Home » keris » Minimnya Kurator dan Literatur Keris Indonesia

Minimnya Kurator dan Literatur Keris Indonesia

Ketua Umum Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI), Fadli Zon, menjelaskan kondisi perkerisan di Indonesia terus berkembang. Namun hambatan utama yang dihadapi ialah minimnya jumlah kurator dan literatur tentang keris.

Padahal, dengan adanya kurator dan literatur yang mumpuni, keris mampu dinilai dengan standarisasi. Ujungnya, kolektor memiliki kepastian tentang barang-barang yang mau dikoleksi.

“Kurator keris sungguh terbatas. SNKI dan kita harapkan dari institusi akademi seperti ISI

kurator-keris

(Institut Seni Indonesia) bisa melakukan penilaian terhadap keris, sampai nantinya bisa membuat semacam sertifikasi,” kata Fadli saat membuka Festival Keris di ISI Surakarta, Sabtu (25/11/2017).

Hal tersebut, menurutnya juga menjadi masalah bagi kolektor-kolektor keris di luar negeri. Mereka kesulitan mendapatkan narasi mengenai keris koleksinya.

“Seorang anggota parlemen Ukraina, Mr Feldman, adalah kolektor keris yang jumlahnya cukup tidak sedikit. salah satu yang menjadi concern dari Mr Feldman merupakan tidak adanya informasi yang cukup utuh tentang keris, story tentang keris tersebut. Mungkin untuk empu-empu tertentu bisa ditemukan, tetapi bagaimanapun narasi tersebut diperlukan,” ujarnya.

Wakil Ketua DPR tersebut yakin dengan adanya kurator yang bermutu dapat meningkatkan daya tarik masyarakat terhadap keris. Lebih lanjut, warisan adat-istiadat dunia itu tetap bisa terjaga kelestariannya.

Tergolong teks narasi dan juga sertifikasi dari benda adat-istiadat jika kita memiliki kepastian


Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *