Profile Mohammad Salah

Pasca perlombaan, salah seorang Liverpudlian menciptakan sebuah nyanyian khusu yang dimaksudkan untuk Mohamed Salah. hal yang demikian terinspirasi dari nyanyian berjudul Sit Down milik penyanyi Inggris, James yang hanya diubah liriknya saja.

Uniknya dari salah satu bait dari lagu tersebut sekiranya para fans akan berbondong-bondong masuk agama Islam sekiranya Mohamed Salah terus mencetak gol sampai akhir musim. seperti agen bola lain yang memang mencintai salah yang memang keren untuk dijadikan permainan.

Nyanyian ini sendiri kabarnya dibuat sesudah Kopites mengenal tradisi Salah untuk pergi ke mesjid pasca-pertandingan. Hal ini memperoleh apresiasi dari Football Against Racism in Europe (FARE), sebuah badan non-profit yang bertujuan untuk membasmi diskriminasi di sepak bola.

Salah, pemain Mesir yang pindah ke Fiorentina dari klub Inggris Chelsea, telah menjadi bintang besar di Liga Italia setelah mencetak 9 gol dalam 12 laga terakhir semenjak Februari sampai April 2015, Worldbulletin melaporkan.

Thereds yang mana sebutan dari klasifikasi sporter fanatik klub sepak bola Liverpool kembali membuat kejutan. Lagu ini mereka bakal meniru agama dari salah seorang pemain bernama Mohamed Salah.

Tribes tenar dengan kata mualaf? Ya, mualaf adalah sebutan bagi orang-orang yang non-muslim yang bermigrasi keyakinan untuk masuk agama Islam. Dikabarkan dari Wikipedia, ada tiga alasan utama mengapa seseorang menjadi mualaf. Yang pertama yaitu karena pernikahan, yang kedua yaitu karena belajar di lingkungan yang akademis, serta yang ketiga adalah sebab menerima hidayah segera seperti mimpi atau sebagainya.

Nama Mohamed Salah tengah menjadi buah bibir yang tapil gemilang di musim ini dengan menjadi mesin gol untuk Liverpool.

Pemain yang tak jarang sujud syukur setelah menjadikan gol ini juga banyak disambut oleh kelompok sosial Muslim. Salah berupaya memperlihatkan citra Islam yang hakekatnya dan jauh dari citra ‘teroris’ yang kerap disampaikan oleh media.

Nah, di Kota Liverpool sana, sepertinya penyebab utama orang menjadi mualaf merupakan ketidakhadiran seorang pesepak bola asal Mesir. Ya, benar, ketidakhadiran penyerang sayap lincah bernama Mohamed Salah sepertinya mampu membuat banyak orang di Liverpool, khususnya pensupport The Reds, masuk Islam!

Sepak bola menjadi olahraga yang paling diminati masyarakat dunia. Bukan saja diminati dari satu kalangan masyarakat, namun hampir seluruh kalangan menyenangi lomba si kulit bundar ini. Laki-laki, perempuan, anak-anak, pedagang asongan, sampai presiden menyenangi sepak bola. Tercatat penggemar sepak bola sekitar 3,5 miliar orang atau hampir separuh jumlah penduduk dunia menyukainya[1]. Selain sebab lapangan pertandingan yang luas, yang memungkinkan jumlah penonton yang banyak, tetapi juga makna filosofis sepak bola yang dapat diterima banyak orang.

Karena penggemar sepak bola membikin olahraga ini menjadi bisnis yang betul-betul menjanjikan. Klub-klub besar tidak segan memberikan gaji selangit untuk pemain yang bisa memberikan prestasi gemilang untuk klub. Klub-klub tersebut malahan berani jor-joran membikin akademi sepak bola terbaik untuk menerima benih-benih pemain yang nantinya menjadi idola bagi para penggemar.

Penyerang Tim sepak bola Italia Fiorentina Mohamed dilaporkan sudah banyak memberikan bantuan bagi Muslim Italia. Salah pernah memberi bantuan senilai 40 ribu Euro bagi umat Muslim Florence di kawasan Tuscany. Salah menawarkan bantuan untuk mengkoreksi masjid di provinsi Barat Italia ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *