Home » Pendidikan » Inilah Asal-usul Toga Wisuda

Inilah Asal-usul Toga Wisuda

Inilah Asal-usul Toga Wisuda

Inilah Asal-usul Toga Wisuda – Dari sisi desain bentuknya memang tidak ada keren-kerennya. Tapi jika dipakai di hari wisuda, langsung nge-boost rasa bangga berkali lipat!! Ya itulah Toga, jubah berwarna hitam ini memang tidak bisa dipisahkan dari acara lulus-lulusan. Buat yang lagi bikin skripsi pasti udah kebelet ingin mengenakannya. Meski bentuk Toga cukup sederhana,tapi ternyata kaya akan makna.

Setelah menempuh pendidikan di perguruan tinggi, hal yang dinanti-nanti hampir semua mahasiswa adalah wisuda. Bisa dibilang kamu harus berjuang bertahun-tahun dahulu agar bisa memakai toga dengan bangga. Mungkin ini benar, mengingat proses yang tak mudah demi memakai toga. Bentuknya sih biasa saja, tak ada yang spesial. Namun, saat kamu memakainya entah kenapa rasa bangga begitu besar.

Sejarah Pakaian Toga Wisuda

Sebagian besar orang yang pernah atau sedang berstatus sebagai mahasiswa, tentu tahu apa itu toga. Pakaian serba hitam lengkap dengan topi persegi dan talinya ini merupakan busana yang paling dinantikan bagi siapa saja yang menempuh pendidikan di bangku perkuliahan. Bagaimana tidak? Busana resmi yang jauh dari kesan modis ini biasa dikenakan dalam upacara wisudaan.

Meski sering dikaitkan dengan bangsa Romawi kuno, toga sebenarnya merupakan pakaian yang sering dikenakan bangsa Etruskan (pribumi Italia) sejak 1.200 SM. Kala itu, bentuk toga belum berupa jubah, tetapi hanya berupa kain sepanjang 6 meter yang cara pakainya dililitkan ke tubuh. Meski ribet, toga merupakan satu-satunya pakaian yang dianggap pantas saat seseorang berada diluar ruangan.

Makna Pakaian dan Topi Toga Wisuda

Toga yang berwarna hitam pun bukan tanpa alasan. Seperti yang kita tahu, hitam sering diidentikkan dengan hal yang misterius dan gelap. Selain itu, warna hitam juga melambangan keagungan. Karena itu, selain sarjana, baik hakim dan sebagian pemuka agama juga menggunakan warna hitam ini sebagai jubahnya.

Filosofi lainnya juga adalah kucir tali topi toga melambangkan tali pita pembatas buku. Dengan pindah tali, diharapkan para wisudawan terus membuka lembaran buku supaya wawasan keilmuannya terus bertambah.

Tidak hanya warna pada jubah toga yang memuat filosofi mendalam, ternyata ada pula arti filosofis dari bentuk persegi pada topi toga. sudut-sudut persegi pada topi toga menyimbolkan yaitu seorang sarjana dituntut untuk berpikir rasional serta memandang segala sesuatu hal dari beraneka sudut pandang.

Kenapa kuncir tali topinya di pindah dari kiri ke kanan?

Dipuncak acara wisuda, kita mungkin bertanya-tanya, kenapa ya kuncir tali di topi toga dipindah dari kiri ke kanan? Kuncir tali toga yang semula berada di kiri ternyata bermakna lebih banyaknya otak kiri yang digunakan semasa kuliah. Nah, dgn dipindah ke kanan, maksudnya agar para sarjana tidak hanya menggunakan otak kiri saja setelah lulus, namun juga otak kanan yang berhubungan dengan kreativitas, imajinasi, dan inovasi.

Kamu yang pernah mengikuti upacara wisuda ataupun malah menjadi peserta yang diwisuda pasti tau lagu satu ini. Lagu latin yang sering dinyanyikan pada upacara wisuda ini sebenarnya adalah hymne mahasiswa internasional yang berarti ”karenanya marilah kita bergembira”.


Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *