Induksi Persalinan: Proses Stimulus Menuju Kelahiran

Melahirkan merupakan salah satu moment menyegangkan juga mendebarkan bagi sebagian besar wanita. apalagi bagi kamu yang baru pertama kali mengalaminya. Ada harapan besar yang terselip dalam ketakutan dan doa. Sebagian besar orang berharap persalinan berjalan dengan lancar dan dapat dengan suka cita menyambut anggota baru keluarkan. Apalagi jika bisa sebagian besar wanita ingin melahirkan dengan normal

Persalinan normal dilakukan saat masa kehamilan sudah memasuki hari perkiraan lahir. Saat tanda-tanda kelahiran tidak muncul perlu dilakukan induksi persalinan agar timbul rasa mulas pada ibu yang dapat mendorong terjadinya kelahiran. Cara ini dilakukan secara medis dengan maksud proses kelahiran bayi dari rahim dapat dilaksanakan secara normal.

Kondis Melakukan Induksi Persalinan

Tapi tidak semua proses persalinan harus dilakukan induksi. Ada alasan kenapa induksi persalinan yang harus dilakukan. Alasannya adalah dikarenakan kondisi kesehatan ibu dan bayi.

Ada beberapa kondisi kesehatan ibu yang memungkinkan untuk dilakukan induksi kehamilan:

  1. tekanan darah tinggi atau preeklamsia dan kadar gula yang tidak terkontrol atau diabetes gestasional. Sehingga tidak ada cara lain untuk menyelamatkan nyawa ibu kecuali dengan melakukan proses persalinan.
  2. Saat kondisi ibu memiliki penyakit herpes. Karena persalinan dengan kondisi ibu memiliki herpes sangat berbahaya bagi bayi. Sehingga harus segera dilakukan persalinan dengan dilakukan terlebih dahulu induksi persalinan.
  3. Keinginan ibu untuk melakukan proses persalinan dengan normal.
  4. Kehamilan sudah melewati tanggal perkiraan lahir atau kehamilan sudah lebih dari sembilan bulan. Dikhawatirkan akan terjadi apa-apa terhadap bayi dan ibu, maka lebih baik dilakukan persalinan.

Selain kondisi ibu, juga harus didukung dengan kondisi bayi, diantaranya:

  1. Terjadi oligohidramnion atau air ketuban yang sedikit dapat mengancam keselamatan bayi jika tidak segera dilakukan persalinan. Bayi yang terlalu lama berada dalam kandungan dengan air ketuban yang sedikit bisa menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan.
  2. Janin telah lewat waktu masa kelahiran atau IUGR (Intraurine sehingga harus segera dilakukan proses kelahiran.
  3. Pergerakan janin yang lemah menjelang tanggal perkiraan bayi.

Selain kondisi dari kesehatan ibu dan bayi, induksi persalinan dilakukan saat selaput ketuban sudah pecah tapi belum terjadi kontraksi. Kondisi tersebut sangat mengkhawatirkan yang dapt menyebabkan infeksi pada ibu dan bayi. Sehingga perlu dilakukan segera induksi persalinan. Karena sangat disarankan bayi harus segera lahir dalam kurun waktu 24 jam setelah ketuban pecah.

Bagi Anda yang memiliki kehamilan lancar dan tidak terjadi masalah dengan masalah kehamilan, Anda bisa meneruskan kehamilan sampai terjadi persalinan spontan tanpa harus melakukan induksi persalinan. Konsultasikan dengan dokter kandungan Anda jika mengalami masalah. Pokoknya, lakukan dengan tahap yang baik dan benar.

website sgm

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *