process and result

A long time ago, Pablo Picasso eating in a restaurant. When he eats, someone asks him to make portraits of himself. Because of this surprise demand, Picasso gets a fabric material that available near him. After that, Picasso began to draw at the fabric and the portrait finished in ten minutes.

When he asked the price of the portrait, Picasso’s answer surprised that person. “USD 1000 dollars!”. Yes, a very expensive and that person protest, “You drawing for at least 10 minutes, and you asked me 1000 dollars?”

Picasso answer elegantly, “Depict your portrait may need just 10 minutes, but I need a lifetime to get experience and become an expert in this field!”

I think we often have a similar situation. We regret when we bring our stuff to get repaired by the expert because he can fix it in a minute. And we must pay them handsomely… We’re not willing to pay handsomely to something that doesn’t require much time. It always happens when we see the result and neglect the process. You must ask, how many years must he spend to get his skill to fix our stuff better!

Without process, there will be no awesome result. You may learn to love your partner through 5 love languages. Or maybe you learn about business. Whatever your fields, make sure you’ve become the expert. Become an expert is like an investment. Our effort needs time to pay for them. It’s usually started small, but like a snowball, it will get bigger and bigger. Make sure you always learn in the process, so your rewards will be greater.

Jangan Multitasking! Fokus Adalah Langkah Awal Memulai Sukses

Satu ditambah dengan satu hasilnya adalah dua. Dua ditambah dengan dua hasilnya adalah empat. Empat ditambah dengan empat menghasilkan angka delapan.

Berbeda dengan perkalian dimana empat dikali empat sama dengan enam belas. Itu adalah hukum matematika yang berlaku secara universal. Atas dasar inilah banyak orang yang berpikir bahwa ketika kita mengerjakan dua atau lebih hal sekaligus, maka kita akan bisa menyelesaikan pekerjaan tersebut. Bahkan memberikan hasil yang maksimal.

Ternyata hasil yang berbeda terjadi di lapangan. Forbes menyampaikan bahwa hanya 2% dari multitasker bisa menyelesaikan banyak pekerjaan sekaligus . Ditekankan bahwa fakta menunjukkan bahwa multitasking lebih sering menurunkan produktivitas. Angka penurunannya bahkan cukup tinggi yaitu 40%. Multitasking juga didapati merupakan asal muasal suatu pekerjaan diselesaikan 50% lebih lama dan tingkat kesalahan juga meningkat 50% dibandingkan apabila kita fokus pada satu pekerjaan saja.

Oleh karena itu, apabila resolusi tahun baru Anda adalah meningkatkan produktivitas … maka Anda bisa memulai dengan mengurangi multitasking. Anda perlu fokus pada suatu pekerjaan, dari pada mengerjakan beberapa hal sekaligus. Apalagi jika yang Anda kerjakan tidaklah terlalu penting seperti membuka media sosial seperti Youtube atau Instagram.

Nyatanya produktivitas itu berbeda dengan kesibukan loh. Para multitasker selalu tampak sibuk, tetapi mereka sebenarnya sama sekali tidak produktif. Bahkan ada kata kata bijak yang berkata bahwa : “sibuk dengan hal – hal yang tidak berguna”.

Untuk dapat produktif, Anda harus fokus. Untuk belajar fokus, mulailah dari sekaran untuk membiasakan diri mengerjakan hanya satu pekerjaan dalam satu waktu. Mulailah dari hal – hal yang kecil seperti : makan tanpa perlu mengecek ponsel;  berkonsentrasi di kelas; mengerjakan to do list secara disiplin, belajar mengabaikan gangguan orang; mengusahakan kamar untuk selalu rapi karena biasanya kondisi berantakan akan mengganggu perhatian kita.

Nah, namun Anda jangan salah mengartikan bahwa kita tidak boleh melakukan multitasking sama sekali. Bukan juga berarti bahwa Anda mengambil peluang usaha sampingan ketika Anda sedang bekerja. Namun, jangan sampai Anda berpikir bahwa Anda bisa mendapatkan hasil maksimal dengan mengerjakan dua hal sekaligus. Alih – alih multitasking, Anda perlu memiliki prioritas dan kemampuan untuk mendelegasikan tugas.

Belajarlah untuk mengelola waktu dengan baik dan bijak. Pastikan juga Anda disiplin dengan deadline yang diberikan sehingga orang yang memberikan Anda pekerjaan senang dengan kualitas pekerjaan Anda. itu adalah cara untuk menjadi produktif.

Baca juga : 6 Type of Conflict Management Style to Solve a Problem

Mewujudkan Mimpi Dengan Kekuatan Pikiran

Yang namanya perang, memang akan selalu menjadi momok bagi orang – orang yang terlibat di dalamnya. Tidak hanya mereka yang berperang, negara tetangga pun pasti akan terkena imbasnya. Salah satu perang yang terkenal adalah Perang Vietnam.

 

Perang Vietnam terjadi selama lebih dari 20 tahun, tepatnya 1 November 1955 sampai dengan 30 April 1975. Perang ini terjadi antara tentara Amerika dan tentara Vietnam. Walaupun Amerika tampak lebih superior dibandingkan oleh tentara Vietnam, nampaknya mereka kepayahan juga.

 

Bagaimana tidak? Penduduk asli vietnam berhasil membuat gorong – gorong yang menghubungkan seluruh medan perang. Gorong – gorong tersebut berukuran kecil dan hanya dapat menampung orang vietnam yang bertubuh kecil. Melalui gorong – gorong tersebut, orang vietnam dapat muncul di manapun untuk membunuh tentara Amerika.

 

Selama hampir dua puluh tahun perang ini berlangsung, banyak sekali memakan korban jiwa dari tentara Amerika. Bahkan bagi mereka yang kurang beruntung dan dipenjara, sebagian besar mengalami gangguan jiwa karena mengalami siksaan fisik dan mental yang kejam. Suatu hal yang lumrah dalam suatu perperangan.

 

Ada satu kejadian menarik dalam perang Vietnam ini. Disebutlah ada seorang tentara yang bernama, Mayor James Nesmeth. Beliau adalah salah satu tentara Amerika yang tertangkap dan kemudian membuatnya mengalami siksaan fisik dan mental yang sangat berat, yang akan membuat sebagian besar orang mengalami keruntuhan mental.

 

Nesmeth ditempatkan di suatu ruangan yang sangat sempit dan bau, pengap, dan gelap. Dia terjebak sendirian di sana dan tidak ada seorang pun yang dapat diajak berbicara, apalagi mengobrol. Di dalam neraka buatan itu, Nesmeth bahkan tidak dapat melakukan gerakan fisik apapun karena ruangan penjara yang sangat sempit.

 

Dalam masa penjara tersebut, ada satu hal yang dilakukan oleh Nesmeth untuk menjaga pikirannya dapat berjalan waras. Apa sih yang sebenarnya dia lakukan? Nesmeth berusaha mengusir kesepiannya dengan berdoa dan membayangkan mengenai hal – hal yang dia ingin lakukan ketika sudah bebas nanti. Ia tidak punya luxury untuk memilih, selain berusaha untuk mengisi pikirannya.

 

Nesmeth selalu membayangkan permainan golf karena ini adalah olahraga yang ia sukai. Setiap hari, Nesmeth selalu membayangkan ia menggunakan pakaian golf, memegang stick dan memukul bola golf di lapangan hijau. Ia membayangkan seolah – olah itu terjadi. Bagaimana terkadang ia gagal memukul bola sehingga bola melenceng jauh dari lintasan. Ia juga membayangkan suasana panas terik atau mungkin hujan yang sering dihadapi oleh pemain golf. Nesmeth juga membayangkan sorakan penonton ketika ia berhasil memasukkan bola ke dalam lubang.

 

Setelah tujuh tahun dipenjara, akhirnya Nesmeth dibebaskan ketika perang Vietnam berakhir. Lalu bagaimana kelanjutan kisah golf nya?

 

Diceritakan! Suatu saat ia pergi ke lapangan golf dan mengikuti turnamen. Nesmeth berhasil memenangkan kejuaraan golf tersebut, bahkan mendapat hole in one di salah satu kesempatan.

 

Banyak orang yang bertanya kunci sukses Nesmeth dalam memenangkan pertandingan tersebut. Namun, dengan kata kata bijak kehidupan, Nesmeth menjawab : “Saya berlatih di dalam pikiran saya sendiri. Saya selalu memvisualisasikan game ini dengan tepat di dalam kepalaku.”

***

Dari cerita di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa pikiran itu adalah sebuah tanah kosong. Apa pun yang kita pikirkan, itu menjadi bibit yang kita tanam di dalam pikiran. bibit itu akan tumbuh menjadi kebun yang mengisi pikiran kita.

 

Dengan membiarkan pikiran kita kosong, maka akan tumbuh semak belukar di dalam pikiran. Kalau Anda tidak percaya, Anda dapat mengamati perkaraan atau halaman rumah orang yang tidak dirawat, dan tunggu apa yang muncul setelah beberapa saat. Semak belukar bukan? Anda tidak pernah menanam rumput atau mungkin semak, tetapi itu akan muncul ketika tanah tidak digarap. Demikianlah pikiran yang tidak digarap akan meracuni pikiran orang tersebut.

 

Apa yang Anda pikirkan secara terus menerus, lambat laun akan mengendap di dalam alam bawah sadar kita. Selanjutnya dari pikiran akan menjadi sikap hidup kita. Sikap hidup yang dilakukan terus menerus dan akhirnya membentuk kebiasaan, bahkan karakter diri yang kita miliki. Karena itu, kita harus selalu memberikan kata kata motivasi diri kepada diri sendiri. Dengan begitu akan mengisi pikiran kita dengan apa yang baik dan apa yang benar.

 

Pada akhirnya, kita akan memakan buah kehidupan dari apa yang telah kita pupuk semasa kehidupan

 

Naik Tanpa Menginjak = Tidak Senggol Bacok!

Cerita Motivasi – Untuk Anda yang telah memasuki usia dewasa, Anda akan menemukan bahwa panggung politik tidaklah hanya muncul di pemerintahan saja. Di tempat kerja pun terkadang kita akan menjumpai adanya panggung politik. Terkadang memang terkesan mengurangi – mengurangi, karena memang seringnya terjadi demikian.

 

Praktik senggol bacok, jegal menjegal, saling sikut kanan dan kiri, serta saling menjatuhkan pun menjadi pandangan yang biasa. Banyak manager yang pintar mengambil hati BOS BESAR. Semakin ahli dia mengambil hati BOS BESAR, semakin mantap dan kokohlah posisinya. Itu berarti kesempatan promosi juga akan semakin besar.

 

2 jurus yang sering dikeluarkan : “menjilat ke atas” dan “menginjak ke bawah” menjadi kunci sukses mereka. Segala cara dilakukan. Yang haram pun akhirnya dihalalkan. Kalau bawahan salah, ia melaporkannya ke atas, sebelum dia di persalahkan. Padahal yang namanya pemimpin seharusnya bertanggung jawab sebagai atasan bukan? Demikian juga kalau bawahan bagus, masa dia akan memasang muka di hadapan atasan dan mengatakan bahwa dia adalah contributor dan merupakan pemberi ide atas kinerja yang bagus tersebut.

 

Itulah praktis “office politics”. Dan hal ini sepertinya wajar terjadi di setiap perusahaan. Perbedaan yang terjadi hanyalah skala dan kadar praktis tersebut. Ada yang berskala kecil, tetapi ada pula yang berskala besar dan terang – terangan. Benar – benar tidak berbeda dengan seekor kepiting yang ingin naik ke dalam suatu keranjang dan mengingjak – injak kepiting lainnya.

 

Lalu bagaimanakah kita menyikapi hal ini?

 

Seperti halnya orang – orang tua yang mengeluarkan kata kata mutiara : “BELAJARLAH DARI SEJARAH”. Kita juga perlu belajar dari sejarah.

 

Dalam kitab Daniel diceritakan bahwa ribuan tahun lalu hidup seorang raja yang bernama raja Darius. Beliau adalah raja di sebuah kerajaan yang bernama babel. Praktis office politics ini ternyata sudah terjadi. Dan yang menjadi korban adalah Daniel. Para wakil raja saat itu ingin menjatuhkan Daniel dengan berbagai cara yang sangat licik karena tidak menemukan suatu kesalahan ada padanya. Mereka membuat undang – undang yang menjerat Daniel dalam hal ibadahnya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Wow.

 

Padahal apabila kita belajar mengenai Daniel lebih jauh, seperti yang diceritakan di dalam alkitab, ma kita menemukan bahwa Daniel bisa menjadi wakil raja bukanlah karena cara – cara yang kotor seperti itu. Daniel menjadi raja murni karena hikmatnya, dan kecakapan yang dilakukannya di dalam pekerjaan. Bahkan disampaikan bahwa segala sesuatu yang dikerjakannya adalah sempurna.

 

Kisah Daniel ini kiranya dapat menjadi kata kata motivasi diri bagi kita semua. Bahkan kita pun dapat menduduki posisi puncak tanpa harus menjilat atasan dan menginjak bawahan.

 

Kata kata motivasi : Naiklah ke atas tanpa harus menginjak ke bawah.