DAYA GUNA DALAM INTERAKSI MANUSIA & KOMPUTER

Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) / Human Computer Interaction (HCI) merupakan suatu disiplin ilmu yang mengkaji komunikasi atau interaksi diantara pengguna dengan sistem, yang bertujuan untuk menghasilkan sebuah sistem yang mudah digunakan, nyaman, efektif dan efisien. Memudahkan manusia dalam mengoperasikan komputer dan mendapatkan berbagai umpan balik selama bekerja pada sebuah sistem komputer. Dalam pembahasan kali ini, kami akan membahas tentang Daya Guna, daya guna sendiri dalam kamus besar bahasa indonesia ialah kemampuan mendatangkan hasil dan manfaat, efisien, tepat guna. Untuk pembahasan yang lebih lengkap kami telah merangkum pada bab pembahasan / isi. Pengertian Daya Guna Menurut ISO daya guna adalah tingkat produk dapat digunakan yang ditetepkan oleh user untuk mencapai tujuan secara efektif dan tingkat kepuasan dalam menggunakan (ISO,1998).  Menurut ISO 1998, daya guna atribut terdiri dari: Efektifitas: ketelitian dan kelengkapan dimana user mencapai tujuan. Efisiensi: sumber daya pembelajaran dalam hubungannya dengan ketelitian dan kelengkapan untuk user. Kepuasan: bebas dari ketidak nyamanan dan sikap positif  dalam menggunakan produk. Daya guna merupakan salah satu faktor yang digunakan untuk mengukur sejauh mana penerimaan pengguna  sistem. Terdapat beberapa faktor yang menentukan bahwa suatu sistem itu “boleh digunakan (usable) . diantara faktor –faktor yang selalu digunakan , terdapat 6 atribut daya guna antara lain : a)Efektifitas : ketelitian dan kelengkapan dimana penggguna mencapai gol  mereka. b)Learnabilitas : mudah untuk dipelajari untuk user baru. c)Efesiensi : steady state penampilan pengguna ahli. d)Memorabilitas :mudah didalam menggunakan sistem dan perintah-perinyahnya mudah diingat. e)Kesalahan : tingkat kesalahan yang kecil. f)Kepuasana subjectif : bagaimana sistem nyaman digunakan. Untuk mengukur daya guna suatu produk bisa dilakukan dengan hal-hal sebagai berikut : Ø Pembelajaran (learnbility) Ø Keefisienan (efficiency) Ø Kemampuan mengingat(memorability) Ø Kadar kesalahan (errors) Ø Kepuasan (saticfaction) Ø Presentasi (presentation) Ø Susunan layar (screen layouts) Ø Kemampuan sistem (system capabilitas) Daya Guna Heuristik Daya guna heuristik merupakan prinsip atau panduan untuk merekayasa bentuk user interface, diantaranya adalah : Ø Dialog yang sederhana dan alami (simple and natural dialogue) User interface harus seringkas mungkin dan bersifat natural. Setiap dialog seharusnya menghindari perintah-perintah yang tidak perlu dan tidak ada hubungannya dengan interface, karena untuk setiap ciri atau elemen baru yang ditambahkan berarti satu masalah baru yang harus dipelajari oleh pengguna. Pendekatan yang harus digunakan adalah : – Hanya menampilkan perintah yang diperlukan – Bentuk elemen grafik dalam user interface modern – Penggunaan warna yang baik dan tidak berlebihan – Desain layar dalam bentuk yang lebih ringkas – Dialog yang natural Ø Berbicara dengan bahasa user (speak the user language) Dialog seharusnya menggunakan bahasa yang dipahami oleh user. Perintah-perintah yang berorientasi mesin mestinya tidak digunakan sama sekali. Selain itu frasa-frasa yang digunakan harus mudah dipahami kebanyakan user, bukan hanya segelintir saja. Penggunaan singkatan dan bahasa yang tidak jelas juga harus dihindari karena dapat disalah tafsirkan sehingga membuat user keliru. Penggunaan metafora merupakan salah satu pendekatan yang boleh digunakan. Objek yang tampil di layar, jenis perintah, jenis interaksi pengguna, cara system memberikan feedback dan sebagainya adalah berdasarkan frasa yang biasa digunakan, misalnya desktop, icon, menu, cut, copy and paste. Ø Mengurangi beban ingatan user (minimize user memory load) User seharusnya tidak dibebani untuk mengingat atau menghafal pada saat berinteraksi dengan sistem. Sebagai contoh penggunaan menu dapat mengurangi beban user dibandingkan penggunaan baris perintah. Aplikasi yang menggunakan menu lebih memuaskan dan fleksibel. Dalam kasus-kasus tertentu format perintah perlu disampaikan dengan jelas. misalnya perintah DOS untuk menghapus dengan del dan membuat duplikasi dengan perintah copy. Ø Konsisten (consistency) Ciri-ciri konsisten adalah dapat menghindarkan user dari rasa was-was atau ragu-ragu di saat menggunakan suatu perintah atau fungsi. Disamping itu juga dapat mempercepat interaksi, misalnya perintah cetak dari windows dengan File > Print. Ø Sistem timbal balik (system feedback) Sistem seharusnya memberitahu pengguna segala aktifitas yang sedang berlaku atau status dari sistem. Status sistem menunggu input dari pengguna, memproses input, menampilkan output, dan sebagainya. Proses ini juga akan memberitahu status suatu sistem jika terjadi suatu kerusakan, misalnya status bar pada Microsoft word. Ø Jalan keluar yang jelas (clearly mark exit) Sistem seharusnya dapat memberikan penjelasan tentang kondisi dan solusi untuk menghaindari user terperangkap dalam tampilan-tampilan yang tidak diinginkan, aktivitas atau situasi dalam berinteraksi dengan sistem. Apabila user melakukan kesalahan dalam memilih perintah maka ia dapat keluar dari kesalahan tanpa ada masalah, misalnya perintah Undo. Ø Jalan pintas (shortcut) Demi kemudahan dan kecepatan interaksi di dalam menggunakan suatu sistem maka sudah seharusnya bila tersedia shortcut yang berguna untuk membantu user agar dapat menggunakan berbagai fungsi dengan mudah. Ø Pesan-pesan kesalahan yang baik (good error message) Menyediakan mekanisme pemberitahuan kesalahan dan menunjukkan situasi bahwa user berada dalam kondisi bermasalah serta membantu user untuk lebih memahami system. Terdapat empat peraturan yang harus diikuti dalam penggunaan pesankesalahan, yaitu : Pesan kesalahan yang digunakan harus jelas dan mudah dipahami, disampaikan dalam bentuk teks, frasa atau konsep yang mudah dipahami. Pesan yang disampaikan bersifat khusus. Pesan kesalahan yang disampaikan sebaiknya menyediakan cadanganpenyelesaian atas kesalahan. Penyampaian kesalahan dilakukan secara sopan. Ø Mencegah kesalahan (prevent errors) Rekayasa interface yang baik seharusnya mampu membuat user menghindari kesalahan, misalnya interaksi dengan menggunakan menu

Read more

Prinsip-prinsip dalam membuat desain dalam IMK

Prinsip-prinsip dalam membuat desain dalam IMK : 1.Metafora (proses perancangan bentuk). Maksudnya Menampilkan dan menggambarkan elemen-elemen (titik, garis, warna, ruang dan tekstur) yang relefan dan dikenali. Menggunakan desktop yang berhubungan dengan perancangan interface (Adobe Photoshop, Corel Draw, Macromedia flash dll). 2.Kejelasan. Setiap elemen yang digunakan pada interface harus beralasan dalam penggunaannya. Memperjelas pesan yang diberikan. […]

Read more

Apa itu User Profile ?

Suatu bentuk karakteristik user dalam. Hal ini sumber daya manusia yang akan mengoperasikan personal komputer dimana dalam sebuah interaksi sangat dibutuhkan sebuah karakteristik manusianya agar antara komputer dan manusia bisa saling memahami apa yang dimaksud. User Profile sendiri memiliki beberapa faktor yaitu Usability dan Design(UI). Selain itu, desain dalam suatu tampilan user juga mempengaruhi suatu kinerja pemrosesan dalam informasi […]

Read more

FAKTOR-FAKTOR PENDEWASA HCI

1.Faktor Kecerdasan Buatan Kecerdasan buatan merupakan bagian ilmu komputer yang bertujuan agar komputer dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan manusia serta menggabungkan cara berpikir manusia dengan mesin, untuk mengambil keputusan, memecahkan masalah dan pembelajaran. Faktor ini berperan penting dalam pengembangan IMK, sehingga akan tercipta sistem yang betul-betul menyerupai pola pikir manusia. Contoh : […]

Read more

Pengertian Interaksi Manusia Komputer

Pengertian Interaksi Manusia Komputer Interaksi adalah suatu jenis tindakan atau aksi yang terjadi sewaktu dua atau lebih objek mempengaruhi atau memiliki efek satu sama lain.  Interaksi Manusia dengan Komputer adalah sebuah hubungan antara manusia dan komputer yang mempunyai karakteristik tertentu untuk mencapai suatu tujuan tertentu dengan menjalankan sebuah sistem yang bertopengkan sebuah antarmuka (interface).   […]

Read more