manfaat tahajud untuk kecerdasan

tanpa kita ketahui ternyata sholat tahajud pada malam hari sangat banyak manfaatnya. untuk lebih jelasnya baca berikut ini manfaat tahajud untuk kecerdasan

Spiritual manfaat sholat tahajud yang mengagumkan

Rahasia tahajjud dalam meningkatkan kecerdasan spritualemosional dan intektual

Rahasia tahajjud untuk meningkatkan kecerdasan spiritual,emosional dan intelektual

Tahajud, confidential to increase intelligence spiritual, emotional and intellectual

 (Telaah analisis pemikiran tokoh Yazid Al-Bustomi. Lc)

BAB I

  1. Kontek penelitian

Dalam Islam, shalat merupakan salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap individu muslim. Shalat sebagai pilar islam memberikan pelajaran kepada kita betapa pentingnya memperkuat basis keagamaan atau religius kita dengan satu amal yang dikerjakan setiap hari dan setiap malam.

Jika bangunan Islam kita kokoh, segala bentuk upaya apapun yang coba memalingkan kita takkan berhasil.Kita juga takkan pernah khawatir dan dan takut tersesat jalan karena setiap hari kita diingatkan untuk shalat.[1]

Shalat adalah titik sentral dasar curahan kebaikan serta lambang hubungan yang kokoh antara Allah dan hamba-Nya. Mendirikan shalat merupakan salah satu rukun islam yang menjadi kewajiban umat Islam. Kewajiban sholat ini merupakan hal yang utama karena amal dari shalatlah yang akan dihisab pertama kali oleh Allah Swt di akhirat nanti. Barang siapa yang shalatnya dikerjakan dengan baik maka beruntunglah dia dan sebaliknya barang siapa yang shalatnya dinilai kurang, maka kurangnya hanya bisa ditutup bila hamba tersebut punya simpanan shalat sunnah. Selain itu Allah SWT menjadikan shalat sebagai pelindung manusia dari perbuatan-perbuatan yang keji dan munkar.[2]

Sebagian dari kita telah sepakat bahwa segala sesuatu yang terjadi dan tersedia di muka bumi tidak ada yang tiba-tiba, tanpa alasan, atau penuh kehampaan tiada makna dan tujuan.Termasuk diantaranya bahwa segala sesuatu pasti memiliki sejarah bagaimana sesuatu itu terjadi. Jika Al-Qur’an kita kenal dengan Asbabun Nuzul artinya latar belakang atau alasan yang menyebabkan suatu ayat atau surah Al-Qur’an itu turun , meski dalamAsbabun Nuzul yang kita kenal sekarang tidak menghimpun seluruh ayat Al-Qur’an. Sedang dalam Hadist, ada yang disebut dengan Asbabul Wurud, artinya latar belakang mengapa hadis itu disebutkan pleh Rasulillah Saw.

Termasuk dalam hal ini adalah salat Tahajjud.Salat Tahajjud memiliki latar belakang tersendiri, mengapa harus dilaksanakan.Salat tahajjud pertama kali di syariatkan setelah Nabi Muhammad mendapat wahyu. Nabi dinytakan oleh Allah dalam surah Al-Muzzammil(yang berselimut) yang diturunkan ketika Nabi Muhammad SAW. Mengeletar dalam selimut setelah beliau mendapat wahyu yang pertama.[3]

Anjuran shalat Tahajud kali perama terdapat pada surah Al-muzzamil ayat 1-10.

يَآيّهَا الْمُزَّمِّلُ, قُمِ الَّيلَ إلَآقَلِيْلَ إلاَّ قَلِيْلاً, نِّصْفَهُ, أَوِانقُصْ مِنْهُ قَلِيلاً , أوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْءَا نَ تَرْتِيلاً, إِنّا سَنُلْقِى عَلَيكَ قَوْلاً ثَقِيلاً , إنَّ نَا شِئةَ الَّيلِ هِىَ أشَدُ وَطْئا وَأقْوَمُ قِيْلاً , إِنَّ لَك فِى النَّهَارٍ سَبْحًا طَوِيْلاً , وَآذْكُرِ اسْمَ رَبكَ وَتَبْتّل إِلَيْهِ تَبْتِيلاً , رَّبُّ آلْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ لَا إِلَىهَ إلاَّ هُوَ فَآ تَّخِذْهُ وَكِيلاً , وَآصْبِرْ عَلى مَا يَقُو لُونَ وآهْجُرْ هُمْ هَجْرًا جَمِيلاً

“Hai orang yang berselimut (Muhammad),bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit. atau lebih dari seperdua itu. dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu Perkataan yang berat.Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak).sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadatlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan.  (Dia-lah) Tuhan masyrik dan maghrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Maka ambillah Dia sebagai Pelindung. dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik.[4]

Oleh karena itu , untuk mendapatkan pemahaman yang utuh mengenai mengapa, kapan, bagaimana, dan untuk apa shalat tahajud disyariatkan, kota perlu menyelami aspek sejarahnya, surah yang kali pertama turun adalah Surah Al-Qalam dan Al-Muzzammil, merupakan surah ketiga yang turun sesudah Al-‘Alaq dan Al-Qalam.[5]

Shalat malam (Tahajjud) merupakan kehormatan bagi seorang muslim, sebab mendatangkan kesehatan, menghapus dosa-dosa yang dilakukan siang hari, menghindarkanya dari kesepian dialam kubur, mengharumkan bau tubuh, menjaminkan baginya kebutuhan hidup, dan juga menjadi hiasan surga. Selain itu , shalat tahajjud juga dipercaya memiliki keistimewaan lain, dimana bagi orang yang mendirikan shalat tahajjud diberikan manfaat, yaitu keselamatan dan kesenangan di dunia dan akhirat, antara lain wajahnya akan memancarkan cahaya keimanan, akan dipelihara oleh Allah dirinya dari segala macam marabahaya, setiap perkataanya menandung arti dan dituruti oleh orang lain, akan mendapatkan perhatian dan kecintaan dari orang-orang yang mengenalinya, dibangkitkan dari kuburnya dengan wajah yang bercahaya, diberi kitab amalannya di tangan kanannya, dimudahkan hidabnya, berjalan di atas shirat bagaikan kilat[6]

Menurut Yazid Al bustomi dalam bukunya Ragam Pantangan & Anjuran Shalat Tahajud juga mengatakan bahwa shalat tahajjud merupakan salah satu shalat sunnah yang mempunyai fadhilah untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah swt. Hal ini sebuah hadist yang menyebutkan bahwa Rasullulah saw bersabda sebagaimana berikut[7]:

عَنْ ناَ فِعٍ اَنَّ عَبْدَ اللهِ بْنَ عُمَرَ قاَلَ رَسُوْ لُ اللهِ صَلىَّ الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلُّوْا فىِ بُيُو تِكُمْ وَلا تَتَّخِذُوْ هاَ قُبُوْ رًا

Dari Nafi’ dikatakan bahwasanya Abdullah ibnu Umar pernah berkata: “Rasulullah SAW pernah bersabda: “Kerjakanlah shalat sunnah di rumah kalian masing-masing, dan janganlah menjadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan”[8]

Dalam Al-Qur’an banyak sekali ayat yang memrintah atau menekankan  pelaksanaan shalat Tahajjud bagi seluruh umat muslim. Namun, ayat-ayat tersebut cenderung diremehkan, tidak dihiraukan dengan berbagai bentuk. Sehingga, sangat sedikit kaum muslim yang melaksanakan shalat tahajjud. Ayat-ayat tersebut adalah sebagaiberikut:

  1. Meremehkan janji tempat terpuji

Tentang hal ini, Allah Swt berfirman :

وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْبِهِ نَافِلَةً لَّكَ، عَسى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا

Dan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajyd (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.[9]

Ayat tersebut dengan tegas mengatakan bahwa seorang yang mengerjakan tahajjud akan diberi tempat terpuji oleh Allah Swt. Bentuk tempat terpuji yang dimaksud bermacam-macam, antara lain :

  1. Rizqi yang luas, sehingga hidupnya sejahtera
  2. Dihormati oleh orang-orang sekelilingnya
  3. Tercapai segala hasrat dan cita-citanya
  4. Ditinggikan derajat sosialnya ditengah masyarakat, sehingga ia disegani dan dijadikan panutan oleh banyak orang.
  5. Lancar segala urusannya.
  6. Selamat dari berbagai mara bahaya
  7. Diberi keturunan yang shalih dan sholihah

Kepada orang yang sholat tahajud Allah bersaksi atas mereka adalah orang yang beriman, kesaksian Allah adalah kesaksian yang inti. Apabila seseorang menurut Allah dicatat sebagai orang yang baik, tentu saja seluruh varian kehidupan dan nasibnya akan terus menerus menjadi orang yang baik. Karena itulah, sangat penting bagi Anda untuk menyembah kepada Allah dengan hati yang total tengah malam, agar Allah bersaksi bahwa kita adalah hamba-Nya yang beriman dan ta pernah melakukan hal-hal yang fatal.[10]

Allah berfirman :

إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ ،تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ،فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّا أُخْفِيَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Orang-orang yang berimandenganayat-ayat kami, hanyalah orangorang yang apabila diperingatkan dengan (ayat-ayat kami), maka mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya, dan mereka tidak menyombongkan diri.Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdo’a kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginginkan sebagian dari rezeki yang kami berikan kepada mereka. Maka, tidak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyenangkan hati sebagai balasan terhadap apa yang mereka rasakan.[11]

  1. Fokus penelitian

Berdasarkan uraian tersebut diatas maka peneliti merumuskan masalah pokok yang dikaji secara seksama yaitu :

1)      Bagaimana pengaruh sholat Tahajjud dalam meningkatkan kecerdasan spiritual?

2)      Bagaimana pengaruh sholat Tahajjud dalam meningkatkan kecerdasan emosional?

3)      Bagaimana pengaruh sholat Tahajjud dalam meningkatkan kecerdasan intelektual?

  1. TujuanPenelitian

Setiap permasalahan memerlukan pemecahan suatu masalah mempinyai tujuan yang ingin dicapai, tujuan inilah yang memberikan arah dalam memecahkan permasalahan sebagai berikut :

1)        Untuk mengetahui pengaruh sholat tahajjud dalam meningkatkan kecerdasan spiritual.

2)        Untuk mengetahui pengaruh sholat Tahajjud dalam meningkatkan kecerdasan emosional.

3)        Untuk mengetahui pengaruh sholat Tahajjud dalam meningkatkan kecerdasan intelektual.

  1. Kegunaan penelitian

1)        Secara teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran dalam rangka memperkaya khazanah keilmuan ataupun wawasan akan pentingkan sholat tahajjud pada masyarakat umumnya dan penulis khususnya.

manfaat sholat tahajud

2)        SecaraPraktis

Penelitian ini diharapkan bisa menberi pelajaran dalam mengamalkan dari implementasi sholat tahajud di dalam meningkatkan kecerdasan spiritual, emosional dan kecerdasan intelektual.Khusus bagi penulis dan pembaca umumnya.

  1. Batasan Istilah

Untuk lebih terarahnya pembahasan dan sekaligus guna menghindarikesalahpahaman mengenai maksud utama skripsi ini,maka penulis dipandang perlu untuk menjelaskan maksud istilah yang dipakai, sekaligus merupakan batasannya. Adapun maksud yang terkandung adalah sebagai berikut:

  1. Tahajjud

Tahajjud merupakan salat sunnat yang dikerjakan Pada malam hari setelah terjaga dari tidur.Salat tahajjud termasuk salat sunnat mu’akad (salat yang dikuatkan oleh syara’).Salat tahajjud dikerjakan sedikitnya dua rakaat dan sebanyak-banyaknya tidak terbatas. Shalat Tahajjud merupakan salah satu shalat sunnah yang mempunyai fadhilah untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah Swt. Hal ini sebuah hadist yang menyebutkan bahwa Rasulullah saw. Bersabda,:[12]

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَا رَكَ وَتَعَا لى (اَىْ اَمْرُهُ) كُلَّ لَيْلًةٍ اِلَى سَمَا ءِ الدُّ نْيَاا حَتَّى يَبْقى ثُلُثُ اللّيلِ الآخِرِ فَيَقُو لُ: مَنْ يَدْ عُوْ نِى فَأَ سْتَجِيْبُ لَهُ وَمَنْ يَسْأ لُنِى فَاُعْطِيْهِ وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَاَغْفِرُ لَهُ

Tuhan kami menurunkan perintahnya ke langit dunia ini pada tiap malam, ketika sepertiga malam yang terakhir, lantas Allah berfirman : Barang siapa yang meminta kepada Ku aku akan memberinya. Dan barang siapa yang meminta ampun padaKu, Aku akan mengampuni dosanya.[13]

  1. Kecerdasan Spiritual (SQ)

Setelah Daniel goleman dengan konsep “Emotional Quotient (EQ) nya mengguncangkan tradisi pemikiran lama yang menempatkan kecerdasan intelektual atau rasional sebagai satu-satunya kecerdasan yang menentukan keberhasilan hidupseseorang, baru-baru ini muncul pula suatu istilah yang di kenal engan “Spiritual Quotient (SQ).

Spiritual Quotient atau kecerdasan spiritual (SQ) merupakan temuan mutakhir secara ilmiah yang pertama kali digagas oleh Danah Zohar dan Ian Marshall, masing-masing dari Harvard University dan Oxford University melalui serangkaian penelitian yang sangat komprehensif. Dalam bukunya yang sangat terkenal (SQ). danah Zohar dan Ian Marshal menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan kecerdasan spiritual adalah “kecerdasan menghadapi dan memecahkan persoalan makna dan value, yaitu kecerdasan untuk menentapkan perilaku dan hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya, kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibaningkan dengan yang lain.SQ adalah landasan yang diperlukan untukmemfungdikan IQ dan EQ secara efektif.Bahkan SQ merupakan kecerdasan tertinggi kita.

Sedangkan di dalam ESQ, kecerdasan spiritual adalah kemampuan untuk member makna ibadah terhadap setiap perilaku dan kegiatan, melalui langkah-langkah dan pemikiran yang bersifat fitrah, menuju manusia yang seutuhnya (hanif), dan memiliki pola pemikiran tauhidi (integraistik), serta berprinsip “hanya karena Allah”[14]

  1. Kecerdasan Emosional (EQ)

Emosi adalah sebuah istilah yangsudah populer, namun maknanya secara tepat masih membingungkan, baik dilakalangan ahli psokologi maupun ahli filsafat.Oleh sebab itu kalau rumusan para psikologi tentang emosi sangatbervariasi sesuai dengan orientasi teoritisnya yang berbeda-beda.[15]

Istilah kecerdasan emosi baru dikenal secara luas pertengahan 90-an dengan diterbitkannya buku Daniel Goleman: Emotional intelligence. Sebenarnya Golemen telah melakukan riset kecerdasan emosi (EQ) ini lebih dari 10 tahun.Ia menunggu waktu sekian lama untuk mengumpulkan bukti ilmiah yang kuat.Sehingga saat Goleman mempublikasikan penelitiannya, Emosional Intelligencemendapat sambutan positif baik dari akademisi maupun praktisi.

Goleman menjelaskan kecerdasan emosi (emotional intelligence) adalah kemampuan untuk mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, dan kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan dalam hubungan dengan orang lain. Menggunakan ungkapan Howard Gardner, kecerdasan emosi ini selaras dengan ajaran tokoh spriritual terbesar, pendiri filsafat illuminasi, Syihabuddin Suhrawardi al-Maqul, “… beliau-Aristoteles-mulai berbicara kepada saya dalam sebuah penampakan tentang gagasan bahwa manusia harus melakukan penyelidikan pertama-tama mengenai (masalah) pengetahuan tentang realitas dirinya, dan selanjutnya, menyelidiki (pengetahuan orang-orang lain) yang berada diluar (realitas dirinya).

Kecerdasan emosi mencakup kemampuan kemampuan yang berbeda, tetapi saling melengkapi , dengan kecerdasan akademik (academic intelligence), yaitu kemampuan-kemampuan kognitif murni yang diukur dengan IQ. Meskipun IQ tinggi tetapi bila kecerdasan emosi rendah tidak banyak membantu.Banyak orang cerdas, dalam arti terpelajar, tetapi tidak mempunyai kecerdasan emosi, ternyata bekerja bawahan orang yang IQ-nya lebih rendah tetapi unggul dalam ketrampilan kecerdasan emosi.

Dua macam kecerdasan yang berbeda ini-kecerdasan intelektual dan emosi-mengunggkapkan aktivitas bagian-bagian yang berbeda dalam otak.Kecerdasan intelektual terutama didasarkan pada kerja neokorteks, lapisan yang dalm evolosi berkembang paling akhir di bagian ats otak.Sedangkan pusat-pusat emosi berada di bagian otak yang lebih dalam, dalam subkorteks yang secara evolusi lebih kuno, kecerdasan emosi dipengaruhi oleh kerja pusat-pusat emosi ini, tetapi dalam keselarasan dengan kerja pusat-pusat intelektual.[16]

  1. Kecerdasan Intelektual

Menurut Mahfudin Shalahudin (1989) di nyatakan bahwa “intelek” adalah akal budi atau intelegensi yang berarti kemampuan untuk meletakan hubungan dari proses berfikir. Selanjutnya, dikatakan bahwa orang yang intelegent adalah orang yang dapat menyelesaikan persoalan dalam waktu yang lebih singkat, memahami masalahnya lebih cepat dan cermat, serta mampu bertindak cepat.

Istilah intelegensi, semula berasal dari bahasa latin Intelligere yang  berarti menghubungkan atau menyatukan satu sama lain. Menurut William Stern, salah seorang pelopor dalam penelitian inteleggensi, mengatakan bahwa intelegensi adalah kemampuan untuk menggunakan secara tepat alat-alat bantu dan pikiran guna menyesuaikan diri terhadap tuntunan-tuntunan baru. Sedangkan Leis hedison Terman berpendapat bahwa intelegensi adalah kesanggupan untuk belajar secara abstrak. Orang di katakan intelegensi jika orang tersebut mampu berfikir abstrak dengan baik.

Jean piaget mendefinisikan intelect adalah akal budi berdasarkan aspek-aspek kognitifnya, khususnya proses berfikir yang lebih tinggi. Sedangkan intelegence atau intelegensi menurut Jean piaget diartikan sama dengan kecerdasan, yaitu seluruh kemampuan berfikir dan bertindak secara adatif, termasuk kemampuan mental yang kompleks seperti berfikir, mempertimbangkan, menganallisis, mensintesis, mengevaluasi, dan menyelesaikan persoalan.[17]

  1. Metode penelitian

Secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.

Tedapat empat kata yang perlu diperhatikan yaitu, cara ilmiah, data, tujuan, kegunaan tertentu. [18]

1)      Pendekatan dan jenis penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library reseach), yaitu suatu cara kerja tertentu yang bermanfaat untuk mengetahui pengetahuan ilmiah dari suatu dokumen yang dikemukaan oleh ilmuan masa lalu maupun sekarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif sehingga menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata, catatan yang berhubungan dengan makna, nilai dan pengertian. Dalam skripsi ini Peneliti menganalisis muatan isi dari objek penelitian yang berupa dokumen yaitu Rahasia Tahajjud dalam meningkatkan kecerdasan spiritual, emosional, Intelektual (Telaah anlisis Pemikiran Yazid Al-Busthomi)

Skripsi ini menggunakan pendekatan filosofi yaitu suatu pendekatan untuk menelaah dan memcahkan masalah-masalah pendidikan dengan menggunakan metode filsafat. Pendidikan membutuhkan filsafat karena masalah pendidikan tidak hanya menyangkut pelaksanaan pendidikan semata. Dalam pendidikan akan muncul masalah-masalah tersebut diantaranya adalah tujuan pendidikan yang bersumber dari tujuan hidup manusia dan nilai sebagai pandangan hidup. Nilai dan tujuan hidup memang merupakan fakta, namun  pembahasannya tidak bisa dengan menggunakan cara-cara yang dilakukan oleh sains, melainkan diperlukan suatu perenungan yang lebih mendalam.

Cara kerja pendekatan filsafat dalam pendidikan dilakkan melalui metode berfikir radikal, sistematis dan menyeluruh tentang pendidikan, yang dapat dilakukan melalui metode berfikir yang radikal, sistematis dan menyeluruh tentang pendidikan, yang dapat dikelompokkan ke dalam tiga model :

  1. Model filsafat spekulatif
  2. Model filsafat preskriptif
  3. Model filsafat analitik

2)      Data dan Sumber data

            Salah satu pertimbangan dalam memilih masalah penelitian adalah ketersediaan sumber data. Penelitian kuantitatif lebih bersifat explanation (menerangkan, menjelaskan), karena itu bersifat to learn about the people (masyarakat objek), sedangkan penelitian kualitatif lebih bersifat understanding (memahami) terhadap fenomena atau gejala sosial, karena bersifat to learn about the people (masyarakat sebagai subyek)

Yang di maksud sumber data dalam penelitian adalah subyek dari mana dapat diperoleh.[19]

Sumber data dalam penelitian ini antara lain:

  1. Sumber primer

Sumber primer yaitu hasil-hasil penelitian atau tulisan karya penelitian atau teoritis yang orisinil.

  1. Al- Bustomi, yazid, 2012, Tahajud untuk kecerdasan akademikmu. Jogjakarta : diva pres
  2. Al- Bustomi, yazid, 2012, Ragam Pantangan & Anjuran Shalat Tahajjud. Jogjakarta : safirah
  3. Al- Bustomi, yazid, 2015, Dasyatnya energi tahajud. Jogjakarta : Diva press
  4. Sumber skunder

Sumbersekunderadalahbahan pustaka yang ditulis dan dipublikasikan oleh seorang penulis  yang tidak secara langsung melakukan pengamatan atau berpartisipasi dalam kenyataan yang ia deskripsikan. Dengan kata lain penulistersebut  bukanpenemuteori.

1          Al- Qasam, izzudin,2010, Rahasiasholat Malam, Jombang Jawatimur : Darul Hikmah

2          Ra’uf, amrin,2011, Tips-tips mudah agar bisabangun malam, jogjakart, : Bening.

3          Muiz bin Nur, Abdul, 2014, Mukjizat terapi shalat tahajud,cijantung-jakarta timur : Pustaka makmur

4          Haq, Sabila, 2015, Super Tahajjud, yogjakarta : Saufa

5          Muhyidin, Muhammad, 2010, Misteri Sholat Tahajjud, jogjakarta : Diva Press

6          Mahmud, As’ad, 2015, #Tahajud notes Renungan dasyat penggugah semangat di pagi hari, Surakarta : al-Qudwah

7          Waid, abdul, 2013, akibat-akibat fatal meremehkan shalat Tahajjud, jogjakarta : Diva Press

8          Qasim, Ahmad Mustafa, 2008, Bukan Sholat Biasa, jakarta : Darul fadilah

9          Ginanjar Agustian, Ary, 2003, ESQ, jakarta : Arga

10      Desmita, 2012, Psikologi Perkembangan, Bandung : Rosda

11      Kurnianto, Fajar, 2015, menyelamimaknaBacaanSholat, Jakarta : Quanta

3)      Teknik Pengumpulan data

Dalam tehnik pengumpulan data ini penulis melakukan tahapan-tahapan sebagai berikut :

  1. Observasi

Ilmu pengetahuan mulai dengan observasi dan selalu harus kembali kepada observasi untuk mengetahui kebenaran ilmu itu.

Observasi dilaukan untuk memperoleh informasi tentang kelakuan manusia seperti terjadi pada dalam kenyataan.

Dengan observasi dapat kita peroleh gambaran yang lebih jelas tentang kehidupan sosial, yang sukar diperoleh dengan metode lain.

Observasi juga dilakukan bila belum banyak keterangan dimiliki tentang masalah  yang kita selidiki. Observasi diperlukan untuk menjajakinya. Jadi berfungsi sebagai eksplorasi. Dari hasil ini kita dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang masalahnya dan mungkin petunjuk-petunjuk tentang cara memecahkannya.[20]

  1. Dokumentasi

Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan , gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. Dokumen yang berbentuk tulisan, gambar, misalnya foto, gambar hidup, sketsa dan lain-lain. Dokumen yang berbentuk karya misalnya karya seni, yang dapat berupa gambar, patung, film, dan lain-lain. Studi dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif. Dalam hal dokumen Bogdan menyatakan “In most tradition of qualitative research, the phrase personal document is used broadly to refer to any firt person narrative produced by an individual ehich describes his or her own actions, experience and belief.[21]

4)      Teknik analisis data

  1. Konten analisis

Dalam penelitian kualitatif, terutama dalam strategi verifikasi kualitatif, teknik analysis data ini dianggap sebagai teknis analysis data yang sering di gunakan. Namun selain itu pula, teknik analysis ini dipandang sebagai teknik analysis data yang paling umum. Artinya, teknik ini adalah yang paling abstrak untuk menganalisis data-data kualitatif. Content Analysis berangkat dari anggapan dasar dalam ilmu-ilmu sosial bahwa studi tentang proses dan isi komunikasi adalah dasar dari studi-studi ilmu sosial. Deskripsi yang diberikan para ahli sejak janis (1949), Berelson (1952) sampai Lindzey dan Aronson (1968) tentang Content Analysis, selalu menampilkan tiga syarat, yaitu : pbjektivitas, pendekatan sistimatis dan generalisasi.

  1. Teknik analisis domain

Mendekati suatu masalah secara langsung, dirasakan sulit apabila tanpa mengenal masalah tersebut secara umum. Analisis domain mampu mengatasi kesulitan ini. Teknik analisis domain digunakan untuk menganalisis gambaran-gambaran objek penelitian secara umum atau ditingkat permukaan, namun relatif utuh tentang objek penelitian tersebut. Teknik analisis Domain ini amat terkenal sebagai teknik yang dipakai dalam penelitian ini hanya ditargetkan untuk memperoleh gambaran seutuhnya dari objek yang diteliti, tanpa harus diperincikan secara detail unsur-unsur yang ada dalam keutuhan objek penelitian tersebut. [22]

  1. Sistematika Pembahasan

Agar skripsi ini nanti lebih terarah dan sistematis serta berkaitan antara pembahasan masing-masing bab, maka perlu dibuat sistematika pembahasan, yaitu sebagai berikut :

BAB I          :      PENDAHULUAN

Pada bab ini diuraikan latar belakang masalah yang diperlukan bagi pemahaman yang memadai mengenai suatu permasalahan uang dibahas sebagai dasar pemikiran atau pijakan dalam tulisan ini. Selanjutnya dikemukakan tentang konteks penelitian , fokus maslah yang menjadi pokok permasalahan, tujuan penelitian, batasan istilah, metode penelitian, dan sistematika pembahasan.

BAB II         :      KAJIAN PUSTAKA

Dalam bab ini penulis memaparkan deskripsi tentang obyek variabel yang diteliti. Dalam hal ini pembahasan tentang tinjauan rahasia sholat tahajjud tinjauan tentang implementasi sholat tahajjud dan berisi tentang review hasil penelitian terdahulu.

BAB III         :    PAPARAN HASIL TEMUAN KAJIAN PUSTAKA

 Dalam bab ini penulis memaparkan tentang penelitian, meliputi : pengertisn tentang Shalat Tahajjud dan hubungannya dengan kecerdasan spiritual, kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektual.

BAB IV         :    ANALISIS HASIL PENELITIAN

Dalam bagian ini berisi analisis penulis tentang Rahasia Sholat Tahajjud dalam meningkatkan kecerdasan spiritual emosional dan intelektual dan sjauh mana, peran sholat tahajjud dalam meningkatkan kecerdasan spiritual emosional dan intelektual

BAB VI         :    PENUTUP

Dalam bab ini akan di paparkan tentangkesimpulandan saran-saran.

DAFTAR KEPUSTAKAAN

LAMPIRAN

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

  1. Review Hasil Penelitian Terdahulu

Berdasarkan telaah pustaka yang penulis lakukan, ada beberapa skripsi yang memiliki kajian hampir sama dengan bahasan penelitian ini. Dalam skripsi yang di tulis oleh Zeri Bastirul Firdlausy(2013) Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah Universitas Hasyim Asy’ari(UNHASY) Tebuireng Jombang, yang berjudul “Urgensi Sholat Tahajud dalam meningkatkan Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual”. Dengan metode penelitian Kualitatif. Menyimpulkan bahwa pentingnya sholat Tahajud dalam segi manfaat jasmani dan rohani yaitu Sholat Tahajud dapat membantu terbentuknya cakra mahkota menurut tradisi india. Sehingga meningkatkan intuisi dan mengendalikan emosi serta dapat menstabilkan hormon melatolin.

Ditinjau dari aspek religi, orang yang senantiasa melaksanakan sholat Tahajjud akan mendapat rasa kedekatannya kepada Alloh Swt. Selanjutnya , dia akan merasakan ketentraman bathin, kemudahan dalam menjalani kehidupan karena semua hasil akhir dari usaha atau kerja kerasnya selalu diserahkan kepada Alloh Swt untuk menentukannya dan dia juga akan mendapatkan keseimbangan kehidupan lahir dan bathin.

Sehubungan dari peneltian ini, dalam skripsi Eva sukarsih, yang berjudul “Konsep Shalat Khusyuk dalam presepektif Al-Qur’an dalam meningkatkan kesehatan Jasmani dan Rohani”.jurusan Pendidikan Agama Islam, fakultas Tarbiyah Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY)Tebuireng Jombang tahun 2012 Metode penelitian Kualitatif.

Menurut skripsi ini, bervariasinya gerakan sholat dengan segala kemanfaatnya didalamnya menjadikan sebuah kemanfaatan yang sangat luar biasa salah satunya berkaitan dengan ketahanan otot yang terjadi pada otot extensor punggung bawah. Gerakan ruku’dan i’tidal yang terjadi dalam gerakan shalat wajib maupun sunnah mengakibatkan adanya kerja otot yang berkesinambungan dan teratur, shalat adalah gerakan yang dimulai dari gerakan berdiri kemudian membunngkuk sehingga tangan sampai pada lutut, dilanjutkan dengan berdiri kembali dengan tuma’ninah atau khusyuk. Latihan fisik yang ketahanan otot yubuh serta menghambat timbulnya penyakit.Maka dari itu dengan melakukan shalat secara khusyuk, baik khusyuk bacaanya maupun khusyuk gerakan dapat memberi efek positif pada kesehatan jasmani dan dapat mencegah datangnya penyakit.entang manfaat shalat Tahajjud dalam meningkatkan kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ).Skripsi yang kedua berfokus pada efek shalat terhadap kesehatan jasmani dan ruhani. Setelah melihat dari kedua judul hasil penelitian terdahulu diatas, penulis menegaskan bahwa penelitian yang dilakukan berjudul “Rahasia Tahajjud Dalam Meningkatkan Kecerdasan Emosional Dan Kecerdasan Intelegensi”(telaah analisis pemikiran tokoh Yazid al-bustomi) benar-benar belum pernah diteliti orang lain sebelumnya. Dan penelitian ini lebih memfokuskan pada Rahasia Tahajjud dalam meningkatkan kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Intelegensi.

  1. KAJIAN TEORI UMUM
  2. Sholat
  3. Definisi Sholat

Shalat secara bahasa artinya adalah do’a (Az-Zubaidi, Tajul ‘Arus). Sebagai doa, shalat menjadi sesuatu yang niscaya harus dilakukan, sebagaimana disebutkan baik dalam Al-Qur’an maupun hadist Nabi. Ada beberapa hal yang mengharuskan manusia untuk berdo’a kepada Allah, yang itu berarti sama dengan mengharuskannya untuk mengerjakan shalat.

Pertama, doa merupakan ibadah, bahkan merupakan otaknya ibadah. Otak bagi manusia adalah perangkat yang sangat penting.Otak adalah pusat dari segala aktivitas saraf-saraf manusia.

Rasulullah bersabda, “Doa adalah ibadah.”(HR. Abu Dauwud dari An-Nu’man bin Basyir). Dalam redaksi lain, beliau bersabda, “Doa adalah otaknya ibadah”. (HR. At-Tarmidzi dari Anas bin Malik). Ibadah adalah penyembahan kepada Allah.Ini relevan dengan perintah Allah kepada manusia untuk beribadah atau menyembah hanya kepada-Nya. Allah berfirman dalam suratAdzariyat ayat 56,

وَمَا خَلَقْتُ الجِنَّ وَالإِ نسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُونِ

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” [23]

Di surat al- Baqarah ayat 21, Allah juga menegaskan,

يَأَيُّهَا النَّا سُ اعْبُدُو اْ رَبُّكُمُ الَّذِ ى خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa.” [24]

Kedua, Doa merupakan sarana memuliakan manusia, karenadoa adalah hal paling baik untuk memuliakan Allah. Manusia menapaki kehidupan dunia tiada lain agar mendapatkan kemuliaan, tidak hanya di dunia, tapi juga di akhirat. Kemuliaan yang langsung disematkan Allah yang hakiki, bukan kemuliaan yang disandangkan para makhluk yang sifatnya temmporal, tidak abadi.Lawan dari kemuliaan adalah kehinaan. Dengan kata lain, orang yang tidakk berdo’a kepada Allah adalah orang yang hina di mata-Nya.

Ketiga, doa merupakan kunci dari marah tidaknya Allah terhadap manusia. Allah akan marah kepada manusia yang tidak berdoa, dan sebaliknya akan mengasihi, menyayangi, dan mencintai, serta bersikap lembut, kepada orang yang berdoa kepada-Nya.

Keempat, doa merupakan upaya pendekatan diri kepada Allah. Dengan berdoa, seseorang berarti tengah mendekati-Nya, sedekat mungkin. Dalam istilah lain, pendekatan ini dinamakan dengan taqarub. Orang yang berdoa sama dengan orang yang bertaqarub kepada Allah.[25]

Banyak penelitian membuktikan bahwa ketenangan dapat meningkatkan kecerdasan. Hal ini dekarenakan ketenangan bisa meningkatkan sirkulasi darah ke otak, memperlancar pernapasan, dan meningkatkan oksigen yang akan melancarkan kenerja organ tubuh, sehigga dapat membantu meningkatkan konsentrasi pikiran. Shalat tahajjud yang dikerjakan secara khusyuk dan ikhlas, bisa mendatangkan ketenangan sekaligus sebagai terapi kecerdaan pikiran.[26]

  1. Shalat dan kberuntungannya

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤمِنُونَ , الَّذينَ هُمْ فِى صَلاَتِهِمْ خَشِعُونَ

“Mengenai kekhusyuan dalam shalat, Allah berfirman “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang  yang khusyuk dalam shalatnya.”[27]

Ayat ini menunjukan ketertarikan antara iman dan kekhusyuan.Orang beriman tidak secara otomatis khusyuk dalam sholat, dan orang yang sholat tidak selamanya beruntung.Untung disini bukan dalam pengertian bahwa orang yang tidak khusyuk keuntungannya kecil atau sedikit.Karena yang didapatnya dalam shalat hanyalah formalitas, yakni sebatas menyelesaikan gerakan dan bacaan shalat seperti diatur Nabi.Orang yang tidak khusyuk shalat bukan berarti orang yang tak beriman.Ia beriman, dank arena itu ia mengerjakan shalat. Makna ayat ini adalah ketika seseoeang khusyuk dalam sholatnya, maka keimannan seseorang makin bertamba, karena shalatnya dihayati dan diterjemahkan dalam kehidupan, dan tentu saja merupakan suatu keberuntungan yang besar.[28]

  1. Shalat sebagai kebutuhan

Shalat juga merupakan kebutuuhan bagi manusia. Manusia butuh shalat karena sholat bias memberikan nilai positif bagi orang yang mengerjakannya. Nilai yang tidak hanya dirasakan ketika di dunia, tapi juga di akhirat.Nilai yang tidak hanya dirasakan secara fisik, tapi juga nonfisik.Material badaniah lahiriah manusia dan spiritual batiniah. Secara fisikmisalnya, gerakan-gerakan sholat oleh para ahli kesehatan disebut bias memperlancar aliran darah yang membat pelakunya sehat. Secara spiritual, jiwanya akan lapang, terang, luas dan bercahaya. Cahaya immaterial yang hanya dirasakan oleh sang pelaku.

Shalat sebagai kebutuhan dapat dilihat dari konteks shalat sebagaido’a dan permohonan kepada Allah. Manusia pada hakikatnya adalah mahluk yang lemah, seperti yang diungkapkan Allah dalam firman-Nya, dalam surat an-Nisa’ ayat 28

يُرِيدُ الله أَن يُخَفِّفَ عَنكُمْ , وَخُلِقَ الإِنسَنُ ضَعِيفًا

Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah”[29]

  1. Shalat membersihkan dosa

Allah memeberikan mediun kepada manusia agar bias mendekatiNya lagi, yaitu medium shalat. Shalat menjadi medium pembersih dari dosa (fungsi ke dalam) dan medium prevntif dari tindakan-tindakan yang mengandung dosa-dosa di kemudian hari (fungsi ke luar)

Rasulullah pernah berdialog dengan para sahabatnya. Beliau bertaaya pada mereka, “Apa pendapat kalian jika didepan pintu rumah kalian ada sunga yang kalian gunakan untuk mandi lima kali sehari, menurut kalian apakah kalian yang mandi lima kali sehari itu masih terdapat kotoran?” mereka menjawab, “Tentu tidak Rasulullah .”Beliau Bersabda, “Itulah perumpamaan shalat lima waktu. Dengan shalat itu, Allah menghapus dos-dosa kalian.”

  1. Sholat mencegah perbuatan buruk

Selain fungsi kedalam, sholat juga memiliki fungsi ke luar. Allah menyebutkan fungsi shalat ini dalam firman-Nya,surat al-Ankabut ayat 45:

اتْلُ مَا أُوحِىَ إِلَيكَ مِنَ الْكِتَبِ وَأَقِمِ الصَّلَوةَ , إِنَّ الصَّلَوة تَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِوَالْمُنكَرش , ولَذِ كْرُ اللهِ أَكبَرُ , وَالله يَعْلَمُ ما تَصْنَعُونَ

“bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Kitab (al-Qur’an) dan dirikanah sholat . sesungguhnya sholat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (Shalat) adalah lebih besar (keutamannya dari pada ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjaan.”[30]

  1. Shalat pelipur lara

Situasi kritis juuga dialami manusia ketika ia diliputi dengan perasaan takut atau khawatir dan sedih. Dua situasi psikolagi yang dialami manusia bahkan ketika secara fisikia sehat dan bugar.Takut atau khawatir dengan sesuatu yang dianggapnya mengancam dan sedih ketika ada harapan atau keinginan yang tidak didapatkan. Allah menggambarkan hal ini da;am firman-Nya, Surat al-Baqarah ayat 277

إِنَّ الذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا لصَّلِحَتِ وأَقَامُوا الصَّلَوةَ وَءَاتَوُا الزَّ كَوةَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلاَ خَوْفٌ عَليهم وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ

 “Sesungguhnya orang-orang yang berfirman, mengerjakan  amalsaleh, mendirikan shalat dan zakat,mereka mendapat pahala di sisi Tuahannya. Tidak ada khawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”[31]

  1. Shalat sebagai cahaya

Shalat disebutkan juga adalah cahaya. Rasulullah bersabda “Shalat adalah cahaya”

Shalat adalah cahaya, maksudnya adalah cahaya di hati seorang mukmin. Apabila hati bercahaya, maka wajah pun akan bercahaya. Adapun di akhirat kelak, di saat yang gelap, shalat seorang mukmin benar-benar menjadi cahaya hakiki yang memancar di sekelilingnya dan memberikan penerangan. Allah berfirman: surat al-Hadid ayat 12

يَومَ تَرَى المُؤمِنِينَ وَالمُؤْمِنَتِ يَسْعَى نُوْ رُهُم بَينَ أَيّدِ يهِم وَبِأَيّمَىنِهِم بُشْرَ ىكُمُ اليَومَ جَنَّتٌ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا الأَنهَرُ خَلِدِينَ فِيهَا , ذَلِكَ هُوَ الفَوزُ العَظِيمُ

(yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar dihadapan dan di sebelah kanan meraka.[32]

  1. Shalat amal yang mulia

Shalat juga termasuk amalyang mulia . Abdullah bin Mas’ud pernah bertanya pada Rasulullah, “amal apakah yang paling utama”? jawab beliau “Shalat pada waktunya”.Abdullah bin Mas’ud bertanya lagi, “kemudian apa?” Berbakti kepada orang tua”, jawab Rasulullah.“Lalu apa lagi?”Tanya Abdullah bin Mas’ud lagi “Jihad di jalan Allah,” jawab beliau.

  1. Shalat garasi keselamatan

Shalat juga merupakan garasi atau jaminan keselamatan bagi pelakunya. Abdullah nin Amr berkata, Rassulullah bersabda, “Siapa saja yang menjaga shalat lima waktu, baginya cahaya, bukti dan keselamatan di hari kiamat. Siapa saja yang tidak menjaganya, maka ia tidak mendapatkan cahaya bukti dan juga tidak mendapatkan keselamatan. Pada hari kiamat,ia akan bersama Qarun , Firaun, haman, dan Ubay bin Khalaf.”[33]

  1. Shalat Tahajjud
  2. Definisi sholat tahajjud

Shalat tahajjud adalah shalat sunnah yang dikerjakan di malam hari setelah terjaga dari tidur. Shalat tahajjud termasuk shalat sunnah mu’akad (shalat yang dikuatkan oleh syara’). Shalat tahajjud dikerjakan sedikitnya dua rakaat dan sebanyak-banyaknya tidak terbatas.[34]

Allah SWT berfirman :Adz-Dzarriyat ayat 15-17

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍَآخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْۗ، إِنَّهُمْكَانُواقَبْلذَٰلِكَمُحْسِنِينَكَانُوا قَلِيلًا مِّنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونََ

Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwaitu berada dalam taman-taman (surga) dan mata air-mata air, sambil menerima segala pemberian Rabb mereka.Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan.Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktumalam.[35]

Shalat tahajud merupakan ibadah sunnah yang menedapatkan perhatian istimewa dari Allah. Allah SWT. Ayat Al-Qur’an ssecara langsung menganjurkan kepada kita untuk bertahajjud. Bertebaran ayat dalam Al-Qur’an yang menampilkan berbagai janji, baik nerupa kjaminan terhapusnya dosa atau meninggikan derajat,[36]

Tahajjud diketahui sebagai ibadah yang ditunaikan pada malam hari, saat setiap orang mengistirahatkan tubuhnya dari kelelahan aktivitas di siang hari.[37]

Rasulullah Saw bersabda :

عَنْ الاعْرَج عَنْ اَبِى هُرَيرَةَ قَا ل قَا ل رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلّم اِذَانَام اَحَدُكُم عَقَدَ الشَّيطا نُ على رَأْسِهِ ثَلاَثَ عُقَد يَضْرِبُ على كُلِّ عُقْدَةٍ لَيلاَ طَوِيلاً اى أرْقُدُ فَاِنِ اسْتَيْقَظ فَذَ كَرَا لله انْحَلّتْ عُقْدَ ةٌ فَاِنْ تَوَ ضّأَ اىخْلّتْ عُقْدَ ةٌ اُخْرى فَاِنْ صَلىَّ اىخَلَّتْ العُقْدُ كُلُّهَا فَيُصْبِحُ طَيِّبَ النَّفْسِ نَشِيطًا وَالاَّ اصْيَحَ خَبِثَ النَّفْسِ كَسْلاَنَ

Dari Al-‘A’raj dari Abu Hurairah katanya: “Rasulullah saw pernah bersabda: “ jika salah seseorang dari kamu tidur, maka syaitan mengikatnya dengan tiga ikatan. Ketiga ikatan tersebut menjadikan ia terlelap dalam tidurnya selamam suntuk. Tetapi jika ia terjaga kemudian ia menyebut nama Allah, maka terlepaslah satu ikatan, kemudian ketika ia berwudlu, maka akan terlepas pula satu ikatan lagi, dan akhirnya jika ia melakukan shalat, maka terlepas pula ikatan yang terakhir, sehingga di pagi harinya hati orang itu akan bersih dan penuh semangat. Akan tetapi jika ia tertidur sampai subuh, maka pagi harinya ia akan kotor jiwanya dan ia tidak mempunyai gairah apa pun.[38]

Bahkan tidak ada terapi yang menyamai kedasyatan shalat Tahajjud. Shalat sunnah yang satu ini menjadi piranti yang dapat mem-backup manusia menjadi hamba yang seutuhnya. Yaitu hamba yang benar-benar mampu mempersembahkan diri yang paling lemah dan rendah di hadapan Allah Swt. Itulah hamba yang tidak bisa bertanggung jawab kepada selain-Nya dan meluruskan keyakinan hati bahwa hanya kepada-Nya-lah tempat segala curah dan keluh kesah.[39]

Shalat ini termasuk kegiatan yang sulit untuk dilaksanakan. Karena waktu pelaksanaannya, yang tidak lain adalah waktu untuk menikmati istirahat malam. Kebiasaan dari membiasakan diri untuk melaksanakan adalah kunci suksenya. Tidak jarang orang baru mengenal salat Tahajjud, namun mereka yang baru mengenal islam pun banyak yang mampu melaksanakannya.

Dari beberapa penjelasan tentang definisi shalat Tahajjud, dapat diketahui bahwa yang dimaksud dengan Tahajjud adalah semua ibadah yang di lakukan pada malam hari. Sahalat tahajjud merupakan sholat sunnah yang paling utama setelah shalat fardhu.[40]

  1. Logika ilmiah shalat tahajud

Dalam islam, salat atau ibadah yang utama. Shalat sunnah yang paling utama setelah salat wajib adalah shalat tahajud.

Shalat tahajud (juga shalat-shalat yang lain)mengandung beberapa aspek. Aspekhydrotherapy saat berwudhu sebelum bertahajjud, aspek gerakan dan relaksasi, aspek doa dan meditasi, aspeksugesti atau heterougesti, dan aspek kebersanaan atau semacam group therapy, jika salat tahajjud dilakukan dengan berjamaah.

Kemudian ketika seorang menggelar sajadah untuk menunaikan salat tahajjud, ia berada dalam kondisi layaknya orang yang melakukan meditasi dan relaksasi. Jika kita pernah mendengarkan lirik tombo ati yang didendangkan budayawan kondang Emha Ainun Nadjib, tahajud di sebut sebagai salah satu pengobat Hati. Sebab salat sunnah yang di tunaika di keheningan malam itu, mengantarkan orang yang menunaikan nya menjadi dekat dengan Allah. Jati yang dekat denganTuhannya adalah hati yang damai. Orang-orang yang rindu tahajjud adalah orang yang mempunyai kadar keikhlasan lebih. Al-Qur’an memuji meraka dengan menyebutnya sebagai orang-orang yang menjauhkan lambungnya dari tempat peraduan.[41]

  1. Meremehkan tahajjud

Orang yang meremehkan shalat tahajud akan menangung akibat fatal dari sisi kesehatan, yaitu rentan mengalami gangguan saraf. Kenyataanya ini diakui oleh seorang doctor ahli saraf di Amerika serikat. Seorang yang meremehkan shalat tahajud mudah mengalami gangguan saraf membuat doctor tersebut memeluk islam karena takjub terhadap shalat tahajud.

Dalam penelitian medisnya, sang doctor mengaitkan shalat Tahajjud, sikap meremehkan shalat Tahajjud, dengan kajian saraf yang sering kali dialami oleh beberapa urat saraf di dalam otak manusia disebabkan oleh tidak adanya pasokan darah yang cukup terhadap otak.[42]

Setelah memeluk islam dia amat yakin pengobatan secara islam, Dokter tersebut member tahu bahwa setelah kajian saraf dilakukan, terdapat beberapa urat saraf di dalam otak manusia ini tidak di masuki darah.  Padahal setiap inciotak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara yang lebih normal. Setelah membuat kajian yang memakan waktu akhirnya dia menemukan bahwa darah tidak akan memasuki urat saraf di dalam otak tersebut melainkan ketika seseorang tersebut bersembahyang yaitu ketika melakukan sujud.[43]

  1. Logika metafisis shalat tahajjud

Seorang hamba yang ingin mendekatkan diri kepada Allah Swt, “Sang Aku Sejati”, bias menempuh banyak jalan.Jalan yang saya maksud adalah ibadah. Di sampng shalat fardlu bias ibadah sunah seperti shalat rawatib, shalat sunnah mutlak, shalat sunnah sesudah wudhu, shalat sunnah duha, puasa senin-kamis, puasa yaum al-baidh ( tanggal 13-14-15 Qamariyah), atau ibadah yang bersifat social, seperti merawat anak yatim, memyantuni fakir miskin, member pakaian jika mereka kedinginan, member makan ketika mereka lapar, mengobatkan bila mereka sakit. Selain beberapa jalan tersebut, ada jalan yang diistimewakan oleh Allah Swt., yang dalam buku moh.Sholeh di sebut dengan istilahjalan tol .jalan tol bebas hambatan adalah SHALAT TAHAJJUD.

  1. Logika kesehatan shalat tahajjud

Kesehatan adalah sesuatu yang penting dan tidak ternilai meskipun bukan segala-galanya.Oleh karena itu, setip orang pasti mendambakan hidup sehat.Apa artinya jabatan tinggi jika harus menderita hipertensi.Apa artinya punya mobil mewah dan rumah megah kalu terkena gagal ginjal yang tiap minggu harus cuci darah. Apa arti harta melimpah , deposito di bank menumpuk , kalau tiap hari harus berbaring di atas tempat tidur akibat stroke. Apa makna menjadi millioner, jika menderita jantung koroner, apa makna istri manis kalau menderita kencing manis. Apa makna suami ganteng, jika terserang gagal jantung. Bahkan, orang yang semula ambisius dalam sebuah karier dan mempunyai semangat hidup tinggi, berunbag menjadi patah semangat, lemah, tidak mempunyai gairah hidup. Orang yang semula periang bias berubah menjadi berang karena sedang sakit. Jadi, kesehatan itu memang sesuatu yang amat penting.

1)      Batasan kesehatan

Banyak definisi sehat yang dikemukakan oleh para ahli, di antaranya pengertin kesehatan yang di kemukakan oleh WHO.Batasan sehat menurut WHO beberaa kali mengalami perubahan dan perkembangan sejalan dengan perubahan zaman dan perkembangan kompleksitas penyakit.Namun menurut buku moh. Sholeh, batasan sehat mendekati sempurna adalah definisi terakhir yang di berikan WHO yang dikutip oleh undang-undang kesehatan RI Nomor: 23 tahun 1992. Sehat adalah suatu keadaan sejahtera badan, jiwa, dan social yang memugkinkan tiap orang hidup produktif secara social dan ekonomi.Spectrum pengertian sehat menurt WHO ini lebih luas dan dinamiis; mencakup empat aspek yaitu fisik, jiwa, social, dan ekonomi.

2)      Mengapa kita sakit?

Secara sederhana, sakit dapat diartikan sebagai suatu manifestasi tumbuhnya gangguan dan atau kelainan pada diri orang yang sehat.Sedangkan timbulnya gangguan atau kelainan pada diri seseorang disebabkan oleh banyak factor. Menurut teori ekologi, ada tiga factor utama yang menyebabkan timbulnya penyakit, yaituhost(penjamu), agent (bibit penyakit), environment (lingkungan).

  1. Waktu shalat Tahajjud

Setidaknya terdapat beragam pandangan menegnai waktu pelaksanaan salat Tahajjud.Perbedaan pendapat di sebabkan oleh, antara lain, penegertian dari kata tahajjud itu sendiri, sebagaimana telah di uraikan pada bagian sebelumnya.

1)        Kapan pun di malam hari

Yang berpendapat berdasarkan arti kata tahajjud, lebih memandang luas wajtu tahajjud. Maksudnya, tahajjud bisa di laksanakan kapan saja waktu malam, dengan syarat harus tidur terlebih dahulu

2)        Sepertiga Malam Terakhir

Tampaknya pendapat ini adalah pendapat yang dianut jumhur ulama[44]. Alasannya, antara lain, berdasarkan qur’an surat al-Muzzammilayat6 :

إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئًا وَأَقْوَمُ قِيلاً.

Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (Untuk khusyuk) dan bacaan di waktuitulebihberkesan[45]

Menurut buku karangan prof. Moh.Sholah, bangun malam setelah tidur, kemudian sholat tahajud lebih baik daripada shalat di awal malam.Nabi Muhamad Saw bersabda:

عَلَيْكُم بِقِيَا مِ الليلِ وَلَوْ رَكْعَةً وَا حِدَةً

peliharalah Qiyamul lail oleh kalian sekalipun hanya satu rakaat”[46]

Jika kita ketahui batasan awal dan akhir malam maka tinggal kita bagi waktunya. Jika awal malam jatuh pada jam 18.00, misalnya, dan akhir malam jayuh pada jam 05.00, maka pertengahan malam mu;ai terhitung pukul 23.30. kemudian jika kita bagi tiga (sepertiga), dengan batas malam yang sama, maka pertigaan malam yang terakhir mulai terhitung sekitar pukul 01.00 hingga datang waktu subuh. Atau jika kemudian kita haus membaginya dengan batasan yang sama.

  1. Keutamaan shalat tahajjud

عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرّحْمنِ وَهُوَ اِبْنُ عَوْ فٍ عَنْ أَ بِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَال رَسُوْلُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ اَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضاَنَ شَهْرُ اللهِ المُحَرَّمُ وَافْضَلُ الصَّلاةِ بَعْدَ الفَرِيْضَةِ صَلاَةُاليلَ

Dari Humaid bin Abdur Rahman ibnu ‘Auf dari Abu Hurairah berkata : “Rasulullah saw pernah bersabda: “Semulia-mulia puasa setelah puasa Ramadlan adalah puasa dibulan ,uharram. Semulia-mulia sholat fardlu adalah shalat malam.”[47]

Tentang keutamaan shalat tahajjud tersebut, Rasulullah Saw suatu hari bersabda: “barang siapa mengerjakan sholat Tahajjud dengan sebaik-baiknya, dan dengan tata tertib yang rapi, maka Allah SWT akan memberikan 9 macam kemuliaan ; 5 macam di dunia dan 4 macam di akhirat”. [48]

Ada pun lima perkara di dunia tersebut adalah:

1)        Allah menjaganya dari bencana-bencana

2)        Tampak bekas taat di wajahnya.

3)        Ia akan disenangi oleh hamba-hamba yang shaleh bahkan oleh semua manusia

4)        Kata-katanyamengandung hikmah

5)        Allah memberinyarezekikepahamanterhadap agama

Ada pun yang empat di akhirat adalah:

1)        Di bangkitkan dari kubur dengan wajah yang putih dan cemerlang

2)        Di mudahkan baginya hisab

3)        Berjalan diatas shirat (jembatan diakhirat) laksana kilat (bagai petir menyambar)

4)        Diberikan kitab catatan amalnya melalui tangan kanan pada hari kiamat.

Banyak ayat Al-Qur’an dan hadist yang menjelaskan tentang keutamaan waktu malam.Ayat dan hadist tersebut juga menanjurkan kepada orang-orang yang shaleh agar mengisi waktu malam dengan berbagai ibadah.Oleh sebab itu, para ulama salaf (terdahulu) yang shaleh sangat menginginkan agar mereka dapat meraih keutamaan yang agung tersebut, karenanya pada waktu waktu tersebut, mereka bertobat, beribadah, memuji Alah SWT, berdzikir, ruku’ dan sujud kepada-Nya. Mereka dengan sungguh-sungguh mencari karunia dan keridhaan Allah SWT, menambah keyakinan dan keimanan , serta memohon anugerah-Nya yang begitu Agung. Diantara keutamaan shalat tahajjud menurut Al-Qur’an dan sunnah adalah sebagai berikut :

  1. Keutamaan shalat tajahhud yang di sebut dal Al-Qur’an, antara lain :[49]
  2. Allah SWT akan memberikan maqam (Kedudukan) yang terpuji, baik di dunia atau diakhirat
  3. Orang-orang yang menjaga shalat malam adalah orang-orang yang benar-benar bertaqwa kepada Allah SWT. Mereka akan memperoleh kebaikan, rahmat dan ampunan dari Allah SWT.
  4. Orang-orang yang melaksanakan shalat Tahajjud adalah orang-orang shaleh yang akan mendapatkan pahala dari Allah SWT.
  5. Shalat tahajjud melatih kesabaran
  6. Shalat tahajjud melatih khusyuk dan khidmat dalam dalam beribadah sehingga akan mempertebal keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
  7. Keutamaan shalat tahajjud menurut sunnah adalah :

1)   Shalat Tahajjud (Qiyamul lail) merupakan shalat yang paling afdhal (utama) setelah shalat fardhu, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرّحْمنِ وَهُوَ اِبْنُ عَوْ فٍ عَنْ أَ بِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَال رَسُوْلُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ اَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضاَنَ شَهْرُ اللهِ المُحَرَّمُ وَافْضَلُ الصَّلاةِ بَعْدَ الفَرِيْضَةِ صَلاَةُاليلَ

Dari Humaid bin Abdur Rahman ibnu ‘Auf dari Abu Hurairah berkata : “Rasulullah saw pernah bersabda: “Semulia-mulia puasa setelah puasa Ramadlan adalah puasa dibulan ,uharram. Semulia-mulia sholat fardlu adalah shalat malam”[50]

2)        Shalat tahajjud dapat melebur dosa-dosa

3)        Dibanggakan oleh Allah SWT dan di cintai oleh-Nya

4)        Masuk surga dengan mudah dan selamat

5)        Shalat tahajjud merupakan sarana mendekatkan diri, penebus dosa, dan pengusir penyakit dari tubuh.

6)        Pnghujung malam merupakan waktu yang tepat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan berdo’a kepada-Nya

7)        Shalat tahajjud adalah salah satu pintu kebaikan

  1. Bilanga shalat tahajjud

Jumlah minimal rakaat shalat tahajjud adalah 2(dua) ralaat.Yang paling utama adalah 11(sebelas) rakaat atau 13 (tiga belas) rakaat.

Siti Aisyah r.a ia berkata,

كَا نَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسليم يُصَلِّى مِنَ اللّيلِ ثَلاَ ثَ عشْرَةَ رَكْعَةً مِنْهَا الْوِتْرُ وَرَكْعَتَا الفَجْرِ

adalah Nabi saw. Selalu shalat di malam hari sebanyak tiga belas rakaat, yang antara lain ialah salah witir dan dua rakaat salat (sunah) fajar (subuh)[51]

Ada pun jumlah maksimal rakaat shalat tahajjud tidak ada batasannya.Kita boleh mengajarkan dengan jumlah rekaat yang lebih banyak dari itu, sesuai dengan keinginan dan kemampuan kita masing-masing.[52]

  1. Tata cara sholat tahjjud

Terdapat 10 postur dalam menjalankan shalat tahajjud, mulai berdiri Takbiratul Ihram hingga salam. Setiap postur itu dapat diuraikan sebagai berikut:[53]

Ø  Postur 1, PERSIAPAN

Shilatun (Menyambung)

Ø  Postur 2, NIAT

Mengangkat kedua tangan sambil mengucapkan Allohu Akbar

Ø  Postur 3, QIYAM

Meletakkan tangan kanan pada punggung telapak tangan kiri tepat diatas dada atau sedikit di atas pusar

Membaca do’a iftitah secara perlahan.Hayati dan resapi maknanya.

Ø  Postur 4, RUKUK

Bengkokan pinggang, letakkan telapak tangan pada lutut kemudian rukuk membaca tasbih secara perlahan.Hayatidanresapimaknanya.

Ø  Postur 5, QAUNA (I’tidal)

Bangkit dari posisi rukuk

Lalu i’tidal membaca do’a secara perlahan.Hayati dan resapi maknanya.

Ø  Postur 6, SUJUD

Sejud membaca tasbis secara perlahan.Hayati ddan resapi maknanya.

Ø  Postur 7, DUDUK IFTIRASY

Membaca Allahu Akbar ketika bangkit dari sujud

Kemudian dduduk di antara sujud dengan membaca doa secara perlahan. Hayati dan resapi maknanya.

Ø  Postur 8, SUJUD KEDUA

Dari duduk iftirasy sambil membaca Allahu Akbar, lalu duduk seperti postur 6

Sujud kedua, membaca tasbih secara perlahan.Hayati dan resapi maknanya.

Ø  Postur 9, DUDUK TASYAHUD

Dari sujud sambil mengucapkan Allahu Akbar, kemudian angkatlah kepala menjauh dari lantai. Bangkitkan tubuh kearah belakang, kemudian letakkan tangan pada lutut berlawanan arah dengan prosedur untuk gerakan ke arah sujud

Kemudian duduk tasyahud, membaca bacaan tasyahud dengan perlahan.Hayati dan resapi maknanya.

Ø  Postur 10, TASLIM (Memberi Salam)

Menghilangkan muka ke kanan dan ke kiri sambil mengucapkan Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

  1. Hukum Shalat tahajjud

Shalat tahajjud (Qiyamul Lail) adalah shalat sunnah yang dilakukan seseorang setelah ia bangun dari tidurnya di malam hari meskipun tidurnya hanya sebentar. Sangat ditekankan apabila shalat ini dilakukan pada sepertiga malam yang terakhir karena pada saat itulah waktu dikabulkannya do’a.

Hukum shalat tahajjud adalah sunnah mu’akaadah (sunah yang sangat ditekankan). Shalat sunnah ini telah tetap berdasarkan dalil dari Al-Qur’an, sunnah Rasulullah SAW, dan ijma’ kaum muslimin.

Allah SWT berfirman dalam surat al-Isra’ ayat 79:

وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْبِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا

Dan pada sebagian malam,lakukanlah shalat Tahajjud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu; mudah-mudahan Rabb-Mu mengangkat ketempat yang terpuji”[54]

Allah Swt berfirman dalam surat az-Zariyat ayat 17-18:

كَانُوا قَلِيلا مِّنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونََوَبِاْلأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونََ

“Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam; dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah[55]

Allah Ta’ala berfirman dalam surat as-Sajdah ayat 16-17:

تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونََفَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّا أُخْفِيَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونََ

“Lambungmerekajauhdari tempat tidurnya, sedang mereka berdo’a kepada Rabb-Nya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rizki yang kami berikan kepada mereka.Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaiyu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata, sebagai balasan terhadap apa yang telahmerekakerjakan.”[56]

  1. Hikmah sholat tahjjud

Banyak hikmah yang didapat dari shalat tahajjud di antaranya:

  1. Orang sholat tahajjud akan memperoleh macam-macam nikmat yang menyejukkan pandangan mata, tutur kata yang berbobot, mantabdanberkualitas.
  2. Memperoleh tempat yang terpuji, baik dunia maupun di akhirat.
  3. Di hapuskan segala dosa dan kejelekan-kejelekannya dan terhindar dari penyakit.

Hikmah lain yang dapat di peroleh dari mengamalkan sholat tahajjud adalah akan hilang perasaan pesimis, rendah diri, kurabg berbibit, dan berganti dengan sikap yang slalu optimis, penuh dengan percaya diri, dan pemberani tanpa di sertaisifatsombongdantakabur[57].

  1. Perkembangan otak manusia
  2. Definisi otak manusia

Otak (encephalon, brain) adalah pusat sistem saraf (centre nervous system CNS) pada vertebrata dan banyak invertebrata lainya.

Otak manusia adalah struktur pusat pengaturan yang memiliki volume sekitar 1.350cc dan terdiri atas 100 juta sel saraf atau neuron.Otak mengatur dan mengkoordinir sebagian besar, gerakan, perilku dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh.Otak manusia bertanggung jawab terhadap pengaturan seluruh badan dan pemikiran manusia.Oleh karena itu terdapat kaitan erat antara otak dan pemikiran.Otak dan sel saraf di dalamnya di percayai dapat mengetahui kognisi manusia.Pengetahuan mengenai otak memngaruhi perkembangan psikologi kognitif.Otak juga bertanggung jawab atas fubgsi seperti pengenalan emosi, ingatan, pembelajaran motorik dan segala bentuk pembelajarannya.[58]

Orang mempelajari otak manusia sudah berlangsung ribuan tahun.Terus dipelajari dari berbagai sisinya, namun diakui, makin menampilkan sisi misterinya.Artinya, selalu ditemukan berbagai fakta baru yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan.[59]

Pada waktu bayi berada dalam kandungan ibunya, badannya telah membentuk sekitar 1.5 milyar sel-sel saraf per menit. Jadi, pada saat dilahirkan, bayi memungkinkan telah memiliki semua sel-sel otak yang akan dimiliki sepanjang hidupnya. Akan tetapi, sel-sel otak tersebut belum matang dan jaringan urat syaraf masih lemah. Oleh sebab itu, segera setelah lahir hingga usia 2tahun, sel-sel otak yang belum matang dan jaringan urat saraf yang masih lemah itu terus tumbuh dengan cepat dan dramatis mencapai kematangan, seiring dengan pertumbuhan fisiknya. Pada saat bayi otak bayi seperdelapan dari berat totalnya atau sekitar 25% dari berat ota dewasanya, mak apada ulang tahun kedua ota bayi sudah mencapai kira-kira 75% dari otak dewasanya[60]

  1. Kecerdasan spiritual

SQ (Kecerdasan Spiritual) adalah suatu kemampuan yang sama tuanya dengan umat manusia. Konsep ini dikembangkan secara apik dalam buku SQ, oleh Danah Zohar dan Ian Marshall. Sejauh ini, ilmu pengetahuan dan psikologi ilmiah belum menentukan cara untuk mendiskusikan masalah makna dan perannya dalam hidup kita. Kecerdasan spiritual adalah hal yang canggung bagi akademisi karena ilmu pengetahuan saat ini tidak di lengkapi perangkat untuk mempelajari sesuatu yang tidak dapat di ukur secara objektif.

Banyak bukti ilmiah mengenai SQ sebenarnya ada dalam telaah-telaah neourologi, psikologi, dan antropologi masa kini tentang kecerdasan manusia, pemikirannya, dan proses-proses linguistik. Para ilmuwan telah melakukan penelitian dasar yang mengungkapkan adanya fondasi-fondasi saraf bagi SQ di dalam otak, namun dominasi paradigma IQ telah menutup penelitian lebih jauh terhadap data-datanya. Bagian ini akan merangkumkan empat arus penelitian yang sampai kini tetap terpisah disebabkan oleh sifat ilmu pengetahuan yang terlalu tersepesialisasi.[61]

  1. Kecerdasan emosi

Emosi adalah sebuah istilah yang sudah populer, namun maknanya secara tepat masih membingungkan, baik di kalangan ahli psikologi maupun filsafat.Oleh sebab itu kalau rumusan para psikologi tentang emosi sangat bervariasi sesuai dengan orientasi teroritisnya yang berbeda-beda.Meskipun demikian kata Chaplin (2002), terdapat persesuaian umum bahwa keadaan emosional merupakan suatu reaksi kompleks yang mengait satu tingkat tinggi kegiatan dan perubahan-perubahan secara mendalam, serta dibarengi perassaan yang kuat, atau disertai keadaan afektif.Goleman (1995) menggunakan istilah emosi merujuk pada “a feeling and its distinctive thoughts, psychological and biological states, and range of propentises to act.”Sedankan Morgan, King & Robinson, (1984) mendefinisikan emosi sebagai : “A subjective feeling state, often accompained by facial and bodily expressions, and having arousing and motivating properties”. Jadi emosi dapat diartikan sebagai perasaan atau afeksi yang melibatkan kombinasi antara gejolak fisiolois (seperti denyut jantung yang cepat) dan perilaku yang tampak (seperti senyuman dan ringisan)[62]

Istilah kecerdasan emosi baru dikenal secara luas pertengahan 90-an dengan diterbitkannya buku Daniel Goleman: Emotional Intelegence. Sebenarnya Golemen telah melakukan riset kecerdasan emosi (EQ) ini lebih dari 10 tahun.

Goleman menjelaskan kecerdasan emosi (Emosional Intellingence) adalah kemampuan untuk mengenali perasaan kita sendiri dan perasan orang lain. Menggunakan ungkapan Howard Gardner, kecerdasan emosi terdiri dari dua kecakapan yaitu: intrapersonal intelegence. Kecerdasan emosi itu selaras dengan ajaran tokoh spiritual terbesar, pendiri Filsafat illuminasi, Syihabbudin Suhrawardi al-Maqtul, “..beliau-Aristoteles-mulai berbicara kepada saya dalam sebuah penampakan tentang gagasan bahwa manusia harus melakukan penyelidikan pertama-tama mengenai [masalah]pengetahuan tentang realitas dirinya, dan selanjutnya, menyelidiki [pengetahuan orang-orang lain] yang berada di luar [realitas dirinya][63]

  1. Kecerdasan inttelektual

Kecerdasan intelektual adalah kecerdasan yang berhubungan dengan proses kognitif seperti berfikir, daya menghubungkan, dan menilai atau mempertimbangkan sesuatu. Atau kecerdasan yang berhubungan dengan strategi pemecahan masalah dengan menggunakan logika. Menurut Thurstone, dengan teori multi-faktornya, menentukan 30 faktor yang menentukan kecerdasan intelektual, tujuh diantaranya yang dianggap paling utama untuk ebilitas-ebilitas mental, yaitu : pertama, mempergunakan bilangan ; kedua, bai ingatan ; ketiga, mudah menangkap hubungan-hubungan percakapan ; keempat, tajam penglihatan ; kelima , mudah menarik kesimpulan dari data yang ada ; keenam , cepat mengamati ; ketujuh , cakap dalam memecahkan berbagai problem. Kecerdasan ini disebut juga kecerdasan rasional (rational intelegence), sebab ia menggunakan potensi rasio dalam memecahkan masalah[64]

Lapisan luar otak manusia adalah neo-cortex, dan lapisan ini hanya dimiliki oleh manusia, tidak dimiliki oleh makhluk lain. Otak neo-cortex manusia mampu berhitung, belajar aljabar, mengoperasikan komputer, mempelajari bahasa Inggris, memahami rumus-rumus fisika, melakukan perhitungan yang rumit sekalipun seperti perhitungan ROI (Return On Investment) atau pengembalian investasi, dan perhitungan angka-angka lainya. Dengan mempergunakan otak neo-crtex, manusia mampu pula menciptakan pesawat terbang hingga bom nuklir. Melalui penggunaan otak neo-cortex ini maka lahirlah IQ, kemampuan intelektual. Hal ini berkaitan dengan kesadaran akan ruang, kesadaran akan sesuatu yang tampak, dan penguasaan matematika. IQ mampu bekerja mengukur kecepatan, mengukur hal-hal baru, menyimpan dan mengingatkan kembali informasi objektif serta berperan aktif dalam menghitung angka.[65]

                                                                                          

  1. Cara merperkuat ingatan

Setiap kali kita memepelajari sesuatu, kita menciptakan sebuah jaringan pengalaman yang menggunakan ribuan sel otak, atau neuron, yang berkumpul seperti potongan-potongan jigsaw inilah yang membentuk ingatan.Otak-otak kita tersusun dari 100 miliar neuron, yang menjadi kekuatan dari masing-masing individu, dalam bentuk energikimiawi dan energi listrik, yang berukuran sekitar seratus kali lebih kecil dari rambut manusia. Anehnya, masing-masing neuron memiliki sebuah fobia: ia tidak ingin disentuh. Ada sebuah jarak kecil, berukuran sekitar sepersejuta inchi, yang disebut dengan synapse,yang memisahkan masing-masing neuron dari neuron selanjutnya.

Sebuah neuron mengandung tiga komponen utama.Serat utama, yang disebut axonatau akson, bertugas mengirimkan informasi ke berbagai neuron lain, dan ada pula dendrite spine atau punggung dendrit, yang bertugas membawa informasi baru menuju seluruh sel tubuh.

Menguasai ingatan berarti menguasi proses berfikir. Beberapa cara untuk meningkatkan daya ingat sebagai berikut:

1)        Observasi ,Ketika anda memahami dan melatih pengembangan ingatan anda, anda akan benar-benar sadar tentang bagaimana anda menerima informasi melalui lima indra anda.

2)        persepsi, Karena keterampilan observasi anda sudah semakin baik, anda memiliki sebuah kesadaran yang lebih tajam terhadap dunia di sekeliling anda, sehingga anda bisa mengingat kemampuan untuk menyadari dan merangkaikan beberapa petunjuk terpisah.

3)        Analisa ,Kita tidak didesain untuk mengingat semuanya. Pikiran anda secara ilmiyah akan menentukan relevansi kepentingan, dan daya tarik dari masing-masing informasi yang datang. Penembangan ingatan anda akan memperbaiki kemampuan anda dalam membandingkan, menyarikan, menghubungkan, mengevalusai, dan membedakan.

4)        Interprestasi, Sebuah ingatan yang terlatih akan membuat anda bisa melihat dan memahami dunia di sekeliling anda dalam cara-cara yang lebih baik, yang akan anda lihat atau dengar, dan juga kemampuan anda dalam menjelskan makna dari suatu hal kepada orang lain.

5)        Pemecahan masalah, Sebagian dari latihan menantang tentang proses berfikir dan proses mengingat anda yang konvensional. And aakan belajar untuk mengarahkan dan menstrukturkan kembali proses berfikir anda dalam sebuah cara yang akan membawa anda pada solusi kreatif dan inovatif.

6)        Sistematisai, Anda akan mampu mengingat sejumlah informasi yang sebelumnya anda pikir tidak mungkin diingat, dan anda juga akan mampu mengatur berbagai informasi tersebut dalam cara yang mudah anda ingat. Anda akan mengembangkan beberapa metode mental untuk mengkoordinasikan dan mengembangkan prosedur-prosedur yang akan membuat anda sama efisiennya dengan proses berfikir anda.

7)        Manajemen, Otak anda sangat efisien. Mengembangkan ingatkan akan mengerjakan anda bagaimana mendekte kemampuan otak aga mampu mengatur berbagai informasi, sumberdaya, ketrampilan, kemmpuan, dan bakat yang anda miliki.

8)        Pembuatan keputusan, anda sepenuhnya akan memahami mengapa ingatan anda memperhatikan apa yang sedang ia pertahankan, dan anda akan mampu meramalkan berbagai kemungkinan dari kemampuan tersebut dalam memfasilitasi proses seleksi anda.

9)        Pemberian nasehat, Ingatan yang semakin baik akan meningkatkan basis pengetahuan anda,  mengembangkan kajian dan ketrampilan,serta membantu anda menjadi lebih bijak. Anda kemudian akan mampu membantu orang lain untuk tumbuh secara perdonal dan profesional.

10)    Inovasi, Ingatan yang berkembang dengan baik akan merencanakan dan menciptakan strategi-strategi bagi anda, yang barangkali pada awalnya akan tampak aneh. Anda terdorong untuk benar-benar “berfikir di luar pola pikir orang awam” dan menghancurkan cara-cara konvesional.

11)    Imajinasi, Ingatan yang berkembang dengan baikadalah sebuah imajinasi yang dilengkapi dengan kemampuan luar biasa dalam melakukan visualisasi dan konseptualisasi.

12)    Sintesa,

200%; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: “Times New Roman”; mso-fareast-language: IN; mso-hansi-theme-font: major-bidi;”>Ingatan terlatih dengan baik akan menimbulkan gagasan-gagasan, ide-ide, dan beragam informasi lain yang bisa anda manfaatkan dalam memperkaya hidup anda.

13)    Pendengaran, Ianda belajar bagaimana menyaring informasi yang anda dengar dan menangkap nilai-nilainya melalui organisasi mental, fokus, pada topik pembicaraan meskipun ada berbagai pertanyaan atau percakapan yang jauh di luar topik tersebut.

14)    Prestasi verbal, Anda mengembangkan alat-alat organisasional mental yang memungkinkan anda untuk menyampaikan presentasi tanpa harus mengacu pada topik pembicaraan meskipun ada berbagai pernyataan atau percakapan yang jauh di luar topik tersebut.[66]

  1. Peran shalat tahajjud dalam meningkatkan kcerdasan spiritual, emosional dan intelektual

Semua sholat pasti memiliki kasiat & manfaat yang baik, salah satu contohnya yaitu sholat Tahajjud. Sholat tahajjud hukumnya sunnah tapi sunah yang dianjurkan atau sunnah muakad, perintahnya sudah tertera dalam Al-qur’an.

Selain belajar, dengan melaksanakan Sholat Tahajjudm kita bisa meningkatkan Kecerdasan otak kita, karena pada saat bangun ditengah atau pertigaan malam, otak kita lebih fres karen tersiram air wudhu. Dan pada saat kita dalam posisi sujud seluruh darah kita mengalir kedalam otak, darah ini adalah darah segar 7 sehat untuk kecerdasan otak kita. Hal itu dikarenakan sirkulasi darah pada saat kita bangun tidur kemudian sholat Tahajjud menjadi lancar.

Shalat tahajjud akan membuat fikiran jadi berkonsentrasi serta memusatkan fikiran, perhatian, perasaan dan kemauan. Dimana selanjutnya akan senantiasa dapat menimbang dengan seksama, memperhatikan dengan teliti dan mengkai masalh dengn sebaik-baiknya. Juga secara sadar mampu mengambil keputusan yang tepat dan benar serta bertindak rapi dan teliti.

Menurut Sabil El-Ma’rufie, “dengan melaksanakan shalat tahajjud secara rutin maka akan mudah menyadari kesalahan-kesalahan dan pandai dalam mengelola perasaan sehingga menjadi pribadi yang lebih cerdas.”

Menurut Khalilurrahman Al-Mahfani, shalat tahajjud dapt mempengaruhi perkembangan kecerdasan seseorang. Utamanya kecerdasan fisikal, emosional, spiritual, intelegensi.Hal ini mengingat waktu pelaksanaanya pada saat manusia dalam tidur.

1)   Kecerdasan fisikal

Untuk kecerdasan fisikal, shalat tahajjud meningkatkan kekebalan tubuh dan kebugaran fisik. Shalat tahajjud merupakan alternatif olahraga yang efektif dan efisien karena dilakukan pada malam hari dengan cara pelaksanaan shalat juga menggambarkan bentuk olahraga yang dapat menyehatkan dan juga menyegarkan badan setelah tubuh merasa kakuketikadalamtidur.

2)   Kecerdasan Emosional Spiritual

Melaksanakan shalat tahajjud pada malam hari setelah beristirahat, selai berbekal optimisme, tawakal serta pasrah atas segala ketentuan dan takdir Allah Swt, dapat menghindarkan diri dari berkeluh kesah dan kecewa karena kegagalan yang di alami, karena menyadari bahwa Allah Swt adalah pemberi riski, Dialah yang mengatur rizki semua makhluk. Apalagi waktu pelaksanaannya juga disaat yang hening dan damai, saat seperti ini dapat menenangkan jiwa, daya pikir yang bersih, serta kesadaran untuk mengamalkan agama semakin bertambah.

Dalam melakukan aktivitas sehari-hari, seringkali mendapat tekanan batin dan terlibat persaingan usaha yang sangat tinggi.Dengan hal-hal demikian, pikiran menjadi kalut dan resah, hati tidak tenang, bahkan terkadang emosi tidak setabil.Keadaan seperti ini tentu tidak kondusif jika dipakai untuk melanjutkan beraktifitas.Akibatnya konsentrasi jadi rusak dan terganggunya keharmonisan dalam berfikir.

Pada saat-sat seperti itulah, shalat tahajjud kembali berperan penting. Meskipun dilaksanakan hanya dalam waktu lima atau sepuluh menit. Shalat tahajjud mampu menyegarkan pikiran, menenangkan hati, serta mampu mengontrol emosi seseorang.

3)   Kecerdasan intelektual

Shalat tahajjud mampu meningkatkan kecerdasan intelektual seseorang.Jika shalat tahajjud dilakukan secara rutin di lakukan oleh para pelajar dan mahasiswa atau apapun profesinya, keuntungannya yang didapatkan adalah mudahnya meraih prestasi akademik dan kesuksesan dalam hidup.

Adapun alasan uatama shalat tahajjud mampu meningkatkan kecerdasan intelektual adalah:

1)   Hakikat ilmu adalah cahaya Allah

Cahaya Allah swttidak diberikan kepada para pelaku kejahatan dan pengabdi kemaksiatan.Cahaya Allah swt hanya diberikan kepada orang-oran yang senantiasa ingat kepada Allah swt baik pada waktu pagi maupun pada waktu malam.

Nabi Muhammad Saw bersabda:

حَدَّ ثَنَا إِسْمَا عِيْلُ بْنُ مُحَمَّدٍ الطّلْحِىُّ , ثَا بِتُ بْنُ مُوْسى أَبُوْ يَزِيدَ , عَنْ شَرِيْكٍ , عَنِ الأَعْمَشَ , عَنْ أَبِى سُفْيَانَ عَنْ جَابِرٍ : قَالَ : قَال رَسُوْلُ اللهِ صلى الله علىه وسليم ,, مَنْ كَثُرَتْ صَلاَ تُهُ بِا لليْلِ , حَسُنَ وَجْهُه بِا لنَّهَا رِ

Mewartakan kepada kami Isma’il bin Muhammad Ath-Thalhiy; mewartakan kepada kami Tsabit bin Musa Abu Yazid, dari Syarik, dari Al- A’masy, dari sufyan, dari jabir, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang banyak shalatnya di malam hari, niscaya akan bagus wajahnya di siang hari.”[67]

2)        Shalat tahajjud menjadikan jiwa tenang

Hal inisebagaimana firman Allah SWTdalamsuratar-Ra’d, ayat 28, yaitu:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ ۗأَلَابِذِكْرِاللَّهِتَطْمَئِنُّالْقُلُوبُ

“Hai orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram.”[68]

Agar proses belajar berjalan dengan baik diperlukan kedamaian dan ketenangan jiwa agar ilmu yang di ajarkan dapat masuk ke dalam hati orang yang belajar, yang pada prinsipnya akan mencerdaskan pikiran dan membuat ketemangan jiwanya.

3)   Shalat tahajjud menjadikan pikiran lebih berkonsentrasi

Ketika seseorang merasa lelah maka solusinya adalah beristirahat.Setelah beristirahat, maka disunatkan untuk membangun tengah malam untuk melaksanakan shalat tahajjud. Shalat tahajjud yang dilakukan pada waktu istirahat akan mengisi kembali asupan oksigen yang ada dalam di dalam otak. Sebagaimana telah diketahui bahwa salah satu gerakan shalat, yakni sujud membantu mengalirkan darah secara maksimal ke otak.Itu artinya, otak mendapatkan asupan darah dan oksigen yang berguna untuk memacu kerja sel-selnya.

Berdasarkan penguraian di atas, dapat dipahami bahwa shalat tahajjud mampu mendidik kecerdasan dalam berfikir.Hal ini dikarenakan waktu tengah malam merupakan waktu dimana pikiran berbeda dalam keadaan tenang dan bersih dari permasalahan-permasalahan, namun pada saat tersebut fikiran telah difokuskan sebentar untuk mengingat Allah swt dalam bentuk ibadah shalat.Dengan mangingat Allah SWt pada saat ketenangan seperti berfikir semakin cerdas.Oleh sebab itu, untuk mendidik kecerdasan sangat di anjurkan untuk melaksanakan atau mengamalkan shalat tahajjud.[69]

BAB III

PAPARAN HASIL TEMUAN KAJIAN PUSTAKA

  1. Teks dan terjemah surat Al-muzzamil ayat 1-10

Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit. atau lebih dari seperdua itu. dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu Perkataan yang berat. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak). sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadatlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan. (Dia-lah) Tuhan masyrik dan maghrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Maka ambillah Dia sebagai Pelindung. dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik.[70]

  1. Biografi Ust. Yazid Al-Busthomi, Lc .

Ustadz Yazid Al-Busthomi, Lc. Lahir pada tanggal 30 Juni 1982 di kota Kudus, Jawa Tengah. Sekolah MA Tasywiquth Thullab Salafiyyah, Kudus, smbil belajar kitab kuning di Pesantren Roudhotul Muta’allimin asuhan K.H.M. ma’ruf Irsyad. Setelah lulus dari MA pada Tahun 2000, ia melanjuutkan kuliah di Universitas Al-Azhar, Cairo, dengan beasiswa Majelis A’la Al-Islamiyah.

Di sela-sela kesibukannya sebagai seorang mahasiswa, ia juga aktif diberbagai prganisasi, di antaranya PCINU Mesir, KSW (Kelompok WaliSongo), dan senat fakultas di Universitas Al-Azhar, Mesir.

Pada tahun 2007, ia mulai menetap di Yogyakarta. Setahun kemudian , ia aktif menulis dan bergabung di penerbit buku bermutu, DIVA Press. Bukunya yang sudah diterbitkan berjudul :

Tahajjud untuk Kecerdasan Akademikmu (DIVA Press, 2012), Ragam Pantangan & Anjuran Shalat Tahajjud (DIVA Press, 2012), Akibat-akibat Fatal Meremehkan Shalat hajat (DIVA Press, 2013), Puasa Senin Kamis Itu Ajaib (DIVA Press, 2014), Dasyatnya Energi Tahajjud (DIVA Press, 2015), Aktivasi Tahajjud (DIVA Press, 2016).

  1. Eksistensi Sholat tahajjud dalam surat Al-Muzzammil ayat 1-10
  2. Al-Muzzammil [73] : 1-10, bila ditafsirkan makna secara mendalam mempunyai pengertian bahwa kehadiran surat ini lebih ditunjukan kepada orang-orang yang diselimuti oleh berbagai masalah yang mengakibatkan ketakutan, kekhawatiran, kecemasan, dan stres. Jika dalam ilmu kedokteran klasik diajari bahwa cara menghilangkan stres ialah dengan cara berbaring, melemaskan seluruh anggota tubuh, kemudian membayangkan bebean dan pikiran yang semakin lama semakin berkurang, mka kitab suci al-Qur’an memberikan petunjuk yang lebih hebat lagi. Caranya adalah dengan bangun malam hari dan mengerjakan shalat Tahajjud secara khusyuk, ikhlas, gerakannya tepat, dan diwaktu paling utama, yakni pada sepertiga malam yang terakhir.

Ketika tinggal sepertiga malam yang akhir, Tuhan kami turun (ke langit dunia). Dia berfirman, ‘Barang siapa yang menyeru-Ku, maka akan Aku perkenakan seruanya. Barang siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku perkenakan permintaanya. Dan, barang siapa meminta ampunan kepada-Ku, maka Aku ampuni ia.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam pelaksanaanya shalat tahajjud juga di anjur kan sebagai berikut :

  1. Membaca al-Qur’an dengan tartil

 “..dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.”

Saat mengerjakan shalat Tahajjud, bacalah surat-surat dari kitab suci dengan tartil sambil meresapi maknanya. Membaca kitab suci dengan tartil dapat “menghipnotis” malaikat agar mengamini do’a kita dalam sholat.

“Sesungguhnya , para malaikat suka dngan bacaan Qur’anmu. Mereka datang berbondong-bondong untuk mendengarkanya (mengamininya). Mereka memenuhi seluruh ruang dalam rumahmu sehingga tidak ada lagi ruang untuk kudamu.”

Dalam riwayat lain, Rasulullah Saw. Juga menegaskan:

“Maka, malaikat yang ditugaskan kepadanya berkata, ‘Amin’, dan bagimu seperti yang kamu doakan.”

  1. Berdzikir setiap saat

Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak).  sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadatlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan.

Sebenarnya, shalat Tahajjud yang dikerjakan pada malam hari mempunyai dua ini, yaitu doa dan dzikir. Dua komponen ini tidak dapat dipisahkan dalam satu produk tersebut yang disebut shalat.

Berdzikir setiap saat dapat membuat hati tenang, sehingga terhindar dari ketakutan, kekhawatiran, kecemasan dan stres. Ini kuga sesuai dengan janji Allah Swt. Sebagaimana firman-Nya:

tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä ûÈõuKôÜs?ur Oßgç/qè=è% Ìø.ÉÎ/ «!$# 3 Ÿwr& Ìò2ÉÎ/«!$# ûÈõyJôÜs? Ü>qè=à)ø9$# ÇËÑÈ  

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.

Banyak penelitian membuktikan bahwa ketenangan dapat meningkatkan kecerdasan. Hal ini dikarenakan ketenangan bisa meningkatkan sirkulasi darah keotak, memperlancar pernafasan dan meningkatkan oksigen yang akan memperlancarkan kinerja tubuh, sehingga dapat membantu meningkatkan konsentrasi pikiran. Shalat Tahajjud yang dikerajakan secara khusyuk dan ikhlas, bisa mendatangkan ketenangan sekaligus sebagai terapi kecerdasan pikiran.

  1. Tawakal

>§ ÉÎŽô³yJø9$# É>̍øópRùQ$#ur Iw tm»s9Î) žwÎ) uqèd çnõσªB$$sù WxÏ.urÇÒÈ  

(Dia-lah) Tuhan masyrik dan maghrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Maka ambillah Dia sebagai Pelindung.

Ketika mengerjakan shalat tahajjud , hendaklah kita bersikap tawakal atau berserah diri secara total kepada Allah Swt. Tumbuhkanlah kesadaran didalam hati bahwa Dia adalah Dzat yang maha segalanya ; pemilik dari kita dan semua yang ada dijagad raya.

  1. Bersabar menghadapi ujian

÷ŽÉ9ô¹$#ur 4n?tã $tB tbqä9qà)tƒ öNèdöàf÷d$#ur #\ôfyd WxŠÏHsd ÇÊÉÈ  

dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik.

Dalam kehidupan di dunia tidaak ada satu orang pun yang lepas dari ujian Allah Yang Maha Kuasa. Justru ketika kita di uji, dari situlah Dia ingin meningkatkan derajat hamba-Nya. Terkait ini, dalam sebuah riwayat, rasulullah saw. Bersabda:

“Adakalanya Allah Swt. Menyediakan suatu derajat bagi seseorang, tetapi tidak dapat dicapai dengan amalannya, sehingga diuji dengan musibah yang menimpa tubuhnya. Maka karena kesabarannya, tercapailah derajat itu.[71]

Imam ahmad bin hambal meriwayatkan dari Ummul Mukmin Aisyah ra. Bahwa Allah telah mewajibkan qiyamul lail kepada Rasulullah saw di awal surat ini. Beliau dan para sahabat telah menegakkan di sebagian malam sehingga kaki-kaki mereka bengkak. Setelah genap dua belas bulan, Allah memberikan keringanan dengan diturunkannya ayat kedua puluh dari sura ini pula. Maka berubahlah hukum qiyamul lail yang tadinya wajib menjadi satu badah yang tadinya wajib menjadi ibadah yang sunnah.

Surat Al-muzzamil turun pada marhalah bina’. Marhalah pengembangan ruh. Para sahabat merupakan calon da’i dan mujahid digembleng dengan gemlengan yang berat. Selama setahun mereka harus bangun di tengah tiap malam untuk berdiri shalat berjam-jam. Mereka dituntut untuk ta’at , tunduk, patuh dan berpegang teguh pada perintah Allah dan Rasul-Nya.

Kewajiban qiyamul lail bukanlah sekedar berdiri shalat berjam-jam. Tetapi ia merupakan tarbiyah imaniah. Tarbiyah untuk selalu berhubungan dengan Yang Maha Pencipta, untuk bermunajat kepada-Nya. Ia merupakan wasilah untuk berdiri dan bertawakal kepada-Nya. 

Generasi Al-Muzzamil harus dibina di bawah konsp qur’ani. Dan tidaklah cukup jikalau Al-Qur’an hanya dijadikan sebagai pusat dan sumber intelektualitas belaka. Tetapi al-Qur’an harus di hafal. Khusus bagi mereka yang masih berumur muda. Perlu diingat makna qiyamul lail tidak pernah terealisir selama calon da’I atau mujahid tidak hafal ayat-ayat Al Qur’an kecuali ayat saja. Bagaimana ia akan merasakan nikmat bermunajatnya, sedangkan ia hanya hafal beberapa ayat dari Al Qur’an dan diulangnya tiap raka’at shalatnya? Bagaimana ia akan merasa khusyu’? sungguh!! Betapa nikmat, tatkala kaki berdiri tegak untuk memulai munajat, hati tergerak disinari ayat-ayat Illahi, yang kemudian dibiaskan ke dalam penglihatan, pendengaran, jiwa dan kehidupan.[72]

Sedangkan Klasifikasi pelaksanaan shalat malam yaitu :

Pertama, menghidupkan seluruh malam. Ini hanya biasa dilakukan oleh orang-orang yang kuat, yang seluruh hidupnya hanya dipersembahkan untuk beribadah kepada Allah dan menikmati munajat kepada-Nya, sehingga shalat itulah yang menjadi ‘santapan’ bagi mereka dan ‘kehidupan’ bagi hati mereka. Mereka tidak merasakan letih dengan mengerjakan shalat sepanjang malam. Mereka mengantikan tidur di siang hari ketika semua manusia sibuk mencari rezeki. Hal ini dilakukan oleh sejumlah oleh sejumlah kalangan salaf. Mereka terbiasa mengerjakan shalat subuh dengan menggunakan wudhu shalat isya’. (maksudnya, mengerjakan shalat isya’ dan shubuh hanya dengan satu wudhu, karena sejak isya’ hingga subuh, wudhunya belum batal).

Kedua,  mengerjakan shalat malam selama separuh malam. Yang mampu mengerjakan shalat seperti ini dari kalangan salaf tidak terhitung jumlahnya. Cara terbaik untuk mengerjakannya adalah dengan tidur di sepertiga awal malam dan sepeenam waktu malam. Dengan demikian, ia bisa mengerjakan shalat malam di tengah-tengah waktu malam. Ini adalah waktu yanag paling utama.

Ketiga, mengerjakan shalat selama sepertiga waktu malam. Dalam hal ini, sebaiknya seorang tidur pada separoh awal dari waktu malam dan sepernenam akhir. Sebab, secara umum, tidur di waktu malam itu dianjurkan (sunnah). Sebab, ia akan menghilangkan rasa kantuk ketika melaksanakan shalat shubuh, dimana mereka jelas tidak meninggalkan hal itu.

Keempat, mengerjakan shalat malam selama seperenam atau pun seperlima waktu malam. Yang lebih utama adalah jika dilakukan pada paroh akhir, sebelum datang waktu seperenam ahir waktu malam.

Kelima,  mengerjakan shalat malam tanpa memperoalan estimasi waktu tertentu. Caranya adalah dengan mengerjakan sholat dari awal malam. Jika sudah mengantuk, maka ia tidur. Jika kemudian terbangun, maka ia mengerjakan shalat lagi; dan jika terkuasai oleh kantuk, maka ia kembali tidur. Dengan demikian, di waktu malam itu ada dua kali waktu tidur dan ada dua kali waktu tidur dan ada dua kali waktu untuk shalat malam.

Keenam, estimasi paling minim dalam melaksanakan shalat malam yaitu cukup mengerjakan hanay dalam empat atau dua rakaat. Atau bahkan barangkali kesulitan untuk bersuci, sehingga ia mencukupkan diri dengan duduk menghadap kiblat beberapa saat dengan duduk menghadap kiblat beberapa saat dengan duduk menghadap kiblat beberapa saat dengan membaca dzikir dan do’a.[73]

Ada beberapa adab-adab dalam melaksanakan  shalat malam, yang menurut pendapat Nabi SAW di dalam menunaikan shalat malam yaitu :

  1. Berniat Shalat Malam ketika menjelang tidur

Hal ini dimaksudan agar ia tetap mendapat pahala mengerjakan shalat malam jika ternyata pada malam itu ia tidak bisa menunaikannya. Sebab, Nabi SAW bersabda:

 إِنَّمَا الْأَعْمَا لُ بِا لنِّيّاتِ

“segala amal perbuatan itu berdasarkan niat”.[74]

Nabi SAW juga bersabda :

 مَنْ أَتَى فِرَاشَهُ وَهُوَ يَنْوِي أَنْ يَقُوْ مَ يُصَلّي مِنَ اللَّيلِ فَغَلَبَهُ النَّوْمُ حَتَّى يُصْبِحَ كُتِبَ لَهُ مَا نَوَى وَكَانَ نَوْمُهُ صَدَقَةً عَلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ عَزَّوَجَلَّ

“barang siapa mendatangi ranjangnya (hendak tidur) dalam keadaan berniat bangun untuk mengerjalan shalat di malam hari, kemudian ia tetidur hingga Shubuh (tanpa sempat mengerjakan shalat malam), maka dituliskan untuknya pahala niat shalat malam tersebut, sedangkan tidurnya itu merupakan sedekah untuk dirinya dari Rabbnya.[75]

  1. Berdzikir ketika Bangun tidur

Jika seseorang itu terjaga dari tidurnya untuk mengerjakan shalat malam dan tahajjud, maka sebaiknya ia berdzikir terlebih dahulu (sebelum shalat). Diriwayatkan dari Ummu Salamah bin ‘Abdirrahman bi ‘Auf bahwa ia berkata, “Aku pernah bertanya kepada ‘Aisyah, ‘Dengan apa Nabi SAW biasanya membuka shalatnya dengan bacaan do’a :

اَللّهُمَّ رَبَّ جِبْرَائِيْلَ وَمِيْكَا ئِيلَ وَإِسْرَافِيْلَ فَا طِرَ السَّمَا وَاتِ وَالأَرْضِ عَالِمَ الغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنْتَ تَحْكُمُ بَينَ عِبَا دِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُوْ نَ اهْدِنِي لِمَا اخْتِلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإ ذْنِكَ , إِنَّكَ تَهْدِي مَنْ تَشَا ءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

“Ya Allah, Rabbnya malaikat Jibril, Mika’il dan israfil, Pencipta langit dan bumi, serta yang mengetahui segala yang tersembunyi maupunynag nampak, engkau yang membuat hukum (memberi putusan perkara) diantara hamba-hamba-Mu mengenai apa yang mereka perselisihkan. Berikanlah aku petunjuk berkenaan dengan kebenaran yang diperselisihkandengan izin-Mu. Sesungguhnya Engkau memberi petunjuk kepada siapa saja yang engkau kehendaki  menuju jalan yang lurus”.[76]

Imam nawawi dalam Al-Majmu’ mengatakan, “Di sunatkan bagi setiap orang yang bangun untuk mengerjakan shalat malam agar mengusap wajahnya, bersiwak, serta memandang ke langit seraya membaca ayat-ayat ahir surat Ali ‘Imran, yaitu , Innafi khalqis samawati wal ardhi..(sesungguhnya di dalam penciptaan langit dan bumi..). hal ini didasarkan pada hadist dari Rasul yang di sebutkan di dalam Ash-shahihain.

  1. Bersiwak ketika hendak shalat malam

Hal ini di dasarkan pada hadist yang diriwayatkan dari Hudzaifah, bahwa Nabi SAW jika bangun untuk mengerjakan shalat tahajjud di malam hari, maka beliau memebersihkan mulut dengan siwak.

  1. Membangunkan istri untuk sholat malam

Hal ini termasuk bentuk pelaksanaan firman-Nya dalam surat Al Maidah [5] 2:

وَتَعَا وَنُوْا عَلَى آلْبِّرِ وَآلتَّقْوَ ى

“Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa..”[77]

Di riwayatkan dari Aisyah Ra, bahwa ia berkata :

كَانَ رَسُوْلُاللهِ عَلَيهِ وَسَلَّمَ يُصَلّي مِنَ اللّيلِ , فَإِذَا أَوْتَرَقَالَ : قُوْمِي فَأَوْتِرِي يَاعَائِشَةُ

“rasulullah SAW mengerjakan shalat malam, dan ketika beliau hendak witir, maka beliau berkata, ‘bangunlah, dan kerjakanlah shalat witir, wahai ‘Aisyah.”[78]

  1. Mulai shalat dengan dua rakaat ringan

Diriwayatkan dari ‘Aisyah Ra, bahwa ia berkata :

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَا مَ مِنَ اللّيلِ لِيُصَلّيَ افْتَتَحَ صَلاَ تَهُ بِرَكْعَتَينِ خَفِيفَتَينِ

“Rasulullah SAW itu jika bangun malam di malam hari untuk mengerjakan shalat, maka beliau membuka shalatnya dengan mengerjakan shalat dua rakaat ringan.”[79]

  1. Menangis saat membaca dan merenungi Al-Qur’an

Ketika Nabi SAW mengerjakan shalat, maka terdengarlah suara rintihan tangis beliau seperti suara air yang sedang mendidih di dalam periuk. Dari ibnu Mas’ud Ra, bahwa ia berkata, “Nabi SAW pernah berkata kepadaku, ‘Bacakanlah ayat-ayat Al-Qur’an kepadaku.’ Aku menjawab, ‘Bagaimana aku membacakannya kepada baginda, sedangkan kepada baginda Al-Qur’an itu di turunkan.’ Beliau menjawab, ‘Sesungguhnya aku ingin mendengarnya dari orang lain.’ Ahirnya aku bacakan kepada beliau bagian dari surat An-Nisa’, sehingga ketika sampai pada firman Allah SWT pada surat An-Nisa’[4]: 42 :

فَكَيفَ إِذَا جِئْنَا مِن كُلِّ أُمَّةِ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَىؤُلآءِ شَهِيدًا

“Maka bagaimanakah
(hanya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu(sebagai umatmu).[80]

Maka, beliau berkata. ‘cukup.’ Aku pun segera mengangkat kepalaku, dan ternyata aku lihat kedua mata beliau berlinang air mata.

  1. Membaca do’a dalam sholat malam

Diantara petunjuk dan kebiasaan beliau adalah banyak memanjatkan do’a dalam shalat tahajjud beliau, karena do’a yang di panjatkan ketika itu kemungkinan besar dikabulkan oleh Allah SWT. Diriwayatkan dari jabir Ra. Bahwa ia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda :

 إِنَّ فِي الّيْلِ لَسَا عَةً لاَيُوَا فِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ يَسْأَ لُ اللهَ خَيْرًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالاَخِرَةِ إِلاَّ أَعْطَا هُ , وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ

“Sesungguhnya di malam hari itu ada waktu tertentu, dimana tidaklah seorang muslim yang bertepatan dengan waktu terssebut memohon kebaikan kepada Allah berkenaan dengan urusan dunia dan akhirat, melainkan pasti Allah akan memberikannya kepada-nya. Hal itu terjadi pada setiap malam.”

  1. Tidak memberatkan diri dalam melakukan ketaatan

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Ra, bahwa Nabi SAW bersabda :

 إِ نَّ الدِّ يْنَ يُسْرُ وَلَنْ يُشَا دَّ الدَّيْنَ أَحَدٌ إِلاَّ غَلَبَهُ فَسَدِّدُوْا وَقَا رِبُوْا وَأَبْشِرُوْا وَاسْتَعِنُوْا بِا لْغَدْوَةِ وَالرَّوْحَةِ وَشَيءٍ مِنَ الدُلْجَةِ

“Sesungguhnya agama ini mudah. Tidak ada seorang pun yang membebani diri (di atas kemampuannya) dalam menjalankan agama ini kecuali pasti ia akan terberatkan olehnya. Oleh karena itu, bersahajalah, mendekatlah (kepada kebenaran), berikanlah kabar gembira, dan minta tolonglah(dengan mengerjakan ibadah) di awal waktu pagi dan petang serta waktu perjalanan malam.[81]

  1. Menangguhkan shalat ketika mengantuk

Diriwayatkan dari anas ra. Bahwa Nabi bersabda :

إِذَ نَعَسَ أَحَدُ كُمْ فِي الصَّلاَةِ فَلْيَنَمْ حَتَّى يَعْلَمَ مَا يَقْرَأُ

“Jika salah seorang diantara kalian mengantuk ketika mengerjakan sholatnya, maka hendaklah ia tidur terlebih dahulu, sehingga (kantuknya hilang, dan kemudian) ia mengerti apa yang dibacanya.[82]

  1.  Tidur setelah mengerjakan sholat malam

Disunatkan bagi etiap mukmin agar etelah mengerjakan sholat malam itu tidur kembali, yaitu di penghujung waktu malam menjelang fajar. Yang demikian ini merupakan dari oetunjuk Nabi SAW. ‘Aisyah Ra berkata, “Tidaklah kau temui Rasulullah SAW di rumahku, atau disisiku, di akhir waktu malam menjelang fajar, kecuali beliau dalam keadaan tidur.”[83]

Syaih ‘Abdul Qadir Al-Jailani mengatakan, :Di anjurkan bagi orang yang mengerjakan shalat malam agar tidur di akhir malam dengan dua tujuan. Pertama, agar kantuknya hilang di pagi harinya (terutama ketika menunaikan ibadah shalat subuh). Kedua, bahwa tidur di akhir malam itu akan menghilangkan pucat wajah. Jika ia memaksakan diri untuk tidak tidur, maka kepucatan wajah itu masih tetap begitu saja keadaanya.

  1. Berdoa saat selesai shalat malam

Diriwayatkan dari Ali bun Abi Thalib Ra, bahwa Rasulullah SAW memanjatkan doa selesai shalat witir dengan lafadz.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُدوْ ذُ بِرِ ضَا كَ مِنْ سَخَطِكَ بِمُعَا فَا تِكَ مِنْ عُقُوْبَتِكَ , وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْكَ لاَ أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيتَ عَلَى نَفْسِكَ

“Ya Allah, aku berlindung dengan ridha-Mu dari murka-Mu, dengan kemanfaan-Mu dari hukuman-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari (siksaan)-Mu. Aku tidak dapat menghitung pujian kepada-Mu seperti yang Engkau pujikan terhadap diri-Mu.[84]

Beberapa dokter, ilmuan dan cendikiawan luar negri pun mengakui bahwasanya sholat tahajjud banyak sekali mendatangkan manfaat, baik kesehatan maupun kecerdasan, di antaranya komentar adalah :

  1. Komentar para ilmuwan dan dokter tentang Shalat Malam

Seorang dokter di amerika telah memeluk islam karna keajaiban yang telah dtemunya ia amat kagum dengan penemu tersebut sehingga tidak dapat diterima oleh akal fikiran

Dia adalah seorang dokter neurologi. Setelah memeluk islam dia amat yakin pengobatan secara islam oleh sebab itu ia telah membuka sebuah klinik yang bernama “pengobatan melalui al-qur’an” diantaranya pengobatan yang dilakukan melalui kajian al-qur’an adalah berpuasa, biji hitam (jadam) madu, dan sebagainya. Ketika di tanya bagaimana dia tertarik untuk memeluk islam, maka dokter tersebut memberi tau bahwa suatu kajian saraf yang dilakukukan, terdapat beberapa urat saraf di dalam otak manusia tidak dimasuki oleh darah.

Pada setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara yang lebih norml.setelah membuat kajian yang memakan waktu akhirnya dia menemukan bahwa darah tidak akan memasuki urat saraf didalam otak tersebut, melainkan ketika seorang tersebut sembahyang yaitu ketika sujud.

Urat tersebut memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu aja. Ini artinya darah akan memassuki sebagia urat tersebut mengikuti kadar sembahyang lima waktu yang di wajibkan oleh islam.

Jadi barang siapa yang tida menunaikan sembahyanagmaka otak tidak dapat menerima darah yang secukupnya untuk berfungsi secara normal.[85]

Dokter Samir Ismail Hulwi mengatakan sesungguhnya shalat malam itu memberikan energi dan spirit kepadamu, serta menghindarkan sakit punggung di kemudian hari. Dalam hasil sebuah kedokteran disebut bahwa orang-orang lanjut usia yang mengerjakan sholat malam dapat menikmati tingkat kesehatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak mengerjakan sholat malam. Disamping itu sholat malam juga menghindarkan seorang diri dari penyakitarteriosclerosis yang bisa menyebabkan serangan penyakit angina pectoris kram jantung dan otak. Sebab orang yang bangun malam hari dan memutus jalannya tidur panjang itu berarti melakukan gerakn yang bisa menghindarkannya dari munculnya penyakit arteriosclerosis tersebut.”

Al-Hajj’Abbas Kararah mengatakan, “Shalat itu, disamping merupakan bentuk ketaatan kepada sang khaliq dan ketundukan kepada-Nya, merupakan olahraga yang banyak sekali manfaatnya. Sebab, jasad manusia ini terdiri dari Tulang, sendi, otot, urat, urat darah, dan syaraf. Seluruhnya membituhkan pelumasan setiap harinya dengan cara bergerak. Sebab, istirahat total atau tidur yang disebabkan oleh rasa malas dan kejenuhan itu, dalam berbagai kondisi yang lain, membutuhkan upaya yang lebiih besar lagi.

Barangkali kejang kedua otot betis, atau bisul pada punggung, akan menimpa orang-orang yang suka banyak tidur. Otot-otot pada tubuh manusia ini mencapai ratusan jumlahnya. Syaraf manusia juga sangat banyak, yang terbesar, saling bersambungan dan bercabang-cabang pada tubuh manusia itu mencapai 360 buah.

Untuk itu sholat merupakan olahraga yang sangat istimewa. Dengan shalat ini, seluruh persendian, tulang dan otot bergerak. Dengan begitu, peredaran darah menjadi lancar. Lalu, bayangkan jika hal itu dilakukan sebanyak lima kali dalam sehari, dan hal itu dilakukan secara berulang-ulang manakala kekuatan iman seseorang semain bertambah. Dengan demikian, shalat itu memeliki kelebihan yang tidak bisa dipungkiri, tidak pernah ditolak oleh akal dan tidak asing dari pikiran yang sehat.

  1. Komentar para cendikiawan barat tentang shalat

Dr. Carrel, ketika membahas sejauh mana kekuatan yang didapatkan oleh seorang mukmin dari mengerjakan sholat, mengatakan , “Barangkali, shalat merupakan potensi terbesar yang bisa melahirkan energi yang dikenal sampai hari ini. Sebagai dokter, saya menyaksikan sendiri sekian banyak orang sakit yang tidak mempan diberi obat-obatan medis di dalam mengatasi sakit mereka. Dan ketika kedokteran tidak lagi mampu mengatasinya, maka shalat melakukan intervensi terhadap mereka, dan akhirnya mereka pun sembuh. Sesungguhnya shalat itu sepertiradium metal yang menjadi sumber radiasi dan penghasil energi . ketika kita mengerjakan sholat, sebenarnya kita mengikatkan diri dengan kekuatan terbesar yang menguasai alam raya ini, dan kita meminta dengan cara memnjatkan doa agar ia berkenan memberikan sebagian dari kekuatan tersebut kepada kita, yang kita gunakan untuk membantu menghadapi letihnya kehidupan ini. Bahkan, doa atau munajat itu sendiri sudah cukup untuk menambah kekuatan dan energi kita. Engkau tidak akan mendapatkan seorang pun yang memohon kepada Allah sekali saja, kecuali permohonan itu akan menghasilkan buah yang terbaik.

Filosofi prancis, Ernest Renan, sekalipun begitu jaunya oia dari Islam dan Arab, mengatakan, “sesungguhnya aku tidak pernah masuk masjid kaum muslimin tanpa mengerjakan shalat dengan begitu khidmat. Rugi rasanya jika aku tidak melakukan hal seperti itu. Hanya saja, aku bukanlah seorang muslim.

Sir Thomas Arnold, ketika mengomentari shalat mengatakan, “Kewajiban yang teratur ini, sebagai bentuk peribadahan kepada Allah, merupakan tanda paling menonjol bagi kaum muslimin yang membedakan mereka dari yang lain dalam kehidupan keberagaman mereka. Seringkali ritual shalat yang bisa disaksikan oleh para turis maupun selain merka di negri-negri timur itu memberikan dampat terhadap jiwa.”[86]

  1. Rahasia tahajjud dalam meningkatkan kecerdasan Spiritual, Emosional, Intelektual

Pemikiran Yazid Al-Bustomi shalat Tahajjud merupakan salah satu shalat sunnah yang mempunyai fadhilah untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah Swt. Selain itu, dalam do’a khusus yang dipanjatkan setelah shalat tahajjud, juga terbukti bahwa shalat sunnah tahajjud ini merupakan shalat yang memang khusus diperintahkan kepada umat islam agar kembali mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Sebagai sang pencipta, Allah Swt. Sangat mengetahui dan memahami bahwa manusia adalah mahluk yang lemah dan terbatas kemampuannya. Oleh karena itu, Dia memerintahkan kepada hambanya untuk mengerjakan shalat Tahajjud agar senantiasa mendekatkan diri kepada-Nya. Dengan begitu, Dia akan memudahkan segala urusan. Hal ini menjadi bukti bahwa Dia sangat sayang kepada hamba-Nya.

Dalam kitab suci Al-Qur’an, Allah Swt, dalam surat Al-Baqarah [2] : 45 berfirman :

وَآسْتَعِنُوْا بِآ لصَّبْرِ وَآلصَّبْرِ وَآلصَّلَو ةِ

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolonngmu” [87]

Setiap mahluk hidup di dunia ini sudah dijamin bahwa mereka tidak akan pernah mendapatkan cobaan di luar batas keemamapuannya. Tidak ada satu pun mahluk di dunia ini yang lepas dari rahmat atau kasih sayang Allah Swt., baik itu dari golongan hewan melata maupun hewan yang bebas terbang diatas awan. Oleh sebab itu, sebagai hamba Allah, kita tidak perlu cemas memikirkan segala cobaan itu. Sebab, semua mahluk sudah di jamin akan mendapatkan rahmat atau kasih sayang-Nya. Bahkan orang-orang ateis sekalipun tidak lepas dari rahmat atau kasih sayang-Nya. Tidak jarang di antara mereka juga mendapatkan kenikmatan di dunia yang lebih daripada kebanyakan orang.

Akan tetapi untuk mendapatkan rahmat atau kasih sayang Allah Swt tersebut kita di wajibkan untuk berikhtiar (usaha). Selain itu, kita juga dituntut berdoa dengan maksud agar diberikan kemudahan dan keberkahan oleh-Nya. Mengenai ini, Allah Swt menjelaskan di dalam Al-Qur’an dalam surat Al-A’raaf [7] : 55-56, sebagai berikut :

أدْعُوْا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ آلْمُعْتَدِينَ, وَلاَ تُفْسِدُواْفِى آلأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَحِهَا وَآدْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا إِنَّ رَحْمَتَ اللهِ قَرِ يبُ مِّنَ آلْمُحْسِنِينَ

“ Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya, Allah tidak menyukai prang-orang yang melampaui batas. Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya, dan berdo’alah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan) sesungguhnya rahmat Allah amat dekat dengan orang-orang yang berbuat  baik.[88]

Keinginan agar dimudahkan segala urusan tidak cukup hanya dengan mengandalkan ikhtiar yang bertumpu pada kekuatan fisik saja, namun lebih dari itu, kita diwajibkan untuk berdoa atau melakukan ikhtiar hati. Sebab, dengan jalan inilah, ihktiar yang setiap harinya yang kita lakukan lebih powerfull.[89]

Inilah “biang”nya shalat Tahajjud untuk Kecerdasan akademik. Tetapi ketahuilah bahwa “mentari” ikhtisr ini dihiasi oleh lima sendi dasar, yaitu sidik jari kehidupan, simpil pembelajaran, pelangi langit, perisai al-Qur’an, dan pemberi abadi, yang merupakan satubuhul (ikatan) yang tidak boleh dipisahkan.

  1. Ritual Persiapan

Untuk menggapai barakah shalat Tahajjud (kecerdasan akademik), ada empat taha[an yang harus dilakukan, sebagaimana berikut :

  1. Mandi Taubat

Mandi taubat dengan air dingin sekitar pukul 12.00-03.00 dini hari sebagaihydro thetapy. Caranya siramlah air keseluruh tubuh dari ujung rambut hingga ujung kaki. Sebelum mandi, mulailah dengan niat mandi taubat, sebagaimana berikut:

نَوَيْتُ غُسْلَ التَّوْبَةِ سُنَّةً للهِ تَعَا لَى 

Aku niat mandi sunnah taubat karena Allah Ta’ala.”

Kemudian ketika menyiramkan air kesekujur tubuh, bacalah doa berikut :

رَ بِّ أَنْزِ لْنِى مُنْزَ لاً مُبَا رَكًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْمُنْزِلِينَ.

“Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkahi dan Engkau adalah sebaik-baik yang memberi tempat.”

Setelah itu, berdo’a, “Ya Allah, melaui air malam-Mu ini, kurangilah kebodohanku dan cerdaskanlah otakku, sebagaimana Engkau Mencerdaskan utusan-Mu, Rasulullah Saw.”

Ada banyak manfaat yang diperoleh dari mandi taubat pada tengah malam, di antaranya adalah dapat meningkatkan kesadaran diri (self consciousness) dan menyembuhkan diri dari berbagai penyakit.

Ada dua macam mandi taubat yang bisa dilakukan yaitu dengan berendam dan dengan cara penyemprotan.

  1. Mengenaikan Pakaian yang Suci dan Indah saat Shalat

Boleh jadi, anda akan bertanya, kenapa harus indah? Saat shalat, kita akan menghadap Allah yang Maha Kuasa. Memang, kita diperbolehkan memakai pakaian seadanya ketika shalat Tahajjud. Tetapi bila, tujuan kita adalah menggapai barakah demi kecerdasan akademik, sebaiknya tinggalkan hal yang kurang patut ini. Bukankah Dia juga sudah mengingatkan kepada kita mengenai hal ini? Coba Anda cermati firman-Nya dalam surat Al-A’raaf [7]:31, sebagai berikut :

يَبَنِى ءَادَمَ خُذُواْ زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap memasuki masjid..”[90]

  1. Memakai Wewangian

Memakai parfum atau wewangian ketika hendak melaksanakan shalat Tahajjud dapat mengantarkan kita untuk mencapai kekhusyukan dalam shalat. Apa alasanya? Aroma parfum atau wewangian dinilai sebagai aroma terapi sehingga dapat membuat kitajauh lebih segar atau fresh ketika shalat. Hal ini tentu bisa membuat kita khusyuk saat shalat. Namun sekedar mengingatkan, dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa aroma yang paling disenangi oleh Allah Swt adalah aroma misik atau kasturi.

  1. Memilih tempat yang tenang

Setelah mandi, memakai pakaian yang suci dan indah, serta memakai parfum atau wewangian , tibalah saatnya mengerjakan shalat tahajjud. Nah, untuk mengerjakannya, ada baiknya kita memilih tempat yang sunyi dan jauh dari hiruk-pikuk atau keramaian. Kenapa? Sebab dikhawatirkan mengganggu kekhusyukan kita dalam mengerjakan shalat Tahajjud.

  1. Proses Pelaksanaan

Terdapat 10 tahapan dalam proses pelaksanaan shalat tahajjud, mulai dari persiapan hingga salam. Adapun tahapan tersebut ialah sebagai berikut :

  1. Persiapan

Pada tahapan ini, kita sudah berdiri tegak, mengambil posisi yang nyaman, dan tangan diluruskan ke bawah. Kemudian, renggangkan kedua kaki, sehingga tidak terlalu sempit dan tidak terlalu lebar. Buang sejenak semua unek-unek yang masih tersimpn dalam pikiran, lalu mulailah fokuskan pikiran pada shalat tahajjud. Selanjutnya, tarik nafas dalam-dalam hingga hitungan kelima. Lalu keluarkan nafas secara perlahan-lahan ; ulangi ssebanyak tiga kali. Kuncilah fokus pikiran kita pada shalat tahajjud yang akan di kerjakan. Setelah fokus benar-benar terkunci, bersiaplah mengucapkan takbir.

Saat mengucapkan Allahuakbar, pikiran harus tertuju kepada-Nya, lalu rasakan bahwa Dia benar-benar sudah hadir di depan kita dan mengamati kita. Kemudian, berdoa. “Ya Allah, kami hanya mengharapkan ridha-Mu. Ya Allah , kami hanya mengharapkan rahmat-Mu. Ya Allah, kami hanya mengharap kasih sayang-Mu.”

Lalu berhenti sejenak dan berdo’a kembali, “Melalui shalat Tahajjud ini, kurangilah kebodohan hamba-Mu ini ya Allah. Tngkatkanlah kecerdasan hamba-Mu yang sangat bodoh ini ya Allah, sebagaimana Engkau mencerdaskan hamba-hamba-Mu sebelum kami.

  1. Niat

Ketika mengangkat kedua tangan hingga sejajar dengan bahu, bacalah kalimat takbir, Allahu Akbar, sambil mengucapkan niat secara lisan. Kemudian, tumbuhkan kesandaran bahwa Allah Swt sedang berada di hadapan kita, dan kita sedang menilai diri kita. Saat itu, kita sedang memasuki “haram Allah”. Yakni kawasan ekslusif untuj bertemu dengan-Nya langsung tanpa perantara.

  1. Qiyam

Pada tahapan ini, pikiran kita tetap terfokus hanya kepada Allah Swt, lalu tangan kanan diletakkan pada punggung tangan kiri tepat di atas perut dan sedikit di bawah dada. Kemudian, membaca doa iftitah secara perlahan sambil meresapi atau menghayati maknaya.

Setelah itu, diteruskan dengan membaca surat al-Faatihah secara perlahan sambil menghayati atau meresesapi maknanya.

Setelah itu, bacalah surat al-Baqarah ayat 255 atau yang biasa disebut ayat kursi. Yat ini berisi pengakuan atas ketidak berdayaan diri kita sebagai makhluk sekaligus mengakui kemahabesaran Allah Swt. Tetapi, jika tidak hafal dengan ayat ini, kita boleh membaca surat yang lain. Pilihan surat apa pun yang kita mampu, dan lebih lagi bila kita memilih surat yang tahu maknanya.

Setelah membaca surat, jangan langsung ruku’, melainkan disambung dengan menghiasi kalimat takbir sambil merasakan kedekatan kepada Allah Swt. Rasakan bahwa seolah-olah Dia ada di depan kita, menilai kita, dan hendak mengabulkan permohonan kita. Dalam kondisi ini, biasanya orang yang mengerjakan shalat Tahajjud dapat merasakan pengalaman spiritual yang sangat luar biasa, karena merasa sangat dekat dengan-Nya.

  1. Ruku’

Perhatikan posisi ruku’, yakni punggung harus lurus dan telapak tangan diletakkan pada lutut. Lalu, membaca bacaan ruku’ sebanyak tiga kali dengan perlahan-lahan sambil menghayati atau meresapi maknanya.

  1. I’tidal (bangkit dari posisi ruku’)

Setelah ruku’, lalu i’tidal dengan membaca doa seperti berikut secara perlahan-lahan sambil menghayati atau meresapi maknanya.

  1. Sujud

Perhatikan pada posisi ini, tujuh anggota badan , yakni wajah, kedua telapak tangan, lutut, dan ujung kaki harus menempel sepenuhnya pada lantai. Kemudian, berdoa membaca tasbih tiga kali sambil menghayati atau merenungi maknanya.

  1. Duduk Iftirasy

Selanjutnya ialah duduk iftirasi di antara dua sujud dengan doa secara perlahan-lahan sabil mengahayati atau meresapi maknanya.

  1. Sujud kedua

Cara sujud kedua sama seperti pada posisi sujud pertama, yakni dengan menyentuhkan tujuh anggota pada lantai, kemudian membaca tasbih tiga kali samnil mengahayati atau merenungi maknanya.

  1. Duduk tasyahud

Setelah itu, kita duduk tasyahud dengan membaca bacaan tasyahud sambil menghayati atau meresapi maknanya.

  1. Salam

Tahapan terakhir ialah mengucapkan salam. Palingkanlah muka ke kanan dan kiri sambil mengucapkan :

السَّلاَمُ عَلَيكُمْ وَرَحْمَةُ الله

“Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kamu sekalian.”

  1. Muhasabah diri

Selesai mengerjakan shalat Tahajjud, selanjutnya kita bermuhasabah diri. Saat bermuhasabah, sesalilah seluruh kesalahan atau dosa yang sudah dilakukan, baik itu yang disengaja maupun tidak, atau dosa-dosa yang besar maupun yang kecil. Sesalilah dan pasang wajah sebagai hamba yang sedang bertaubat di hadapan Allah Swt. Bila perlu, menangislah sebagai wujud bahwa kita memang benar-benar ingin bertaubat dan memohon ampun dari segala dosa atau kesalahan.

Boleh jadi, ada di antara kita yang pernah meninggalkan shalat lima waktu atau ibadah-ibadah lain yang diwajibkan, atau ada yang pernah berbuat kasar kepada istri, melakukan hal-hal yang tidak pantas kepada suami, bertindak hal-hal yang dilarang agama, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, setelah shalat Tahajjud tidak perlu menunggu lama, segera lakukan muhasabah diri dan memohon ampunan kepada Allah Swt.

Atau , mungkin ada juga di antara kita yang pernah berbuat kasar, mengucapkan kata-kata kotor, tidak sopan, atau melakukan hal-hal lain kepada orang tua,  yang sekiranya membuat mereka sakit hati. Ketahuilah, bahwa semua itu bisa membuat Allah Swt, benci atau murka kepada kita, sehingga harapan kita untuk menggapai barakah shalat Tahajjud tidak kunjung terwujud. Oleh karena itu, seusai mengerjakan shalat Tahajjud, datangilah orang tua kita dan memintalah maaf kepada mereka. Cium tangan, peluk, dan jika perlu basuh kaki mereka dengan air, sebagai tanda bakti kita kepada mereka. Bukankah ada pesan religius yang mengatakan bahwa surga itu di telapak kaki ibu? Dan, bukankah Allah Yang Maha Kuasa Juga berfirman di dalam kitab suci al-Qur’an bahwa keridhaan-Nya terganung pada keridhaan orang tua?

Namun, apabila orang tua kita sudah meninggal, maka datangilah kuburan mereka. Menangislah dan mohonkan ampun kepada Allah Swt. Atas segala kesalahan atau dosa yang pernah mereka lakukan selamata hidup di dunia. Selanjutnya, mohonlah Ampun kepada-Nya, sebagai ganti permohonan maaf kepada mereka. Terus kenang jasa-jasa mereka ketika masih hidup sambil menangis dan mendoakan mereka.

Setelah itu, mintalah kepada Allah Swt agar memberikan kekuatan dan kemudahan bagi kita dalam menjalani hidup di dunia. Mintalah petunjuk dan hidayah-Nya agar kita tidak terpeleset atau terpental jauh di jalan yang dibenci-Nya. Adukan juga segala permasalahan atau persoalan kita, baik itu yang menyangkut masalah duniawi maupun ukhrawi (akhirat), dan mintalah kepada-Nya supaya ditunjukan jalan yang mudah.

Hamba yang taat adalah hamba yang segera insaf bertaubat ketika melakukan kesalahan, lalu segera melakukan amal shalih. Oleh karena itu, bagi kita yang sudah terlanjur melakukan banyak dosa atau kesalahan, tidak usah putus asa. Sebaliknya, lakukanlah muhasabah diri. Mintalah maaf dari segala dosa-dosa kita, karena Dia adalah Dzat Yang Maha Pengampun, sebagaimana yang ditegaskan dalam kitab suci al-Qur’an pada surat az-Zumar [39] : 53, berikut :

قُلْ يَعِبَادِىَ آلَّذِينَ أسْرَفُوْا عَلَى أنْفُسِهِمْ لاَتَقْنَطُوْا مِن رَحْمَةِاللهِ إِنَّ آللهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْ بَ جَمِيعًا إِنَّهُ,هُوَ آلْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Katakanlah , ‘Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya, Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya, Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”[91]

  1. Dzikir dan Doa

Setelah bermuhabah diri, selanjutnya kita berdzikir dan membaca doa kepada Allah Swt. Sebab, Rasulullah Saw selalu menganjurkan hal ini kepada umatnya.

Lantas, kalimat dzikir apakah yang bisa kita baca? Kita diperbilehkan berdzikir sesuai dengan selera masing-masing, seperti membaca kalimat thayyibah, tasbih, takbir, tahmid, atau istighfar. Semua bacaan dzikir inni baik, karena juga sering diamalkan oleh Rasulullah Saw setelah shalat.

Meskipun demikian, dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa dzikir yang paling utama ialah kalimat laa ilaaha illallah,.

Setelah berdzikir, silakan membaca doa sesuai dengan yang diharapkan. Dan, khusus bagi kita yang mengharapkan barakah shalat Tahajjud untuk kecerdasan Akademik, ustd Yazid Al-Busthomi menyarankan untuk membaca doa nurun nubuwwah berikut :[92]

اَللهُمَّ ذِى السُّلْطَا نِ الْعَظِيْمِ وَذِى الْمَنِّ الْقَدِ يْمِ وَذِى الْوَجْهِ الْكَرِيْمِ وَوَلِيِّ الكَلِمَاتِ التَّامَّاتِ وَالدَّعَوَاتِ الْمُسْتَجَابَةِ عَا قِلِ الحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ مِنْ اَنْفُسِ الْحَقَّ عَينِ القَدْرَةِ وَالنَّا ظِرِيْنَ وَعَيْنِ الاِنْسِ وَالجِنِّ وَاِنْ يَّكَادُ الَّذِينَ كَفَرُوْا لَيُزْلِقُوْنَكَ بِاَبْصَا رِهَمْ لَمَّا سَمِعوْا الذِّكْرَ وَيَقُوْلُوْنَ اِنَّهُ لَمَجْنُوْنٌ وَمَا هُوَ اِلاَّ ذِكْرٌ لِلْعَا لَمِيْنَ ,وَمُسْتَجَا بُ لُقْمَا نُ اْلوَدُوْدُ ذُوالعَرُشِ المَجِدِ. طَوِّلْ عُمْرِى وَصَحِّحْ اَجْسَا دِىْ وَاقْضِ حَاجَتِي وَاكْثِرْ اَمْوَالِى وَاَوْلاَدِى وَحَبِّبْ لِلنَّا سِ اَجْمَعِيْنَ وَتُبَا عَدِ الْعَدَاوَةِ كُلَّهَا مِنْ بَنَي اَدَمَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ.مَنْ كَانَ حَيًّا وَيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى لْكَفِرِ ينَ وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَطِلُ. اِنَّ البَا طِلَ كَانَ زَهُوْقًا . وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَّرَحْمَةٌ لِلمُؤْمِنِينَ وَلاَ يَزِيدُ الظَّا لِمِينَ اِلاَّ خَسَا رًا. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى المُرْ سَلِيْنَ وَالْحَمْدُللهِ رَبِّ العَا لَمِينَ.

“Ya Allah , Dzat yang memiliki kekuasaan yang agung, yang memiliki anugerah yang terdahulu, memiliki wajah yang mulia, menguasai kalimat-kalimat yang sempurna, dan do’a-do’a yang mustajab, penanggung Hasan dan Husain dari jiwa-jiwa yang haq, dari pandangan mata yang memandang, dari pandangan mata manusia dan jin. Dan, sesungguhnya, orang-orang kafir benar-benar akan tergelincir kamu dengan pandangan mereka ketika mereka menengar al-Qur’an, dan mereka berkata, ‘Sesungguhnya, (Muhammad) benar-benar prang yang gila, dan al-Qur’an itu tidak lain hanyalah petingatan bagi seluruh umat. Dan , yang mengijabahi Luqmanul Hakim, dan Sulaiman telah mewarisi Daud As. Allah adalah Dzat yang maha pengasih lagi memiliki singgasana yang mulia, panjangkanlah umurku, sehatkanlah jasad tubbuhku, kabulkanlah hajatku, perbanyaklah harta bendaku dan anakku, cintakanlah semua manusia (kepadaku), dan jauhkanlah permusuhan dari anak cucu Nabi Adam As., orang-orang kafir. Dan, katakanlah, ‘yang haq telah datang dan yang bathil telah musnah’. Dan. Kami turunkan dari al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat aniaya, melainkan hanya kerugian. Maha Suci Allah Tuhanmu, Tuhan Yang Maha Mulia dari sifat-sifat yang diberikan oleh orang-orang kafir. Dan, semoga keselamatan bagi para rasul. Dan, segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam.”

BAB IV

ANALISIS HASIL PENELITIAN

  1. Sholat Tahajjud

Shalat tahajud merupakan ibadah sunnah yang menedapatkan perhatian istimewa dari Allah. Allah SWT. Ayat Al-Qur’an ssecara langsung menganjurkan kepada kita untuk bertahajjud. Bertebaran ayat dalam Al-Qur’an yang menampilkan berbagai janji, baik nerupa kjaminan terhapusnya dosa atau meninggikan derajat,[93]

Tahajjud diketahui sebagai ibadah yang ditunaikan pada malam hari, saat setiap orang mengistirahatkan tubuhnya dari kelelahan aktivitas di siang hari.[94]

Rasulullah Saw bersabda :

عَنْ الاعْرَج عَنْ اَبِى هُرَيرَةَ قَا ل قَا ل رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلّم اِذَانَام اَحَدُكُم عَقَدَ الشَّيطا نُ على رَأْسِهِ ثَلاَثَ عُقَد يَضْرِبُ على كُلِّ عُقْدَةٍ لَيلاَ طَوِيلاً اى أرْقُدُ فَاِنِ اسْتَيْقَظ فَذَ كَرَا لله انْحَلّتْ عُقْدَ ةٌ فَاِنْ تَوَ ضّأَ اىخْلّتْ عُقْدَ ةٌ اُخْرى فَاِنْ صَلىَّ اىخَلَّتْ العُقْدُ كُلُّهَا فَيُصْبِحُ طَيِّبَ النَّفْسِ نَشِيطًا وَالاَّ اصْيَحَ خَبِثَ النَّفْسِ كَسْلاَنَ

Dari Al-‘A’raj dari Abu Hurairah katanya: “Rasulullah saw pernah bersabda: “ jika salah seseorang dari kamu tidur, maka syaitan mengikatnya dengan tiga ikatan. Ketiga ikatan tersebut menjadikan ia terlelap dalam tidurnya selamam suntuk. Tetapi jika ia terjaga kemudian ia menyebut nama Allah, maka terlepaslah satu ikatan, kemudian ketika ia berwudlu, maka akan terlepas pula satu ikatan lagi, dan akhirnya jika ia melakukan shalat, maka terlepas pula ikatan yang terakhir, sehingga di pagi harinya hati orang itu akan bersih dan penuh semangat. Akan tetapi jika ia tertidur sampai subuh, maka pagi harinya ia akan kotor jiwanya dan ia tidak mempunyai gairah apa pun.[95]

Bahkan tidak ada terapi yang menyamai kedasyatan shalat Tahajjud. Shalat sunnah yang satu ini menjadi piranti yang dapat mem-backup manusia menjadi hamba yang seutuhnya. Yaitu hamba yang benar-benar mampu mempersembahkan diri yang paling lemah dan rendah di hadapan Allah Swt. Itulah hamba yang tidak bisa bertanggung jawab kepada selain-Nya dan meluruskan keyakinan hati bahwa hanya kepada-Nya-lah tempat segala curah dan keluh kesah.[96]

Shalat ini termasuk kegiatan yang sulit untuk dilaksanakan. Karena waktu pelaksanaannya, yang tidak lain adalah waktu untuk menikmati istirahat malam. Kebiasaan dari membiasakan diri untuk melaksanakan adalah kunci suksenya. Tidak jarang orang baru mengenal salat Tahajjud, namun mereka yang baru mengenal islam pun banyak yang mampu melaksanakannya.

  1. Eksistensi Sholat tahajjud dalam surat Al-Muzzammil ayat 1-10
  2. Rahasia Tahajjud dalam meningkatkan kecerdasan Spiritual, Emosional, Intelektual

BAB V

PENUTUP

  1. KESIMPULAN
  1. SARAN-SARAN

[1] Fajar kurnianto, “Menyelami Makna Bacaan Shalat” (Jakarta : Elex Media Komputindo, 2015) hal : 9

[2] Asep Nurhalm, “buku Lengkap Panduan Shalat”, (jakarta : Belanor, 2010), hal : 73

[3]Abdul muiz bin Nur, “Mukjizat Terapi Shalat Tahajud”(Jakarta:Pustaka Makmur,2014), hal. 33-34

[4]Departemen Agama RI, Al-Qur’an Terjemah, (Bandung : Syamil Qur’an, 2010), hal:  846

[5]Moh. Sholeh “pelatihan Shalat tahajud” (Jakarta, Hikmah, 2008) hal:28

[6]Izzudin al-Qasan “rahasia Sholat malam” (Jombang, Darul hikmah 2010) hal: 40

[7] Yazid Al Bustomi “Ragam Pantangan & Anjuran Shalat Tahajjud” Jogjakarta, Safirah, 2012) hal: 23

[8]Bey Arifin “terjemah Sunan An Nasa’iy jilid II” (Semarang, CV. ASY SYIFA’) hal: 259

[9] Departemen Agama RI, Al-Qur’an Terjemah, (Bandung : Syamil Qur’an, 2010), hal:  290

[10]Amrin Ro’uf “Tips-Tips mudah agar bisa bangun malam” Jogjakarta, bening 2011) hal:133-134

[11] Departemen Agama RI, Al-Qur’an terjemah, (Bandung, syamil Qur’an, 2010) hal: 416

[12] Yazid Al-Bustomi, Ragam pantangan dan anjuran tahajjud,  2012, Jogjakarta hal:23

[13]Mahrys Ali, “IRSYADUL IBAD” Surabaya” (Mutiara Ilmu) hal:162

[14]Ary Ginanjar “ESQ” (Jakarta, Arga, 2003) hal:57

[15]Desmita “psikologi perkembangan” (Bandung, rosda, 2012) hal: 115-116

[16]Agus Ngermanto, quantum quetient (Bandung,Nuansa 2005), hal: 98

[17] Muhammad ali, muhammad asrori “Psikologi remaja”(Bumi Aksara, Jakarta, 2010) hal 26-27

[18] Sugiyono “metode penelitian pendidikan” (Bandung, Alfabeta 2014) hal.3

[19]https://achmadsuhaidi.wordpress.com(01februari2016)

[20] Nasution “metode research” (PT bumi aksara, jakarta 2009 ) hal : 106

[21] Sugiyono “metode penelitian pendidikan” (alfabeta, bandung 2014) hal, 329

[22] Burhan bungin “metodologi penelitian sosial” (airlangga university press, surabaya 2001) hal, 292-293

[23]Departemen Agama RI, Al-Qur’an terjemah, (Bandung, syamil Qur’an, 2010) hal: 756

[24]Departemen Agama RI, Al-Qur’an terjemah, (Bandung, syamil Qur’an, 2010) hal: 4

[25]Fajarkurnianto, “Menyelami Makna Bacaan Shalat” (Jakarta : Elex Media Komputindo, 2015) hal : 10-11

[26]Yazid Al-bustomi “Tahajjud untuk kecerdasan Akademikmu” (Jogjakarta, Diva press 2012) hal: 99-100

[27]Departemen Agama RI, Al-Qur’an Terjemah, (Bandung : Syamil Qur’an, 2010), hal:  475

[28]Fajar Kurnianto “Menyelami Makna Bacaan Sholat” (Jakarta, Gramedia 2015) ha:13

[29]Departemen Agama RI, Al-Qur’an Terjemah, (Bandung : Syamil Qur’an, 2010), hal:  107

[30]Departemen Agama RI, Al-Qur’an Terjemah, (Bandung : Syamil Qur’an, 2010), hal:  566

[31]Departemen Agama RI, Al-Qur’an Terjemah, (Bandung : Syamil Qur’an, 2010), hal:  58

[32]Departemen Agama RI, Al-Qur’an Terjemah, (Bandung : Syamil Qur’an, 2010), hal:  786

[33]Ibid . hal: 17-34

[34]Izzudin al-Qasam “Rahasia Sholat Malam” (Jombang, Darul hikmah.2010) hal : 38

[35]Departemen Agama RI. Al-Qur’an danTerjemahnya,CV. KaryaInsan Indonesia (KARINDO), 2004. hlm. 753

[36]Moh . sholeh “Pelatihan Shalat Tahajjud” (Jakarta, Mizan Publika, 2008) hal : 74

[37] Abdul Muiz bin Nur “Mukjizat Terpi Shalat Tahajjud” (jakarta, Pustaka Makmur 2014) hal : 8

[38]Bey arifin “terjemah sunan an nasa’iy” (semarang, ASY SYIFA’) hal: 267

[39]Haviva Abu Bakar “dengan Shalat Tahajjud” (jogjakarta, Diva press 2013) hal: 70-71

[40] Ahmad Musthafa Qasim “ Bukan Sholat Biasa “ (Jakarta, Darul Fadilah, 2004hal : 21

[41]Abdul muiz bin nur “mukjizat terapi shalt tahajud” (Jakarta, Pustaka makmur ) hal :6-8

[42]Abdul waid “akibat-akibat fatal meremehkan shalat tahajjud” (Jogjakarta, DIVA press 2013) hal:108

[43]Izzudin al-Qasam “rahasia sholat malam” (Jombang, darul hikmah 2010) hal: 79

[44] Abdul muiz bin nur “Mukjizat Terapi Sholat Tahajjud “ (jakarta, Pustaka Makmur 2014 ) hal : 78-79

[45]Departemen Agama RI. Al-Qur’an danTerjemahnya,CV. KaryaInsan Indonesia (KARINDO), 2004. hlm. 846

[46]Manshur Ali Nashif “Mahkota Pokok-Pokok Hadist Rasulullah SAW” (Bandung, SINAR BARU 2006) hal: 1011

[47]Beu arifin “sunan an nasa’iy” (semarang ASY SYIFA’) hal: 270

[48]Izzudin al-Qasam, rahasia sholat malam”, (Jombang, Darul hikmah,2010), hal 57

[49] Al bany Hasan, The Power Of Night Shalat Tahajjud, (Jakarta, Wahyumedia, 2012), hal 28

[50] Bey arifin”terjemah sunan An Nasa’iy” (semarang, CV asy syifa’) hal : 270

[51]Ibid, hal: 1013

[52] Mahmud asy-Syafrowi, Op-cit , hal 86

[53]Moh. Sholeh “Pelatihan Sholat Tahajjud” (Jakarta, Mizan Publika, 2008) hal:239-254

[54]Departemen Agama RI. Al-Qur’an danTerjemahnya,CV. KaryaInsan Indonesia (KARINDO), 2004. hlm. 396

[55]Departemen Agama RI. Al-Qur’an danTerjemahnya,CV. KaryaInsan Indonesia (KARINDO), 2004. hlm. 753

[56]Departemen Agama RI. Al-Qur’an danTerjemahnya,CV. KaryaInsan Indonesia (KARINDO), 2004. hlm. 588

[57]Moh.Sholeh ,op-cit. Hal. 118

[58] https://id.wikipedia.org/wiki/otak(01fbruari2016)

[59]Soetanto soepiady “Rahasia ank genius” (Surabaya, Java Pustaka Mrdia Utama, 2011) hal. 1

[60] Desmita “psikologi perkembangan” (Bandung, remaja rosdakarya,2012) hal.102-103

[61]Agus Nggermanto “Quantum Quotient” (Bandung, Nuansa. 2005) hal: 117-118

[62] Desmita “Psikologi Perkembangan”(Bamdung, rosda, 2012) hal.115-116

[63]Agus ngermanto “Quantum Quotient” (Bandung, Nuansa, 2005) hal. 98

[64] Imam malik “pengantar Psikologi Umum” (Yogyakarta, sukses offset, 2011) hal: 103-104

[65] Ary ginanjar “rahasia sukses melejitkan ESQ Power” (ARGA, jakarta 2003) hal: 60

[66] Scott hagwood “rahasia melejitkan daya ingat otak dalam 7 hari” (jogjakarta, Diva press, 2012), hal. 39-47

[67]Abdullah shonhaji “terjemahsunan ibnu majah” (Semarang, ASY SYIFA’) hal:182-183

[68]Departemen Agama RI. Al-Qur’an danTerjemahnya,CV. KaryaInsan Indonesia (KARINDO), 2004. hlm. 341

[69] blogspot.co.id/2015/05/hikmah-shalat-tahajjud-dalam-pendidikan.html(28 februari2016)

[70] Departemen Agama RI, Al-Qur’an terjemah, (Bandung, syamil Qur’an, 2010) hal: 574

[71] Yazid al-busthomi “Aktivasi Tahajjud untuk kecerdasan akademikmu” (Yokyakarta, DIVA press, 2016) hal: 79-85

[72] Izzudin al Qasam “Rahasia Sholat Malam” (Jombang, Darul hikmah ,2010) hal : 16-17

[73] Yusuf Khaththar Muhammad “Mukjizat Ahalat Tahajjud” (Sukoharjo, WIP, 2014) hal : 71-74

[74] Diriwayatkan oleh bukhari (1) dan muslim (1907)

[75] Diriwayatkan oleh nasa’i (1786), ibnu majah (1344), dan hakim (1/311)

[76] Diriwayatkan oleh muslim (770)

[77] Departemen Agama RI, Al-Qur’an terjemah, (Bandung, syamil Qur’an, 2010) hal: 106

[78] Diriwayatkan oleh bukhari (512) dan muslim (744)

[79] Diriwayatkan oleh muslim (767)

[80] Departemen Agama RI, Al-Qur’an terjemah, (Bandung, syamil Qur’an, 2010) hal: 85

[81] Di riwayatkan oleh bukhari (39)

[82] Di riwayatkan oleh bukhari (213)

[83] Shahih muslim bi syarhin nawawi (VI/74)

[84] ‘Aunul Ma’bud (IV/213)

[85] Izzydin al Qasam “Rahasia Sholat Malam” (Jombang, Darul hikmah ,2010) hal : 79

[86] Yusuf Khaththar muhammad”Mukjizat Shalat tahajjud” (Sukoharjo, WIP, 2014) hal : 100-103

[87] Departemen Agama RI, Al-Qur’an terjemah, (Bandung, syamil Qur’an, 2010) hal : 8

[88] Departemen Agama RI, Al-Qur’an terjemah, (Bandung, syamil Qur’an, 2010) hal : 157

[89] Yazid Al-Busthomi, “Ragam Pantangan & anjuran Shalat Tahajjud” (Jogjakarta, DIVApress,2012) hal : 23-26

[90] Departemen Agama RI, Al-Qur’an terjemah, (Bandung, syamil Qur’an, 2010) hal : 154

[91] Departemen Agama RI, Al-Qur’an terjemah, (Bandung, syamil Qur’an, 2010) hal: 464

[92] Yazid Al-Busthomi “Aktivasi Tahajjud” (yogyakarta, DIVA Press, 2016) hal :143-172

[93]Moh . sholeh “Pelatihan Shalat Tahajjud” (Jakarta, Mizan Publika, 2008) hal : 74

[94] Abdul Muiz bin Nur “Mukjizat Terpi Shalat Tahajjud” (jakarta, Pustaka Makmur 2014) hal : 8

[95]Bey arifin “terjemah sunan an nasa’iy” (semarang, ASY SYIFA’) hal: 267

[96]Haviva Abu Bakar “dengan Shalat Tahajjud” (jogjakarta, Diva press 2013) hal: 70-71

“Dan pada sebagian malam hari bersalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ketempat yang terpuji” (Q.S. 17:79 ).

Keajaiban sholat tahajud sudah tidak diragukan lagi bagi Sobat yang rutin menjalankannya. Sholat tahajud sangat dianjurkan untuk mendapatkan semua keinginan, baik kesehatan, spiritual, materi atau yang lainnya. Sholat tahajud merupakan ibadah yang memberikan kepastian doa anda pasti dikabulkan dan banyak menfaat lainnya terutama dibidang kesehatan.

Mengapa ALLAH SWT mengharuskan kita sholat tahajud setelah bangun tidur pada malam hari, mengapa kok tidak langsung saja, tidak usah tidur dulu? Itulah kekuasaan ALLAH SWT yang setelah diteliti oleh para ilmuwan baik dalam dan luar negeri menurut teori pikiran bahwa mnusia pada saat bangun tidur di malam hari utamanya, gelombang otak /pikirannya masuk pada gelombang alpha dan theta.

Gelombang alpha ini merupakan pintu masuk kita kepikiran bawah sadar/suprasadar dan pada saat kita berada pada gelombang fikiran ini pikiran kita sangat rileks, santai dan fokus serta otak memproduksi hormon kebahagiaan dalam jumlah banyak yang otomatis membuat pikiran dan jiwa kita damai dan rileks. Disamping itu, karena pikiran dan jiwa kita dalam keadaan rileks maka tubuh pun menjadi semakin sehat karena pembuluh darah terbuka lebar dan tentunya darah dapat mengalir lancar keseluruh tubuh .

Dalam kondisi pikiran pada gelombang alpha, pikiran kita akan mudah masuk pada pikiran supra sadar/pikiran bawah sadar yang khusuk , jika pada saat itu kita berdoa pada Tuhan atau mengerjakan shalat dan berdoa pada Tuhan, doa kita akan terkabul dengan sangat cepat.

Yang penting kita selalu/sering mengakses pikiran suprasadar ini karena pikiran suprasadar sangat selaras dengan hati dan jiwa kita sehingga timbul keyakinan yang kuat dan pikiran suprasadar ini yang menyampaikan permohonan kita pada Tuhan dengan yakin dan oleh tuhan diperintahkan kepada alam semesta untuk segera merealisasikan doa kita, melalui orang atau objek yang telah ditentukan oleh Tuhan.

Pancaran gelombang otak kita pada saat kita sholat tahajud dan berdoa setelah bangun tidur sangat kuat dan menurut LOA, hukum alam sebab akibat/tarik menarik, pancaran gelombang kita pada saat itu sangat kuat dan dapat menarik objek apapun yang kita inginkan .

Sholat tahajud telah banyak membuat orang bahagia dan sukses, bahakan menurut penelitian orang yang sakit kanker dan penyakit apapun  dapat sembuh dengan sholat tahajud. Untuk keperluan menambah penghasilan atau melunasi hutang, dengan sholat tahajud itu semua dapat tercapai dengan mudah yang penting kita harus sering bertahajud/istiqomah dan untuk pemeluk agama lain banyak berdoa di malam hari setelah bangun dari tidur.

“Dan pada sebagian malam hari bersalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat derajatmu ke tempat yang terpuji” (Q.S. 17:79 ) 

Jadi, Sobat jangan lupa bangun malam untuk bertahajud/berdoa pasti semua permasalahan kita dalam segala hal, akan terselesaikan dalam waktu yang cepat. Jangan lupa juga untuk selalu menjaga kedamaian pikiran dengan selalu bersyukur dan berfikir positif dalam segala hal. Salam bahagia dan sukses selalu. Sumber: http://vitaminsukses.blogspot.com