Transaksi Hedging Swap Mengalami kenaikan

Pelonggaran aturan transaksi hedging swap yang dilakukan Bank Indonesia berdampak ke meningkatnya bisnis perbankan di transaksi lindung nilai. Sebelumnya B I mempermudah persyaratan dokumen yang diperlukan sebagai aset underlying dalam transaksi lindung nilai. BI mencatat sebelum adanya relaksasi hedging pada 15 Agustus lalu , posisi volume fx swap BI masih di bawah US$ 1 miliar.

Setelah adanya relaksasi hedging, yaitu kebijakan pricing baru, pada 13 September kemarin, posisi fx swap BI sudah melampaui US$ 5 miliar. Peningkatan terbesar datang dari fx swap tenor dua bulan, enam bulan dan 12 bulan.

Pribadi Santoso Kepala Group Pengelolaan Moneter BI mencatat sejak aturan dilonggarkan, volume transaksi hedging fx swap cukup tinggi. “Kami ke depan ingin mengoptimalkan transaksi hedging swap ini,” kata Pribadi. Hal ini karena, menurut catatan BI, mayoritas hedging swap dila- kukan di tenor pendek yaitu satu minggu. Pribadi bilang dengan adanya relaksasi ini, maka diharapkan premi swap bisa lebih efisien. Selain itu hal ini bisa berdampak pada efisiensi premi swap di pasar pada khususnya dan efisiensi pasar uang pada umumnya.

Agar transaksi hedging bisa lebih tinggi, maka BI terus melakukan komunikasi lebih luas ke eksportir atau nasabah. Seiring penurunan nilai minimum untuk lindung nilai menjadi US$ 2 juta, BI juga akan menyempurnakan dokumen yang diperlukan sebagai underlying fx swap hedging. Listiarini Dewajanti SEVP Treasury & Global Services Bank BRI menambahkan relaksasi transaksi hedging merupakan upaya untuk memperdalam pasar valas domestik. “Karena instrumen swap jangka menengah masih terbatas,” kata Listiarini. Jika bank bisa mengoptimalkan transaksi hedging, risiko nilai tukar di atas kertas bisa diminimalkan. Peningkatan transaksi hedging juga bisa meningkatkan kegiatan investasi di Indonesia.

Relaksasi ini juga membuat bisnis bank makin tokcer. Rico Rizal Budidarmo. Direktur Bisnis Tresuri & Internasional BNI mengakui memang ada peningkatan dari sisi volume transaksi. BNI mencatat, volume transaksi hedging BNI dari kuartal 1 ke kuartal 2 2018 meningkat 69%. “Setelah berlakunya peraturan swap lindung nilai dalam PADG No.20/18/PADG/2018, kami telah melakukan diseminasi aturan tersebut secara nasional,” kata Rico, Senin (24/9). Sebelumnya bank sentral memang sudah menurunkan minimal transaksi FX swap lindung nilai. Batas minimal transaksi forex swap hedging kini hanya US$ 2 juta dari sebelumnya US$ 10 juta. Jika nilai transaksi minimal lebih rendah, tentu makin banyak nasabah, termasuk eksportir, yang bisa mengakses. BI memang berusaha bergerak cepat menyiapkan amunisi untuk memperkuat rupiah. Apalagi, transaksi spot masih mendominasi pasar valas di Indonesia.