Tata Cara Sholat Sesuai Dengan Tuntunan Nabi Muhammad

Kata Sholat berasal dari bahasa Arab yaitu As-Sholah, dan secara bahasa (Etimologi) yang artinya do’a. Sedangkan secara Istilah/Syari’ah (Terminologi), sholat adalah perkataan dan perbuatan tertentu/khusus yang dibuka atau dimulai dengan takbir (takbiratul ihram) dan diakhiri/ditutup dengan salam.

Tata Cara Sholat Sesuai Dengan Tuntunan Nabi Muhammad

Sholat adalah rukun perbuatan yang paling penting diantara rukun Islam yang lain, sebab Sholat mempunyai pengaruh yang sangat baik bagi kondisi akhlaq manusia. Sholat dikerjakan sebanyak lima waktu setiap hari, dengannya akan didapatkan bekas/pengaruh yang baik untuk manusia dalam suatu masyarakatnya yang merupakan sebab tumbuhnya rasa persaudaraan dan kecintaan diantara kaum muslimin saat berkumpul untuk mengerjakan ibadah di salah satu dari sekian rumah milik Allah subhanahu wa ta’ala (masjid).

Hukum Sholat
Mengerjakan ibadah Sholat itu hukumnya adalah wajib ‘aini bagi setiap orang Islam yang sudah Mukallaf (terbebani kewajiban Syari’ah), Baligh (telah dewasa, dengan ciri telah bermimpi bagi laki-laki dan Haid bagi perempuan), dan ‘aqil (berakal).

Allah berfirman:
Wa Maa Kholaqtul Jinna Wal Insa Illa Liya’buduni
Artinya:
“Dan tidaklah Ku jadikan Jin dan Manusia, kecuali agar mereka hanya menyembah/beribadah kepada-Ku (Allah) saja”, mengikhlaskan keta’atan pada-Nya dalam menjalankan agama dengan hanif / lurus, agar mereka mendirikan Sholat dan menunaikan Zakat, demikian itulah agama yang lurus.

Cara Sholat itu sendiri sangatlah penting untuk dipelajari terlebih dahulu sebelum kita mengerjakan ibadah Sholat. Karena Nabi Muhammad sendiri pernah di tegur langsung oleh Allah dengan FirmanNya ” Wa Laa Taqfuumaa Laisa Laka Bihi Ilmun” Artinya: Wahai Muhammad, janganlah engkau mengerjakan suatu amalan (ibadah) sebelum engkau mengetahui ilmunya. Jadi inti dari Firman Allah tersebut menjelaskan bahwa sebagai orang Islam, wajib menuntut ilmu sebelum mengerjakan ibadah. Harus tahu ilmunya dulu, sumbernya dari mana, jangan asal mengerjakan ibadah, baik ibadah Sholat, Wudhu, Puasa, Haji dan ibadah yang lain.

Sangatlah penting untuk kita ketahui cara Sholat yang benar yang sesuai dengan amalan yang dikerjakan oleh Nabi Muhammad. Tanpa ada tambahan atau pengurangan baik dari gerakan dan bacaan Sholat, jangan sampai kita di hukumi Bid’ah gara-gara menambahkan bacaan Sholat atau gerakan Sholat menurut akal kita sendiri tanpa ada dasar sumber dari Nabi langsung. Jadi intinya kita harus mengkaji terlebih dahulu tentang cara Sholat yang dikerjakan oleh Nabi Muhammad. Yaitu dengan mempelajari sumber Hadits yang Shohih seperti Hadist Bukhori dan Hadits Muslim.