Home » Uncategorized » bulan suro, banjir order tukang jamas pusaka di jombang

bulan suro, banjir order tukang jamas pusaka di jombang

Bagi masyarakat Jawa, Sura merupakan bulan yang sakral. Tradisi menjamas keris pusaka pun jamak dilakukan pada bulan ini. Tradisi tersebut ternyata mendatangkan tidak sedikit rejeki bagi tukang cuci keris di Jombang.

Seperti yang dialami Sudahri (47). Pada bulan Sura, bengkel miliknya di Pasar Mojotrisno, Mojoagung tak pernah sepi pengunjung. Agar ukiran dan guratan pada bilah keris, mereka mau mencuci keris mereka,

“Terutama bulan Sura seperti ini kebanyakan orang warangi (mencucikan keris),” kata Sudahri kepada wartawan di bengkelnya, Jumat (22/9/2017).

Mojoagung ini menuturkan asal Desa Miagan Tidak cuma masyarakat biasa, pengguna jasanya tidak jarang kalangan pejabat yang suka merawat keris pusaka, baik dari Jombang maupun dari luar daerah.

Bula Sura ini rata-rata 25 keris kalau hari biasa maksimal sepuluh keris per hari yang aku warangi

Pencuci Keris Pusaka di Jombang/Pencuci Keris Pusaka di Jombang

tukang-jamas-jombang

Pria kelahiran Sumenep, Madura ini menekuni profesi sebagai tukang cuci keris pusaka semenjak tahun 2003. Dia mengaku mewarisi keahlian tersebut dari sang kakek.

Untuk mencuci sebilah keris, sepertinya cukup mudah. Bilah keris disikat menggunakan cairan jeruk nipis, sabun colek dan lerak. Sesudah dibilas dengan air bersih, selanjutnya bilah keris dijemur hingga kering. Pada tahap akhir, bilah keris direndam dengan larutan eksklusif untuk memunculkan pamor keris.

“Tarifnya tergantung gede bilah, ukuran stadar Rp empat puluh ribu per bilah, kalau ukuran tidak kecil 60-70 cm bisa sampai Rp seratus lima puluh ribu,” terangnya.

Selain menyediakan jasa cuci keris pusaka, di bengkel miliknya Sudahri juga mengerjakan pesanan sarung keris dan tombak (warangka). Laki-laki berlogat madura ini sekaligus menerima jual-beli keris pusaka.


Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *