Cara menangani Penyakit Pada Budidaya Udang

Penyakit pada budidaya udang dapat menyebabkan udang stress sehingga tidak dapat bertumbuh kembang dengan baik dan akibat yang fatal adalah kematian udang sebagian atau keseluruhan udang ditambak, hal ini akan mengakibatkan kerugian yang besar. Mengenali penyebab penyakit pada udang dan cara menangani penyakit pada budidaya udang merupakan upaya untuk menghindari penyakit pada udang sehingga udang yang dibudidayakan akan sehat dan tumbuh dengan baik.

Dalam upaya atau cara menangani penyakit pada budidaya udang terlebih dahulu harus diketahui penyebab atau hal-hal yang menyebabkan kondisi udang sakit diantaranya sebagai berikut:

1. Menurunnya kondisi lingkungan
Penurunan kualitas kondisi lingkungan akibat hujan deras, cuaca dingin, terik matahari yang panas merupakan penyebab kondisi udang menjadi lemah sehingga bisa terserang penyakit.

2. Perubahan kondisi secara mendadak
Perubahan lingkungan yang ekstrim seperti banjir, tanah yang terlampau asam, beberapa tanah menjadi sangat asam jika terkena hujan, kecuali tanah yang pHnya stabil mungkin tidak terlalu berpengaruh saat terkena hujan. Pada umumnya udang bisa bertahan pada kondisi ekstrim namun kemampuan beradaptasinya harus bertahap, bila terlalu ekstrim kondisi udang kurang stabil.

3. Kekurangan pakan atau makanan pada udang bisa melemahkan kondisinya.

4. Transportasi terlalu lama akibat pengiriman benih atau indukan bisa melemahkan kondisi udang.

5. Adanya penggantian air secara mendadak bisa menimbulkan perubahan suhu yang bisa menyebabkan udang stress dan kondisinya pun melemah.

6. Penggantian air terlalu banyak

7. Kondisi sakit yang disebabkan pathogen atau organisma yang menyerang sistem kekebalan tubuh seperti bakteri dan jamur,

8. Kesalahan mengelola dasar tambak bisa menimbulkan tumbuhnya protozoa yang menyerang kekebalan tubuh udang.

9. Tambak dimasuki virus, virus paling mematikan, sebelum menjalar sebaiknya udang segera dipanen.

Selanjutnya untuk mengupayakan cara menangani penyakit pada budidaya udang berikut ini beberapa penyakit yang sering menyerang udang diantaranya
– WSSV penyakit bintik atau bercak putih
Penyakit yang dikenal dengan penyakit bintik putih pada udang ini berasal dari serangan virus White Spot Syndrome Virus (WSSV) sangat berbahaya dan infeksi virus ini bisa mencapai puncaknya dalam waktu 3 – 19 hari semenjak terinfeksi dan bisa mengakibatkan kematian pada udang.

– MBV, penyakit ini disebabkan oleh bakteri dan virus yang bergabung menyerang udang sehingga benih udang tidak dapat tumbuh besar.
Cara menangani penyakit pada budidaya udang bisa dilakukan dengan memberikan obat-obatan yang sesuai dan tersedia di toko-toko perlengkapan budidaya udang, bila bakteri dan jamur menyerang udang masih bisa diobati, namun bila virus sudah menginfeksi agak sulit menyembuhkan penyakitnya tiada lain harus cepat dipanen.

Hal yang terbaik bagi para pembudidaya udang adalah mengupayakan cara menghindari penyakit yang menginfeksi udang semenjak dini, diantaranya:

1. Penyiapan tambah yang baik dengan mengeringkan tambak selama 7-8 hari bermanfaat untuk mematikan virus dan sisa udang yang sakit.
2. Menghindari masuknya telur udang liar dengan cara penyaringan berlapis.
3. Ketika memasukkan air tambak yang baru biarkan selama 5 hari, tujuannya agar partikel virus yang dibawa air tidak menempel atau dimakan oleh udang
4. Pembudidaya hendaklah membeli benih udang yang sehat dan bebas virus yang berasal dari induk yang bebas virus dari hatchery yang bersertifikat CPIB.
5. Pembudidaya hendaklah membeli benih udang yang sehat dan bebas virus yang berasal dari induk yang bebas virus dari hatchery yang bersertifikat CPIB.

Hal yang terpenting untuk menjaga dan mengendalikan agar udang-udang selalu sehat, dengan melakukan beberapa hal berikut ini:
1. Hindari stress pada udang terutama pada benur, caranya jika menebar benih hindari musim hujan.
2. Penting mengeringkan tanah 7 hari untuk penggantian air selama 2,5 bulan kemudian dipanen.
3. Mengeringkan tanah 12 hari kuat tidak ganti air 3 bulan panen
4. Menebar tokolan dengan kepadatan yang minimal
5. Taburi kapur pada pematang
6. Adanya bakteri Baccillus (bakteri baik untuk kesehatan udang) yang muncul dari akar bakau, cirinya bisa dilihat dari air yang selalu keruh tapi tidak mengendap (bersuspensi).
7. Strategi agar penyakit tidak masuk ke kolam atau tambak saat penggantian air, kelilingilah bagian luar tambak dengan saluran air yang ada berbagai jenis ikan, fungsi ikan itu secara alami akan memangsa berbagai jenis udang liar atau ikan-ikan kecil yang liar sehingga tidak masuk ke tambak, air dalam saluran bisa digunakan untuk mengganti air tambak.