Batuk Berdarah Akibat TBC? Ini Cara Mengobatinya

batuk berdarah merupakan gejala dari tbc

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit infeksi pada saluran napas yang dapat menyebabkan batuk darah. Pengobatan sampai tuntas dengan regimen obat yang tepat adalah cara mengobati batuk darah akibat TBC yang paling efektif.

Angka penderita penyakit TBC hingga saat ini tetap tinggi. Tuberkulosis diketahui sudah ada sejak peradaban Mesir. Dan hingga saat ini angkanya terus meningkat.

Butuh berapa lama untuk lakukan cara mengobati batuk darah?

Tuberkulosis disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Kuman ini dapat dorman di dalam tubuh hingga bertahun-tahun. Inilah salah satu sebab mengapa pengobatan TBC sangat lama, memastikan pengobatan tuntas membutuhkan waktu 6-12 bulan. Pengobatan yang tidak tuntas meningkatkan risiko menjadikan kuman kebal terhadap obat yang tersedia sehingga sulit sembuh.

Pada kasus TBC tanpa komplikasi yang masih sensitif terhadap pengobatan, pengobatan dibagi menjadi 2 fase, yaitu fase intensif selama 2 bulan pertama, kemudian dilanjutkan dengan fase lanjutan selama 4 bulan. Dua bulan pertama, penderita TBC diharuskan minum 4 jenis obat setiap hari, yang terdiri dari rifampisin, INH, pirazinamid, dan ethambutol. Empat bulan berikutnya, pengobatan dilanjutkan dengan obat INH dan rifampisin yang diminum 2 kali seminggu.

FDC sebagai obat batuk darah

Saat ini sudah tersedia obat TBC dalam bentuk fixed-dose combination (FDC), sehingga pasien tidak perlu lagi minum 4 jenis obat yang berbeda, tetapi cukup 1 tablet yang sudah mengandung 4 obat yang diperlukan. Diharapkan dengan metode ini pasien tidak lupa ataupun jenuh minum obat.

Pada umumnya, keluhan akibat TBC, termasuk batuk darah, sudah akan membaik hanya dalam beberapa minggu pengobatan. Seringkali pasien sudah merasa sembuh sehingga tidak melanjutkan pengobatan. Padahal kemungkinan besar masih banyak kuman dorman yang belum mati. Oleh karena itu, sangat penting untuk menuntaskan pengobatan dan baru berhenti meminum obat setelah dinyatakan bebas TBC oleh dokter.

 

Sumber:

WHO. https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/255052/9789241550000-eng.pdf;jsessionid=A27CCF7B75F41E19D784A3830059D6A4?sequence=1. Diakses 20 Agustus 2019

SehatQ. https://www.sehatq.com/artikel/bahan-bahan-alami-untuk-mengobati-batuk-darah. Diakses 20 Agustus 2019

WebMD. https://www.webmd.com/lung/understanding-tuberculosis-treatment#1. Diakses 20 Agustus 2019

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *