Jual Genset di Makassar Termurah

Distribusi penyebaran genset tersebar di seluruh wilayah di Indonesia salah satunya seperti di Makassar. Toko Jual Genset di Makassar Termurah melayani penjualan hingga ke luar kota, dengan dukungan dari tim penjualan yang berpengalaman serta layanan purna jual atau sales service yang didukung oleh devisi service dan sparepart.

Seperti yang telah anda ketahui bahwa di beberapa wilayah Indonesia masih terdapat daerah yang masih memiliki masalah listrik mati mendadak dengan durasi yang cukup lama, bahkan ada sebagian kecil wilayah di Indonesia yang belum teraliri listrik sehingga masyarakat memanfaatkan genset untuk memperoleh sumber listrik untuk memperlancar kegiatan sehari-hari.

Distributor Jual Genset di Makassar

Apabila anda ingin membeli genset dengan harga yang murah, anda dapat mendapatkannya di distributor jual genset Makassar dengan kualitas yang baik. Untuk harga biasanya dipengaruhi oleh merek, tipe, kualitas, serta garansi yang diberikan oleh penjual. Untuk mendapatkan harga yang lengkap anda dapat langsung mengunjungi toko yang menjual genset tersebut.

Sebelum anda membelinya, pastikan terlebih dahulu berapa ukuran yang anda butuhkan, sehingga spesifikasi produk yang didapat sesuai dengan kebutuhan anda. Apabila diperlukan, anda dapat membandingkan harga yang ditawarkan dari penjual lain.

Pusat Penjualan Genset di Makassar

Di wilayah Makassar terdapat tempat penjualan generator set dengan harga murah serta banyak pilihan jenis serta ukuran yang lengkap. Semua produk ditawarkan dengan harga grosir yang dapat anda jual kembali dengan menambahkan selisih harga dari toko atau tempat anda membelinya.

Dengan selisih harga beli dan harga jual yang anda tetapkan, maka anda mendapatkan keuntungan secara langsung. Selain itu apabila anda membeli untuk kebutuhan sendiri, anda juga telah mendapatkan keuntungan karena harga yang anda peroleh merupakan harga reseller. Berbeda apabila anda membelinya pada penjual yang bukan distributor.

Tempat penjualan genset di Makassar juga memberikan sistem penjualan secara online sehingga akan memudahkan anda dalam menawarkannya pada konsumen.

Dengan adanya informasi terkait penjualan genset di Makassar ini, kami harap dapat membantu anda yang sedang mencari genset untuk keperluan pribadi maupun bisnis.

3 Pilar Utama dalam Belajar SEO

Pilar Utama dalam Belajar SEO

Jika Anda merupakan pemilik website dan digunakan untuk keperluan  bisnis online atau toko online maka Anda perlu untuk belajar SEO, paling tidak 3 Pilar Utama dalam Belajar SEO. Jika ingin membahas tentang SEO tidak akan pernah selesai, tentu saja ini ada hubungannya dengan mesin pencari seperti google, bing, atau yahoo.

Mesin pencari selalu memiliki tolak ukur tersendiri untuk mengubah algoritamnya agar menghasilkan hasil yang lebih relevan. Pergantian juga dilakukan secara berkala. Anda tidak dapat memastikan apa algoritma yang sesungguhnya ditentukan, tetapi Anda bisa menganalisa sehingga situs web Anda bisa tetap eksis di mesin pencarian tersebut

3 Pilar Utama dalam Belajar SEO yang Perlu Anda Ketahui

  1. Backlink Yang Bagus dan Berkualitas

Backlink merupakan salah satu hal yang penting selain keyword. Backlink bahkan dinilai oleh beberapa orang sebagai jiwa dari SEO. Mesin pencari seperti google dan yang lainnya akan terus melakukan seleksi terhadap sebuah situs web salah satunya ialah dengan melihat backlink.

Backlink sendiri merupakan penilaian yang dilakukan oleh pihak lain atau website lain terhadap situs Anda. Pastikan konten Anda bermanfaat dan bagus sehingga backlink Anda akan termasuk ke dalam backlink yang berkualitas.

  1. Internal Link Building

Internal link building merupakan salah satu metode dengan memanfaatkan setiap halaman seperti blog agar membangun link dengan halaman yang lain tentu masih menggunakan blog yang sama. Contohnya seperti wikipedia. Jika Anda masih bingung, Anda bisa menggunakan jasa SEO yang sudah ada di berbagai kota termasuk Jasa seo toko online  Semarang sehingga lebih optimal.

  1. Frekuensi update posting

Melakukan update postingan secara berkala merupakan salah satu hal yang perlu Anda perhatikan. Posting dilakukan menggunakan kurun waktu yang sudah tetap. Paling tidak Anda harus merencakan jadwal posting. Pastikan setiap postingan memiliki support backlink yang bagus agar terhindar dari duplikasi.

Selain itu, setiap postingan yang baru paling tidak memiliki 1 link ke artikel yang telah di posting sebelumnya. Backlink juga sangat menentukan poin nomor 3 ini.

Artikel ini bersumber dari abimanaseo

Memahami Knowladge Management Teknologi Informasi

Knowledge management (KM) merupakan salah satu konsep dalam dunia teknologi informasi (tI) yang terlihat “hidup segan, mati tak mau”. Bagaimana konsep ini dapat diterapkan dengan tepat dalam Agile?

Bila ditanya mengenai urgensinya, pihak manajemen dalam sebuah organisasi bisa dipastikan akan menjawab bahwa KM memiliki peran penting dalam kelangsungan hidup organisasi. Namun jawaban tersebut kadang tidak diwujudkan secara nyata. Pada kenyataannya, urgensi KM tetap kalah penting dibandingkan kegiatan operasional yang lain dalam sebuah organisasi sehingga perhatian organisasi terkait KM tetap rendah bahkan cenderung tidak ada. Walau beigtu, hal-hal dengan urgensi jangka panjang seperti KM tentu tak kalah penting dengan kegiatan-kegiatan operasional yang memiliki orientasi jangka pendek.

Kelangsungan hidup organisasi dalam jangka panjang memang penting, tapi di hadapan dorongan eksternal yang begitu kuat, pencapaian yang bersifat jangka pendek akan diutamakan. Itulah salah satu alasan kenapa KM tetap dinilai penting, tapi penerapannya menunjukkan kesan bahwa KM tidak penting.

Dalam Agile, kesan pentingtidak-penting untuk KM pun tetap ada. Agile dikenal secara umum sebagai paradigma atau cara kerja yang berorientasi pada hasil tanpa peduli pada dokumentasi. Hal itu tertuang dalam Agile Manifesto for Software Development: “working software over comprehensive documentation”. Mereka yang bekerja menggunakan Agile lebih fokus dalam menghasilkan produk yang dibperlukan masyarakat tanpa memikirkan dokumentasi terkait produk itu sendiri atau terkait pada proses pembuatan produk tersebut.

Informasi dan knowledge yang diperoleh dari pekerjaan terkait umumnya bersifat tacit, yaitu berada di dalam kepala tiap orang yang terlibat. Ini adalah salah satu isu besar dalam konteks KM karena knowledge yang berharga bagi organisasi hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu sehingga organisasi akan memiliki ketergantungan pada orang-orang tersebut.

Hal yang penting ditekankan adalah setiap pekerjaan berpotensi menghasilkan dua “produk”, yaitu produk (barang) yang dibuat, misalnya software; dan knowledge yang diperoleh selama proses pembuatan produk tersebut, misalnya best practice dalam pembuatan software atau masalah-masalah yang timbul beserta solusinya. Produk pertama sudah tidak asing lagi, tapi produk kedua sering tidak tampak pada “radar” organisasi. Persepsi itu yang perlu diubah dalam organisasi terkait. Dalam setiap pekerjaan, knowledge harus menjadi bagian dari produk yang dihasilkan dari sebuah pekerjaan. Bahkan knowledge pun dapat dijadikan tolok ukur keberhasilan pekerjaan.

Kedua produk itu dapat diwujudkan dalam Agile karena Agile bukan tidak peduli pada dokumentasi. Agile hanya melihat nilai tambah lebih dengan fokus pada produk daripada dokumentasi. Fokus pada produk itu berarti menyusun dokumentasi sesuai kebutuhan, yaitu dokumentasi yang benarbenar relevan dengan pekerjaan, bukan sekadar formalitas dengan isi yang cenderung redundant. “Just enough documentation”, itu kata kuncinya. Bekerja secara Agile berarti bekerja dengan membuat dokumentasi secukupnya, bukan bekerja tanpa dokumentasi, bukan pula bekerja dengan membuat dokumentasi selengkap mungkin. Untuk mencapai hal itu, dukungan dari pihak manajemen organisasi merupakan hal yang penting.

Pihak manajemen perlu menegaskan bahwa dokumentasi itu tetap perlu dibuat sesuai kebutuhan yang ada. Hal itu perlu dijadikan kebiasaan dalam bekerja di dalam organisasi. Pihak manajemen pun perlu memutuskan antara knowledge yang diperbolehkan tetap tacit dan knowledge yang perlu diubah menjadi eksplisit. Pada intinya, pihak manajemen harus mengambil keputusan-keputusan yang tepat agar knowledge yang relevan dituangkan dalam bentuk eksplisit oleh pihak-pihak yang terlibat.

Selain itu, pihak manajemen pun perlu menyediakan media yang relevan untuk mengumpulkan semua tacit knowledge yang telah diubah menjadi explicit knowledge. Seiring waktu, keberadaan media tersebut dapat mendorong terbentuknya single source of truth yang dapat dijadikan acuan oleh seluruh elemen dalam organisasi. Salah satu media yang dapat digunakan adalah Wiki. Wiki merupakan media yang sesuai dengan cara kerja Agile karena keduanya sama-sama mengutamakan kolaborasi. Agile mengutamakan kolaborasi dalam bekerja, sementara Wiki merupakan media yang unggul dalam kolaborasi .

Perjalanan Evolusi Sistem Keamanan Informasi

Perjalanan Evolusi Sistem Keamanan Informasi – BAGAIMANA KONDISI keamanan siber di Asia saat ini?”. Jawaban untuk pertanyaan yang kerap muncul itu simpel saja: kesadaran keamanan Asia tertinggal beberapa tahun dari yang lain. Untuk memahami pernyataan tersebut, dibutuhkan sedikit penjelasan tentang proses evolusi kesadaran keamanan (security awareness) dalam satu komunitas. Dalam pemahaman penulis, evolusi security awareness terjadi dalam empat fase.

Pertahanan perimeter

Kisah di era koboi Wild West di Amerika dapat menjadi setting yang pas untuk mendeskripsikan fenomena ini. Ketika para pemukim pertama kali berpindah ke kawasan Barat Amerika, mereka membawa serta keluarga, barangbarang, dan segalanya, termasuk barang berharga, mata uang, dan benda-benda lain yang bisa mereka gunakan untuk barter. Tentunya, ketika menetap di satu wilayah, komunitas masyarakat akan mendirikan bank atau tempat penyimpanan (storehouse) untuk memfasilitasi perdagangan. Tembok-tembok di sekeliling storehouse itu berfungsi sebagai batas pertahanan (perimeter) dengan pintu-pintu yang sudah reyot sebagai firewall”.

Kadang-kadang, pintu-pintu masuk dijaga oleh seseorang yang bersenjata, dan para penjaga ini adalah Intrusion Prevention System (IPS) yang tidak termonitor. Kita semua tahu bagaimana kelanjutan ceritanya. Jesse James dan anak buahnya menyerbu ke bank, dan mengambil semua uang yang ada di sana. Kerentanannya di sini adalah kekuatan pertahanan yang terprediksi. Yang perlu dilakukan Jesse James adalah mengeksekusi exploit dengan membawa lebih banyak orang bersenjata daripada penjaga di bank. Dalam konteks keamanan maya, penjahat maya menemukan kerentanan di satu port yang terbuka. Lalu mereka membuat exploit untuk aplikasi jaringan. Dalam waktu tak terlalu lama, data pun berhasil mereka curi. Exploit yang sama bahkan dapat mereka gunakan lagi di beberapa tempat lain, sampai solusi keamanannya ditemukan. Kembali ke kisah zaman koboi, bank dirampok, masyarakat pun marah.

Terjadilah transisi dari fase satu ke fase dua, yang dimulai dengan pengerahan semua upaya untuk mengidentifikasi dan menangkap si penjahat. Dalam konteks keamanan siber, temuan utama di akhir fase satu adalah pertahanan perimeter yang sudah terprediksi dan kurangnya kemampuan merespon secara efektif. Ini justru menyebabkan bank diserang secara terus menerus.

Atribusi sebagai pencegah (deterrent)

Komunitas mulai membangun organisasi, tool, dan proses baru untuk mengidenti? kasi penjahat. Jawaban komunitas Wild West untuk kasus Jesse James dan penjahat sejenis adalah Pinkerton National Detective Agency. Agen detektif ini bertugas mencari informasi apapun tentang Jesse James dan menangkapnya, sehingga bank terlindungi dari perampokan berikutnya. Ini juga menjadi satu “pelajaran” bagi para penjahat, bahwa mereka akan ditangkap jika melakukan itu.

Pinkerton adalah agen detektif yang kelewat mahal. Padahal setelah Jesse James tertangkap, perampokan bank masih terjadi. Bahkan, tindakan ini menjadikan profesi ini romatisisme tersendiri dan memengaruhi industri film, penulisan novel, dan karya-karya fiksi lainnya. Dengan publisitas setinggi itu, angka kriminalitas jenis itu justru meningkat, tanpa memandang lagi industri yang menjadi sasarannya. Hasil dari kampanye atribusi tersebut adalah melakukan aktivitas (kejahatan) seperti itu adalah sesuatu hal yang “cool”.

Atribusi sebagai pencegah lagi-lagi suatu strategi preventif yang tidak efektif dan komunitas mengetahui hal itu. Strategi ini bisa saja digunakan tapi dalam kadar tertentu. Namun strategi ini seringkali menimbulkan efek yang merugikan selama fase evolusi. Atribusi sebagai fokus utama dalam strategi kemanan ini sangat mahal dan apapun yang Anda lakukan, para penjahat tetap saja akan mencuri uang Anda.

Pertahanan mendalam

Di fase ini, terjadi halhal yang menarik. Kanal komunikasi dibangun antarorganisasi di banyak sektor. Proses-proses untuk mitigasi risiko dibuat dan komunitas pun mulai bergeser ke arah strategi keamanan berbasis respon. Bank-bank modern adalah contoh terbaik untuk itu. Tembok tebal, kaca pengaman, dan para petugas keamanan bertindak sebagai langkah pencegahan, tapi perampokan bank tetap terjadi. Jika Anda memerhatikan penempatan dan tujuan penanggulangan keamanan di kantor-kantor cabang bank, mulailah jelas bahwa bank memaksimalkan kemampuan merespon, bukan meningkatkan upaya pencegahan perampokan.

Tembok tebal malah akan mengarahkan perampok ke jalanjalan masuk yang spesifik, kamera kebanyakan diarahkan ke dalam bank, teller memiliki tombol darurat, dan bank menyewa petugas keamanan swasta dari kalangan kepolisian maupun staf keamanan yang terlatih. Setebal-tebalnya tembok, para penjahat masih bisa menembusnya, misalnya dengan menabrakkan truk. Tujuan dipasangnya kamera adalah merekam aktivitas agar bisa ditinjau ulang nantinya dan membantu investigasi (respon). T

Tombol darurat terkoneksi ke kantor polisi sehingga pihak berwenang dapat mengirimkan pasukan terlatih untuk menundukkan penjahat. Polisi yang disewa bank maupun petugas keamanan terlatih yang ada lebih bermanfaat menjadi pengamat terlatih karena mereka dapat memberikan keterangan saksi yang kredibel dan menjadi bukti kuat dalam penuntutan pidana dan klaim asuransi (juga respon). Tidak satupun dari cara penanggulangan ini akan mencegah terjadinya perampokan.

Namun kesemuanya itu dan dalam jangka waktu yang cukup lama, bukti yang cukup kuat dapat dikumpulkan untuk memulai predictive analytics. Komunitas dapat mempelajari blueprint mana yang dapat mengurangi jumlah perampokan dan berapa nilainya jika sampai ada bank yang benar-benar dirampok. Data ini dapat dilihat pula oleh para penegak hokum maupun bank lain sehingga mereka dapat menyusun strategi keamanan. Dan yang paling penting, langkah ini akan membantu di bidang asuransi.

Monetization dan asuransi

Fase terakhir dan tersulit yang akan dicapai komunitas adalah monetization yang pada umumnya membutuhkan koordinasi tinggi antara pemerintah, industri, dan komunitas agar dapat berjalan secara efektif. Komunitas harus mengumpulkan data dalam jumlah besar harus dikumpulkan dan membangun predictive modelling yang tepat. Begitu dua hal ini tersedia dan pihak asuransi dapat menanggung risiko serangan secara terprediksi dan dengan hitung-hitungan yang terjangkau, kematangan keamanan (security maturity) telah tercapai.

Teknologi Jaringan 5G Perlu Fondasi Digital Mutakhir

Teknologi Jaringan 5G Perlu Fondasi Digital Mutakhir – Teknologi mobilitas mutakhir 5G siap hadir dengan kecepatan yang luar biasa. Bagi konsumen, dengan kecepatan setinggi ini, mengunduh film berkualitas HD sekalipun bisa tuntas dalam waktu sekejap. Bagi penulis seorang technophile seperti penulis, kehadiran 5G memiliki arti lain lagi.

Teknologi baru ini menghadirkan kemungkinan-kemungkinan baru yang tak terbatas. Terbayang bagaimana aplikasi-aplikasi virtual reality dan augmented reality kini bisa digelar hanya dalam waktu singkat, atau bagaimana robot-robot industri akan mampu mengompensasi segala kekurangan yang dimiliki oleh tenaga kerja manusia, atau bagaimana perangkatperangkat terkoneksi di rumah bisa merespons setiap perintah, meskipun itu dilakukan dari jarak jauh. Bagi penyedia layanan telekomunikasi atau communications service provider (CSP), yang selama ini dianggap sebagai yang terdepan dalam hal teknologi mobilitas, implikasi kehadiran teknologi tersebut bagi mereka tentu sangat besar.

Dalam kurun satu dekade belakangan, tak sedikit penyedia layanan telekomunikasi yang telah menggeser perannya, bahkan sampai pada penyediaan utilitas perpipaan. Di sisi lain, para disruptor bisnis mereka mulai bermunculan dan makin gencar memanfaatkan infrastruktur telekomunikasi yang ada untuk meraup keuntungan seoptimal mungkin. Perusahaan-perusahaan baru berbasis internet, seperti penyedia content, kian gencar mengoptimalkan pemanfaatan actionable data, serta menghadirkan inovasi dan layanan pelanggan model baru dengan sangat cepat.

Bahkan lebih cepat dari sebelumnya, berkat dukungan sebuah fondasi digital untuk jaringan, yang kini sarat dengan kapabilitas mutakhir Bertepatan dengan diloloskannya spesifikasi pertama teknologi 5G, terbukalah peluang baru bagi CSP untuk segera melakukan transformasi dalam menyuguhkan produk dan layanan baru bagi pelanggan. Teknologi 5G mendukung penyedia layanan telekomunikasi mampu unjuk kegesitan dan memiliki tingkat skalabilitas tinggi dalam menyuguhkan layanan dan meluncurkan aplikasi-aplikasi baru, serta meraih daya saing tinggi berkat keberhasilannya menyuguhkan layanan prima kepada pelanggan Sejumlah kalangan optimis bahwa 5G bakal dapat dinikmati secara komersial di awal tahun ini.

Namun beberapa kalangan konservatif yang memandang perlunya pematangan teknologi ini lebih jauh, melihat bahwa teknologi era baru tersebut akan siap di tahun 2020. Anggaplah bahwa teknologi era baru tersebut tiba di tahun 2020 sesuai dengan prediksi terakhir. Jeda waktu kurang dari dua tahun yang ada bukanlah waktu yang singkat bagi industri telekomunikasi untuk dapat menyiapkan diri menjadi ujung tombak dalam mengoptimalkan manfaat dari kehadiran teknologi 5G.

Mengatasi kendala di Persimpangan

Perlu cara jitu untuk mengoptimalkan kehadiran teknologi 5G guna mendukung bisnis, karena 5G itu sendiri menuntut ketersediaan arsitektur software-driven serta network functions virtualization (NFV). Misalnya pada kemampuan network slicing yang menjadi satu aspek kunci dalam teknologi 5G ini, yakni kemampuan untuk melakukan pembagian dan scaling jaringan dalam basis model as-a-service maupun model on demand.

Untuk mengeksekusinya dibutuhkan dukungan sebuah bangunan infrastruktur softwaredefined yang mumpuni. Infrastruktur jaringan berbasis legacy yang masih banyak dipakai oleh CSP saat ini dianggap tak mampu lagi mendukung pemanfaatan seluruh kapabilitas teknologi 5G secara optimal. Jaringan yang mereka bangun tersusun atas hardware dan software yang berfungsi sebagai penghantar untuk lalu lintas data, voice, maupun video yang melimpah dan memang tidak dioptimalkan fungsinya untuk teknologi 5G.

Kondisi tersebut menuntut perlunya dilakukan peningkatan sistem dengan menggelar virtualisasi fungsi jaringan atau NFV pada infrastruktur yang ada sekarang ini, agar sistem tersebut menjadi terotomatisasi dan makin agile. NFV memungkinkan digelarnya virtualisasi di sejumlah layanan jaringan, seperti di router, firewall, load balancers, core network, SD-WAN, dan di sejumlah peranti lainnya, yang fungsinya saat ini masih dipegang oleh hardware appliances terdedikasi yang mereka bangun sendiri.

NFV mengganti peran dari hardware tersebut dengan software yang dijalankan di area server komersial secara off-theshelf. NFV secara fundamental mengubah cara beroperasi dan bagaimana jaringan penyedia layanan yang ada saat ini dibangun. NFV juga membantu penyedia jaringan dalam memangkas biaya untuk penyekalaan jaringan secara signifikan, sekaligus mendukung meningkatkan kapabilitas dalam menyuguhkan layanan baru, melalui pemanfaatan teknologi cloud secara optimal hingga ke wilayah network edge.

NFV merupakan aglomerasi dari seluruh fondasi teknologi software yang ada, yang menyokong SDDC dan public cloud, virtualisasi, SDN, pengelolaan infrastruktur virtual, hingga analitik. NFV menyatukan semuanya dalam sebuah desain yang ramping, kemudian menimpanya dengan beragam kapabilitas paripurna, seperti ketersediaan tinggi, aplikasi real time, serta kapabilitas layanan yang terkoneksi. Mudahnya, untuk berubah menjadi pelaku industri telekomunikasi yang telah siap 5G dan siap masa depan, perlu dilakukan perombakan pada infrastruktur TI legacy yang digunakan saat ini.

Gelar Rencana Petajalan

Pada akhirnya, semua bermuara pada satu tujuan, yakni bagaimana membuat jaringan menjadi lebih efisien dalam rangka mendukung digelarnya layanan-layanan baru dengan lebih cepat. Serta bagaimana dapat memangkas proses dan waktu dalam setiap provisi, dari yang sebelumnya membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan, kini terpangkas menjadi hanya hitungan hari saja. Sebuah strategi jitu untuk platform yang bisa dimaksimalkan pemanfaatannya oleh para penyedia layanan telekomunikasi dalam rangka mendukung digelarnya model dan layanan bisnis baru mereka dengan sukses.

Seiring dengan geliat pacu di lini 4G dan saat ini tengah gempita menyambut kehadiran masa depan 5G, kita perlu memikirkan jauh ke depan, bukan melulu soal bagaimana kita mampu membangun sebuah jaringan fiber berkecepatan tinggi. Infrastruktur inti yang kokoh menjadi hal krusial bagi CSP untuk merajai setiap kancah kompetisi di industri. Penulis yakin bahwa penyedia layanan telekomunikasi juga telah siap untuk menapaki jenjang yang lebih tinggi lagi, menyongsong kehadiran era baru teknologi 5G yang telah di depan mata kita.

Ginjal Si Kecil Tak Berkembang Dengan Baik di Dalam Kandungan

Ginjal Si Kecil Tak Berkembang Dengan Baik

Ginjal Si Kecil Tak Berkembang Dengan Baik – Faye Yolody, 28, harus kehilangan anak pertamanya di dalam Saya bersama suam kandungan, karena kelainan ginjal.

Pada 5 Oktober 2015, tepatnya jam 4.30, saya terbangun karena diserang rasa mual yang parah. Saya langsung melompat ke kamar mandi lalu muntah. Curiga hamil, tetapi saya tidak mau terlalu percaya diri. Saya baru berani memeriksa dengan test pack 8 hari kemudian dan hasilnya benar positif. Pada pemeriksaan awal kehamilan, dokter mengatakan ada polip di mulut rahim saya. Ia menyarankan operasi kecil menggunakan laser.

Ketika itu, usia kandungan sudah 4 minggu. Operasi kecil ini berjalan lancar, begitu pula kehamilan saya selanjutnya.

AIR KETUBAN TERUS MENIPIS

Di awal 2016, setelah menanam tekad dan harapan baru, saya justru menerima berita buruk. Hari itu, saya memeriksakan kandungan rutin di usia 14 minggu. Tampak di layar USG, air ketuban saya berkurang drastis. Air ketuban di bagian muka janin masih ada, tetapi di bagian perut ke bawah, sudah semakin sedikit.

Dokter berasumsi saya dehidrasi dan menyarankan untuk banyak minum, paling sedikit 2 L air per hari. “Kalau tidak ada air ketuban, janin tidak bisa bergerak dan terhambat pertumbuhannya,” jelas dokter. Mendengar kata ‘pertumbuhan terhambat’, saya mulai takut.

Namun, saya diingatkan untuk tetap berpikir positif. Saat itu memang saya beranggapan dehidrasi, karena kelelahan bekerja dan kurang minum. Sejak itu tak hanya 2 L air saya minum, tetapi sekitar 4 L air per hari. Saya juga aktif mencari informasi di internet soal pentingnya air ketuban untuk janin. Dari sana, saya tahu bahwa air ketuban itu berasal dari urine janin.

Baca juga : Makanan bayi 6 bulan yang bikin gemuk

Beberapa minggu kemudian, saya kembali ke dokter. Dengan perasaan optimis (karena yakin air ketuban sudah banyak), saya siap di USG. Ketika itu, dokter yang biasanya selalu ceria, menunjukkan ekspresi tegang. “Air ketuban kamu semakin sedikit, harus dirawat malam ini, Faye,” begitu ujarnya.

Energi positif saya langsung susut ke titik nol. Menurut dokter, ada kemungkinan saya menderita autoimune atau lupus bawaan, sehingga antibodi menyerang bayi.

Itu baru kemungkinan pertama. Kemungkinan kedua adalah ginjal janin bermasalah, dan kondisi ini tidak ada pertolongannya.

POSITIF KELAINAN GINJAL
Saat suami saya, Edwin Siswanto, 33, mendaftarkan kamar opname, saya sudah tidak bisa menahan tangis. Sejak dulu, saya tidak pernah menangis di depan umum. Namun saat itu, sudah tidak bisa ditahan lagi. Suami saya menyarankan untuk tidakberpikir macam-macam dulu. Sekali lagi saya mencoba positif. Begitu sampai di kamar, darah saya diambil untuk beberapa pemeriksaan. Hasil tes pertama menunjukkan darah saya kental, sehingga ada kemungkinan menderita autoimune. Kalau memang benar autoimune, saya harus disuntik di bagian perut setiap hari sampai usia kehamilan 8 bulan.

Seandainya bisa memilih, saya yang takut dengan jarum suntik, lebih memilih kemungkinan pertama, yaitu menderita autoimune, karena janin masih bisa diselamatkan.

Namun, bagaimana jika ginjal janin yang bermasalah? Ah.. susah sekali buat berpikir positif. Akhirnya pada malam hari, saya menjalani USG fetomaternal. Selama dokter ahli (berbeda dengan dokter kandungan) melakukan USG, mimik wajahnya datar, kemudian berubah serius. Lalu ia memeriksa sambil 1 tangannya memegang dagu. “Tidak ada arus darah ke ginjal janin. Kemungkinan besar ginjal janin mengalami disfungsi,” kata dokter.

Jdarr. Air mata saya meluber. Saya meminta maaf kepada Si Kecil, karena saya merasa sangat bersalah. Saya menyalahkan diri sendiri, karena tidak bisa menjaganya. Edwin sudah tidak bisa meminta saya lagi berpikir positif. Sudah lama saya tidak menangis sampai tertidur seperti hari itu.

Suatu hari, seorang teman yang menjenguk, mengusulkan saya berkonsultasi dengan dokter ahli fetomaternal di Indonesia yang sudah sangat terkenal. Saya pun menurutinya. Tidak ada salahnya mencoba. Ternyata untuk bisa berkonsultasi dengan dokter ini, saya harus menunggu kira-kira 2 minggu. Selama menunggu, saya depresi. Menangis menjadi makanan sehari-hari yang tidak bisa dikontrol. Mandi sambil menangis, makan sambil menangis, baca buku sambil menangis, apa pun sambil menangis. Suatu hari pihak rumah sakit menelepon dan memberitahu hasil tes darah sudah keluar. Malam itu, saya langsung mengambil hasilnya dan berkonsultasi dengan dokter ahli darah.

Hasilnya, darah saya memang kental, namun bukan autoimune atau lupus. Perasaan negatif saya semakin menajam. Berarti hanya 1 kemungkinan yang
tersisa, yaitu ginjal janin memang benar bermasalah. Jawaban ini semakin pasti setelah pemeriksaan dengan dokter ahli fetomaternal. Ia memberikan vonis polycystic bilateral kidney disease, ada kista-kista di dalam ginjal janin. Saya melaporkan hasilnya ke dokter kandungan dan memutuskan untuk melakukan
terminasi lewat persalinan normal. Tak diketahui apa penyebabnya dan memang, tak ada gejala yang dialami ibu hamil dengan janin yang memiliki kondisi ini.

Saya bertanya-tanya dalam hati, dan sulit sekali untuk menerima kenyataan. Saya banyak sekali bertanya, terus membandingkan diri dengan orang lain. Selalu mencari alasan untuk membenci diri sendiri. Hampir setiap malam saya
bermimpi tentang bayi. Mimpi melahirkan dan punya bayi tembam, mimpi menggendong bayi, dan sebagainya. Akhirnya di hari-hari menuju persalinan, saya berkonsultasi spiritual di vihara. Sejak saat itu, sedikit demi sedikit, saya merasa lebih tenang. Saya tak lagi sering menangis.

Saya justru sering mengajak Si Kecil mengobrol. Saya menulis surat untuknya, karena memang hobi saya menulis. Akhirnya, 2 hari sebelum jadwal melahirkan, saya dan suami memutuskan memberi nama Chaka Issai Siswanto untuk Si Kecil. Chaka berarti ‘kehidupan’ dan Issai berarti ‘tidak terbatas’.

Kami berharap kehidupan Chaka tidak terbatas pada masa kali ini saja. Chaka akan terlahir kembali dengan ke- hidupan yang lebih baik, kondisi raga yang lebih baik, karma yang lebih baik, dan jodoh ibu yang lebih baik. Harapan itu menjadi doa saya setiap harinya.