Inilah 4 Macam Kardiomiopati yang Perlu Anda Ketahui

4 jenis kardiomiopati

Jantung adalah salah satu organ vital dengan peran yang sangat penting bagi tubuh. Otot yang terdapat pada jantung berfungsi memompa oksigen dan darah yang kaya akan nutrisi ke seluruh tubuh. Sama seperti organ lain, jantung juga dapat terkena penyakit, salah satunya adalah kardiomiopati. Suatu kondisi pada otot jantung yang menyebabkan otot jantung tidak dapat berfungsi dengan baik disebut sebagai kardiomiopati. Kardiomiopati memiliki 4 macam, yaitu:

  • Kardiomiopati Dilatasi yang mempengaruhi kemampuan pompa jantung ventrikel kiri (bilik kiri jantung) sehingga darah tidak dapat keluar jantung secara efektif.
  • Kardiomiopati Hipertropik yang diakibatkan oleh penebalan otot jantung, terutama pada biliki kiri yang membuat fungsi jantung sebagai pemompa darah terganggu.
  • Kardiomiopati Restriktif yang diakibatkan oleh otot jantung yang menjadi kaku dan tidak elastis. Akibat dari otot jantung yang kaku dan tidak elastis tersebut jantung tidak dapat mengembang dan tidak dapat memompa darah dengan baik.
  • Arrhythmogenic Right Ventricular Dysplasia yang terjadi pada otot jantung kanan bawah atau ventrikel kanan. Pada kondisi ini otot jantung digantikan oleh jaringan parut yang berdampak denyut jantung yang tidak teratur.

 

Gejala dan penyebab kardiomiopati

Pada tahap paling awal kardiomiopati, bisa jadi tidak ada gejala apapun. Gejala yang terjadi pada kardiomiopati ditimbulkan akibat tidak mampunya jantung memompa darah ke seluruh tubuh seperti:

  • Mudah lelah dan merasa selalu lemah.
  • Mengalami sesak nafas setelah beraktifitas berat seperti berolahraga.
  • Merasa pusing.
  • Nyeri di bagian dada.
  • Jantung berdebar.
  • Pingsan secara mendadak.
  • Pembengkakan di bagian kaki.

Meskipun hingga kini penyebab kardiomiopati belum diketauhi secara pasti, beberapa faktor dapat berkontribusi menimbulkan terjadinya kardiomiopati, antara lain:

  • Tekanan darah tinggi.
  • Riwayat serangan jantung.
  • Jantung berdebar.
  • Kelainan katup jantung.
  • Obesitas dan berat badan berlebih.
  • Diabetes
  • Defisiensi vitamin dan mineral.
  • Konsumsi alkohol dan pemakaian narkoba.
  • Efek samping kemoterapi.
  • Penyakit infeksi.
  • Penumpukan zat besi di otot jantung (hemokromatosis).
  • Peradangan pada jantung yang menimbulkan benjolan.

 

Apakah kardiomiopati bisa dicegah?

Sama dengan penyakit lain, kardiopati juga dapat dicegah. Cara mencegah kardiomiopati adalah dengan tidak mengkonsumsi alkohol, menggunakan narkoba, melakukan diet yang sehat dan seimbang dapat mencegah timbulnya kardiomiopati. Selain hal tersebut menjaga tekanan darah, kadar lemak, dan serta mengontrol kadar gula darah yang tinggi dapat mencegah terjadinya kardiomiopati. Hal ini akan semakin baik apabila ditunjang dengan gaya hidup yang sehat seperti berolahraga secara teratur dan memiliki waktu tidur yang cukup.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *