Activity

  • agung posted an update 3 months, 4 weeks ago

    Sejarah Penyebaran Islam di Purwodadi Grobogan

    Alamat rumahku berada di Purwodadi yang terletak di kabupaten grobogan, di kabupaten Grobogan sendiri terdapat banyak peninggalan sejarah islam yang memiliki nilai historis tersendiri. Seperti beberapa makam leluhur Raja-Raja Mataram Islam di Tanah Jawa, makam para Wali, dan terdapat salahsatu masjit yang menjadi bukti sejarah penting penyebaran islam di daerah Grobogan.
    Disini saya akan menjelaskan soal masjid yang menjadi bukti sejarah penting penyebaran islam di purwodadi Grobogan.
    Masjit sendiri merupakan tempat bersembahyang untuk umat islam, Kini banyak berdiri bangunan masjdi di Kota Purwodadi, Grobogan.
    Dari sekian banyak masjid, ada salah satu yang punya nilai historis terkait penyebaran Islam di Grobogan.
    Yakni, Masjid KH Burham yang berada di Kampung Jengglong Barat, Kelurahan Purwodadi. Masjid ini letaknya di pinggiran Sungai Lusi. Dari bibir sungai hanya berjarak sekitar 40 meter.
    Dari keterangan warga, tempat ibadah itu dulunya dibangun oleh seorang ulama dari Jawa Timur bernama KH Konawi pada tahun 1752. Saat itu bangunannya masih kecil, hanya menampung sekitar 30 jemaah.
    Pada awalnya, tempat ibadah itu dinamakan langgar atau surau. Saat itu, kondisi kampung Jengglong Barat masih berupa rawa-rawa dan belum padat penduduknya seperti sekarang. Pada awal dibangun bentuk bangunannya dibikin panggung karena daerah itu rawan banjir ketika musim hujan. Temapt ibadahnya berada di lantai atas.
    Setelah KH Konawi meninggal ketika dalam perjalanan ibadah haji, penyebaran Islam diteruskan putranya, KH Burham. Setelah KH Burham meninggal, keberadaan langgar itu tetap dilestarikan dan namanya dipakai sebagai tempat ibadah tersebut sampai saat ini.

    Warga hendak melakukan ibadah salat (MuriaNewsCom/Dani Agus)
    Seiring makin banyaknya jemaah, langgar itu sempat dipugar beberapa kali dengan bentuk tetap seperti panggung. Rehab besar-besaran dilakukan pada tahun 1992 oleh H Wodjo Karyoso, cucu dari KH Burham yang tinggal di kampung tersebut.
    “Awalnya, tempat ibadah ini dipugar jadi langgar gede. Kemudian, tahun 1992 dipugar dan serambinya diperluas biar bisa menampung lebih banyak jemaah. Pada tahun 1992, tempat ini namanya berubah dari langgar menjadi Masjid KH Burham,” kata Icek Baskoro, putra sulung H Wodjo Karyoso.
    Beberapa tahun lalu, dibangun pula sebuah menara yang cukup tinggi di sebelah selatan masjid. Kemudian, pada tahun 2016 ini, masjid tersebut diperluas lagi. Sampai saat ini, masjid KH Burham bisa menampung sekitar 250 jemaah.
    Meski dipugar namun ada beberapa bagian bangunan lama yang tetap dipertahankan. Yakni, empat soko guru atau tiang utama bangunan dari kayu jati, lantai geladag. Kemudian, ukiran serambi dan pintu ukir kayu jati juga masih dipertahankan dan ditempatkan di bagian depan. Selain itu, bedug besar dari kayu jati utuh atau tanpa sambungan juga masih diletakkan di pojok masjid tersebut.

    Untuk makam sendiri, terdapat
    Beberapa makam tokoh yang ada di Purwodadi Grobogan diantaranya adalah makam Ki Ageng Tarub atau yang lebih dikenal dengan nama Jaka Tarub. Selain makam Ki Ageng Tarub yang berada di Desa Tarub, terdapat juga salah satu makam putra menantu Ki Ageng Tarub yang beristrikan dengan putri Ki Ageng Tarub yang bernama Dewi Nawangsih.
    pada malam Selasa Kliwon atau malam Anggoro Kasih upacara ritual yang digelar di makam Ki Ageng Tarub akan lebih komplit, karena merupakan malam besar bagi para leluhur. Persembahan sesaji pada malam Selasa Kliwon diantaranya adalah sesaji tumpeng ingkung ayam, bunga wewangian, nasi wuduk, bunga wewangian dan sesaji lainnya yang berupa polo pendem.
    “Upacara yang dilakukan masyarakat Desa Tarub ini sebagai wujud syukur kepada Tuhan dan para leluhur yang hingga sampai sekarang masih terus mengayomi seluruh penduduk Desa Tarub dan sekitarnya,” jelas Hastono Adipuro.
    Dan untuk makam wali sendiri terdapat makam Makam Ki Ageng Jalalain di pulorejo grobogan.

    referensi :
    https://www.grobogan.go.id/profil/sejarah/grobogan-di-awal-sejarah
    http://noenkcahyana.blogspot.co.id/2010/09/sejarah-grobogan.html

Comments are closed.

Skip to toolbar