Pengaruh Negatif Game Action  

Pengaruh Negatif Game Action ! – Setiap orang saat ini memiliki cara khusus untuk melepaskan penat. Ada yang suka mendengarkan musik, pergi jalan-jalan, atau menerima menikmati hari dengan banyak tidur. Namun Bagi kebanyakan laki-laki Bermain game action Menjadi Sebuah AKTIVITAS Yang memucat seru untuk review DAPAT menghabiskan Akhir pekan. Lebih saat kamu bermain bersama teman sebaya, kamu mungkin bisa sampai lupa waktu. Sebetulnya ada batasan untuk bermain game yang perlu kamu ganti.

aksi game
aksi game

Baca artikel lain di:  http://student.blog.dinus.ac.id/informasi/

Fakta mengejutkan pun ditemukan oleh seorang ilmuwan yang bernama Gregory West, dosen psikologi di Universite de Montreal, Kanada, pada tahun 2017. Dengan demikian, untuk beberapa penelitian sebelumnya mengungkapkan permainan aksi ini akan memberikan hasil positif bagi penggunanya. Salah satunya adalah melatih kemampuan saraf motorik dan fokus seseorang. Akan tetapi, hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal Psikiatri Molekul ini membalikkan hal sebaliknya.

Ketahui informasi terbaru dan terlengkap tentang game online terbaik yang dapat Anda mainkan seperti game bola online. Dengan bermain game ini dan menggunakan bandar bola online Anda akan menghasilkan uang nyata.

Sebanyak 75% persen orang yang bermain game aksi selama kurang lebih 5 jam setiap minggu ini memiliki bagian abu-abu yang lebih sedikit pada bagian hipokampus , dibandingkan dengan yang lebih banyak bermain game . Hipokampus ini merupakan bagian dari otak yang menjadi pusat belajar, penyimpanan, dan untuk pemrosesan memori jangka panjang. Jika keseluruhan hipokampus itu rusak, atau malah hanya ada sebagian saja, maka kamu bisa mengatasi masalah memori yang serius.

Saat main kamu bermain game action, kamu akan dipaksa berpikir kreatif untuk dapat menemukan strategi mengalahkan lawan. Proses ini pun melibatkan bagian otak yang bernama striatum. Striatum ini merupakan bagian otak yang akan bertindak seperti semacam autopilot. Maksudnya, yaitu otak kamu secara otomatis tahu akan seluk-beluk dari strategi permainan, misalnya kapan kamu harus belok ke kanan, kiri, maju, atau mundur tanpa harus berpikir panjang. Jadi, bagian otak ini lah yang membuat arah ‘navigasi’ tadi menjadi sebuah kebiasaan.

Semakin sering otak striatum ini digunakan untuk bermain game action, maka otak pun akan semakin sedikit menggunakan hipokampus untuk dapat mengingat hal-hal penting. Akibatnya, hipokampus ini akan mengalami atrofi alias kehilangan sel-sel dan jaringannya secara perlahan. Dampak fatalnya, kamu tidak akan dapat lagi mengingat hal-hal yang sifatnya jangka panjang. Kamu mungkin akan masih bisa mengingat kembali hal-hal yang sudah terjadi beberapa waktu lalu, tapi sayangnya kamu tidak dapat mengingat hal-hal yang baru terjadi sebelum hipokampus rusak.

Demikian penjelasan mengenai pengaruh dari game action ini. Untuk itu kamu bisa mengurangi penggunaan game action ini. Semoga artikel ini dapat membantu kamu untuk lebih dari game ini.