Belajarlah dari Pengalaman Masa Lalu, Jangan Pernah Meremehkan Hal Sekecil Apapun

adhi alumni

Salah satu kisah alumni datang dari Adhi Cahya Pradana (C11.2003.00440) lulusan Universitas Dian Nuswantoro, universitas swasta terfavorit se-Kota Semarang, Fakultas Bahasa dan Sastra, Jurusan Sastra Inggris (S1) pada tahun 2007. Adhi saat ini bekerja sebagai PNS di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Pekalongan sebagai Fungsional Pengantar Kerja sejak tahun 2011. Sebelum dia tergabung disana, Adhi bekerja mandiri dengan membuka rental komputer, menerima terjemahan Bahasa Inggris, serta menerima pengerjaan makalah dan Skripsi.

Dulu pada tahun 2007, tepat setelah Adhi lulus dari UDINUS, dia sudah sempat lolos seleksi tertulis tes CPNS di Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Pusat. Pada saat itu jumlah orang yang dibutuhkan di tempat tersebut hanya 3 orang untuk jurusan Sastra Inggris, sedangkan yang lolos seleksi tertulis ada 6 orang. Jadi kesempatan dirinya untuk mendapatkan pekerjaan itu sudah 50 50. Pada saat itu 6 orang dari jurusan Sastra Inggris dipanggil untuk mengikuti seleksi wawancara tahap akhir oleh Dirjen Pemasaran Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Bapak Thamrin. Ketika tes tersebut Bapak Thamrin menanyakan bahasa suplemen apa yang dikuasai selain Bahasa Inggris. 5 peserta tes yang lain, 3 orang berasal dari Universitas Indonesia dan 2 orang lain berasal dari Universitas Negeri Jakarta, menjawab bahwa masing-masing dari mereka menguasai 1 bahasa asing, diantara Bahasa Jerman, Belanda, Perancis, Jepang dan Mandarin secara aktif. Sedangkan Adhi menjawab menguasai 2 bahasa suplemen, yaitu Jepang dan Mandarin, tetapi pasif. Setelah itu, Bapak Thamrin menguji mereka satu persatu secara lisan. 5 orang yang lain mampu menjawab secara aktif, sedangkan Adhi tidak bisa menjawab, karena penguasaan bahasa suplemen dirinya yang pasif. Kemudian Adhi langsung dinyatakan gugur dalam proses seleksi tersebut. Ketika Adhi sedang dalam perjalanan pulang setelah proses seleksi tersebut, dia menyesal karena pada masa kuliah dirinya kurang memperhatikan mata kuliah bahasa suplemen dan tidak mengambil kursus bahasa tersebut di luar kampus.

“Seandainya saya dulu memperhatikan mata kuliah bahasa suplemen dan mengambil kursus untuk memperdalam penguasaan tersebut, mungkin saya akan lolos menjadi CPNS Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia, dengan status dan gaji yang tinggi. Sekarang ini bila saya mengenang kembali masa itu, saya akan lebih menyesal, karena setelah menjadi PNS, saya mengetajhui bahwa PNS Pusat memiliki jenjang karir yang jauh lebih prospektif daripada status saya saat ini sebagi PNS Daerah Tingkat II. Akan tetapi semua hanya kenangan dan masa lalu yang memang harus saya lalui dan saya belajar banyak dari kesalahan saya. Sekarang saya hanya berusaha untuk tidak meremehkan sesuatu hal apapun, walaupun itu sifatnya hanya suplemen/tambahan saja.” kata Adhi.

Adhi memiliki harapan agar para dosen dan Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Dian Nuswantoro agar sedikit lebih memperhatikan mata kuliah suplemen bahasa, sehingga materi yang diberikan lebih mendalam dan lebih fokus pada conversation. Hal itu diharapkan agar tidak ada alumni lain lagi yang memiliki pengalaman seperti dirinya. Adhi pun juga berharap agar para mahasiswa jurusan Sastra Inggris dapat belajar lebih serius dan tidak meremehkan mata kuliah bahasa suplemen, mengingat hal itu dapat menjadi nilai lebih dibandingkan kompetitor lainnya saat melamar pekerjaan.

 

“Teruslah belajar dari pengalaman masa lalu, ketika proses suatu pembelajaran berlangsung jangan meremehkan hal sekecil apapun.” – Adhi Cahya Pradana, S.S

Semasa Kuliah Kita Diajarkan Berbisnis dan Menjadi BOS

11997165_1483977521897732_608888271_n

Ambisi saya untuk langsung bekerja setelah lulus kuliah ternyata tak seperti yang saya rencanakan. Seperti halnya mahasiswa lain, saya juga berharap langsung memiliki pekerjaan setelah saya wisuda.

Mencoba melamar pekerjaan sana sini, datang ke Job Fair, mengikuti ujian tes BPJS, ujian tes CPNS, bahkan saya telah menghabiskan berpuluh-puluh ijazah dan transkrip nilai berlegalisir tetapi kenyataannya masih NIHIL. Sempat saya berbicara dalam hati “ahh susah sekali mencari pekerjaan.”

Awalnya saya berfikir, mungkin ini belum rejeki saya. Santai dulu saja, Allah pasti memberi jalan yang terbaik. Sampai pada akhirnya saya berada pada titik jenuh. Mendengarkan omongan orang yang meremehkan saya, karena saya belum bekerja. Lalu saya berfikir, bagaimana caranya berdiam diri dirumah tetapi tetap menghasilkan uang.

Perlahan tapi pasti, saya mulai kembangkan lagi usaha keluarga saya yang nyaris berhenti yaitu usaha Batik Tulis. Sedikit demi sedikit mulai produksi dan saya pasarkan sendiri secara online maupun dari mulut ke mulut.  Alhasil saya mulai merasakan, ternyata banyak peminat.

Sedikit demi sedikit saya terima pesanan dari instansi – instansi, bahkan yang saya tidak menyangka saya pernah kirim Batik Tulis saya ke luar jawa. Alhamdulilah….. Itu yang membakar semangat saya.

Saya merasa bangga karena meskipun masih “newbie” tapi secara tidak langsung saya ikut melestarikan budaya sendiri. Lalu saya mulai belajar lagi dari pembatik yang sudah ahli dan sudah lama berkecimpung di dunia batik, karena saya fikir, pengetahuan saya tentang Batik Tulis masih Nol.
Seiring berjalannya waktu, penuh syukur Alhamdulillah… Batik Tulis “Dua Putri” mulai dikenal masyarakat dan menjadi produsen batik tulis pertama dan saat ini (2015) menjadi satu-satunya produsen batik tulis di Desa Sluke-Rembang-Jawa Tengah. Hal ini yang selalu menjadi motivasi saya untuk terus berkarya. Dan mungkin juga, bisa memotivasi teman – teman yang masih sulit mencari pekerjaan. Karena menurut saya, bekerja apapun yang penting menghasilkan uang dan halal, tidak harus bekerja sesuai bidang studi yang selama ini kita tekuni. Tetapi mencari pekerjaan sesuai bidang studi tetap harus dinomorsatukan ya, jangan patah semangat !!!

Cerita Alumni dari Mutiara Permana Pratiwi, Alumni Universitas Dian Nuswantoro yang merupakan universitas swasta berbasis bisnis dan teknologi (A11.2010.05467). Semoga dapat menjadi inspirasi untuk teman-teman mahasiswa yang masih kuliah. Bila mencari pekerjaan terlalu susah karena persaingan yang begitu berat, ciptakanlah lapangan usaha baru.

“Tetapi saya kembali lagi kepada mindset saya, bukankah selama sekolah dan semasa kuliah kita juga diajarkan bagaimana berbisnis dan menjadi BOS?” ungkap Mutiara di akhir ceritanya.

“Selalu Gagal, Itulah alasan saya memutuskan untuk berwirausaha. Trimakasih Udinusku.” (Quote by Mutiara Permana Pertiwi)

Perluas Lingkungan Pergaulan di Kampus Guna Mencari Kesempatan Kerja

Lovie adi saputra

Lovie Adi Saputra merupakan salah satu alumni Universitas Dian Nuswantoro, kampus IT terbaik se-Kota Semarang, jurusan Teknik Informatika. Dia masuk UDINUS pada tahun 2001 dan lulus pada tahun 2008. Lovie bercerita bahwa semasa kuliah, dia sibuk bekerja sambil kuliah.  Banyak profesi yang pernah dijalaninya selama masa kuliah, diantaranya yaitu teknisi toko komputer, teknisi warnet, sales, bagian administrasi, kepala gudang dan lain-lain. Sebagian pekerjaan yang pernah dia jalani diperoleh dari teman-teman sekampus yang sebelumnya telah bekerja di perusahaan tersebut. Bisa dibilang ikatan alumni UDINUS cukup kuat. Lovie beranggapan bahwa IPK dapat membuktikan segalanya, meskipun banyak yang IPK nya hancur tetapi memiliki tingkat kemampuan skill yang istimewa.

Menurut Lovie lingkungan kampus UDINUS itu istimewa. Kampus yang tergolong mahal biasanya terdapat beberapa jenis mahasiswa, diantaranya yaitu: 1. Anak orang kaya, bisa jadi anak pejabat atau pengusaha, mayoritas kurang berprestasi di bidang akademik akan tetapi bagus dari sisi bisnisnya. 2. Anak orang biasa, dengan kemampuan ekonomi yang biasa. 3. Anak orang pas-pasan, dengan mayoritas prestasi akademik yang bagus, serta memiliki beberapa skill di bidang IT yang mendalam.

Selama diri kita pandai bergaul di lingkungan kampus, maka akan semakin banyak peluang untuk mendapatkan pekerjaan. Misalnya, ada teman yang sudah bekerja terlebih dahulu kemudian menarik kita untuk bekerja di perusahaan tempat dia bekerja atau ada teman yang sudah menjadi pengusaha maka kita pun juga bisa mencari pekerjaan di tempat mereka, bahkan menjadi partner bisnisnya. Setidaknya melalui teman-teman selama kita kuliah, kita bisa mendapatkan informasi mengenai peluang pekerjaan.

Lovie Adi Saputra bercerita bahwa dia mulai menjalani dunia kerja melalui bantuan teman-teman sekampus, bahkan ia juga memulai bisnis dengan teman-teman sekampusnya juga. Hingga kini dirinya masih menjalankan usaha dengan teman sekampus. “Ahamdulillah teman-teman seangkatan saat ini sudah memiliki pekerjaan yang nyaman dan saya pun sekarang sudah bekerja di suatu lembaga Pemerintah Non-Departemen sebagai teknisi. Persahabatan yang terbentuk di kampus sungguh luar biasa bagi saya.”, kata Lovie. Dia juga menceritakan bahwa sampai saat ini masih sering menghubungi Bapak Ifan Rizqa, salah satu dosen UDINUS, yang sering memberikan saran kepada dirinya.

Lovie juga tak lupa untuk memberikan pesan kepada UDINUS agar selalu membekali mahasiswa dengan keahlian yang cukup dan kemampuan toefel yang mumpuni.

 

“Selalu pelajari dan amati lingkungan disekitar mu. Kemudian temukan sesuatu yang baik dan bermanfaat disana” – Lovie Adi Saputra

Manfaatkan Masa Perkuliahan dengan Belajar Sungguh-Sungguh

budi sulistyo

“Universitas Dian Nuswantoro kampus yang hebat, saya yang dulunya hanya lulusan STM Teknik Mesin dan belum tau bagaimana cara mengoperasikan sebuah komputer, telah merubah saya menjadi Supervisor Design.” kata Budi Sulistyo salah satu alumni UDINUS, universitas swasta terbaik se-Jawa Tengah, jurusan teknik informatika D3 (A22.2010.02078) yang saat ini telah mengecap kesuksesan perjalanan karirnya.

Menurut Budi, ketika kita masih duduk di bangku kuliah alangkah baiknya jika dimanfaatkan dengan belajar sungguh-sungguh dan menekuni satu bidang akademis yang benar-benar disukai. Hal itu dikarenakan ketika kita lulus nanti akan benar-benar merasakan susahnya mencari pekerjaan dengan posisi yang menjanjikan, apalagi dengan banyaknya pesaing dari ratusan sarjana/diploma lainnya.

Mahasiswa harus mulai dibiasakan untuk berpikir realistis bahwa hidup bukan hanya sekedar bersenang-senang di masa kuliah. Gunakan waktu kalian sebaik mungkin. Bersyukurlah para mahasiswa yang hanya kuliah untuk menyelesaikan studi dan dibiayai orang tua, tanpa harus bekerja. Budi bercerita bahwa dirinya dulu mengalami kesulitan dalam mengatur waktu bekerja dan kuliah, akan tetapi beliau merasa justru pengalaman tersebutlah yang membuat dirinya berada di posisi saat ini.

“Hanya orang-orang yang tidak mudah menyerah dan mempunyai nilai plus (+) yang akan mendapatkan posisi pekerjaan yang diinginkan.” – Budi Sulistyo

Seberapa Bermanfaatnya Ilmu dan Diri Kita Bagi Orang Lain

marita

Kesuksesan tidak hanya dapat dilihat dari seberapa banyak penghargaan dan materi yang kita peroleh, tapi seberapa bermanfaatnya ilmu dan diri kita bagi orang lain. Seperti cerita dari Marita Surya Ningtyas, alumni salah satu fakultas unggulan paling diminati yaitu Fakultas Bahasa dan Sastra UDINUS (sekarang menjadi Fakultas Ilmu Budaya) dan memilih jurusan Sastra Inggris S1 (C11.2003.00390).

Marita memilih jurusan Sastra Inggris dikarenakan, dia memang suka mempelajari bahasa-bahasa asing sejak SMA. Selama di UDINUS, Marita tercatat sebagai mahasiswa yang aktif organisasi dan kegiatan kampus. Pada acara wisuda tahun 2003/2004, Marita ikut berpartisipasi besama UKM Paduan Suara. Pada tahun 2004 -2005, Marita sempat 2 kali mengikuti lomba pementasan teater dengan judul “Rahim” dan “Perawan” di Kalinyamat Jepara bersama UKM Teater Kaplink. Di tahun 2007, Marita kembali tampil bersama UKM Teater Kaplink mementaskan “Logika Laki-Laki Lagi”. Marita juga sempat memegang posisi sebagai Menteri Pendidikan di BEM Universitas pada tahun 2007/2008.

Beberapa pelombaan yang pernah Marita ikuti sebagai perwakilan baik fakultas maupun institusi adalah speech contest di ESA WEEK Unness pada tahun 2004 (meraih juara ketiga) dan 2005. Tahun 2006, Marita ditunjuk oleh fakultas untuk mengikuti Lomba Karya Tulis Mahasiswa dan meraih juara 1 di tingkat universitas dan bisa merasakan menjadi peserta LKTM di tingkat Kopertis. Pada tahun yang sama, Marita mengikuti lomba yang cukup bergengsi yaitu Mahasiswa Berprestasi. Dan Marita kembali bisa memberikan kebanggaan untuk fakultas dengan menjadi juara 1 di tingkat universitas dan mewakili UDINUS di tingkat Kopertis. Marita juga sempat mengikuti beberapa pelatihan karya tulis dan menjadi pembicara di beberapa seminar. Hingga dia menyelesaikan kuliahnya selama tepat 4 tahun dengan predikat “Cumlaude” dan sekaligus menjadi lulusan terbaik di jurusannya dengan IPK 3.79.

Setelah lulus dari UDINUS, Marita sempat menjadi tentor bahasa Inggris di IMKA, ENglish Speaking Club di Fakultas Teknik, dosen tidak tetap di Fakultas Ilmu Komputer UDINUS, guru SD, assistant manager LPIA cabang Kedungmundu hingga akhirnya Marita memutuskan resign setelah melahirkan anak pertamanya di tahun 2011.

Hingga di tahun 2012, Marita mulai fokus menjadi freelance content writer untuk beberapa situs. Meskipun belum meluncurkan buku solo, namun sudah ada beberapa buku antologi yang dia terbitkan yang dapat kita peroleh di salah satu toko buku terkemuka di Indonesia.

“Saya berterimakasih pada UDINUS karena secara tidak langsung UDINUS telah mengasah kemampuan menulis saya hingga saya mulai semakin berani menjadikan kemampuan ini sebagai sumber penghasilan saya. Dari pengalaman berorganisasi di UDINUS juga saya belajar how to arrange and handle a seminar, yang sekarang sangat bermanfaat ketika saya diminta menjadi event organizer seminar dari komunitas yang saya kelola. Meski hanya di rumah, saya tetap bisa berkarya!

Untuk adik-adik mahasiwi, jangan berkecil hati jika ternyata setelah anda lulus dan menikah, anda mendapati kenyataan bahwa anda tidak bisa mencapai karir seperti yang anda bayangkan sebelumnya.” tutur Marita.

Selain masih aktif menjadi freelance content writer, saat ini Marita aktif sebagai Educational and Book Advisor yang akan memberikan info buku-buku terbaik untuk pendidikan di rumah bagi anak-anak dan keluarga, juga dipercaya untuk menjadi pengelola Komunitas Yuk-Jadi Orang Tua Shalih Semarang, sebuah komunitas non-profit alumni Program Sekolah Pengasuhan Anak Abah Ihsan Baihaqi yang bergerak dalam bidang syiar pengasuhan anak. Ke depannya Marita hanya ingin terus berbagi lewat tulisan-tulisannya, menelurkan buku-buku solo, merintis parenting event organizer dan membuka butik gamis syar’i rancangannya sendiri.

Jangan berkecil hati hanya karena kini statusmu ibu rumah tangga, namun malulah jika kau berhenti belajar dan berkarya” (A Quote by Marita Surya Ningtyas)

Bersungguh-sungguhlah dalam Meraih Kesuksesan

dimasydistiraKetika kita ingin meraih kesuksesan sesuai dengan apa yang kita inginkan, bersungguh-sungguhlah dalam mengambil hal-hal yang bernilai positif dari semua proses pembelajaran. Hal ini yang memotivasi Dhimas Tantra Yudistira alumnus UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO yang dikenal dengan Kampus IT Terbaik Se Jateng DIY dan yang dikenal dengan kampus dengan gudang beasiswa. Dhimas telah mengambil jurusan Teknik Informatika (A11.2010.05454).  Semua berkat pengalaman dan pembelajaran yang pernah Dhimas dapatkan di UDINUS. Salah satunya di semester akhir yang mewajibkan mahasiswa untuk mengambil Tugas Akhir, saat-saat yang pasti sangat menyita waktu dan pikiran, demi mencapai satu moment bersejarah bagi dalam kehidupan mahasiswa yaitu “WISUDA”.

Bagi Dhimas untuk meraih moment tersebut ada 2 cara, yaitu “DISIPLIN untuk diri sendiri” dan “BUANG RASA MALAS”. Karena sebenarnya faktor malaslah yang dapat menghambat kita untuk meraih kesuksesan kita. Dhimas berpesan “Ingatlah satu hal ketika kalian sedang menghadapi sindrome TA, mau atau tidak, cepat atau lambat “Sidang TA” harus kalian lewati untuk meraih gelar sarjana, manfaatkan waktu, jangan pernah menunda barang satu jam saja, menunda satu jam sama halnya menunda kesuksesan kalian sendiri. Segera kerjakan selagi ada waktu,rajin dan displin.”

Hal itu lah yang membuatnya meraih kesuksesan.Dan sekarang Dhimas telah bekerja di PT NEXWAVE yang bergerak di dunia telekomunikasi.“Terimakasih UDINUS, telah menjadi sepenggal cerita yang mengiriku menuju kesuksesan yang saya inginkan.”

“I’ve missed more than 9000 shots in my career. I’ve lost almost 300 games. 26 times I’ve been trusted to take the game winning shot and missed. I’ve failed over and over and over again in my life. And that is why I succeed.”

~ Dhimas Tantra Yudistira ~

Usaha Dan Ketekunan Yang Berbuah Manis : CEO & Founder asuransi88.com

Menjadi CEO&Founder suatu perusahaan tidaklah mudah, ada perjalanan panjang yang harus di tempuh untuk mencapainya. Agustri Susilo Wibisono, CEO & Founder asuransi88.com adalah salah satu alumni Manajemen Informatika S1 Universitas Dian Nuswantoro Tahun 1999. Agus mau menyempatkan diri di sela-sela kesibukannya untuk berbagi cerita untuk adek-adek mahasiswanya di Universitas Dian Nuswantoro.

Setelah lulus dari Universitas Dian Nuswantoro Agus mencoba peruntungan melamar pekerjaan di salah satu perusahaan asuransi terbesar di Indonesia. Saat melamar pekerjaan, Agus berharap mendapat pekerjaan di bidang IT sesuai dengan latar belakang pendidikan dan minatnya. Namun setelah melalui beragam tes dan mampu bertahan hingga tes terakhir, Agus ternyata di tempatnya di bagian marketing. Posisi ini tidak seperti yang di harapkannya dan tidak sesuai dengan minatnya di bidang IT.

Agus tetap menjalani pekerjaannya di perusahaan tersebut sebagai marketing. Berkat usaha & ketekunannya, setelah 1 tahun bekerja di perusahaan tersebut Agus diangkat menjadi branch manager di kota Solo. Setelah bekerja selama 9 tahun, Agus mengambil keputusan untuk mendirikan asuransi88.com di tahun 2014 lalu. Tujuan didirikannya asuransi88.com adalah untuk membantu konsumen menemukan produk asuransi yang cocok dan mendapatkan agen asuransi yang tepat.

Agus mendirikan asuransi88.com ini berbekal ilmu yang dipelajari sewaktu kuliah dan ilmu marketing&asuransi saat bekerja. Akhirnya Agus mampu mewujudkan mimpi dan cita-citanya, bekerja di bidang IT. Bahkan lebih baik dari yang dia harapkan.

Agus berpesan kepada adek-adek mahasiswa semua “Mulai sejak kuliah harus segera mulai usaha sendiri, kreatif coba mulai membuat start-up, dan ikut kompetisi yang banyak diadakan di Indonesia ataupun luar negeri. Di Jakarta sendiri sudah banyak investor asing yang agresif masuk kerja startup technology. Jadi peluang ini sangat besar. Saat ini banyak investor yang menanamkan modalnya kesana. Diluar ada silicon valley, di Jakarta komunitas itu mulai dibangun seperti kantor saya saat ini di fasilitasi oleh gepi.co komunitas startup tekonologi. Saya berharap anak daerah tidak ketinggalan”

Berbekal Ilmu Dari Kampus Dan Ketekunan Membawa Dede Nur Afiani Meraih Sukses

Sedikit berbagi kisah, dari salah satu alumni Universitas Dian Nuswantoro Angkatan Tahun 2010. Sejak kuliah Dede Nur Afiani adalah salah satu mahasiswa yang aktif. Sambil mengisi waktu senggangnya diantara jadwal-jadwal kuliah yang padat, Dede magang sebagai asisten laboratorium komputer. Dede selalu belajar dan memperbanyak pengetahuan tentang ilmu komputer saat magang sebagai asisten hingga akhirnya Dede bisa menjadi laboran.

Universitas Dian Nuswantoro memang selalu memberi ruang dan kesempatan untuk mahasiswanya agar dapat mengembangkan diri di kampus. Salah satunya dengan memberi kesempatan mahasiswa menjadi asisten lab. Dengan menjadi asisten lab, mahasiswa dapat belajar bersama, saling bertukar ilmu antar sesama asisten, bekerja sama, dan berlatih menyampaikan/ berbagi ilmu dengan mahasiswa lain.

Dengan menjadi asisten lab, maka mahasiswa dapat bertukar pendapat. Untuk menjadi asisten lab di Universitas Dian Nuswantoro ada seleksinya, jadi yang berhasil lolos menjadi asisten lab adalah mahasiswa-mahasiswa yang di anggap mampu dan layak. Tak jarang ada beberapa asisten lab yang pernah mengikuti program kelas unggulan/ seleksi masuk twinning program UDINUS dan ITB. Dari sana mahasiswa yang biasa saja juga bisa memperoleh ilmu dan pengalaman dari sesama asisten lab.

Kembali ke mas Dede, setelah lulus kuliah Dede bekerja sebagai tenaga TPHL/honorer di Dinas Bina Marga Kota Semarang sejak September 2014. Karena merasa belum puas bekerja sebagai tenaga honorer, sambil bekerja Dede juga masih aktif mencari pekerjaan lain mulai dari melamar di BPJS, BUMN, Swasta tapi belum ada yang berhasil lolos. Hingga akhirnya Dede ikut seleksi CPNS Mahkamah Agung dengan formasi pengelola dan pemeliharaan IT. Dengan berbekal ilmu IT yang di dapat sewaktu kuliah baik dari dosen, teman-teman sesama asisten, teman-teman mahasiswa lain, dan juga keaktifannya mengikuti kemajuan teknologi, Dede berhasil lolos CPNS Mahkamah Agung 2014.

Dede memberi pesan untuk mahasiswa/alumni Universitas Dian Nuswantoro/ univ. lain “Pelajari trik2 psikotest dan wawancara selain keahlian bidang, karena kebanyakan orang mengalami kegagalan pada tahap disitu ketika mencari suatu pekerjaan.”

Sumber : https://www.facebook.com/rafiani.rafiani

Sumber : https://www.facebook.com/rafiani.rafiani

Alumni UDINUS : Heri Pamungkas

Seorang Jurnalis Harus Memiliki Paket Komplit, Tidak Hanya Piawai Dalam Membawakan Berita Tetapi Juga Harus Bisa Memegang Kamera. Heri Pamungkas, Alumni S1 Sastra Inggris FBS (Sekarang FIB) Udinus Angkatan 2000 Tersebut, Mengawali Karir Menjadi Seorang Reporter, Camera Person, Presenter, Producer, Dan Kini Menjabat Sebagai Pimpinan Redaksi TVKU Semarang.

Heri Pamungkas Masuk Universitas Dian Nuswantoro Pada Tahun 2000 Mengambil Jurusan Sastra Inggris, Dan Lulus Tahun 2004. Sebagai Mahasiswa Heri Pamungkas Cukup Aktif Dalam Organisasi, Heri Pernah Menjadi Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa FBS (Fakultas Bahasa dan Sastra) Udinus. Dan Pernah Menjadi Peserta Terbaik Latihan Ketrampilan Dasar Dan Menengah (LKMM) Udinus Tahun 2001-2002.

Dalam Perjalanannya Menjadi Seorang Jurnalis, Heri Melalui Perjalanan Panjang. Dengan Rekomendasi Dari Teman-Teman Jurnalis, Heri Pernah Menjadi 10 Besar Finalis Menuju Layar Liputan 6 SCTV Tahun 2005. Disana Heri Banyak Mengambil Pelajaran Dari Senior-Senior Di Liputan 6 SCTV. Selain Ajang Tersebut Di Tahun Yang Sama, Heri Juga Menjadi Juara III Denok-Kenang Semarang Tahun 2005.

Bagi Heri Ketika Kita Menjadi Mahasiswa, Tanggung Jawabnya Besar. Kita Harus Memilih Ingin Menjadi Mahasiswa Biasa, Mahasiswa Yang Luar Biasa. Mahasiswa Biasa Yang Hanya Berangkat Kuliah, Belajar, Pulang Kuliah Seperti Itu Terus Setiap Hari Atau Mahasiswa Luar Biasa Yang Sukses Dalam Studi, Organisasi, Dan Juga Cinta.

 HeriPamungkas2-Optimized

Cerita Alumni-Tugas Kuliah Jadi Peluang Bisnis

Universitas Dian Nuswantoro Adalah Salah Satu Universitas Berbasis Komputer Dan Bisnis. Setiap Fakultas Di Universitas Dian Nuswantoro Memberikan Pelajaran-Pelajaran Dasar Tentang Bisnis Dan Komputer Kepada Mahasiswanya. Di Semester-Semester Akhir  Ditawarkan Beberapa Mata Kuliah Tentang Enterpreneurship, Seperti Dasar Enterpreneurship, Advance Enterpreneurship, Kewirausahaan, Start Up Bussiness, dst. Semua Mata Kuliah Itu Mewajibkan Mahasiswanya Membuat Proposal Usaha, Dan Ada Beberapa Mata Kuliah Yang Mewajibkan Mahasiswa Untuk Membuat Usaha Dengan Modal Kecil. Dari Ide-Ide Bisnis Yang Dimiliki Mahasiswa, Ada Beberapa Yang Benar-Benar Menjadi Peluang Usaha. Seperti…

[ KISAH TSUMMADANA WULAN – MIULAN HIJAB ]

TSUMMADANA WULAN SETYONINGRUM

TSUMMADANA WULAN SETYONINGRUM

Alumni Universitas Dian Nuswantoro Program Studi Teknik Informatika Angkatan 2008, Tsummadana Wulan Setyoningrum. Merintis Karir Dengan Mendesain Hijab Dan Menjualnya Via Online.

Awalnya Wulan Ini Hanya Mahasiswa Biasa Di Universitas Dian Nuswantoro, Sampai Suatu Ketika Dosen Memberikan Tugas Kewirausahaan Yaitu Membuat Usaha Tanpa Modal. Gadis Berjilbab Ini Memutar Otak Dan Mengawali Usahanya Dengan Menjual Pakaian Pantas Pakai Miliknya.

Dari Hasil Penjualan Pakaian Pantas Pakai, Wulan Mendapat Modal Untuk Membuat Pernak Pernik Seperti Gelang, Kalung, Cincin. Selain Menjual Aksesoris, Wulan Juga Sempat Menjadi Salah Satu Anggota Multi Level Marketing (MLM) Hingga Akhirnya Dia Bisa Membangun Toko. Tapi Tidak Seperti Yang Diharapkan, Tokonya Tidak Dipenuhi Pengunjung Bahkan Tergolong Sepi. Lagi-Lagi Wulan Harus Memutar Otak Agar Usahanya Sukses.

Untuk Bangkit Dari Keterpurukan, Wulan Dibantu Ibunya Mulai Mendesain Hijab Dari Referensi Internet Dan Dijual Via Online. Ternyata Banyak Yang Tertarik Dan Suka Dengan Hijab Desain Wulan Ini, Hingga Pada Bulan November 2011 Lahirlah Miulan Hijab. Dalam Sebulan Biasanya Wulan Dapat Membuat Empat Desain Baru.

Hingga Saat Ini, Sudah Banyak Artis Yang Menggunakan Hijab Desain Wulan. Dan Konsumen Miulan Ini, Sudah Sampai Ke Luar Jawa Bahkan Luar Negeri (Singapura, Brunei Darussalam, Dan Hongkong).

Sekarang Wulan Sudah Bisa Mewujudkan Keinginannya Untuk Umroh, Jalan-Jalan Ke Luar Negeri Dan Membeli Barang-Barang Yang Diinginkannya.

https://www.facebook.com/notes/mulai-usaha-dari-kampus-upt-wirausaha-udinus/kisah-sukses-mahasiswa-udinus-tsummadana-wulan/1667687480126175