Minyak Sumbawa : Kearifan Lokal Yang Menarik Untuk Diteliti

Minyak Sumbawa, siapa yang tidak kenal dengan minyak Sumbawa? Obat tradisional yang dibuat dengan memanfaatkan tumbuhan sebagai bahan dasar dari minyak Sumbawa ini telah dikenal sejak lama oleh masyarakat NTB khususnya masyarakat Sumbawa.

Minyak sumbawa
Kearifan lokal minyak sumbawa


Minyak Sumbawa

Proses pembuatan minyak sumbawa telah diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Namun yang disayangkan, saat ini ada kecenderungan jika tradisi membuat minyak Sumbawa ini sudah mulai ditinggalkan. Oleh karenanya, sangat penting bagi masyarakat terkhusus Sumbawa unutk menggali lebih dalam lagi pengetahuan mengenai jenis tumbuhan yang digunaka sebagai bahan dasar minyak Sumbawa.

Suatu penelitian yang dilakukan oleh indah permata mengenai minyak Sumbawa sangatlah menarik untuk disimak. Diantara kegiatan yang dilakukan dalam penelitiannya adalah mencari informasi mengenai jenis tumbuhan dan bagian dari organ tumbuhan, bagaimana cara pengolahan organ tumbuhan, serta mengetahui bagaimana sumber mendapatkan tumbuhan tersebut.

Dari Hasil penelitian yang dilakukan oleh indah permata dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim dengan judul Etnobotani tumbuhan bahan dasar minyak Sumbawa di Kabupaten Sumbawa Besar Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan bahwa bahan dasar pembuatan minyak sumbawa yang dilakukan oleh masyarakat sumbawa terdiri dari 59 jenis tumbuhan yang tergolong dalam 28 familia.

Dari sekian banyak tumbuhan yang diguakan, yang paling dominan digunakan untuk membuat minyak Sumbawa adalah 100% berupa jahe, kelor, ketumbar, sagaloka, alang-alang, kamboja, cengkeh, kelapa, kayu manis, merica, bidara upas, pandan, bidara laut, benalu, pasak bumi, adas, kayu angin, kayu lawang, cabe jamu, sereh, serta jati. Kemudian, bagian dari tumbuhan yang digunakan adalah akar, daun, kulit batang, buah, rimpang, biji, serta umbi.dari sekian banyak bagian dari tumbuhan, organ tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan dalam minyak Sumbawa adalah akar sebanyak 64 persen. Kemudian, untuk pengolahannya dilakukan dengan cara dipotong-potong, dicuci serta dijemur. Setelah itu, semua bahan tersebut dimasukkan ke dalam minyak goreng yang panas dengan api yang sudah menyala. Dari sekian banyak bahan yang digunakan, bahan bahan dasar minyak Sumbawa di Kabupaten Sumbawa Besar didapatkan secara liar 72 persen, tanaman budidaya sebesar 13 persen, serta dari membeli sebesar 14 persen.

Setelah anda tahu bagaimana kandungan dari minyak Sumbawa, sudah saatnya anda untuk bangga menggunakan obat tradisional asli Indonesia, khususnya dari bumi Sumbawa.

Cara Mengobati Luka Akibat Gigitan Manusia

Siapa yang menyangka jika gigitan manusia ternyata sangat berbahaya, menurut NCBI (National Institutes of Health). Mengapa demikian? Karena kecenderungannya dapat menyebabkan infeksi pada area gigitan, serta menimbulkan risiko potensial untuk dapat menularkan berbagai macam penyakit yang berhubungan dengan virus atau bakteri. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui cara mengobati luka akibat gigitan manusia dengan tepat.

Cara Mengobati Luka
Cara Mengobati Luka

Siapa yang paling rentan terkena gigitan manusia?

Luka gigitan yang ditimbulakan pada manusia, selain digigit oleh hewan, manusia juga dapat digigit oleh manusia lainnya. Yang paling mengejutkan adalah gigitan manusia menempati urutan ketiga sesudah gigitan anjing serta kucing dalam jenis gigitan yang paling sering ditemukan di ruang gawat darurat.

Anak-anak menjadi kelompok yang paling sering mengalami luka gigitan atau menimbulkan luka akibat menggigit orang lain.

Baca : cara mengeringkan luka bernanah

Bagaimana cara mengobati luka akibat gigitan manusia?

Prosedur yang tepat dalam melakukan pengobatan gigitan manusia terdiri dari 3 langkah.

Langkah 1: Hentikan perdarahan

Anda bisa menggunakan kain maupun handuk yang kering serta bersih, atau apabila memungkikan yang steril, serta tekan dengan kuat pada bagian luka untuk menghentikan perdarahan.

Langkah 2: Bersihkan dan lindungi

  1. Anda bisa menggunakan air serta sabun untuk membersihkan luka. Bilaslah luka dengan air yang mengalir selama beberapa menit.
  2. Oleskan krim maupun salep pada luka untuk menghindari infeksi.
  3. Pasangkan perban yang bersih serta tidak lengket pada bagian yang bermasalah untuk melindungi luka dari kerusakan lebih lanjut.

Langkah 3: Cari bantuan medis

Korban wajib segera mendapatkan pertolongan dari dokter, karena:

  1. Setiap gigitan manusia, baik itu gigitan yang kecil sekalipun, dapat mengandung risiko infeksi. Apabila luka menunjukkan tanda-tanda seperti kemerahan, bengkak, nyeri, maupun bernanah, maka besar kemungkinan luka tersebut sudah terinfeksi.
  2. Selain itu, ada kemungkinan juga terjadi kerusakan tendon atau saraf apabila korban mengalami kekakuan atau mati rasa pada lukanya.
  3. Luka gigitan yang dalam membutuhkan jahitan yang hanya dapat dilakukan tenaga kesehatan profesional.
  4. Suntik tetanus maupun booster tetanus mungkin diperlukan.
  5. Dokter mungkin juga bisa memberikan antibiotik.

Dalam beberapa kasus, gigitan manusia menjadi kondisi yang darurat. Oleh karenanya, segera pergi ke rumah sakit apabila:

  1. Gigitan manuasia tersebut menyebabkan luka parah
  2. Tidak berhenti pendarahan sesudah 10 menit ditekan dengan kuat
  3. Darah menyembur dari luka.

Dalam berbagai hal, gigitan manusia pada dasarnya termasuk berbahaya. Maka dari itu, sangatlah penting untuk mengetahui bagaimana cara mengobati luka yang tepat agar tidak terjadi infeksi. Kunjungi almiira.com untuk mendapatkan obat luka tradisional dan salep luka bakar. Semoga bermanfaat. Terima kasih.