Rupiah Terus Tertekan Ke Level Rp 14.853 per Dollar AS

Rupiah Terus Tertekan Ke Level Rp 14.853 per Dollar AS

Bisnis & Ekonomi – Rupiah terus tertekan ke level Rp 14.853 per Dollar AS pada Rabu(9/9/2020). Mengutip Bank Indonesia (BI) kurs tengah acuan Jakarta Interbank Spot Dolar Rate/Jisdor rupiah terdepresiasi sebesar 45 poin ke level RP 14.853 per dolar AS togel hari ini dari posisi sebelumnya di level RP 14.798 per dolar AS.

Sedangkan data Bloomberg Dolar Index, rupiah pada perdagangan spot exchange dibuka melemah pada level Rp 14.800 per dolar AS, atau turun 35 poin (0,24 persen) dibanding penutupan sebelumnya Rp 14.765 per dolar AS.

Baca Juga : 6,35 Juta Debitur Dapat Tambahan Subsidi Bunga KUR

Rupiah Terus Tertekan Ke Level Rp 14.853 per Dollar AS

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, faktor utama masih melempemnya nilai tukar rupiah karena kiss918 sell off di bursa saham AS semalam.

“Terutama di Nasdaq dan masih memanasnya konflik AS dan China berpotensi menjadi sentimen negatif untuk aset beresiko termasuk rupiah hari ini,” kata Ariston dalam analisanya.

Ia melanjutkan, pelaku pasar mungkin mengikuti arus pagi ini dengan keluar dari aset beresiko setelah penurunan Nasdaq semalam. Sementara kekhawatiran pasar meninggi dengan China mulai mengcounter tuduhan AS dan menyebabkan konflik makin memanas.

“Potensi pelemahan rupiah hari ini dengan potensi kisaran Rp 14.650 – Rp 14.850,” pungkas Ariston.

Baca Juga : Penumpang Sepi, KAI Andalkan Angkutan Barang

Pasca pandemi virus corona belum bisa teratasi dan berimbas terhadap stagnasi ekonomi maka ada kemungkinan pemerintah meminta BI joker123 login tetap berkontribusi dalam pembiayaan defisit anggaran alias burden sharing setidaknya sampai 2022.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa jika pertumbuhan ekonomi tahun depan bisa berada di kisaran 4,5 – 5,5%, maka burden sharing mungkin tidak lagi dibutuhkan pada 2022.

Pernyataan Jokowi bisa dimaknai bahwa masih ada peluang pemerintah akan meminta bantuan kepada BI untuk membiayai defisit anggaran setidaknya hingga 2022, andai ppertumbuhan ekonomi di bawah target.

“Pelaku pasar kecewa karena mengira burden sharing hanya kebijakan jangka pendek, sekali pukul, ad hoc, one off. Namun, ternyata ada kemungkinan bertahan lama,” imbuhnya.

Disamping itu, pasar juga mencemaskan wacana amandemen Undang-Undang (UU) BI. Salah satu opsi yang ada adalah kembalinya Dewan Moneter seperti masa Orde Baru. Dewan Moneter memimpin, mengkoordinasikan dan mengarahkan kebijakan moneter sejalan dengan kebijakan umum pemerintah di bidang perekonomian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *