Pengertian Bilangan Biner

img-binary

Apa sih biner itu?

Sebelum mempelajari biner lebih baik kamu harus tahu dahulu sistem bilangan. Apa itu sistem bilangan? Kenapa ada sistem bilangan?

Sistem bilangan itu suatu cara buat mewakili besaran item. atau bisa dikatakan mewakili sebuah perintah dalam komputer supaya dapat dimengerti oleh komputer. Ada beberapa sistem bilangan; Biner, Desimal, Oktal, Hexadesimal. Mereka memiliki keunikannya masing-masing. Disini akan dibahas mengenai sistem Biner.

Biner atau bi.ner /binèr/ dalam KBBI dapat diartikan ,a terjadi dari atau ditandai oleh dua benda atau dua bagian; serba dua, a Mat berdasar dua (tentang bilangan pada sistem bilangan). Sistem biner sendiri hanya memiliki dua bilangan yakni 0 dan 1. Sistem bilangan biner adalah dasar dari semua bilangan berbasis digital. Kalau dalam komputer ada istilah Byte. Nah 1 Byte = 8 bit (binary digit). Sistem coding komputer secara umum menggunakan coding 1 Byte . Bilangan biner yang digunakan ada 8 digit yang berisikan hanya angka 1 dan 0. Lah kok bisa? Kenapa harus ada Byte? Apakah Byte itu penyingkat dari bit agar lebih pendek?

Lanjut ke pembahasan biner. Biner dipakai dimana aja sih? di dunia serba digital ini, setiap perangkat elektronik pasti menggunakan bilangan biner. Lah kok? Mengingat tiap perangkat memiliki hardware yang mana hardware hanya memiliki dua kondisi; mendapat aliran listrik (1) atau tidak mendapat aliran listrik (0). Begitu.

Cara Membaca Biner

Secara kita semua selalu menggunakan bilangan desimal di kehidupan sehari-hari maka dari itu kali ini akan membahas mengenai bagaimana cara membaca biner kedalam desimal. Atau konversi biner ke desimal

Contohnya :

0000 = 0

0001 = 1

0010 = 2

0011 = 3

0100 = 4

0101 = 5

0110 = 6

0111 = 7

1000 = 8

1001 = 9

1010 = 10

dst..

Loh kok iso?  Berarti kalau nilai desimalnya semakin besar, semakin banyak pula  jumlah digit binernya ya? . Betul!

Contoh :

101111000110102 = 1205810

Tulis pangkat dari angka 2, dimana pangkat terus meningkat

 

1 0 1 1 1 1 0 0 0 1 1 0 1 0
213 212 211 210 29 28 27 26 25 24 23 22 21 20

 

Kemudian

 

1 0 1 1 1 1 0 0 0 1 1 0 1 0
1×213 0x212 1×211 1×210 1×29 1×28 0x27 0x26 0x25 1×24 1×23 0x22 1×21 0x20

 

Lalu

 

1 0 1 1 1 1 0 0 0 1 1 0 1 0
8192 0 2048 1024 512 256 0 0 0 16 8 0 2 0

Kemudian jumlahkan hasilnya dan akan menghasilkan bilangan desimal hasil konversi

101111000110102 = (8192+2048+1024+512+256+16+8+2)10

101111000110102 = 1205810

 

Nah seperti itu contohnya, first impression emang terlihat ribet, tapi kalau kamu sudah hafal perpangkatan atau kelipatan dari 2 4 8 dst. Bakalan lebih mudah. Ingat! Bisa karena biasa.

FYI nih,

Dalam bilangan biner nilai paling kanan atau nilai yang paling kecil disebut LSB (Least Significant Bit) sedang nilai paling kiri atau nilai yang paling besar disebut MSB (Most Significant Bit). Contohnya

101111000110102

Dari barisan angka tersebut, angka 0 paling kanan bernilai 0, angka 1 paling kanan bernilai 2. Dan itu adalah angka paling kecil Least Significant. Sedangkan bagian paling kiri memiliki nilai 8192 Most Significant. Least Significant sering digunakan untuk kepentingan penyisipan data kedalam suatu media digital lain.

 

Manfaat Bilangan Biner

Bilangan biner digunakan dalam rangkaian digital untuk menyatakan kondisi mati dan idup. Pada dasarnya sinyal digital berisi angka deretan 0 dan 1 yagn menyatakan kondisi hidup dan mati. Begitu.

 

Terima kasih.

Yuk, baca artikel disini biar tambah ilmunya.

Published by

Muhammad Bagus Satria

Im not really sure bout dis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *