Konstruksi Beton Jalur Cikalong-Cilamaya Rusak Berat

KUPANG Itu artinya harga-harga di NTT dan Kota Kupang terkendali.
Salah satu dari sepuluh bahan kebutuhan penyumbang deflasi NTT adalah ikan tongkol.
Kepala BPS NTT, Maritje Pattiwaellapia, S.E, menyampaikan hal itu kepada wartawan saat jumpa pers di kantornya, Senin (1/10/2018).
Baca: 10 Tahun Menyimpan Dendam Kesumat, Akhirnya Nyawa Kacong Berakhir di Ujung Parang Usman dan Kacong
Ia menjelaskan, data resmi BPS NTT, pada Juli 2018 mengalami deflasi sebesar 0,13 persen, lalu pada bulan Agustus 0,45 persen sedangkan pada bulan September mengalami deflasi sebesar 0,69 persen.

pemerintah dalam percepatan pembangunan infrastruktur di semua lokasi Indonesia.

Artikel Terkait: Harga besi  

Sedangkan deflasi bulan September 2018 sebesar 0,60 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 131,24 .
Baca: Setelah Bebas dari Penjara, Anwar Ibrahim Dituduh Sodomi Pelajar Indonesia di Singapura
Ia menjelaskan, deflasi ini dipicu oleh penurunan indeks harga pada tiga kelompok pengeluaran, yakni bahan makanan, kesehatan dan transpor.
Penurunan indeks harga terbesar terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 3,14 persen.
Kepala BPS NTT, Maritje Pattiwaellapia
Kepala BPS NTT, Maritje Pattiwaellapia (Pos Kupang/Hermina Pello)
Maritje mengatakan, sepuluh bahan kebutuhan penyumbang deflasi NTT dan Kota Kupang, yakni kangkung, angkutan udara, ikan tongkol, tahu mentah, sawi putih, cabai rawit, ikan cakalang, bayam dan ikan kakap merah.
Sementara di Kota Maumere, pada bulan September inflasi 0,27 persen.
Inflasi di Kota Maumere dipicu oleh kenaikan harga pada semua kelompok kebutuhan, kecuali kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan.
Sepuluh komoditi penyumbang inflasi di Kota Maumere pada September 2018, yakni pisang, ikan layang, kebutuhan sekolah dasar, rokok kretek filter, sawi hijau, apel, daging ayam kampung, besi beton, ikan kakap merah dan ikan selar.
Maritje mengatakan, pantauan perkembangan harga di Kota Maumere dan Kota Kupang, secara umum.

Inilah Penyebab Indeks Harga Grosir Naik 0,08 Persen pada September

Buat mengontrol mutu serta menghindar kerugian yg tambah besar di warga/costumer. Beberapa ribu besi tulang cor “banci” tidak pas Standar Nasional Indonesia (SNI) diambil petugas Direktorat Pengawasan Barang Tersebar serta Layanan, Direktorat Jendral Perlindungan Costumer serta Tertata Niaga, Kementrian Perdagangan RI dari Toko Besi Panca Variasi, Kota Malang.

Baca Juga: pagar minimalis 

Banyaknya besi banci yg diambil petugas dari toko besi Pancaragam, Kota Malang diramalkan capai 29. 913 batang besi. Besi yg diambil petugas lekas ditarik ke kantor Unit Pelaksana Tekhnis (UPT) Dinas Perdagangan, Propinsi Ja-tim buat dihancurkan.

Baca Juga: railing tangga 

Pegawai Direktorat Pengawasan Barang Tersebar serta Layanan, Direktorat Jendral Perlindungan Costumer serta Tertata Niaga, Kementrian Perdangan RI, Michael Ij memaparkan, penjualan besi banci sangatlah merugikan costumer.

Artikel Terkait: teralis jendela 

“Secara mutu pastinya turun dikarenakan ukuran besinya lebih kecil ketimbang ukuran aslinya. Bila dibikin rangka bangunan membahayakan lantaran tak tahan gempa serta beban kejut yang lain, ” tandas Michael, Kamis (4/10/2018) siang.

Diterangkan hasil sidak ke toko besi Pancaragam diketemukan besi ukuran 8 mm, 10 mm, 12 mm serta 14 mm tidak pas dengan ukuran SNI. Umpamanya besi ukuran 8 mm ukurannya cuma 7. 2 mm.

Terus besi ukuran 12 mm ukurannya cuma 11. 2 mm. Seterusnya besi ukuran 10 mm ukurannya cuma 9. 50 mm. “Toleransi ukuran besi yg di-isyaratkan pemerintah cuma 0. 4 mm, ” urai ia.

Menurut Michael, pemerintah senantiasa mengusahakan menghindar peredaran besi banci di warga. Operasi penertiban penjualan besi banci dilaksanakan di seluruh Indonesia.

Tetapi sampai sekarang disadari terdapat banyak pelaku perusahaan besi terus menghasilkan besi banci. “Saran kita biar warga mementingkan mutu. Harga besi banci memang tambah murah. Namun kwalitasnya rendah serta membahayakan untuk susunan bangunan beton, ” jelas ia.

Ditambahkan, sepanjang operasi, Direktorat Pengawasan Barang Tersebar serta Layanan, Direktorat Jendral Perlindungan Costumer serta Tertata Niaga, Kementrian Perdangan RI sempat memusnakan 2 juta besi banci.

Inilah Pameran Idustri Beton dan Kontruksi se-Asia Tenggara Berlangsung di Jakarta

Menteri Pekerjaan Umum serta Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia, yang diwakilkan oleh Pelaksana Pekerjaan Kepala Tubuh Riset serta Peningkatan Kementerian PUPR Republik Indonesia sah buka gelaran dua pameran niaga terpenting se-Asia Tenggara Concrete Show South East Asia (SEA) 2018 serta Construction Indonesia 2018.

Ke-2 pameran ini berjalan pada 19-21 September 2018 di Jakarta International Expo diadakan oleh PT UBM Pameran Niaga Indonesia serta PT Pamerindo Indonesia, yang disebut basis pas buat beberapa pemain di industri beton serta konstruksi.

Niekke W Budiman, Senior Moment Manager, PT UBM Pameran Niaga Indonesia menjelaskan, pameran bertaraf internasional terlengkap serta paling besar se-Indonesia untuk memberi dukungan perubahan industri beton serta konstruksi di Indonesia.

Baca Juga: harga besi beton  

Lewat pameran ini diinginkan bisa memberi bermacam jalan keluar pada beberapa aktor industri yang bisa dioptimalkan oleh semasing bidang berkaitan.

Artikel Terkait: baja ringan 

Penambahan tehnologi konstruksi serta bangunan mesti selalu di kembangkan supaya percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia bisa terwujud serta akan percepat jalannya tingkat perkembangan perekonomian nasional.

“Pameran Concrete Show SEA serta Construction Indonesia, diinginkan bisa jadi fasilitas tingkatkan potensi serta kualitas konstruksi di mana semua pemain inti global di industri ini bergabung serta berhubungan,” tuturnya.

Beberapa aktor industri dalam negeri bisa manfaatkan pameran ini agar bisa memperbaharui info, temukan jalan keluar serta mengambil tehnologi konstruksi yang bisa tingkatkan efisiensi serta kualitas produk beton serta konstruksi di Indonesia,”tambah Niekke W Budiman.

Concrete Show SEA 2018 serta Construction Indonesia 2018 akan memfasilitasi konsumen serta supplier lewat beberapa jenis produk, layanan dan tehnologi beton serta konstruksi seperti beton pracetak, beton prategang, concrete mixer, batching plant, mesin bata mudah, tehnologi besi beton, alat konstruksi, tingkatkan pengetahuan industri serta ikut serta dalam diskusi spesial.

 

Berikan Motivasi Ekonomi Bagi Santri Bata-Bata

Produksi genteng di Kabupaten Majalengka selama musim kemarau alami penurunan. Berlainan dengan produksi bata merah yang malah bertambah.

Hal tersebut karena proses jemuran atau pengeringan genteng sangat cepat, hingga dapat membuahkan retak-retak, serta hal tersebut tidak baik buat produksi genteng.

Salah seseorang pegawai, Jejen membetulkan untuk proses pengeringan genteng dalam satu hari memang langsung bisa kering. Akan tetapi, pihaknya mengakui kewalahan karena pegawai malah justru berubah membuat bata merah.

“Dalam proses penjemuran pada keadaan cuaca panas ini, satu hari langsung bisa kering. Cepat sekali memang. Tetapi produksi saat ini dibatasi, karena pegawainya mulai berubah ke pembuatan bata merah, lebih sederhana serta tidak takut retak-retak,” katanya, Selasa (9/10/2018).

Selain itu, salah seseorang entrepreneur genteng di Jatiwangi, Agus Djauhar Ulumudin menjelaskan untuk produksi genteng pada cuaca panas ini, dia mengaku malah justru alami penurunan. Faktanya sebab pegawainya justru pilih membuat bata merah. Walau dia mengaku untuk pemesanan cukuplah banyak.

Baca Juga: harga bata ringan 

“Cuaca panas ini untuk produksi genteng justru alami penurunan. Pesanan tetap ada-ada saja, tetapi pegawai kita kewalahan. Proses pengeringan yang kelamaan membuat genteng jadi pecah-pecah, itu bermakna tidak berhasil,” tuturnya.

Artikel Terkait: batu bata 

Dia memberikan, walau di produksi lagi, cost produksinya menjadi tambah. “Pegawai kita lebih pilih membuat bata merah, tingkat ketebalan membuat bata merah membuat proses pengeringan bata merah malah justru bagus,” katanya.

Agus memberikan menjadi deskripsi, pihaknya sempat menghasilkan sekitar 26 ribu genteng. Akan tetapi yang terpakai dengan kualitas bagus cuma Rp 12 ribu. Hingga, bila dihitung dalam hitung ekonomi, produksi genteng justru tidak untung.

“Harga satu genteng sekarang ini Rp1.250, jika dikalikan jumlahnya produksi genteng yang tidak berhasil itu agak banyak. Karena itu pesanan yang banyak, kita cancel. Karena dari bagian produksi tidak terkejar,” katanya.

Simak Yuk Dampak Dollar Amerika Tekan Rupiah, Ekspor Keramik Plered Purwakarta Malah Meningkat

Produksi genteng home industri saat ini sedang megap-megap oleh merebaknya industri genteng modern. Tak terkecuali bagi masyarakat desa penghasil genteng industri rumah tangga di Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, Pulau Madura.

Di Desa Andulang, Kecamatan Gapura yang sebelumnya hampir seluruh warganya menjadi pembuat genteng, kini lambat laun mulai tergusur.

Baca Juga: harga spandek

Hasil usaha gentengnya sudah banyak tidak terbeli kalah dari produk genteng modern yang kini menggerus genteng produk lama. Lalu bagaimana warga penghasil genteng ini bertahan hidup ?

Artikel Terkait: Harga gypsum

Sebagian besar masyarakat Desa Andulang dan Desa Mandala Kecamatan Gapura Kabupatan Sumenep, Madura, mempunyai keahlian membuat genteng dari kerajinan tangan.

Baca Juga: harga genteng 

Keberadaan genteng hasil industri kerajinan tangan itu sudah mulai dikerjakan oleh masyarakat setempat dari nenek moyang mereka, yaitu sekitar tahun 1920-an.

Tayyin (45) warga Desa Andulang, Gapura, Sumenep, menceritakan, awalnya kerajinan membuat genteng hasil belajar kepada nenek moyangnya yang memang juga pengrajin genteng berasal daerah Makasar, Sulawesi Selatan.

Dari hasil belajar itu lalu diterapkan di Desa Andulang dan hingga kini kini terus ditekuni kendati masih menggunakan cara tradisional.

”Dulu, di desa ini hampir setiap rumah punya alat kerajinan genteng dan punya tungku sendiri. Hampir di seluruh Kabupaten Sumenep dan Madura, banyak warga yang mempergunakan genteng buatan Kecamatan Gapura,” Tayyib kepada Surya, Rabu (2/4/2018).

Bahan-bahan yang dipergunakan membuat gentengpun memang masih sangat sederhana dan hanya menggunakan semen, tanah liat yang diperoleh dari desa sekitar dicampur pasir putih yang didapat juga di sekitar desa.

Karena memang Desa Andulang dan Desa Mandala berada di pesisir pantai yang pasirnya putih.

Lihat Yuk Musyafak, Perajin Mebel Kayu yang Pantang Menyerah meski Tubuh Tak Sempurna

Kala diperintah guru buat membut hasta karya, dia sangat rajin. Di bangku SMP, Syafak bertambah sukai menjalani pada dunia kerajinan.

Baca Juga:harga dispenser 

”Sebenarnya saya mau menyambung ke sekolah tukang di Pasuruan yg sangatlah kondang dengan kerajinan furnitur, ” kata papa seseorang putri, Yuyun Sofia Diva, itu.

Baca Juga: harga lampu LED 

Di Kota Pasuruan, beraneka rancangan serta tipe produk furnitur ada. Tetapi, keluarga melarang. Mereka risau Syafak di terpa soal lantaran minimnya situasi fisiknya.

Baca Juga: kabel listrik 

Dia lantas mundur dari tekad itu. Meskipun demikian, kemauannya gak ciut. Dia menentukan belajar dari kakaknya, Abdul Mujib. Lelaki tersebut sebagai guru juga sekaligus pembimbingnya.

”Kakak saya guru. Dia yg membimbing saya trik menggergaji kayu dengan satu tangan, ” ujarnya.

Walaupun dengan sisi tangan, Syafak udah sukses bikin macam-macam rancangan karya furnitur serta mebel kayu.

Terakhir, furnitur kayu buatan Syafak tambah digemari konsumen. Tidak hanya penduduk Gresik, namun juga Surabaya, Lamongan, serta kota-kota beda.

”Memang banyak orang-orang dari Surabaya. Mereka beli mebel-mebel dari kami, ” imbuhnya. Ada sejumlah karya yg digemari. Mulai rancangan pintu, jendela, kusen rumah, sampai meja serta kursi.

Kala melihat adiknya, Mujib kelihatan bangga. Dia memberi pujian pada semangat adiknya memang besar. Ketangkasan Syafak udah disadari pemesan produknya.

”Dia (Syafak, Red) memang punyai kekurangan. Tetapi, kami terus bangga. Semangatnya itu lho, ” ujarnya.

Mujib memberi dukungan Syafak buat wujudkan yang dimimpikan punyai suatu pusat kerajinan kayu yg besar.

Simak Yuk Pengrajin Asal Karanganyar Ubah Limbah Kayu Jati Jadi Duit

Kerajinan talenan yang memanfaatkan limbah kayu jati dari industri kusen asal Desa Keradenan Serangan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah mampu menembus pasar mancanegara.

Seorang pengrajin telenan, Christian Haryanto mengatakan kerajinan talenan dari bahan baku limbah kayu jati tersebut dilirik konsumen Korea karena miliki kualitas dan corak yang indah dekoratif.

Baca Juga: harga HPL 

“Kami sudah mengirim beberapa sampel telenan ke Korea belum lama ini, dan mereka tertarik produk asal Karanganyar itu, karena miliki corak karakteristik kayu aslinya,” kata Christian yang mengaku menekuni kerajinan telenan baru dua tahun ini di Karanganyar, Selasa (15/12).

Baca Juga: Harga kalsiboard 

Namun, kata dia, untuk permintaan konsumen pasar lokal untuk sementara di kafe-kafe di Jakarta dan rata-rata baru sekitar 200 buah per bulan. Dia menjelaskan, untuk kerajinan telenan produksinya memang masih menggunakan peralatan sederhana atau manusal seluruhnya sehingga corak karakteristik serat kayu masih bisa terlihat indah dan mulai diminati konsumen

“Produksinya memang lain, jika dibanding hasil produk dengan mesin yang lebih efisiensi. Produknya lebih unggul pada corak karakteristik yang alami,” katanya.

 

Penyebab Toko Pengrajin Kusen di Tegalega Ludes Terbakar

Toko pengrajin kusen di Jalan Otista, RT 03/03, Kelurahan Pelindung Hewan, Kecamatan Astana Anyar Tegalega Kota Bandung dilahap si jago merah. Insiden itu berlangsung seputar jam 09 : 00 WIB ini.

Mengakibatkan, kemacetan akut jalan raya baik dari arah Jalan BKR ataupun dari Pelindung Hewan berlangsung. Ditambah lagi, penduduk tengah asik nikmati akhir minggu, menumpuk di lokasi alun – alun Tegalega.

Baca Juga: kusen aluminium 

Toko pengrajin kayu yang dilahap si jago merah itu bernama Agung Kusen yang berdempetan dengan Toko Sama Mulia Jaya.

Dinas Mencegah serta Penanggulangan Kebakaran (DPPK) Kota Bandung berupaya tambahan mematikan api dengan menerjunkan 10 unit mobil Damkar sebab bahan yang terbakar berbentuk kayu cepat mengakibatkan kobaran api jadi membesar.

Artikel Terkait: engsel pintu 

“Kami coba isolasi api. Pada akhirnya kobaran tidak merembet ke Rumah – Rumah masyarakat, ” tutur petugas Damkar Yosep, Minggu (11/10/2015) .

Diluar itu dalam perlakuan kobaran api sekarang ini, Dinas Mencegah serta Penanggulangan Kebakaran (DPPK) Kota Bandung ikut dibantu oleh team petugas Damkar dari lokasi Cimahi.

Simak Yuk Dinding Gedung Sekolah di Sergai Roboh

Separuh dinding Gedung Madrasah Tsanawiyah (MTs) Swasta yg ada di Desa Dolok Merawan, Kecamatan Dolok Merawan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) , Sumatera Utara (Sumut) , tumbang gara-gara diterjang banjir, Minggu 16 September 2018.

Walaupun tak ada korban jiwa dalam musibah itu, tetapi rusaknya yg di alami cukuplah kritis. Area kelas sekolah berubah menjadi acak-acakan lantaran air masuk serta menerjang dinding gedung sekolah. Bahkan juga lantai keramik sekolah jebol berkat tergerus air yg cukuplah kuat.

Baca Juga: harga aquaproof  

Kepala Tubuh Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sergai, Henri Suharto membetulkan terdapatnya gedung sekolah yg dindingnya tumbang gara-gara banjir. Tetapi, diakui dia, sehabis dicek ke area tak ada korban jiwa, cuma kerugian material.

Baca Juga: Harga no drop 

“Memang ada sekolah Madrasah Tsanawiyah yg rusak lantaran diterjang banjir. Namun tak ada korban jiwa. Buat menginventarisir berapakah banyaknya bangunan atau rumah penduduk yg rusak, Team BPBD Kabupaten Serdang Bedagai udah di area biar paham bagaimana situasi paling akhir, ” katanya, Senin (17/9/2018) .

Artikel Terkait: cat akrilik 

Tidak hanya itu, setidaknya ada 13 rumah terendam banjir di Dusun I, Desa Dolok Merawan, Kecamatan Dolok Merawan, Kabupaten Sergai, yg rusak gara-gara terserang banjir. Hujan yg mengguyur beberapa daerah di Kabupaten Serdang Bedagai bikin saluran anak sungai meluap, dikarenakan lebar sungai gak bisa menyimpan derasnya debet air.

Karena itu air hujan mengalir melalui tempat yg lebih rendah dengan ketinggian capai 1 mtr.. Bukan hanya itu, hujan dengan intensitas cukuplah tinggi yg berjalan semalaman bikin beberapa jalan yg belum juga tersentuh aspal berubah menjadi berlumpur.

Industri keramik dalam negeri belum mengubah strategi bisnis tahun ini

Pelonggaran KPR melalui relaksasi Loan to Value (LTV), ditanggapi positif bagi produsen keramik. Namun hal tersebut tak serta merta mengubah strategi industri untuk menggenjot kinerja bisnisnya.

Edy Suyanto, Direktur PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) mengatakan dengan adanya penerapan penurunan bunga kredit KPR tentu bakal berdampak bagi penyerapan produk keramik. “Khususnya segmen keramik menengah ke bawah dimana itu merupakan fokus Arwana Keramik,” katanya kepada Kontan.co.id, Senin (20/8).

Namun demikian, manajemen tidak terburu-buru menggarap sektor proyek tersebut. Sebab kata Edy, ARNA masih fokus pada pasar end user alias pemakai langsung yang menyumbang besar bagi pendapatan perseroan.

“Saat ini porsinya kurang lebih 95% pemakai langsung, baru sisanya adalah proyek,” ungkap Edy. Adapun sepanjang semester I-2018 ini pendapatan perseroan meningkat 14,42% menjadi Rp 932,52 miliar year on year (yoy).

Sampai semester I-2018, beban pokok penjualan perseroan juga masih meningkat sebesar 14,89% menjadi Rp 705,61 miliar dari Rp 614,14 miliar rupiah di periode yang sama tahun lalu.

Walaupun begitu, peningkatan tersebut tak menyurutkan laba bersih perusahaan turut bertumbuh 12,79% menjadi Rp 70,12 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 62,16 miliar. Manajemen meyakini kinerja positif tersebut tak terlepas dari pertumbuhan volume penjualan.

Baca Juga: Granit 

Dimana volume penjualan di semester I tumbuh 9% dari 24,5 juta meter persegi menjadi 27 juta meter persegi. Saat ini, kata Edy, ARNA telah beroperasi penuh dengan kapasitas pabrikan mencapai 57 juta meter persegi pertahunnya dan berencana utk menambah kapasitas lagi di tahun 2019 sebanyak 6 juta meter persegi.

Baca Juga: keramik kamar mandi 

Hal yang senada juga disampaikan oleh produsen keramik seperti PT Keramika Indonesia Asosiasi Tbk (KIAS) yang tak menampik bahwa segmen properti saat ini masih kecil. Meski ada wacana pemerintah lewat Bank Indonesia untuk menggenjot sektor tersebut, perseroan belum menanggalkan strategi menggenjot bisnis ritelnya.

Artikel Terkait: atap galvalum

“Karenanya kami memang fokus di ritel,” ujar Handono Warih, Direktur Independen PT Keramika Indonesia Asosiasi Tbk. Sedikit berbeda dengan ARNA yang menyasar segmen menengah ke bawah, perusahaan ini mengatakan bahwa hampir 70% portofolio produknya menyasar segmen produk medium.

Terdapat tiga jenis keramik yang diproduksi KIAS, yakni keramik dinding, genteng dan lantai. Jenis keramik lantai sampai saat ini masih mendominasi penjualan perseroan.

« Older Entries