PSBB Jakarta Mulai Berlaku Kembali Hari ini, Berikut 11 Sektor Usaha yang Masih di Perbolehkan Beroperasi

PSBB Jakarta Mulai Berlaku Kembali Hari ini, Berikut 11 Sektor Usaha yang Masih di Perbolehkan Beroperasi

PSBB Jakarta mulai berlaku kembali hari ini, berikut 11 sektor usaha yang masih di perbolehkan beroperasi. DKI Jakarta kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat, mulai hari ini 14 September 2020. Hal tersebut sebelumnya telah diumumkan live22 secara langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Meski menerapkan PSBB dengan lebih ketat dibandingkan skema PSBB transisi yang berlaku selama ini, masih ada 11 sektor usaha yang diperbolehkan beroperasi dengan minimal saat PSBB Jakarta, Sektor usaha bidang non essensial diharuskan melaksanakan kegiatannya dari rumah.

“Akan ada 11 bidang essential yang boleh berjalan dengan operasi minimal, jadi nggak seperti biasa, dikurangi,” ujar Anies.

“Perlu saya sampaikan izin operasi pada bidang non-essensial yang dapat izin akan dievaluasi ulang untuk pastikan pengendalian peregerakan kegiatan, baik kegiatan usaha maupun kegiatan sosial tidak sebabkan penularan,” imbuhnya.

Baca Juga : Rupiah Terus Tertekan Ke Level Rp 14.853 per Dollar AS

Adapun 11 sektor usaha yang masih bisa beroperasi selama PSBB ialah:

  • Perusahaan kesehatan
  • Usaha bahan pangan
  • Energi
  • Telekomunikasi dan teknologi informatika
  • Keuangan
  • Logistik
  • Perhotelan
  • Konstruksi
  • Industri strategis
  • Pelayanan dasar, utilitas publik, dan industri yang ditetapkan sebagai obyek vital nasional dan obyek tertentu
  • Pemenuhan kebutuhan sehari-hari

PSBB Ketat DKI Jakarta, 11 Sektor Tetap Boleh Beroperasi dengan Kapasitas 50 Persen

PSBB Jakarta Mulai Berlaku Kembali Hari ini, Berikut 11 Sektor Usaha yang Masih di Perbolehkan Beroperasi

Sebelumnya, DKI Jakarta memberlakukan pembatasan sosial login joker123 berskala besar (PSBB) ketat mulai besok, Senin (14/9/2020). Langkah ini diambil karena kasus aktif COVID-19 di DKI Jakarta dinilai semakin meningkat dalam 12 hari terakhir.

“Di bulan September memang terjadi peningkatan kasus yang cukup signifikan. Pada tanggal 30 Agustus, kasus aktif di Jakarta 7.960. Pada saat itu kita menyaksikan bulan Agustus, kasus aktif ini menurun. Tapi memasuki bulan September sampai tanggal 11 September kemarin, jadi 12 hari pertama bertambah sebesar 3.864 kasus sekitar 49 persen dibandingkan akhir Agustus,” ujar Gubernur DKI Anies Baswedan saat mengumumkan pemberlakukan PSBB DKI Jakarta secara daring, Minggu (13/9/2020).

Peningkatan kasus positif, sembuh, maupun meninggal terkait COVID-19 yang sangat signifikan di DKI Jakarta itu yang membuat pihaknya merasa perlu mengambil langkah ekstra guna mengendalikan penyebaran COVID-19 di Ibu Kota. “Bila ini tidak terkendali, dampak ekonomi, sosial, budaya akan menjadi sangat besar,” kata Anies.

Baca Juga : 6,35 Juta Debitur Dapat Tambahan Subsidi Bunga KUR

Pelaksanaan PSBB ketat di DKI Jakarta dengan mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta No. 33 tahun 2020 tentang pelaksanaan PSBB dalam Penanganan COVID-19 di Provinsi DKI Jakarta. Pergub DKI Jakarta No.79 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19, dan Pergub DKI Jakarta No.88 tahun 2020 yang disahkan pada hari ini, Minggu (13/9/2020).

Anies mengatakan, pada prinsipnya, seluruh warga Ibu Kota dianjurkan untuk tetap berada di rumah joker123 dan tidak berpergian. Kecuali ada keperluan mendesak atau beraktivitas dalam usaha esesial yang diperbolehkan selama masa PSBB ketat.

Seperti pelaksasnaan PSBB sebelumnya, ada 11 sektor usaha yang tetap beroperasi, kali ini sektor-sektor tersebut berjalan dengan maksimal 50 persen kapasitas dan tetap mengikuti protokol kesehatan seperti pada masa PSBB transisi.

Meski demikian, jika ditemukan kasus positif lokasi kegiatan tersebut, maka seluruh usaha dan kegiatan pada lokasi tersebut harus ditutup paling sedikit selama 3 hari operasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *