59b182946c7d4_nike_cortez_flyknit

Sejarah Panjang Perebutan Sepatu Nike Cortez

Siapa yang tidak tahu brand kenamaan Nike? Perusahaan besar ini adalah perusahaan multinasional yang berasal dari Beaverton, Oregon, Amerika. Nike terlibat dalam banyak sektor usaha, dunia desain, manufaktur, pengembangan, pemasaran, sekaligus penjualan berbagai produk olahraga mulai dari sepatu, pakaian, peralatan, dan juga aksesoris. Perusahaan ini didirikan pada 25 Januari 1964 sebagai Blue Ribbon Sports oleh dua founder, Bill Bowerman dan Phil Knight. Brand ini menjadi produsen sport equipments utama dengan pendapatan lebih dari $24,1 miliar USD pada tahun fiskal 2012.

Baca Juga: Cara Terbaik Merawat Sepatu Kanvas Converse

Di tahun 2012 sendiri, Nike terhitung sudah mempekerjakan lebih dari 44.000 orang yang tersebar di seluruh dunia. Nama Nike sendiri diadopsi dari nama dewi kemenangan Yunani. Selain memproduksi pakaian olahraga dan barang olahraga lainnya, Nike juga telah mensponsori banyak atlet besar dengan profil yang luar biasa di beberapa tim olahraga yang ada di seluruh dunia, dengan menggunakan merek dagang mereka, yaitu “Just Do It,” dan logo ‘Swoosh‘ yang sudah diakui.

NIKE Cortez Flyknit
NIKE Cortez Flyknit | Source images : Bobobobo.com

Nah, dengan begitu banyaknya sepatu yang sudah diproduksi oleh Nike, tentu Anda tidak asing dengan nama Nike Cortez dong? Sneakers ini adalah salah satu sepatu terbaik yang pernah Nike keluarkan. Modelnya yang unik dan simpel mampu memikat para pecinta sneakers untuk memiliki sepatu ini di rak lemari sepatu mereka.

Dibalik kesuksesan sepatu Cortez, ternyata sepatu ini awalnya diproduksi di bawah nama Onitsuka Tiger. Sepatu ini didesain langsung oleh co-founder Nike, yaitu Bill Bowerman yang bekerja sama dengan Phil Knight. Pada saat itu, Bill adalah seorang pelatih atletik di sebuah universitas di Oregon. Bill memang pernah mengabdi pada merek asal Jepang, Onitsuka Tiger. Namun Bill akhirnya membuat proyek yang terbilang ‘iseng’ bernama Blue Ribbon Sports Company dengan Phil yang akhirnya menjadi Nike Inc. Kala itu, Bill pernah bekerja bersama Asics dan mendesain sepatu lari jarak menengah untuk Asics yang keluar dengan nama Onitsuka Tiger TG-24. Nama TG-24 akhirnya pun berubah menjadi ‘Cortez’ setelah Bill merubah nama sepatunya karena terinspirasi dari nama penjajah Spanyol yang mampu menumbangkan Suku Aztec, Hernan Cortes.

NIKE Classic Cortez Leather
NIKE Classic Cortez Leather | source images : Bobobobo.com

Para pecinta sneakers pun menyukai sepatu ini. Tepatnya sekitar tahun 1971, Bill Bowerman dan Phil Knight merubah nama Blue Ribbon Sports Company menjadi Nike dan merilis sepatu Nike Cortez pada tahun 1972. Mengetahui pihak Nike mengeluarkan sepatu Cortez yang di desain oleh Bill dibawah bendera Asics, akhirnya sepatu ini menjadi perebutan antara dua brand besar Nike dan Onitsuka Tiger. Perbedaan sepatu Onitsuka Tiger TG-24 dengan Nike Cortez terletak pada pemasangan logo ‘Swoosh’ di bagian samping sepatu. Bill sebagai desainer dari sepatu ini memenangi perebutan sepatu yang masuk ke meja hijau ini. Nike Cortez resmi menjadi milik Nike pada tahun 1974.

Onitsuka Tiger CORSAIR
Penampakan Onitsuka Tiger CORSAIR | source images : Hype DC

Pengadilan memutuskan bahwa kedua merek boleh menjual sepatu model tersebut. Pihak Asics pun merubah nama sepatu yang serupa ini menjadi Onitsuka Tiger Corsair, karena hanya Nike yang boleh menggunakan nama ‘Cortez’ dalam sepatu tersebut. Namun, sepatu Onitsuka Tiger Corsair tidak kalah laku dari Nike Cortez, ketenaran dari sepatu ini dibuktikan dengan lakunya sepasang sepatu ini di pasaran.

Perjalanan yang cukup melelahkan baik bagi pihak Nike dan Asics. Namun bagi Nike sendiri, jika saat itu mereka tidak memenangkan perebutan nama Cortez, mungkin Nike tidak akan setenar sekarang, walaupun Cortez tidak setenar model Nike lainnya, seperti Air Jordan atau Air Max. Mahakarya Bill Bowerman mampu menjadi tonggak ketenaran perusahaan perangkat olahraga terbesar dan paling terkenal di dunia saat ini.