Trik agar iklan Jualan anda dilirik banyak orang

iklan unik

Tanpa kita sadari, zaman berubah begitu cepat.

Dan di era Digital seperti sekarang, mau gak mau kita dituntut harus berpikir keras agar jualan kita bisa dilirik banyak orang. Tidak itu saja, kita juga harus memanfaatkan banyak media online untuk meningkatkan jumlah pembeli dari bulan ke bulan.

Misalnya dengan menyewa slot iklan. Seperti yang dilakukan oleh salah satu Sales Honda Bogor ini.

Bayangin aja, dari jutaan orang yang jualan di Instagram atau Facebook, bagaimana caranya dari sekian banyak akun jualan tersebut, justru akun kitalah yang paling menarik perhatian di mata orang lain, followers, teman, atau audience kita.

Itulah pentingnya menjadi beda. Istilahnga Seth Godin, seorang Pakar Marketing Dunia, dinamakan “Sapi Ungu”. 

Disaat sapi yang lain (bisnis lain) warna coklat semua, eh kita (bisnis kita) ungu sendirian. Paling beda, paling menonjol.

Apa keuntungannya kalau beda?

Pertama, FAKTOR LIRIK.

Seperti analogi Sapi Ungu tadi, kalau semua sapi warna coklat, lalu ada 1 sapi warna ungu, maka Sapi berwarna ungu lah yang akan akan menjadi paling dilirik banyak orang. Otomatis! Itulah yang dinamakan faktor lirik.

Begitupun postingan kita.

Disaat banyaknya postingan iklan dan jualan, gimana caranya orang lain “ngerliriknya” ke postingan kita. Ini adalah cara jualan online yang jarang banget diketahui.

Kedua, STOPPING POWER.

Disaat mereka asik scrolling timeline dan kepo-kepo akun temennya, gimana caranya jempol mereka berhenti sesaat setelah melihat status kita. Stop! Lalu lihat. Itulah yang dimaksud Stopping Power.

Begitupun dengan jualan kita.

Disaat banyaknya status jualan, gimana caranya status kita lah yang bisa “menghentikan” jempol mereka dan mulai fokus membaca isi status kita

Ketiga, PENGUNGKIT KONVERSI.

Apa efeknya kalau sudah dirilik dan mendapat perhatian orang?

Ya, benar. Iklannya bakal dibaca, orang bakal makin tertarik, dan ujung-ujungnya kalau memang cocok, bakalan beli. Terjadilah konversi. Begitulah alurnya.

Sumber : Email Newsletter Dewa Eka P

Pentingnya berkomunikasi dengan pelanggan

komunikasi pelanggan

Komunikasi dengan pelanggan

Dalam bisnis, baik itu bisnis online maupun offline seringkali penjualan yang terjadi di dominasi dengan alasan bahwa pembeli sudah mengenal siapa penjualnya.

Dan orang yang baru melihat bisnis Anda, logika sederhananya tidak akan langsung membeli produk Anda.

Karenanya untuk mencapai pada titik itu, dibutuhkan sebuah sistem penjualan yang tepat agar seseorang yang awalnya tidak mengenal bisnis Anda, mulai tahu sampai akhirnya membeli.

Dibutuhkan berbagai media promosi untuk mencapai titik tersebut, namun sayangnya sebagian pebisnis online hanya selalu berpatok pada 1 channel promosi saja.

Itulah sebabnya Noah Kagan pendiri summome pernah berkata dalam video presentasinya bahwa

“Hanya mengandalkan social media dalam bisnis Anda sama saja dengan berbisnis diatas pasir”.

Itu artinya ketidakstabilan pada channel tersebut, seperti yang Anda tahu facebook, twitter, instagram bahkan google sekalipun selalu berubah ubah algoritmanya.

Sehingga hal tersebut tidak bisa Anda kendalikan.

Ryan Deiss juga pernah berkata juga :

Secara online, hanya ada 2 cara untuk berkomunikasi dengan list buyer/ yang sudah pernah bertransaksi sebelumnya.

  • 1. Melalui Pixel (contoh: Facebook Custom Audience.)
  • 2. Melalui Email.

Selain kedua cara diatas, komunikasi Anda akan bercampur antara orang yang sudah membeli, sudah tertarik tapi belum membeli, dan yang belum kenal sama sekali.

Artinya tidak bisa tertarget khusus kepada yang sudah pernah membeli sebelumnya.

Dan dari kedua cara diatas, cuma 1 cara yang bisa di personalisasi bahkan hingga menyebutkan nama pelanggan Anda di setiap penawaran, yaitu: email.

Jadi, jika sampai detik ini Anda masih belum menggunakan salah satu dari keduanya, Anda belum benar-benar berkomunikasi dengan pelanggan Anda, dan mungkin Anda sedang melewatkan peluang yang besar sekali.

Dan yang paling penting, anda juga harus mengajarkan tim agar juga memanfaatkan banyak channel sekaligus.

Mindset gratisan Vs Berbayar

mindset-gratisan-vs-berbayar

Dibagian pertama ini, saya akan membahas tentang mindset Gratisan vs Berbayar.

Gratisan (free) vs berbayar (premium), manakah yang lebih baik ?

Pertanyaan ini biasa menjadi perbincangan dan sering diperdebatkan. Termasuk saat ingin mempromosikan produk maupun website. Mau menggunakan Google Adword atau SEO.

Padahal, dua-duanya tidak bisa dipertentangkan. SEO pun sebenarnya berbayar kan? Walaupun murah. Karena memang banyak juga Jasa SEO Murah Jakarta yang bisa digunakan untuk membantu anda.

Jika mengakses internet termasuk dikategorikan berbayar, maka tentu semua bisnis perlu modal (masak iya berbisnis online tapi tidak pake akses internet). Kalaupun anda dapat mengakses internet gratis (nebeng dirumah calon mertua misalnya) tetap saja masih ada modal yang harus dikeluarkan yaitu waktu, tenaga dan pikiran. Dan tentunya modal keberanian juga bwt ijin make lepinya si camer.. 😀

Tapi tulisan ini tidak akan menyinggung terlalu jauh tentang itu. Yang percaya bahwa bisnis bisa jalan tanpa uang silahkan terus jalan dengan kepercayaannya, yang meyakini bisnis harus pake uang silahkan mempergunakan uang untuk melancarkan bisnisnya.

Yang benar-benar ingin saya bahas disini adalah bagaimana cara Anda mendapatkan sumber literatur untuk pembelajaran dan resource pendukung ketika mulai menekuni bidang IM. Gratis atau berbayar, saya yakin bisa sama-sama menghasilkan. Tapi, kemampuan untuk memutuskan dengan tepat kapan harus memakai yang gratisan dan kapan harus menginvestasikan uang untuk produk berbayar, itu yang akan membuat proses belajar Anda menjadi lebih cepat, hemat, efektif, efisien dan maksimal.

Literatur Pembelajaran (Tips, Tutorial, Panduan, Ebooks, dsb)

Awal-awal saya belajar ngeblog di blogspot (tahun 2009, ketika itu masih nyambi menjadi karyawan), hampir semua tutorial dan tips-tips tentang SEO dan how to make money online saya dapatkan secara gratis di internet. Dari mulai searching di google, download free ebooks, free report, sampai dengan blogwalking ke blog-blog populer masa itu seperti kolom-tutorial nya Kang Rohman, O-om.com, Sumintar.com, Blogguebo, BayuMukti.com dan masih banyak lagi yang lainnya.

Entah memang tidak berjodoh dengan produk berbayar atau gimana, hampir semua produk digital (panduan / ebook) yang saya beli kualitasnya sedang-sedang saja, bahkan saya anggap dibawah standar untuk ukuran produk berbayar, mengingat ada banyak blogger yang sharing tutorial secara free dengan kualitas yang jauh lebih bagus dan lebih baik daripada produk berbayar tersebut.

Ini tentu berbeda bagi masing-masing orang, mungkin ada orang yang sangat menggantungkan pada ebook dan tutorial berbayar karena waktunya tidak cukup untuk searching sendiri (terkendala pekerjaan offline, kesibukan rumah tangga dsb). Atau mungkin juga karena mereka malas untuk mencari sendiri tutorial-tutorial gratisan tersebut karena tempatnya biasanya memang terpecah-pecah (dari sumber yang berbeda-beda). Butuh ketekunan dan minat belajar yang tinggi untuk menyatukan potongan-potongan tersebut menjadi satu informasi yang solid.

Persentase saya dalam membeli produk berupa panduan (ebook): 4 dari 5 ebook yang saya beli isinya mengecewakan. Bahkan saking mengecewakannya, ada ebook berbayar yang halamannya agak banyak tapi setengah dari isinya cuma tutorial basic cara daftar blogspot, cara daftar google webmaster dan sebagainya. Ini tentu saja tidak worth it bagi saya yang biasa searching online karena tutorial seperti itu bisa saya dapatkan dengan mudah dan gratis di google.

Dari kecil saya adalah seorang avid reader, semua sumber informasi yang berhubungan dengan minat saya sebisa mungkin saya cari dan saya pelajari, tidak terkecuali dengan bisnis online.

Karena minat saya lebih ke bidang SEO, maka referensi tempat belajar saya selain blog dan forum lokal adalah website-website internet marketer luar yang notabene memang lebih serius dan lebih profesional dalam mendiskusikan A to Z nya SEO, lengkap dengan berbagai studi kasusnya.

Semua saya ubek-ubek mulai dari Blackhat World, Search Engine Journal, Problogger, ShoeMoney, JhonCow (khusus satu ini sudah unsubscribe karena topiknya makin lama makin membosankan), SPI, NichePursuits, Quicksprout, Viperchill, Backlinko dsb.

Jika anda browsing ke situs-situs diatas, hampir semua tips dan tutorial bermanfaat tentang SEO dan internet marketing bisa anda dapatkan dengan gratis. Tentu saja mereka juga mempunyai produk berbayar. Tapi jika anda baru mulai terjun di IM, membaca artikel-artikel gratis di web mereka sudah lebih dari cukup untuk bekal mengarungi industri bisnis online yang makin lama makin terjal karena makin ketatnya persaingan.

Tidak tahu sumber rujukan yang harus Anda tuju untuk bisnis online yang ingin Anda geluti ?

Untuk Anda yang agak alergi dengan konten berbahasa Inggris, Anda bisa mengunjungi forum Ads.id. Disitu sudah lebih dari cukup untuk belajar A sampai Z nya internet marketing.

Kesimpulan

Untuk literatur (tips, tutorial, dsb) sebagai sumber pembelajaran dalam berbisnis online baik itu melalui SEO, Affiliate, adsense, dsb, saya berpendapat bahwa anda bisa mendapatkannya dengan gratis (dari segi finansial) asal ada koneksi internet, waktu, tenaga, pikiran dan kemauan. Yang berbayar juga belum tentu lebih baik dari yang gratisan.

Diawal-awal belajar Internet marketing, Anda tentunya juga belum mempunyai penghasilan stabil (dari bisnis online), jadi kurang bijak jika langsung menginvestasikan uang di panduan-panduan premium, karena belum tentu panduan premium yang Anda ikuti nantinya bisa Anda mengerti dan sesuai dengan passion Anda.

Jika anda sudah beberapa tahun di IM dan sudah menghasilkan dari bisnis online (meski masih sedikit), anda bisa menghemat waktu anda dengan membeli panduan yang memang menurut anda berkualitas premium dan worth it. Dan tentunya, sesuai dengan passion dan jenis bisnis online yang Anda geluti.

Perhatikan kalimat yang saya garis bawahi, karena itu sangat penting. Membeli produk meski kualitas sebenarnya bagus, kadang menjadi seperti sampah jika tidak sesuai dengan passion dan bisnis yang sedang Anda kerjakan.

Resource Pendukung (Website, Software, Hosting, Theme, Plugin dll)

Topik yang kedua antara Gratis vs Berbayar adalah resource yang akan digunakan untuk menjalankan berbagai jenis bisnis online seperti Website, Software, Hosting, dan lain-lain (saya istilahkan resource karena saya tidak menemukan istilah lain yang lebih tepat). Untuk website dan hosting gratisan yang terkenal adalah Blogspot.com, WordPress.com, Tumblr.com dsb. Untuk yang berbayar biasanya yang paling sering dipakai adalah WordPress self host. Hosting yang dipakai antara lain Hostgator, Hawkhost, Bluehost, Hostnine, dll.

Contoh untuk tool atau software gratisan ada Google Keyword Planner (riset keyword), smallseotools.com (spinner), All in one SEO Pack, STT2 (plugin), dan masih banyak lagi yang lainnya. Yang berbayar mulai dari SEO Powersuite (SEO analysis), GSA SER, Scrapebox, Senuke (software), SNAP (plugin), dll.

Perlukah anda memakai resource premium tersebut untuk kegiatan bisnis online ?

Antara ya dan tidak.

Dan, tergantung dari jenis bisnis online yang anda tekuni.

Namun menurut pengalaman saya, hampir semua jenis bisnis online bisa dimulai dari yang gratisan, termasuk saat anda ingin jualan online. Hampir semua resource ada versi gratisannya. Walaupun mungkin bukan dari satu vendor yang sama.

Contoh, Jika anda masih baru dalam hal blogging, anda bisa membuat blog gratisan di blogspot. Hemat dan murah meriah, tanpa hosting, tanpa harus beli template premium, dan tanpa instal plugin macam-macam.

Atau untuk riset keyword, tidak perlu sampai membeli software ratusan dollar jika Anda belum punya penghasilan stabil untuk meng-cover-nya. Cukup gunakan keyword planner dari Google (gratis) dan Anda sudah bisa langsung mulai riset keyword.

Tapi jika anda sudah cukup lama di internet dan ingin mendapatkan hasil yang maksimal (tentunya dengan income yang sudah lumayan stabil pula), maka menggunakan resource-resource premium sangat saya rekomendasikan untuk mendukung dan memaksimalkan potensi dari bisnis anda. Membeli software yang tepat juga bisa meningkatkan daya ungkit bisnis online Anda hingga berlipat-lipat.

Berbeda dengan produk digital yang berupa tutorial, produk digital berupa resource seperti software, tools, theme, plugin, dll lebih jarang mendapat komplain dari pembeli karena memang rata-rata fungsinya sesuai dengan harga yang ditawarkan. Persentase saya dalam membeli resource online: 4 banding 1. Jadi kira-kira dalam 5 pembelian 4 diantaranya saya puas dengan produk yang dijanjikan.

Kesimpulan

Saat baru awal mulai terjun ke bisnis online, sebaiknya gunakan dulu resource-resource gratisan, sambil browsing-browsing belajar kiri kanan tentang bisnis yang akan anda tekuni.

Anda baru mulai dan belum menghasilkan, jika penginnya langsung memborong produk-produk premium, bisa-bisa bukan untung yang anda dapatkan tapi malah buntung dan terpontang-panting. Uang dan modal ludes, tapi investasi tidak balik, karena anda belum bisa memakai dan memaksimalkan produk yang anda beli untuk menghasilkan uang kembali.

Investasikan sedikit pendapatan anda untuk membeli resource-resource yang diperlukan HANYA setelah anda memahami dan sedikit menghasilkan dari bisnis yang anda tekuni.

Karena masalah utamanya disini sebenarnya bukanlah di gratisan atau premiumnya, tapi action anda untuk mengeksekusinya. Gratisan jika langsung dijalankan someday juga bisa menghasilkan, premium kalau cuma jadi penghuni local disk D dan karatan di sela-sela hardisk 500gb juga tidak akan jadi apa-apa. It’s not about the gun, it’s about a man behind it.

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat terutama bagi Anda yang masih bingung dengan banyaknya tools-tools dan panduan premium yang bertebaran baik di newfeed fb, iklan maupun via email.

Setelah membaca tulisan ini, saya harap Anda bisa lebih bijak dalam memilih dan memilah tools dan panduan yang sesuai dengan bisnis dan kebutuhan Anda.