Psikologi Industri

NAMA             : NISATIN ASILAH

NIM                 : D11.2014.01938

TUGAS PSIKOLOGI INDUSTRI

PSIKOLOGI KEREKAYASAAN DAN MOTIVASI DI TEMPAT KERJA

Psikologi Kerekayasaan

Definisi Psikologi Kerekayasaan :

Definisi dari psikologi kerekayasaan adalah suatu kedudukan terhadap proses yang berkaitan dengan interaksi antara manusia, mesin dan Lingkungan kerja yang mempengaruhi tenaga kerja dan rancangan pekerjaan berdasarkan kondisi kerja untuk meminimalisasikan kesalahan manusia ketika berhubungan dengan mesin (human error). Rancangan ini melingkupi ; kinerja karyawan, pengembangan alat dan sistem kerja. Psikologi kerekayasaan memperhatikan penemuan dan penerapan informasi tentang perilaku manusia dalam kaitannya dengan mesin-mesin, peralatan, pekerjaan dan lingkungan kerja. Psikologi kerekayasaan merupakan penerapan prinsip dan penemuan psikologi yang menciptakan mesin-mesin, alat-alat atau perlengkapan teknologi yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan manusia.
Tujuan Psikologi Kerekayasaan :

Membantu dalam rancangan dari peralatan, tugas-tugas, tempat-tempat kerja dan lingkungan kerja sedemikian rupa sehingga mereka merupakan pasangan paling tepat bagi kemampuan dan keterbatasan tenaga kerja.

 

Yang Mendahului Psikologi Kerekayasaan :

  1. Manajemen ilmiah

Dikembangkan oleh Fredrick W. Taylor. Yang menekankan pada efesiensi dalam melakukan tugas pekerjaan, yang membuat berbagai macam peralatan yang disesuaikan dengan bentuk dan berfungsinya anggota badan.

  1. Analisis waktu dan gerak

Dikembangkan oleh Gilbreth. Yang menekankan pada gerakan yang perlu dilakukan untuk mencapai pelaksaan kerja dalam waktu yang lebih cepat. Karena dalam bekerja ditemukan banyaknya gerakan-gerakan yang tidak perlu ditampilkan yang akan membuat penyelesaian kerja menjadi semakin lama. Sehingga perlu diberikan penyederhanaan dan pembakuan kerja.

  1. Kondisi kerja

Diawali dengan peneltian di Hawthorne yang dilakukan oleh ilmuan dari Harvard University. Yang menekankan pada efek kondisi kerja terhadap produktivitas tenaga kerja.

Pengaruh warna terhadap psikologi manusia telah banyak diteliti, meliputi :

  • Biru & hijau à santai dan tenang
  • Merang à merangsang
  • Kuning, orange à Meningkatkan perhatian dan kesiapsiagaan
  • Abu-abu à depresi
  • Putih, putih pudar, kuning muda à sering dipakai, kesan luas, mudah dicat ulang

Bising

Akibat bising yang tinggi :

  1. Timbulnya perubahan fisiologis
  2. Adanya dampak psikologis

Sistem Manusia-Mesin

Penyesuaian kerja pada manusia berarti penyesuaian mesin dan lingkungan kerja terhadap manusia. Dalam Proses sistem manusia-mesin, dikenal 3 macam hubungan (interaksi) manusia-mesin, yaitu :

1.Manual man-machine systems

2.Semiautomatic man-machine systems

3.Automatic man-manchine systems.

Dalam Manual Man-Machine Systems ini masukan (input) akan langsung ditransfomasikan oleh manusia menjadi keluaran (output). Contoh dalam hal ini ialah seorang pekerja melaksanakan pekerjaannya dengan menggunakan peralatan sederhana seperti ball-point untuk menulis. Disini manusia masih memegang kendali (kontrol) secara penuh didalam melaksanakan aktivitasnya. Peralatan kerja yang ada hanyalah sekedar menambah kemampuan atau kapabilitasnya didalam menyelesaikan pekerjaan yang dibebankan kepadanya. Sistem dimana manusia secara penuh sebagai sumber tenaga (power) dan pengendali (control) langsung dikenal sebagai sistem manual.

Dalam semiautomatic man-machine system akan ada mekanisme khusus yang akan mengolah masukan (input) atau informasi dari luar sebelum masuk kedalam sistem manusia. Demikian pula reaksi yang berasal dari sistem manusia ini akan diolah atau dikontrol terlebih dahulu melewati suatu mekaniske tertentu sebelum suatu output berhasil diproses. Contoh kontrit dari sistem tersebut adalah apa yang terjadi dalam cara kerja mobil. Adanya instrumen-instrumen atau display-display panel dalam mobil akan mampu menunjukkan kecepatan mobil yang sedang berjalan dan/atau jumlah bahan bakar yang masih ada dalam tangki mobil tersebut. Disini manusia (pengemudi) tidak akan bisa secara langsung mengendalikan/mengontrol sumber tenaga penggerak mobil tersebut secara langsung, karena dalam sistem ini mesinlah yang akan memberikan tenaga yang mampu menyebabkan mobil bergerak. Manusia disini kemudian akan melaksanakan fungsi kontrol dengan memakan sensing input-nya lewat display dan mekanisme lainnya seperti kemudi, rem, gas, dan lain-lain. Sistem dimana mesin akan memberikan tenaga (power) dan manusia akan melaksanakan fungsi kontrol dikenal sebagai sistem semiautomatic.

Dalam sistem automatis sistem mesin akan memegang peranan penuh secara langsung. Disini mesin akan melaksanakan dua fungsi sekaligus, yaitu penerima rangsangan dari luar (sensing) dan pengendali aktivitas seperti yang umum dijumpai dalam prosedur kerja yang normal. Fungsi operator disini hanyalah memonitor dan menjaga agar supaya mesin tetap bekerja secara baik, serta memasukkan data atau menggantikan dengan program-program baru apabila diperlukan. Sistem dimana mesin akan berfungsi penuh sebagai sumber tenaga (power) dan pengendali langsung aktivitas dikenal sebagai sistem automatic.

Secara singkat proses sistem mesin manusia-mesin di gambarkan sebagai berikut :

  1. Masukan : perintah, informasi, bahan
  2. Pengolahan : dengan proses berfikir
  3. Operating : manusia mengendalikan mesin
  4. Mesin bekerja : kinerja mesin
  5. Keluaran : mengevaluasi kinerja mesin yang dioperasikan

Motivasi di Tempat Kerja

Motivasi secara sederhana dapat diartikan “Motivating” yang secara implisit berarti bahwa pimpinan suatu organisasi berada di tengah-tengah bawahannya, dengan demikian dapat memberikan bimbingan, instruksi, nasehat dan koreksi jika diperlukan (Siagian, 1985:129). Sedangkan pendapat lain mengatakan bahwa motivasi adalah keinginan yang terdapat pada seorang individu yang merangsang untuk melakukan tindakan (Winardi, 2000: 312). Motivasi adalah dorongan yang ada dalam diri manusia yang menyebabkan ia melakukan sesuatu (Wursanto,1987: 132).

Jenis Motivasi :

  • Motivasi Intrinsik
    • Tanggung jawab (rasa bahwa pekerjaan tersebut penting dan mengendalikan terhadap sumber dayanya), kebebasan untuk bertindak, lingkup untuk menggunakan serta mengembangkan keterampilan dan kemampuan, pekerjaan dan peluang yang menarik dan menantang untuk pencapaian tindakan
  • Motivasi Ekstrinsik
    • Kenaikan imbalan, pujian, atau promosi

Motivasi dalam bekerja dapat berangsur-angsur menghilang di tengah tumpukan beban pekerjaan yang tinggi. Semangat kerja yang rendah akan berdampak pada kinerja karyawan yang semakin memburuk, produktivitas yang semakin rendah, dan pada akhirnya akan menghambat tercapainya tujuan perusahaan. Oleh karena itu, dibutuhkan peranan seorang pemimpin yang mampu memompa kembali semangat mereka.  Yang perlu dilakukan untuk meningkatkan motivasi kerja dan kinerja karyawan di perusahaan yaitu :

  1. Memberikan reward bagi karyawan berprestasi

Sebagai bentuk apresiasi kepada karyawan terbaik di perusahaan, Anda dapat memberikan bonus atau insentif yang setimpal dengan prestasi yang diraih. Cara ini akan mendongkrak semangat karyawan lain untuk menorehkan prestasi yang terbaik bagi perusahaan.

  1. Mempererat kekeluargaan sesama karyawan

Hubungan kekeluargaan yang erat sesama karyawan akan membuat mereka merasa nyaman dalam bekerja dan loyalitas terhadap perusahaan akan semakin meningkat. Hal ini bisa dibangun dengan mengadakan gathering atau pertemuan rutin setiap bulan untuk menjalin keakraban para karyawan di perusahaan.

  1. Kenali kekurangan dan kelebihan masing-masing karyawan

Setiap karyawan di perusahaan Anda tentunya memiliki karakteristik tersendiri. Para pemimpin perusahaan perlu mengenali kekurangan dan kelebihan mereka agar dapat mengoptimalkan kinerja karyawan. Dengan pendekatan ini, Anda dapat membantu karyawan yang kesulitan mengerjakan tugasnya untuk dapat meraih prestasi seperti rekan-rekan yang lainnya.

  1. Berikan training karyawan secara rutin dan berkala

Terkadang, melakukan pekerjaan yang sama setiap harinya membuat para karyawan menjadi jenuh dan bosan. Training karyawan dapat memberikan motivasi untuk membangkitkan kembali semangat kerja mereka.

  1. Sediakan lingkungan yang terbaik untuk bekerja bagi karyawan
  2. Berikan mereka semangat agar dapat mengerjakan pekerjaan dengan baik
  3. Berikan tujuan dan target sesuai kemampuan karyawan

Teori motivasi :

  1. Maslow

Hirarki Kebutuhan Maslow  (1970 ) menyatakan bahwa lebih rendah kebutuhan pesanan , seperti fisiologis dan kebutuhan keamanan, harus dipenuhi sebelum lebih tinggi Agar kebutuhan , seperti cinta dan rasa memiliki , harga diri , dan aktualisasi diri , dapat terpenuhi. Fisiologis kebutuhan mencakup hal-hal seperti kebutuhan untuk makanan dan tidur.

Menurut Maslow bahwa hirarki kebutuhan manusia dapat dipakai untuk melukiskan dan meramalkan motivasinya, yang didasarkan pada 2 asumsi yaitu :

  1. Kebutuhan seseorang tergantung dari apa yang telah dipenuhinya
  2. Kebutuhan merupakan hirarki dilihat dari pentingnya 5 kebutuhan manusia (fisiologi, keamanan,afiliasi, penghargaan dan perwujudan diri.
  1. ERG

Alderfer mengelompokkan tiga kebutuhan inti manusia, yaitu:

  1. eksistensi (existence), yaitu kebutuhan manusia untuk tetap bertahan hidup (kebutuhan fisiologis),
  2. hubungan (relatedness), yaitu kebutuhan yang menekankan pada hubungan antarindividu dan hubungan sosial, dan
  3. pertumbuhan (growth), yaitu kebutuhan akan perkembangan dalam diri seseorang

 

DAFTAR PUSTAKA

Anthony, andreas 2012. Teori Kondisi Kerja dan Psikologi. Dilihat 12 Mei 2017. http://andreasanthony.blogspot.co.id/2012/12/teori-kondisi-kerja-dan-psikologi.html

Cara Meningkatkan Motivasi Kerja Karyawan. Dilihat 12 Mei 2017. https://www.kubik.co.id/cara-meningkatkan-motivasi-kerja-karyawan/

Fadly, fatah. Teori Motivasi Karyawan. Dilihat 12 Mei 2017. http://fatahafadly.weebly.com/teori-motivasi-karyawan.html

Kholis. Meningkatkan Motivasi Kerja dan Kinerja Karyawan. Dilihat 12 Mei 2017. http://urusandunia.com/meningkatkan-motivasi-kerja-dan-kinerja-karyawan/

Teori Motivasi Abraham Maslow. Dilihat 12 Mei 2017. https://www.wattpad.com/5197806-teori-motivasi-abraham-maslow

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *