Command Language ?

Command Language adalah bentuk dialog interaktif yang pertama dan masih digunakan hingga saat ini.  Oleh karena itu, command language masih sangat tradisional dan orisinil. Pada model interaksi ini user dihadapkan pada sebuah display text base dan satu kursor yang berkedip, hanya prompt dan instruksi (syntax) yang disediakan oleh sistem. Command …

Continue reading

Natural Language

Naturl language jika diartikan kedalam bahasa Indonesia adalah bahasa alami. Natural language sering dianggap sebagai cabang dari kecerdasan buatan dan bidang kajiannya bersinggungan dengan linguistic komputasional.

Pemrosesan bahasa alami, disingkat PBA atau NLP (Natural language processing), adalah cabang ilmu komputer dan linguistik yang mengkaji interaksi antara komputer dengan bahasa (alami) manusia.

simisimi

 

Contoh natural language pada aplikasi chatbot Simsimi yang membuat user bisa seolah-olah melakukan komunikasi dengan komputer.

 

 

 

 

 

 

Jenis-jenis Natural Language pada komputer :

  1. Natural-language interaction : Operasi komputer menggunakan bahasa alami manusia (Inggris) untuk memberi instruksi dan menerima respon.
  2. Natural-language queries : Operasi pada database relasional. Contoh: INTELLECT, Symantec Q&A.
  3. Text-database searching : Untuk mencari database tekstual. Contoh: Ask Jeeves (ask.com).
  4. Natural-language text generation : Digunakan untuk laporan (prakiraan cuaca, laboratorium medis). Disisi artistik dapat menghasilkan puisi dan novel.
  5. Adventure and educational games : Pemakai menyatakan gerakan dan perintah dengan bahasa alami yang menarik karena sistem tidak dapat diramalkan dan perlu dijelajahi.

 

Kelebihan Natural Language :

Pengguna memberikan instruksi-instruksi dalam bahasa alami yang lebih umum sifatnya. Pemberian perintah dengan menggunakan pengenalan tutur atau pengetikan bahasa alami lewat keyboard.

 

Kekurangan Natural Language :

▸Bahasa setiap pengguna berbeda-beda.

▸Memiliki dualisme makna kata.

▸Terlalu bertele-tele.

▸Tidak jelas.

▸Perancangan software yang rumit.

▸Tidak efisien.

Respon Time

Response Time adalah waktu tanggap yang diberikan suatu antar muka atau interface ketika user mengirimkan permintaan ke komputer.

Jadi secara umum user menginginkan program aplikasinya dapat memberikan waktu tanggap yang sependek-pendeknya. Waktu tanggap yang baik memang tidak dapat ditentukan karena ada beberapa aspek antara lain ragam interaksi yang diinginkan dan kelincahan pengguna dalam menggunakan program aplikasi tersebut.

responsetime

 

Prinsip utama Response Time :

  • Ideal dari Response Time yang diperlukan oleh antarmuka tidak lebih dari dua detik.
  • Memberikan informasi kepada user secara konsisten.
  • Mengoptimalkan layout dan posisi sesuai dengan tugasnya.

 

Faktor-faktor yang mempengaruhi Response Time :

  1. Jumlah pengguna, semakin banyak pegguna yang mengakses aplikasi pada waktu yang hampir bersamaan maka akan membuat peforma dari aplikasi tersebut menurun.
  2. Kompleksitas interaksi (input yang memiliki rangkaian perintah yang panjang dapat mempengaruhi response time komputer).
  3. Keahlian user dalam mengoperasikan perangkat (user yang ahli dalam mengoperasikan sebuah perangkat lunak, akan lebih paham langkah apa yang harus diambil sehingga response yang diberikan menjadi lebih singkat).
  4. Kecepatan proses data.
  5. Kemampuan dari perangkat itu sendiri (perangkat pasti mempunyai batasan kemampuannya masing-masing, kemampuan perangkat untuk memberi respon yang singkat juga berbeda-beda).

 

Response Time lambat

Kekurangan Response Time lambat :

  1. User frustasi.
  2. Waktu terbuang untuk menunggu.
  3. User menjadi gelisah dan tidak fokus terhadap perkerjaan.

Kelebihan Response Time lambat :

  1. Memudahkan dalam memahami informasi yang disajikan terutama bagi pengguna
    awam.
  2. Mempermudah dalam memahami informasi, sehingga meminimalisir kecerobohan/kesalahan user.

 

Response Time cepat

Kekurangan Response Time cepat :

  1. User menjadi ceroboh.
  2. Tingkat pemahamam terhadap informasi yang disajikan rendah.

Kelebihan Response Time cepat :

  1. User merasa puas dengan kinerja komputer.
  2. User menjadi lebih produktif.

Error Handling

Error Handling adalah sistem penanganan kesalahan (error) dalam berbagai macam keadaan pada sebuah program. Dengan adanya error handling ini maka program akan semakin user friendly bagi para penggunanya (user), baik user tingkat pemula hingga expert.

runtimeerror

 

Macam-macam Error Handling :

  1. Perceptual error : Adanya kesalahan yang disebabkan oleh ketidak jelasan keterangan dari petunjuk pengguna yang menyebabkan kesalah tanggapan dari pihak pengguna (user).
  2. Cognitive error : Kesalahan yang disebabkan oleh kemampuan penyelesaian oleh user, terlalu banyak konteks dan informasi status yang ditampilkan.
  3. Motor error : Adanya kesalahan yang disebabkan oleh ketidak sinkronan antara mata, tangan, dan kemampuan yang dimiliki oleh user.

 

Jenis-jenis kesalahan dari program :

  1. Runtime error adalah kesalahan yang terjadi ketika sebuah program dijalankan.
  2. Syntax error merupakan kesalahan dari penulisan syntax pada program sehingga syntax tersebut tidak dapat dieksuke oleh program, dan akan membuat program error.
  3. Logical error merupakan kesalahan yang disebabkan oeh programmer karena kesalahan penusilan atau rumus yang diterapkan.

 

Jenis-jenis kesalahan dari user :

  1. Mistake adalah kesalahan yang terjadi ketika user berpikir bahwa sudah melakukan hal yang benar, namun sebenarnya yang terjadi user melakukan ksealahan.
  2. Slip adalah terjadi kesalahan diluar keinginan user seperti kesalahan pengetikan atau salah klik.

 

Penanganan Kesalahan :

  • Interaksi melalui menu lebih dapat menghindarkan user dari kesalahan daripada menggunakan perintah baris.
  • Compaq pernah mempertimbangkan untuk mengubah “Press Any Key” menjadi “Press Enter Key” dikarenakan banyak telpon yang menanyakan letak tombol “Any” di keyboard.
  • Cara mengurangi kesalahan user, misalnya seperti seleksi user yang tepat, pelatihan yang memadai, desain peralatan, prosedur dan lingkungan.
  • Menyediakan kemudahan recovery dari kesalahan.

 

Cara membuat Error Handling yang baik :

  1. Gunakan bahasa yang mudah dipahami oleh user.
  2. Hindari kata-kata seperti bad,dummy, dll.
  3. Hindari kalimat perintah.
  4. FAQ (Frequently Asked Questions).
  5. Optimalisasikan dan pemanfaatan undo redo function dan cancel.
  6. Menyiapkan berbagai macam model respon.
  7. Validitas masukan atau inteligent error checking & recovery.
  8. Proteksi pengguna.
  9. Penampilan pesan.
  10. Optimalkan fungsi HELP(Quick Access Help).
  11. Editing for error fields.
  12. Desain yang efektif dan efisien.
  13. Return cursor & Highlight error.
  14. No Interrupting work flow.
  15. Confirmation commands.

User Documentation

User Documentation adalah dokumentasi dari sebuah produk atau layanan yang disediakan untuk pengguna. User Documentation di desain untuk membantu para pengguna dalam menggunakan produk atau layanan tersebut.

 

easy-to-find

 

 

Fungsi User Documentation :

  1. Memberikan panduan kepada pengguna untuk memecahkan masalah.
  2. Memberikan panduan kepada pengguna untuk mempelajari sistem.
  3. Memberikan panduan interaksi antara pengguna dan sistem.
  4. Memberikan kinerja sistem (feedback) yang baik untuk pengguna.

 

Jenis-Jenis User Documentation :

  1. Paper User Manual : tutorials, reference manuals, quick reference, user guide.
  2. Online User manual : online manual, online help, context-sensitive help, online tutorial & animated demonstration, online communities, newsgroups, listservers, e-mail, chat, and instant messaging.

 

Sifat-Sifat User Documentation :

  1. Availability : User dapat menggunakan bantuan setiap saat selama sedang berinteraksi dengan sistem. User tidak perlu keluar dari aplikasi ketika ingin membuka aplikasi bantuan.
  2. Accuracy and Completeness : Bantuan sistem harus tersedia secara lengkap dan akurat, mulai dari problem dalam sistem hingga cara penyelesaian.
  3. Consistency : Konsistensi pada sistem yang ada, antara jenis online dan jenis tercetak.
  4. Robustness : Kemampuan untuk melanjutkan operasi ketika sistem mempunyai perilaku yang tidak diharapkan. Biasanya digunakan oleh orang yang sedang dalam kesulitan karena sistem mempunyai perilaku yang tidak diharapkan / memiliki masalah.
  5. Flexybility : Kemampuan untuk membuat sistem sesuai keinginan user sehinggap user dapat mudah berinteraksi dan beradaptasi.
  6. Unobtrusiveness : Aplikasi bantuan tidak mencegah user dalam melanjutkan pekerjaan / terpangaruh dengan aplikasi user. Untuk menghindari ini digunakan presentasi pada layar terpisah.

 

Manfaat User Documentation :

  1. Mengetahui dengan jelas alur pekerjaan dari sistem yang dibuat.
  2. Bukti bahwa kita pernah melakukan developing dan perbaikan sistem.
  3. Untuk mengatasi error dengan cepat.
  4. Dapat meminimalisir kesalahan user dan menyediakan kemudahan recovery.

Fill in Form

FILL IN FORM Definisi FIll in Form Sebuah tabel data yang diwajibkan diisi oleh user , data tersebut biasanya digunakan untuk sebuah pendaftaran. Data yang diinputkan umumnya banyak keakuratan data, misal fill in form memerintahkan user untuk memasukkan data pribadi ( nama, umur, jenis kelamin dst ). Hal yang perlu …

Continue reading

Menu

Pengertian Menu adalah suatu penyajian petunjuk yang sudah di tentukan untuk memudahkan user. Menu awalnya berasal dari bahasa perancis ” Le Menu” yang berarti daftar makanan yang disajikan kepada tamu atau pelanggan di ruang makan. Menu adalah pedoman bagi yang menyiapkan makanan/hidangan, bahkan merupakan penuntun bagi mereka yang menikmatinya karena …

Continue reading

User Profile

Pengertian User Profile: Suatu bentuk karakteristik user(sumber daya manusia) yang akan mengoperasikan komputer. Dalam interaksi manusia dan komputer dibutuhkan karakteristik penggunanya agar interaksi antara manusia dan komputer dapat saling memahami apa yang dimaksud oleh manusia dan apa yang dapat dikerjakan oleh komputernya. Jenis-jenis User Profile: 1. Novice User Pengguna yang …

Continue reading