Menyapih Anak dengan Metode Weaning With Love

Menyapih anak memang menjadi fase yang menegangkan untuk para momy karena setelah menikmati attachment yang tinggi selama menyusui dua tahun lamanya, kini ibu dengan berat hati harus mengganti attachment tersebut dengan cara yang berbeda. Tentunya bukan hal yang mudah namun tetap mau tidak mau, suka tidak suka itu mesti dilakukan demi kebaikan para mom dan ananda tercinta.

Namun ternyata seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan, untuk para momy yang ingin move on dari stigma negatif selama proses menyapih, kini hadir metode yang efektif untuk menyapih yakni metode WWL atau Weaning With Love. Weaning With Love/ menyapih dengan cinta ini sangatlah efektif sekali selama para momy mengikuti rule/tips yang ada.

Apakah bisa menyapih dengan adanya cinta? padahal stigma yang terjadi menyapih penuh dengan drama dimana anak rewel, kesal dan momy pun kesakitan dengan payudara yang bengkak yang akhirnya jadi ikut uring-uringan atau marah gak jelas.

Pertanyaan tersebut tentunya muncul dibenak momy yang penasaran tentang bagaimana caranya metode WWL ini, metode yang tentunya memberikan dampak positif untuk momy dan ananda tercinta. Jika dilakukan dengan penuh kesabaran dan keuletan maka momy sendiri yang akan menikmati hasilnya pula, bukan hanya untuk ananda saja.
Mari kita bedah apa saja sih tips nya supaya momy sukses menyapih dengan metode WWL, chek it out !!!!

1. Hitung bulan apa ananda harus disapih, lalu persiapkan minimal satu bulan sebelumnya untuk memulai proses menyapih.

Begini contohnya, ananda genap berusia 2 tahun pada bulan juli misalnya, maka dari awal bulan juni momy sudah mempersiapkan proses penyapihan dengan maksud untuk ancang-ancang supaya ananda tidak shock jika disapih mendadak.

2. Kurangi frekuensi menyusui secara bertahap.

7. STOP menawarkan namun dilarang menolak secara kasar.

Kenapa ya momy dilarang keras untuk menawarkan menyusu, apalagi saat ananda sedang tantrum yang sudah menjadi kebiasaan menawarkan ananda untuk menyusu. Ya karena sekarang sedang dalam proses penyapihan yang jika momy menawarkan justru ananda akan sulit berhenti menyusu, apalagi ketika tantrum justru jangan diberikan sama sekali karena ananda akan mengulang perilaku yang sama setiap ingin menyusu. Tapi kenapa pula dilarang menolak? ya karena jika momy menolak apalagi dengan cara yang kasar justru akan membuat ananda shock, baik itu secara fisik ataupun psikologis. Fisiknya yang biasanya menerima nutrisi dari ASI dan psikologisnya yang biasanya mendapatkan kenyamanan dan ketenangan saat menyusu sekarang ditolak mentah-mentah oleh momy, ya tentunya ananda akan shock. Cara yang tepat adalah penundaan sesuai jadwal yang telah ditentukan dengan tujuan membuat ananda belajar sabar menahan keinginan untuk menyusu. Terdengar berat ya momy, namun apalah daya memang itulah cara terbaik.

8. Lakukan Sounding secara rutin.

Sounding itu apa ya? sounding itu mengatakan hal yang sama secara berulang-ulang baik itu pada waktu yang sama atau berbeda. Misalnya nih momy mengatakan pada ananda \” anak pinter udah gede berhenti ya nyusu nya\” nah kata-kata tersebut dilakukan secara berulang-ulang baik ketika anak sedang bermain, sedang makan dan menjelang tidur. Sounding ini memiliki kekuatan tersendiri yang membuat ananda berperilaku sesuai dengan apa yang momy katakan, asalkan sounding nya rutin ya mom.

9. Hindari memberikan ASI saat malam.

Kenapa memberikan ASI saat malam harus dihindari? karena saat ananda tidur malam ia benar-benar dalam keadaan mengantuk banget, jadi meskipun ia bangun ingin menyusu pun tidak perlu kita turuti ananda akan langsung tidur sendiri saking ngantuknya. Momy hanya perlu memberikan air putih saja ananda akan langsung tidur tanpa rewel, hanya sehari dua hari saja ananda beradaptasinya asalkan momy konsisten. Hal ini merupakan kondisi bonus yang melegakan untuk momy.

10. Hindari memberikan susu/air minum menggunakan dot.

Momy tercinta, dari awal tujuan kita adalah ingin menyapih ananda dengan cinta yang tentunya penuh drama dibaliknya, namun apa jadinya jika kita memberikan susu pengganti/air minum ke dalam dot? apakah sama saja dengan kita ingin melakukan proses penyapihan dua kali? memberikan susu dengan dot sangat tidak disarankan karena ketika ananda diberikan dot maka harus disapih kembali. Jadi mubadzir rasanya jika kita bersusah payah menyapih dan nantinya harus menyapih kembali, lebih baik bersabar sekarang ketika ananda mengamuk saat masih belajar minum susu menggunakan botol. Maka gunakanalah botol yang ada sedotannya, jadi ananda tidak terlalu susah beradaptasi. Setelah terbisa minum dengan sedotan ananda akan refleks bisa minum susu di gelas, hanya butuh adaptasi sebentar saja.

11. Attachment lebih diperkuat dengan cara yang lain.

Attachment adalah kelekatan, kelekatan antara ibu dan anak yang selama ini dibanung selama proses menyusui tentunya harus dipertahankan meskipun dengan cara yang lain. Sangat disayangkan jika setelah berhasil menyapih, kelekatan momy dan ananda jadi berkurang karena sudah tidak menyusui. Momy harus sebisa mungkin mengganti kelekatan yang ada tersebut, misalnya dengan sering bermain, memeluk, mencium, memberikan apresiasi kepada ananda. Maka kelekatan yang sudah terbangun sebelumnya tidak akan hilang begitu saja, bahkan bisa semakin erat hubungannya.

12. Move on dari cara menyapih konservatif yang membuat ananda trauma.

Cara menyapih yang seperti apa yang konservatif itu? cara kebanyakan orang tua jaman dahulu saat menyapih yang justru membuat ananda trauma bahkan rewel nya sangat lama bisa sampai berbulan-bulan. Misalnya dengan menempelkan plaster ke puting, mengolesken jamu-jamuan yang pahit, mengoleskan minyak kayu putih, mengoleskan lipstik, bahkan ada yang sampai membuat anak melihat kotoran burung merpati pada payudara ibu nya. Cara-cara tersebut merupakan cara konservatif yang memaksa ananda langsung stop menyusu tanpa ada aba-aba yang justru menurut observasi saya hal tersebut membuat anak rewel berlama-lama karena shock, dan momy pun mengalami bengkak yang luar biasa karena sama shock nya. Berbeda halnya dengan WWL ini, karena dilakukan secara bertahap, ananda hanya rewel satu sampai dua hari saja, dan kesanya bisa beraktifitas seperti biasa, bisa legowo karena memang ananda tidak dipaksa untuk beradaptasi secara mendadak.

Panjang juga ya mom, mudah-mudahan bisa dijadikan referensi jika momy ingin menyapih ananda menggunakan metode WWL.

***