Pembiakan Udang Putih

Genset Beperan Dalam Pembiakan Udang Putih

Pembiakan Udang Putih – Era budidaya vannamei sudah dimulai lebih dari satu dekade terakhir, pasca runtuhnya kejayaan udang windu di penghujung 1990. Geliat budidaya vannamei kian masif dengan semakin banyaknya tambak baru dibuka di berbagai daerah. Semakin mengguritanya budidaya udang vannamei di Indonesia, menjadikan kebutuhan benurnya juga meningkat tajam. Namun sayangnya vannamei bukanlah udang asli Indonesia, indukan vannamei masih harus didatangkan dari Hawai alias impor. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) belum lama ini menemukan komoditas baru udang putih asli Indonesia.

Dalam hal ini Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jeparamengembangkan udang jenis baru Penaeus merguensis atau yang lebih dikenal dengan nama udang putih atau banana shrimp. Saya rasa banana shrimp atau udang merguensis ini memiliki keunggulan komparatif, dan sangat potensial menjadi peluang usaha baru bagi para pembudidaya. Ini menjadi kabar baik sekaligus awal yang baik untuk pengembangan industri udang nasional ke depan, kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto.

Potensi Udang Putih Udang putih asli Indonesia atau udang merguensis ini digadang–gadang mampu menggantikan posisi udang vannamei kedepannya. Kepala BBPBAP Jepara, Sugeng Rahardjo menyebutkan, udang putih asal Indonesia ini memiliki berbagai keunggulan sehingga sangat potensial untuk dikembangkan. Sugeng menjelaskan, udang putih asli Indonesia ini memiliki sejumlah kelebihan ketimbang windu. Diantaranya siklus reproduksinya yang relatif singkat.

Udang ini umur 6 bulan atau pada bobot 30 – 40 gram telah dapat dijadikan induk, sedangkan udang windu butuh waktu, 1,5 tahun, ungkap Sugeng. Selain itu udang merguensis atau banana shrimp ini memiliki pertumbuhan yang relatif baik dengan mengandalkan kadar protein pakan yang rendah yaitu pada kisaran 28 – 33%, lebih rendah dari kadar protein yang dibutuhkan vannamei. Udang merguensis ini lebih banyak memanfaatkan detritus, sehingga secara otomatis biaya produksi usaha akan lebih efisien. Kami baru saja panen perdana bubidaya udang putih merguensis ini, Balai Jepara memenanen sekitar 8-10 ton dari sekitar 8 kolam secara bertahap, ujar Sugeng.

Ia menginformasikan, udang merguensis dipanen pada size (ukuran) 50 -70 ekor per kg setelah dibudidayakan selama 4 bulan, dengan padat tebar 150 ekor per meter persegi. Menurut Sugeng, udang ini dapat memiliki pertumbuhan yang lebih cepat jika dipelihara dengan sistem tardisional atau semi intensif dengan padat tebar rendah. Kalau kepadatannya cuma 2-4 ekor dalam 3 bulan kita bisa panen size itupun dibudidayakan dengan sistem tradisional menggunakan pakan alami, ungkap Sugeng.

Menurutnya dari sisi pasar udang putih ini juga banyak diminati pasar ekspor. Saya sudah coba tawarkan ke pasar Amerika, mereka minta udang putih versi organik, tapi kendalanya harus banyak jum­ lah panennya dan kontinu, jadi kita harus siapkan dulu pengembangan budidayanya secara masif baru nanti kita ekspor, kata Sugeng optimis. Saat ini karena udang putih masih sedikit produksinya, sehingga masih diperuntukkan bagi pasar lokal saja. Sudah ada yang membudidayakan udang putih ini diluar balai, namun skalanya masih tradisonal dan semi intensif dan belum terlalau banyak, nantinya kami akan terus mendorong untuk budidaya udang putih ini di masyarakat, ujar Sugeng menargetkan.

Lanjutnya, udang merguensis atau dipasar ekspor dikenal dengan banana shrimp ini cenderung banyak disukai konsumen. Sebagai gambaran harga 1 kg size 60 mencapai 90 ribu, lebih tinggi dibandingkan dengan udang vannamei. Ini akan menjadi peluang baru dalam mengisi permintaan pasar ekspor kedepannya. Keunggulan lainnya adalah udang ini lebih tahan terhadap penyakit dan disamping tentunya cita rasa dikenal lebih enak dibanding udang vannamei.

Peran Penting Genset Diesel

Kita semua tau bila dalam pengembangbiakan udang harus dengan perawatan yang rutin, termasuk mencegah air tambak berubah warna yang mengindikasikan mengandung bakteri yang berbahaya bagi udang putih. Sebagai langkah antisipasinya petani menggunakan mesin filter air yang dapat membersihkan air dari segala macam bakteri berbahaya dan mesin filter ini menggunakan listrik dalam bekerja.

Listrik yang diperoleh petani untuk menggerakan filter berasal dari genset diesel yang didesain khusus untuk tambak. Genset yang digunakan dapat bekerja maksimal pada waktu siang dan malam hari sehingga kebersihan air selalu terjaga dan udang bisa dipanen dengan hasil yang memuaskan petani karena tidak ada udang yang mati akibat penyakit apapun.

Jika anda ingin tau berapa harga genset yanmar yang digunakan oleh tambak udang, hubungi saja marketing PT. Rajawali Indo Utama sebagai importir besar beraneka merek mesin genset.