Author Archives: Wahyu Fitriana

Keterampilan Bisnis vs Berpikir Kewirausahaan, Siapa Pemenangnya ?

Blog Dinus – Dalam posting paling baru mengenai pendidikan kewirausahaan, Gary Schoeniger, kepala petugas peningkatan content di Ide Belajar Wiraswasta, memiliki pendapat jika kewirausahaan tidak betul-betul mengenai mendapatkan ketrampilan usaha seperti spreadsheet serta gagasan pemasaran. Demikian sebaliknya, kewirausahaan ialah langkah seorang berfikir.

Ketrampilan usaha, Schoeniger meneruskan, cukup kontroversial, mungkin, sebenarnya, menghambat pemikiran kewirausahaan. Mengajari gagasan usaha serta proyeksi keuangan, mungkin lebih beresiko dibanding kebaikan.

“Sesaat ketrampilan ini mungkin terpenting untuk mengurus usaha yang ada dengan produk atau service yang dapat dibuktikan,” Schoeniger menulis, “mereka seringkali menghalangi proses kewirausahaan—proses mencari jalan keluar permasalahan yang pas.”

Menjadi seorang yang mengurus organisasi internasional yang mengajari kewirausahaan pada lebih dari 600.000 anak muda, Schoeniger memahami tujuannya. Kebingungan pada menjalankan usaha serta jadi wirausahawan ialah riil serta tidak merugikan ke-2 ketrampilan itu. Walau ketrampilan usaha adalah alat yang berguna, mereka berlainan dari apakah sebagai konsentrasi kewirausahaan.

Secara singkat, sesaat ketrampilan, pengalaman, pengetahuan, serta semangat menolong Anda menjalankan usaha Anda, itu adalah usaha manajemen; serta tentunya mereka mesti dihargai atas rintangan yang mereka hadapi.

Tapi lihatlah resiko menjadi contoh pembagian manajemen kewirausahaan: Banyak sekolah serta program usaha mengajari strategi untuk mengurus serta memitigasi resiko. Dalam usaha, resiko mesti dijauhi, diburu serta dibatalkan. Investor, manajer, eksekutif serta karyawan semua takut resiko. Serta dengan argumen yang bagus.

Buat seseorang entrepreneur, bagaimana juga, resiko ialah sumber kehidupan keberhasilan. Pengembangan serta penciptaan mustahil tiada itu. Entrepreneur mengajari ide ini dengan benar belajar untuk mengevaluasi serta merangkul resiko.

Ada contoh lainnya dari masalah dimana ketrampilan manajemen usaha serta langkah berfikir kewirausahaan berpisah. Kerjasama ialah satu. Beberapa pemimpin usaha condong mengawasi pengembangan sesaat beberapa entrepreneur ingin share serta bertukar inspirasi, bahkan juga dengan kompetitor mungkin.

Kewirausahaan, lalu, bukan “pekerjaan”; ini ialah langkah berfikir serta mendekati rintangan serta kesempatan. Itu penyebabnya wirausahawan sejati tumbuh subur di pemerintahan, organisasi nirlaba, serta usaha – baik menjadi karyawan ataupun pendiri. Telah dapat dibuktikan jika skema fikir kewirausahaan membuat karyawan yang mengagumkan sebab mereka mengidentifikasi permasalahan semenjak awal, serta menyediakan jalan keluar. Kewirausahaan-karyawan ambil kepemilikan atas pekerjaan serta kapasitas mereka serta condong berfikir kreatif serta bekerjasama dengan baik.

Apapun industri yang mereka pilih, wirausahawan sebaiknya yang menjalankan perusahaan yang telah ada, mulai yang baru serta berfikir besar. Kami memerlukan semakin banyak dari mereka, ambil resiko serta memecahkan permasalahan.

Perekonomian sekarang ini berbentuk global serta cair—lebih dari mulanya. Entrepreneur, mungkin lebih dari entrepreneur dengan ketrampilan lainnya, ialah pilihan terunggul untuk merangkul serta pimpin dunia yang kita punya saat ini serta yang akan kita punya selekasnya.