BI Ramalkan Rupiah Akan Perkasa Tahun Ini

Ekonomi – Bank Indonesia memberikan prediksi bahwa nilai tukar rupiah telah mulai menguat pada tahun ini, prospek yang sangat baik ini memungkinkan memberikan dampak baik bagi pertumbuhan ekonomi global dan nasional dari pada tahun sebelum 918kiss nya.

Perry Warjiyo selaku Gubernur BI “Bank Indonesia” mengatakan bahwa ekonomi masyarakat secara global meningkat dari 3,1 persen menjadi 3,2 persen dimana ini adalah angka yang cukup besar. Memiliki perkembangan tersebut teridentifikasi dari pada kesepakatan harga barang dagang antara Amerika Serikat dengan China.

Baca Juga : Sektor Industri Dasar Angkat IHSG ke Level 6.249

Sementara pertumbuhan ekonomi nasional seperti Indonesia tersendiri di perkirakan berada pada angka 5,3 persen atau titik perhitungannya dari 5,1 sampai pada 5,5 persen untuk tahun ini. perkembangan ini sangat baik sekali dari perkiraan laju ekonomi tahun lalu dengan perbandingan yaitu diatas 5 persen untuk sementara di tahun 2020.

Meningkatkan harga barang dagang juga telah di ramal sangat terjaga rendah pada perkiraan 3 sampai pada 1 persen plus dan minus. Neraca Pembayaran Indonesia juga sangat eklusif karena aliran modal asing ke tanah air dalam beberapa waktu terakhir ini sangat deras.

Disisi lain juga, Perry menekankan bahwasanya kekuatan mata uang rupiah bisa memberi dampak sangat posifit kepada perkonomian nasional. pasalnya, selain dari dapatnya produksi industri menjadi efisien yang awalnya berbahan baku impor, rupiah juga bisa memberikan kestabilisasi pada mekanisme pasar.

Keinginan yang selama ini di mimpikan oleh seluruh warga indonesia terhadap realisasi pengiriman barang keluar negeri bisa meningkat. Ditambah lagi prospek meningkatnya permintaan dari global untuk produk-produk indonesia selaku salah satu mitra dagang.

Baca Juga : Data Ekonomi China Akan Bebani IHSG Pada Awal Pekan

Awalnya, Bank central Nasional memproyeksi kurs mata uang rupiah berada pada posisi Rp. 13.900 sampai pada Rp. 14.400 per dolar Amerika Serikat. Berdasarkan perdagangan pada hari ini kurs rupiah berada pada posisi Rp.13.639 per dolar Amerika Serikat, sedangkan referensi Bank Indonesia Jakarta Interbank Spot Dollar Rate menempatkan pada posisi Rp.13.626.

Perry juga mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan memberikan dampak positif bagi Indonesia kedepannya, dengan penguatan rupiah juga akan mendorong investasi dalam negeri. Hal ini dikatakan ketika ia diwawancarai salah satu stasiun indomaxbet televisi internasional CNN.