Simak yuk Penyebab Pipa Air Rusak, Warga Karangtalun Mulai Kesulitan Air Bersih

Setiap musim kemarau, masyarakat di Dusun Karangtalun, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul selalu menggantungkan bantuan air bersih dari BPBD Bantul dan masyarakat umum.

Baca Juga: harga pompa air

Kesulitan air bersih yang dialami oleh ratusan jiwa ini, disebabkan kerusakan jaringan pipa. Air yang seharusnya dapat dialirkan dari tempat penampungan, tidak sampai ke rumah warga.

Kepala Dusun Karangtalun, Dewi Imawati mengatakan persoalan air bersih seolah menjadi bahasan serius setiap musim kemarau tiba. Namun saat musim hujan masalah itu tidak pernah.

“Warga meminta persoalan air bersih jangan hanya dibahas saat musim kemarau, dimana warga kesulitan air bersih. Namun juga dibicarakan saat hujan datang. Dicari juga solusinya,” katanya, Kamis (8/8).

Artikel Terkait: harga closet duduk

2. Tahun 2003, warga Dusun Karangtalun berlimpah air bersih‎
Pipa Air Rusak, Warga Karangtalun Mulai Kesulitan Air Bersih IDN Times/Daruwaskita

Menurutnya pada tahun 2003 di desanya dibangun sumber air yang berukuran cukup besar. Sumber ini mampu memenuhi kebutuhan air bersih untuk 600 kepala keluarga .

“Kita sangat kecukupan air bersih meski musim kemarau panjang saat itu. Bahkan bisa dirasakan sampai di luar Dusun Karangtalun seperti Dusun Karangasem, Jatirejo dan Dusun Dengkeng,” ungkap Dewi yang juga berprofesi sebagai perawat di RS swasta Bantul ini.

Namun sejak empat tahun, permasalahan air bersih muncul. Hal ini terjadi akibat rusaknya jaringan pipa air, yang mengakibatkan air bersih terbuang sia-sia.

“Sebenarnya masalah air sudah ada solusinya tinggal membangun kembali jaringan pipa air, karena tak mungkin lagi memperbaiki pipa yang rusak. Apalagi saat dibangun, pipa air ditimbun tanah,” ungkap kepala desa yang baru berusia 22 tahun ini.

Dewi Imawati bercerita saat ini warganya hanya bisa mengharapkan bantuan air bersih.”Ya paling banyak antre dengan membawa jeriken atau ember untuk dibawa pulang. Air hanya hanya bisa untuk minum dan memasak saja,” ungkapnya.

Simak yuk Tutorial Mengecat Tembok Lama dengan Berbagai Kondisi

Cara mengecat tembok kerap dibutuhkan oleh beberapa orang yang ingin mendapatkan kondisi atau nuansa ruangan yang baru. Bagi profesional, mungkin tidak ada kendala untuk mengerjakan hal ini. Namun, buat kamu yang ingin mengganti warna cat ruangan tanpa bantuan orang yang ahli, pasti membutuhkan panduan yang tepat untuk mengecat tembok lama.

Baca Juga: harga akrilik

Pasalnya, ada beberapa langkah yang berbeda dalam proses pengecatan untuk tembok lama dan baru. Pada tembok lama kerap memiliki beberapa kondisi tertentu yang tentunya membutuhkan teknik beserta langkah yang berbeda dengan pengecatan tembok baru.

Kondisi tembok lama perlu kamu perhatikan untuk nantinya mendapatkan hasil cat baru yang prima. Nah, buat kamu yang masih pemula dalam hal ini, tak perlu khawatir. Berikut ini Liputan6.com telah merangkum dari berbagai sumber tentang cara mengecat tembok lama, Kamis (18/7/2019).

Artikel Terkait: cat akrilik

1. Periksa secara fisik, apakah ada bagian cat yang rusak secara kasat mata.

Kondisi cat tembok yang rusak seperti mengelupas, mengapur, berubah warna, atau terdapat kerusakan lainnya. Bila kamu menemukan kondisi tersebut, ada baiknya untuk mengupas cat lama terlebih dahulu hingga bersih.

2. Lakukan tes gosok dengan menggunakan tangan pada beberapa titik.

Apabila warna cat menempel di tangan, itu menandakan cat lama sudah mengapur dan sebaiknya perlu dikupas terlebih dahulu.

3. Lakukan tes basah dengan menyemprotkan air ke tembok selama 5-15 menit.

Apabila muncul gelembung, ini menandakan cat lama sudah mengapur dan sebaiknya dikupas.

Apabila cara pengecekan tersebut tidak terjadi pada cat tembok yang lama, menandakan kondisi cat tersebut masih bagus. Untuk melakukan cat ulang pada tembok yang lama, maka kamu hanya perlu membersihkan permukaan tembok dari debu dan kotoran yang menempel dengan cara diampleas ambang hingga permukaan cat terlihat bersih. Setelah itu, kamu bisa melanjutkan proses pengecatan.

Apabila kondisi cat lama kamu tak perlu melakukan pengelupas terlebih dahulu, maka kamu sudah bisa melanjutkan langsung proses pengecatan tembok lama. Berikut ini cara mengecat tembok lama yang benar, cocok buat kamu yang masih pemula:

Persiapkan Alat dan Bahan untuk Mengecat

Cara mengecat tembok lama pertama dan utama yang harus kamu lakukan adalah mempersiapkan alat dan bahan. Pada proses pengecatan, ada cukup banyak alat dan bahan yang dibutuhkan untuk mendukung pekerjaan kamu dalam mengecat permukaan tembok lama.

Alat-alat yang umum digunakan untuk mengecat seperti kuas, roller, spons, kape, gayung, ember, Koran bekas, dan tangga. Setelah itu, siapkan juga bahan-bahan yang dibutuhkan seperti cat tembok, paint remover, air, dan deterjen. Pastikan kamu untuk melengkapi semua alat dan bahan ini agar proses pengerjaan menjadi lebih mudah.

Baca Yuk Penyebab CEO Aquaproof Sangat Melegenda

Musim kemarau panjang telah datang. Namun, hujan masih sesekali turun meski intensitasnya kecil. Meski begitu, tetap saja pemilik rumah khawatir karena selalu saja ada atap bocor. Talang juga kerap bocor dimakan usia. Aquaproof menawarkan solusi antibocor berupa talang karet dengan cara dioleskan pada bagian yang bocor dan biarkan beberapa saat hingga kering. Teknik ini ampuh mengusir bocor dan menenangkan hati dan pikiran.

Tak heran, produk ini laris-manis di pasaran. Bagaimana Aquaproof membangun brand awareness sehingga produknya bisa menjadi nomor satu.
Bagaimana Aquaproof membangun brand awareness?

Baca Juga: harga aquaproof

Aquaproof adalah brand waterproofing yang mereknya sudah menjadi generik brand. Dengan menjaga kualitas produk, layanan yang terbaik pada konsumen serta melakukan edukasi rutin terhadap para distributor dan pihak-pihak terkait, brand Aquaproof senantiasa menjadi pilihan masyarakat dan bisa dibilang brand yang melegenda sejak 30 tahun hingga sekarang.

Apa saja indikatornya? Apakah melakukan survei kepuasan pelanggan?

Dulu kami sempat melakukan survei kepada pelanggan terkait produk Aquaproof. Namun, kami rasa survei dengan mengisi kues ioner tadi kurang efektif karena banyak customer yang tidak mengisi lembaran survey tersebut.

Hingga akhirnya diputuskan untuk melakukan evaluasi kualitas produk di toko. Apapun keluhan produk yang disampaikan pelanggan, yang pertama menjadi tempat curhatnya adalah toko di mana dia membeli.

Bagaimana hasilnya?

Kami terus mendapatkan laporan mengenai kualitas produk Aquaproof lewat toko dan 90% yang dikeluhkan oleh customer itu bukan pada kualitas produknya, tetapi pada cara menggunakan produknya. Misalkan saat melapisi atas yang bocor sebaiknya tidak dicampuri air, tapi kostumer malah menambah air dengan catatan agar irit. Seharusnya tidak perlu, karena ketebalan dari pelapisan tersebut yang menjadi penahan air.

Lalu ada yang melapisi atas yang bocor dengan menggunakan kuas yang langsung di ambil dari bak utamanya. Seharusnya tidak seperti itu, jika ingin melapisi bagian rumah yang bocor, sebaiknya tuangkan Aquproof pada tempat yang sekiranya bisa habis dalam sekali pemakaian. Lalu tempat Aquaproof yang utama tadi ditutup rapat. Karena kuas tadi setelah dipakai pasti ada bakteri, dan bakteri itu yang bisa menurunkan kualitas Aquaproof.

Bagaimana cara melakukan edukasi pada customer tadi?

Kami punya kegiatan rutin setiap bulan melakukan gathering dengan 20 distributor kami yang tersebar di seluruh Indonesia. Rata-rata perserta yang hadir 75-100 orang dan tempatnya selalu berganti, kadang di Jakarta atau daerah-daerah lainnya. Hasilnya cukup efektif. Dari mereka kami terus mengevaluasi diri apa yang menjadi kebutuhan dan keluhan pelanggan.

Kami juga menyampaikan pada mereka tentang penggunaan Aquaproof yang baik dan benar agar kualitas dan hasil yang didapatkan bisa memuaskan. Mereka adalah penyambung lidah kepada pemilik toko dan juga pelanggan secara langsung. Kami juga punya tim teknisi problem solving yang siap mengedukasi pelangggan dan distributor agar produk Aquaproof tetap dekat di hati masyarakat.

Artikel Terkait Pilihan Redaksi: no drop

Kesimpulannya?

Intinya adalah service, kualitas dan edukasi. Ketiganya harus saling melengkapi. Produk sudah berkualitas tinggi, tapi tidak ada yang mengedukasi, ya sama saja. Apalagi service-nya sangat tidak memuaskan, pastinya akan ditinggal pelanggan.

Beginilah Tips Mendesain Tempat Rias di Ruang Tamu Minimalis

Nama Titi Kamal sepertinya tak bisa lepas dari kesuksesan film Ada Apa Dengan Cinta? pada 2002. Sejak saat itu, karier Titi sebagai aktris semakin menanjak dan dikenal luas.

Tak hanya menjadi aktris, istri Christian Sugiono ini pun melebarkan sayapnya di dunia tarik suara dan terjun di dunia bisnis. Ia kini dikenal sebagai pebisnis yang memiliki beberapa usaha seperti katering, kosmetik, kuliner hingga properti.

Baca Juga: wallpaper dinding

Sukses sebagai seorang selebriti dan pebisnis, memiliki sebuah hunian yang mewah dan nyaman tentu bukan perkara sulit bagi Titi. Meskipun tak terlalu besar, namun rumah perempuan 37 tahun ini terdiri dari dua lantai terlihat elegan dengan interior serba putih.

Berkonsep bak vila yang dilengkapi kolam renang dan taman mini di lantai dua, rumah Titi dan Christian Sugiono terasa nyaman dan bikin betah berlama-lama.

Kita bisa melihat bagian dalam rumah tersebut berkat kunjungan Laudya Cynthia Bella, baru-baru ini. Bella mengunggah kunjungan ke rumah Titi di akun YouTube nya, LGB Channel, pada 2 Juli 2019.

Titi Kamal
Laudya Cynthia Bella di rumah Titi Kamal. (foto: Youtube ‘LGB Channel’)
Di bagian depan rumah terdapat sebuah taman kecil yang berisi berbagai jenis tanaman hijau. Pintunya didesain simpel dengan nuansa putih.

Rumah yang berlokasi di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, itu mengusung konsep American Style serta didesain sesuai dengan karakter mereka berdua.

“Gaya American Style bisa dilihat dari konsep dinding yang berpanel, terus kita juga memakai wallpaper untuk dinding di beberapa bagian rumah,” terang Titi pada Bella.

Titi dan Christian melengkapi dekorasi rumah mereka dengan meletakkan beragam bingkai foto yang dipajang di dinding.

Laudya Cynthia Bella di rumah Titi Kamal. (foto: Youtube ‘LGB Channel’)
Lalu ada sebuah tempat yang nyaman yang sepertinya digunakan sebagai pojok baca. Tempat tersebut dilengkapi dengan sebuah kursi, lampu hias dan kabinet rak yang terdapat beberapa buku di atasnya.

Di ruang tamu yang cukup elegan dengan sofa dan beberapa kursi, dilengkapi dengan meja dan juga karpet bulu yang mewah. Lalu ada wallpaper motif bunga-bunga yang cantik serta lampu kristal yang tergantung. Titi juga memanfaatkan salah satu sudutnya untuk tempat makeup.

Sementara di lantai dua, terdapat beberapa ruangan seperti ruang santai dan tempat makan yang menyatu dengan dapur. Bella dan Titi sempat bersantap di ruangan makan dengan dapur yang terkesan sangat bersih dan didominasi warna putih.
Di sebelah tempat makan, ada ruangan keluarga yang simpel dan nyaman dengan sofa abu-abu. Sedangkan di bagian luar, ada sofa kecil dengan background dinding bertema industrial.

Sudut ini sepertinya cocok buat foto-foto. Di depannya, terlihat ada taman dan kolam renang yang berada di atas. Kesannya seperti sedang berada di vila di luar kota.

Pilihan Redaksi: batu alam

Tak hanya untuk berenang, tempat ini sangat cocok buat menikmati udara sore ditemani semilir angin dan memandang kolam renang yang bersih. Titi dan Bella pun mengobrol cukup lama di samping kolam sebelum kembali masuk ke dalan rumah.

Ini Dia Alasan PLTGU Muara Karang jamin pasokan listrik Istana Negara

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menjamin keandalan listrik Istana Negara 7 hari 24 jam. Pembangkit yang akan menjadi tulang punggung penyaluran listrik ke Ibukota adalah Unit Pembangkitan Muara Karang (UP MKR).

Vice President Public Relations PLN Dwi Suryo dalam acara Media Visit (31/7) di Unit Pembangkit Muara Karang menyampaikan bahwa Unit Pembangkit (UP) Muara Karang berperan besar terhadap listrik di Jawa khususnya tempat – tempat VVIP di DKI Jakarta.

Baca Juga: MCB listrik

“UP Muara Karang ini berperan sangat penting dalam kelistrikan di Jawa khususnya DKI Jakarta karena selain Istana Negara, UP Muara Karang juga menyuplai kelistrikan tempat VVIP lainnya seperti Gedung MPR/DPR, Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdana Kusama, Stasiun MRT dan lainnya.” Kata Dwi, dalam siaran pers, Selasa (31/7).

Lebih lanjut Dwi menjelaskan bahwa UP MKR merupakan pembangkit yang sangat ramah lingkungan. “Pembangkit-pembangkit di UP MKR ini merupakan pembangkit yang ramah lingkungan, mampu mengendalikan emisi pembangkit di tahap yang aman, menunjukkan kinerja pembangkit di Ibu Kota ini menjadi bukti peran aktif PLN dalam mendukung Jakarta aman polusi.” Sambung Dwi.

UP MKR dikelola oleh Anak Perusahaan PLN yaitu PT PJB (Pembangkitan Jawa Bali), memiliki total kapasitas 1.600 MegaWatt (MW) yang disuplai dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap 4-5 (PLTU 4-5), Pembangkit Listrik Tenaga Gas & Uap Blok I (PLTGU Blok I) dan PLTGU Blok II total daya yang dapat dihasilkan adalah sebesar 1.600 MegaWatt.

General Manager PJB UP MKR Rahmat Azwin mengemukakan bahwa UP Muara Karang saat ini dalam proses pengembangan dan pembangunan lebih lanjut untuk mendukung keandalan kelistrikan di Jawa khususnya DKI Jakarta.

“Sampai saat ini UP MKR dalam proses pembangunan PLTGU Blok III kapasitas 500 MW, di 2020 masuk sistem, hingga saat ini kebutuhan DKI Jakarta sebesar kurang lebih 5500 MW, 30% nya dipasok oleh Muara Karang.” Papar Azwin.

Mulai beroperasi tahun 1978, UP MKR terus berkembang, hingga saat ini setiap tahun nya berhasil membangkitkan energi listrik rata-rata 7.900 GWh yang disalurkan melalui Saluran Udara Tegangan Tinggi 150 kV ke sistem interkoneksi Jawa Bali.

Dalam pengelolaannya, kegiatan operasi dari UP Muara Karang ini memiliki berbagai keunggulan, diantaranya adalah mampu menjaga kesiapan ketersediaan, EAF (Equivalent Availability Factor) 90,81%.

Dalam pengelolaannya, PJB UP Muara Karang telah banyak meraih penghargaan serta prestasi, meliputi pencapaian dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) dengan Peringkat HIJAU dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Penghargaan Subroto untuk kategori PLTGU Skala Besar di Sistem Jawa Bali dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2018 dan sebagai Perusahaan yang telah Memenuhi Ketaatan Program Peringkat Kinerja Lingkungan Tingkat Provinsi DKI Jakarta.

PJB UP MKR juga sangat aktif dalam kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) diantaranya Ekowisata kawasan Ecomarine Mangrove yang telah dikembangkan bersama masyarakat muara angke sejak tahun 2014, keunikan kawasan mangrove yang memiliki lahan 1,5 hektar ini adalah tanaman mangrove yang mampu tumbuh diatas sampah.

Selain itu, PJB UP MKR menggandeng Komunitas Mangrove Muara Angke (KOMMA) bersinergi untuk mengubah tumpukan sampah menjadi kawasan yang hijau dan memiliki banyak manfaat bagi masyarakat dan juga lingkungan.

Artikel Terkait: Lem tembak

Kegiatan CSR PJB UP Muara Karang ini merupakan program sustainability yang dilakukan secara berkelanjutan. Rumah jahit merupakan CSR lainnya dari PJB UP Muara Karang yang memiliki produk berupa ecobag kain perca.

Produk ini yang merupakan limbah dari hasil jahitan dari masyarakat. Disamping itu juga ada Rumah Lipat kerajinan kerang yang merupakan pemanfaatan potensi pengelolaan limbah kerang hijau sebagai kerajinan yang memiliki nilai seni, Bank Sampah Bahari Utama, KUMM & KUBE, dan Hidroponik. Hal tersebut dilakukan, sebagai bentuk kontribusi PJB UP Muara Karang untuk turut andil menjaga kelestarian lingkungan kedepannya.

Simak yuk Daftar Pelanggaran Bangunan Rumah di Cempaka Putih

Warga Cempaka Cempaka Putih, Jakarta Pusat mempertanyakan pembangunan sembilan unit dibilangan Rawasari Barat IX, Cempaka Putih Timur, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Pasalnya, keberadaan pembangunan rumah minimalis seperti Cluster ini pengerjaan pembangunannya dikebut para kuli bangunan.

Baca Juga: Taco HPL

“Pembangunan model seperti Cluster ini menjadi perbincangan hangat warga sekitar, lantaran di lokasi pembangunan hanya terpasang beberapa Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Sedangkan di lokasi bangunan sekitar 8 hingga 9 unit,” ungkap Budi, tokoh pemuda Cempaka Putih, Kamis (04/07/2019).

Ia pun menegaskan, agar petugas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) Kecamatan Cempaka Putih, Jakpus tidak tutup mata dalam menindak pembangunan yang melanggar.

Sementara, Kepala Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kecamatan Cempaka Putih, Rustiwan Sofyan Pahlevi ketika ditanya soal IMB pembangunan tersebut menerangkan, pihaknya hanya mengeluarkan tiga unit IMB sesuai usulan dari pemohon.

“PTSP Kecamatan Cempaka Putih hanya mengeluarkan tiga unit IMB di lokasi pembangunan itu. Kalau menambah unit bangunan silakan ditanyakan ke petugas Citata setempat karena tugas mereka,” singkatnya.

Pilihan Redaksi: Kalsiboard

Pantauan dilapangan, wilayah Kecamatan Cempaka Putih marak berbagai pelanggaran bangunan seperti pembangunan Jalan Cempaka Putih Tengah XXVII, papan segel yang menempel di lokasi pembangunan hanya jadi pajangan saja.

Lihat Yuk Rumah DP 0 Rupiah Masuk Tahap Uji Coba Sistem Kelistrikan

Program Rumah DP 0 Rupiah Klapa Village, Jakarta Timur diperkirakan akan segera rampung. Rencananya pengembang sedang melakukan uji coba sejumlah sistem kelistrikan di Klapa Village.

Direktur Administrasi dan Keuangan PD Pembangunan Sarana Jaya, Bima Priya Santosa menyatakan uji coba dilakukan mulai pekan ini.

“Pekan ini kita lakukan test diesel, mesin genset dan lift pekan ini,” kata Bima kepada CNNIndonesia.com, Selasa (23/7).

Baca Juga: harga pipa PVC

Bima menjelaskan konstruksi bangunan tower Samawa Klapa Village sudah hampir rampung. Ditargetkan Agustus pekan pertama sudah tower tersebut sudah siap huni.

“Sisi fisik menara Samawa sudah selesai memang masih ada pekerjaan eksterior seprrti landscape yang masih harus diselesaikan. Tapi pekan pertama Agustus saya kira selesai,” kata dia.

Lihat juga:Dapat Lahan di Cilangkap, DKI Segera Bangun Rumah DP Nol
Adapun fasilitas yang harus dipenuhi, kata Bima, seperti jalan luar, taman, lampu dan sejumlah fasilitas penerangan lainnya. Dia optimistis bahwa fasilitas tersebut rampung dalam waktu dekat.

“Rencana kita terakhir pekan pertama Agustus kontruksi supply unit selesai,” kata dia.

Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Yoory C. Pinontoan mengatakan realisasi perkembangan pembangunan hunian DP nol rupiah per tanggal 15 Juni 2019 sudah mencapai 87 persen.

Pembangunan hunian DP 0 rupiah dibangun di atas luas lahan 5.686 m2, dengan total lantai mencapai 21 lantai, terdiri dari 780 unit yang dibagi menjadi tiga tipe.

Pilihan Redaksi: Harga Semen

Rp195.800.000 per unit; tipe 1 kamar tidur berjumlah 180 unit, seharga Rp 210.760.000 – Rp213.400.000 per unit; dan tipe 2 kamar tidur berjumlah 360, senilai Rp 304.920.000 – Rp310.640.000 per unit.

Ini Dia Alasan Pejabat Kenalkan Rumah Listrik Tenaga Surya di Monas

Kementerian ESDM mengadakan jalan sehat dalam rangka mengenalkan rumah listrik surya atap pada masyarakat. Menteri ESDM Ignasius Jonan menjadi tuan rumah dalam open house rumah listrik tenaga surya.

Mock-up rumah listrik surya itu dipamerkan di Monas dan memiliki tipe 36, daya listrik 5kwp, inverter 5,5 kwp, serta jaringan listrik PLN daya 7.700 watt. Di bagian atap rumah minimalis itu tampak panel-panel surya untuk menghasilkan tenaga listrik.

Baca Juga: harga kabel

Rumah itu menampilkan berbagai peralatan terkait penggunaan listrik surya atap, seperti kompor listrik untuk memasak dengan tenaga surya, dan berbagai kelengkapan listrik rumah tangga seperti lampu surya, dan kendaraan listrik yang di-charge. Mobil listrik dinilai lebih hemat 50 persen dibanding mobil BBM.

Menteri Jonan berharap masyarakat memilih listrik tenaga surya karena tidak merusak lingkungan, sekaligus bisa dipakai dalam jangka panjang. Anak muda pun diprediksi bisa mengoptimalkan tenaga surya.

“Energi bersih untuk kelistrikan dan kendaraan saya kira daya dorongnya akan besar karena generasi muda mendukung dan mendorong energi yang lebih bersih,” ujar Jonan yang ditemani Plt Dirut PLN Djoko Abumanan di Monas, Jakarta, Minggu (28/7/2019).

Acara bertajuk Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap (GNNS) ini dimotori oleh pemerintah bersama Asosiasi Produsen Modul Surya Indonesia (Apamsi), Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI), dan Penggunaan Listrik Surya Atap (GNNSA).

Gerakan ini menargetkan peningkatan persebaran Energi Terbarukan dari 5 persen pada 2015 menjadi 23 persen pada 2025. Dari target 23 persen itu, proyeksi Pembangkit Listrik Tenaga Surya adalah sebesar 6,5 Gwp.

Visi ini juga bentuk dukungan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan ancaman perubahan iklim, serta bentuk komitmen Indonesia terhadap Paris Agreement untuk melindungi lingkungan dan upaya mencapai tujuan Sustainable Development Goals (SDGs).

Daerah pelosok di Kabupaten Bogor, Jawa Barat mendapat bantuan lampu penerangan jalan umum tenaga surya (PJU-TS) dari PT Imza Rizki Jaya.

Bantuan ini sebagai upaya mendukung program Pemerintah Pusat, yakni di bidang pembangunan infrastruktur yang memanfaatkan sumber energi terbarukan untuk melayani masyarakat.

Direktur Utama Imza Rizki Jaya Rizayati mengatakan, dana yang dikucurkan untuk proyek PJU Tenaga Surya bagi warga Kabupaten Bogor senilai Rp 900 miliar.

“Ada 70 ribu lampu PJU Tenaga Surya. Setiap daerah akan mendapat 2.000 unit,” ujar Rizayati usai peluncuran nasional program Indonesia Terang di Bogor, Senin (08/04/2019).

Rizayati mengaku memiliki banyak relasi yang bersedia menjadi penyandang dana untuk program yang ia gagas demi kemakmuran rakyat Indonesia. Mereka berasal dari Korea, China, Arab Saudi dan Dubai.

“Mereka siap membantu anggaran demi menyejahterakan rakyat Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi, salah satunya program Indonesia Terang ini,” tegasnya.

Selain di Bogor, wilayah pelosok di Indonesia juga akan mendapat bantuan serupa, dalam membantu program Indonesia Terang yang digagas pemerintah.

“Program ini kami lakukan dari Sabang sampai Merauke. Fokus utama di Bogor,” kata dia.

Tak hanya program Indonesia Terang, pimpinan perusahaan properti ini juga sudah membangun rumah bersubsidi sebanyak 1.500 unit bagi warga miskin di tiga daerah, yakni Aceh, Manado, dan Lampung.

“Mereka menyerahkan dana Rp10 juta-Rp12 juta untuk mendapatkan rumah seharga Rp75 juta atau Rp35 juta untuk rumah seharga Rp135 juta,” ungkapnya.

Pilihan Redaksi: kusen aluminium

Untuk membangun rumah bersubsidi, Rizayati mengaku mengerahkan semua sumber daya yang ia miliki.

“Karena dana program itu dibayar pemerintah belakangan, saya mencari sumber dana dengan menghubungi relasi di luar negeri. Alhamdulillah, mereka percaya dan menyediakan dana untuk saya,” ujarnya.

Dengan dana sendiri dan bentuk tanggung jawab sosial, Rizayati juga menggelar program rehabilitasi rumah warga kurang mampu. Ada 100 rumah sudah diperbaiki di 4 daerah, salah satunya di Madura.

Ini Dia Alasan Anggota Satgas bantu tukang kayu dan Pembuat Kusen

Kehadiran anggota Satgas TMMD ke-105 Tahun 2019 Kodim 1310/Bitung di Kelurahan Duasudara Kecamatan Ranowulu, dalam melaksanakan progam pembangunan.

Sebagai prajurit Sapta Marga yang profesional, sarana komsos merupakan bagian dari Tugas maupun peran seorang prajurit di wilayah, yang selalu tanggap dan sigap dalam menghadapi permasalahan untuk mensejahterakan warga.

Ronny (47) sebagai tukang kayu mengaku senang dan berharap, atas kehadiran anggota Satgas TMMD ke-105, yang selalu membangun Desa maupun wilayah yang belum sejahtera dalam pembangunanya.

Baca Juga: kusen aluminium

“Kami gembira dan senang atas kehadiran anggota Satgas TMMD ke-105, karena lebih dekat dengan warganya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bahwa setiap harinya setelah kegiatan kerja dilapangan bapak- bapak TNI selalu menyempatkan waktunya untuk berbincang bahkan ikut membantu warga Kelurahan Duasudara.

Artikel Terkait: Harga Semen

Harapan kami TNI semakin dekat dengan masyarakat di wilayah agar kami merasa memiliki, bahwa TNI bagian dari kami, tutur bapak yang sehari harinya sebagai pembuat kusen jendela tersebut.

Beginilah Perumahan Berbasis Komunitas Yang Banyak Di Minati di Palembang

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) terus mendorong peningkatan kepemilikan rumah bagi semua kalangan terutama khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembangunan perumahan berbasis komunitas yang diperuntukan bagi komunitas profesi tertentu, salah satunya bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI dan Polri.

Baca Juga: Harga borongan bangunan

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kempupera, Khalawi AH mengatakan, pembangunan perumahan berbasis komunitas diperuntukan bagi komunitas profesi tertentu yang belum pernah mendapatkan program subsidi pembiayaan perumahan dari pemerintah.

“Salah satu perumahan yang akan dibangun dan disiapkan untuk ASN, TNI dan Polri adalah Perumahan Bhayangkara Praja Sriwijaya (BPS) Land di Kota Palembang,” kata Khalawi, Selasa (23/7/2019).

Direktur Rumah Umum dan Komersial (RUK) Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kempupera, Yusuf Hariagung mengatakan, perumahan BPS Land merupakan salah satu lokasi perumahan yang dipersiapkan oleh pemerintah sebagai lokasi pembangunan rumah berbasis komunitas diantaranya ASN, dan anggota TNI/ Polri.

“Dukungan Kempupera berupa fasilitasi bantuan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) seperti jalan lingkungan. Skema pembangunan perumahan berbasis komunitas merupakan kolaborasi Kempupera, pemerintah daerah (Pemda) dan pengembang lokal, serta perbankan,” kata Yusuf.

Yusuf menambahkan, pembangunan rumah ini merupakan salah satu upaya mencapai target program Satu Juta Rumah sebanyak 1.250.000 di tahun 2019. Menurutnya, berdasarkan data yang masuk, usulan bantuan pembangunan rumah berbasis komunitas di berbagai daerah seluruh Indonesia tahun 2020 yakni sebanyak 10.000 rumah.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Basyaruddin Akhmad mengatakan, pemerintah provinsi (Pemprov) Sumsel siap berkolaborasi dengan Kempupera untuk mengentaskan rumah tidak layak huni di Palembang.

Artikel Terkait: harga kaca

“Kita sudah siapkan empat rumah contoh. Pada tahun 2020 akan kita buat drainase, serta jalan lingkungannya dibantu Kempupera. Pemda dan Kempupera bersemangat untuk membangun rumah layak huni dan terjangkau melalui di 3 skema, yakni skema FLPP, BP2BT, dan perumahan berbasis komunitas,” kata Basyaruddin.