Home » keris » Jamasan Keris Milik Bupati Purworejo pada Ritual 1 Suro

Jamasan Keris Milik Bupati Purworejo pada Ritual 1 Suro

Gelaran ritual jamasan pusaka satu Suro di Museum Tosan Aji Purworejo, Jawa Tengah dimulai hari ini. Keris milik Bupati Purworejo, Agus Bastian, menjadi yang pertama kali dijamas atau dibersihkan.

“Jadi tersebut pusaka milik bupati Purworejo yang namanya Keris Lurus dengan Dapur Jalak Tilam Sari, sintesis Empu Paneti dari abad ke-14. Tadi diarak dulu lalu dijamas dengan uborampe yang telah disiapkan dan dikembalikan lagi ke dalam kediaman bupati,” tutur Kasi Museum Sejarah Cagar Adat istiadat Nilai Adat istiadat Dan Tradisional, Eko Riyanto, kepada detikcom, Kamis (21/9/2017).
Melihat Ritual 1 Suro Jamasan Keris Milik Bupati PurworejoProsesi arak-arakan keris milik Bupati Purworejo. Foto: Rinto Heksantoro
Keris Lurus dengan Dapur Jalak Tilam Sari, buatan Empu Paneti tersebut, diarak dari dalam kediaman dinas Bupati menuju tempat jamasan di pelataran museum dengan diiringi oleh pengawal-pengawal yang berpakaian ala prajurit Keraton. Dibawa dengan menggunakan nampan bertabur bunga oleh punggawa dan dipayungi dengan Pusaka Payung Tombak Cacing Kanil, keris dari abad ke-14 tersebut lalu dijamas oleh seorang petugas museum.

jamasan-keris-purwokerto

Usai lalu akan dilanjutkan dengan jamasan untuk pusaka lain yang adalah koleksi dari Museum Tosan Aji, setelah jamasan pusaka bupati Karena masih bisa dilanjutkan pada keesokan harinya selama masih dalam bulan Suro

Melihat Ritual satu Suro Jamasan Keris Milik Bupati PurworejoProsesi jamasan pusaka, jamasan sendiri tidak harus diselesaikan dalam sehari Foto: Rinto Heksantoro

“Nantinya sebanyak 1.107 pusaka koleksi Museum Tosan Aji Kabupaten Purworejo, akan dijamas atau disucikan, itu belum termasuk punya masyarakat lain yang nitip untuk dijamaskan di sini. Usai hari ini, jamasan tak wajib

Biar benda-benda pusaka tersebut awet dan lambat rusak, tujuan penjamasan sendiri
Prosesi jamasan pusaka. Prosesi jamasan pusaka. Foto: Rinto Heksantoro
Dalam penjamasan sendiri akan disediakan berbagai ubo rampe atau bahan yang akan digunakan untuk membersihkan benda-benda pusaka tersebut. Bahan-bahan tersebut pun sudah diramu eksklusif menjadi resep kombinasi jamasan yang diambil dari beragam unsur.

“Selain menjaga keawetan pusaka, ritual ini juga adalah bentuk adat-istiadat yang harus kita jaga,” tutupnya.


Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *