IMF Sebut ASEAN Menjadi Titik Terang Ekonomi Global

IMF Sebut ASEAN Menjadi Titik Terang Ekonomi Global

ASEAN menjadi titik terang ekonomi global. Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Geogieva menyebut bahwa ASEAN menjadi titik terang dalam ekonomi global. Hal itu disampaikan dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pertemuan keduanya dilakukan di sela-sela KTT ASEAN ke-35 di Impact Arena live22, Nonthaburi, Thailand, Minggu (3/11).

Baca juga: Kunjungan Turis Turun 10 Persen Pada September 2019

“Presiden dan Direktur Pelaksana IMF melakukan tukar pikiran mengenai situasi ekonomi global dan kawasan,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang mendampingi Jokowi dalam pertemuan.

Kepada Jokowi, Georgieva mengatakan ekonomi global tengah mengalami perlambatan dengan pertumbuhan ekonomi berada di level terendah dalam satu dekade terakhir.

Ekonomi asal Bulgaria itu juga menyoroti banyaknya ketidakpastian yang diciptakan akibat tensi ekonomi dan politik.

Menurut dia, perlambatan ekonomi tidak hanya terjadi pada sektor perdagangan, tetapi juga pada investasi dan manufaktur yang selama ini menjadi mesin pertumbuhan.

“Di sisi lain, Direktur Pelaksana IMF melihat bahwa kondisi ASEAN lebih baik dan ia bilang ekonomi ASEAN masih berada di bright spot in the world economy,” tutur Retno.

Baca juga: Menko Luhut Pegang Komando Kebijakan Tiket Pesawat

Sementara itu, Presiden Jokowi menyampaikan prioritas pemerintah Indonesia dalam lima tahun ke depan, yakni pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), melanjutkan pembangunan infrastruktur, reformasi struktural, dan penyerderhanaan peraturan-peraturan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengaku program prioritas sbobet yang telah disampaikan Presiden Jokowi mendapat sambungan baik dari bos baru IMF itu.

“IMF sangat mendukung dan mengatakan (prioritas) ini sudah tepat, terutama diusulkan untuk menjaga kestabilan moneter, melakukan reformasi peraturan-peraturan, dan mengambil kebijakan yang terkait instrumen fiskal,” imbuh dia.