6 Sistem Pendidikan di Jepang yang Unik, Apa Saja?

Bagaiaman sebuah sistem pendidikan di Jepang terjadi?

Jepang dari dulu dikenal dengan keunikan, termasuk dalam dunia pendidikan. Sistem pendidikan di Jepang menjadi salah satu yang terbaik di dunia. Tak heran, banyak masyarakat di Indonesia yang berlomba-lomba menempuh pendidikan di Jepang.

Berikut ini 6 keunikan yang terjadi dalam sistem pendidikan di Jepang. Apa saja? Yuk coba kita cari tahu bersama.

1. Di Jepang Perilaku Lebih Penting daripada Ilmu Pengetahuan

sistem-pendidikan-jepang-perilaku-lebih-penting-daripada-ilmu-pengetahuan

Perilaku atau adab merupakan hal yang lebih penting di Jepang. Jepang menjelaskan bahwa menempuh pendidikan tidak hanya sekadar memperoleh pengetahuan dan berhasil lulus dari ujian. Ada hal yang lebih penting daripada itu semua, yakni perilaku atau adab.

Sistem pendidikan di Jepang tidak mewajibkan anak-anak mereka untuk mengikuti ujian sebelum berumur 10 tahun. Lalu apa yang diajarkan sebelum mereka berumur 10 tahun?

Tahun-tahun sebelumnya mereka akan diajarkan bagaimana bersikap, menghargai diri sendiri dan orang lain, bagaimana menghargai alam dan hewan. Selain cara bersikap, mereka juga belajar bagaimana mengendalikan diri, adil, berempati serta membantu orang lain.

Biasanya disela-sela belajar bagaimana bersikap, anak-anak di Jepang akan menjalani tes kecil guna memastikan mereka tidak memiliki masalah atau kesulitan dalam menerima informasi.

2. Sistem Pendidikan di Jepang Mengharuskan Siswa Jepang Membersihkan Sekolah Sendiri

japan-membersihkan-sekolah-sendiri

Sistem pendidikan di Jepang mengharuskan siswa untuk membersihkan sekolah mereka. Mulai dari ruang kelas yang digunakan, kafetaria sampai dengan toilet. Sejak dini, anak-anak disana dilatih untuk peka terhadap kebersihan.

Tujuan dari kegiatan ini adalah menumbuhkan rasa tanggung jawab, mampu bekerja dalam sebuah tim dan tentunya saling membantu satu sama lain.

3. Tahun Akademik Dimulai pada 1 April

japan-membersihkan-sekolah-sendiri

Berbeda dengan universitas atau sekolah kebanyakan yang menggunakan 2 semester dalam setahun, Jepang membaginya menjadi 3 semester. Hari libur mereka pun terbagi menjadi 6 minggu liburan selama musim panas, dua minggu lagi di musim semi dan dua minggu lainnya di musim dingin.

Kalau di negara lain, tahun akademik dimulai pada bulan September dan Oktober, namun di Jepang dimulai pada 1 April. Tanda dimulainya tahun ajaran baru adalah disaat bunga sakura mulai mekar.

4. Di Jepang ada Menu Makanan Standar yang Dikonsumsi untuk Makan Siang

sistem-makanan-jepang-selalu-bergizi

Gizi dan nutrisi di Jepang juga sangat diperhatikan. Setiap hari di sekolah dasar maupun menengah umum, semua siswa diberi makan siang sesuai dengan standar yang sudah ditentukan.

Jangan salah, Jepang menggunakan koki profesional untuk memasak makanan para siswa. Jepang juga menggunakan ahli kesehatan untuk mengatur gizi dan nutrisi dari siswanya.

5. Sistem Pendidikan di Jepang Mempunyai 1 Tes Tunggal Menentukan Masa Depan Siswa

sistem-pendidikan-di-jepang-mempunyai-1-tes-tunggal

Sistem pendidikan di Jepang mengharuskan siswa untuk mengikuti tes khusus setelah menyelesaikan sekolah menengah. Bagaimana prosedur tesnya?

Siswa akan menjalani tes tunggal ini untuk memutuskan apakah dia dapat melanjutkan studi yang lebih tinggi di perguruan tinggi yang telah dipilihnya atau tidak. Biasanya sebelum mengambil tes, siswa akan memilih kampus di mana mereka ingin melanjutkan pendidikan.

Perguruan tinggi memberlakukan beberapa ketentuan pada pelamar seperti skor. Umumnya bila mahasiswa memiliki skor yang rendah tidak akan dapat menjadi mahasiswa di sana.

6. Siswa di Jepang Harus Belajar Kaligrafi dan Puisi Jepang

Jepang juga memperhatikan budaya di negaranya. Siswa diajarkan untuk mencintai budaya lokal sehingga wajib belajar kaligrafi dan puisi Jepang.

Nah itu dia 6 sistem pendidikan di Jepang. Sudah pernah kamu coba bandingkan dengan metode pembelajaran di Indonesia?

Konsep Dasar Strategi Pembelajaran Kontekstual

Apa yang menjadi konsep dasar dalam strategi pembelajaran kontekstual? Sebelum mengetahui lebih lanjut tentang konsep dasar dalam strategi ini, sebaiknya kamu perlu tahu dahulu tentang apa itu strategi pembelajaran kontekstual.

Strategi pembelajaran kontekstual adalah suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan untuk memotivasi siswa guna memahami materi pembelajaran yang telah dipelajarinya. Baru setelahnya mengaitkan materi tersebut dengan kehidupan sehari-hari entah dalam konteks pribadi, sosial ataupun kultural.

Dalam dunia pendidikan pembelajaran kontekstual biasa disebut dengan Contextual Teaching and Learning atau biasa disebut dengan CTL. CTL melibatkan 7 komponen utama, yaitu konstruktivisme (constructivism), bertanya (questioning), menemukan (inquiri), masyarakat belajarb (learning community), pemodelan (modeling), dan penilaian sebenarnya (authentic assessment).

karakteristik-strategi-pembelajaran-kontekstual

Langkah Pembelajaran Kontekstual

Perlu kamu ketahui bahwa CTL dapat diterapkan dalam kurikulum apa saja, bidang keahlian apapun serta bagaimanapun keadaan ataupun kondisi kelasnya. Karena hal itulah, guru biasanya menobatkan CTL menjadi strategi pembelajaran yang paling mudah diterapkan.

Bagaimana langkah-langkah CTL jika diterapkan dalam kelas?

  1. Mengembangkan pemikiran bahwa proses belajar anak akan lebih bermakna apabila dia bekerja secara sendiri, mengkontruksi pemikiran dan pengetahuannya, membangun sendiri ketrampilan barunya.
  2. Melaksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik. Apa itu kegiatan inkuiri? Kegiatan inkuiri adalah pembelajaran yang melibatkan seluruh kemampuan siswa secara maksimal untuk mencari dan meyelidiki sesuatu secara sistematis, kritis, logis, analitis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri.
  3. Bertanya adalah salah satu alat untuk mengembangkan sifat ingin tahu siswa.
  4. Ciptakan masyarakat belajar
  5. Menghadirkan model sebagai contoh pembelajaran
  6. Refleksi lebih baik dilakukan saat akhir pertemuan
  7. Penilaian dapat dilakukan dengan berbagai cara

Karakteristik Pembelajaran Kontekstual

Apa saja karakteristik strategi pembelajaran kontekstual?

Model pembelajaran secara kontekstual juga memiliki karakteristik. Kamu bisa mengidentifikasinya melalui beragam ciri-ciri di bawah ini:

  1. Siswa banyak melakukan kerjasama bila pembelajaran kontekstual diterapkan.
  2. Saling menunjang. Apa yang dimaksudkan dengan saling menunjang? Masing-masing guru dan siswa saling menunjang kegiatan yang dilakukan oleh siswa.
  3. Suasana pembelajaran menyenangkan dan tidak membosankan.
  4. Belajar dengan bergairah.
  5. Pembelajaran lebih terintegrasi satu sama lain.
  6. Sumber tidak hanya berpaku dalam satu hal saja.
  7. Siswa dituntut lebih aktif.
  8. Guru dalam mengembangkan pembelajaran harus lebih kretif dan siswa harus lebih kritis.
  9. Sharing dengan teman perlu dilakukan untuk menambah pengetahuan.
  10. Salah satu hal yang paling ikonik dalam CTL adalah dinding dan lorong-lorong penuh dengan hasil kerja siswa. Entah itu berupa peta, gambar slogan, artikel, dan humor.
  11. Pada akhir semester, bentuk laporan yang disampaikan pada orang tua bukan hanya rapor saja, tetapi karya siswa, laporan hasil praktikum serta banyak karya siswa yang lain.

Implementasi CTL dalam kelas juga harus disandingkan dengan metode pembelajaran yang tepat. Kira-kira metode pembelajaran seperti apa yang baiknya disandingkan dengan CTL? Coba pelajari dulu tentang metode pembelajaran disini.

Nyatanya, pada program CTL seluruh rencana kegiatan kelas dirancang oleh guru. Guru merancang secara detail tentang apa yang akan dilakukan bersama siswanya. Mulai dai kegiatan apa yang dilakukan, alat dan bahan apa yang harus disiapkan. Nantinya dari hasil rancangan tersebut akan muncul beberapa poin, seperti materi pembelajaran yang tepat, langkah-langkah pembelajaran, serta authentic assessment.

Nah itu dia sedikit penjelasan tentang konsep dasar strategi pembelajaran kontekstual. Semoga bermanfaat ya! Sampai jumpa pada pembahasan selanjutnya.

7 Kelebihan Pendidikan di Filandia

Apa yang membuat pendidikan di Finlandia sering dijadikan rujukan sebagai contoh pendidikan yang sempurna?

Jika kita mau menengok secara lebih mendalam, sembari membandingkan dengan pendidikan di Indonesia, maka akan kita dapat jawabannya. Negara kecil ini sukses menarik perhatian dunia karena perhatiannya terhadap pendidikan anak usia dini (PAUD).

Menurut tulisan dalam World Economic Forum dan Insider, ada beberapa sistem yang membuat pendidikan di finlandia menjadi barometer hampir seluruh negara. Apa saja?

1. Guru adalah profesi paling dihormati

guru-adalah-proefis-dihormati

Guru di Finlandia merupakan profesi yang paling dihormati. Gajinya berapa? Ada yang menyebutkan bahwa gaji guru disana melebihi profesi guru di Amerika Serikat!

Setara dengan gaji yang diterima, Finlandia mengharuskan guru untuk menempuh pendidikan hingga magister serta wajib menyelesaikan pendidikan profesinya. Hal itu pula yang membuat Finlandia memiliki guru yang pantas diandalkan dalam penelitian yang berkaitan dengan pedagogis atau pengajaran tentang pendidikan.

Sekolah dasar di Finlandia berdampingan dengan universitas.

2. Finlandia menghargai dan mendengarkan penelitian

pendidikan-di-finlandia-menghargai-penelitian

Beberapa negara, salah satunya adalah Amerika Serikat seringkali memiliki kebijakan pendidikan yang tidak menjawab sama sekali permasalah pendidikan anak-anak. Namun, Finlandia tidak menempatkan penelitian serupa kepentingan politis.

Finlandia tidak membawa beban politik dalam pendidikannya. Pemerintah membuat keputusan kebijakan pendidikan berdasrkan penelitian dan efektivitas semata.

Kesimpulan yang diperoleh adalah Finlandia menyelesaikan sesuatu berbasis data yang diperoleh dari penelitian serta berbasis proyek, bukan dengan politis.

3. Pendidikan di Finlandia tidak mementingkan persaingan

belajar-kelompok-dalam-pendidikan-di-finlandia

Pendidikan Finlandia adalah pelopor bahwa persaingan antar siswa tidak memiliki arti apa-apa. Di Finlandia kamu tidak akan menemukan sekolah swasta, karena seluruh sekolah didanai oleh biaya publik dan negara.

Ujian nasional juga tidak dipakai di Finlandia. Guru dilatih mampu membuat penilaian terhadap para siswanya sendiri. Finlandia percaya bahwa guru mampu melakukan kinerjanya lebih baik tanpa ada motivasi untuk saling berkompetisi.

4. Waktu bermain siswa sangat penting!

waktu-bermain-siswa-sangat-penting

Istirahat 15 menit sebelum melanjutka pelajaran lainnya merupakan hal wajib di Filandia. Kebijakan tersebut memberikan peluang supaya anak-anak tetap menjadi anak-anak dengan tidak meninggalkan waktu bermain.

Hasilnya bagaimana?

Hasil yang paling tampak adalah anak mampu mengerjakan tugasnya lebih baik serta perilaku mereka juga lebih baik.

5. Pendidikan di Finlandia tidak takut bereksperimen

Bila negara lain takut untuk bereksperimen dalam dunia pendidikan, lain hanya dengan Finlandia. Pendidikan di Finlandia tidak takut untuk melakukan eksperimen. Hal ini merupakan manfaat besar dari proses mendengarkan dan mengharga penelitian tanpa bergantung dengan kekuatan lainnya.

Pemerintah mendorong guru-guru di Finlandia untuk membuat sendiri laboraturiom mini mereka. Laboraturium mereka disesuaikan dengan gaya mengajar guru-guru tersebut.

Pola pikir eksperimental ini yang dianggap mampu memberikan pikiran dan ide yang “out of the box”.

6. PAUD gratis namun berkualitas

Di Indonesia pendidikan anak usia dini (PAUD) tidak gratis sama sekali. Orang tua harus membayar bila ingin memberikan pendidikan kepada anak mereka. Harapannya apa? Orang tua di Indonesia berharap dengan mengenalkan pendidikan lebih dini, anak lebih pintar.

Bebeda dengan Finlandia yang memberikan PAUD hingga penitipan anak secara gratis, namun berkualitas. Guru-guru yang mendapingi PAUD semua memiliki gelar sarjana.

Kenapa demikian?

Pendidikan di Finlandia menyiapkan anak-anak untuk berada dalam kurikulum dan jalur yang sama. Dengan demikian orang tua akan merasa yakin bahwa pendidikan akan setara diterima di segala sudut kota.

7. PR sangat sedikit

pendidikan-di-finlandia-pr-sangat-sedikit

Mengapa PR di Finlandia hampir ditiadakan?

Hal ini terjadi karena orang tua menganggap guru telah memenuhi sebagian besar dari apa yang dibutuhkan siswa, dan sekolah pun juga menganggap hal yang sama.

Sehingga, kerja ekstra sering tidak perlu dilakukan lagi dalam hal pendidikan.

Waktu yang dihabiskan di rumah full untuk keluarga, sehingga satu-satunya pelajaran yang dipelajari oleh anak di rumah adalah tentang kehidupan.

Nah itu dia 7 kelebihan pendidikan di Finlandia. Bagaimana model pendidikan di Indonesia? Coba cek disini. Semoga bermanfaat ya.

Belajar Metode Pembelajaran PAUD Sebelum Menyekolahkan Anak

PAUD atau kepanjangan dari Pendidikan Anak Usia Dini merupakan pendidikan yang memang disiapkan untuk anak dengan usia yang belum memasuki sekolah. Usia seperti itu dianggap sudah mampu menerima proses pembelajaran, namun dengan metode yang lebih menekankan pada aspek bermain sambil belajar.

Nah berikut ini ada 5 metode yang paling terkenal dan sering digunakan PAUD dalam proses belajar mengajar. Kamu sebagai ibu atau calon ibu, kudu paham betul tentang metode yang digunakan dalam mengajar PAUD, sehingga kamu juga tau buruk dan baiknya pembelajaran untuk anak.

Yuk rapatkan kursi dan pahami secara benar 5 metode pembelajaran yang sering digunakan oleh PAUD.

1. Metode Pembelajaran PAUD Melalui Bermain

metode-pembelajaran-bermain-sambil-belajar

Metode pembelajaran sambil bermain adalah metode yang paling sering digunakan dalam PAUD. Metode ini memposisikan permainan sebagai media pembelajaran bagi siswa. Bermain sambil belajar mampu merangsang daya ingat anak menjadi lebih peka. Continue reading Belajar Metode Pembelajaran PAUD Sebelum Menyekolahkan Anak

Metode Pembelajaran: Pengertian, Fungsi, Jenis, Tujuan dan Contoh

Apa yang dimaksud dengan metode pembelajaran? Secara umum, metode pembelajaran digunakan dalam proses belajar mengajar. Baik di sekolah, ataupun di lingkungan luar sekolah. Bila suatu proses pembelajaran tidak menggunakan metode, maka guru akan kesulitan menyampaikan ilmu yang dimiliki
Jadi apa sih sebenarnya metode pembelajaran itu? Coba kita telusuri bersama tentang pengertian, jenis-jenis, fungsi, tujuan hingga contoh penerapan metode pmebelajaran.

Pengertian Metode Pembelajaran

Beberapa sumber dalam laman internet menyatakan bahwa metode pembelajaran merupakan sebuah proses menyampaikan materi pendidikan kepada peserta didik yang dilakukan secara sistematis serta teratur oleh guru ataupun tenaga pengajar lainnya. Continue reading Metode Pembelajaran: Pengertian, Fungsi, Jenis, Tujuan dan Contoh