(Konsep E – Bisnis) Penerapan E – Bisnis di PT. Air Asia

 

 

 

air_asia-logo

Awalnya AirAsia dimiliki oleh DRB-HICOM milik Pemerintah Malaysia namun maskapai ini memiliki beban yang berat dan akhirnya dibeli oleh mantan eksekutif  Time Warner, Tony Fernandes, dengan harga simbolik 1 Ringgit.

Setelah itu dibukalah pangkalan kedua di Bandara Senai, Johor Bahru dekat Singapura dan AirAsia melakukan penerbangan internasionalnya ke Thailand. Sejak itu, dibukalah Thai AirAsia dan dilakukanlah berbagai penambahan rute seperti ke Singapura dan Indonesia,  penerbangan ke Makau dan  penerbangan ke Manila dan Xiamen. Rute lain yang akan dibuka adalah ke Vietnam, Kamboja, Filipina, dan Laos.

Selain Thai AirAsia, di Indonesia juga terdapat perusahaan AirAsia yaitu Indonesia AirAsia (sebelumnya bernama AWAIR) yang terbang dari Jakarta ke Yogyakarta, Denpasar untuk tujuan lokal, dan dari Surabaya ke Medan untuk rute domestik lainnya, selain itu penerbangan dilakukan keluar Indonesia melalui kota-kota besar seperti Medan, Padang, Pekanbaru, Palembang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Solo, Balikpapan dan Makassar
Penerapan E-Bisnis dari segi Manajemen

Dengan menggunakan internet  sebagai acuan model bisnis  dalam perusahaan juga biasa dikenal dengan e-business.  Melalui AirAsia.com, maka customer hanya perlu mengakses situs dari AirAsia.com untuk melakukan reservasi tiket pesawat,  juga dapat melakukan reservasi untuk hotel dan berbagai paket menarik yang ditawarkan oleh AirAsia.com. Jika membeli tiket penerbangan Air Asia, customer akan mendapatkan discount khusus di hotel atau resort yang bekerja sama dengan Air Asia. Dengan begitu, banyak customer yang akan memanfaatkan momen tersebut. Dan semua pihak akan merasa diuntungkan.  Dengan sistem e-Business,  AirAsia dapat melakukan efisiensi biaya seperti komisi untuk travel agent, dan juga AirAsia tidak perlu membuat sistem Human Resource sebanyak pada perusahaan penerbangan lainnya. E-Business  yang diterapkan AirAsiater masuk dalam aplikasi B2C (Business to Consumer) dimana aplikasi ini ditujukan supaya consumer dapat langsung berhubungan dengan pihak perusahaan tanpa harus melalui perantara (travel agent) seperti system reservasi konvensional. Penerapan e-Business pada AirAsia memberikan berbagai keuntungan baik untuk pihak perusahaan maupun bag ipihak  customer.

Menciptakan brand ASEAN yang di akui secara global. Mencapai tariff terhemat, mempertahankan produk berkualitas tinggi, menggunakan teknologi  untuk mengurangi pembiayaan dan meningkatkan kualitas layanan. AirAsia Memfokuskan diri untuk penerbangan berbiaya hemat, untuk penerbangan jarak jauh.
AirAsia menyediakan jaringan titikk etitik dan berfrekuensi tinggi untuk bisnis layanan jarak jauh. Efisiensi biaya AirAsia bersumber dari langkah mempertahankan armada penerbangan yang sederhana dan jaringan rute yang didasari dengan bandara berbudget hemat, tanpa pembagian kode yang rumit dan kebiasaan-kebiasaan pembiayaan lainnya yang memberatkan penerbangan konvensional tanpa mengurangi komitmen dalam hal keamanan penerbangan. Para penumpang dapat terus menikmati penerbangan dengan biaya hemat, melalui penghematan biaya yang dilakukan.

 

Penerapan E-Bisnis dari segi Organisasi

Air asia juga termasuk kedalam organisasi modern karena memenuhi ciri – ciri dari organisasi modern yang diantara nya :

  • Organisasi bertambah besar

Dalam kurun waktu 12 tahun, AirAsia telah melayani 88 destinasi,menerbangkan lebih dari 220 juta penumpang, yang berkembang dari 2 buah pesawat menjadi 150 buah pesawat.

  • Semakin cepat pengolahan data sebagai akibat teknologi modern.

Sebagai maskapai yang mempunyai tujuan memberikan penerbangan murah kepada semua orang maka tentu saja hampir semua sistem nya terkomputerisasi untuk meruduksi pengeluaran perusahaan . Contoh nya penjualan tiket secara direct sales (via web) .

Air Asia dapat dikategorikan sebagai organisasi karena sudah memenuhi unsur – unsur organisasi, yakni :

  • Man

Man/manusia menjadi faktor yang paling penting dalam pembentukan suatu organisasi. Air Asia saat ini memiliki karryawan yang berjumlah lebih dari 8 ribu yang tersebar di beberapa negara.

  • Kerjasama

Setiap orang yang tergabung dalam organisasi pasti melakukan kerjasama untuk mencapai tujuan yang dimiliki oleh organisasi tersebut. Begitupula dengan Air Asia, semua pegawai nya bekerjasama untuk mencapai tujuan perusahaan yakni “Menjadi maskapai penerbangan berbiaya hemat di Asia dan melayani 3 juta orang yang sekarang dilayani dengan konektivitas yang kurang baik dan tarif yang mahal”

  • Tujuan bersama

Setiap organisasi harus memiliki tujuan yang jelas dan bisa dipahami oleh setiap anggota nya sehingga setiap hal yang dilakukan mengarah pada tercapainya tujuan bersama. Dan tujuan Air Asia bisa dilihat dari prioritas, visi dan misinya yakni:

–     VISI
Menjadi maskapai penerbangan berbiaya hemat di Asia dan melayani 3 jutaorang yang sekarang dilayani dengan konektivitas yang kurang baik dan tarifyang mahal.

–     MISI

  1. Menjadi perusahaan terbaik untuk bekerja, di mana para karyawandianggap sebagai anggota keluarga besar.
  2. Menciptakan brand ASEAN yang diakui secara global.
  3. Mencapai tarif terhemat sehingga semua orang bisa terbang denganAirAsia.
  4. Mempertahankan produk berkualitas tinggi, menggunakan teknologiuntuk mengurangi pembiayaan dan meningkatkan kualitas layanan.

Air Asia termasuk organisasi Niaga karena Organisasi ini mempunyai tujuan utama mencari keuntungan. Air Asia bukan termasuk Organisasi Sosial karena bukan dibentuk oleh masyarakat yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara, dan organisasi ini termasuk organisasi niaga yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT) serta Air Asia adalah sebuah perusahaan yang mempunyai lingkup Organisasi Regional karena luas wilayahnya hanya meliputi beberapa negara tertentu yang berada di ASEAN.

 

Penerapan E-Bisnis dari segi Teknologi

Kini AirAsia dapat menekan banyak biaya transportasi dan distribusi. Biaya yang harusnya dikeluarkan saat petinggi perusahaan harus mendatangi rapat di tempat yang jauh, kini tidak diperlukan lagi. Sekarang rapat dapat dilakukan dimana saja, asal ada device, software dan koneksi internet. Dan penghematan biaya di berbagai sektor itu telah membuat harga tiket menjadi murah, dan customer akirnya banyak yang memilih Air Asia.

Air Asia dulu belum terkenal seperti sekarang. Karena perkembangan teknologi yang semakin canggih, maka Air Asia menjadi terkenal seperti sekarang ini. Dengan menggunakan promosi lewat media elektronik dan aneka inovasi yang ditawarkan adalah salah satu hal yang membuatnya bangkit dan berkembang. Perkembangan Air Asia tentu tidak secara langsung, perusahan tersebut harus melihat keunggulan perusahaan penerbangan lain, yang informasinya dapat dengan mudah di cari melalui internet

Keberhasilan yang di dapat oleh  AirAsia  dapat mempertahankan kualitas maskapainya dengan penggunaan e-Business sebagai core business model merupakan salah satu bukti bahwa teknologi dapat memberikan competitive advantage dalam persaingan bisnis. Namun pengggunaan teknologi diharapkan dapat mendukung infrastruktur dan sistem yang memadai sehingga akan memberikan hasil yang optimal bagi profitabilitas perusahaan.

 

Keunggulan sistem e-business yang dimiliki oleh PT. AirAsia

Keunggulan sistem e-business yang dimilikinya, yaitu:

1) Dengan sistem e-business, Air Asia dapat melakukan efisiensi biaya seperti komisi untuk travel agent.

2) Dengan e-business, Air Asia tidak perlu membuat sistem Human Resource sebanyak pada perusahaan penerbangan lainnya.

3) E-business yang diterapkan Air Asia termasuk dalam Business to Consumer dimana aplikasi ini  ditujukan agar konsumer dapat langsung berhubungan dengan pihak perusahaan tanpa harus melalui perantara seperti sistem reservasi konvensional.

4) Penerapan e-business pada Air Asia memberikan keuntungan baik untuk pihak perusahaan maupun bagi pihak customer.

5) Sistem yang digunakan sebagai Point of Sales disebut dengan Global Distribution System (GDS) dimana GDS ini memiliki interface yang berupa Graphical User Intrface (GUI) yang berhadapan langsung dengan pelanggan. Saat pelanggan berinteraksi dengan sistem melalui GUI, maka sistem tersebut secara real-time akan melakukan proses-proses back office diantaranya melakukan validasi, otorisasi, dan konfirmasi yang akhirnya akan memberikan pelanggan suatu bukti penjualan tiket dan bukti tersebutlah yang digunakan sebagai tiket pesawat.

 

Kesimpulan

Air Asia  sudah cukup berhasil dalam menerapkan strategi E-Business dalam hal ini cakupannya adalah : Cost LeaderShip, Differentation, dan Focus. AirAsia memberi penawaran menarik, kemudahan dan kepraktisan kepada para konsumen, hal inilah yang membuat AirAsia sekarang ini unggul dalam menguasai pasar penerbangan pasar lokal (wilayah Asia Tenggara). Tapi hal tersebut masih harus tetap dievaluasi dan dilakukan penambahan layanan dan organisasi untuk tetap unggul dan menjadi leader di pasar penerbangan kawasan Asia terutama Asia tenggara karena persaingan di pasar bebas sangatlah ketat.

 

Referensi

 

  • http://adinrifai.blogspot.co.id/2016/05/penerapan-e-business-pada-perusahaan.html
  • Diposting oleh adin rifai di 30.00

 

  • https://ajengdwi309.wordpress.com/2014/12/31/mari-mengenal-profile-maskapai-penerbangan-air-asia/

 

  • Dharma, Budi Sutedjo.2001. Perspektif e-Business. Yogyakarta : Penerbit Andi Yogyakarta
  • Hunger, J.David & Thomas L. Wheelen. 1996. Manajemen Strategis. Terjemahan oleh Julianto Agung. 2001. Yogyakarta. Penerbit Andi
    David, Fred R. 1997. Managemen Strategis. Terjemahan oleh Paulyn Sulistio. 2006. Jakarta. Penerbit Salemba Empat
    Antariksa, Yodhia Msc in HR. 2007. On Managing People, Strategy and Mindset.Penerbit www.strategimanajemen.net
    http://kamusbahasaindonesia.org
  • http://e-business-fti.blogspot.co.id/2013/02/strategi-e-business.html
  • https://leadtheant.wordpress.com/2012/12/18/e-business-strategy-pada-air-asia/