Jenis-jenis teknologi pengolahan air bersih

Kemajuan teknologi dan kemajuan yang begitu pesatnya ternyata memiliki dampak baik dan buruk. Salah satu dampak buruknya adalah semakin berkurangnya air bersih karena tercemarnya sumber air bersih. Di pedesaan mungkin kita masih bisa menemukan sumber air bersih, namun kadang di perkotaan sumber air bersih sangat susah untuk ditemukan. Karena itulah kini mulai banyak muncul teknologi pengelolaan air bersih. Teknologi inilah yang digadang-gadang menjadi solusi kelangkaan air bersih. Berikut beberapa metode pengelolaan air bersih.

  1. Teknologi saringan pasir lambat

Metode ini cukup sederhana dan cukup mudah untuk dilakukan. Namun out put air yang dihasilkan terbukti jauh lebih bagus kualitasnya. Salah satu keunggulandari metode ini adalah tidak adanya zat kimia yang digunakan untuk menyaring, karena media penyaringnya hanya menggunakan pasir. Hanya saja seperti namanya, kecepatan menyaring metode ini sangatlah lambat. Maka itu metode ini dinamakan Saringan Pasir Lambat.

  1. Desalinasi air laut

Seperti namanya metode ini menggunakan air laut untuk diproses menjadi air bersih. Air laut diambil dari pipa yang yang disambungkan kelaut, air disedot dengan kecepatan yang rendah agar biota laut tak terambil dan ikut tersedot. Air yang sudah tersedot kemudian dimasukan ke bak penampungan, kemudian disaring untuk memisahkan kotoran yang kecil dan yang besar. Setelah itu air dipisahkan dengan unsur garam melalui proses pemanasan atau proses membran. Setelah itu biasanya air akan ditambahi unsur mineral agar lebih berkualitas dan dapat dijadikan air minum. Proses jenis ini sama murahnya dengan metode Saringan Pasir Lambat. Selain murah prosesnya hemat energi dan ramah lingkungan.

  1. Biological Purity

Sesuai ketentuan yang diumumkan oleh Mentri Kesehatan Lingkungan, air limbah yang dibuang ke lingkungan haruslah memenuhi beberapa syarat. Teknologi seperti ini dapat diterapkan dalam rumah tangga maupun proyek besar seperti pabrik. Keunggulan dari metode ini adalah ramah lingkungan dan tidak perlu memerlukan resapan. Dan yang terpenting air yang dibuang bisa langsung dialirkan ke drainase umum.

  1. Reverse Osmosis

Pada Air RO proses yang dilakukan melakukan filter air yang ketat dan khusus menggunakan “membran RO” sebagai penyaring. Asumsi dari 8 liter air yang di filter menggunakan sistem RO, hanya menghasilkan 2 liter air saja dan 6 liter dibuang menjadi limbah RO. Dalam air RO hanya terdapat unsur H2O saja jadi benar-benar terdapat satu unsur air didalamnya, karena proses filtrasi yang telah memisahkan unsur mineral dari air.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *