Teknologi Jaringan 5G Perlu Fondasi Digital Mutakhir

Teknologi Jaringan 5G Perlu Fondasi Digital Mutakhir

Teknologi Jaringan 5G Perlu Fondasi Digital Mutakhir – Teknologi mobilitas mutakhir 5G siap hadir dengan kecepatan yang luar biasa. Bagi konsumen, dengan kecepatan setinggi ini, mengunduh film berkualitas HD sekalipun bisa tuntas dalam waktu sekejap. Bagi penulis seorang technophile seperti penulis, kehadiran 5G memiliki arti lain lagi.

Teknologi baru ini menghadirkan kemungkinan-kemungkinan baru yang tak terbatas. Terbayang bagaimana aplikasi-aplikasi virtual reality dan augmented reality kini bisa digelar hanya dalam waktu singkat, atau bagaimana robot-robot industri akan mampu mengompensasi segala kekurangan yang dimiliki oleh tenaga kerja manusia, atau bagaimana perangkatperangkat terkoneksi di rumah bisa merespons setiap perintah, meskipun itu dilakukan dari jarak jauh. Bagi penyedia layanan telekomunikasi atau communications service provider (CSP), yang selama ini dianggap sebagai yang terdepan dalam hal teknologi mobilitas, implikasi kehadiran teknologi tersebut bagi mereka tentu sangat besar.

Dalam kurun satu dekade belakangan, tak sedikit penyedia layanan telekomunikasi yang telah menggeser perannya, bahkan sampai pada penyediaan utilitas perpipaan. Di sisi lain, para disruptor bisnis mereka mulai bermunculan dan makin gencar memanfaatkan infrastruktur telekomunikasi yang ada untuk meraup keuntungan seoptimal mungkin. Perusahaan-perusahaan baru berbasis internet, seperti penyedia content, kian gencar mengoptimalkan pemanfaatan actionable data, serta menghadirkan inovasi dan layanan pelanggan model baru dengan sangat cepat.

Bahkan lebih cepat dari sebelumnya, berkat dukungan sebuah fondasi digital untuk jaringan, yang kini sarat dengan kapabilitas mutakhir Bertepatan dengan diloloskannya spesifikasi pertama teknologi 5G, terbukalah peluang baru bagi CSP untuk segera melakukan transformasi dalam menyuguhkan produk dan layanan baru bagi pelanggan. Teknologi 5G mendukung penyedia layanan telekomunikasi mampu unjuk kegesitan dan memiliki tingkat skalabilitas tinggi dalam menyuguhkan layanan dan meluncurkan aplikasi-aplikasi baru, serta meraih daya saing tinggi berkat keberhasilannya menyuguhkan layanan prima kepada pelanggan Sejumlah kalangan optimis bahwa 5G bakal dapat dinikmati secara komersial di awal tahun ini.

Namun beberapa kalangan konservatif yang memandang perlunya pematangan teknologi ini lebih jauh, melihat bahwa teknologi era baru tersebut akan siap di tahun 2020. Anggaplah bahwa teknologi era baru tersebut tiba di tahun 2020 sesuai dengan prediksi terakhir. Jeda waktu kurang dari dua tahun yang ada bukanlah waktu yang singkat bagi industri telekomunikasi untuk dapat menyiapkan diri menjadi ujung tombak dalam mengoptimalkan manfaat dari kehadiran teknologi 5G.

Mengatasi kendala di Persimpangan

Perlu cara jitu untuk mengoptimalkan kehadiran teknologi 5G guna mendukung bisnis, karena 5G itu sendiri menuntut ketersediaan arsitektur software-driven serta network functions virtualization (NFV). Misalnya pada kemampuan network slicing yang menjadi satu aspek kunci dalam teknologi 5G ini, yakni kemampuan untuk melakukan pembagian dan scaling jaringan dalam basis model as-a-service maupun model on demand.

Untuk mengeksekusinya dibutuhkan dukungan sebuah bangunan infrastruktur softwaredefined yang mumpuni. Infrastruktur jaringan berbasis legacy yang masih banyak dipakai oleh CSP saat ini dianggap tak mampu lagi mendukung pemanfaatan seluruh kapabilitas teknologi 5G secara optimal. Jaringan yang mereka bangun tersusun atas hardware dan software yang berfungsi sebagai penghantar untuk lalu lintas data, voice, maupun video yang melimpah dan memang tidak dioptimalkan fungsinya untuk teknologi 5G.

Kondisi tersebut menuntut perlunya dilakukan peningkatan sistem dengan menggelar virtualisasi fungsi jaringan atau NFV pada infrastruktur yang ada sekarang ini, agar sistem tersebut menjadi terotomatisasi dan makin agile. NFV memungkinkan digelarnya virtualisasi di sejumlah layanan jaringan, seperti di router, firewall, load balancers, core network, SD-WAN, dan di sejumlah peranti lainnya, yang fungsinya saat ini masih dipegang oleh hardware appliances terdedikasi yang mereka bangun sendiri.

NFV mengganti peran dari hardware tersebut dengan software yang dijalankan di area server komersial secara off-theshelf. NFV secara fundamental mengubah cara beroperasi dan bagaimana jaringan penyedia layanan yang ada saat ini dibangun. NFV juga membantu penyedia jaringan dalam memangkas biaya untuk penyekalaan jaringan secara signifikan, sekaligus mendukung meningkatkan kapabilitas dalam menyuguhkan layanan baru, melalui pemanfaatan teknologi cloud secara optimal hingga ke wilayah network edge.

NFV merupakan aglomerasi dari seluruh fondasi teknologi software yang ada, yang menyokong SDDC dan public cloud, virtualisasi, SDN, pengelolaan infrastruktur virtual, hingga analitik. NFV menyatukan semuanya dalam sebuah desain yang ramping, kemudian menimpanya dengan beragam kapabilitas paripurna, seperti ketersediaan tinggi, aplikasi real time, serta kapabilitas layanan yang terkoneksi. Mudahnya, untuk berubah menjadi pelaku industri telekomunikasi yang telah siap 5G dan siap masa depan, perlu dilakukan perombakan pada infrastruktur TI legacy yang digunakan saat ini.

Gelar Rencana Petajalan

Pada akhirnya, semua bermuara pada satu tujuan, yakni bagaimana membuat jaringan menjadi lebih efisien dalam rangka mendukung digelarnya layanan-layanan baru dengan lebih cepat. Serta bagaimana dapat memangkas proses dan waktu dalam setiap provisi, dari yang sebelumnya membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan, kini terpangkas menjadi hanya hitungan hari saja. Sebuah strategi jitu untuk platform yang bisa dimaksimalkan pemanfaatannya oleh para penyedia layanan telekomunikasi dalam rangka mendukung digelarnya model dan layanan bisnis baru mereka dengan sukses.

Seiring dengan geliat pacu di lini 4G dan saat ini tengah gempita menyambut kehadiran masa depan 5G, kita perlu memikirkan jauh ke depan, bukan melulu soal bagaimana kita mampu membangun sebuah jaringan fiber berkecepatan tinggi. Infrastruktur inti yang kokoh menjadi hal krusial bagi CSP untuk merajai setiap kancah kompetisi di industri. Penulis yakin bahwa penyedia layanan telekomunikasi juga telah siap untuk menapaki jenjang yang lebih tinggi lagi, menyongsong kehadiran era baru teknologi 5G yang telah di depan mata kita.