendiri pernah bersetubuh dengan wanita ini (yang dimaksud adalah Aisyah, pen) namun tidak keluar mani, kemudian kami pun mandi.” (HR. Muslim no. 350)
Imam Asy Syafi’i rahimahullah menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan “junub” dalam bahasa Arab dimutlakkan secara hakikat pada jima’ (hubungan badan) walaupun tidak keluar mani. Jika kita katakan bahwa si suami junub karena berhubungan badan dengan istrinya, maka walaupun itu tidak keluar mani dianggap sebagai junub. Demikian nukilan dari Ibnu Hajar Al Asqolani dalam Fathul Bari.[9]
Ketika menjelaskan hadits Abu Hurairah di atas, An Nawawi rahimahullah mengatakan, “Makna hadits tersebut adalah wajibnya mandi tidak hanya dibatasi dengan keluarnya mani. Akan tetapi, -maaf- jika ujung kemaluan si pria telah berada dalam kemaluan wanita, maka ketika itu keduanya sudah diwajibkan untuk mandi. Untuk saat ini, hal ini tidak terdapat perselisihan pendapat. Yang terjadi perselisihan pendapat ialah pada beberapa sahabat dan orang-orang setelahnya. Kemudian setelah itu terjadi ijma’ (kesepakatan) ulama (bahwa meskipun tidak keluar mani ketika hubungan badan tetap wajib mandi) sebagaimana yang pernah kami sebutkan.”[10]
Ketiga: Ketika berhentinya darah haidh dan nifas.
Dalil mengenai hal ini adalah hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata pada Fathimah binti Abi Hubaisy, “Apabila kamu datang haidh hendaklah kamu meninggalkan shalat. Apabila darah haidh berhenti, hendaklah kamu mandi dan mendirikan shalat.” (HR. Bukhari no. 320 dan Muslim no. 333).
Untuk nifas dihukumi sama dengan haidh berdasarkan ijma’ (kesepakatan) para ulama. Asy Syaukani rahimahullah mengatakan, “Mengenai wajibnya mandi karena berhentinya darah haidh tidak ada perselisihan di antara para ulama. Yang menunjukkan hal ini adalah dalil Al Qur’an dan hadits mutawatir (melalui jalur yang amat banyak). Begitu pula terdapat ijma’ (kesepakatan) ulama mengenai wajibnya mandi ketika berhenti dari darah nifas.”[11]
Keempat: Ketika orang kafir masuk Islam.
Mengenai wajibnya hal ini terdapat dalam hadits dari Qois bin ‘Ashim radhiyallahu ‘anhu,
“Beliau masuk Islam, lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkannya untuk mandi dengan air dan daun sidr (daun bidara).” (HR. An Nasai no. 188, At Tirmidzi no. 605, Ahmad 5/61. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Perintah yang berlaku untuk Qois di sini berlaku pula untuk yang lainnya. Dalam kaedah ushul, hukum asal perintah adalah wajib.[12] Ulama yang mewajibkan mandi ketika seseorang masuk Islam adalah Imam Ahmad bin Hambal dan pengikutnya dari ulama Hanabilah[13], Imam Malik, Ibnu Hazm, Ibnull Mundzir dan Al Khottobi[14].
Kelima: Karena kematian.
Yang dimaksudkan wajib mandi di sini ditujukan pada orang yang hidup, maksudnya orang yang hidup wajib memandikan orang yang mati. Jumhur (mayoritas) ulama menyatakan bahwa memandikan orang mati di sini hukumnya fardhu kifayah, artinya jika sebagian orang sudah melakukannya, maka yang lain gugur kewajibannya.[15] Penjelasan lebih lengkap mengenai memandikan mayit dijelaskan oleh para ulama secara panjang lebar dalam Kitabul Jana’iz, yang berkaitan dengan jenazah.
Dalill mengenai wajibnya memandikan si mayit di antaranya adalah perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Ummu ‘Athiyah dan kepada para wanita yang melayat untuk memandikan anaknya,
“Mandikanlah dengan mengguyurkan air yang dicampur dengan daun bidara tiga kali, lima kali atau lebih dari itu jika kalian anggap perlu dan jadikanlah yang terakhirnya dengan kafur barus (wewangian).” (HR. Bukhari no. 1253 dan Muslim no. 939).
Berdasarkan kaedah ushul, hukum asal perintah adalah wajib. Sedangkan tentang masalah ini tidak ada dalil yang memalingkannya ke hukum sunnah (dianjurkan). Kaum muslimin pun telah mengamalkan hal ini dari zaman dulu sampai saat ini.
Yang wajib dimandikan di sini adalah setiap muslim yang mati, baik laki-laki atau perempuan, anak kecil atau dewasa, orang merdeka atau budak, kecuali jika orang yang mati tersebut adalah orang yang mati di medan perang ketika berperang dengan orang kafir.[16]
Lalu bagaimana dengan bayi karena keguguran, wajibkah dimandikan?
Jawabannya, dapat kita lihat dari penjelasan Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin rahimahullah. Beliau berkata, “Jika bayi karena keguguran tersebut sudah memiliki ruh, maka ia dimandikan, dikafani dan disholati. Namun jika ia belum memiliki ruh, maka tidak dilakukan demikian. Waktu ditiupkannya ruh adalah jika kandungannya telah mencapai empat bulan, sebagaimana hal ini terdapat dalam hadits Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu….”[17]
Demikian pembahasan singkat ini. Insya Allah selanjutnya kita akan melanjutkan pada pembahasan tata cara mandi (al ghuslu). Semoga bermanfaat.
Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala aalihi wa shohbihi wa sallam.
Selesai disusun di Pangukan-Sleman, Kamis, 15 Jumadal Awwal 1431 H (29/04/2010)
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel www.muslim.or.id , dipublish ulang oleh www.rumaysho.com
[1] Kasyaful Qona’ ‘an Matnil Iqna’, 1/392, Mawqi’ Al Islam
[2] Wadi adalah sesuatu yang keluar sesudah kencing pada umumnya, berwarna putih, tebal mirip mani, namun berbeda kekeruhannya dengan mani. Wadi tidak memiliki bau yang khas.
Sedangkan madzi adalah cairan berwarna putih, tipis, lengket, keluar ketika bercumbu rayu atau ketika membayangkan jima’ (bersetubuh) atau ketika berkeinginan untuk jima’. Madzi tidak menyebabkan lemas dan terkadang keluar tanpa terasa yaitu keluar ketika muqoddimah syahwat. Laki-laki dan perempuan sama-sama bisa memiliki madzi. (Lihat Fatawa Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts ‘Ilmiyyah wal Ifta’, 5/383, pertanyaan kedua dari fatwa no.4262, Mawqi’ Al Ifta’)
[3] Lihat Kifayatul Akhyar fii Halli Ghoyatil Ikhtishor, Taqiyuddin Abu Bakr Asy Syafi’i, hal. 64, Darul Kutub Al ‘Ilmiyyah, tahun 1422 H.
[4] Lihat Shahih Fiqh Sunnah, Syaikh Abu Malik Kamal bin As Sayid Salim, 1/163, Al Maktabah At Taufiqiyah. Juga lihat penjelasan dalam kitab Fiqh Al Mar’ah Al Muslimah, Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin, hal. 49, Darul ‘Aqidah, tahun 1428 H.
[5] Ad Daroril Mudhiyah Syarh Ad Duroril Bahiyah, Muhammad bin ‘Ali Asy Syaukani, hal. 57, Darul ‘Aqidah, tahun 1425 H.
[6] Lihat Ad Daroril Mudhiyah, hal. 58.
[7] Ad Daroril Mudhiyah, hal. 58.
[8] Fiqh Al Mar’ah Al Muslimah, hal. 50.
[9] Lihat Fathul Bari, Ibnu Hajar Al Asqolani 1/398, Darul Ma’rifah, Beirut, 1379.
[10] Al Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Al Hajjaj, Yahya bin Syarf An Nawawi, 4/40-41, Dar Ihya’ At Turots, cetakan kedua, 1392.
[11] Ad Daroril Mudhiyah, hal. 57.
[12] Faedah dari Shahih Fiqh Sunnah, 1/167.
[13] Lihat Ad Daroril Mudhiyah, hal. 59.
[14] Lihat Shahih Fiqh Sunnah, 1/166.
[15] Lihat Shahih Fiqh Sunnah, 1/617.
[16] Lihat Shahih Fiqh Sunnah, 1/618. Catatan: Adapun orang yang mati selain di medan pertempuran dan disebut syahid (seperti orang yang mati karena tenggelam dan sakit perut), maka mereka dimandikan dan disholatkan sebagaimana orang yang mati pada umumnya. Inilah yang menjadi pendapat mayoritas ulama. (Shahih Fiqh Sunnah, 1/619)

[17] Fiqh Al Mar’ah  Al Muslimah, hal. 51.

Cara Mengetahui Haid Sudah Selesai

Terdapat 2 cara untuk mengetahui apakah haid anda sudah selesai atau belum, diantaranya adalah :

1. Apabila telah keluar cairan bening maka anda sudah siap untuk mandi wajib.
2. Berhentinya darah haid, silakan anda coba tempelkan kapas pada tempat keluarnya haid, apabila kapas tersebuh bersih tidak ada sisa darah, flek kecolkatan atau kekuningan maka anda sudah siap untuk mandi wajib.

Untuk sebagian wanita bisa diketauhi apabila ia sudah kembali suci adalah keluarnya cairan bening, namun sebagian wanita lainnya tidak melihatnya. Namun apabila daerah kewanitaan sudah mengering itu sebagaian tanda anda sudah suci dari haid. Posisi seperti ini jangan ditunda-tunda untuk mandi wajib dan kembali melaksanakan ibadah, seperti sholat, puasa, membaca Al-Qur’an.

Larangan Saat Haid

#1 Sholat
 

“Dari Aisyah RA, “Bukankah bila si wanita haid ia tidak shalat dan tidak pula puasa? Itulah kekurangan agama si wanita” (Muttafaqun ‘alaih, HR. Bukhari dan Muslim)

Bagi wanita yang sedang haid tidak boleh melaksanakan sholat, baik itu dirumah maupun di masjid, karena kondisinya dalam keadaan kotor.

“Apakah kami perlu mengqodho’ shalat kami ketika suci?” ‘Aisyah menjawab, “Apakah engkau seorang Haruri? Dahulu kami mengalami haid di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup, namun beliau tidak memerintahkan kami untuk mengqodho’nya. Atau ‘Aisyah berkata, “Kami pun tidak mengqodho’nya.” (HR. Bukhari)

#2 Memasuki Masjid
 

Dari Aisyah RA berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ku halalkan masjid bagi orang yang junub dan haidh”

Namun terdapat berbagai pendapat ulama, ada yang mengatakan boleh saja memasuki masjid namun tidak melaksanakan sholat dan tidak berpotensi mengotori masjid akibat dari kotoran haid.

#3 Memegang Mushaf Al-Qur’an

Terdapat 4 ulama mahdzab semuanya sepakat bahwa wanita yang sedang keadaan haid dilarang menyentuh mushaf Al-Qur’an.

#4 Berhubungan Suami Istri
 

“Barangsiapa yang menyetubuhi wanita haid atau menyetubuhi wanita di duburnya, maka ia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

“Lakukanlah segala sesuatu (terhadap wanita haid) selain jima’ “(HR. Muslim)

Pada hadits tersebut sudah jelas adanya larangan bersetubuh pada saat istri sedang haid, adapun larangan lain bersetubuh pada dubur.

#5 Puasa
 

“Hadist Muadzah bertanya kepada Aisyah RA, ‘Kenapa gerangan wanita yang haid mengqadha’ puasa dan tidak mengqadha’ shalat?’ Maka Aisyah menjawab, ‘Apakah kamu dari golongan Haruriyah? ‘ Aku menjawab, ‘Aku bukan Haruriyah, akan tetapi aku hanya bertanya.’ Dia menjawab, ‘Kami dahulu juga mengalami haid, maka kami diperintahkan untuk mengqadha’ puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqadha’ shalat’” (HR. Muslim)

Larangan puasa bagi seorang wanita yang sedang haid atau menstruasi sudah sangat jelas pada hadtis tersebut, apabila anda mengalami haid ketika bulan ramadhan maka anda diwajibkan untuk membayarnya dilain waktu dengan melaksanakan puasa qadha.

#6 Tawaf
 

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan kepada Aisyah,  “Lakukanlah segala sesuatu yang dilakukan orang yang berhaji selain dari melakukan thawaf di Ka’bah hingga engkau suci.”  (HR. Bukhari dan Muslim)

Q & A

Q : Bolehkah wanita haid membaca Al-Qur’an?
A : Boleh, dengan cara membacanya di hp / komputer. Karena hp / komputer bukan termasuk mushaf maka diperbolehkan.
Yang tidak boleh membaca Al-Qur’an adalah seseorang yang sedang junub. Haid dan junub jelas berbeda ya.

Q : Bolehkah wanita haid berdzikir?
A : Boleh

Q : Bolehkah wanita haid membaca ayat kursi?
A : Boleh

Walaupun anda sedang haid bisa melakukan berdzikir untuk tetap mendapatkan amalan.

Amalan Doa Saat Haid

Saat haid anda diperbolehkan untuk berdoa dan berdzikir, seperti doa makan, doa tidur, doa naik kendaraan, dll. Namun pada saat anda haid anda bisa dengan membaca dzikir untuk menambah amalan.

Ada pelajaran yang amat menarik dari Ibnul Qayyim rahimahullah. Dalam kitab beliau Al Wabilush Shoyyib, juga kitab beliau lainnya yaitu Madarijus Salikin dan Jala-ul Afham dibahas mengenai berbagai jenis dzikir.

Dari situ kita dapat melihat bahwa dzikir tidak terbatas pada bacaan dzikir seperti tasbih (subhanallah), tahmid (alhamdulillah) dan takbir (Allahu akbar) saja. Ternyata dzikir itu lebih luas dari itu. Mengingat-ingat nikmat Allah juga termasuk dzikir. Begitu pula mengingat perintah Allah sehingga seseorang segera menjalankan perintah tersebut, itu juga termasuk dzikir. Selengkapnya silakan simak ulasan berikut yang kami sarikan dari penjelasan beliau rahimahullah.

Macam Macam Dzikir

Dzikir memiliki 3 jenis Jenis Pertama:

Dzikir dengan mengingat nama dan sifat Allah serta memuji, mensucikan Allah dari sesuatu yang tidak layak bagi-Nya.

Dzikir jenis ini ada dua macam:
Macam pertama: Menyanjung Allah seperti mengucapkan
“subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar”
“subhanallah wa bihamdih”
“laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir”.

Dzikir dari macam pertama ini yang utama adalah apabila dzikir tersebut lebih mencakup banyak sanjungan dan lebih umum seperti ucapan “subhanallah ‘adada kholqih” (Maha suci Allah sebanyak jumlah makhluk-Nya). Ucapan dzikir ini lebih afdhol dari ucapan “subhanallah” saja.

Macam kedua: Menyebut konsekuensi dari nama dan sifat Allah atau sekedar menceritakan tentang Allah. Contohnya adalah seperti mengatakan, “Allah Maha Mendengar segala yang diucapkan hamba-Nya”, “Allah Maha Melihat segala gerakan hamba-Nya, “tidak mungkin perbuatan hamba yang samar dari  penglihatan Allah”, “Allah Maha menyayangi hamba-Nya”, “Allah kuasa atas segala sesuatu”, “Allah sangat bahagia dengan taubat hamba-Nya.”

Dan sebaik-baik dzikir jenis ini adalah dengan memuji Allah sesuai dengan yang Allah puji pada diri-Nya dan memuji Allah sesuai dengan yang Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam memuji-Nya, yang di mana ini dilakukan tanpa menyelewengkan, tanpa menolak makna, tanpa menyerupakan atau tanpa memisalkan-Nya dengan makhluk.

Jenis Kedua:

Dzikir dengan mengingat perintah, larangan dan hukum Allah.

Dzikir jenis ini ada dua macam:
Macam pertama: Mengingat perintah dan larangan Allah, apa yang Allah cintai dan apa yang Allah murkai.
Macam kedua: Mengingat perintah Allah lantas segera menjalankannya dan mengingat larangan-Nya lantas segera menjauh darinya.

Jika kedua macam dzikir (pada jenis kedua ini) tergabung, maka itulah sebaik-baik dan semulia-mulianya dzikir. Dzikir seperti ini tentu lebih mendatangkan banyak faedah. Dzikir macam kedua (pada jenis kedua ini), itulah yang disebut fiqih akbar. Sedangkan dzikir macam pertama masih termasuk dzikir yang utama jika benar niatnya.

Jenis ketiga:
  • Dzikir dengan mengingat berbagai nikmat dan kebaikan yang Allah beri.
  • Dzikir dengan Hati dan Lisan
  • Dzikir bisa jadi dengan hati dan lisan. Dzikir semacam inilah yang merupakan seutama-utamanya dzikir.
  • Dzikir kadang pula dengan hati saja. Ini termasuk tingkatan dzikir yang kedua.
  • Dzikir kadang pula dengan lisan saja. Ini termasuk tingkatan dzikir yang ketiga.

Sebaik-baik dzikir adalah dengan hati dan lisan. Jika dzikir dengan hati saja, maka itu lebih baik dari dzikir yang hanya sekedar di lisan. Karena dzikir hati membuahkan ma’rifah, mahabbah (cinta), menimbulkan rasa malu, takut, dan semakin mendekatkan diri pada Allah. Sedangkan dzikir yang hanya sekedar di lisan tidak membuahkan hal-hal tadi.

 
Pelajaran

Jika kita perhatikan dengan seksama apa yang disampaikan oleh Ibnul Qayyim di atas, dapat kita simpulkan bahwa duduk di majelis ilmu yang membahas bagaimana mengenal Allah melalui nama dan sifat-Nya, bagaimana mengetahui secara detail hukum-hukum Allah berupa perintah dan larangan-Nya, itu semua termasuk dzikir. Bahkan jika sampai ilmu itu membuahkan seseorang bersegera taat pada Allah dan menjauhi larangan-Nya, itu bisa menjadi dzikir yang utama sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnul Qayyim sebagai fiqih akbar. Namun jika sekedar mengilmuinya saja, itu pun sudah termasuk dzikir. Itu berarti bukan suatu hal yang sia-sia jika seseorang berlama-lama duduk di majelis ilmu untuk mendengarkan nasehat para ulama yang di mana di dalamnya dibahas hal yang lebih detail tentang Allah, dibahas pula berbagai perintah dan larangan-Nya. Ini sungguh merupakan dzikir yang amat utama.

Semoga Allah menganugerahkan pada kita semangat dan keistiqomahan untuk terus belajar dan tidak lalai dari dzikir pada-Nya.

Referensi:
Al Wabilush Shoyyib, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, tahqiq: ‘Abdurrahman bin Hasan bin Qoid, terbitan Dar ‘Alam Al Fawaid, hal. 216-221.

Hukum Mandi Wajib

Hukum mandi wajib adalah wajib (namanya juga wajib yang artinya harus). Jangan menunda untuk mandi wajib / junub, karena apabila menunda kita tidak bisa melaksanakan berbagai macam ibadah seperti sholat, puasa, membaca mushaf Al-Qur’an, dll akibat diri kita yang masih kotor.

Wajibkah Mandi Wajib Apabila Melakukan Masturbasi

Pertanyaan:
Apakah perbuatan masturbasi diperbolehkan oleh agama? Apakah wajib mandi bagi pelaku masturbasi bila orgasme karena masturbasi, selama masturbasi vagina tetap kering tidak mengeluarkan apa pun/lendir? Apakah wajib mandi bagi kami jika berhubungan dengan menempel-nempelkan alat kelamin tanpa adanya “intercourse” dan tidak orgasme, atau dengan “intercourse” tapi tidak sampai orgasme?
Apa hukumnya bila melakukan masturbasi dengan sengaja di bulan Ramadhan waktu siang hari?
Jawaban:
Perbuatan onani (masturbasi), sangat jelas merupakan perilaku buruk. Hukumnya haram sebab merupakan jalur yang salah dalam pelampiasan hasrat seksual. Allah hanya menghalalkan pelampiasan hasrat seksual lewat dua jalur, pernikahan atau tasarri (berhubungan dengan budak wanita milik sendiri). Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-Mukminun: 5–7)
Dengan dasar ayat di atas, masturbasi dilarang dalam Islam. Inilah pendapat yang benar.
Syekh Al-Albani menyatakan, “Yang benar adalah pendapat yang mengharamkannya.”
Di antara ulama ada yang memerinci hukum masturbasi ini, dengan menyatakan bahwa:
– Jika istimna’ dilakukan oleh tangan istri, hukumnya boleh berdasarkan ijma’.
– Jika dilakukan oleh tangan perempuan lain atau seorang lelaki memasukkan jarinya ke dalam kemaluan wanita, hukumnya disepakati haram.
– Jika dikerjakan seorang laki-laki demi mencari kenikmatan, untuk menggantikan posisi istri atau budak wanita, hukumnya haram.
– Jika dikerjakan untuk mengikis gejolak syahwatnya, hukumnya haram.
– Jika dilakukan untuk menghindari diri dari bahaya zina atau liwath (homoseksual) yang benar-benar atau hampi-hampir terjadi, maka hukumnya diperbolehkan, tetapi jika setelah mencoba usaha berpuasa, mengalahkan bisikan jiwa dan bertakwa kepada Allah.
Sebagai akibatnya, tentunya pelaku masturbasi akan mengalami dua keadaan, yaitu bisa dengan keluarnya air mani dan bisa juga tanpa keluar. Ini tentunya mengakibatkan munculnya permasalahan kedua, yaitu apakah diwajibkan bagi pelaku masturbasi melakukan mandi junub?
Perlu diketahui, kewajiban mandi junub disebabkan dua hal.
Yang pertama, keluarnya air mani (sperma) baik laki-laki atau wanita, baik keduanya karena intercourse atau tidak. Hal ini didasarkan pada hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Sesungguhnya air itu disebabkan oleh air.” (HR. Muslim)
Maksudnya, mandi junub itu ada apabila keluar air mani.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah berkata kepada Ali, “Apabila kamu mengeluarkan air mani maka mandilah.” (HR. Abu Daud)
Juga hadits Ummu Salamah, “Ummu Sulaim datang menjumpai Nabi shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, sungguh Allah tidak malu dari kebenaran. Apakah wanita wajib mandi jika dia “bermimpi” (mimpi basah)? Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Ya, apabila melihat (mendapatkan) air maninya.” (Muttafaqun ‘alaihi)
Yang kedua, persentuhan dua alat kelamin atau intercourse, baik keluar maninya atau tidak, dengan dasar hadits Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila seseorang telah duduk di antara empat cabang wanita (kedua lengan dan pahanya) kemudian ‘menyuguhinya’ (intercourse) maka ia wajib mandi.” (Muttafaqun ‘alaihi)
Dalam riwayat Muslim ada tambahan kata, “…walaupun air maninya tidak keluar.”
Dengan demikian, persoalan ini dapat kita perinci:
1. Bila air maninya tidak keluar atau vagina sang wanita kering (tidak basah) seperti yang dinyatakan, maka tidak wajib mandi.
2. Bila hanya menempelkan saja tanpa intercourse, dan air maninya tidak keluar, maka yang bersangkutan tidak wajib mandi.
3. Bila air maninya keluar, walaupun tanpa intercourse, maka ia wajib mandi.
4. Bila terjadi intercourse maka wajib mandi walaupun air maninya tidak keluar.
Lalu muncul juga pertanyaan ketiga, bagaimana bila dilakukan di bulan Ramadhan?
Untuk menjawabnya, perlu diperhatikan bahwa masturbasi dilakukan pada siang hari Ramadhan, tidak lepas dari dua keadaan:
1. Melakukannya hingga mengeluarkan mani, maka hal ini membatalkan puasa.
2. Tidak sampai mengeluarkan air mani, maka hal itu tidak membatalkannya
Ibnu Qudamah menyatakan, “Seandainya seseorang melakukan onani (masturbasi) dengan tangannya, maka ia telah melakukan perbuatan terlarang, namun itu tidak membatalkan puasa, kecuali bisa sampai mengeluarkan air mani. Apabila ia mengeluarkan air mani maka puasanya batal, karena itu sama dengan hukum berciuman yang membangkitkan syahwat birahi.”
Demikian juga fatwa Syekh Bin Baz (Mufti Agung Saudi Arabia terdahulu), beliau menyatakan,
“Masturbasi di siang hari puasa membatalkan puasa apabila disengaja dan mengeluarkan air mani. Wajib atasnya meng-qadha puasanya apabila puasa wajib dan wajib juga bertobat kepada Allah, karena masturbasi tidak boleh dalam keadaan puasa dan tidak puasa.”
Hal ini pun dikuatkan dengan pernyataan Syekh Ibnu Utsaimin. Beliau menyatakan bahwa bila seseorang melakukan masturbasi di siang hari bulan Ramadhan maka hal itu membatalkan puasanya, dan wajib baginya bertobat dari perbuatan tersebut dan bertobat karena ia telah merusak puasanya, serta wajib mengganti puasa hari itu pada hari lainnya.
Demikian jawaban kami, mudah-mudahan Allah memudahkan Saudari meninggalkan kebiasaan tersebut dan kembali ke dalam ketaatan kepada Allah.
Sumber: Majalah Nikah, Vol. 6, No. 1, 2007.
(Dengan beberapa pengubahan tata bahasa oleh redaksi www.konsultasisyariah.com)

Bolehkah Puasa Tanpa Mandi Wajib?

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,
Salah satu diantara pertanyaan yang sangat sering nyangkut di KonsultasiSyariah.com, ketika orang junub di malam hari ramadhan, baik karena mimpi basah maupun karena hubungan badan, atau karena onani, kemudia belum madi hingga masuk subuh, apakah puasanya sah. Kasus yang sering terjadi, mereka junub di malam hari dan ketiduran, kemudian bangun sudah masuk subuh.
Karena ketidak tahuannya, ada sebagian orang yang enggan puasa karena belum mandi junub ketika masuk subuh. Yang lebih parah lagi, ada yang tidak shalat subuh karena melanjutkan tidur hingga pagi hari. Padahal semua tindakan ini, meninggalkan shalat atau tidak puasa tanpa alasan, adalah dosa sangat besar. Sementara, belum mandi ketika masuk waktu subuh, BUKAN alasan yang membolehkan seseorang meninggalkan puasa. Dan meninggalkan puasa tanpa asalan yang benar mendapatkan acaman sangat keras, sebagaimana keterangan di: Hukum Membatalkan Puasa Tanpa Alasan
Belum Mandi Ketika masuk Waktu Subuh
Bukanlah syarat sah berpuasa, seseorang harus suci dari hadats besar atau kecil. Ini berbeda dengan shalat atau thawaf di ka’bah. Orang yang hendak shalat atau thawaf, harus suci dari hadats besar maupun kecil. Dan jika terjadi hadats di tengah-tengah shalat maka shalatnya batal. Lain halnya dengan puasa, suci dari hadats bukanlah syarat sah puasa. Tidak bisa kita bayangkan andaikan puasa harus suci hadi hadats, tentu semua orang yang puasa akan sangat kerepotan. Karena mereka tidak boleh kentut atau buang air selama berpuasa.
Oleh karena itu, orang yang junub dan belum mandi hingga subuh, tidak perlu khawatir, karena semacam ini tidaklah mempengaruhi puasanya. Dalil pokok masalah ini adalah hadis dari Aisyah dan Ummu Salamah radhiallahu ‘anhuma; mereka menceritakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki waktu subuh, sementara beliau sedang junub karena berhubungan dengan istrinya. Kemudian, beliau mandi dan berpuasa.” (HR. Bukhari 1926 dan Turmudzi 779).
At-Tumudzi setelah menyebutkan hadis ini, beliau mengatakan, Inilah yang dipahami oleh mayoritas ulama di kalangan para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan yang lainnya. Dan ini merupakan pendapat Sufyan At-Tsauri, As-Syafi’i, Ahmad, dan Ishaq bin Rahuyah. (Sunan At-Turmudzi, 3/140).
Bolehkah Sahur dalam Kondisi Junub?
Ketika ada orang junub bangun tidur di penghujung malam, dia berada dalam keadaan harus memilih antara mandi dan sahur, apa yang harus didahulukan?
Dari penjelasan di atas, kita punya kesimpulan bahwa mandi junub tidak harus dilakukan sebelum subuh. Orang boleh mandi junub setelah subuh, dan puasanya tetap sah. Sementara sahur, batas terakhirnya adalah subuh. Seseorang tidak boleh sahur setelah masuk waktu subuh. Dengan menimbang hal ini, seseorang memungkinkan untuk menunda mandi dan tidak mungkin menunda sahur. Karena itu, yang mungkin dia lakukan adalah mendahulukan sahur dan menunda mandi.
Hanya saja, sebelum makan sahur, dianjurkan agar berwudhu terlebih dahulu. Sebagaimana keterangan dari Aisyah radhiallahu ‘anha, beliau mengatakan, “Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berada dalam kondisi junub, kemudian beliau ingin makan atau tidur, beliau berwudhu sebagaimana wudhu ketika hendak shalat.” (H.r. Muslim, 305).
Jika Hendak Shalat Subuh, Mandi Dulu
Perhatikan, jangan sampai kondisi junub ketika puasa membuat anda meninggalkan shalat subuh, disebabkan malas mandi. Karena meninggalkan shalat adalah dosa yang sangat besar. Sebelum shalat, mandi dulu, karena ini syarat sah shalat.
Allah berfirman, “Jika kalian dalam keadaan junub, bersucilah..” (QS. Al-Maidah: 6)
Demikian, semoga bermanfaat.
Allahu a’lam
Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Mandi Junub Harus Menggunakan Shampo dan Sabun?

Apakah boleh mandi junub tanpa pake sabun atau shampo. Misalnnya pas di perjalanan tidak bawa sabun atau shampo. Thank’s
Jawaban:
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,
Rukun mandi besar ada dua:
Niat melakukan mandi besar, sesuai latar belakang dia melakukan mandi. Jika dia mandi besar karena junub, maka dia berniat mandi untuk menghilagkan hadats besar. Dan jika dia mandi besar untuk jumatan, maka dia berniat mandi hari jumat.
Membasahi seluruh badan dengan air, dari ujung rambut kepala sampai ujung kaki.
(al-Wajiz fi Fiqh as-Sunah, hlm. 51).
Mengenai tata cara membasahi seluruh badan dengan air, ada riwayat dari Aisyah dan Maimunah yang menceritakan cara Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi. Selengkapnya bisa anda pelajari di: Cara Mandi Wajib
Dalam penjelasannya, Aisyah mengatakan, kemudian menyiramkan air ke atas kepalanya dengan cidukan kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengguyurkan air ke seluruh badannya.” (HR. Bukhari no. 248 dan Muslim no. 316)
Demikian pula yang diceritakan Maimunah. Beliau mengatakan, Kemudian beliau membasuh kepalanya tiga kali dan mengguyur seluruh badannya. Selanjutnya, beliau bergeser dari posisi semula lalu mencuci kedua kakinya (di tempat yang berbeda).” (HR. Bukhari no. 265 dan Muslim no. 317)
Dalam hadis di atas, tidak ada penjelasan mengenai alat pembersih yang digunakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Seperti daun bidara. Karena itu, bukan syarat mandi wajib, harus menggunakan sabun atau shampo.
Lajnah Daimah – lembaga fatwa Saudi – pernah ditanya menyenai hukum menggunakan sabun atau alat pembersih lainnya ketika mandi besar.
Jawaban Lajnah, Yang wajib ketika mandi junub adalah menggunakan air, dan tidak wajib menggunakan alat pembersih seperti sabun atau semacamnya. Demikian seperti yang dijelaskan dalam sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Meskipun ketika seseorang menggunakan sabun atau alat pembersih lainnya , hukumnya dibolehkan. (Fatawa Lajnah Daimah, 5/315).
Kesimpulannya:
Mandi junub boleh dilakukan tanpa sabun maupun shampo, dengan syarat semua anggota tubuh basah.
Allahu a’lam.
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Mandi Wajib Ketika Sakit

Assalamu alaikum ustadz.
apabila seseorang tdk bisa mandi wajib krn sakit, tapi dia bisa berwudhu, apakah dia berwudhu atau bertayammum? Syukran.
Dari Muhammad Salim via Tanya Ustadz for Android
Jawaban:
Wa alaikumus salam wa rahmatullah
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,
Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka wudhulah: basuhlah mukamu dan tanganmu sampai siku, dan usaplah kepalamu dan basuh kakimu sampai kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air atau berhubungan badan dengan wanita, lalu kamu tidak mendapatkan air, maka bertayammumlah dengan tanah yang suci; usaplah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu.” (QS. Al-Maidah: 6).
Ayat dia atas menjelaskan tata cara bersuci dalam islam. Allah sebutkan, bahwa cara bersuci ada 2:
a. Wudhu bagi orang yang mengalami hadats kecil
b. Mandi besar bagi orang yang mengalami hadats besar
Kemudian Allah sebutkan dua keadaan yang menyebabkan seseorang tidak memungkinkan menggunakan air,
a. Karena sakit
b. Karena tidak menjumpai air ketika safar
Ketika mengalami kondisi semacam ini, Allah perintahkan untuk mengganti kewajiban wudhu dan mandi besar dengan tayamum,
”jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air atau berhubungan badan dengan wanita, lalu kamu tidak mendapatkan air, maka bertayammumlah..”
Karena itu, yang benar, mandi junub tidak diganti dengan wudhu, namun diganti dengan tayamum. Anggapan orang bahwa jika tidak mampu mandi junub diganti dengan wudhu adalah anggapan yang menyalahi ayat di atas.
Kemudian, seusai tayamum, dia bisa langsung shalat dan tidak diperintahkan untuk tayamum kedua. Kecuali jika dia batal, maka dia ulangi tayamum untuk menghilangkan hadats kecilnya.
Disamping ayat di atas, terdapat beberapa hadis yang menjelaskan hal ini. Diantaranya,
Pertama, keterangan Imran bin Husain radhiyallahu ‘anhu, dalam sebuah hadis panjang,
Dalam sebuah safar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengimami shalat subuh. Seusai shalat, beliau melihat ada satu sahabat yang menyendiri dan tidak ikut jamaah. Beliaupun menghampirinya.
“Mengapa kamu tidak ikut shalat jamaah bersama kami?” tanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
”Saya sedang junub, sementara tidak ada air.” Jawab sahabat.
Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
”Kamu gunakan tanah untuk tayamum. Itu cukup bagimu.” (HR. Bukhari 344, Nasai 321 dan yang lainnya).
Kedua, hadis Ammar bin Yasir
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutusku untuk satu keperluan penting. Kemudian aku mengalami junub dan aku tidak menjumpai air. Akhirnya aku bergulung-gulung di tanah seperti binatang.
Sesampainya di Madinah, aku sampaikan hal itu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau menyarankan tayamum,
Sebenarnya kamu cukup melakukan seperti ini: beliau menepukkan kedua telapak tangannya di tanah, kemudian beliau meniupnya dan mengusapkannya ke kedua telapak tangannnya, kemudian mengusapkan ke wajahnya. (HR. Bukhari 347 dan Muslim 368)
Catatan:
Orang junub yang tidak bisa mandi karena tidak memiliki air, dia wajib mandi setelah menemukan air.
Dalam hadis Imran bin Husain di atas, setelah rombongan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki banyak air, beliau memberikan seember air kepada sahabat yang junub agar digunakan untuk mandi. Sahabat menceritakan,
Hingga akhirnya, beliau berikan seember air kepada orang yang tadi mengalami junub, dan bersabda ”Ambil ini dan gunakan untuk mandi.”(Bukhari 344).
Kita tahu, orang ini sudah diperintahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk tayamum ketika hendak shalat subuh.
Imam Ibnu Utsaimin ketika menjelaskan hadis ini, mengatakan,
Hadis ini dalil bahwa tayamum bisa menggantikan air. Akan tetapi, jika dia menemukan air, dia wajib menggunakannya. Karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan orang ini untuk mandi, padahal dia tidak mengalami junub yang kedua. Inilah pendapat yang kuat diantara pendapat ulama. (Majmu’ Fatawa wa Rasail, Ibnu Utsaimin, Jilid 11, Bab Tayamum).
Demikian,
Allahu a’lam.

Hukum Mandi Wajib di Kolam Renang

Assalamu’aikum Ustadz, bagaimana cara mandi wajib/junub jika di sungai atau empang? (bukan di kamar mandi). Apa stlh baca niat langsung nyemplung aja. Syukron
Dari Boy
Jawaban:
Wa alaikumus salam
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,
Para ulama menyebutkan bahwa mandi wajib ada 2 hukum,
Mandi wajib yang sempurna (al-Ghaslu al-Kamil)
Mandi wajib yang memiliki status minimal sah sebagai mandi wajib (al-Ghaslu al-Mujzi’)
Pertama, al-Ghaslu al-Kamil, mandi wajib yang nilainya sempurna.
Itulah mandi wajib yang memenuhi semua rukun dan sunah-sunah dalam mandi. Cara mandi wajib yang sempurna, bisa anda pelajari di: Cara Mandi Wajib
dan ciri khas mandi wajib yang sempurna, sebelumnya didahului dengan membersihakn organ intim kemudian dilanjutkan dengan wudhu.
Kedua, al-Ghaslu al-Mujzi’, yaitu mandi yang memiliki status minimal sah.
Itulah mandi junub yang HANYA memenuhi bagian yang menjadi rukun saja, tanpa melakukan sunah-sunah mandi.
Dan rukun mandi ada 2 (Fiqh Sunah, Sayid Sabiq, 1/72):
Niat untuk membersihkan hadats besar atau berniat untuk mandi besar
Membasahi seluruh tubuh dengan air, dari ujung rambut hingga ujung kaki
Al-Mubarokfuri menukil beberapa keterangan ulama, Para ulama mengatakan, ketika orang yang junub membasahi dirinya ke dalam air, dan tidak wudhu maka mandinya sah. Artinya, wudhu itu tidak wajib dalam mandi junub. Ini adalah pendapat as-Syafii, Ahmad, Ishaq, Abu Hanifah dan ulama madzhab hanafiyah. as-Syafii dalam al-Umm mengatakan, ‘Allah mewajibkan mandi secara mutlak. Tanpa menyebutkan sesuatu yang harus dikerjakan sebelumnya. Karena itu, apapun cara yang dilakukan orang yang mandi junub maka mandinya sah, selama dia membasahi seluruh tubuhnya.’
Al-Mubarokfuri juga menukil keterangan adanya ijma ulama, Ibnu Abdil Bar mengatakan, hadis A’isyah adalah hadis terbaik yang menjelaskan masalah tata cara mandi. Namun jika seseorang tidak wudhu sebelum mandi, akan tetapi dia membasahi seluruh badannya dan kepalanya, serta berniat mandi junub, maka dia telah melakukan mandi junub yang sah, tanpa ada perbedaan pendapat ulama. Akan tetapi mereka sepakat, bahwa dianjurkan wudhu sebelum mandi.
(Tuhfah al-Ahwadzi, 1/299)
Berdasarkan keterangan di atas, orang yang junub kemudian dia mandi di kolam renang atau di empang atau dia mengguyur air ke seluruh badannya, selama diiringi niat untuk mandi besar maka sah mandinya dan suci dari hadas besar.
Allahu a’lam
Dijawab oleh: Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Setelah Mandi Wajib Apakah Masih Harus Wudhu?

Pertanyaan:
Setelah kita mandi wajib, apakah masih perlu berwudhu?
Jawaban:
Seseorang yang ingin mengerjakan shalat setelah melaksanakan mandi junub secara syar’i, sebagaimana yang dituntunkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak wajib berwudhu lagi. Alasannya, apabila seseorang bersuci dari hadats besar, maka otomatis dia juga bersuci dari hadats kecil yang mengenainya.
Dari Aisyah, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi, lalu shalat dua rakaat, dan saya tidak melihat beliau berwudhu lagi setelah mandi.” (Hr. Abu Daud: 259, Ahmad 6/119 dengan sanad shahih)
Hal ini berlaku bagi yang sudah berwudhu saat mandi janabat, maupun belum berwudhu saat mandinya. (Lihat: Shahih Fiqhus Sunnah, Syekh Abu Malik: 1/181)
Wallahu a’alam.
Dijawab oleh Ustadz Abu Ibrohim Muhammad Ali pada Majalah Al-Furqon, edisi 12, tahun ke-7, 1430 H/2009 M.
Hanya Allah yang memberikan taufik, Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi teman teman semua.

Bacaan shalat jenazah dalam bahasa arab

Setiap manusia memiliki umur hidup di dunia ini, mereka akan ditanya waktunya digunakan untuk apa. Dan amal yang telah kita kerjakan didunia akan mendapatkan balasannya. begitu pula kejahatan yang kita perbuatan di dunia ini. pasti akan mendapatkan balasannya juga.

Setiap mahkluk hidup pasti akan yang merasakan namanya kematian, maka daripada itu kita sebagai manusia. Ingatlah kematian, karena suatu saat nanti kita akan merasakannya juga.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ ». يَعْنِى الْمَوْتَ.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan”, yaitu kematian”. (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Tirmidzi).


Dibawah ini adalah panduan shalat jenazah sesuai sunnah, arab, latin, dan artinya serta disediakan cara mengubur jenazah.

Posisi Sholat Jenazah

Jika jenazah wanita imam berada ditengah.
Jika jenazahnya laki laki maka imam lurus dengan kepala.

Syarat Wajib Shalat Jenazah

  1. Jenazah harus tertutup auratnya
  2. Mayit harus di mandikan dan disucikan dari najis / hadas besar
  3. Mayit sudah dikafani
  4. Letak Mayit / Jenazah sebelah kiblat orang yang menyalatinya, kecuali jika shalat dikerjakan di atas kubur atau Sholat Ghaib.

Rukun Shalat Jenazah

Rukun shalat jenazah ada tujuh (7), yaitu:

  1. Niat.
  2. Empat kali takbir.
  3. Berdiri bagi orang yang mampu.
  4. Membaca Surat Al-Fatihah.
  5. Membaca shalawat atas Nabi sallallahu alaihi wasallam setelah takbir yang kedua.
  6. Doa untuk jenazah setelah takbir yang ketiga.
  7. Salam.

Niat Sholat Jenazah

Lafadz Niat Shalat Jenazah Untuk Laki-Laki
 
اُصَلِّى عَلَى هَذَاالْمَيِّتِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى
USHOLLI  ‘ALAA  HAADZALMAYYITI  ARBA’A  TAKBIRAATIN  FARDHOL  KIFAAYATI MA’MUUMAN-LILLAAHI TA’AALA.
Artinya :
Saya niat (mengerjakan) shalat atas mayit ini empat kali takbir fardhu kifayah karena menjadi makmum karena Allah Ta’ala.
Lafadz Niat Shalat Jenazah Untuk Perempuan
 
اُصَلِّى عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى
USHOLLI ‘ALAA HAADZIHIL MAYYITATI  ARBA’A  TAKBIRAATIN  FARDHOL  KIFAAYATI MA’MUUMAN  LILLAAHI  TA’AALA.
Artinya :
Saya niat shalat atas mayit perempuan ini empat kali takbir fardhu kifayah karena menjadi makmum karena Allah Ta’ala.

Bacaan Doa Sholat Jenazah

Sholat jenazah terdapat 5 takbir.

1. Setelah Takbir pertama membaca:

Surat “Al Fatihah.”
*****
2. Setelah Takbir kedua membaca Shalawat kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam :

ALLAHUMMA SHOLLI ALAA MUHAMMAD WA ALA AALI MUHAMMAD, KAMAA SHOLAITA ALA IBROOHIIM WA ALA AALI IBROOHIIM. INNAKA HAMIIDUN MAJIID

ALLAHUMMA BAARIK ALA MUHAMMAD WA ALA AALI MUHAMMAD, KAMAA BAAROKTA ALA IBROOHIIM WA ALA AALI IBROOHIIM. INNAKA HAMIIDUN MAJIID

*****

3. Setelah Takbir Ketiga membaca:

ALLAHUMMAGH FIRLA-HU (HAA) WAA WARHAM-HU (HAA) WA’AAFI-HI(HAA) WA’FU AN-HU (HAA)
“Ya Allah, ampunilah dia, berilah rahmat, sejahtera dan maafkanlah dia.”
Catatan : Jika jenazah wanita, lafazh ‘HU/HI’ diganti ‘HAA’.

atau versi yang lebih lengkap

 
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ

ALLAAHUMMAGHFIR LA-HU (HAA) WARHAM-HU (HAA) WA’AFI-HI (HAA)WA’FU ‘AN-HU (HAA), WA AKRIM NUZUULA-HU (HAA), WAWASSI’ MADKHOLA-HU (HAA), WAGHSIL-HU (HAA) BIL MAA-I WATS TSALJI WAL-BARADI, WANAQQI-HI (HAA) MINAL KHATHAYAAYAA KAMAA YUNAQQATS TSAUBUL ABYAD-HU (HAA) MINAL DANASI, WA ABDIL-HU (HAA) DAARAN KHAIRAN MIN DAARI-HI (HAA), WA AHLAN KHAIRAN MIN AHLI-HI (HAA), WA ZAUJAN KHAIRAN MIN ZAU-JI-HI (HAA), WAQI-HI (HAA) FITNATAL QABRI WA’ADZABAN NAARI.

“Ya Allah, Ampunilah dia (mayat) berilah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah dia dan tempatkanlah di tempat yang mulia (Surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (atau istri di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya), dan masukkan dia ke Surga, jagalah dia dari siksa kubur dan Neraka.” (HR. Muslim no. 963)

Catatan : Jika jenazah wanita, lafazh ‘HU/HI’ diganti ‘HAA’.
*****
4. Setelah Takbir Keempat:

Setelah takbir keempat terdapat 2 pilihan, bisa langsung salam. Bisa juga mendoakan kebaikan bagi keluarga jenazah. Salah satu doa yang di ajarkan ulama ada di bawah ini. berikut doa sholat jenazah takbir ke 4.

ALLAHUMMA LA TAHRIM NAA AJRAHU WALAA TAFTINNAA BA’DAHU WAGHFIRLANAA WALAHU

 Ya Allah janganlah kami tidak Engkau beri pahalanya, dan janganlah Engkau beri fitnah kepada kami sesudahnya, dan berilah ampunan kepada kami dan kepadanya

Catatan : Jika jenazah wanita, lafazh ‘HU/HI’ diganti ‘HAA’.
 *****
5. “Salam” kekanan dan kekiri (pada posisi berdiri).

Doa Sholat Jenazah Anak-Anak (Belum Baligh)

Adanya perbedaan bacaan doa untuk jenazah dewasa dan anak yang belum baligh. Sebagian orang punya anggapan bacaan jenazah dewasa dan anak kecil harus berbeda dengan alasan anak kecil yang belum baligh belum punya dosa.

Sedangkan sholat jenazah pada umumnya setelah takbir ketiga isinya meminta ampun kepada Allah, agar Allah mengampuni dosanya mayit.

Maka sebagian orang punya anggapan untuk jenazah anak kecil belum mempunyai dosa dan tidak cocok menggunakan doa itu. Ternyata pada zaman nabi anggapan seperti ini sudah ada, namun anggapan seperti ini adalah anggapan yang tidak sepenuhnya benar.

Apabila jenazah anak kecil diperbolehkan menggunakan bacaan sholat jenazah seperti halnya orang dewasa.

Namun jika anda ingin menghafal doa khusus mayit anak-anak bisa menghafalnya berikut ini.

Doa khusus untuk mayit anak-anak (Baca setelah takbir ketiga) :

اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ لَنَا فَرَطًا وَسَلَفًا وَأَجْرًا
ALLAHUMMAJ’AHU LANAA FAROTHON WA SALAFAN WA AJRON

“Ya Allah, Jadikan kematian anak ini sebagai simpanan pahala dan amal baik serta pahala buat kami”. (HR. Bukhari secara mu’allaq -tanpa sanad- dalam Kitab Al-Janaiz, 65 bab Membaca Fatihatul Kitab Atas Jenazah 2: 113)

Shalat Jenazah Janin yang Keguguran

Terdapat 2 jenis shalat jenazah dalam kondisi keguguran :
1. Keguguran setelah ruh ditiupkan (diatas 4 bulan 10 hari)
2. Keguguran sebelum ruh ditiupkan (dibawah 4 bulan 10 hari)

Jika pada janin masuk dalam nomor 1, janin tersebut berhak mendapatkan shalat jenazah (ada kewajiban shalat jenazah untuk janin)

Jika janin dibawah 4 bulan 10 hari maka janin langsung saja dimakam kan tanpa perlu di shalatkan.

Bagaimana Sholat Jenazah Banyak?

Shalat jenazah untuk mayat banyak dapat dilaksanakan satu persatu untuk tiap-tiap mayat maupun dengan satu kali shalat untuk mayat banyak. Dalam hal ini lebih utama bila dilaksanakan jadi satu sehingga pemakaman dapat segera dilaksanakan. (Al Majmu’: V/225-226).

Doa Setelah Sholat Jenazah

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam mencontohkan kita untuk berdoa bagi kebaikan mayat dalam shalat jenazah dan setelah dikubur.

Banyak sahabat Radhiyallahu anhum yang dishalatkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun tidak ada riwayat yang menyebutkan bahwa beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendoakan mereka setelah shalat jenazah.

Andai beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat pernah melakukannya, niscaya hal tersebut akan dinukilkan.

Jadi, melakukan doa bersama seperti ini tidak ada contohnya, dan jika dilakukan secara terus-menerus seperti ini merupakan penambahan syarî’ah baru dalam agama Islam yang sudah sempurna.

Syaikh Abdul-‘Azîz bin Bâz rahimahullah berkata, “Hal ini tidak ada dasarnya. Ini adalah bid’ah yang tidak ada contohnya. Setelah salam, doa dan shalat jenazahpun selesai. Sepengetahuan kami, berdiri untuk berdoa setelahnya tidak ada dalilnya.” Fatâwâ Nur ‘ala Darb, 14/19.

Untuk penjelasan lengkapnya buka link berikut
Sumber: https://almanhaj.or.id/3297-berdoa-bersama-setelah-shalat-jenazah.html

Tata Cara Menguburkan Jenazah

Mayit dikuburkan di liang lahat dengan diarahkan ke arah kiblat.
Bentuk Liang Lahat (Rumaysho.Com)

Mayit dimasukkan dalam kubur dengan mengakhirkan kepala dan dimasukkan dengan lemah lembut.

Bagi yang memasukkan ke liang lahat hendaklah mengucapkan: Bismillah wa ‘alaa millati rosulillah (Dengan nama Allah dan di atas ajaran Rasulullah).

Larangan Terhadap Kuburan

Dilarang mendirikan bangunan di atas kubur dan tidak boleh kubur disemen. Ini pendapat dalam madzhab Syafi’i namun banyak diselisihi oleh kaum muslimin di negeri kita karena kubur yang ada saat ini dipasang kijing, marmer dan atap.

Padahal terdapat hadits, dari Jabir, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari memberi semen pada kubur, duduk di atas kubur dan memberi bangunan di atas kubur.” (HR. Muslim no. 970). Sudah dibahas oleh Rumaysho.Com: Memasang Kijing, Marmer dan Atap di Atas Kubur.

Tidak Boleh Menangisi Mayit Dengan Suara yang Keras

Boleh menangisi mayit asal tidak dengan niyahah (meratap atau meraung-raung dengan suara teriak atau keras), diharapkan keluarga sabar dan ridho.

Disunnahkan menta’ziyah keluarga mayit hingga hari ketiga setelah pemakaman.

Tata Cara Sholat Jenazah Sholat Jenazah Sesuai Sunnah

Terdapat contoh posisi sholat apabila jenazah pria dan wanita. untuk lebih jelas posisinya bisa tonton dibawah ini.

Doa doa dan penjelasan dari Ustadz Khalid Basalamah
Berikut ini artikel tentang bimbingan mengurus jenazah yang saya salin dari almanhaj.or.id
Oleh
Ustadz Abu Sulaiman Aris Sugiyantoro
Risalah Islam bersifat paripurna, menyentuh seluruh aspek kehidupan manusia dari sejak ia belum menghirup udara dunia, sampai akhirnya kubur menjadi huniannya. Ini juga menjadi pesona khas, bagi agama yang diemban Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Sekali lagi, sebagian keindahan Islam akan terbukti, dengan Anda menyimak sajian rubrik fiqih kali ini. (Redaksi)
A. HAL-HAL YANG HARUS DIKERJAKAN OLEH ORANG YANG SAKIT
1. Rela terhadap qadha dan qadar Allah, sabar dan berprasangka baik kepadaNya.
2. Diperbolehkan untuk berobat dengan sesuatu yang mubah, dan tidak boleh berobat dengan sesuatu yang haram, atau berobat dengan sesuatu yang merusak aqidahnya; misalnya, seperti datang kepada dukun, tukang sihir atau ke tempat lainnya.
Dari Abu Hurairah,dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau bersabda:
مَا أَنْزَلَ اللهُ دَاءً إِلاَّ أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً”.أخرجه البخاري
Allah tidak menurunkan suatu penyakit, kecuali Allah turunkan juga obatnya. [HR Al Bukhari].
Dan Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ اللهَ خَلَقَ الدَّاءَ وَالدَّوَاءَ فَتَدَاوَوْا وَلاَ تَدَاوَوْا بِحَرَامٍ.
Sesungguhnya Allah menciptakan penyakit dan obatnya, maka berobatlah kalian, dan jangan berobat dengan sesuatu yang haram. [Dikeluarkan Al Haitsami di dalam Majma’az Zawa’id].
3. Apabila bertambah parah sakitnya, tidak boleh baginya untuk mengharapkan kematian. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لَا يَتَمَنَّى أَحَدُكُمْ الْمَوْتَ وَلَا يَدْعُ بِهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُ إِنَّهُ إِذَا مَاتَ أَحَدُكُمْ انْقَطَعَ عَمَلُهُ وَإِنَّهُ لَا يَزِيدُ الْمُؤْمِنَ عُمْرُهُ إِلَّا خَيْرًا
Janganlah salah seorang di antara kalian mengharapkan kematian, dan janganlah meminta kematian sebelum datang waktunya. Apabila seorang di antara kalian meninggal, maka terputus amalnya. Dan umur seorang mukmin tidak akan menambah baginya kecuali kebaikan. [HR Muslim].
4. Hendaknya seorang muslim berada di antara khauf (rasa takut) dan raja’ (berhara).
Diriwayatkan dari Anas Radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi seorang pemuda yang dalam keadaan sakaratul maut; kemudian Beliau bertanya: “Bagaimana engkau menjumpai dirimu?” Dia menjawab: “Wahai, Rasulullah! Demi Allah, aku hanya berharap kepada Allah, dan aku takut akan dosa-dosaku.” Kemudian Rasulullah bersabda:
لَا يَجْتَمِعَانِ فِي قَلْبِ عَبْدٍ فِي مِثْلِ هَذَا الْمَوْطِنِ إِلَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ مَا يَرْجُو وَآمَنَهُ مِمَّا يَخَافُ
Tidaklah berkumpul dua hal ini ( yaitu khauf dan raja’) di dalam hati seseorang, dalam kondisi seperti ini, kecuali pasti Allah akan berikan dari harapannya dan Allah berikan rasa aman dari ketakutannya. [HR At Tirmidzi].
5. Wajib baginya untuk mengembalikan hak dan harta titipan orang lain, atau dia juga meminta haknya dari orang lain. Kalau tidak memungkinkan, hendaknya memberikan wasiat untuk dilunasi hutangnya, atau dibayarkan kafarah atau zakatnya.
6. Hendaknya bersegera untuk berwasiat sebelum datang tanda-tanda kematian.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَا حَقُّ امْرِئٍ مُسْلِمٍ لَهُ شَيْءٌ يُوصِي فِيهِ يَبِيتُ لَيْلَتَيْنِ إِلَّا وَوَصِيَّتُهُ مَكْتُوبَةٌ عِنْدَهُ
Tidak sepatutnya bagi seorang muslim yang masih memiliki sesuatu yang akan diwasiatkan untuk tidur dua malam kecuali wasiatnya sudah tertulis di dekatnya [HR Al Bukhari].
Apabila hendak berwasiat dari hartanya, maka tidak boleh berwasiat lebih banyak dari sepertiga hartanya. Dan tidak boleh diwasiatkan kepada ahli waris. Tidak diperbolehkan untuk merugikan orang lain dengan wasiatnya, dengan tujuan untuk menghalangi bagian dari salah satu ahli waris, atau melebihkan bagian seorang ahli waris daripada yang lain.
B. HAL-HAL YANG DIKERJAKAN KETIKA SESEORANG SAKARATUL MAUT
1. Mentalqin (menuntun) dengan bacaan Laa ilaaha illallah.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لَقِّنُوْا مَوْتَاكُمْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله
Tuntunlah orang yang akan mati di antara kalian dengan bacaan Laa ilaha illallah. [HR Muslim].
Dari Muadz bin Jabal Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ كَانَ آخِرُ كَلاَمِهِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ
Barangsiapa yang akhir perkataannya Laa ilaha illallah, dia akan masuk surga. [HR Al Bukhari].
Apabila berbicara dengan ucapan yang lain setelah ditalqin, maka diulangi kembali, supaya akhir dari ucapannya di dunia kalimat tauhid.
2. Berdo’a untuknya dan tidak berkata kecuali yang baik.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا حَضَرْتُمْ الْمَرِيضَ أَوْ الْمَيِّتَ فَقُولُوا خَيْرًا فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ يُؤَمِّنُونَ عَلَى مَا تَقُولُونَ
Apabila kalian mendatangi orang sakit atau orang mati, maka janganlah berkata kecuali yang baik, karena sesungguhnya malaikat mengamini yang kalian ucapkan. [HR Muslim, Al Baihaqi dan yang lainnya].
Tanda-Tanda Kematian:
Para ulama menyebutkan beberapa tanda, bahwa seseorang sudah bisa dikatakan mati. Di antaranya:
a. Terhentinya nafas.
b. Kedua pelipisnya melemas.
c. Hidung menjadi lunak.
d. Kulit wajahnya menjadi lebih panjang.
e. Terpisahnya kedua telapak tangan dari kedua lengannya.
f. Kedua kakinya melemas dan terpisah dari kedua mata kaki.
g. Tubuh menjadi dingin.
h. Tanda yang sangat jelas, yaitu adanya perubahan bau pada tubuhnya. [Lihat Fiqhun Nawazil, Syaikh Bakr Abu Zaid (1/227), Asy Syarhul Mumti’ (5/331)].
Tanda-tanda di atas diketahui dengan tanpa menggunakan alat, dan ada tanda lain yang bisa diketahui dengan alat-alat kedokteran.
3. Tidak mengapa bagi seorang muslim untuk mendatangi seorang kafir yang dalam keadaan sakaratul maut untuk menawarkan kepadanya agama Islam.
Dari Anas Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Dahulu ada seorang budak Yahudi yang melayani Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika dia sakit, maka Rasulullah menjenguknya. Beliau duduk di dekat kepalanya. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَسْلِمْ فَنَظَرَ إِلَى أَبِيهِ وَهُوَ عِنْدَهُ فَقَالَ لَهُ أَطِعْ أَبَا الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَسْلَمَ فَخَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَقُولُ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْقَذَهُ مِنْ النَّارِ
Masuklah ke dalam agama Islam, maka dia melihat ke arah bapaknya yang berada di sampingnya. Bapaknya berkata: “Taatilah Abul Qasim (ya’ni Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam).” Maka dia masuk Islam, kemudian Rasulullah keluar, dan Beliau berkata: “Segala puji bagi Allah Yang telah menyelamatkan dia dari neraka.” [HR Al Bukhari].
C. HAL-HAL YANG DIKERJAKAN SETELAH SESEORANG MENINGGAL DUNIA
1. Disunnahkan untuk menutup kedua matanya. Karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menutup kedua mata Abu Salamah Radhiyallahu ‘anhu ketika dia meninggal dunia. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ الرُّوحَ إِذَا قُبِضَ تَبِعَهُ الْبَصَرُ فَلاَ تَقُوْلُوْا إِلاَّ خَيْرًا فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ يُؤَمِّنُونَ عَلَى مَا تَقُولُونَ
Sesungguhnya ruh apabila telah dicabut, akan diikuti oleh pandangan mata, maka janganlah kalian berkata kecuali dengan perkataan yang baik, karena malaikat akan mengamini dari apa yang kalian ucapkan. [HR Muslim].
2. Disunnahkan untuk menutup seluruh tubuhnya, setelah dilepaskan dari pakaiannya yang semula. Hal ini supaya tidak terbuka auratnya. Dari Aisyah Radhiyallahu a’nha, beliau berkata:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ تُوُفِّيَ سُجِّيَ بِبُرْدٍ حِبَرَةٍ
Dahulu ketika Rasulullah meninggal dunia ditutup tubuhnya dengan burdah habirah (pakaian selimut yang bergaris). [Muttafaqun ‘alaih].
Kecuali bagi orang yang mati dalam keadaan ihram,maka tidak ditutup kepala dan wajahnya.
3. Bersegera untuk mengurus jenazahnya.
Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لَا يَنْبَغِي لِجِيفَةِ مُسْلِمٍ أَنْ تُحْبَسَ بَيْنَ ظَهْرَانَيْ أَهْلِهِ
Tidak pantas bagi mayat seorang muslim untuk ditahan di antara keluarganya. [HR Abu Dawud].
Karena hal ini akan mencegah mayat tersebut dari adanya perubahan di dalam tubuhnya. Imam Ahmad rahimahullah berkata: “Kehormatan seorang muslim adalah untuk disegerakan jenazahnya.” Dan tidak mengapa untuk menunggu diantara kerabatnya yang dekat apabila tidak dikhawatirkan akan terjadi perubahan dari tubuh mayit.
Hal ini dikecualikan apabila seseorang mati mendadak, maka diharuskan menunggu terlebih dahulu, karena ada kemungkinan dia hanya pingsan (mati suri). Terlebih pada zaman dahulu, ketika ilmu kedokteran belum maju seperti sekarang. Pengecualian ini, sebagaimana yang disebutkan oleh para ulama. [Lihat Asy Syarhul Mumti’ (5/330), Al Mughni (3/367)].
Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata: “Jika ada orang yang bertanya, bagaimana kita menjawab dari apa yang dikerjakan oleh para sahabat, mereka mengubur Nabi pada hari Rabu, padahal Beliau meninggal pada hari Senin? Maka jawabnya sebagai berikut: Hal ini disebabkan untuk menunjuk Khalifah setelah Beliau. Karena Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai pemimpin yang pertama telah meninggal dunia, maka kita tidak mengubur Beliau hingga ada Khalifah sesudahnya. Hal ini yang mendorong mereka untuk menentukan Khalifah. Dan ketika Abu Bakar dibai’at, mereka bersegera mengurus dan mengubur jenazah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, jika seorang Khalifah (Pemimpin) meninggal dunia dan belum ditunjuk orang yang menggantikannya, maka tidak mengapa untuk diakhirkan pengurusan jenazahnya hingga ada Khalifah sesudahnya.” [Asy Syarhul Mumti’ 5/333].
4. Diperbolehkan untuk menyampaikan kepada orang lain tentang berita kematiannya. Dengan tujuan untuk bersegera mengurusnya, menghadiri janazahnya dan untuk menyalatkan serta mendo’akannya. Akan tetapi, apabila diumumkan untuk menghitung dan menyebut-nyebut kebaikannya, maka ini termasuk na’yu (pemberitaan) yang dilarang.
5. Disunnahkan untuk segera menunaikan wasiatnya, karena untuk menyegerakan pahala bagi mayit. Wasiat lebih didahulukan daripada hutang, karena Allah mendahulukannya di dalam Al Qur’an.
6. Diwajibkan untuk segera dilunasi hutang-hutangnya, baik hutang kepada Allah berupa zakat, haji, nadzar, kaffarah dan lainnya. Atau hutang kepada makhluk, seperti mengembalikan amanah, pinjaman atau yang lainnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
نَفْسُ الْمُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ
Jiwa seorang mukmin terikat dengan hutangnya hingga dilunasi. [HR Ahmad, At Tirmidzi, dan beliau menghasankannya].
Adapun orang yang tidak meninggalkan harta yang cukup untuk melunasi hutangnya, sedangkan dia mati dalam keadaan bertekad untuk melunasi hutang tersebut, maka Allah yang akan melunasinya.
7. Diperbolehkan untuk membuka dan mencium wajah mayit. Aisyah Radhiyallahu anha berkata:
رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُ عُثْمَانَ بْنَ مَظْعُونٍ وَهُوَ مَيِّتٌ حَتَّى رَأَيْتُ الدُّمُوعَ تَسِيلُ
Aku melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mencium Utsman bin Madh’un Radhiyallahu ‘anhu , saat dia telah meninggal, hingga aku melihat Beliau mengalirkan air mata. [HR Abu Dawud dan At Tirmidzi].
Demikian pula Abu Bakar Ash Shiddiq Radhiyallahu ‘anhu, beliau mencium Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallamn ketika beliau meninggal dunia.
D. MEMANDIKAN MAYIT
1. Hukum memandikan dan mengkafani mayit adalah fardhu kifayah. Apabila telah dikerjakan oleh sebagian kaum muslimin, maka bagi yang lain gugur kewajibannya. Dengan dalil sabda Nabi n tentang seorang muhrim (orang yang mengerjakan ihram) yang terjatuh dan terlempar dari untanya:
اغْسِلُوهُ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ وَكَفِّنُوهُ فِي ثَوْبَيْهِ
Mandikanlah dia dengan air dan daun bidara, dan kafanilah dengan dua helai kainnya. [Muttafaqun ‘alaih].
2. Orang yang paling berhak memandikan seorang mayit, ialah orang yang diberi wasiat untuk mengerjakan hal ini. Seseorang terkadang berwasiat karena ingin dimandikan oleh orang yang bertaqwa, orang yang mengetahui hukum-hukum memandikan mayit.
Dahulu Abu Bakar Ash Shiddiq Radhiyallahu ‘anhu berwasiat supaya dimandikan oleh isterinya, yaitu Asma’ binti Umais, kemudian dia (Asma’ binti Umais) mengerjakannya. Dikeluarkan oleh Malik dalam Al Muwatha’, Abdur Razzaq dan Ibnu Abi Syaibah.
Setelah orang yang diberi wasiat, orang yang paling berhak untuk memandikan ialah bapaknya, kemudian kakeknya, kemudian kerabat dekat dari ashabahnya (kerabat lelaki). Jika mereka semua sama di dalam hak ini, maka diutamakan orang yang paling mengetahui hukum-hukum mengurus jenazah.
3. Diperbolehkan bagi suami atau isteri untuk memandikan pasangannya.
Diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau bersabda kepada ‘Aisyah Radhiyallahu ‘€nha:
لَوْ مُتِّ قَبْلِيْ لَغَسَلْتُكِ وَكَفَنْتُكِ
Seandainya engkau mati sebelumku, pasti aku akan memandikan dan mengkafanimu. [HR Ahmad, Ibnu Majah, Ad Darimi].
4. Bagi seorang lelaki atau wanita, boleh memandikan anak yang di bawah umur tujuh tahun, baik laki-laki atau perempuan.
Ibnul Mundzir berkata,”Telah sepakat para ulama yang kami pegang pendapatnya, bahwa seorang wanita boleh memandikan anak kecil laki-laki.” Karena tidak ada aurat ketika hidupnya, maka demikian pula setelah matinya. [Lihat Al Mulakhash Al Fiqhi (1/207)].
5. Seorang muslim tidak boleh memandikan dan menguburkan seorang kafir.
Allah berfirman kepada NabiNya Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
وَلاَ تُصَلِّ عَلَى أَحَدٍ مِنْهُمْ مَاتَ أَبَدًا وَلاَ تَقُمْ عَلَى قَبْرِهِ إِنَّهُمْ كَفَرُوْا بِالله
Janganlah engkau menyalatkan seorang yang mati di antara mereka selama-lamanya, dan janganlah engkau berdiri di atas kuburnya, sesungguhnya mereka kafir kepada Allah.[At Taubah:84].
Yang dimaksud dengan ayat tersebut, yaitu haram menguburnya seperti mengubur seorang muslim. Akan tetapi kita gali untuknya lubang, kemudian dimasukkan mayat orang kafir ke dalam lubang tersebut, atau ditutup dengan sesuatu. Karena Rasulullah n memerintahkan untuk melempar mayat-mayat kaum musyrikin yang terbunuh dalam Perang Badar ke dalam satu sumur di antara sumur-sumur yang ada di Badar. [HR Al Bukhari di dalam kitab Al Maghazi].
6. Kaifiyat memandikan jenazah.
Hendaklah dipilih tempat yang tertutup, jauh dari pandangan umum, tidak disaksikan kecuali oleh orang yang memandikan dan orang yang membantunya. Kemudian melepaskan pakaiannya semula dipakainya setelah diletakkan kain di atas auratnya, sehingga tidak terlihat oleh seorangpun. Kemudian dilakukan istinja’ terhadap mayit dan dibersihkan kotorannya. Sesudah itu dilakukan wudhu’ seperti wudhu’ ketika akan shalat. Akan tetapi, Ahlul Ilmi mengatakan, tidak dimasukkan air ke dalam mulut dan hidungnya, namun diambil kain yang dibasahi dengan air, lalu dipakai untuk menggosokkan giginya dan bagian dalam hidungnya, kemudian dibasuh kepala dan seluruh tubuhnya, dimulai dengan bagian kanan.
Hendaknya dicampurkan daun bidara ke dalam air. Daun bidara tersebut dipakai untuk membersihkan rambut kepala dan janggutnya. Pada kali yang terakhir diberi kapur (butir wewangian), karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan demikian kepada para wanita yang memandikan putrinya. Beliau bersabda: “Ambillah kapur pada kali yang terakhir, atau sesuatu dari kapur.” Kemudian dikeringkan dan diletakkan di atas kain kafan. [70 Su’alan Fi Ahkamil Janaiz, Syaikh Muhammad Al ‘Utsaimin, hlm. 6].
7. Tidak diperbolehkan untuk mendatangi tempat pemandian mayit, kecuali orang yang akan memandikan dan orang yang membantunya.
8. Ketika memandikan mayit, perlu memperhatikan hal-hal berikut ini:
Yang wajib dalam memandikan mayit adalah sekali. Apabila belum bersih, maka tiga kali dan seterusnya yang diakhiri dengan hitungan ganjil. Dan disunnahkan untuk menyertainya dengan daun bidara atau sesuatu yang membersihkan, seperti sabun atau yang lainnya. Hendaknya pada kali yang terakhir, dicampurkan butir wewangian (kapur). Melepaskan ikatan rambut dan membersihkannya dengan baik, menguraikan dan menyisir rambutnya, mengikat rambut wanita menjadi tiga ikatan dan meletakkan di belakangnya. Memulai memandikan dengan bagian tubuhnya yang kanan, anggota wudhu’nya terlebih dahulu. [Lihat Ahkamul Janaiz, hlm. 48].
9. Apabila tidak ada air untuk memandikan mayit, atau dikhawatirkan akan tersayat-sayat tubuhnya jika dimandikan, atau mayat tersebut seorang wanita di tengah-tengah kaum lelaki, sedangkan tidak ada mahramnya atau sebaliknya, maka mayat tersebut di tayammumi dengan tanah (debu) yang baik, diusap wajah dan kedua tangannya dengan penghalang dari kain atau yang lainnya.
10. Disunnahkan untuk mandi bagi orang yang telah selesai memandikan mayit.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ غَسَّلَ مَيِّتًا فَلْيَغْتَسِلْ وَمَنْ حَمَلَهُ فَلْيَتَوَضَّأْ
Barangsiapa yang memandikan mayit, maka hendaklah dia mandi. Dan barangsiapa yang memikul jenazah, maka hendaklah dia wudhu’. [HR Ahmad, Abu Dawud dan beliau menghasankannya].
11. Seorang yang mati syahid (terbunuh) di medan perang tidak boleh dimandikan, meskipun dia dalam keadaan junub, bahkan dikubur dengan pakaian yang menempel padanya.
Dalam hadits Jabir Radhiyallahu ‘anhu :
أَنَّ النَّبِيَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِدَفْنِ شُهَدَاءِ أُحُدٍ فِي دِمَائِهِمْ وَلَمْ يُغَسَّلُوْا وَلَمْ يُصَلَّ عَلَيْهِمْ
Bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk mengubur para syuhada’ Uhud dalam (bercak-bercak ) darah mereka, tidak dimandikan dan tidak dishalatkan. [HR Al Bukhari].
Hukum ini khusus bagi syahid ma’rakah (orang yang terbunuh di medan perang). Adapun orang yang mati terbunuh karena membela hartanya atau kehormatannya, mereka tetap dimandikan, meskipun mereka juga syahid. Demikian pula orang yang mati karena wabah tha’un, atau karena penyakit perut, mati tenggelam atau terbakar. Meskipun mereka syahid, mereka tetap dimandikan. Lihat Asy Syarhul Mumti’ (5/364).
12. Apabila janin yang mati keguguran dan telah berumur lebih dari empat bulan, maka dimandikan dan dishalatkan. Berdasarkan hadits Al Mughirah yang marfu’:
وَ الطِّفْلُ (و في رواية: السِّقْطُ) يُصَلَّى عَلَيْهِ وَيُدْعَى لِوَالِدَيْهِ بِالْمَغْفِرَةِ وَالرَّحْمَةِ
Seorang anak kecil (dan dalam satu riwayat, janin yang mati keguguran), dia dishalatkan dan dido’akan untuk kedua orang tuanya dengan ampunan dan rahmat. [HR Abu Dawud dan At Tirmidzi].
Karena setelah empat bulan sudah ditiupkan padanya ruh, sebagaimana dalam hadits tentang penciptaan manusia yang diriwayatkan Al Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Mas’ud.
E. MENGKAFANI MAYIT
1. Yang wajib dari kafan adalah yang menutup seluruh tubuhnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda di dalam hadits Jabir Radhiyallahu a’nhu :
إِذَا كَفَّنَ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ فَلْيُحَسِّنْ كَفَنَهُ
Apabila salah seorang diantara kalian mengkafani saudaranya, maka hendaklah memperbagus kafannya. [HR Muslim].
Ulama berkata: “Yang dimaksud dengan memperbagus kafannya, yaitu yang bersih, tebal, menutupi (tubuh jenazah) dan yang sederhana. Yang dimaksud bukanlah yang mewah, mahal dan yang indah.” [Ahkamul Janaiz, 58].
2. Biaya kain kafan diambilkan dari harta mayit, lebih didahulukan daripada untuk membayar hutangnya. Rasulullah n bersabda tentang seorang yang mati dalam keadaan ihram:
….وَكَفِّنُوْهُ فِي ثَوْبَيْهِ
… Kafanilah dia dengan dua bajunya. [Muttafaqun ‘alaih]
Karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk dikafani dengan pakaian ihram miliknya sendiri. Demikian pula kisah Mush’ab bin Umair yang terbunuh pada perang Uhud, kemudian dikafani oleh Rasulullah n dengan pakaiannya sendiri.
3. Disunnahkan untuk dikafani dengan tiga helai kain putih.
Karena Rasulullah dikafani dengan tiga lembar kain putih suhuliyyah, berasal dari negeri di dekat Yaman.
Di beri wewangian dari bukhur (wewangian dari kayu yang dibakar). Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا جَمَّرْتُمُ الْمَيِّتَ فَجَمِّرُوْهُ ثَلاَثًا
Apabila kalian memberi wewangian kepada mayit, maka berikanlah tiga kali. [HR Ahmad].
4. Apabila ada beberapa mayit, sedangkan kain kafannya kurang, maka beberapa orang boleh untuk dikafani dengan satu kafan dan didahulukan orang yang paling banyak hafalan Al Qur’annya, sebagaimana kisah para syuhada Uhud.

bacaan shalat jenazah dalam bahasa arab

Doa untuk orang tua yg sedang sakit parah

orang tua adalah orang menyanyangi kita dengan sepenuh hati. mulai dari kita kecil hingga dewasa ialah orang yang paling menyangi kita dari siapapun. namun seiring berjalannya usia terkadang penyakit mulai timbul. salah satu jalannya kita doakan agar cepat sembuh.

Sakit mana ada orang yang mau sakit, sebagai manusia pastilah ingin hidup sehat wal alfiat baik itu diusia muda belia atau lanjut usia, Sebagai seorang anak kita wajib mendoakan kedua orang tua kita, agar selalu dalam lindungan Allah SWT. inilah Doa Anak Buat Orang Tua Yang Sedang Sakit Keras 

Keinginan untuk hidup bahagia sejahtera, bahkan terkadang ingin hidup selama lama nya. Namun, sebagai manusia biasa pada suatu saat pasti kita akan merasakan sakit juga. Entah sakit itu disebabkan penyakit jasmani ataupun rohani. Namun apapun itu penyakitnya semoga saja kita terhindar dari itu. Akan tetapi bagaimana jika penyakit tersebut terjadi pada orang terdekat Anda, misal: orang tua Anda. bagaimana bila orang terdekat anda sakit? Bagaimana perasaan Anda? pasti ikut hancur bukan? Apalagi biasanya orang tua kalau sakit tak kunjung sembuh pasti Anda akan merasakan takut kehilangan nya.Doa Anak Buat Orang Tua Yang Sedang Sakit Keras

Namun, apalah daya kita hanya manusia biasa yang hanya bisa berusaha dan berdoa. Bagi Anda yang memiliki orang tua sakit tak kunjung sembuh, sudah berobat kemana pun namun tak sembuh sembuh juga. Insya Allah ikhtiar doa dibawah ini bermanfaat bagi Anda. pengobatan islami dengan jimat atau rajah Berikut merupakan doa yang diajarkan oleh seorang yang ahli agama yang perlu kita tiru:
“Yaa Rabbi, Yaa Hayyu…Yaa ‘Adziim… Yaa Jabbaar… Yaa Kabiir… Yaa Mut’aal… Yaa Rahmaan… Yaa Rahiim… ini adalah ayahku, seorang hamba dari hamba-hambaMu, ia telah ditimpa penderitaan dan kami telah bersabar, kami Memuji Engkau…, kemi beriman dengan keputusan dan ketetapanMu baginya… Ya Allah…, sesungguhnya ia berada di bawah kehendak-Mu dan kasih sayang-Mu.., Wahai Engkau yang telah menyembuhkan nabi Ayyub dari penderitaannya, dan telah mengembalikan nabi Musa kepada ibunya… Yang telah menyelamatkan Nabi Yuunus dari perut ikan paus, Engkau Yang telah menjadikan api menjadi dingin dan keselamatan bagi Nabi Ibrahim… sembuhkanlah ayahku dari penderitaannya… Ya Allah… sesungguhnya mereka telah menyangka bahwasanya ia tidak mungkin lagi sembuh… Ya Allah milikMu-lah kekuasaan dan keagungan, sayangilah ayahku, angkatlah penderitaannya…” pengobatan dengan metode air berkah untuk kesembuhan segala penyakit Doa sakit yang diajarkan Rasulullah:

اَللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ البَاسَ، اِشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

“Ya Alloh, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah sakit ini, sembuhkanlah, Engkaulah As-Syafi (Sang Penyembuh), tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.” (HR. Bukhari 5675 dan Muslim 2191).

Cukup sekian paparan dari kami tentang
semoga keluarga kita semua dalam lindungan Allah SWT.

Doa untuk orang tua yg sedang sakit parah

Doa Sebelum dan Sesudah Adzan

Doa Sebelum dan Sesudah Adzan – Adzan yang berkumandang di masjid atau mushola adalah tanda bahwa sudah datangnya waktu sholat. bagi umat muslim yang beriman kita harus melaksankan sholat wajib 5 waktu.

DOA SETELAH ADZAN – Sejatinya adzan merupakan sesuatu yang menjadi sahabat sehari-hari umat Muslim di seluruh dunia. Bagaimana tidak? Dalam sehari saja maka adzan dikumandangkan sebanyak 5 kali (sesuai waktu shalat), dan ini dalam satu mesjid saja, kemudian dikali dengan banyak mesjid yang adzan. Wah tentunya berbagai bunyi adzan yang berkumandang dalam sehari-harinya.

Adzan sendiri merupakan sebuah mengambarkan datangnya waktu shalat, dan juga sebagai panggilan atau undangan bagi kaum Muslimin terutama pria untuk segera meninggalkan segala kegiatannya dan pribadi berangkat ke mesjid untuk melakukan shalat berjamaah.

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa dengan mendengarkan adzan kemudian menjawab atau merespon adzan sesuai pedoman Islam, maka akan dijanjikan nirwana baginya.

Ada sebuah keutamaan sesudah adzan, ialah dengan membaca doa sesudah adzan. Lalu bagaimana doa sesudah adzan tersebut? Bagi Anda yang belum tahu, dibawah ini aku sajikan doa sesudah adzan dan doa sesudah iqomah.

Doa Setelah Adzan Beserta Latin dan Artinya

Pada dasarnya doa setelah adzan itu sama saja, baik itu doa setelah adzan Isya, Shubuh, Dhuhur, Ashar, maupun Maghrib.

doa setelah adzan
islamsampaimati.bid

Setelah adzan berkumandang, kita disunnahkan oleh Rasulullah SAW untuk mengerjakan beberapa amalan seperti yang tercantum di dalam Hadits Riwayat Bukhari. Salah satu amalan yang disebutkan ialah membaca doa setelah adzan.

Berikut ini lafal, latin, dan arti dari doa setelah adzan:

اَللّٰهُمَّ رَبَّ هٰذِهِ الدَّعْوَةِ التَّآمَّةِ، وَالصَّلاَةِ الْقَآئِمَةِ، آتِ مُحَمَّدَانِ الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَالشَّرَفَ وَالدَّرَجَةَ الْعَالِيَةَ الرَّفِيْعَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًامَحْمُوْدَانِ الَّذِىْ وَعَدْتَهُ اِنَّكَ لاَتُخْلِفُ الْمِيْعَادَ يَآاَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Latin: Allaahumma robba haadzihid da’watit taammati wash sholaatil qooimati aati muhammadanil wasiilata wal fadhiilata wasy syarofa wad darajatal ‘aaliyatar raofii’ata wab’atshu maqoomam mahmuudanil ladzii wa’adtahu, innaka laa tukhliful mii’aada yaa arhamar roohimiina.

“Ya Allah, Tuhan yang mempunyai seruan yang sempurna, dan sholat yang tetap didirikan, karuniailah nabi Muhammad tempat yang luhur, kelebihan, kemuliaan, dan derajat yang tinggi. tempatkanlah dia pada kedudukan yang terpuji seperti yang telah Engkau janjikan. Sesungguhnya Engkau tiada menyalahi janji. wahai dzat yang Maha Penyayang”

Agar kita bisa mendapatkan salah satu keutamaan yaitu mendapatkan syafa’at dari Nabi Muhammad SAW, maka doa setelah adzan di atas harus kita amalkan ketika selesai mendengar adzan.

Hal ini berdasarkan hadits Riwayat Bukhari yang artinya:

“Dari Jabbir ra sesungguhnya Nabi SAW bersabda: Siapa yang mengucapkan setelah panggilan adzan: Allahumma rabba hadzihidda watittammah washsholatil qaimah ati Muhammadanil wasilata walfadhilah wab’tshu maqamammahmudanilladzi wa’adtah (Ya Allah tumpuan doa yang sempurna dan sholat yang didirikan ini. berilah kiranya Nabi Muhammad wasilah dan kemuliaan, dan tempatkanlah ia pada kedudukan terhormat yang telah engkau janjikan), pasti ia akan memperoleh syafa’atku pada hari kiamat.” (H.R Bukhari).

Amalan Setelah Adzan Hingga Iqomah

Seperti yang sering kita dengar bahwa waktu diantara adzan dan iqomah merupakan waktu yang baik untuk berdoa, dimana doa itu akan dikabulkan. Oleh karena itu kita disunnahkan untuk memperbanyak doa pada waktu tersebut.

Hal tersebut berdasarkan hadits yang artinya:

“Dari Anas ra sesungguhnya Nabi Saw bersabda: Tidaklah ditolak doa antara adzan dengan iqomah. (H.R Abu daud, Nasa’i dan Turmudzi dan ia mengatakan: Hadits ini hasan lagi sahih). Turmudzi menambahkan lagi. mereka bertanya: Apa yang akan kami baca Ya Rasulullah. Rasulullah bersabda: Mohonlah kepada Allah ampunan dan keselamatan di dunia maupun di akhirat”

Berikut ini beberapa amalan yang tercantum dalam hadits riwayat Muslim no.384, HR. Bukhari no.614, HR. Muslim no.386, HR. Abu Daud no.524 sebagaimana hal berikut:

  • Petama yaitu mengucapkan/menjawab kalimat adzan seperti yang diucapkan oleh muadzin.
  • Kedua adalah melafalkan shalawat Nabi dengan lafal “Allahumma sholli ‘ala Muhammad”.
  • Kemudian yang ketiga yaitu membaca kalimat tauhid, yaitu “Asyhadu allaa ilaaha illallah, wahdahu laa syarikalah wa anna muhammadan ‘abduhuu wa rasuluuh. Rodhitu billahi robbaa, wa bi muhammadin rosulaa, wa bil islami diinaa”.
  • Keempat yaitu membaca doa setelah adzan. Doanya seperti yang sudah disajikan di atas.
  • Terakhir atau kelima adalah membaca doa yang menjadi hajat atau keinginan kita. Hal ini karena waktu setelah adzan merupakan salah satu waktu mustajab di dalam berdoa.

Doa Setelah Iqomah Beserta Latin dan Artinya

Barulah setelah iqomah di kumandangan, membaca doa sesudah iqomah.

doa setelah adzan
blogdoa.com

Lalu apa itu Iqomah?

Pengertian iqomah atau iqamah menurut istilah ialah seruan, tanda, atau pemberitahuan bahwa shalat akan segera dimulai atau didirikan.

Kemudian Lafal Iqomah pun sama dengan adzan, hanya saja adzan di ucapkan masing-masing dua kali sedangkan untuk iqomat cukup diucapkan sekali saja. Sehingga iqomah ini bisa dibilang sebagai adzan yang kedua.

Iqomah sendiri disunnahkan diucapkan dengan sedikit cepat dibandingkan adzan, dan dilafalkan dengan memakai suara yang lebih rendah daripada saat Adzan.

Sama seperti halnya doa setelah adzan, maka setelah iqomah pun ada doanya tersendiri yang harus kita ketahui dan kita amalkan sebagai Muslim.

Berikut ini adalah bacaan doa setelah iqomah beserta latin dan artinya.

Doa Setelah Iqomah

اَقَامَهَااللهُ وَاَدَامَهَا مَادَامَتِ السَّمَوَاتُ وَاْلاَرْضُ

Latin: Aqoomahallaahu wa adaamahaa maadamatis samaawaatu wal ardlu

Artinya:
“Semoga Allah selalu menegakkan dan mengekalkan adanya shalat selama langit dan bumi masih ada”

Jawaban Adzan

Berikut ini merupakan jawaban adzan:

Lafadz Adzan: اَللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر

Jawaban: اَللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر

 

Lafadz adzan: أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّاللهُ

Jawaban: أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّاللهُ

 

Lafadz adzan: اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

Jawaban: اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

 

Lafadz adzan: حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ

Jawaban: لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

 

Lafadz adzan: حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ

Jawaban: لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

 

Lafadz adzan: اَللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر

Jawaban: اَللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر

 

Lafadz adzan: لاَ إِلَهَ إِلاَّالله

Jawaban: لاَ إِلَهَ إِلاَّالله

Khusus untuk adzan subuh, setelah muadzin membaca lafadz “Hayya ‘Alal Falaah”, muadzin kemudian membaca lafadz “Asshalaatu khairum minan nauum”. Berikut ini lafadz adzan dan lafadz menjawabnya:

Lafadz Adzan Subuh

اَلصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ

Jawaban Adzan Subuh

صَدَقْتَ وَبَرَرْتَ وَاَنَا عَلَى ذَلِكَ مِنَالشَّاهِدِيْنَ

BACA JUGA: BAGAIMANA SIH CARA PENULISAN TULISAN ASSALAMUALAIKUM YANG BENAR?

Jarak Antara Adzan dan Iqomah

Mungkin beberapa dari Anda ada yang belum tahu mengenai hal ini. Anda pasti bertanya-tanya bahwa berapa lama sih jarak antara waktu sesudah adzan dan iqomah?

doa setelah adzan
bestkeptmontreal.com

Berikut ini jawabannya: Dari ‘Ubay bin Ka’ab, Jabir bin ‘Abdillah, Abu Hurairah dan Salman al-Farisi, Nabi Shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

اجعلْ بين أذانِك وإقامتِك نفَسًا ، قدرَ ما يقضي المعتصِرُ حاجتَه في مهَلٍ ، وقدْرَ ما يُفرِغُ الآكِلُ من طعامِه في مهَلٍ
Artinya:
“Jadikan (waktu) antara adzan dan iqamahmu sesuai dengan orang yang tidak tergesa gesa dalam menunaikan hajatnya dan orang yang tidak tergesa gesa dalam menyelesaikan makannya”. (HR. Ahmad, Tirmidzi, dinilai hasan oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Shahihah no. 887).

Dari hadits di atas menyebutkan bahwa waktu antara adzan dan iqomah yaitu seperti orang yang sedang makan dan dia tidak tergesa-gesa dalam makannya. Kemudian bisa kita tarik kesimpulan bahwa jarak antara adzan dan iqamah itu diperkirakan kira-kira antara 10-15 menit.

Dengan demikian, setiap mesjid yang mengumandangkan adzan tidak sepatutnya langsung mengumandangkan iqomah sesudah adzan selesai.

Hal ini adalah dalam rangka memberi kesempatan kepada jama’ah mesjid untuk mengerjakan sunnah-sunnah atau macam-macam ibadah yang bisa dikerjakan pada waktu antara adzan dan iqomah.

Dengan tidak terburu-buru langsung iqomah juga sambil memberi kesempatan kepada jama’ah yang telat datang agar bisa shalat berjamaah dari awal.

Amalan Antara Adzan dan Iqomah

Seperti yang kita ketahui bahwa waktu antara adzan dan iqomah adalah waktu mustajab untuk berdoa.

Selain itu, adakah amalan-amalan yang bisa kita lakukan ketika kita sudah hadir di mesjid dan menunggu iqamah dikumandangkan?

Tentu jawabannya ada! Berikut ini merupakan beberapa amalan yang bisa kita lakukan:

Duduk di mesjid menunggu shalat dimulai

doa setelah adzan
islamidia.com

Orang yang duduk di mesjid dan menunggu shalat itu pahalanya seperti orang yang sedang shalat. Hal ini seperti yang disabdakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya:

“Dan ia tetap dalam shalat selama ia menunggu shalat.” (HR Bukhari dan Muslim).

Berdoa

doa setelah adzan
hizb-australia.org

Berdoa pada waktu antara adzan dan iqomah merupakan amalan yang paling dianjurkan. Seorang muslim hendaknya benar-benar memanfaatkan waktu ini untuk berdoa atau memohon segala hajat dan kebutuhannya kepada Allah.

Karena sesungguhnya ini adalah waktu mustajab untuk berdoa. Seperti sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya:

“Tidak akan ditolak doa antara adzan dan iqamah.” (HR Abu Dawaud, At-Tirmidzi, ia berkata: Hasan).

Mendirikan Shalat sunnah

doa setelah adzan
koperasisyariah212.co.id

Untuk memanfaatkan waktu antara adzan dan iqomah, maka bisa dilakukan dengan mendirikan shalat sunnah. Ada beberapa macam shalat shalat sunnah yang bisa dilakukan, yaitu:

Pertama, shalat tahiyyatul masjid. Shalat ini disyariatkan bagi orang yang baru memasuki mesjid. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya:

“Jika salah seorang diantara kalian masuk masjid, maka hendaknya ia shalat dua rakaat sebelum ia duduk.” (HR Bukhari dan Muslim).

Kedua, shalat sunnah rawatib. Shalat ini merupakan shalat untuk mengiringi shalat-shalat fardhu yang memiliki sunnah qabliyah rawatib, yaitu shalat subuh dan dzuhur. Abdullah bin Umar menuturkan:

“Aku hafal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sepuluh rakaat; dua rakaat sebelum dzuhur, dua rakaat setelahnya, dua rakaat setelah maghrib di rumahnya, dua rakaat setelah isya di rumahnya dan dua rakaat sebelum subuh”. (HR Bukhari).

Ketiga, shalat antara adzan dan iqomah. Pada shalat-shalat fardhu yang tidak memiliki sunnah qabliyyah rawatib, seseorang tetap disyariatkan melakukan shalat antara adzan dan iqomah. Ini sesuai sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Antara adzan dan iqamat itu terdapat shalat (Rasul mengulanginya tiga kali) bagi siapa yang berkehendak.” (HR Bukhari dan Muslim).

Keempat, shalat setelah wudhu. Shalat ini dilakukan bagi orang yang baru selesai berwudhu dan air wudhunya masih basah. Shalat ini disyariatkan sesuai hadits:

Dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi SAW bersabda kepada Bilal ketika waktu shalat fajar, “Wahai Bilal, ceritakan kepadaku amal yang diharapkan yang telah kau lakukan di dalam Islam, karena aku mendengar suara kedua sandalmu di surga.” Bilal berkata, “Tidak ada amalan yang paling diharapkan di sisiku, yaitu bahwa tidaklah aku bersuci pada waktu malam atau siang kecuali aku shalat dengan bersuci shalat yang aku sanggupi”. (HR Bukhari).

Membaca Al-Quran

doa setelah adzan
sidomi.com

Salah satu amalan yang bisa dilakukan ketika menunggu iqomah yaitu membaca Al-Quran. Pada waktu ini merupakan waktu yang sangat tepat untuk memperbanyak pahala dengan membaca Al-Quran. Kebaikan pada setiap hurufnya dinyatakan akan dilipatgandakan sebanyak sepuluh kali lipat.

Seperti sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya:

“Barang siapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah, maka untuknya satu kebaikan. Dan satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf, akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf.” (HR Tirmidzi, ia berkata: hasan shahih gharib).

Membaca Istighfar

doa setelah adzan
islamic-center.or.id

Membaca istighfar merupakan permohonan ampun kepada Allah SWT, tentunya hal ini termasuk salah satu amalan yang baik untuk dilakukan pada saat menunggu iqomah.

Banyak sekali ayat dan hadits yang menjelaskan keutamaan membaca istighfar. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saja beristighfar sebanyak tujuh puluh atau seratus kali dalam sehari. Hal ini menurut beberapa hadits.

Abu Hurairah menuturkan, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, yang artinya:

“Demi Allah, sungguh aku beristighfar kepada Allah dan bertobat kepada-Nya dalam satu hari lebih dari tujuh puluh kali.” (HR Bukhari).

Dari Al Aghar bin Yasar Al Muzani radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, yang artinya:

“Wahai manusia, bertobatlah kepada Allah dan beristighfarlah kepada-Nya. Sesungguhnya aku bertobat dalam satu hari seratus kali.” (HR Muslim).

Berdzikir

doa setelah adzan
viva.co.id

Dzikir merupakan sebuah amalan yang ringan di lisan tapi sangat besar dalam timbangan di akhirat nanti. Begitu banyak ayat Al-Quran atau hadits nabawi yang menjelaskan tentang keutamaan melakukan dzikir.

Rasulullah itu senantiasa meghabiskan waktunya untuk berdzikir. Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa berdzikir dalam setiap waktu dan keadaannya.” (HR Bukhari Muslim).

Waktu antara adzan dan iqomah juga menjadi waktu yang baik untuk berdzikir.

 

Dibawah ini saya sajikan kumandang adzan yang terkenal dan sering kita dengar, yaitu adzan Mekah.

Selanjutnya adalah adzannya Bilal bin Rabah.

*******

Demikianlah bacaan doa setelah adzan dan doa setelah iqomah lengkap dengan latin dan juga artinya.

Mari kita sama-sama memulai untuk terus mengamalkan doa-doa tersebut di dalam kehidupan sehari-hari kita.

Mulai sekarang, ketika mendengar suara adzan, mari kita tinggalkan segala urusan kita serta mendengarkan dan menjawab adzan yang kemudian diikuti dengan bersiap-siap berangkat ke mesjid untuk melaksanakan shalat berjamaah (bagi laki-laki).

Terimakasih sudah membaca, semoga bermanfaat.

doa sebelum adzan dan sesudah adzan

Cara membaca doa qunut saat jadi imam

mudah saja sebenernya tinggal ganti beberapa kata.

Doa Qunut untuk Imam

Permasalahan pada umumnya hanya pada kata nii dan naa. Kata “nii” (untuk sholat munfarid atau sendiri), dan “naa” (untuk dibaca imam ketika lagi sholat berjamaah).

nah sudah jelaskan? untuk bacaan doa qunut berikut ini

Doa Qunut Subuh

Doa qunut berikut bisa dibaca untuk imam pada sholat subuh, telah saya sediakan berupa gambar dan tulisan bacaan doa qunut berbagai versi yang bisa anda simpan kedalam galeri handphone android atau copy ke dalam note untuk anda hafal. Untuk qunut witir juga sama bacaannya.

doa qunut witir


Doa Qunut Subuh Arab

 

اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ ,وَ عَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ ,وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ
 
وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ ,وَقِنِيْ شَرَّمَا قََضَيْتَ ،فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ
 
وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ ,وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ
 
تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ ,فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ
 
وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ
 
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Doa Qunut Subuh Latin

Allahummah dinii fii man hadait.

Wa’aafinii fii man ‘aafaiit.
Wa tawallanii fii man tawallaiit.
Wa baarik lii fiimaa a’thaiit.
Wa qinii syarramaa qadthaiit.
Fa innaka taqdthii walaa yuqthdaa ‘alaiik.
Wa innahu laa yadzillu man wãlaiit.
Walaa ya’izzu man ‘aadaiit.
Tabaa rakta rabbanaa wata ’aalait
Fa lakal-hamdu ‘alaa maa qadhaiit
Astaghfiruka wa atuubu ilaiik,
wa shallallaahu ‘alaa sayyidina Muhammadinin-nabiyyil ummiyyi wa’alaa aalihii wa shahbihii wa sallam.

Arti Terjemahan Doa Qunut

Ya Allah tunjukkanlah saya sebagaimana mereka yang sudah Engkau berikan petunjuk.
Dan kasihkanlah kesehatan kepadaku sebagaimana mereka yang Engkau sudah kasih kesehatan.
Dan peliharalah aku sebagaimana orang yang telah Engkau pelihara.
Dan berilah keberkahan bagiku pada segala apa yang Engkau sudah karuniakan.
Dan lindungi aku dari segala bahaya kejahatan yang Engkau sudah pastikan.
Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan kena hukum.
Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin.
Dan tidak mulia orang yang mana Engkau memusuhinya.
Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha tinggi Engkau
Maha bagi Engkau seluruh pujian di atas yang Engkau hukumkan
Aku memohon ampun dari Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau
(Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera ke atas junjungan kami Nabi kami Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Keterangan: untuk arti doa qunut berjamaah ganti kata “aku” menjadi “kami

Cara membaca doa qunut saat jadi imam

Rahasia Sholat Dhuha 4 Rakkat

rahasia apabila anda mengerjakanb sholat dhuha 4 rakaat karena sholat dhuha banyak manfaatnya yang kalian tidak ketahui.

Manfaat Sholat Dhuha
Pengganti olahraga
Kita tahu bahwa batas waktu sholat dhuha dilakukan di pagi hari yaitu sekitar pukul 08.00 sampai dhuhur. Nah, pada jam tersebut, biasanya sangat cocok untuk berolahraga. Dengan melaksanakan sholat dhuha, itu sama saja dengan berolahraga. Setiap sendi di badan kita akan bergerak alasannya adalah aktifitas sholat, mulai dari tangan, siku sampai lutut dan kaki.

Dan dengan gerakan ini kita telah melaksanakan olahraga tanpa sadar. Menurut Dr. Ebrahim Kazim (seorang dokter, peneliti, sekaligus direktur dari Trinidad Islamic Academy), menyatakan bahwa gerakan teratur dari sholat akan menguatkan otot berserta tendonnya, sendi serta berefek luar biasa terhadap sistem kardiovaskular.

Membuat punggung menjadi lurus
Dengan sering melaksanakan sholat dhuha, berarti kita sering meluruskan tulang
punggung sehingga tulang punggunya yangasalnya membungkuk atau condong
kedepan dan bengkok kesamping, maka secara bertahap bisa kembali seperti sedia
kala jikalau Anda sering melaksanakan sholat dhuha.

Peredaran darah menjadi lancar
Sholat dhuha bisa melancarkan peredaran darah di dalam badan manusia. Mengapa
demikian ? Karena setiap gerakan di dalam sholat dhuha bisa mengalirkan darah dari
atas kepala sampai ke bawah. Mulai dari mengangkat kedua tangan, membungkuk
saat gerakan rukuk, kemudian juga gerakan sujud yang mana kepala berada lebih
rendah dibandingkan badan dan darah tersebut juga mengalir ke kepala kemudian
pada ketika duduk aliran darah dinormalkan kembali.

Menyeimbangkan hormon
Sholat Dhuha sangat berguna untuk menormalkan produksi hormon dalam tubuh.

Memperbaiki kesehatan mental
Sholat Dhuha sangat berguna dalam menjaga kesehatan spiritual, membuat jiwa
merasa lebih tenang dan terhindar dari stres. Jika kita melakukannya dengan khusyu
dan fokus pada Tuhan, maka pasti kita akan mendapatkan ketenangan pikiran atau
jiwa.

Memelihara otak
Melalui serangkaian gerakan sholat dhuha, otak menjadi lebih rileks dan segar
sehingga bisa menangkal stres. Menurut Dr. Ebrahim Kazim, ketika kita sholat maka
akan ada ketegangan yang lenyap, alasannya adalah badan menyurakan zat seperti enkefalin
dan endorfin yang efeknya membuat otak segar dan juga tenang. Selain itu, ketika kita
bersujud, peredaran darah ke otak menjadi lebih optimal sehingga pasokan darah
dan oksigen ke otak menjadi baik dan membuat otak mencair dalam pemikiran.
Manfaat sholat dhuha untuk rohani

Membuat jiwa lebih tenang
Selain punya benefit dalam menjaga kesehatan dengan adanya beberapa gerakan
sholat yang memang amat memberikan dampak baik pada kondisi tubuh, sholat
dhuha juga sangat berguna untuk menjaga semangat, yang akan menimbulkan jiwa
lebih damai, apalagi jikalau rezeki sudah dibuka dan difasilitasi untuk mendapatkan
rezeki oleh Allah.

Mengatasi stres
Sholat duha dan sholat lainnya akan membantu umat Islam untuk mendapatkan
ketenangan pikiran sehingga terhindar dari stres. Stres itu sendiri adalah satu hal
yang sangat mengganggu dan bisa menimbulkan risiko aneka macam penyakit. Dimulai
dari aktifitas mengambil air wudhu, justru bisa membuat pikiran menjadi tenang, tapi
jika ditambah dengan sholat dhuha tentunya akan jauh lebih tenang lagi.
Menurut dr. Ebrahim Kazim, ada ketegangan yang lenyap ketika melaksanakan sholat
karena badan secara fisiologis menurunkan zat seperti enkefalin dan endorphin. Zat
ini adalah sejenis morfin, termasuk opiat. Efek keduanya juga tak berbeda dengan
opium lainnya. Bedanya, zat ini termasuk bahan alami yang diproduksi oleh badan itu
sendiri, sehingga lebih bermanfaat dan terkontrol.
Jadi menurut kebanyakan orang, dengan shalat dhuha saja, orang akan
mendapatkan kedamaian dan juga rezeki yang lancar sehingga beberapa umat Islam
melakukan sholat ini setiap hari.

Manfaat sholat dhuha untuk kecantikan
Kecantikan adalah salah satu hal yang diimpikan oleh semua wanita, oleh alasannya adalah itu
selain merutinkan perawatan, umat Islam juga bisa menjaga kecantikan dengan cara
melakukan sholat sholat wajib dan sholat sunnah, salah satu contohnya dengan
sholat dhuha.

Membersihkan wajah
Sholat Dhuha juga sangat berguna untuk kecantikan yang pada ketika wudhu, wajah akan dicuci bersih dengan air sehingga kulit juga akan selalu bersih. Kemudian juga pada ketika wudhu, maka ketika mua dicuci, tentu saja membuat kulit wajah akan kencang sehingga tidak mudah kendur dan memberikan manfaat abadi muda.

Wajah bercahaya
Dengan merutinkan sholat dhuha serta sholat fardu tentunya, maka keindahan dari wajah akan terpancar secara alami dengan sendirinya, sehingga setelah berwudhu dan sholat, biasanya wajah seseorang akan terlihat lebih bercahaya. Dan hal itu sudah banyak yang membuktikannya.

Manfaat sholat dhuha untuk kesuksesan
Selain mencoba usaha, sholat juga merupakan salah satu cara untuk meraih sukses bagi semua orang. Bagi umat muslim, cara berdoa adalah dengan menjalankan ibadah sholat, termasuk diantaranya sholat dhuha. Manfaat yang dirasakan adalah :

Membuka pintu rezeki
Pada dasarnya sholat dhuha memang sangat bermanfaat untuk membukakan pintu rezeki, tak hanya itu tetapi juga akan membantu dalam mendapatkan kesuksesan. Tapi kesuksesan tidak bisa dicapai hanya dengan berdoa tanpa usaha apapun.

Sholat dhuha empat rakaat ini merupakan suatu amalan tidak wajib namun apabila kita mau mengerjakannya kita akan menerima amalan yang berlipat. Sholat ini dilakukan dengan tujuan untuk membuka pintu rezeki. Waktu pelaksanaannya adalah mulai tingginya matahari kira-kia 7 hasta atau kurang lebih mulai dari pukul 7 pagi hingga datangnya waktu dhuhur.

Mengerjakan sholat dhuha 4 raka’at harus dilakukan dengan 2 kali salam.  Niat sholatnya yaitu: “USHALLI SUNNATADL DHUH RAK’ATAINI LILLAAHI TA’ALA. ALLAHU AKBAR”. Artinya : “Aku berniat sholat dhuha dua raka’at karena allah ta’ala”
Surat yang dibaca ketika sholat dhuha pada raka’at pertama yaitu surat as syam dan ad dhuha, jika sholat yang kedua  yaitu al kafirun dan al ikhlas.

Tips sholat dhuha 4 raka’at

1. Niat
2. Membaca do’a iftitah
3. Membaca surat fatihah
4. Membaca surat as syam
5. Ruku’
6. I’tidal
7. Sujud
8. Bangkit lalu mengulang langkah 3 hingga. Pada langkah ke empat diganti dengan membaca surat ad dhuha
9. Tasyahud akhir
10. Salam
11. Berdiri kembali dengan mengulang langkah-langkah diatas
Lakukanlah cara sholat dhuha 4 raka’at supaya hati terasa lebih tenang. Semoga bisa bermanfaat dan menjadi wawasan kita semua.

Rahasia Sholat Dhuha 4 Rakkat

Doa Iftitah dan Artinya yang bennar sesuai sunnah

terdapat dua jenis doa iftitah, namun yang saya sajikan ini adalah yang nabi shallallahu alaihi wasallam sering gunakan pada sholat wajib 5 waktu.

 

Doa Iftitah Dalam Sholat

Perlu di pahami terlebih dahulu, terdapat beberapa macam doa iftitah, namun berikut ini yang paling sering rasulullah shallallahu alaihi wasallam lakukan pada sholatnya. Ada 2 jenis yang berbeda, silakan dibaca penjelasannya agar tidak keliru.

Doa Iftitah Allahumma Baid

Untuk yang pertama rasulullah shallallahu alaihi wasallam sering baca pada sholat fardu seperti subuh hingga isya.

اَللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَايَاىَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ ، اللَّهُمَّ نَقِّنِى مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ
Doa Iftitah Latin
Artinya
“Ya Allah jauhkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana engkaujauh kan antara timur dan barat. Ya Allah bersihkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana bersihnya pakaian putih dari kotoran. Ya Allah cucilah aku dari dosa-dosaku dengan air, salju dan embun.”

manfaat tahajud untuk kecerdasan

tanpa kita ketahui ternyata sholat tahajud pada malam hari sangat banyak manfaatnya. untuk lebih jelasnya baca berikut ini manfaat tahajud untuk kecerdasan

Spiritual manfaat sholat tahajud yang mengagumkan

Rahasia tahajjud dalam meningkatkan kecerdasan spritualemosional dan intektual

Rahasia tahajjud untuk meningkatkan kecerdasan spiritual,emosional dan intelektual

Tahajud, confidential to increase intelligence spiritual, emotional and intellectual

 (Telaah analisis pemikiran tokoh Yazid Al-Bustomi. Lc)

BAB I

  1. Kontek penelitian

Dalam Islam, shalat merupakan salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap individu muslim. Shalat sebagai pilar islam memberikan pelajaran kepada kita betapa pentingnya memperkuat basis keagamaan atau religius kita dengan satu amal yang dikerjakan setiap hari dan setiap malam.

Jika bangunan Islam kita kokoh, segala bentuk upaya apapun yang coba memalingkan kita takkan berhasil.Kita juga takkan pernah khawatir dan dan takut tersesat jalan karena setiap hari kita diingatkan untuk shalat.[1]

Shalat adalah titik sentral dasar curahan kebaikan serta lambang hubungan yang kokoh antara Allah dan hamba-Nya. Mendirikan shalat merupakan salah satu rukun islam yang menjadi kewajiban umat Islam. Kewajiban sholat ini merupakan hal yang utama karena amal dari shalatlah yang akan dihisab pertama kali oleh Allah Swt di akhirat nanti. Barang siapa yang shalatnya dikerjakan dengan baik maka beruntunglah dia dan sebaliknya barang siapa yang shalatnya dinilai kurang, maka kurangnya hanya bisa ditutup bila hamba tersebut punya simpanan shalat sunnah. Selain itu Allah SWT menjadikan shalat sebagai pelindung manusia dari perbuatan-perbuatan yang keji dan munkar.[2]

Sebagian dari kita telah sepakat bahwa segala sesuatu yang terjadi dan tersedia di muka bumi tidak ada yang tiba-tiba, tanpa alasan, atau penuh kehampaan tiada makna dan tujuan.Termasuk diantaranya bahwa segala sesuatu pasti memiliki sejarah bagaimana sesuatu itu terjadi. Jika Al-Qur’an kita kenal dengan Asbabun Nuzul artinya latar belakang atau alasan yang menyebabkan suatu ayat atau surah Al-Qur’an itu turun , meski dalamAsbabun Nuzul yang kita kenal sekarang tidak menghimpun seluruh ayat Al-Qur’an. Sedang dalam Hadist, ada yang disebut dengan Asbabul Wurud, artinya latar belakang mengapa hadis itu disebutkan pleh Rasulillah Saw.

Termasuk dalam hal ini adalah salat Tahajjud.Salat Tahajjud memiliki latar belakang tersendiri, mengapa harus dilaksanakan.Salat tahajjud pertama kali di syariatkan setelah Nabi Muhammad mendapat wahyu. Nabi dinytakan oleh Allah dalam surah Al-Muzzammil(yang berselimut) yang diturunkan ketika Nabi Muhammad SAW. Mengeletar dalam selimut setelah beliau mendapat wahyu yang pertama.[3]

Anjuran shalat Tahajud kali perama terdapat pada surah Al-muzzamil ayat 1-10.

يَآيّهَا الْمُزَّمِّلُ, قُمِ الَّيلَ إلَآقَلِيْلَ إلاَّ قَلِيْلاً, نِّصْفَهُ, أَوِانقُصْ مِنْهُ قَلِيلاً , أوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْءَا نَ تَرْتِيلاً, إِنّا سَنُلْقِى عَلَيكَ قَوْلاً ثَقِيلاً , إنَّ نَا شِئةَ الَّيلِ هِىَ أشَدُ وَطْئا وَأقْوَمُ قِيْلاً , إِنَّ لَك فِى النَّهَارٍ سَبْحًا طَوِيْلاً , وَآذْكُرِ اسْمَ رَبكَ وَتَبْتّل إِلَيْهِ تَبْتِيلاً , رَّبُّ آلْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ لَا إِلَىهَ إلاَّ هُوَ فَآ تَّخِذْهُ وَكِيلاً , وَآصْبِرْ عَلى مَا يَقُو لُونَ وآهْجُرْ هُمْ هَجْرًا جَمِيلاً

“Hai orang yang berselimut (Muhammad),bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit. atau lebih dari seperdua itu. dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu Perkataan yang berat.Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak).sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadatlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan.  (Dia-lah) Tuhan masyrik dan maghrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Maka ambillah Dia sebagai Pelindung. dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik.[4]

Oleh karena itu , untuk mendapatkan pemahaman yang utuh mengenai mengapa, kapan, bagaimana, dan untuk apa shalat tahajud disyariatkan, kota perlu menyelami aspek sejarahnya, surah yang kali pertama turun adalah Surah Al-Qalam dan Al-Muzzammil, merupakan surah ketiga yang turun sesudah Al-‘Alaq dan Al-Qalam.[5]

Shalat malam (Tahajjud) merupakan kehormatan bagi seorang muslim, sebab mendatangkan kesehatan, menghapus dosa-dosa yang dilakukan siang hari, menghindarkanya dari kesepian dialam kubur, mengharumkan bau tubuh, menjaminkan baginya kebutuhan hidup, dan juga menjadi hiasan surga. Selain itu , shalat tahajjud juga dipercaya memiliki keistimewaan lain, dimana bagi orang yang mendirikan shalat tahajjud diberikan manfaat, yaitu keselamatan dan kesenangan di dunia dan akhirat, antara lain wajahnya akan memancarkan cahaya keimanan, akan dipelihara oleh Allah dirinya dari segala macam marabahaya, setiap perkataanya menandung arti dan dituruti oleh orang lain, akan mendapatkan perhatian dan kecintaan dari orang-orang yang mengenalinya, dibangkitkan dari kuburnya dengan wajah yang bercahaya, diberi kitab amalannya di tangan kanannya, dimudahkan hidabnya, berjalan di atas shirat bagaikan kilat[6]

Menurut Yazid Al bustomi dalam bukunya Ragam Pantangan & Anjuran Shalat Tahajud juga mengatakan bahwa shalat tahajjud merupakan salah satu shalat sunnah yang mempunyai fadhilah untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah swt. Hal ini sebuah hadist yang menyebutkan bahwa Rasullulah saw bersabda sebagaimana berikut[7]:

عَنْ ناَ فِعٍ اَنَّ عَبْدَ اللهِ بْنَ عُمَرَ قاَلَ رَسُوْ لُ اللهِ صَلىَّ الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلُّوْا فىِ بُيُو تِكُمْ وَلا تَتَّخِذُوْ هاَ قُبُوْ رًا

Dari Nafi’ dikatakan bahwasanya Abdullah ibnu Umar pernah berkata: “Rasulullah SAW pernah bersabda: “Kerjakanlah shalat sunnah di rumah kalian masing-masing, dan janganlah menjadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan”[8]

Dalam Al-Qur’an banyak sekali ayat yang memrintah atau menekankan  pelaksanaan shalat Tahajjud bagi seluruh umat muslim. Namun, ayat-ayat tersebut cenderung diremehkan, tidak dihiraukan dengan berbagai bentuk. Sehingga, sangat sedikit kaum muslim yang melaksanakan shalat tahajjud. Ayat-ayat tersebut adalah sebagaiberikut:

  1. Meremehkan janji tempat terpuji

Tentang hal ini, Allah Swt berfirman :

وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْبِهِ نَافِلَةً لَّكَ، عَسى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا

Dan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajyd (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.[9]

Ayat tersebut dengan tegas mengatakan bahwa seorang yang mengerjakan tahajjud akan diberi tempat terpuji oleh Allah Swt. Bentuk tempat terpuji yang dimaksud bermacam-macam, antara lain :

  1. Rizqi yang luas, sehingga hidupnya sejahtera
  2. Dihormati oleh orang-orang sekelilingnya
  3. Tercapai segala hasrat dan cita-citanya
  4. Ditinggikan derajat sosialnya ditengah masyarakat, sehingga ia disegani dan dijadikan panutan oleh banyak orang.
  5. Lancar segala urusannya.
  6. Selamat dari berbagai mara bahaya
  7. Diberi keturunan yang shalih dan sholihah

Kepada orang yang sholat tahajud Allah bersaksi atas mereka adalah orang yang beriman, kesaksian Allah adalah kesaksian yang inti. Apabila seseorang menurut Allah dicatat sebagai orang yang baik, tentu saja seluruh varian kehidupan dan nasibnya akan terus menerus menjadi orang yang baik. Karena itulah, sangat penting bagi Anda untuk menyembah kepada Allah dengan hati yang total tengah malam, agar Allah bersaksi bahwa kita adalah hamba-Nya yang beriman dan ta pernah melakukan hal-hal yang fatal.[10]

Allah berfirman :

إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ ،تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ،فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّا أُخْفِيَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Orang-orang yang berimandenganayat-ayat kami, hanyalah orangorang yang apabila diperingatkan dengan (ayat-ayat kami), maka mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya, dan mereka tidak menyombongkan diri.Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdo’a kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginginkan sebagian dari rezeki yang kami berikan kepada mereka. Maka, tidak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyenangkan hati sebagai balasan terhadap apa yang mereka rasakan.[11]

  1. Fokus penelitian

Berdasarkan uraian tersebut diatas maka peneliti merumuskan masalah pokok yang dikaji secara seksama yaitu :

1)      Bagaimana pengaruh sholat Tahajjud dalam meningkatkan kecerdasan spiritual?

2)      Bagaimana pengaruh sholat Tahajjud dalam meningkatkan kecerdasan emosional?

3)      Bagaimana pengaruh sholat Tahajjud dalam meningkatkan kecerdasan intelektual?

  1. TujuanPenelitian

Setiap permasalahan memerlukan pemecahan suatu masalah mempinyai tujuan yang ingin dicapai, tujuan inilah yang memberikan arah dalam memecahkan permasalahan sebagai berikut :

1)        Untuk mengetahui pengaruh sholat tahajjud dalam meningkatkan kecerdasan spiritual.

2)        Untuk mengetahui pengaruh sholat Tahajjud dalam meningkatkan kecerdasan emosional.

3)        Untuk mengetahui pengaruh sholat Tahajjud dalam meningkatkan kecerdasan intelektual.

  1. Kegunaan penelitian

1)        Secara teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran dalam rangka memperkaya khazanah keilmuan ataupun wawasan akan pentingkan sholat tahajjud pada masyarakat umumnya dan penulis khususnya.

manfaat sholat tahajud

2)        SecaraPraktis

Penelitian ini diharapkan bisa menberi pelajaran dalam mengamalkan dari implementasi sholat tahajud di dalam meningkatkan kecerdasan spiritual, emosional dan kecerdasan intelektual.Khusus bagi penulis dan pembaca umumnya.

  1. Batasan Istilah

Untuk lebih terarahnya pembahasan dan sekaligus guna menghindarikesalahpahaman mengenai maksud utama skripsi ini,maka penulis dipandang perlu untuk menjelaskan maksud istilah yang dipakai, sekaligus merupakan batasannya. Adapun maksud yang terkandung adalah sebagai berikut:

  1. Tahajjud

Tahajjud merupakan salat sunnat yang dikerjakan Pada malam hari setelah terjaga dari tidur.Salat tahajjud termasuk salat sunnat mu’akad (salat yang dikuatkan oleh syara’).Salat tahajjud dikerjakan sedikitnya dua rakaat dan sebanyak-banyaknya tidak terbatas. Shalat Tahajjud merupakan salah satu shalat sunnah yang mempunyai fadhilah untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah Swt. Hal ini sebuah hadist yang menyebutkan bahwa Rasulullah saw. Bersabda,:[12]

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَا رَكَ وَتَعَا لى (اَىْ اَمْرُهُ) كُلَّ لَيْلًةٍ اِلَى سَمَا ءِ الدُّ نْيَاا حَتَّى يَبْقى ثُلُثُ اللّيلِ الآخِرِ فَيَقُو لُ: مَنْ يَدْ عُوْ نِى فَأَ سْتَجِيْبُ لَهُ وَمَنْ يَسْأ لُنِى فَاُعْطِيْهِ وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَاَغْفِرُ لَهُ

Tuhan kami menurunkan perintahnya ke langit dunia ini pada tiap malam, ketika sepertiga malam yang terakhir, lantas Allah berfirman : Barang siapa yang meminta kepada Ku aku akan memberinya. Dan barang siapa yang meminta ampun padaKu, Aku akan mengampuni dosanya.[13]

  1. Kecerdasan Spiritual (SQ)

Setelah Daniel goleman dengan konsep “Emotional Quotient (EQ) nya mengguncangkan tradisi pemikiran lama yang menempatkan kecerdasan intelektual atau rasional sebagai satu-satunya kecerdasan yang menentukan keberhasilan hidupseseorang, baru-baru ini muncul pula suatu istilah yang di kenal engan “Spiritual Quotient (SQ).

Spiritual Quotient atau kecerdasan spiritual (SQ) merupakan temuan mutakhir secara ilmiah yang pertama kali digagas oleh Danah Zohar dan Ian Marshall, masing-masing dari Harvard University dan Oxford University melalui serangkaian penelitian yang sangat komprehensif. Dalam bukunya yang sangat terkenal (SQ). danah Zohar dan Ian Marshal menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan kecerdasan spiritual adalah “kecerdasan menghadapi dan memecahkan persoalan makna dan value, yaitu kecerdasan untuk menentapkan perilaku dan hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya, kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibaningkan dengan yang lain.SQ adalah landasan yang diperlukan untukmemfungdikan IQ dan EQ secara efektif.Bahkan SQ merupakan kecerdasan tertinggi kita.

Sedangkan di dalam ESQ, kecerdasan spiritual adalah kemampuan untuk member makna ibadah terhadap setiap perilaku dan kegiatan, melalui langkah-langkah dan pemikiran yang bersifat fitrah, menuju manusia yang seutuhnya (hanif), dan memiliki pola pemikiran tauhidi (integraistik), serta berprinsip “hanya karena Allah”[14]

  1. Kecerdasan Emosional (EQ)

Emosi adalah sebuah istilah yangsudah populer, namun maknanya secara tepat masih membingungkan, baik dilakalangan ahli psokologi maupun ahli filsafat.Oleh sebab itu kalau rumusan para psikologi tentang emosi sangatbervariasi sesuai dengan orientasi teoritisnya yang berbeda-beda.[15]

Istilah kecerdasan emosi baru dikenal secara luas pertengahan 90-an dengan diterbitkannya buku Daniel Goleman: Emotional intelligence. Sebenarnya Golemen telah melakukan riset kecerdasan emosi (EQ) ini lebih dari 10 tahun.Ia menunggu waktu sekian lama untuk mengumpulkan bukti ilmiah yang kuat.Sehingga saat Goleman mempublikasikan penelitiannya, Emosional Intelligencemendapat sambutan positif baik dari akademisi maupun praktisi.

Goleman menjelaskan kecerdasan emosi (emotional intelligence) adalah kemampuan untuk mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, dan kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan dalam hubungan dengan orang lain. Menggunakan ungkapan Howard Gardner, kecerdasan emosi ini selaras dengan ajaran tokoh spriritual terbesar, pendiri filsafat illuminasi, Syihabuddin Suhrawardi al-Maqul, “… beliau-Aristoteles-mulai berbicara kepada saya dalam sebuah penampakan tentang gagasan bahwa manusia harus melakukan penyelidikan pertama-tama mengenai (masalah) pengetahuan tentang realitas dirinya, dan selanjutnya, menyelidiki (pengetahuan orang-orang lain) yang berada diluar (realitas dirinya).

Kecerdasan emosi mencakup kemampuan kemampuan yang berbeda, tetapi saling melengkapi , dengan kecerdasan akademik (academic intelligence), yaitu kemampuan-kemampuan kognitif murni yang diukur dengan IQ. Meskipun IQ tinggi tetapi bila kecerdasan emosi rendah tidak banyak membantu.Banyak orang cerdas, dalam arti terpelajar, tetapi tidak mempunyai kecerdasan emosi, ternyata bekerja bawahan orang yang IQ-nya lebih rendah tetapi unggul dalam ketrampilan kecerdasan emosi.

Dua macam kecerdasan yang berbeda ini-kecerdasan intelektual dan emosi-mengunggkapkan aktivitas bagian-bagian yang berbeda dalam otak.Kecerdasan intelektual terutama didasarkan pada kerja neokorteks, lapisan yang dalm evolosi berkembang paling akhir di bagian ats otak.Sedangkan pusat-pusat emosi berada di bagian otak yang lebih dalam, dalam subkorteks yang secara evolusi lebih kuno, kecerdasan emosi dipengaruhi oleh kerja pusat-pusat emosi ini, tetapi dalam keselarasan dengan kerja pusat-pusat intelektual.[16]

  1. Kecerdasan Intelektual  dari sholat tahajud

Menurut Mahfudin Shalahudin (1989) di nyatakan bahwa “intelek” adalah akal budi atau intelegensi yang berarti kemampuan untuk meletakan hubungan dari proses berfikir. Selanjutnya, dikatakan bahwa orang yang intelegent adalah orang yang dapat menyelesaikan persoalan dalam waktu yang lebih singkat, memahami masalahnya lebih cepat dan cermat, serta mampu bertindak cepat.

Istilah intelegensi, semula berasal dari bahasa latin Intelligere yang  berarti menghubungkan atau menyatukan satu sama lain. Menurut William Stern, salah seorang pelopor dalam penelitian inteleggensi, mengatakan bahwa intelegensi adalah kemampuan untuk menggunakan secara tepat alat-alat bantu dan pikiran guna menyesuaikan diri terhadap tuntunan-tuntunan baru. Sedangkan Leis hedison Terman berpendapat bahwa intelegensi adalah kesanggupan untuk belajar secara abstrak. Orang di katakan intelegensi jika orang tersebut mampu berfikir abstrak dengan baik.

Jean piaget mendefinisikan intelect adalah akal budi berdasarkan aspek-aspek kognitifnya, khususnya proses berfikir yang lebih tinggi. Sedangkan intelegence atau intelegensi menurut Jean piaget diartikan sama dengan kecerdasan, yaitu seluruh kemampuan berfikir dan bertindak secara adatif, termasuk kemampuan mental yang kompleks seperti berfikir, mempertimbangkan, menganallisis, mensintesis, mengevaluasi, dan menyelesaikan persoalan.[17]

  1. Metode penelitian

Secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.

Tedapat empat kata yang perlu diperhatikan yaitu, cara ilmiah, data, tujuan, kegunaan tertentu. [18]

1)      Pendekatan dan jenis penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library reseach), yaitu suatu cara kerja tertentu yang bermanfaat untuk mengetahui pengetahuan ilmiah dari suatu dokumen yang dikemukaan oleh ilmuan masa lalu maupun sekarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif sehingga menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata, catatan yang berhubungan dengan makna, nilai dan pengertian. Dalam skripsi ini Peneliti menganalisis muatan isi dari objek penelitian yang berupa dokumen yaitu Rahasia Tahajjud dalam meningkatkan kecerdasan spiritual, emosional, Intelektual (Telaah anlisis Pemikiran Yazid Al-Busthomi)

Skripsi ini menggunakan pendekatan filosofi yaitu suatu pendekatan untuk menelaah dan memcahkan masalah-masalah pendidikan dengan menggunakan metode filsafat. Pendidikan membutuhkan filsafat karena masalah pendidikan tidak hanya menyangkut pelaksanaan pendidikan semata. Dalam pendidikan akan muncul masalah-masalah tersebut diantaranya adalah tujuan pendidikan yang bersumber dari tujuan hidup manusia dan nilai sebagai pandangan hidup. Nilai dan tujuan hidup memang merupakan fakta, namun  pembahasannya tidak bisa dengan menggunakan cara-cara yang dilakukan oleh sains, melainkan diperlukan suatu perenungan yang lebih mendalam.

Cara kerja pendekatan filsafat dalam pendidikan dilakkan melalui metode berfikir radikal, sistematis dan menyeluruh tentang pendidikan, yang dapat dilakukan melalui metode berfikir yang radikal, bacaan doa sholat dhuha sistematis dan menyeluruh tentang pendidikan, yang dapat dikelompokkan ke dalam tiga model :

  1. Model filsafat spekulatif
  2. Model filsafat preskriptif
  3. Model filsafat analitik

2)      Data dan Sumber data

            Salah satu pertimbangan dalam memilih masalah penelitian adalah ketersediaan sumber data. Penelitian kuantitatif lebih bersifat explanation (menerangkan, menjelaskan), karena itu bersifat to learn about the people (masyarakat objek), sedangkan penelitian kualitatif lebih bersifat understanding (memahami) terhadap fenomena atau gejala sosial, karena bersifat to learn about the people (masyarakat sebagai subyek)

Yang di maksud sumber data dalam penelitian adalah subyek dari mana dapat diperoleh.[19]

Sumber data dalam penelitian ini antara lain:

  1. Sumber primer

Sumber primer yaitu hasil-hasil penelitian atau tulisan karya penelitian atau teoritis yang orisinil.

  1. Al- Bustomi, yazid, 2012, Tahajud untuk kecerdasan akademikmu. Jogjakarta : diva pres
  2. Al- Bustomi, yazid, 2012, Ragam Pantangan & Anjuran Shalat Tahajjud. Jogjakarta : safirah
  3. Al- Bustomi, yazid, 2015, Dasyatnya energi tahajud. Jogjakarta : Diva press
  4. Sumber skunder

Sumbersekunderadalahbahan pustaka yang ditulis dan dipublikasikan oleh seorang penulis  yang tidak secara langsung melakukan pengamatan atau berpartisipasi dalam kenyataan yang ia deskripsikan. Dengan kata lain penulistersebut  bukanpenemuteori.

1          Al- Qasam, izzudin,2010, Rahasiasholat Malam, Jombang Jawatimur : Darul Hikmah

2          Ra’uf, amrin,2011, Tips-tips mudah agar bisabangun malam, jogjakart, : Bening.

3          Muiz bin Nur, Abdul, 2014, Mukjizat terapi shalat tahajud,cijantung-jakarta timur : Pustaka makmur

4          Haq, Sabila, 2015, Super Tahajjud, yogjakarta : Saufa

5          Muhyidin, Muhammad, 2010, Misteri Sholat Tahajjud, jogjakarta : Diva Press

6          Mahmud, As’ad, 2015, #Tahajud notes Renungan dasyat penggugah semangat di pagi hari, Surakarta : al-Qudwah

7          Waid, abdul, 2013, akibat-akibat fatal meremehkan shalat Tahajjud, jogjakarta : Diva Press

8          Qasim, Ahmad Mustafa, 2008, Bukan Sholat Biasa, jakarta : Darul fadilah

9          Ginanjar Agustian, Ary, 2003, ESQ, jakarta : Arga

10      Desmita, 2012, Psikologi Perkembangan, Bandung : Rosda

11      Kurnianto, Fajar, 2015, menyelamimaknaBacaanSholat, Jakarta : Quanta

3)      Teknik Pengumpulan data

Dalam tehnik pengumpulan data ini penulis melakukan tahapan-tahapan sebagai berikut :

  1. Observasi

Ilmu pengetahuan mulai dengan observasi dan selalu harus kembali kepada observasi untuk mengetahui kebenaran ilmu itu.

Observasi dilaukan untuk memperoleh informasi tentang kelakuan manusia seperti terjadi pada dalam kenyataan.

Dengan observasi dapat kita peroleh gambaran yang lebih jelas tentang kehidupan sosial, yang sukar diperoleh dengan metode lain.

Observasi juga dilakukan bila belum banyak keterangan dimiliki tentang masalah  yang kita selidiki. Observasi diperlukan untuk menjajakinya. Jadi berfungsi sebagai eksplorasi. Dari hasil ini kita dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang masalahnya dan mungkin petunjuk-petunjuk tentang cara memecahkannya.[20]

  1. Dokumentasi

Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan , gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. Dokumen yang berbentuk tulisan, gambar, misalnya foto, gambar hidup, sketsa dan lain-lain. Dokumen yang berbentuk karya misalnya karya seni, yang dapat berupa gambar, patung, film, dan lain-lain. Studi dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif. Dalam hal dokumen Bogdan menyatakan “In most tradition of qualitative research, the phrase personal document is used broadly to refer to any firt person narrative produced by an individual ehich describes his or her own actions, experience and belief.[21]

4)      Teknik analisis data

  1. Konten analisis

Dalam penelitian kualitatif, terutama dalam strategi verifikasi kualitatif, teknik analysis data ini dianggap sebagai teknis analysis data yang sering di gunakan. Namun selain itu pula, teknik analysis ini dipandang sebagai teknik analysis data yang paling umum. Artinya, teknik ini adalah yang paling abstrak untuk menganalisis data-data kualitatif. Content Analysis berangkat dari anggapan dasar dalam ilmu-ilmu sosial bahwa studi tentang proses dan isi komunikasi adalah dasar dari studi-studi ilmu sosial. Deskripsi yang diberikan para ahli sejak janis (1949), Berelson (1952) sampai Lindzey dan Aronson (1968) tentang Content Analysis, selalu menampilkan tiga syarat, yaitu : pbjektivitas, pendekatan sistimatis dan generalisasi.

  1. Teknik analisis domain

Mendekati suatu masalah secara langsung, dirasakan sulit apabila tanpa mengenal masalah tersebut secara umum. Analisis domain mampu mengatasi kesulitan ini. Teknik analisis domain digunakan untuk menganalisis gambaran-gambaran objek penelitian secara umum atau ditingkat permukaan, namun relatif utuh tentang objek penelitian tersebut. Teknik analisis Domain ini amat terkenal sebagai teknik yang dipakai dalam penelitian ini hanya ditargetkan untuk memperoleh gambaran seutuhnya dari objek yang diteliti, tanpa harus diperincikan secara detail unsur-unsur yang ada dalam keutuhan objek penelitian tersebut. [22]

  1. Sistematika Pembahasan

Agar skripsi ini nanti lebih terarah dan sistematis serta berkaitan antara pembahasan masing-masing bab, maka perlu dibuat sistematika pembahasan, yaitu sebagai berikut :

BAB I          :      PENDAHULUAN

Pada bab ini diuraikan latar belakang masalah yang diperlukan bagi pemahaman yang memadai mengenai suatu permasalahan uang dibahas sebagai dasar pemikiran atau pijakan dalam tulisan ini. Selanjutnya dikemukakan tentang konteks penelitian , fokus maslah yang menjadi pokok permasalahan, tujuan penelitian, batasan istilah, metode penelitian, dan sistematika pembahasan.

BAB II         :      KAJIAN PUSTAKA

Dalam bab ini penulis memaparkan deskripsi tentang obyek variabel yang diteliti. Dalam hal ini pembahasan tentang tinjauan rahasia sholat tahajjud tinjauan tentang implementasi sholat tahajjud dan berisi tentang review hasil penelitian terdahulu.

BAB III         :    PAPARAN HASIL TEMUAN KAJIAN PUSTAKA

 Dalam bab ini penulis memaparkan tentang penelitian, meliputi : pengertisn tentang Shalat Tahajjud dan hubungannya dengan kecerdasan spiritual, kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektual.

BAB IV         :    ANALISIS HASIL PENELITIAN

Dalam bagian ini berisi analisis penulis tentang Rahasia Sholat Tahajjud dalam meningkatkan kecerdasan spiritual emosional dan intelektual dan sjauh mana, peran sholat tahajjud dalam meningkatkan kecerdasan spiritual emosional dan intelektual

BAB VI         :    PENUTUP

Dalam bab ini akan di paparkan tentangkesimpulandan saran-saran.

DAFTAR KEPUSTAKAAN

LAMPIRAN

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

  1. Review Hasil Penelitian Terdahulu

Berdasarkan telaah pustaka yang penulis lakukan, ada beberapa skripsi yang memiliki kajian hampir sama dengan bahasan penelitian ini. Dalam skripsi yang di tulis oleh Zeri Bastirul Firdlausy(2013) Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah Universitas Hasyim Asy’ari(UNHASY) Tebuireng Jombang, yang berjudul “Urgensi Sholat Tahajud dalam meningkatkan Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual”. Dengan metode penelitian Kualitatif. Menyimpulkan bahwa pentingnya sholat Tahajud dalam segi manfaat jasmani dan rohani yaitu Sholat Tahajud dapat membantu terbentuknya cakra mahkota menurut tradisi india. Sehingga meningkatkan intuisi dan mengendalikan emosi serta dapat menstabilkan hormon melatolin.

Ditinjau dari aspek religi, orang yang senantiasa melaksanakan sholat Tahajjud akan mendapat rasa kedekatannya kepada Alloh Swt. Selanjutnya , dia akan merasakan ketentraman bathin, kemudahan dalam menjalani kehidupan karena semua hasil akhir dari usaha atau kerja kerasnya selalu diserahkan kepada Alloh Swt untuk menentukannya dan dia juga akan mendapatkan keseimbangan kehidupan lahir dan bathin.

Sehubungan dari peneltian ini, dalam skripsi Eva sukarsih, yang berjudul “Konsep Shalat Khusyuk dalam presepektif Al-Qur’an dalam meningkatkan kesehatan Jasmani dan Rohani”.jurusan Pendidikan Agama Islam, fakultas Tarbiyah Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY)Tebuireng Jombang tahun 2012 Metode penelitian Kualitatif.

Menurut skripsi ini, bervariasinya gerakan sholat dengan segala kemanfaatnya didalamnya menjadikan sebuah kemanfaatan yang sangat luar biasa salah satunya berkaitan dengan ketahanan otot yang terjadi pada otot extensor punggung bawah. Gerakan ruku’dan i’tidal yang terjadi dalam gerakan shalat wajib maupun sunnah mengakibatkan adanya kerja otot yang berkesinambungan dan teratur, shalat adalah gerakan yang dimulai dari gerakan berdiri kemudian membunngkuk sehingga tangan sampai pada lutut, dilanjutkan dengan berdiri kembali dengan tuma’ninah atau khusyuk. Latihan fisik yang ketahanan otot yubuh serta menghambat timbulnya penyakit.Maka dari itu dengan melakukan shalat secara khusyuk, baik khusyuk bacaanya maupun khusyuk gerakan dapat memberi efek positif pada kesehatan jasmani dan dapat mencegah datangnya penyakit.entang manfaat shalat Tahajjud dalam meningkatkan kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ).Skripsi yang kedua berfokus pada efek shalat terhadap kesehatan jasmani dan ruhani. Setelah melihat dari kedua judul hasil penelitian terdahulu diatas, penulis menegaskan bahwa penelitian yang dilakukan berjudul “Rahasia Tahajjud Dalam Meningkatkan Kecerdasan Emosional Dan Kecerdasan Intelegensi”(telaah analisis pemikiran tokoh Yazid al-bustomi) benar-benar belum pernah diteliti orang lain sebelumnya. Dan penelitian ini lebih memfokuskan pada Rahasia Tahajjud dalam meningkatkan kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Intelegensi.

  1. KAJIAN TEORI UMUM
  2. Sholat
  3. Definisi Sholat

Shalat secara bahasa artinya adalah do’a (Az-Zubaidi, Tajul ‘Arus). Sebagai doa, shalat menjadi sesuatu yang niscaya harus dilakukan, sebagaimana disebutkan baik dalam Al-Qur’an maupun hadist Nabi. Ada beberapa hal yang mengharuskan manusia untuk berdo’a kepada Allah, yang itu berarti sama dengan mengharuskannya untuk mengerjakan shalat.

Pertama, doa merupakan ibadah, bahkan merupakan otaknya ibadah. Otak bagi manusia adalah perangkat yang sangat penting.Otak adalah pusat dari segala aktivitas saraf-saraf manusia.

Rasulullah bersabda, “Doa adalah ibadah.”(HR. Abu Dauwud dari An-Nu’man bin Basyir). Dalam redaksi lain, beliau bersabda, “Doa adalah otaknya ibadah”. (HR. At-Tarmidzi dari Anas bin Malik). Ibadah adalah penyembahan kepada Allah.Ini relevan dengan perintah Allah kepada manusia untuk beribadah atau menyembah hanya kepada-Nya. Allah berfirman dalam suratAdzariyat ayat 56,

وَمَا خَلَقْتُ الجِنَّ وَالإِ نسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُونِ

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” [23]

Di surat al- Baqarah ayat 21, Allah juga menegaskan,

يَأَيُّهَا النَّا سُ اعْبُدُو اْ رَبُّكُمُ الَّذِ ى خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa.” [24]

Kedua, Doa merupakan sarana memuliakan manusia, karenadoa adalah hal paling baik untuk memuliakan Allah. Manusia menapaki kehidupan dunia tiada lain agar mendapatkan kemuliaan, tidak hanya di dunia, tapi juga di akhirat. Kemuliaan yang langsung disematkan Allah yang hakiki, bukan kemuliaan yang disandangkan para makhluk yang sifatnya temmporal, tidak abadi.Lawan dari kemuliaan adalah kehinaan. Dengan kata lain, orang yang tidakk berdo’a kepada Allah adalah orang yang hina di mata-Nya.

Ketiga, doa merupakan kunci dari marah tidaknya Allah terhadap manusia. Allah akan marah kepada manusia yang tidak berdoa, dan sebaliknya akan mengasihi, menyayangi, dan mencintai, serta bersikap lembut, kepada orang yang berdoa kepada-Nya.

Keempat, doa merupakan upaya pendekatan diri kepada Allah. Dengan berdoa, seseorang berarti tengah mendekati-Nya, sedekat mungkin. Dalam istilah lain, pendekatan ini dinamakan dengan taqarub. Orang yang berdoa sama dengan orang yang bertaqarub kepada Allah.[25]

Banyak penelitian membuktikan bahwa ketenangan dapat meningkatkan kecerdasan. Hal ini dekarenakan ketenangan bisa meningkatkan sirkulasi darah ke otak, memperlancar pernapasan, dan meningkatkan oksigen yang akan melancarkan kenerja organ tubuh, sehigga dapat membantu meningkatkan konsentrasi pikiran. Shalat tahajjud yang dikerjakan secara khusyuk dan ikhlas, bisa mendatangkan ketenangan sekaligus sebagai terapi kecerdaan pikiran.[26]

  1. Shalat dan kberuntungannya

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤمِنُونَ , الَّذينَ هُمْ فِى صَلاَتِهِمْ خَشِعُونَ

“Mengenai kekhusyuan dalam shalat, Allah berfirman “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang  yang khusyuk dalam shalatnya.”[27]

Ayat ini menunjukan ketertarikan antara iman dan kekhusyuan.Orang beriman tidak secara otomatis khusyuk dalam sholat, dan orang yang sholat tidak selamanya beruntung.Untung disini bukan dalam pengertian bahwa orang yang tidak khusyuk keuntungannya kecil atau sedikit.Karena yang didapatnya dalam shalat hanyalah formalitas, yakni sebatas menyelesaikan gerakan dan bacaan shalat seperti diatur Nabi.Orang yang tidak khusyuk shalat bukan berarti orang yang tak beriman.Ia beriman, dank arena itu ia mengerjakan shalat. Makna ayat ini adalah ketika seseoeang khusyuk dalam sholatnya, maka keimannan seseorang makin bertamba, karena shalatnya dihayati dan diterjemahkan dalam kehidupan, dan tentu saja merupakan suatu keberuntungan yang besar.[28]

  1. Shalat sebagai kebutuhan

Shalat juga merupakan kebutuuhan bagi manusia. Manusia butuh shalat karena sholat bias memberikan nilai positif bagi orang yang mengerjakannya. Nilai yang tidak hanya dirasakan ketika di dunia, tapi juga di akhirat.Nilai yang tidak hanya dirasakan secara fisik, tapi juga nonfisik.Material badaniah lahiriah manusia dan spiritual batiniah. Secara fisikmisalnya, gerakan-gerakan sholat oleh para ahli kesehatan disebut bias memperlancar aliran darah yang membat pelakunya sehat. Secara spiritual, jiwanya akan lapang, terang, luas dan bercahaya. Cahaya immaterial yang hanya dirasakan oleh sang pelaku.

Shalat sebagai kebutuhan dapat dilihat dari konteks shalat sebagaido’a dan permohonan kepada Allah. Manusia pada hakikatnya adalah mahluk yang lemah, seperti yang diungkapkan Allah dalam firman-Nya, dalam surat an-Nisa’ ayat 28

يُرِيدُ الله أَن يُخَفِّفَ عَنكُمْ , وَخُلِقَ الإِنسَنُ ضَعِيفًا

Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah”[29]

  1. Shalat membersihkan dosa

Allah memeberikan mediun kepada manusia agar bias mendekatiNya lagi, yaitu medium shalat. Shalat menjadi medium pembersih dari dosa (fungsi ke dalam) dan medium prevntif dari tindakan-tindakan yang mengandung dosa-dosa di kemudian hari (fungsi ke luar)

Rasulullah pernah berdialog dengan para sahabatnya. Beliau bertaaya pada mereka, “Apa pendapat kalian jika didepan pintu rumah kalian ada sunga yang kalian gunakan untuk mandi lima kali sehari, menurut kalian apakah kalian yang mandi lima kali sehari itu masih terdapat kotoran?” mereka menjawab, “Tentu tidak Rasulullah .”Beliau Bersabda, “Itulah perumpamaan shalat lima waktu. Dengan shalat itu, Allah menghapus dos-dosa kalian.”

  1. Sholat mencegah perbuatan buruk

Selain fungsi kedalam, sholat juga memiliki fungsi ke luar. Allah menyebutkan fungsi shalat ini dalam firman-Nya,surat al-Ankabut ayat 45:

اتْلُ مَا أُوحِىَ إِلَيكَ مِنَ الْكِتَبِ وَأَقِمِ الصَّلَوةَ , إِنَّ الصَّلَوة تَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِوَالْمُنكَرش , ولَذِ كْرُ اللهِ أَكبَرُ , وَالله يَعْلَمُ ما تَصْنَعُونَ

“bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Kitab (al-Qur’an) dan dirikanah sholat . sesungguhnya sholat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (Shalat) adalah lebih besar (keutamannya dari pada ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjaan.”[30]

  1. Shalat pelipur lara

Situasi kritis juuga dialami manusia ketika ia diliputi dengan perasaan takut atau khawatir dan sedih. Dua situasi psikolagi yang dialami manusia bahkan ketika secara fisikia sehat dan bugar.Takut atau khawatir dengan sesuatu yang dianggapnya mengancam dan sedih ketika ada harapan atau keinginan yang tidak didapatkan. Allah menggambarkan hal ini da;am firman-Nya, Surat al-Baqarah ayat 277

إِنَّ الذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا لصَّلِحَتِ وأَقَامُوا الصَّلَوةَ وَءَاتَوُا الزَّ كَوةَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلاَ خَوْفٌ عَليهم وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ

 “Sesungguhnya orang-orang yang berfirman, mengerjakan  amalsaleh, mendirikan shalat dan zakat,mereka mendapat pahala di sisi Tuahannya. Tidak ada khawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”[31]

  1. Shalat sebagai cahaya

Shalat disebutkan juga adalah cahaya. Rasulullah bersabda “Shalat adalah cahaya”

Shalat adalah cahaya, maksudnya adalah cahaya di hati seorang mukmin. Apabila hati bercahaya, maka wajah pun akan bercahaya. Adapun di akhirat kelak, di saat yang gelap, shalat seorang mukmin benar-benar menjadi cahaya hakiki yang memancar di sekelilingnya dan memberikan penerangan. Allah berfirman: surat al-Hadid ayat 12

يَومَ تَرَى المُؤمِنِينَ وَالمُؤْمِنَتِ يَسْعَى نُوْ رُهُم بَينَ أَيّدِ يهِم وَبِأَيّمَىنِهِم بُشْرَ ىكُمُ اليَومَ جَنَّتٌ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا الأَنهَرُ خَلِدِينَ فِيهَا , ذَلِكَ هُوَ الفَوزُ العَظِيمُ

(yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar dihadapan dan di sebelah kanan meraka.[32]

  1. Shalat amal yang mulia

Shalat juga termasuk amalyang mulia . Abdullah bin Mas’ud pernah bertanya pada Rasulullah, “amal apakah yang paling utama”? jawab beliau “Shalat pada waktunya”.Abdullah bin Mas’ud bertanya lagi, “kemudian apa?” Berbakti kepada orang tua”, jawab Rasulullah.“Lalu apa lagi?”Tanya Abdullah bin Mas’ud lagi “Jihad di jalan Allah,” jawab beliau.

  1. Shalat garasi keselamatan

Shalat juga merupakan garasi atau jaminan keselamatan bagi pelakunya. Abdullah nin Amr berkata, Rassulullah bersabda, “Siapa saja yang menjaga shalat lima waktu, baginya cahaya, bukti dan keselamatan di hari kiamat. Siapa saja yang tidak menjaganya, maka ia tidak mendapatkan cahaya bukti dan juga tidak mendapatkan keselamatan. Pada hari kiamat,ia akan bersama Qarun , Firaun, haman, dan Ubay bin Khalaf.”[33]

  1. Shalat Tahajjud
  2. Definisi sholat tahajjud

Shalat tahajjud adalah shalat sunnah yang dikerjakan di malam hari setelah terjaga dari tidur. Shalat tahajjud termasuk shalat sunnah mu’akad (shalat yang dikuatkan oleh syara’). Shalat tahajjud dikerjakan sedikitnya dua rakaat dan sebanyak-banyaknya tidak terbatas.[34]

Allah SWT berfirman :Adz-Dzarriyat ayat 15-17

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍَآخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْۗ، إِنَّهُمْكَانُواقَبْلذَٰلِكَمُحْسِنِينَكَانُوا قَلِيلًا مِّنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونََ

Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwaitu berada dalam taman-taman (surga) dan mata air-mata air, sambil menerima segala pemberian Rabb mereka.Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan.Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktumalam.[35]

Shalat tahajud merupakan ibadah sunnah yang menedapatkan perhatian istimewa dari Allah. Allah SWT. Ayat Al-Qur’an ssecara langsung menganjurkan kepada kita untuk bertahajjud. Bertebaran ayat dalam Al-Qur’an yang menampilkan berbagai janji, baik nerupa kjaminan terhapusnya dosa atau meninggikan derajat,[36]

Tahajjud diketahui sebagai ibadah yang ditunaikan pada malam hari, saat setiap orang mengistirahatkan tubuhnya dari kelelahan aktivitas di siang hari.[37]

Rasulullah Saw bersabda :

عَنْ الاعْرَج عَنْ اَبِى هُرَيرَةَ قَا ل قَا ل رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلّم اِذَانَام اَحَدُكُم عَقَدَ الشَّيطا نُ على رَأْسِهِ ثَلاَثَ عُقَد يَضْرِبُ على كُلِّ عُقْدَةٍ لَيلاَ طَوِيلاً اى أرْقُدُ فَاِنِ اسْتَيْقَظ فَذَ كَرَا لله انْحَلّتْ عُقْدَ ةٌ فَاِنْ تَوَ ضّأَ اىخْلّتْ عُقْدَ ةٌ اُخْرى فَاِنْ صَلىَّ اىخَلَّتْ العُقْدُ كُلُّهَا فَيُصْبِحُ طَيِّبَ النَّفْسِ نَشِيطًا وَالاَّ اصْيَحَ خَبِثَ النَّفْسِ كَسْلاَنَ

Dari Al-‘A’raj dari Abu Hurairah katanya: “Rasulullah saw pernah bersabda: “ jika salah seseorang dari kamu tidur, maka syaitan mengikatnya dengan tiga ikatan. Ketiga ikatan tersebut menjadikan ia terlelap dalam tidurnya selamam suntuk. Tetapi jika ia terjaga kemudian ia menyebut nama Allah, maka terlepaslah satu ikatan, kemudian ketika ia berwudlu, maka akan terlepas pula satu ikatan lagi, dan akhirnya jika ia melakukan shalat, maka terlepas pula ikatan yang terakhir, sehingga di pagi harinya hati orang itu akan bersih dan penuh semangat. Akan tetapi jika ia tertidur sampai subuh, maka pagi harinya ia akan kotor jiwanya dan ia tidak mempunyai gairah apa pun.[38]

Bahkan tidak ada terapi yang menyamai kedasyatan shalat Tahajjud. Shalat sunnah yang satu ini menjadi piranti yang dapat mem-backup manusia menjadi hamba yang seutuhnya. Yaitu hamba yang benar-benar mampu mempersembahkan diri yang paling lemah dan rendah di hadapan Allah Swt. Itulah hamba yang tidak bisa bertanggung jawab kepada selain-Nya dan meluruskan keyakinan hati bahwa hanya kepada-Nya-lah tempat segala curah dan keluh kesah.[39]

Shalat ini termasuk kegiatan yang sulit untuk dilaksanakan. Karena waktu pelaksanaannya, yang tidak lain adalah waktu untuk menikmati istirahat malam. Kebiasaan dari membiasakan diri untuk melaksanakan adalah kunci suksenya. Tidak jarang orang baru mengenal salat Tahajjud, namun mereka yang baru mengenal islam pun banyak yang mampu melaksanakannya.

Dari beberapa penjelasan tentang definisi shalat Tahajjud, dapat diketahui bahwa yang dimaksud dengan Tahajjud adalah semua ibadah yang di lakukan pada malam hari. Sahalat tahajjud merupakan sholat sunnah yang paling utama setelah shalat fardhu.[40]

  1. Logika ilmiah shalat tahajud

Dalam islam, salat atau ibadah yang utama. Shalat sunnah yang paling utama setelah salat wajib adalah shalat tahajud.

Shalat tahajud (juga shalat-shalat yang lain)mengandung beberapa aspek. Aspekhydrotherapy saat berwudhu sebelum bertahajjud, aspek gerakan dan relaksasi, aspek doa dan meditasi, aspeksugesti atau heterougesti, dan aspek kebersanaan atau semacam group therapy, jika salat tahajjud dilakukan dengan berjamaah.

Kemudian ketika seorang menggelar sajadah untuk menunaikan salat tahajjud, ia berada dalam kondisi layaknya orang yang melakukan meditasi dan relaksasi. Jika kita pernah mendengarkan lirik tombo ati yang didendangkan budayawan kondang Emha Ainun Nadjib, tahajud di sebut sebagai salah satu pengobat Hati. Sebab salat sunnah yang di tunaika di keheningan malam itu, mengantarkan orang yang menunaikan nya menjadi dekat dengan Allah. Jati yang dekat denganTuhannya adalah hati yang damai. Orang-orang yang rindu tahajjud adalah orang yang mempunyai kadar keikhlasan lebih. Al-Qur’an memuji meraka dengan menyebutnya sebagai orang-orang yang menjauhkan lambungnya dari tempat peraduan.[41]

  1. Meremehkan tahajjud

Orang yang meremehkan shalat tahajud akan menangung akibat fatal dari sisi kesehatan, yaitu rentan mengalami gangguan saraf. Kenyataanya ini diakui oleh seorang doctor ahli saraf di Amerika serikat. Seorang yang meremehkan shalat tahajud mudah mengalami gangguan saraf membuat doctor tersebut memeluk islam karena takjub terhadap shalat tahajud.

Dalam penelitian medisnya, sang doctor mengaitkan shalat Tahajjud, sikap meremehkan shalat Tahajjud, dengan kajian saraf yang sering kali dialami oleh beberapa urat saraf di dalam otak manusia disebabkan oleh tidak adanya pasokan darah yang cukup terhadap otak.[42]

Setelah memeluk islam dia amat yakin pengobatan secara islam, Dokter tersebut member tahu bahwa setelah kajian saraf dilakukan, terdapat beberapa urat saraf di dalam otak manusia ini tidak di masuki darah.  Padahal setiap inciotak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara yang lebih normal. Setelah membuat kajian yang memakan waktu akhirnya dia menemukan bahwa darah tidak akan memasuki urat saraf di dalam otak tersebut melainkan ketika seseorang tersebut bersembahyang yaitu ketika melakukan sujud.[43]

  1. Logika metafisis shalat tahajjud

Seorang hamba yang ingin mendekatkan diri kepada Allah Swt, “Sang Aku Sejati”, bias menempuh banyak jalan.Jalan yang saya maksud adalah ibadah. Di sampng shalat fardlu bias ibadah sunah seperti shalat rawatib, shalat sunnah mutlak, shalat sunnah sesudah wudhu, shalat sunnah duha, puasa senin-kamis, puasa yaum al-baidh ( tanggal 13-14-15 Qamariyah), atau ibadah yang bersifat social, seperti merawat anak yatim, memyantuni fakir miskin, member pakaian jika mereka kedinginan, member makan ketika mereka lapar, mengobatkan bila mereka sakit. Selain beberapa jalan tersebut, ada jalan yang diistimewakan oleh Allah Swt., yang dalam buku moh.Sholeh di sebut dengan istilahjalan tol .jalan tol bebas hambatan adalah SHALAT TAHAJJUD.

  1. Logika kesehatan shalat tahajjud

Kesehatan adalah sesuatu yang penting dan tidak ternilai meskipun bukan segala-galanya.Oleh karena itu, setip orang pasti mendambakan hidup sehat.Apa artinya jabatan tinggi jika harus menderita hipertensi.Apa artinya punya mobil mewah dan rumah megah kalu terkena gagal ginjal yang tiap minggu harus cuci darah. Apa arti harta melimpah , deposito di bank menumpuk , kalau tiap hari harus berbaring di atas tempat tidur akibat stroke. Apa makna menjadi millioner, jika menderita jantung koroner, apa makna istri manis kalau menderita kencing manis. Apa makna suami ganteng, jika terserang gagal jantung. Bahkan, orang yang semula ambisius dalam sebuah karier dan mempunyai semangat hidup tinggi, berunbag menjadi patah semangat, lemah, tidak mempunyai gairah hidup. Orang yang semula periang bias berubah menjadi berang karena sedang sakit. Jadi, kesehatan itu memang sesuatu yang amat penting.

1)      Batasan kesehatan

Banyak definisi sehat yang dikemukakan oleh para ahli, di antaranya pengertin kesehatan yang di kemukakan oleh WHO.Batasan sehat menurut WHO beberaa kali mengalami perubahan dan perkembangan sejalan dengan perubahan zaman dan perkembangan kompleksitas penyakit.Namun menurut buku moh. Sholeh, batasan sehat mendekati sempurna adalah definisi terakhir yang di berikan WHO yang dikutip oleh undang-undang kesehatan RI Nomor: 23 tahun 1992. Sehat adalah suatu keadaan sejahtera badan, jiwa, dan social yang memugkinkan tiap orang hidup produktif secara social dan ekonomi.Spectrum pengertian sehat menurt WHO ini lebih luas dan dinamiis; mencakup empat aspek yaitu fisik, jiwa, social, dan ekonomi.

2)      Mengapa kita sakit?

Secara sederhana, sakit dapat diartikan sebagai suatu manifestasi tumbuhnya gangguan dan atau kelainan pada diri orang yang sehat.Sedangkan timbulnya gangguan atau kelainan pada diri seseorang disebabkan oleh banyak factor. Menurut teori ekologi, ada tiga factor utama yang menyebabkan timbulnya penyakit, yaituhost(penjamu), agent (bibit penyakit), environment (lingkungan).

  1. Waktu shalat Tahajjud

Setidaknya terdapat beragam pandangan menegnai waktu pelaksanaan salat Tahajjud.Perbedaan pendapat di sebabkan oleh, antara lain, penegertian dari kata tahajjud itu sendiri, sebagaimana telah di uraikan pada bagian sebelumnya.

1)        Kapan pun di malam hari

Yang berpendapat berdasarkan arti kata tahajjud, lebih memandang luas wajtu tahajjud. Maksudnya, tahajjud bisa di laksanakan kapan saja waktu malam, dengan syarat harus tidur terlebih dahulu

2)        Sepertiga Malam Terakhir

Tampaknya pendapat ini adalah pendapat yang dianut jumhur ulama[44]. Alasannya, antara lain, berdasarkan qur’an surat al-Muzzammilayat6 :

إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئًا وَأَقْوَمُ قِيلاً.

Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (Untuk khusyuk) dan bacaan di waktuitulebihberkesan[45]

Menurut buku karangan prof. Moh.Sholah, bangun malam setelah tidur, kemudian sholat tahajud lebih baik daripada shalat di awal malam.Nabi Muhamad Saw bersabda:

عَلَيْكُم بِقِيَا مِ الليلِ وَلَوْ رَكْعَةً وَا حِدَةً

peliharalah Qiyamul lail oleh kalian sekalipun hanya satu rakaat”[46]

Jika kita ketahui batasan awal dan akhir malam maka tinggal kita bagi waktunya. Jika awal malam jatuh pada jam 18.00, misalnya, dan akhir malam jayuh pada jam 05.00, maka pertengahan malam mu;ai terhitung pukul 23.30. kemudian jika kita bagi tiga (sepertiga), dengan batas malam yang sama, maka pertigaan malam yang terakhir mulai terhitung sekitar pukul 01.00 hingga datang waktu subuh. Atau jika kemudian kita haus membaginya dengan batasan yang sama.

  1. Keutamaan shalat tahajjud

عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرّحْمنِ وَهُوَ اِبْنُ عَوْ فٍ عَنْ أَ بِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَال رَسُوْلُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ اَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضاَنَ شَهْرُ اللهِ المُحَرَّمُ وَافْضَلُ الصَّلاةِ بَعْدَ الفَرِيْضَةِ صَلاَةُاليلَ

Dari Humaid bin Abdur Rahman ibnu ‘Auf dari Abu Hurairah berkata : “Rasulullah saw pernah bersabda: “Semulia-mulia puasa setelah puasa Ramadlan adalah puasa dibulan ,uharram. Semulia-mulia sholat fardlu adalah shalat malam.”[47]

Tentang keutamaan shalat tahajjud tersebut, Rasulullah Saw suatu hari bersabda: “barang siapa mengerjakan sholat Tahajjud dengan sebaik-baiknya, dan dengan tata tertib yang rapi, maka Allah SWT akan memberikan 9 macam kemuliaan ; 5 macam di dunia dan 4 macam di akhirat”. [48]

Ada pun lima perkara di dunia tersebut adalah:

1)        Allah menjaganya dari bencana-bencana

2)        Tampak bekas taat di wajahnya.

3)        Ia akan disenangi oleh hamba-hamba yang shaleh bahkan oleh semua manusia

4)        Kata-katanyamengandung hikmah

5)        Allah memberinyarezekikepahamanterhadap agama

Ada pun yang empat di akhirat adalah:

1)        Di bangkitkan dari kubur dengan wajah yang putih dan cemerlang

2)        Di mudahkan baginya hisab

3)        Berjalan diatas shirat (jembatan diakhirat) laksana kilat (bagai petir menyambar)

4)        Diberikan kitab catatan amalnya melalui tangan kanan pada hari kiamat.

Banyak ayat Al-Qur’an dan hadist yang menjelaskan tentang keutamaan waktu malam.Ayat dan hadist tersebut juga menanjurkan kepada orang-orang yang shaleh agar mengisi waktu malam dengan berbagai ibadah.Oleh sebab itu, para ulama salaf (terdahulu) yang shaleh sangat menginginkan agar mereka dapat meraih keutamaan yang agung tersebut, karenanya pada waktu waktu tersebut, mereka bertobat, beribadah, memuji Alah SWT, berdzikir, ruku’ dan sujud kepada-Nya. Mereka dengan sungguh-sungguh mencari karunia dan keridhaan Allah SWT, menambah keyakinan dan keimanan , serta memohon anugerah-Nya yang begitu Agung. Diantara keutamaan shalat tahajjud menurut Al-Qur’an dan sunnah adalah sebagai berikut :

  1. Keutamaan shalat tajahhud yang di sebut dal Al-Qur’an, antara lain :[49]
  2. Allah SWT akan memberikan maqam (Kedudukan) yang terpuji, baik di dunia atau diakhirat
  3. Orang-orang yang menjaga shalat malam adalah orang-orang yang benar-benar bertaqwa kepada Allah SWT. Mereka akan memperoleh kebaikan, rahmat dan ampunan dari Allah SWT.
  4. Orang-orang yang melaksanakan shalat Tahajjud adalah orang-orang shaleh yang akan mendapatkan pahala dari Allah SWT.
  5. Shalat tahajjud melatih kesabaran
  6. Shalat tahajjud melatih khusyuk dan khidmat dalam dalam beribadah sehingga akan mempertebal keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
  7. Keutamaan shalat tahajjud menurut sunnah adalah :

1)   Shalat Tahajjud (Qiyamul lail) merupakan shalat yang paling afdhal (utama) setelah shalat fardhu, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرّحْمنِ وَهُوَ اِبْنُ عَوْ فٍ عَنْ أَ بِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَال رَسُوْلُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ اَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضاَنَ شَهْرُ اللهِ المُحَرَّمُ وَافْضَلُ الصَّلاةِ بَعْدَ الفَرِيْضَةِ صَلاَةُاليلَ

Dari Humaid bin Abdur Rahman ibnu ‘Auf dari Abu Hurairah berkata : “Rasulullah saw pernah bersabda: “Semulia-mulia puasa setelah puasa Ramadlan adalah puasa dibulan ,uharram. Semulia-mulia sholat fardlu adalah shalat malam”[50]

2)        Shalat tahajjud dapat melebur dosa-dosa

3)        Dibanggakan oleh Allah SWT dan di cintai oleh-Nya

4)        Masuk surga dengan mudah dan selamat

5)        Shalat tahajjud merupakan sarana mendekatkan diri, penebus dosa, dan pengusir penyakit dari tubuh.

6)        Pnghujung malam merupakan waktu yang tepat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan berdo’a kepada-Nya

7)        Shalat tahajjud adalah salah satu pintu kebaikan

  1. Bilanga shalat tahajjud

Jumlah minimal rakaat shalat tahajjud adalah 2(dua) ralaat.Yang paling utama adalah 11(sebelas) rakaat atau 13 (tiga belas) rakaat.

Siti Aisyah r.a ia berkata,

كَا نَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسليم يُصَلِّى مِنَ اللّيلِ ثَلاَ ثَ عشْرَةَ رَكْعَةً مِنْهَا الْوِتْرُ وَرَكْعَتَا الفَجْرِ

adalah Nabi saw. Selalu shalat di malam hari sebanyak tiga belas rakaat, yang antara lain ialah salah witir dan dua rakaat salat (sunah) fajar (subuh)[51]

Ada pun jumlah maksimal rakaat shalat tahajjud tidak ada batasannya.Kita boleh mengajarkan dengan jumlah rekaat yang lebih banyak dari itu, sesuai dengan keinginan dan kemampuan kita masing-masing.[52]

  1. Tata cara sholat tahjjud

Terdapat 10 postur dalam menjalankan shalat tahajjud, mulai berdiri Takbiratul Ihram hingga salam. Setiap postur itu dapat diuraikan sebagai berikut:[53]

Ø  Postur 1, PERSIAPAN

Shilatun (Menyambung)

Ø  Postur 2, NIAT

Mengangkat kedua tangan sambil mengucapkan Allohu Akbar

Ø  Postur 3, QIYAM

Meletakkan tangan kanan pada punggung telapak tangan kiri tepat diatas dada atau sedikit di atas pusar

Membaca do’a iftitah secara perlahan.Hayati dan resapi maknanya.

Ø  Postur 4, RUKUK

Bengkokan pinggang, letakkan telapak tangan pada lutut kemudian rukuk membaca tasbih secara perlahan.Hayatidanresapimaknanya.

Ø  Postur 5, QAUNA (I’tidal)

Bangkit dari posisi rukuk

Lalu i’tidal membaca do’a secara perlahan.Hayati dan resapi maknanya.

Ø  Postur 6, SUJUD

Sejud membaca tasbis secara perlahan.Hayati ddan resapi maknanya.

Ø  Postur 7, DUDUK IFTIRASY

Membaca Allahu Akbar ketika bangkit dari sujud

Kemudian dduduk di antara sujud dengan membaca doa secara perlahan. Hayati dan resapi maknanya.

Ø  Postur 8, SUJUD KEDUA

Dari duduk iftirasy sambil membaca Allahu Akbar, lalu duduk seperti postur 6

Sujud kedua, membaca tasbih secara perlahan.Hayati dan resapi maknanya.

Ø  Postur 9, DUDUK TASYAHUD

Dari sujud sambil mengucapkan Allahu Akbar, kemudian angkatlah kepala menjauh dari lantai. Bangkitkan tubuh kearah belakang, kemudian letakkan tangan pada lutut berlawanan arah dengan prosedur untuk gerakan ke arah sujud

Kemudian duduk tasyahud, membaca bacaan tasyahud dengan perlahan.Hayati dan resapi maknanya.

Ø  Postur 10, TASLIM (Memberi Salam)

Menghilangkan muka ke kanan dan ke kiri sambil mengucapkan Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

  1. Hukum Shalat tahajjud

Shalat tahajjud (Qiyamul Lail) adalah shalat sunnah yang dilakukan seseorang setelah ia bangun dari tidurnya di malam hari meskipun tidurnya hanya sebentar. Sangat ditekankan apabila shalat ini dilakukan pada sepertiga malam yang terakhir karena pada saat itulah waktu dikabulkannya do’a.

Hukum shalat tahajjud adalah sunnah mu’akaadah (sunah yang sangat ditekankan). Shalat sunnah ini telah tetap berdasarkan dalil dari Al-Qur’an, sunnah Rasulullah SAW, dan ijma’ kaum muslimin.

Allah SWT berfirman dalam surat al-Isra’ ayat 79:

وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْبِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا

Dan pada sebagian malam,lakukanlah shalat Tahajjud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu; mudah-mudahan Rabb-Mu mengangkat ketempat yang terpuji”[54]

Allah Swt berfirman dalam surat az-Zariyat ayat 17-18:

كَانُوا قَلِيلا مِّنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونََوَبِاْلأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونََ

“Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam; dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah[55]

Allah Ta’ala berfirman dalam surat as-Sajdah ayat 16-17:

تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونََفَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّا أُخْفِيَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونََ

“Lambungmerekajauhdari tempat tidurnya, sedang mereka berdo’a kepada Rabb-Nya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rizki yang kami berikan kepada mereka.Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaiyu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata, sebagai balasan terhadap apa yang telahmerekakerjakan.”[56]

  1. Hikmah sholat tahjjud

Banyak hikmah yang didapat dari shalat tahajjud di antaranya:

  1. Orang sholat tahajjud akan memperoleh macam-macam nikmat yang menyejukkan pandangan mata, tutur kata yang berbobot, mantabdanberkualitas.
  2. Memperoleh tempat yang terpuji, baik dunia maupun di akhirat.
  3. Di hapuskan segala dosa dan kejelekan-kejelekannya dan terhindar dari penyakit.

Hikmah lain yang dapat di peroleh dari mengamalkan sholat tahajjud adalah akan hilang perasaan pesimis, rendah diri, kurabg berbibit, dan berganti dengan sikap yang slalu optimis, penuh dengan percaya diri, dan pemberani tanpa di sertaisifatsombongdantakabur[57].

  1. Perkembangan otak manusia
  2. Definisi otak manusia

Otak (encephalon, brain) adalah pusat sistem saraf (centre nervous system CNS) pada vertebrata dan banyak invertebrata lainya.

Otak manusia adalah struktur pusat pengaturan yang memiliki volume sekitar 1.350cc dan terdiri atas 100 juta sel saraf atau neuron.Otak mengatur dan mengkoordinir sebagian besar, gerakan, perilku dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh.Otak manusia bertanggung jawab terhadap pengaturan seluruh badan dan pemikiran manusia.Oleh karena itu terdapat kaitan erat antara otak dan pemikiran.Otak dan sel saraf di dalamnya di percayai dapat mengetahui kognisi manusia.Pengetahuan mengenai otak memngaruhi perkembangan psikologi kognitif.Otak juga bertanggung jawab atas fubgsi seperti pengenalan emosi, ingatan, pembelajaran motorik dan segala bentuk pembelajarannya.[58]

Orang mempelajari otak manusia sudah berlangsung ribuan tahun.Terus dipelajari dari berbagai sisinya, namun diakui, makin menampilkan sisi misterinya.Artinya, selalu ditemukan berbagai fakta baru yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan.[59]

Pada waktu bayi berada dalam kandungan ibunya, badannya telah membentuk sekitar 1.5 milyar sel-sel saraf per menit. Jadi, pada saat dilahirkan, bayi memungkinkan telah memiliki semua sel-sel otak yang akan dimiliki sepanjang hidupnya. Akan tetapi, sel-sel otak tersebut belum matang dan jaringan urat syaraf masih lemah. Oleh sebab itu, segera setelah lahir hingga usia 2tahun, sel-sel otak yang belum matang dan jaringan urat saraf yang masih lemah itu terus tumbuh dengan cepat dan dramatis mencapai kematangan, seiring dengan pertumbuhan fisiknya. Pada saat bayi otak bayi seperdelapan dari berat totalnya atau sekitar 25% dari berat ota dewasanya, mak apada ulang tahun kedua ota bayi sudah mencapai kira-kira 75% dari otak dewasanya[60]

  1. Kecerdasan spiritual

SQ (Kecerdasan Spiritual) adalah suatu kemampuan yang sama tuanya dengan umat manusia. Konsep ini dikembangkan secara apik dalam buku SQ, oleh Danah Zohar dan Ian Marshall. Sejauh ini, ilmu pengetahuan dan psikologi ilmiah belum menentukan cara untuk mendiskusikan masalah makna dan perannya dalam hidup kita. Kecerdasan spiritual adalah hal yang canggung bagi akademisi karena ilmu pengetahuan saat ini tidak di lengkapi perangkat untuk mempelajari sesuatu yang tidak dapat di ukur secara objektif.

Banyak bukti ilmiah mengenai SQ sebenarnya ada dalam telaah-telaah neourologi, psikologi, dan antropologi masa kini tentang kecerdasan manusia, pemikirannya, dan proses-proses linguistik. Para ilmuwan telah melakukan penelitian dasar yang mengungkapkan adanya fondasi-fondasi saraf bagi SQ di dalam otak, namun dominasi paradigma IQ telah menutup penelitian lebih jauh terhadap data-datanya. Bagian ini akan merangkumkan empat arus penelitian yang sampai kini tetap terpisah disebabkan oleh sifat ilmu pengetahuan yang terlalu tersepesialisasi.[61]

  1. Kecerdasan emosi

Emosi adalah sebuah istilah yang sudah populer, namun maknanya secara tepat masih membingungkan, baik di kalangan ahli psikologi maupun filsafat.Oleh sebab itu kalau rumusan para psikologi tentang emosi sangat bervariasi sesuai dengan orientasi teroritisnya yang berbeda-beda.Meskipun demikian kata Chaplin (2002), terdapat persesuaian umum bahwa keadaan emosional merupakan suatu reaksi kompleks yang mengait satu tingkat tinggi kegiatan dan perubahan-perubahan secara mendalam, serta dibarengi perassaan yang kuat, atau disertai keadaan afektif.Goleman (1995) menggunakan istilah emosi merujuk pada “a feeling and its distinctive thoughts, psychological and biological states, and range of propentises to act.”Sedankan Morgan, King & Robinson, (1984) mendefinisikan emosi sebagai : “A subjective feeling state, often accompained by facial and bodily expressions, and having arousing and motivating properties”. Jadi emosi dapat diartikan sebagai perasaan atau afeksi yang melibatkan kombinasi antara gejolak fisiolois (seperti denyut jantung yang cepat) dan perilaku yang tampak (seperti senyuman dan ringisan)[62]

Istilah kecerdasan emosi baru dikenal secara luas pertengahan 90-an dengan diterbitkannya buku Daniel Goleman: Emotional Intelegence. Sebenarnya Golemen telah melakukan riset kecerdasan emosi (EQ) ini lebih dari 10 tahun.

Goleman menjelaskan kecerdasan emosi (Emosional Intellingence) adalah kemampuan untuk mengenali perasaan kita sendiri dan perasan orang lain. Menggunakan ungkapan Howard Gardner, kecerdasan emosi terdiri dari dua kecakapan yaitu: intrapersonal intelegence. Kecerdasan emosi itu selaras dengan ajaran tokoh spiritual terbesar, pendiri Filsafat illuminasi, Syihabbudin Suhrawardi al-Maqtul, “..beliau-Aristoteles-mulai berbicara kepada saya dalam sebuah penampakan tentang gagasan bahwa manusia harus melakukan penyelidikan pertama-tama mengenai [masalah]pengetahuan tentang realitas dirinya, dan selanjutnya, menyelidiki [pengetahuan orang-orang lain] yang berada di luar [realitas dirinya][63]

  1. Kecerdasan inttelektual

Kecerdasan intelektual adalah kecerdasan yang berhubungan dengan proses kognitif seperti berfikir, daya menghubungkan, dan menilai atau mempertimbangkan sesuatu. Atau kecerdasan yang berhubungan dengan strategi pemecahan masalah dengan menggunakan logika. Menurut Thurstone, dengan teori multi-faktornya, menentukan 30 faktor yang menentukan kecerdasan intelektual, tujuh diantaranya yang dianggap paling utama untuk ebilitas-ebilitas mental, yaitu : pertama, mempergunakan bilangan ; kedua, bai ingatan ; ketiga, mudah menangkap hubungan-hubungan percakapan ; keempat, tajam penglihatan ; kelima , mudah menarik kesimpulan dari data yang ada ; keenam , cepat mengamati ; ketujuh , cakap dalam memecahkan berbagai problem. Kecerdasan ini disebut juga kecerdasan rasional (rational intelegence), sebab ia menggunakan potensi rasio dalam memecahkan masalah[64]

Lapisan luar otak manusia adalah neo-cortex, dan lapisan ini hanya dimiliki oleh manusia, tidak dimiliki oleh makhluk lain. Otak neo-cortex manusia mampu berhitung, belajar aljabar, mengoperasikan komputer, mempelajari bahasa Inggris, memahami rumus-rumus fisika, melakukan perhitungan yang rumit sekalipun seperti perhitungan ROI (Return On Investment) atau pengembalian investasi, dan perhitungan angka-angka lainya. Dengan mempergunakan otak neo-crtex, manusia mampu pula menciptakan pesawat terbang hingga bom nuklir. Melalui penggunaan otak neo-cortex ini maka lahirlah IQ, kemampuan intelektual. Hal ini berkaitan dengan kesadaran akan ruang, kesadaran akan sesuatu yang tampak, dan penguasaan matematika. IQ mampu bekerja mengukur kecepatan, mengukur hal-hal baru, menyimpan dan mengingatkan kembali informasi objektif serta berperan aktif dalam menghitung angka.[65]

                                                                                          

  1. Cara merperkuat ingatan

Setiap kali kita memepelajari sesuatu, kita menciptakan sebuah jaringan pengalaman yang menggunakan ribuan sel otak, atau neuron, yang berkumpul seperti potongan-potongan jigsaw inilah yang membentuk ingatan.Otak-otak kita tersusun dari 100 miliar neuron, yang menjadi kekuatan dari masing-masing individu, dalam bentuk energikimiawi dan energi listrik, yang berukuran sekitar seratus kali lebih kecil dari rambut manusia. Anehnya, masing-masing neuron memiliki sebuah fobia: ia tidak ingin disentuh. Ada sebuah jarak kecil, berukuran sekitar sepersejuta inchi, yang disebut dengan synapse,yang memisahkan masing-masing neuron dari neuron selanjutnya.

Sebuah neuron mengandung tiga komponen utama.Serat utama, yang disebut axonatau akson, bertugas mengirimkan informasi ke berbagai neuron lain, dan ada pula dendrite spine atau punggung dendrit, yang bertugas membawa informasi baru menuju seluruh sel tubuh.

Menguasai ingatan berarti menguasi proses berfikir. Beberapa cara untuk meningkatkan daya ingat sebagai berikut:

1)        Observasi ,Ketika anda memahami dan melatih pengembangan ingatan anda, anda akan benar-benar sadar tentang bagaimana anda menerima informasi melalui lima indra anda.

2)        persepsi, Karena keterampilan observasi anda sudah semakin baik, anda memiliki sebuah kesadaran yang lebih tajam terhadap dunia di sekeliling anda, sehingga anda bisa mengingat kemampuan untuk menyadari dan merangkaikan beberapa petunjuk terpisah.

3)        Analisa ,Kita tidak didesain untuk mengingat semuanya. Pikiran anda secara ilmiyah akan menentukan relevansi kepentingan, dan daya tarik dari masing-masing informasi yang datang. Penembangan ingatan anda akan memperbaiki kemampuan anda dalam membandingkan, menyarikan, menghubungkan, mengevalusai, dan membedakan.

4)        Interprestasi, Sebuah ingatan yang terlatih akan membuat anda bisa melihat dan memahami dunia di sekeliling anda dalam cara-cara yang lebih baik, yang akan anda lihat atau dengar, dan juga kemampuan anda dalam menjelskan makna dari suatu hal kepada orang lain.

5)        Pemecahan masalah, Sebagian dari latihan menantang tentang proses berfikir dan proses mengingat anda yang konvensional. And aakan belajar untuk mengarahkan dan menstrukturkan kembali proses berfikir anda dalam sebuah cara yang akan membawa anda pada solusi kreatif dan inovatif.

6)        Sistematisai, Anda akan mampu mengingat sejumlah informasi yang sebelumnya anda pikir tidak mungkin diingat, dan anda juga akan mampu mengatur berbagai informasi tersebut dalam cara yang mudah anda ingat. Anda akan mengembangkan beberapa metode mental untuk mengkoordinasikan dan mengembangkan prosedur-prosedur yang akan membuat anda sama efisiennya dengan proses berfikir anda.

7)        Manajemen, Otak anda sangat efisien. Mengembangkan ingatkan akan mengerjakan anda bagaimana mendekte kemampuan otak aga mampu mengatur berbagai informasi, sumberdaya, ketrampilan, kemmpuan, dan bakat yang anda miliki.

8)        Pembuatan keputusan, anda sepenuhnya akan memahami mengapa ingatan anda memperhatikan apa yang sedang ia pertahankan, dan anda akan mampu meramalkan berbagai kemungkinan dari kemampuan tersebut dalam memfasilitasi proses seleksi anda.

9)        Pemberian nasehat, Ingatan yang semakin baik akan meningkatkan basis pengetahuan anda,  mengembangkan kajian dan ketrampilan,serta membantu anda menjadi lebih bijak. Anda kemudian akan mampu membantu orang lain untuk tumbuh secara perdonal dan profesional.

10)    Inovasi, Ingatan yang berkembang dengan baik akan merencanakan dan menciptakan strategi-strategi bagi anda, yang barangkali pada awalnya akan tampak aneh. Anda terdorong untuk benar-benar “berfikir di luar pola pikir orang awam” dan menghancurkan cara-cara konvesional.

11)    Imajinasi, Ingatan yang berkembang dengan baikadalah sebuah imajinasi yang dilengkapi dengan kemampuan luar biasa dalam melakukan visualisasi dan konseptualisasi.

12)    Sintesa,

200%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: “Times New Roman”; mso-fareast-language: IN; mso-hansi-theme-font: major-bidi;”>Ingatan terlatih dengan baik akan menimbulkan gagasan-gagasan, ide-ide, dan beragam informasi lain yang bisa anda manfaatkan dalam memperkaya hidup anda.

13)    Pendengaran, Ianda belajar bagaimana menyaring informasi yang anda dengar dan menangkap nilai-nilainya melalui organisasi mental, fokus, pada topik pembicaraan meskipun ada berbagai pertanyaan atau percakapan yang jauh di luar topik tersebut.

14)    Prestasi verbal, Anda mengembangkan alat-alat organisasional mental yang memungkinkan anda untuk menyampaikan presentasi tanpa harus mengacu pada topik pembicaraan meskipun ada berbagai pernyataan atau percakapan yang jauh di luar topik tersebut.[66]

  1. Peran shalat tahajjud dalam meningkatkan kcerdasan spiritual, emosional dan intelektual

Semua sholat pasti memiliki kasiat & manfaat yang baik, salah satu contohnya yaitu sholat Tahajjud. Sholat tahajjud hukumnya sunnah tapi sunah yang dianjurkan atau sunnah muakad, perintahnya sudah tertera dalam Al-qur’an.

Selain belajar, dengan melaksanakan Sholat Tahajjudm kita bisa meningkatkan Kecerdasan otak kita, karena pada saat bangun ditengah atau pertigaan malam, otak kita lebih fres karen tersiram air wudhu. Dan pada saat kita dalam posisi sujud seluruh darah kita mengalir kedalam otak, darah ini adalah darah segar 7 sehat untuk kecerdasan otak kita. Hal itu dikarenakan sirkulasi darah pada saat kita bangun tidur kemudian sholat Tahajjud menjadi lancar.

Shalat tahajjud akan membuat fikiran jadi berkonsentrasi serta memusatkan fikiran, perhatian, perasaan dan kemauan. Dimana selanjutnya akan senantiasa dapat menimbang dengan seksama, memperhatikan dengan teliti dan mengkai masalh dengn sebaik-baiknya. Juga secara sadar mampu mengambil keputusan yang tepat dan benar serta bertindak rapi dan teliti.

Menurut Sabil El-Ma’rufie, “dengan melaksanakan shalat tahajjud secara rutin maka akan mudah menyadari kesalahan-kesalahan dan pandai dalam mengelola perasaan sehingga menjadi pribadi yang lebih cerdas.”

Menurut Khalilurrahman Al-Mahfani, shalat tahajjud dapt mempengaruhi perkembangan kecerdasan seseorang. Utamanya kecerdasan fisikal, emosional, spiritual, intelegensi.Hal ini mengingat waktu pelaksanaanya pada saat manusia dalam tidur.

1)   Kecerdasan fisikal

Untuk kecerdasan fisikal, shalat tahajjud meningkatkan kekebalan tubuh dan kebugaran fisik. Shalat tahajjud merupakan alternatif olahraga yang efektif dan efisien karena dilakukan pada malam hari dengan cara pelaksanaan shalat juga menggambarkan bentuk olahraga yang dapat menyehatkan dan juga menyegarkan badan setelah tubuh merasa kakuketikadalamtidur.

2)   Kecerdasan Emosional Spiritual

Melaksanakan shalat tahajjud pada malam hari setelah beristirahat, selai berbekal optimisme, tawakal serta pasrah atas segala ketentuan dan takdir Allah Swt, dapat menghindarkan diri dari berkeluh kesah dan kecewa karena kegagalan yang di alami, karena menyadari bahwa Allah Swt adalah pemberi riski, Dialah yang mengatur rizki semua makhluk. Apalagi waktu pelaksanaannya juga disaat yang hening dan damai, saat seperti ini dapat menenangkan jiwa, daya pikir yang bersih, serta kesadaran untuk mengamalkan agama semakin bertambah.

Dalam melakukan aktivitas sehari-hari, seringkali mendapat tekanan batin dan terlibat persaingan usaha yang sangat tinggi.Dengan hal-hal demikian, pikiran menjadi kalut dan resah, hati tidak tenang, bahkan terkadang emosi tidak setabil.Keadaan seperti ini tentu tidak kondusif jika dipakai untuk melanjutkan beraktifitas.Akibatnya konsentrasi jadi rusak dan terganggunya keharmonisan dalam berfikir.

Pada saat-sat seperti itulah, shalat tahajjud kembali berperan penting. Meskipun dilaksanakan hanya dalam waktu lima atau sepuluh menit. Shalat tahajjud mampu menyegarkan pikiran, menenangkan hati, serta mampu mengontrol emosi seseorang.

3)   Kecerdasan intelektual

Shalat tahajjud mampu meningkatkan kecerdasan intelektual seseorang.Jika shalat tahajjud dilakukan secara rutin di lakukan oleh para pelajar dan mahasiswa atau apapun profesinya, keuntungannya yang didapatkan adalah mudahnya meraih prestasi akademik dan kesuksesan dalam hidup.

Adapun alasan uatama shalat tahajjud mampu meningkatkan kecerdasan intelektual adalah:

1)   Hakikat ilmu adalah cahaya Allah

Cahaya Allah swttidak diberikan kepada para pelaku kejahatan dan pengabdi kemaksiatan.Cahaya Allah swt hanya diberikan kepada orang-oran yang senantiasa ingat kepada Allah swt baik pada waktu pagi maupun pada waktu malam.

Nabi Muhammad Saw bersabda:

حَدَّ ثَنَا إِسْمَا عِيْلُ بْنُ مُحَمَّدٍ الطّلْحِىُّ , ثَا بِتُ بْنُ مُوْسى أَبُوْ يَزِيدَ , عَنْ شَرِيْكٍ , عَنِ الأَعْمَشَ , عَنْ أَبِى سُفْيَانَ عَنْ جَابِرٍ : قَالَ : قَال رَسُوْلُ اللهِ صلى الله علىه وسليم ,, مَنْ كَثُرَتْ صَلاَ تُهُ بِا لليْلِ , حَسُنَ وَجْهُه بِا لنَّهَا رِ

Mewartakan kepada kami Isma’il bin Muhammad Ath-Thalhiy; mewartakan kepada kami Tsabit bin Musa Abu Yazid, dari Syarik, dari Al- A’masy, dari sufyan, dari jabir, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang banyak shalatnya di malam hari, niscaya akan bagus wajahnya di siang hari.”[67]

2)        Shalat tahajjud menjadikan jiwa tenang

Hal inisebagaimana firman Allah SWTdalamsuratar-Ra’d, ayat 28, yaitu:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ ۗأَلَابِذِكْرِاللَّهِتَطْمَئِنُّالْقُلُوبُ

“Hai orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram.”[68]

Agar proses belajar berjalan dengan baik diperlukan kedamaian dan ketenangan jiwa agar ilmu yang di ajarkan dapat masuk ke dalam hati orang yang belajar, yang pada prinsipnya akan mencerdaskan pikiran dan membuat ketemangan jiwanya.

3)   Shalat tahajjud menjadikan pikiran lebih berkonsentrasi

Ketika seseorang merasa lelah maka solusinya adalah beristirahat.Setelah beristirahat, maka disunatkan untuk membangun tengah malam untuk melaksanakan shalat tahajjud. Shalat tahajjud yang dilakukan pada waktu istirahat akan mengisi kembali asupan oksigen yang ada dalam di dalam otak. Sebagaimana telah diketahui bahwa salah satu gerakan shalat, yakni sujud membantu mengalirkan darah secara maksimal ke otak.Itu artinya, otak mendapatkan asupan darah dan oksigen yang berguna untuk memacu kerja sel-selnya.

Berdasarkan penguraian di atas, dapat dipahami bahwa shalat tahajjud mampu mendidik kecerdasan dalam berfikir.Hal ini dikarenakan waktu tengah malam merupakan waktu dimana pikiran berbeda dalam keadaan tenang dan bersih dari permasalahan-permasalahan, namun pada saat tersebut fikiran telah difokuskan sebentar untuk mengingat Allah swt dalam bentuk ibadah shalat.Dengan mangingat Allah SWt pada saat ketenangan seperti berfikir semakin cerdas.Oleh sebab itu, untuk mendidik kecerdasan sangat di anjurkan untuk melaksanakan atau mengamalkan shalat tahajjud.[69]

BAB III

PAPARAN HASIL TEMUAN KAJIAN PUSTAKA

  1. Teks dan terjemah surat Al-muzzamil ayat 1-10

Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit. atau lebih dari seperdua itu. dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu Perkataan yang berat. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak). sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadatlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan. (Dia-lah) Tuhan masyrik dan maghrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Maka ambillah Dia sebagai Pelindung. dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik.[70]

  1. Biografi Ust. Yazid Al-Busthomi, Lc .

Ustadz Yazid Al-Busthomi, Lc. Lahir pada tanggal 30 Juni 1982 di kota Kudus, Jawa Tengah. Sekolah MA Tasywiquth Thullab Salafiyyah, Kudus, smbil belajar kitab kuning di Pesantren Roudhotul Muta’allimin asuhan K.H.M. ma’ruf Irsyad. Setelah lulus dari MA pada Tahun 2000, ia melanjuutkan kuliah di Universitas Al-Azhar, Cairo, dengan beasiswa Majelis A’la Al-Islamiyah.

Di sela-sela kesibukannya sebagai seorang mahasiswa, ia juga aktif diberbagai prganisasi, di antaranya PCINU Mesir, KSW (Kelompok WaliSongo), dan senat fakultas di Universitas Al-Azhar, Mesir.

Pada tahun 2007, ia mulai menetap di Yogyakarta. Setahun kemudian , ia aktif menulis dan bergabung di penerbit buku bermutu, DIVA Press. Bukunya yang sudah diterbitkan berjudul :

Tahajjud untuk Kecerdasan Akademikmu (DIVA Press, 2012), Ragam Pantangan & Anjuran Shalat Tahajjud (DIVA Press, 2012), Akibat-akibat Fatal Meremehkan Shalat hajat (DIVA Press, 2013), Puasa Senin Kamis Itu Ajaib (DIVA Press, 2014), Dasyatnya Energi Tahajjud (DIVA Press, 2015), Aktivasi Tahajjud (DIVA Press, 2016).

  1. Eksistensi Sholat tahajjud dalam surat Al-Muzzammil ayat 1-10
  2. Al-Muzzammil [73] : 1-10, bila ditafsirkan makna secara mendalam mempunyai pengertian bahwa kehadiran surat ini lebih ditunjukan kepada orang-orang yang diselimuti oleh berbagai masalah yang mengakibatkan ketakutan, kekhawatiran, kecemasan, dan stres. Jika dalam ilmu kedokteran klasik diajari bahwa cara menghilangkan stres ialah dengan cara berbaring, melemaskan seluruh anggota tubuh, kemudian membayangkan bebean dan pikiran yang semakin lama semakin berkurang, mka kitab suci al-Qur’an memberikan petunjuk yang lebih hebat lagi. Caranya adalah dengan bangun malam hari dan mengerjakan shalat Tahajjud secara khusyuk, ikhlas, gerakannya tepat, dan diwaktu paling utama, yakni pada sepertiga malam yang terakhir.

Ketika tinggal sepertiga malam yang akhir, Tuhan kami turun (ke langit dunia). Dia berfirman, ‘Barang siapa yang menyeru-Ku, maka akan Aku perkenakan seruanya. Barang siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku perkenakan permintaanya. Dan, barang siapa meminta ampunan kepada-Ku, maka Aku ampuni ia.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam pelaksanaanya shalat tahajjud juga di anjur kan sebagai berikut :

  1. Membaca al-Qur’an dengan tartil

 “..dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.”

Saat mengerjakan shalat Tahajjud, bacalah surat-surat dari kitab suci dengan tartil sambil meresapi maknanya. Membaca kitab suci dengan tartil dapat “menghipnotis” malaikat agar mengamini do’a kita dalam sholat.

“Sesungguhnya , para malaikat suka dngan bacaan Qur’anmu. Mereka datang berbondong-bondong untuk mendengarkanya (mengamininya). Mereka memenuhi seluruh ruang dalam rumahmu sehingga tidak ada lagi ruang untuk kudamu.”

Dalam riwayat lain, Rasulullah Saw. Juga menegaskan:

“Maka, malaikat yang ditugaskan kepadanya berkata, ‘Amin’, dan bagimu seperti yang kamu doakan.”

  1. Berdzikir setiap saat

Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak).  sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadatlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan.

Sebenarnya, shalat Tahajjud yang dikerjakan pada malam hari mempunyai dua ini, yaitu doa dan dzikir. Dua komponen ini tidak dapat dipisahkan dalam satu produk tersebut yang disebut shalat.

Berdzikir setiap saat dapat membuat hati tenang, sehingga terhindar dari ketakutan, kekhawatiran, kecemasan dan stres. Ini kuga sesuai dengan janji Allah Swt. Sebagaimana firman-Nya:

tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä ûÈõuKôÜs?ur Oßgç/qè=è% Ìø.ÉÎ/ «!$# 3 Ÿwr& Ìò2ÉÎ/«!$# ûÈõyJôÜs? Ü>qè=à)ø9$# ÇËÑÈ  

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.

Banyak penelitian membuktikan bahwa ketenangan dapat meningkatkan kecerdasan. Hal ini dikarenakan ketenangan bisa meningkatkan sirkulasi darah keotak, memperlancar pernafasan dan meningkatkan oksigen yang akan memperlancarkan kinerja tubuh, sehingga dapat membantu meningkatkan konsentrasi pikiran. Shalat Tahajjud yang dikerajakan secara khusyuk dan ikhlas, bisa mendatangkan ketenangan sekaligus sebagai terapi kecerdasan pikiran.

  1. Tawakal

>§ ÉÎŽô³yJø9$# É>̍øópRùQ$#ur Iw tm»s9Î) žwÎ) uqèd çnõσªB$$sù WxÏ.urÇÒÈ  

(Dia-lah) Tuhan masyrik dan maghrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Maka ambillah Dia sebagai Pelindung.

Ketika mengerjakan shalat tahajjud , hendaklah kita bersikap tawakal atau berserah diri secara total kepada Allah Swt. Tumbuhkanlah kesadaran didalam hati bahwa Dia adalah Dzat yang maha segalanya ; pemilik dari kita dan semua yang ada dijagad raya.

  1. Bersabar menghadapi ujian

÷ŽÉ9ô¹$#ur 4n?tã $tB tbqä9qà)tƒ öNèdöàf÷d$#ur #\ôfyd WxŠÏHsd ÇÊÉÈ  

dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik.

Dalam kehidupan di dunia tidaak ada satu orang pun yang lepas dari ujian Allah Yang Maha Kuasa. Justru ketika kita di uji, dari situlah Dia ingin meningkatkan derajat hamba-Nya. Terkait ini, dalam sebuah riwayat, rasulullah saw. Bersabda:

“Adakalanya Allah Swt. Menyediakan suatu derajat bagi seseorang, tetapi tidak dapat dicapai dengan amalannya, sehingga diuji dengan musibah yang menimpa tubuhnya. Maka karena kesabarannya, tercapailah derajat itu.[71]

Imam ahmad bin hambal meriwayatkan dari Ummul Mukmin Aisyah ra. Bahwa Allah telah mewajibkan qiyamul lail kepada Rasulullah saw di awal surat ini. Beliau dan para sahabat telah menegakkan di sebagian malam sehingga kaki-kaki mereka bengkak. Setelah genap dua belas bulan, Allah memberikan keringanan dengan diturunkannya ayat kedua puluh dari sura ini pula. Maka berubahlah hukum qiyamul lail yang tadinya wajib menjadi satu badah yang tadinya wajib menjadi ibadah yang sunnah.

Surat Al-muzzamil turun pada marhalah bina’. Marhalah pengembangan ruh. Para sahabat merupakan calon da’i dan mujahid digembleng dengan gemlengan yang berat. Selama setahun mereka harus bangun di tengah tiap malam untuk berdiri shalat berjam-jam. Mereka dituntut untuk ta’at , tunduk, patuh dan berpegang teguh pada perintah Allah dan Rasul-Nya.

Kewajiban qiyamul lail bukanlah sekedar berdiri shalat berjam-jam. Tetapi ia merupakan tarbiyah imaniah. Tarbiyah untuk selalu berhubungan dengan Yang Maha Pencipta, untuk bermunajat kepada-Nya. Ia merupakan wasilah untuk berdiri dan bertawakal kepada-Nya. 

Generasi Al-Muzzamil harus dibina di bawah konsp qur’ani. Dan tidaklah cukup jikalau Al-Qur’an hanya dijadikan sebagai pusat dan sumber intelektualitas belaka. Tetapi al-Qur’an harus di hafal. Khusus bagi mereka yang masih berumur muda. Perlu diingat makna qiyamul lail tidak pernah terealisir selama calon da’I atau mujahid tidak hafal ayat-ayat Al Qur’an kecuali ayat saja. Bagaimana ia akan merasakan nikmat bermunajatnya, sedangkan ia hanya hafal beberapa ayat dari Al Qur’an dan diulangnya tiap raka’at shalatnya? Bagaimana ia akan merasa khusyu’? sungguh!! Betapa nikmat, tatkala kaki berdiri tegak untuk memulai munajat, hati tergerak disinari ayat-ayat Illahi, yang kemudian dibiaskan ke dalam penglihatan, pendengaran, jiwa dan kehidupan.[72]

Sedangkan Klasifikasi pelaksanaan shalat malam yaitu :

Pertama, menghidupkan seluruh malam. Ini hanya biasa dilakukan oleh orang-orang yang kuat, yang seluruh hidupnya hanya dipersembahkan untuk beribadah kepada Allah dan menikmati munajat kepada-Nya, sehingga shalat itulah yang menjadi ‘santapan’ bagi mereka dan ‘kehidupan’ bagi hati mereka. Mereka tidak merasakan letih dengan mengerjakan shalat sepanjang malam. Mereka mengantikan tidur di siang hari ketika semua manusia sibuk mencari rezeki. Hal ini dilakukan oleh sejumlah oleh sejumlah kalangan salaf. Mereka terbiasa mengerjakan shalat subuh dengan menggunakan wudhu shalat isya’. (maksudnya, mengerjakan shalat isya’ dan shubuh hanya dengan satu wudhu, karena sejak isya’ hingga subuh, wudhunya belum batal).

Kedua,  mengerjakan shalat malam selama separuh malam. Yang mampu mengerjakan shalat seperti ini dari kalangan salaf tidak terhitung jumlahnya. Cara terbaik untuk mengerjakannya adalah dengan tidur di sepertiga awal malam dan sepeenam waktu malam. Dengan demikian, ia bisa mengerjakan shalat malam di tengah-tengah waktu malam. Ini adalah waktu yanag paling utama.

Ketiga, mengerjakan shalat selama sepertiga waktu malam. Dalam hal ini, sebaiknya seorang tidur pada separoh awal dari waktu malam dan sepernenam akhir. Sebab, secara umum, tidur di waktu malam itu dianjurkan (sunnah). Sebab, ia akan menghilangkan rasa kantuk ketika melaksanakan shalat shubuh, dimana mereka jelas tidak meninggalkan hal itu.

Keempat, mengerjakan shalat malam selama seperenam atau pun seperlima waktu malam. Yang lebih utama adalah jika dilakukan pada paroh akhir, sebelum datang waktu seperenam ahir waktu malam.

Kelima,  mengerjakan shalat malam tanpa memperoalan estimasi waktu tertentu. Caranya adalah dengan mengerjakan sholat dari awal malam. Jika sudah mengantuk, maka ia tidur. Jika kemudian terbangun, maka ia mengerjakan shalat lagi; dan jika terkuasai oleh kantuk, maka ia kembali tidur. Dengan demikian, di waktu malam itu ada dua kali waktu tidur dan ada dua kali waktu tidur dan ada dua kali waktu untuk shalat malam.

Keenam, estimasi paling minim dalam melaksanakan shalat malam yaitu cukup mengerjakan hanay dalam empat atau dua rakaat. Atau bahkan barangkali kesulitan untuk bersuci, sehingga ia mencukupkan diri dengan duduk menghadap kiblat beberapa saat dengan duduk menghadap kiblat beberapa saat dengan duduk menghadap kiblat beberapa saat dengan membaca dzikir dan do’a.[73]

Ada beberapa adab-adab dalam melaksanakan  shalat malam, yang menurut pendapat Nabi SAW di dalam menunaikan shalat malam yaitu :

  1. Berniat Shalat Malam ketika menjelang tidur

Hal ini dimaksudan agar ia tetap mendapat pahala mengerjakan shalat malam jika ternyata pada malam itu ia tidak bisa menunaikannya. Sebab, Nabi SAW bersabda:

 إِنَّمَا الْأَعْمَا لُ بِا لنِّيّاتِ

“segala amal perbuatan itu berdasarkan niat”.[74]

Nabi SAW juga bersabda :

 مَنْ أَتَى فِرَاشَهُ وَهُوَ يَنْوِي أَنْ يَقُوْ مَ يُصَلّي مِنَ اللَّيلِ فَغَلَبَهُ النَّوْمُ حَتَّى يُصْبِحَ كُتِبَ لَهُ مَا نَوَى وَكَانَ نَوْمُهُ صَدَقَةً عَلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ عَزَّوَجَلَّ

“barang siapa mendatangi ranjangnya (hendak tidur) dalam keadaan berniat bangun untuk mengerjalan shalat di malam hari, kemudian ia tetidur hingga Shubuh (tanpa sempat mengerjakan shalat malam), maka dituliskan untuknya pahala niat shalat malam tersebut, sedangkan tidurnya itu merupakan sedekah untuk dirinya dari Rabbnya.[75]

  1. Berdzikir ketika Bangun tidur

Jika seseorang itu terjaga dari tidurnya untuk mengerjakan shalat malam dan tahajjud, maka sebaiknya ia berdzikir terlebih dahulu (sebelum shalat). Diriwayatkan dari Ummu Salamah bin ‘Abdirrahman bi ‘Auf bahwa ia berkata, “Aku pernah bertanya kepada ‘Aisyah, ‘Dengan apa Nabi SAW biasanya membuka shalatnya dengan bacaan do’a :

اَللّهُمَّ رَبَّ جِبْرَائِيْلَ وَمِيْكَا ئِيلَ وَإِسْرَافِيْلَ فَا طِرَ السَّمَا وَاتِ وَالأَرْضِ عَالِمَ الغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنْتَ تَحْكُمُ بَينَ عِبَا دِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُوْ نَ اهْدِنِي لِمَا اخْتِلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإ ذْنِكَ , إِنَّكَ تَهْدِي مَنْ تَشَا ءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

“Ya Allah, Rabbnya malaikat Jibril, Mika’il dan israfil, Pencipta langit dan bumi, serta yang mengetahui segala yang tersembunyi maupunynag nampak, engkau yang membuat hukum (memberi putusan perkara) diantara hamba-hamba-Mu mengenai apa yang mereka perselisihkan. Berikanlah aku petunjuk berkenaan dengan kebenaran yang diperselisihkandengan izin-Mu. Sesungguhnya Engkau memberi petunjuk kepada siapa saja yang engkau kehendaki  menuju jalan yang lurus”.[76]

Imam nawawi dalam Al-Majmu’ mengatakan, “Di sunatkan bagi setiap orang yang bangun untuk mengerjakan shalat malam agar mengusap wajahnya, bersiwak, serta memandang ke langit seraya membaca ayat-ayat ahir surat Ali ‘Imran, yaitu , Innafi khalqis samawati wal ardhi..(sesungguhnya di dalam penciptaan langit dan bumi..). hal ini didasarkan pada hadist dari Rasul yang di sebutkan di dalam Ash-shahihain.

  1. Bersiwak ketika hendak shalat malam

Hal ini di dasarkan pada hadist yang diriwayatkan dari Hudzaifah, bahwa Nabi SAW jika bangun untuk mengerjakan shalat tahajjud di malam hari, maka beliau memebersihkan mulut dengan siwak.

  1. Membangunkan istri untuk sholat malam

Hal ini termasuk bentuk pelaksanaan firman-Nya dalam surat Al Maidah [5] 2:

وَتَعَا وَنُوْا عَلَى آلْبِّرِ وَآلتَّقْوَ ى

“Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa..”[77]

Di riwayatkan dari Aisyah Ra, bahwa ia berkata :

كَانَ رَسُوْلُاللهِ عَلَيهِ وَسَلَّمَ يُصَلّي مِنَ اللّيلِ , فَإِذَا أَوْتَرَقَالَ : قُوْمِي فَأَوْتِرِي يَاعَائِشَةُ

“rasulullah SAW mengerjakan shalat malam, dan ketika beliau hendak witir, maka beliau berkata, ‘bangunlah, dan kerjakanlah shalat witir, wahai ‘Aisyah.”[78]

  1. Mulai shalat dengan dua rakaat ringan

Diriwayatkan dari ‘Aisyah Ra, bahwa ia berkata :

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَا مَ مِنَ اللّيلِ لِيُصَلّيَ افْتَتَحَ صَلاَ تَهُ بِرَكْعَتَينِ خَفِيفَتَينِ

“Rasulullah SAW itu jika bangun malam di malam hari untuk mengerjakan shalat, maka beliau membuka shalatnya dengan mengerjakan shalat dua rakaat ringan.”[79]

  1. Menangis saat membaca dan merenungi Al-Qur’an

Ketika Nabi SAW mengerjakan shalat, maka terdengarlah suara rintihan tangis beliau seperti suara air yang sedang mendidih di dalam periuk. Dari ibnu Mas’ud Ra, bahwa ia berkata, “Nabi SAW pernah berkata kepadaku, ‘Bacakanlah ayat-ayat Al-Qur’an kepadaku.’ Aku menjawab, ‘Bagaimana aku membacakannya kepada baginda, sedangkan kepada baginda Al-Qur’an itu di turunkan.’ Beliau menjawab, ‘Sesungguhnya aku ingin mendengarnya dari orang lain.’ Ahirnya aku bacakan kepada beliau bagian dari surat An-Nisa’, sehingga ketika sampai pada firman Allah SWT pada surat An-Nisa’[4]: 42 :

فَكَيفَ إِذَا جِئْنَا مِن كُلِّ أُمَّةِ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَىؤُلآءِ شَهِيدًا

“Maka bagaimanakah
(hanya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu(sebagai umatmu).[80]

Maka, beliau berkata. ‘cukup.’ Aku pun segera mengangkat kepalaku, dan ternyata aku lihat kedua mata beliau berlinang air mata.

  1. Membaca do’a dalam sholat malam

Diantara petunjuk dan kebiasaan beliau adalah banyak memanjatkan do’a dalam shalat tahajjud beliau, karena do’a yang di panjatkan ketika itu kemungkinan besar dikabulkan oleh Allah SWT. Diriwayatkan dari jabir Ra. Bahwa ia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda :

 إِنَّ فِي الّيْلِ لَسَا عَةً لاَيُوَا فِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ يَسْأَ لُ اللهَ خَيْرًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالاَخِرَةِ إِلاَّ أَعْطَا هُ , وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ

“Sesungguhnya di malam hari itu ada waktu tertentu, dimana tidaklah seorang muslim yang bertepatan dengan waktu terssebut memohon kebaikan kepada Allah berkenaan dengan urusan dunia dan akhirat, melainkan pasti Allah akan memberikannya kepada-nya. Hal itu terjadi pada setiap malam.”

  1. Tidak memberatkan diri dalam melakukan ketaatan

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Ra, bahwa Nabi SAW bersabda :

 إِ نَّ الدِّ يْنَ يُسْرُ وَلَنْ يُشَا دَّ الدَّيْنَ أَحَدٌ إِلاَّ غَلَبَهُ فَسَدِّدُوْا وَقَا رِبُوْا وَأَبْشِرُوْا وَاسْتَعِنُوْا بِا لْغَدْوَةِ وَالرَّوْحَةِ وَشَيءٍ مِنَ الدُلْجَةِ

“Sesungguhnya agama ini mudah. Tidak ada seorang pun yang membebani diri (di atas kemampuannya) dalam menjalankan agama ini kecuali pasti ia akan terberatkan olehnya. Oleh karena itu, bersahajalah, mendekatlah (kepada kebenaran), berikanlah kabar gembira, dan minta tolonglah(dengan mengerjakan ibadah) di awal waktu pagi dan petang serta waktu perjalanan malam.[81]

  1. Menangguhkan shalat ketika mengantuk

Diriwayatkan dari anas ra. Bahwa Nabi bersabda :

إِذَ نَعَسَ أَحَدُ كُمْ فِي الصَّلاَةِ فَلْيَنَمْ حَتَّى يَعْلَمَ مَا يَقْرَأُ

“Jika salah seorang diantara kalian mengantuk ketika mengerjakan sholatnya, maka hendaklah ia tidur terlebih dahulu, sehingga (kantuknya hilang, dan kemudian) ia mengerti apa yang dibacanya.[82]

  1.  Tidur setelah mengerjakan sholat malam

Disunatkan bagi etiap mukmin agar etelah mengerjakan sholat malam itu tidur kembali, yaitu di penghujung waktu malam menjelang fajar. Yang demikian ini merupakan dari oetunjuk Nabi SAW. ‘Aisyah Ra berkata, “Tidaklah kau temui Rasulullah SAW di rumahku, atau disisiku, di akhir waktu malam menjelang fajar, kecuali beliau dalam keadaan tidur.”[83]

Syaih ‘Abdul Qadir Al-Jailani mengatakan, :Di anjurkan bagi orang yang mengerjakan shalat malam agar tidur di akhir malam dengan dua tujuan. Pertama, agar kantuknya hilang di pagi harinya (terutama ketika menunaikan ibadah shalat subuh). Kedua, bahwa tidur di akhir malam itu akan menghilangkan pucat wajah. Jika ia memaksakan diri untuk tidak tidur, maka kepucatan wajah itu masih tetap begitu saja keadaanya.

  1. Berdoa saat selesai shalat malam

Diriwayatkan dari Ali bun Abi Thalib Ra, bahwa Rasulullah SAW memanjatkan doa selesai shalat witir dengan lafadz.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُدوْ ذُ بِرِ ضَا كَ مِنْ سَخَطِكَ بِمُعَا فَا تِكَ مِنْ عُقُوْبَتِكَ , وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْكَ لاَ أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيتَ عَلَى نَفْسِكَ

“Ya Allah, aku berlindung dengan ridha-Mu dari murka-Mu, dengan kemanfaan-Mu dari hukuman-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari (siksaan)-Mu. Aku tidak dapat menghitung pujian kepada-Mu seperti yang Engkau pujikan terhadap diri-Mu.[84]

Beberapa dokter, ilmuan dan cendikiawan luar negri pun mengakui bahwasanya sholat tahajjud banyak sekali mendatangkan manfaat, baik kesehatan maupun kecerdasan, di antaranya komentar adalah :

  1. Komentar para ilmuwan dan dokter tentang Shalat Malam

Seorang dokter di amerika telah memeluk islam karna keajaiban yang telah dtemunya ia amat kagum dengan penemu tersebut sehingga tidak dapat diterima oleh akal fikiran

Dia adalah seorang dokter neurologi. Setelah memeluk islam dia amat yakin pengobatan secara islam oleh sebab itu ia telah membuka sebuah klinik yang bernama “pengobatan melalui al-qur’an” diantaranya pengobatan yang dilakukan melalui kajian al-qur’an adalah berpuasa, biji hitam (jadam) madu, dan sebagainya. Ketika di tanya bagaimana dia tertarik untuk memeluk islam, maka dokter tersebut memberi tau bahwa suatu kajian saraf yang dilakukukan, terdapat beberapa urat saraf di dalam otak manusia tidak dimasuki oleh darah.

Pada setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara yang lebih norml.setelah membuat kajian yang memakan waktu akhirnya dia menemukan bahwa darah tidak akan memasuki urat saraf didalam otak tersebut, melainkan ketika seorang tersebut sembahyang yaitu ketika sujud.

Urat tersebut memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu aja. Ini artinya darah akan memassuki sebagia urat tersebut mengikuti kadar sembahyang lima waktu yang di wajibkan oleh islam.

Jadi barang siapa yang tida menunaikan sembahyanagmaka otak tidak dapat menerima darah yang secukupnya untuk berfungsi secara normal.[85]

Dokter Samir Ismail Hulwi mengatakan sesungguhnya shalat malam itu memberikan energi dan spirit kepadamu, serta menghindarkan sakit punggung di kemudian hari. Dalam hasil sebuah kedokteran disebut bahwa orang-orang lanjut usia yang mengerjakan sholat malam dapat menikmati tingkat kesehatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak mengerjakan sholat malam. Disamping itu sholat malam juga menghindarkan seorang diri dari penyakitarteriosclerosis yang bisa menyebabkan serangan penyakit angina pectoris kram jantung dan otak. Sebab orang yang bangun malam hari dan memutus jalannya tidur panjang itu berarti melakukan gerakn yang bisa menghindarkannya dari munculnya penyakit arteriosclerosis tersebut.”

Al-Hajj’Abbas Kararah mengatakan, “Shalat itu, disamping merupakan bentuk ketaatan kepada sang khaliq dan ketundukan kepada-Nya, merupakan olahraga yang banyak sekali manfaatnya. Sebab, jasad manusia ini terdiri dari Tulang, sendi, otot, urat, urat darah, dan syaraf. Seluruhnya membituhkan pelumasan setiap harinya dengan cara bergerak. Sebab, istirahat total atau tidur yang disebabkan oleh rasa malas dan kejenuhan itu, dalam berbagai kondisi yang lain, membutuhkan upaya yang lebiih besar lagi.

Barangkali kejang kedua otot betis, atau bisul pada punggung, akan menimpa orang-orang yang suka banyak tidur. Otot-otot pada tubuh manusia ini mencapai ratusan jumlahnya. Syaraf manusia juga sangat banyak, yang terbesar, saling bersambungan dan bercabang-cabang pada tubuh manusia itu mencapai 360 buah.

Untuk itu sholat merupakan olahraga yang sangat istimewa. Dengan shalat ini, seluruh persendian, tulang dan otot bergerak. Dengan begitu, peredaran darah menjadi lancar. Lalu, bayangkan jika hal itu dilakukan sebanyak lima kali dalam sehari, dan hal itu dilakukan secara berulang-ulang manakala kekuatan iman seseorang semain bertambah. Dengan demikian, shalat itu memeliki kelebihan yang tidak bisa dipungkiri, tidak pernah ditolak oleh akal dan tidak asing dari pikiran yang sehat.

  1. Komentar para cendikiawan barat tentang shalat

Dr. Carrel, ketika membahas sejauh mana kekuatan yang didapatkan oleh seorang mukmin dari mengerjakan sholat, mengatakan , “Barangkali, shalat merupakan potensi terbesar yang bisa melahirkan energi yang dikenal sampai hari ini. Sebagai dokter, saya menyaksikan sendiri sekian banyak orang sakit yang tidak mempan diberi obat-obatan medis di dalam mengatasi sakit mereka. Dan ketika kedokteran tidak lagi mampu mengatasinya, maka shalat melakukan intervensi terhadap mereka, dan akhirnya mereka pun sembuh. Sesungguhnya shalat itu sepertiradium metal yang menjadi sumber radiasi dan penghasil energi . ketika kita mengerjakan sholat, sebenarnya kita mengikatkan diri dengan kekuatan terbesar yang menguasai alam raya ini, dan kita meminta dengan cara memnjatkan doa agar ia berkenan memberikan sebagian dari kekuatan tersebut kepada kita, yang kita gunakan untuk membantu menghadapi letihnya kehidupan ini. Bahkan, doa atau munajat itu sendiri sudah cukup untuk menambah kekuatan dan energi kita. Engkau tidak akan mendapatkan seorang pun yang memohon kepada Allah sekali saja, kecuali permohonan itu akan menghasilkan buah yang terbaik.

Filosofi prancis, Ernest Renan, sekalipun begitu jaunya oia dari Islam dan Arab, mengatakan, “sesungguhnya aku tidak pernah masuk masjid kaum muslimin tanpa mengerjakan shalat dengan begitu khidmat. Rugi rasanya jika aku tidak melakukan hal seperti itu. Hanya saja, aku bukanlah seorang muslim.

Sir Thomas Arnold, ketika mengomentari shalat mengatakan, “Kewajiban yang teratur ini, sebagai bentuk peribadahan kepada Allah, merupakan tanda paling menonjol bagi kaum muslimin yang membedakan mereka dari yang lain dalam kehidupan keberagaman mereka. Seringkali ritual shalat yang bisa disaksikan oleh para turis maupun selain merka di negri-negri timur itu memberikan dampat terhadap jiwa.”[86]

  1. Rahasia tahajjud dalam meningkatkan kecerdasan Spiritual, Emosional, Intelektual

Pemikiran Yazid Al-Bustomi shalat Tahajjud merupakan salah satu shalat sunnah yang mempunyai fadhilah untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah Swt. Selain itu, dalam do’a khusus yang dipanjatkan setelah shalat tahajjud, juga terbukti bahwa shalat sunnah tahajjud ini merupakan shalat yang memang khusus diperintahkan kepada umat islam agar kembali mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Sebagai sang pencipta, Allah Swt. Sangat mengetahui dan memahami bahwa manusia adalah mahluk yang lemah dan terbatas kemampuannya. Oleh karena itu, Dia memerintahkan kepada hambanya untuk mengerjakan shalat Tahajjud agar senantiasa mendekatkan diri kepada-Nya. Dengan begitu, Dia akan memudahkan segala urusan. Hal ini menjadi bukti bahwa Dia sangat sayang kepada hamba-Nya.

Dalam kitab suci Al-Qur’an, Allah Swt, dalam surat Al-Baqarah [2] : 45 berfirman :

وَآسْتَعِنُوْا بِآ لصَّبْرِ وَآلصَّبْرِ وَآلصَّلَو ةِ

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolonngmu” [87]

Setiap mahluk hidup di dunia ini sudah dijamin bahwa mereka tidak akan pernah mendapatkan cobaan di luar batas keemamapuannya. Tidak ada satu pun mahluk di dunia ini yang lepas dari rahmat atau kasih sayang Allah Swt., baik itu dari golongan hewan melata maupun hewan yang bebas terbang diatas awan. Oleh sebab itu, sebagai hamba Allah, kita tidak perlu cemas memikirkan segala cobaan itu. Sebab, semua mahluk sudah di jamin akan mendapatkan rahmat atau kasih sayang-Nya. Bahkan orang-orang ateis sekalipun tidak lepas dari rahmat atau kasih sayang-Nya. Tidak jarang di antara mereka juga mendapatkan kenikmatan di dunia yang lebih daripada kebanyakan orang.

Akan tetapi untuk mendapatkan rahmat atau kasih sayang Allah Swt tersebut kita di wajibkan untuk berikhtiar (usaha). Selain itu, kita juga dituntut berdoa dengan maksud agar diberikan kemudahan dan keberkahan oleh-Nya. Mengenai ini, Allah Swt menjelaskan di dalam Al-Qur’an dalam surat Al-A’raaf [7] : 55-56, sebagai berikut :

أدْعُوْا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ آلْمُعْتَدِينَ, وَلاَ تُفْسِدُواْفِى آلأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَحِهَا وَآدْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا إِنَّ رَحْمَتَ اللهِ قَرِ يبُ مِّنَ آلْمُحْسِنِينَ

“ Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya, Allah tidak menyukai prang-orang yang melampaui batas. Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya, dan berdo’alah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan) sesungguhnya rahmat Allah amat dekat dengan orang-orang yang berbuat  baik.[88]

Keinginan agar dimudahkan segala urusan tidak cukup hanya dengan mengandalkan ikhtiar yang bertumpu pada kekuatan fisik saja, namun lebih dari itu, kita diwajibkan untuk berdoa atau melakukan ikhtiar hati. Sebab, dengan jalan inilah, ihktiar yang setiap harinya yang kita lakukan lebih powerfull.[89]

Inilah “biang”nya shalat Tahajjud untuk Kecerdasan akademik. Tetapi ketahuilah bahwa “mentari” ikhtisr ini dihiasi oleh lima sendi dasar, yaitu sidik jari kehidupan, simpil pembelajaran, pelangi langit, perisai al-Qur’an, dan pemberi abadi, yang merupakan satubuhul (ikatan) yang tidak boleh dipisahkan.

  1. Ritual Persiapan

Untuk menggapai barakah shalat Tahajjud (kecerdasan akademik), ada empat taha[an yang harus dilakukan, sebagaimana berikut :

  1. Mandi Taubat

Mandi taubat dengan air dingin sekitar pukul 12.00-03.00 dini hari sebagaihydro thetapy. Caranya siramlah air keseluruh tubuh dari ujung rambut hingga ujung kaki. Sebelum mandi, mulailah dengan niat mandi taubat, sebagaimana berikut:

نَوَيْتُ غُسْلَ التَّوْبَةِ سُنَّةً للهِ تَعَا لَى 

Aku niat mandi sunnah taubat karena Allah Ta’ala.”

Kemudian ketika menyiramkan air kesekujur tubuh, bacalah doa berikut :

رَ بِّ أَنْزِ لْنِى مُنْزَ لاً مُبَا رَكًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْمُنْزِلِينَ.

“Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkahi dan Engkau adalah sebaik-baik yang memberi tempat.”

Setelah itu, berdo’a, “Ya Allah, melaui air malam-Mu ini, kurangilah kebodohanku dan cerdaskanlah otakku, sebagaimana Engkau Mencerdaskan utusan-Mu, Rasulullah Saw.”

Ada banyak manfaat yang diperoleh dari mandi taubat pada tengah malam, di antaranya adalah dapat meningkatkan kesadaran diri (self consciousness) dan menyembuhkan diri dari berbagai penyakit.

Ada dua macam mandi taubat yang bisa dilakukan yaitu dengan berendam dan dengan cara penyemprotan.

  1. Mengenaikan Pakaian yang Suci dan Indah saat Shalat

Boleh jadi, anda akan bertanya, kenapa harus indah? Saat shalat, kita akan menghadap Allah yang Maha Kuasa. Memang, kita diperbolehkan memakai pakaian seadanya ketika shalat Tahajjud. Tetapi bila, tujuan kita adalah menggapai barakah demi kecerdasan akademik, sebaiknya tinggalkan hal yang kurang patut ini. Bukankah Dia juga sudah mengingatkan kepada kita mengenai hal ini? Coba Anda cermati firman-Nya dalam surat Al-A’raaf [7]:31, sebagai berikut :

يَبَنِى ءَادَمَ خُذُواْ زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap memasuki masjid..”[90]

  1. Memakai Wewangian

Memakai parfum atau wewangian ketika hendak melaksanakan shalat Tahajjud dapat mengantarkan kita untuk mencapai kekhusyukan dalam shalat. Apa alasanya? Aroma parfum atau wewangian dinilai sebagai aroma terapi sehingga dapat membuat kitajauh lebih segar atau fresh ketika shalat. Hal ini tentu bisa membuat kita khusyuk saat shalat. Namun sekedar mengingatkan, dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa aroma yang paling disenangi oleh Allah Swt adalah aroma misik atau kasturi.

  1. Memilih tempat yang tenang

Setelah mandi, memakai pakaian yang suci dan indah, serta memakai parfum atau wewangian , tibalah saatnya mengerjakan shalat tahajjud. Nah, untuk mengerjakannya, ada baiknya kita memilih tempat yang sunyi dan jauh dari hiruk-pikuk atau keramaian. Kenapa? Sebab dikhawatirkan mengganggu kekhusyukan kita dalam mengerjakan shalat Tahajjud.

  1. Proses Pelaksanaan

Terdapat 10 tahapan dalam proses pelaksanaan shalat tahajjud, mulai dari persiapan hingga salam. Adapun tahapan tersebut ialah sebagai berikut :

  1. Persiapan

Pada tahapan ini, kita sudah berdiri tegak, mengambil posisi yang nyaman, dan tangan diluruskan ke bawah. Kemudian, renggangkan kedua kaki, sehingga tidak terlalu sempit dan tidak terlalu lebar. Buang sejenak semua unek-unek yang masih tersimpn dalam pikiran, lalu mulailah fokuskan pikiran pada shalat tahajjud. Selanjutnya, tarik nafas dalam-dalam hingga hitungan kelima. Lalu keluarkan nafas secara perlahan-lahan ; ulangi ssebanyak tiga kali. Kuncilah fokus pikiran kita pada shalat tahajjud yang akan di kerjakan. Setelah fokus benar-benar terkunci, bersiaplah mengucapkan takbir.

Saat mengucapkan Allahuakbar, pikiran harus tertuju kepada-Nya, lalu rasakan bahwa Dia benar-benar sudah hadir di depan kita dan mengamati kita. Kemudian, berdoa. “Ya Allah, kami hanya mengharapkan ridha-Mu. Ya Allah , kami hanya mengharapkan rahmat-Mu. Ya Allah, kami hanya mengharap kasih sayang-Mu.”

Lalu berhenti sejenak dan berdo’a kembali, “Melalui shalat Tahajjud ini, kurangilah kebodohan hamba-Mu ini ya Allah. Tngkatkanlah kecerdasan hamba-Mu yang sangat bodoh ini ya Allah, sebagaimana Engkau mencerdaskan hamba-hamba-Mu sebelum kami.

  1. Niat

Ketika mengangkat kedua tangan hingga sejajar dengan bahu, bacalah kalimat takbir, Allahu Akbar, sambil mengucapkan niat secara lisan. Kemudian, tumbuhkan kesandaran bahwa Allah Swt sedang berada di hadapan kita, dan kita sedang menilai diri kita. Saat itu, kita sedang memasuki “haram Allah”. Yakni kawasan ekslusif untuj bertemu dengan-Nya langsung tanpa perantara.

  1. Qiyam

Pada tahapan ini, pikiran kita tetap terfokus hanya kepada Allah Swt, lalu tangan kanan diletakkan pada punggung tangan kiri tepat di atas perut dan sedikit di bawah dada. Kemudian, membaca doa iftitah secara perlahan sambil meresapi atau menghayati maknaya.

Setelah itu, diteruskan dengan membaca surat al-Faatihah secara perlahan sambil menghayati atau meresesapi maknanya.

Setelah itu, bacalah surat al-Baqarah ayat 255 atau yang biasa disebut ayat kursi. Yat ini berisi pengakuan atas ketidak berdayaan diri kita sebagai makhluk sekaligus mengakui kemahabesaran Allah Swt. Tetapi, jika tidak hafal dengan ayat ini, kita boleh membaca surat yang lain. Pilihan surat apa pun yang kita mampu, dan lebih lagi bila kita memilih surat yang tahu maknanya.

Setelah membaca surat, jangan langsung ruku’, melainkan disambung dengan menghiasi kalimat takbir sambil merasakan kedekatan kepada Allah Swt. Rasakan bahwa seolah-olah Dia ada di depan kita, menilai kita, dan hendak mengabulkan permohonan kita. Dalam kondisi ini, biasanya orang yang mengerjakan shalat Tahajjud dapat merasakan pengalaman spiritual yang sangat luar biasa, karena merasa sangat dekat dengan-Nya.

  1. Ruku’

Perhatikan posisi ruku’, yakni punggung harus lurus dan telapak tangan diletakkan pada lutut. Lalu, membaca bacaan ruku’ sebanyak tiga kali dengan perlahan-lahan sambil menghayati atau meresapi maknanya.

  1. I’tidal (bangkit dari posisi ruku’)

Setelah ruku’, lalu i’tidal dengan membaca doa seperti berikut secara perlahan-lahan sambil menghayati atau meresapi maknanya.

  1. Sujud

Perhatikan pada posisi ini, tujuh anggota badan , yakni wajah, kedua telapak tangan, lutut, dan ujung kaki harus menempel sepenuhnya pada lantai. Kemudian, berdoa membaca tasbih tiga kali sambil menghayati atau merenungi maknanya.

  1. Duduk Iftirasy

Selanjutnya ialah duduk iftirasi di antara dua sujud dengan doa secara perlahan-lahan sabil mengahayati atau meresapi maknanya.

  1. Sujud kedua

Cara sujud kedua sama seperti pada posisi sujud pertama, yakni dengan menyentuhkan tujuh anggota pada lantai, kemudian membaca tasbih tiga kali samnil mengahayati atau merenungi maknanya.

  1. Duduk tasyahud

Setelah itu, kita duduk tasyahud dengan membaca bacaan tasyahud sambil menghayati atau meresapi maknanya.

  1. Salam

Tahapan terakhir ialah mengucapkan salam. Palingkanlah muka ke kanan dan kiri sambil mengucapkan :

السَّلاَمُ عَلَيكُمْ وَرَحْمَةُ الله

“Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kamu sekalian.”

  1. Muhasabah diri

Selesai mengerjakan shalat Tahajjud, selanjutnya kita bermuhasabah diri. Saat bermuhasabah, sesalilah seluruh kesalahan atau dosa yang sudah dilakukan, baik itu yang disengaja maupun tidak, atau dosa-dosa yang besar maupun yang kecil. Sesalilah dan pasang wajah sebagai hamba yang sedang bertaubat di hadapan Allah Swt. Bila perlu, menangislah sebagai wujud bahwa kita memang benar-benar ingin bertaubat dan memohon ampun dari segala dosa atau kesalahan.

Boleh jadi, ada di antara kita yang pernah meninggalkan shalat lima waktu atau ibadah-ibadah lain yang diwajibkan, atau ada yang pernah berbuat kasar kepada istri, melakukan hal-hal yang tidak pantas kepada suami, bertindak hal-hal yang dilarang agama, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, setelah shalat Tahajjud tidak perlu menunggu lama, segera lakukan muhasabah diri dan memohon ampunan kepada Allah Swt.

Atau , mungkin ada juga di antara kita yang pernah berbuat kasar, mengucapkan kata-kata kotor, tidak sopan, atau melakukan hal-hal lain kepada orang tua,  yang sekiranya membuat mereka sakit hati. Ketahuilah, bahwa semua itu bisa membuat Allah Swt, benci atau murka kepada kita, sehingga harapan kita untuk menggapai barakah shalat Tahajjud tidak kunjung terwujud. Oleh karena itu, seusai mengerjakan shalat Tahajjud, datangilah orang tua kita dan memintalah maaf kepada mereka. Cium tangan, peluk, dan jika perlu basuh kaki mereka dengan air, sebagai tanda bakti kita kepada mereka. Bukankah ada pesan religius yang mengatakan bahwa surga itu di telapak kaki ibu? Dan, bukankah Allah Yang Maha Kuasa Juga berfirman di dalam kitab suci al-Qur’an bahwa keridhaan-Nya terganung pada keridhaan orang tua?

Namun, apabila orang tua kita sudah meninggal, maka datangilah kuburan mereka. Menangislah dan mohonkan ampun kepada Allah Swt. Atas segala kesalahan atau dosa yang pernah mereka lakukan selamata hidup di dunia. Selanjutnya, mohonlah Ampun kepada-Nya, sebagai ganti permohonan maaf kepada mereka. Terus kenang jasa-jasa mereka ketika masih hidup sambil menangis dan mendoakan mereka.

Setelah itu, mintalah kepada Allah Swt agar memberikan kekuatan dan kemudahan bagi kita dalam menjalani hidup di dunia. Mintalah petunjuk dan hidayah-Nya agar kita tidak terpeleset atau terpental jauh di jalan yang dibenci-Nya. Adukan juga segala permasalahan atau persoalan kita, baik itu yang menyangkut masalah duniawi maupun ukhrawi (akhirat), dan mintalah kepada-Nya supaya ditunjukan jalan yang mudah.

Hamba yang taat adalah hamba yang segera insaf bertaubat ketika melakukan kesalahan, lalu segera melakukan amal shalih. Oleh karena itu, bagi kita yang sudah terlanjur melakukan banyak dosa atau kesalahan, tidak usah putus asa. Sebaliknya, lakukanlah muhasabah diri. Mintalah maaf dari segala dosa-dosa kita, karena Dia adalah Dzat Yang Maha Pengampun, sebagaimana yang ditegaskan dalam kitab suci al-Qur’an pada surat az-Zumar [39] : 53, berikut :

قُلْ يَعِبَادِىَ آلَّذِينَ أسْرَفُوْا عَلَى أنْفُسِهِمْ لاَتَقْنَطُوْا مِن رَحْمَةِاللهِ إِنَّ آللهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْ بَ جَمِيعًا إِنَّهُ,هُوَ آلْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Katakanlah , ‘Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya, Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya, Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”[91]

  1. Dzikir dan Doa

Setelah bermuhabah diri, selanjutnya kita berdzikir dan membaca doa kepada Allah Swt. Sebab, Rasulullah Saw selalu menganjurkan hal ini kepada umatnya.

Lantas, kalimat dzikir apakah yang bisa kita baca? Kita diperbilehkan berdzikir sesuai dengan selera masing-masing, seperti membaca kalimat thayyibah, tasbih, takbir, tahmid, atau istighfar. Semua bacaan dzikir inni baik, karena juga sering diamalkan oleh Rasulullah Saw setelah shalat.

Meskipun demikian, dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa dzikir yang paling utama ialah kalimat laa ilaaha illallah,.

Setelah berdzikir, silakan membaca doa sesuai dengan yang diharapkan. Dan, khusus bagi kita yang mengharapkan barakah shalat Tahajjud untuk kecerdasan Akademik, ustd Yazid Al-Busthomi menyarankan untuk membaca doa nurun nubuwwah berikut :[92]

اَللهُمَّ ذِى السُّلْطَا نِ الْعَظِيْمِ وَذِى الْمَنِّ الْقَدِ يْمِ وَذِى الْوَجْهِ الْكَرِيْمِ وَوَلِيِّ الكَلِمَاتِ التَّامَّاتِ وَالدَّعَوَاتِ الْمُسْتَجَابَةِ عَا قِلِ الحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ مِنْ اَنْفُسِ الْحَقَّ عَينِ القَدْرَةِ وَالنَّا ظِرِيْنَ وَعَيْنِ الاِنْسِ وَالجِنِّ وَاِنْ يَّكَادُ الَّذِينَ كَفَرُوْا لَيُزْلِقُوْنَكَ بِاَبْصَا رِهَمْ لَمَّا سَمِعوْا الذِّكْرَ وَيَقُوْلُوْنَ اِنَّهُ لَمَجْنُوْنٌ وَمَا هُوَ اِلاَّ ذِكْرٌ لِلْعَا لَمِيْنَ ,وَمُسْتَجَا بُ لُقْمَا نُ اْلوَدُوْدُ ذُوالعَرُشِ المَجِدِ. طَوِّلْ عُمْرِى وَصَحِّحْ اَجْسَا دِىْ وَاقْضِ حَاجَتِي وَاكْثِرْ اَمْوَالِى وَاَوْلاَدِى وَحَبِّبْ لِلنَّا سِ اَجْمَعِيْنَ وَتُبَا عَدِ الْعَدَاوَةِ كُلَّهَا مِنْ بَنَي اَدَمَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ.مَنْ كَانَ حَيًّا وَيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى لْكَفِرِ ينَ وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَطِلُ. اِنَّ البَا طِلَ كَانَ زَهُوْقًا . وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَّرَحْمَةٌ لِلمُؤْمِنِينَ وَلاَ يَزِيدُ الظَّا لِمِينَ اِلاَّ خَسَا رًا. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى المُرْ سَلِيْنَ وَالْحَمْدُللهِ رَبِّ العَا لَمِينَ.

“Ya Allah , Dzat yang memiliki kekuasaan yang agung, yang memiliki anugerah yang terdahulu, memiliki wajah yang mulia, menguasai kalimat-kalimat yang sempurna, dan do’a-do’a yang mustajab, penanggung Hasan dan Husain dari jiwa-jiwa yang haq, dari pandangan mata yang memandang, dari pandangan mata manusia dan jin. Dan, sesungguhnya, orang-orang kafir benar-benar akan tergelincir kamu dengan pandangan mereka ketika mereka menengar al-Qur’an, dan mereka berkata, ‘Sesungguhnya, (Muhammad) benar-benar prang yang gila, dan al-Qur’an itu tidak lain hanyalah petingatan bagi seluruh umat. Dan , yang mengijabahi Luqmanul Hakim, dan Sulaiman telah mewarisi Daud As. Allah adalah Dzat yang maha pengasih lagi memiliki singgasana yang mulia, panjangkanlah umurku, sehatkanlah jasad tubbuhku, kabulkanlah hajatku, perbanyaklah harta bendaku dan anakku, cintakanlah semua manusia (kepadaku), dan jauhkanlah permusuhan dari anak cucu Nabi Adam As., orang-orang kafir. Dan, katakanlah, ‘yang haq telah datang dan yang bathil telah musnah’. Dan. Kami turunkan dari al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat aniaya, melainkan hanya kerugian. Maha Suci Allah Tuhanmu, Tuhan Yang Maha Mulia dari sifat-sifat yang diberikan oleh orang-orang kafir. Dan, semoga keselamatan bagi para rasul. Dan, segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam.”

BAB IV

ANALISIS HASIL PENELITIAN

  1. Sholat Tahajjud

Shalat tahajud merupakan ibadah sunnah yang menedapatkan perhatian istimewa dari Allah. Allah SWT. Ayat Al-Qur’an ssecara langsung menganjurkan kepada kita untuk bertahajjud. Bertebaran ayat dalam Al-Qur’an yang menampilkan berbagai janji, baik nerupa kjaminan terhapusnya dosa atau meninggikan derajat,[93]

Tahajjud diketahui sebagai ibadah yang ditunaikan pada malam hari, saat setiap orang mengistirahatkan tubuhnya dari kelelahan aktivitas di siang hari.[94]

Rasulullah Saw bersabda :

عَنْ الاعْرَج عَنْ اَبِى هُرَيرَةَ قَا ل قَا ل رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلّم اِذَانَام اَحَدُكُم عَقَدَ الشَّيطا نُ على رَأْسِهِ ثَلاَثَ عُقَد يَضْرِبُ على كُلِّ عُقْدَةٍ لَيلاَ طَوِيلاً اى أرْقُدُ فَاِنِ اسْتَيْقَظ فَذَ كَرَا لله انْحَلّتْ عُقْدَ ةٌ فَاِنْ تَوَ ضّأَ اىخْلّتْ عُقْدَ ةٌ اُخْرى فَاِنْ صَلىَّ اىخَلَّتْ العُقْدُ كُلُّهَا فَيُصْبِحُ طَيِّبَ النَّفْسِ نَشِيطًا وَالاَّ اصْيَحَ خَبِثَ النَّفْسِ كَسْلاَنَ

Dari Al-‘A’raj dari Abu Hurairah katanya: “Rasulullah saw pernah bersabda: “ jika salah seseorang dari kamu tidur, maka syaitan mengikatnya dengan tiga ikatan. Ketiga ikatan tersebut menjadikan ia terlelap dalam tidurnya selamam suntuk. Tetapi jika ia terjaga kemudian ia menyebut nama Allah, maka terlepaslah satu ikatan, kemudian ketika ia berwudlu, maka akan terlepas pula satu ikatan lagi, dan akhirnya jika ia melakukan shalat, maka terlepas pula ikatan yang terakhir, sehingga di pagi harinya hati orang itu akan bersih dan penuh semangat. Akan tetapi jika ia tertidur sampai subuh, maka pagi harinya ia akan kotor jiwanya dan ia tidak mempunyai gairah apa pun.[95]

Bahkan tidak ada terapi yang menyamai kedasyatan shalat Tahajjud. Shalat sunnah yang satu ini menjadi piranti yang dapat mem-backup manusia menjadi hamba yang seutuhnya. Yaitu hamba yang benar-benar mampu mempersembahkan diri yang paling lemah dan rendah di hadapan Allah Swt. Itulah hamba yang tidak bisa bertanggung jawab kepada selain-Nya dan meluruskan keyakinan hati bahwa hanya kepada-Nya-lah tempat segala curah dan keluh kesah.[96]

Shalat ini termasuk kegiatan yang sulit untuk dilaksanakan. Karena waktu pelaksanaannya, yang tidak lain adalah waktu untuk menikmati istirahat malam. Kebiasaan dari membiasakan diri untuk melaksanakan adalah kunci suksenya. Tidak jarang orang baru mengenal salat Tahajjud, namun mereka yang baru mengenal islam pun banyak yang mampu melaksanakannya.

  1. Eksistensi Sholat tahajjud dalam surat Al-Muzzammil ayat 1-10
  2. Rahasia Tahajjud dalam meningkatkan kecerdasan Spiritual, Emosional, Intelektual

BAB V

PENUTUP

  1. KESIMPULAN
  1. SARAN-SARAN

[1] Fajar kurnianto, “Menyelami Makna Bacaan Shalat” (Jakarta : Elex Media Komputindo, 2015) hal : 9

[2] Asep Nurhalm, “buku Lengkap Panduan Shalat”, (jakarta : Belanor, 2010), hal : 73

[3]Abdul muiz bin Nur, “Mukjizat Terapi Shalat Tahajud”(Jakarta:Pustaka Makmur,2014), hal. 33-34

[4]Departemen Agama RI, Al-Qur’an Terjemah, (Bandung : Syamil Qur’an, 2010), hal:  846

[5]Moh. Sholeh “pelatihan Shalat tahajud” (Jakarta, Hikmah, 2008) hal:28

[6]Izzudin al-Qasan “rahasia Sholat malam” (Jombang, Darul hikmah 2010) hal: 40

[7] Yazid Al Bustomi “Ragam Pantangan & Anjuran Shalat Tahajjud” Jogjakarta, Safirah, 2012) hal: 23

[8]Bey Arifin “terjemah Sunan An Nasa’iy jilid II” (Semarang, CV. ASY SYIFA’) hal: 259

[9] Departemen Agama RI, Al-Qur’an Terjemah, (Bandung : Syamil Qur’an, 2010), hal:  290

[10]Amrin Ro’uf “Tips-Tips mudah agar bisa bangun malam” Jogjakarta, bening 2011) hal:133-134

[11] Departemen Agama RI, Al-Qur’an terjemah, (Bandung, syamil Qur’an, 2010) hal: 416

[12] Yazid Al-Bustomi, Ragam pantangan dan anjuran tahajjud,  2012, Jogjakarta hal:23

[13]Mahrys Ali, “IRSYADUL IBAD” Surabaya” (Mutiara Ilmu) hal:162

[14]Ary Ginanjar “ESQ” (Jakarta, Arga, 2003) hal:57

[15]Desmita “psikologi perkembangan” (Bandung, rosda, 2012) hal: 115-116

[16]Agus Ngermanto, quantum quetient (Bandung,Nuansa 2005), hal: 98

[17] Muhammad ali, muhammad asrori “Psikologi remaja”(Bumi Aksara, Jakarta, 2010) hal 26-27

[18] Sugiyono “metode penelitian pendidikan” (Bandung, Alfabeta 2014) hal.3

[19]https://achmadsuhaidi.wordpress.com(01februari2016)

[20] Nasution “metode research” (PT bumi aksara, jakarta 2009 ) hal : 106

[21] Sugiyono “metode penelitian pendidikan” (alfabeta, bandung 2014) hal, 329

[22] Burhan bungin “metodologi penelitian sosial” (airlangga university press, surabaya 2001) hal, 292-293

[23]Departemen Agama RI, Al-Qur’an terjemah, (Bandung, syamil Qur’an, 2010) hal: 756

[24]Departemen Agama RI, Al-Qur’an terjemah, (Bandung, syamil Qur’an, 2010) hal: 4

[25]Fajarkurnianto, “Menyelami Makna Bacaan Shalat” (Jakarta : Elex Media Komputindo, 2015) hal : 10-11

[26]Yazid Al-bustomi “Tahajjud untuk kecerdasan Akademikmu” (Jogjakarta, Diva press 2012) hal: 99-100

[27]Departemen Agama RI, Al-Qur’an Terjemah, (Bandung : Syamil Qur’an, 2010), hal:  475

[28]Fajar Kurnianto “Menyelami Makna Bacaan Sholat” (Jakarta, Gramedia 2015) ha:13

[29]Departemen Agama RI, Al-Qur’an Terjemah, (Bandung : Syamil Qur’an, 2010), hal:  107

[30]Departemen Agama RI, Al-Qur’an Terjemah, (Bandung : Syamil Qur’an, 2010), hal:  566

[31]Departemen Agama RI, Al-Qur’an Terjemah, (Bandung : Syamil Qur’an, 2010), hal:  58

[32]Departemen Agama RI, Al-Qur’an Terjemah, (Bandung : Syamil Qur’an, 2010), hal:  786

[33]Ibid . hal: 17-34

[34]Izzudin al-Qasam “Rahasia Sholat Malam” (Jombang, Darul hikmah.2010) hal : 38

[35]Departemen Agama RI. Al-Qur’an danTerjemahnya,CV. KaryaInsan Indonesia (KARINDO), 2004. hlm. 753

[36]Moh . sholeh “Pelatihan Shalat Tahajjud” (Jakarta, Mizan Publika, 2008) hal : 74

[37] Abdul Muiz bin Nur “Mukjizat Terpi Shalat Tahajjud” (jakarta, Pustaka Makmur 2014) hal : 8

[38]Bey arifin “terjemah sunan an nasa’iy” (semarang, ASY SYIFA’) hal: 267

[39]Haviva Abu Bakar “dengan Shalat Tahajjud” (jogjakarta, Diva press 2013) hal: 70-71

[40] Ahmad Musthafa Qasim “ Bukan Sholat Biasa “ (Jakarta, Darul Fadilah, 2004hal : 21

[41]Abdul muiz bin nur “mukjizat terapi shalt tahajud” (Jakarta, Pustaka makmur ) hal :6-8

[42]Abdul waid “akibat-akibat fatal meremehkan shalat tahajjud” (Jogjakarta, DIVA press 2013) hal:108

[43]Izzudin al-Qasam “rahasia sholat malam” (Jombang, darul hikmah 2010) hal: 79

[44] Abdul muiz bin nur “Mukjizat Terapi Sholat Tahajjud “ (jakarta, Pustaka Makmur 2014 ) hal : 78-79

[45]Departemen Agama RI. Al-Qur’an danTerjemahnya,CV. KaryaInsan Indonesia (KARINDO), 2004. hlm. 846

[46]Manshur Ali Nashif “Mahkota Pokok-Pokok Hadist Rasulullah SAW” (Bandung, SINAR BARU 2006) hal: 1011

[47]Beu arifin “sunan an nasa’iy” (semarang ASY SYIFA’) hal: 270

[48]Izzudin al-Qasam, rahasia sholat malam”, (Jombang, Darul hikmah,2010), hal 57

[49] Al bany Hasan, The Power Of Night Shalat Tahajjud, (Jakarta, Wahyumedia, 2012), hal 28

[50] Bey arifin”terjemah sunan An Nasa’iy” (semarang, CV asy syifa’) hal : 270

[51]Ibid, hal: 1013

[52] Mahmud asy-Syafrowi, Op-cit , hal 86

[53]Moh. Sholeh “Pelatihan Sholat Tahajjud” (Jakarta, Mizan Publika, 2008) hal:239-254

[54]Departemen Agama RI. Al-Qur’an danTerjemahnya,CV. KaryaInsan Indonesia (KARINDO), 2004. hlm. 396

[55]Departemen Agama RI. Al-Qur’an danTerjemahnya,CV. KaryaInsan Indonesia (KARINDO), 2004. hlm. 753

[56]Departemen Agama RI. Al-Qur’an danTerjemahnya,CV. KaryaInsan Indonesia (KARINDO), 2004. hlm. 588

[57]Moh.Sholeh ,op-cit. Hal. 118

[58] https://id.wikipedia.org/wiki/otak(01fbruari2016)

[59]Soetanto soepiady “Rahasia ank genius” (Surabaya, Java Pustaka Mrdia Utama, 2011) hal. 1

[60] Desmita “psikologi perkembangan” (Bandung, remaja rosdakarya,2012) hal.102-103

[61]Agus Nggermanto “Quantum Quotient” (Bandung, Nuansa. 2005) hal: 117-118

[62] Desmita “Psikologi Perkembangan”(Bamdung, rosda, 2012) hal.115-116

[63]Agus ngermanto “Quantum Quotient” (Bandung, Nuansa, 2005) hal. 98

[64] Imam malik “pengantar Psikologi Umum” (Yogyakarta, sukses offset, 2011) hal: 103-104

[65] Ary ginanjar “rahasia sukses melejitkan ESQ Power” (ARGA, jakarta 2003) hal: 60

[66] Scott hagwood “rahasia melejitkan daya ingat otak dalam 7 hari” (jogjakarta, Diva press, 2012), hal. 39-47

[67]Abdullah shonhaji “terjemahsunan ibnu majah” (Semarang, ASY SYIFA’) hal:182-183

[68]Departemen Agama RI. Al-Qur’an danTerjemahnya,CV. KaryaInsan Indonesia (KARINDO), 2004. hlm. 341

[69] blogspot.co.id/2015/05/hikmah-shalat-tahajjud-dalam-pendidikan.html(28 februari2016)

[70] Departemen Agama RI, Al-Qur’an terjemah, (Bandung, syamil Qur’an, 2010) hal: 574

[71] Yazid al-busthomi “Aktivasi Tahajjud untuk kecerdasan akademikmu” (Yokyakarta, DIVA press, 2016) hal: 79-85

[72] Izzudin al Qasam “Rahasia Sholat Malam” (Jombang, Darul hikmah ,2010) hal : 16-17

[73] Yusuf Khaththar Muhammad “Mukjizat Ahalat Tahajjud” (Sukoharjo, WIP, 2014) hal : 71-74

[74] Diriwayatkan oleh bukhari (1) dan muslim (1907)

[75] Diriwayatkan oleh nasa’i (1786), ibnu majah (1344), dan hakim (1/311)

[76] Diriwayatkan oleh muslim (770)

[77] Departemen Agama RI, Al-Qur’an terjemah, (Bandung, syamil Qur’an, 2010) hal: 106

[78] Diriwayatkan oleh bukhari (512) dan muslim (744)

[79] Diriwayatkan oleh muslim (767)

[80] Departemen Agama RI, Al-Qur’an terjemah, (Bandung, syamil Qur’an, 2010) hal: 85

[81] Di riwayatkan oleh bukhari (39)

[82] Di riwayatkan oleh bukhari (213)

[83] Shahih muslim bi syarhin nawawi (VI/74)

[84] ‘Aunul Ma’bud (IV/213)

[85] Izzydin al Qasam “Rahasia Sholat Malam” (Jombang, Darul hikmah ,2010) hal : 79

[86] Yusuf Khaththar muhammad”Mukjizat Shalat tahajjud” (Sukoharjo, WIP, 2014) hal : 100-103

[87] Departemen Agama RI, Al-Qur’an terjemah, (Bandung, syamil Qur’an, 2010) hal : 8

[88] Departemen Agama RI, Al-Qur’an terjemah, (Bandung, syamil Qur’an, 2010) hal : 157

[89] Yazid Al-Busthomi, “Ragam Pantangan & anjuran Shalat Tahajjud” (Jogjakarta, DIVApress,2012) hal : 23-26

[90] Departemen Agama RI, Al-Qur’an terjemah, (Bandung, syamil Qur’an, 2010) hal : 154

[91] Departemen Agama RI, Al-Qur’an terjemah, (Bandung, syamil Qur’an, 2010) hal: 464

[92] Yazid Al-Busthomi “Aktivasi Tahajjud” (yogyakarta, DIVA Press, 2016) hal :143-172

[93]Moh . sholeh “Pelatihan Shalat Tahajjud” (Jakarta, Mizan Publika, 2008) hal : 74

[94] Abdul Muiz bin Nur “Mukjizat Terpi Shalat Tahajjud” (jakarta, Pustaka Makmur 2014) hal : 8

[95]Bey arifin “terjemah sunan an nasa’iy” (semarang, ASY SYIFA’) hal: 267

[96]Haviva Abu Bakar “dengan Shalat Tahajjud” (jogjakarta, Diva press 2013) hal: 70-71

“Dan pada sebagian malam hari bersalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ketempat yang terpuji” (Q.S. 17:79 ).

Keajaiban sholat tahajud sudah tidak diragukan lagi bagi Sobat yang rutin menjalankannya. Sholat tahajud sangat dianjurkan untuk mendapatkan semua keinginan, baik kesehatan, spiritual, materi atau yang lainnya. Sholat tahajud merupakan ibadah yang memberikan kepastian doa anda pasti dikabulkan dan banyak menfaat lainnya terutama dibidang kesehatan.

Mengapa ALLAH SWT mengharuskan kita sholat tahajud setelah bangun tidur pada malam hari, mengapa kok tidak langsung saja, tidak usah tidur dulu? Itulah kekuasaan ALLAH SWT yang setelah diteliti oleh para ilmuwan baik dalam dan luar negeri menurut teori pikiran bahwa mnusia pada saat bangun tidur di malam hari utamanya, gelombang otak /pikirannya masuk pada gelombang alpha dan theta.

Gelombang alpha ini merupakan pintu masuk kita kepikiran bawah sadar/suprasadar dan pada saat kita berada pada gelombang fikiran ini pikiran kita sangat rileks, santai dan fokus serta otak memproduksi hormon kebahagiaan dalam jumlah banyak yang otomatis membuat pikiran dan jiwa kita damai dan rileks. Disamping itu, karena pikiran dan jiwa kita dalam keadaan rileks maka tubuh pun menjadi semakin sehat karena pembuluh darah terbuka lebar dan tentunya darah dapat mengalir lancar keseluruh tubuh .

Dalam kondisi pikiran pada gelombang alpha, pikiran kita akan mudah masuk pada pikiran supra sadar/pikiran bawah sadar yang khusuk , jika pada saat itu kita berdoa pada Tuhan atau mengerjakan shalat dan berdoa pada Tuhan, doa kita akan terkabul dengan sangat cepat.

Yang penting kita selalu/sering mengakses pikiran suprasadar ini karena pikiran suprasadar sangat selaras dengan hati dan jiwa kita sehingga timbul keyakinan yang kuat dan pikiran suprasadar ini yang menyampaikan permohonan kita pada Tuhan dengan yakin dan oleh tuhan diperintahkan kepada alam semesta untuk segera merealisasikan doa kita, melalui orang atau objek yang telah ditentukan oleh Tuhan.

Pancaran gelombang otak kita pada saat kita sholat tahajud dan berdoa setelah bangun tidur sangat kuat dan menurut LOA, hukum alam sebab akibat/tarik menarik, pancaran gelombang kita pada saat itu sangat kuat dan dapat menarik objek apapun yang kita inginkan .

Sholat tahajud telah banyak membuat orang bahagia dan sukses, bahakan menurut penelitian orang yang sakit kanker dan penyakit apapun  dapat sembuh dengan sholat tahajud. Untuk keperluan menambah penghasilan atau melunasi hutang, dengan sholat tahajud itu semua dapat tercapai dengan mudah yang penting kita harus sering bertahajud/istiqomah dan untuk pemeluk agama lain banyak berdoa di malam hari setelah bangun dari tidur.

“Dan pada sebagian malam hari bersalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat derajatmu ke tempat yang terpuji” (Q.S. 17:79 ) 

Jadi, Sobat jangan lupa bangun malam untuk bertahajud/berdoa pasti semua permasalahan kita dalam segala hal, akan terselesaikan dalam waktu yang cepat. Jangan lupa juga untuk selalu menjaga kedamaian pikiran dengan selalu bersyukur dan berfikir positif dalam segala hal. Salam bahagia dan sukses selalu. Sumber: http://vitaminsukses.blogspot.com