20190828-mewujudkan-mimpi-dengan-kekuatan-pikiran-min

Mewujudkan Mimpi Dengan Kekuatan Pikiran

Yang namanya perang, memang akan selalu menjadi momok bagi orang – orang yang terlibat di dalamnya. Tidak hanya mereka yang berperang, negara tetangga pun pasti akan terkena imbasnya. Salah satu perang yang terkenal adalah Perang Vietnam.

 

Perang Vietnam terjadi selama lebih dari 20 tahun, tepatnya 1 November 1955 sampai dengan 30 April 1975. Perang ini terjadi antara tentara Amerika dan tentara Vietnam. Walaupun Amerika tampak lebih superior dibandingkan oleh tentara Vietnam, nampaknya mereka kepayahan juga.

 

Bagaimana tidak? Penduduk asli vietnam berhasil membuat gorong – gorong yang menghubungkan seluruh medan perang. Gorong – gorong tersebut berukuran kecil dan hanya dapat menampung orang vietnam yang bertubuh kecil. Melalui gorong – gorong tersebut, orang vietnam dapat muncul di manapun untuk membunuh tentara Amerika.

 

Selama hampir dua puluh tahun perang ini berlangsung, banyak sekali memakan korban jiwa dari tentara Amerika. Bahkan bagi mereka yang kurang beruntung dan dipenjara, sebagian besar mengalami gangguan jiwa karena mengalami siksaan fisik dan mental yang kejam. Suatu hal yang lumrah dalam suatu perperangan.

 

Ada satu kejadian menarik dalam perang Vietnam ini. Disebutlah ada seorang tentara yang bernama, Mayor James Nesmeth. Beliau adalah salah satu tentara Amerika yang tertangkap dan kemudian membuatnya mengalami siksaan fisik dan mental yang sangat berat, yang akan membuat sebagian besar orang mengalami keruntuhan mental.

 

Nesmeth ditempatkan di suatu ruangan yang sangat sempit dan bau, pengap, dan gelap. Dia terjebak sendirian di sana dan tidak ada seorang pun yang dapat diajak berbicara, apalagi mengobrol. Di dalam neraka buatan itu, Nesmeth bahkan tidak dapat melakukan gerakan fisik apapun karena ruangan penjara yang sangat sempit.

 

Dalam masa penjara tersebut, ada satu hal yang dilakukan oleh Nesmeth untuk menjaga pikirannya dapat berjalan waras. Apa sih yang sebenarnya dia lakukan? Nesmeth berusaha mengusir kesepiannya dengan berdoa dan membayangkan mengenai hal – hal yang dia ingin lakukan ketika sudah bebas nanti. Ia tidak punya luxury untuk memilih, selain berusaha untuk mengisi pikirannya.

 

Nesmeth selalu membayangkan permainan golf karena ini adalah olahraga yang ia sukai. Setiap hari, Nesmeth selalu membayangkan ia menggunakan pakaian golf, memegang stick dan memukul bola golf di lapangan hijau. Ia membayangkan seolah – olah itu terjadi. Bagaimana terkadang ia gagal memukul bola sehingga bola melenceng jauh dari lintasan. Ia juga membayangkan suasana panas terik atau mungkin hujan yang sering dihadapi oleh pemain golf. Nesmeth juga membayangkan sorakan penonton ketika ia berhasil memasukkan bola ke dalam lubang.

 

Setelah tujuh tahun dipenjara, akhirnya Nesmeth dibebaskan ketika perang Vietnam berakhir. Lalu bagaimana kelanjutan kisah golf nya?

 

Diceritakan! Suatu saat ia pergi ke lapangan golf dan mengikuti turnamen. Nesmeth berhasil memenangkan kejuaraan golf tersebut, bahkan mendapat hole in one di salah satu kesempatan.

 

Banyak orang yang bertanya kunci sukses Nesmeth dalam memenangkan pertandingan tersebut. Namun, dengan kata kata bijak kehidupan, Nesmeth menjawab : “Saya berlatih di dalam pikiran saya sendiri. Saya selalu memvisualisasikan game ini dengan tepat di dalam kepalaku.”

***

Dari cerita di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa pikiran itu adalah sebuah tanah kosong. Apa pun yang kita pikirkan, itu menjadi bibit yang kita tanam di dalam pikiran. bibit itu akan tumbuh menjadi kebun yang mengisi pikiran kita.

 

Dengan membiarkan pikiran kita kosong, maka akan tumbuh semak belukar di dalam pikiran. Kalau Anda tidak percaya, Anda dapat mengamati perkaraan atau halaman rumah orang yang tidak dirawat, dan tunggu apa yang muncul setelah beberapa saat. Semak belukar bukan? Anda tidak pernah menanam rumput atau mungkin semak, tetapi itu akan muncul ketika tanah tidak digarap. Demikianlah pikiran yang tidak digarap akan meracuni pikiran orang tersebut.

 

Apa yang Anda pikirkan secara terus menerus, lambat laun akan mengendap di dalam alam bawah sadar kita. Selanjutnya dari pikiran akan menjadi sikap hidup kita. Sikap hidup yang dilakukan terus menerus dan akhirnya membentuk kebiasaan, bahkan karakter diri yang kita miliki. Karena itu, kita harus selalu memberikan kata kata motivasi diri kepada diri sendiri. Dengan begitu akan mengisi pikiran kita dengan apa yang baik dan apa yang benar.

 

Pada akhirnya, kita akan memakan buah kehidupan dari apa yang telah kita pupuk semasa kehidupan

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *