Ini Penjelasan Lengkap Tentang Hukum Asuransi Dalam Islam

Hukum Asuransi Dalam Islam adalah haram untuk dilakukan jika didalam sistem pengerjaannya terdapat unsur unsur yang memang dilarang dikerjakan dalam ajaran agama islam. Unsur unsur tersebut diantaranya adalah adanya unsur riba, perjudian, sprekulasi, pemanfaatan harta milik orang lain dan juga unsur pemaksaan terhadap para nasabahnya. Beberapa unsur tersebut menyebabkan sebuah asuransi haram untuk dikerjakan.

Meskipun demikian, dalam ajaran agama islam juga tidak menutup kemungkinan bagaimana menjalalankan investasi secara syariat islam, tanpa adanya pelanggaran dalam ajaran agama islam. Investasi asuransi yang demikian ini biasa disebut dengan asuransi ta’awuni, dimana di dalam pengerjaannya masih berlandaskan syariat islam.

Asuransi ta’awuni merupakan asuransi yang didalam pengerjaannya berlandaskan dengan asas tolong menolong antar sesama. Asuransi dengan asas tolong menolong, maksudnya adalah ketika seseorang menginvestasikan dana mereka kesebuah perusahaan asuransi, dana tersebut dapat diambil kapan saja tanpa harus menunggu seseorang terkena sebuah musibah di masa depan.

Dengan konsep asuransi ta’awuni ini, sebuah perusahaan sangat dilarang mengambil dana yang telah diinvestasikan meskipun pihak nasabah tidak mengalami kejadian buruk di masa depan. Konsep ta’awuni ini jelas berbanding terbalik dengan konsep yang digunakan oleh perusahaan asuransi konvensional.

Perusahaan asuransi konvensional dalam pengerjaannya akan mengambil dana investasi milik nasabah saat dana tersebut tidak terpakai atau dengaan kata lain saat nasabah tersebut tidak mengalami musibah di masa yang akan datang. Sistem asuransi konvensional ini jelas akan memberikan kerugian yang sangat besar kepada pihak nasabah.

Sistem asuransi konevensional ini juga akan membuat seorang nasabah akan berusaha merubah masa depannya menjadi suram agar dana yang telah diinvestasikan oleh nasabah tersebut dapat kembali ke tangannya. Selain itu juga asuransi konvensional diberikan batasan batasan seperti, jika seseorang menanamkan dana investasi untuk asuransi mobil dan di masa depan yang mengalami kerugian adalah rumah milik seseorang tersebut, maka dana yang telah diinvestasikan tidak dapat diambil untuk mengganti kerugian rumah tersebut.

Dana investasi yang telah ditanamkan oleh para nasabah tersebut hanya dapat diambil sesuai dengan asuransi yang diambilnya. Batasan ini juga merupakan sebuah kerugian besar bagi para nasabah asuransi konvensional.

Sebagai umat islam, sudah seharusnya pandai dalam memilih dan memilah sebelum bertindak. Seperti halnya dalam asuransi ini, umat islam harus mengerti secara detail dari mulai cirri cirri hingga sistem yang dijalankan oleh sebuah perusahaan asuransi. Dengan mengerti hal hal yang demikian, seorang umat islam akan terselamatkan dari jalan kebatilan.

Jika seorang umat islam ingin mengambil asuransi untuk masa depannya dengan berlandaskan asas tolong menolong dan sesuai dengan syariat islam, maka Hukum Asuransi Dalam Islam yang dilakukannya adalah halal atau sah sah saja untuk dikerjakan.

Allisya merupakan kependekan dari Allianz Syariah. Sebagai asuransi syariah terbaik di Indonesia, Allisya diawasi oleh DSN-MUI (Dewan Syariah nasional MUI) sehingga tidak diragukan lagi bagi umat islam untuk menjadi nasabahnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *