Pencemaran Air

Latar Belakang

Tingkat pencemaran terhadap air baik air sungai, air danau atau air bawah tanah semakin  hari kian mengkhawatirkan. Hal ini tidak lepas dari kepedulian masyarakat terhadap lingkungan khususnya terhadap air. Maraknya pembuangan limbah cair industri ke sungai baik dikota maupun di desa turut menjadi penyumbang terbesar terhadap pencemaran air. Selain itu lemahnya terhadap pengawasan pemerintah terhadap aktivitas masyarakat kian semena-mena membuang sampah ke sungai.

Menurut data republika, sebanyak 550 sungai di indonesia 82% diantaranya dalam kondisi tercemar dan memerlukan perhatian khusus. Tingginya tingkat pencemaran terhadap sungai ini berdampak terhadap kualitas air tersebut sehingga tidak dapat dikonsumsi. Pencemaran terhadap hampir semua terjadi disemua provinsi di indonesia. Dari jumlah sungai yang tercemar tersebut terdapat sungai-sungai yang strategis seperti sungai Ciliwung di DKI Jakarta, dan Citarum di Jawa Barat.

Selain merosotnya kualitas air, dampak dari pencemaran ini berdampak terhadap ketersediaan air bersih dan terhadap petani.

Air dapat dikatakan tercemar bila tidak dapat lagi digunakan sebagaimana fungsinya, selain aktivitas manusia, pencemaran juga dapat terjadi akibat penomena alam seperti gunung meletus, gempa bumi, akan tetapi pencemaran tersebut jumlahnya hanya sedikit dan tidak dapat dikatakan sebagai penyebab utama pencemaran air. Penyebab utamanya adalah limbah industri, perumahan, pertanian, rumah tangga, dan penangkapan ikan menggunakan racun. Polutan industri antara lain, polutan organik (limbah cair), polutan organik (padatan, logam berat), sisa bahan bakar, tumpahan minyak tanah dan oli menjadi penyebab utama terjadi pencemaran air, khususnya air tanah.

Pengertian Pencemaran Air

Pencemaran air adalah proses masuknya mahkluk hidup, zat, energi maupun komponen-komponen lain ke dalam air yang mengakibatkan kualitas air menjadi menurun sampai ke tingkat tertentu yang berdampak air tidak dapat dipergunakan sesuai dengan peruntukannya.

Air yang tercemar dari komponen-komponen organik seperti jenis logam berat yang berasal dar kegiatan industri seperti industri tekstil, pelapisan logam, cat/tinta warna, percetakan, bakan agrokimia, dan lain-lain.

Logam berat yang terdapat pada air juga berpengaruh terhadap kerusakan kehidupan dalam air. Logam berat juga dapat membunuh mikroorganisme.

Sumber Pencemaran Air

  1. Sumber langsung

Pencemaran yang berasal dari sumber-sumber tertentu, misalnya pabrik, sistem buangan, sumur minyak dan lain – lain.

  1. Sumber tidak langsung

Pencemaran yang terjadi akibat adanya sumber yang tidak jelas misalnyaair dari jalanan, air kegiatan pertanian dan lain sebagainya.

lihat juga:

Ciri-ciri Air Tercemar

  1. Terdapat perubahan suhu pada air
  • Pengukuran : thermometer air raksa
  • Perbedaan antara suhu air dengan suhu sekitara yang ditoleransi adalah ±30C
  1. Terdapat perubahan pH atau konsentrasi ion hidrogen
  • Pengukuran tingkat pH air dapat dilakukan menggunakan pH meter atau kertas lakmus
  • pH normal air adalah 6,5 sampai 7,5 (<pH normal = Asam, > pH normal = Basa)
  1. Terjadi perubahan warna, bau, dan rasa pada air
  2. Terdapat endapan, koloidal, bahan terlarut
  • Menghalangi matahari masuk, mikroorganisme tidak dapat berfotosintesis
  • Menurut PP No.82 Tahun 2001, berdasarkan kelas air, endapan yang diperbolehkan adalah 50 mg/liter
  1. Terdapat mikroorganisme
  • Mikroba pantogen
  1. Terdapat peningkatan radioaktif radio lingkungan
  • Aplikasi teknologi nuklir, pertambangan dan lain lain.

 

Sumber-sumber Pencemaran air

  1. Limbah industri (Produksi /pertambangan
  2. Limbah domestik/sanitasi
  3. Limbah pertanian
  4. Pembangkit listrik/BBM/Nuklir
  5. Perawatan /pembersih alat
  6. Transportasi air
  7. Erosi sediment (akibat penggundulan hutan)

 

Jenis – jenis Pencemaran Air

  1. Bahan – bahan Patogen
  • Bahan Patogen (penyakit) : Bahan patogen : Bakteri, virus, parasit
  • Sumber penyakit : Limbah rumah tangga, rumah sakit, kotoran kebun binatang
  • Dampak : Demam, thipoid/tifus, kolera, disentri
  1. Bahan Kimia Organik
  • Perstisida & herbisida, Sumber: pertanian, kehutanan, pemberantasan nyamuk
  • Detergen (fosfat),  Sumber: perumahan, industri, hotel, rumah sakit,
  • Minyak oli, bensin,
  • Buangan pabrik, aliran dari sawah/kebun
  1. Bahan-bahan organik: POPs
  • POPs atau Persisten Organic Pollutans adalah bahan-bahan kmia yang secara tetap berada di  lingkungan, bikoakumulasi melalui jaring-jaring makanan, dan berdampak terhadap kesehatan mansuia dan lingkungan
  • The “dirty dozen” meliputi: PCBs, aldrin, chlordane, DDT, dll
  • Permasalahan dengan DDT: DDT tidak dapat dimetabolisme dengan cepat dengan hewan, dengan demikian akan terdeposit & tersimpan dalam jaringan lemak hewan (biomagnifikasi)
  • Dampak: menyebabkan kanker, pemecahan hormonal dan repreduksi, menurunkan kemampuan cognitif (dopamine)
  • Dampak: kanker, kerusakan sistem syaraf,

 

Bahan Kimia Anorganik

  • Asam (senyawa-senyawa sulfur & nitrogen dari batubara )

Sumber: pertambangan (khususnya batubara), limbah industri.

  • Garam

Sumber: kotoran alamiah yang bersumber dari tanah, irigasi, tambang, limbah industri, lapangan minyak

  • Logam beracun (mercuri, timbal, cadmium, selenium dan arsen)

Sumber: limbah industri, BBM (premium, premix) peleburan timbal, pestisida, fungsida

  • Dampak: kanker, perusakan sistem syaraf

 

  1. Kekurangan Oksigen (Eutrofikasi)
  • Eutrotifikasi adalah proses alam dimana air (air danau, sungai dan lainnya) menjadi terlampau kaya akan nutrien, umumnya nitrogen dan phospor
  • Penyebab: aktivitas seperti peternakan, perhutanan, pembuatan jalan, industri dan pengolahan limbah dapat menyebabkan nutrien masuk ke sumber sumber air
  • Dampak: peledakan populasi alga, serta tanaman air lainnya, kekurangan akan oksigen, dengan demikian dapat membunuh ikan

 

  1. Endapan (sedimentasi)
  • Endapan atau sedimentasi adalah pemenuhan badan air oleh partikel-partikel tanah, umumnya pasir & kerikil
  • Pengaruh sedimen: hilangnya tempat bersembunyi tinggal ikan – ikal kecil, organisme-organisme air yang melekat terlepas dari bebatuan dan pasir
  • Cahaya yang masuk menjadi berkurang
  • Kondisi anaerobik

 

  1. Polusi Panas (thermal pollution)

Polusi thermal adalah peningkatan suhu yang menyebabkan thermal shock, parasit, penyakit, berpotensi menjadi pollutan beracun, perubahan ekologi

 

Dampak Terhadap Air Tanah

 

  • Nilai estetika air menjadi menurun (wisata air)
  • Ikan atau biota air menjadi mati
  • Karat pada logam
  • Daya guna air menjadi menurun menjadikan harga lahan juga ikut menurun
  • Algae/eceng gondok menjadi tumbuh sumbur
  • Kesehatan masyarakat terganggu (menurun)
  • Terumbu karang menjadi rusak dengan demikian udan, ikan jumlahnya menurun

 

Lihat juga:

Mesin RO Penjernih Air

Dampak Pencemaran AIR

 

  1. Dampak terhadap biota air

Jumlah oksigen menjadi menurun, kehidupan menjadi terganggu  (kematian, perkembangan lambat) kerusakan pada tanaman/tumbuhan air, air limbah sulit terurai.

  1. Dampak terhadap kualitas air tanah

Kualitas air menjadi menurun (logam berat, bau, dan lain sebagainya)

  1. Dampak terhadap kesehatan

Menjadikan sebagai media penyebar penyakit

  1. Dampak terhadap estetika lingkungan

Proses pembusukan mengakibatkan bau menyengat, mengganggu pemandangan

 

Jenis Penyakit Bawaan Air Beserta Agennya

 pengertian pencemaran air

About Author: BuahPikiran

Comments are closed.